Anda di halaman 1dari 23

POKOK BAHASAN I

ALAT-ALAT KOMINUSI (SIZE REDUCTION)


Learning Objective: Menjelaskan jenis alat pemecah, menggambarkan skema
alat pemecah, menjelaskan prinsip kerja alat-alat pemecah (Coarse size
reduction Intermediate size reduction, dan fine size reduction), dan
menghitung energi yang dibutuhkan dalam pemecahan padatan.
Menggambarkan skema alat dan menjelaskan prinsip kerja alat size
enlargement.

Dalam Proses Pemecah bahan (size reduction) diperlukan informasi


sifat padatan sebagai berikut:

 Struktur bahan; misal liat, brittle, berserat dll.


 Kadar air dalam bahan: Kadar air 3-4% sangat menguntungkan
dalam operasi pemecahan bahan dan baik untuk dust control, bila
kadar air lebih dari 4% sering kali bahan akan menjadi lengket dan
ada kemungkinan terjadi gumpalan dalam alat.
 Kekerasan bahan; kekerasan diukur dengan derajat Mohs 1 – 10.

1 Talc 6 Feldspar
2 Gypsum 7 Quartz
3 Calcite 8 Topaz
4 Fluorite 9 Corundum, sapphire
5 Apatite 10 Diamond

Bahan dengan derajat Mohs kurang dari 4 termasuk bahan lunak.

Energi Yang Dibutuhkan Untuk Memecah Bahan


Energi yang dibutuhan untuk memecah bahan sebanding dengan
luas yang terbentuk (Rittingers law)

Energi= C (A2 – A1)


A1 = luas permukaan bahan mula-mula = diameter bahan mula-mula
A2 = luas permukaan bahan yang terbentuk
C = konstanta (nilainya dipengaruhi sifat bahan)
=================

Sifat fisis bahan padat lainnya yang perlu diketahui meskipun tidak
berhubungan langsung:
 ketahanan bahan terhadap pengaruh cuaca,

1
 ukuran bahan,
 angle of repose bahan,
 sifat flowability bahan
 densitas bahan (bulk density, true density)

Sifat khemis bahan, antara lain:


 tingkat korosifitas,
 “hazardous properties” (fire ability, explosive, and toxicity).

Ketahanan terhadap Pengaruh Cuaca


Bahan padat dikatakan tahan terhadap pengaruh cuaca jika bahan
tersebut berhubungan dengan cuaca (hujan, panas, dan angin) bahan
tersebut masih dapat dipakai di industri (masih memenuhi persyaratan
kualitas bahan) yang termasuk bahan ini antara lain:
a. Batu kapur, pasir besi, di industri semen.
b. Bahan galian alam, pasir kuarsa, gips, dan lain-lain.
Bahan padat dikatakan tidak tahan terhadap cuaca jika bahan tersebut
bersinggungan dengan cuaca (air, udara lembab, panas, dan angin) bahan
tersebut tidak dapat dipakai lagi (tidak memenuhi baku mutu sebagai
bahan baku atau produk) yang termasuk jenis bahan ini antara lain clikers
semen, semen Portland, bahan-bahan pada senyawa kimia, kristal gula
pasir, pupuk, dan lainnya. Untuk transportasi atau penyimpanan bahan ini
dipilih alat atau tempat yang terlindung dari pengaruh cuaca tersebut. Pada
umumnya bahan padat bersifat higroskopis tergolong tidak tahan terhadap
cuaca.

Ukuran Bahan Padat


Dalam industri yang bekerja dengan bahan padatan, ukuran bahan padat
dibedakan menjadi empat jenis ukuran yaitu:
- Ukuran sangat halus, ukuran butiran lolos saringan 100 mesh ( < 149
mikron)
- Ukuran halus, yaitu ukuran lolos saringan 1/8 in dan tertahan 100
mesh

2
- Ukuran butiran atau glanular, bahan padat dengan ukuran lebih besar
3,18 mm sampai dengan 12,7 mm
- Bahan padat berupa gumpalan/ lumpy material dengan ukuran > 12,7
mm

Flowability
Flowability adalah kemampuan bahan untuk meluncur dengan sendirinya.
Flowability bahan padat sangat terkait dengan ukuran bahan.
Flowability bahan dibedakan menjadi:
- sangat free flowing, yaitu bahan padat yang memiliki sudut gelincir
bahan (angle of repose) < 300,
- free flowing, yaitu bahan padat yang memiliki sudt gelincir antara 30 0
– 450,
- sluggish material, yaitu bahan padat yang lamban untuk
menggelincir, angle of repose > 450.
Angle repose bahan adalah sudut kemiringan papan terhadap posisi datar
(horizontal) sedemikian sehingga bahan padat diatas papan mulai
menggelincir dengan sendirinya

Dry and loose


Bahan padat yang tergolong “dry and loose” material pada umumnya
bersifat free flowing.

Kekasaran bahan/abrasivitas
Di industri tingkat kekasaran bahan/abrasivitas bahan padat akan
berpengaruh terhadap pemilihan alat transport bahan yang akan dipakai.
Abrasiveness bahan dibedakan menjadi tiga yaitu:
- non abrasive, permukaan bahan halus pada umumnya untuk bahan
halus dan granular,
- abrasive, permukaan bahan kasar,
- sangat abrasive, permukaan bahan kasar dan tajam atau runcing,
contohnya pecahan batu.
Sifat kimia

3
Selain sifat-sifat di atas karakteristik bahan padat juga dapat ditinjau dari
sifat kimia atau yang lainnya, antara lain:
- korosifitas bahan, dibedakan menjadi highly corrosive dan middle
corrosive,
- harm-full to life, yaitu berdebu, berasap, beracun, dan explosive.
Sifat-sifat bahan diatas akan mempengaruhi terhadap pemilihan alat atau
sistem penyimpanan ataupun storing/ delivering equipment dan juga jenis
alat transport yang dipakai.

ALAT-ALAT KOMINUSI (SIZE REDUCTION)

 COARSE SIZE REDUCTION


(UMPAN MASUK BERUKURAN BESAR/BONGKAHAN)
 Untuk Bahan-bahan yang KERAS (hardness tinggi):
(batu-batuan; bijih mineral; bijih logam dll).

I. Jaw Crusher:
Ada 3 jenis yang umum: (a). Blake Crusher
(b). Dodge Crusher
(c). Roller Bearing /Overhead Eccentric Jaw Crusher
II. Gyratory Crusher:

Pemilihan antara keduanya biasanya berdasarkan pada: karakteristik umpan;


kapasitas dan persyaratan produk (ukuran dan keseragaman ukuran).

I(a). Blake Crusher

Prinsip kerja:

4
Roda berputar. Lengan Pitman bergerak naik turun karena adanya sumbu eccentric,
mengakibatkan toggle bergerak horisontal (kekiri dan kekanan)  movable jaw
bergerak menekan dan memecah bongkah-bongkah padatan yang masuk dan
melepaskannya saat movable jaw bergerak menjauhi fixed jaw.

Ukuran standard Blake Jaw Crusher (feed opening position, daya, kapasitas) dapat
dilihat pada buku teks (Table 6 Brown (1955), atau Table 20-8 Perry 7th ed.)

I(b). Dodge Crusher/Double Toggle Crusher/Overhead Eccentric Crusher


Biasanya berukuran lebih kecil dari Blake Crusher; movable jaw bagian bawah
dipasang tetap sehingga lebar dari discharge opening relatif konstan.

Ukuran bahan yang keluar akan lebih uniform, tetapi sangat rawan terhadap
kebuntuan (clogged) akibat discharge opening yang konstan.

Prinsip kerja:
Perputaran sumbu eccentric mengakibatkan lengan pitman bergerak naik-turun.
Gerakan ini menyebabkan movable jaw frame sebelah atas bergerak horisontal
kekiri-kekanan (movable jaw frame bagian bawah relatif tidak banyak bergerak),
menekan bongkah-bongkah padatan sampai pecah dan melepaskannya kebawah.

Ukuran standard Dodge Crusher dapat dilihat pada Tabel 7 Brown (1955)

I(c). Roller Bearing/Overhead Eccentric Jaw Crusher


Prinsipnya merupakan kombinasi antara Blake Crusher dan Dodge Crusher.
Memberikan 2 crushing strokes (2 langkah pemecahan) per satu putaran
sumbu eccentric.

Prinsip kerja:
Saat sumbu eccentric berputar, bagian atas movable jaw bergerak horisontal
(kekanan-kekiri) sedangkan bagian bawah bawah movable jaw bergerak dengan
arah yang berlawanan (kekiri-kekanan), i.e saat bagian atas movable jaw bergerak
menjauh (kekiri), maka bagian bawah movable jaw bergerak menekan (kekanan),
membenturkan padatan dengan dinding (crushing plate) dan memecahnya.

Ukuran standard Roller Bearing Jaw/Overhead Eccentric Jaw dapat dilihat pada
Table 20-9 Perry 7th ed.

5
II. Gyratory Crusher

 Untuk kominusi kapasitas besar. Lebih efisien digunakan (dibanding jaw


crushers), jika kapasitas > 900 ton/jam. Kapasitas Gyratory crushers bervariasi
dari 600 – 6000 ton/jam, tergantung ukuran produk yang diinginkan (antara 0.25
– 1 inch).
 Konsumsi tenaga per ton material lebih rendah dibanding jaw crushers.
 Perawatannya lebih mudah.

Prinsip kerja:
Roda A berputar, memutar countershaft dan gearing, dan piringan C. Selanjutnya,
piringan C akan memutar main-shaft yang terpasang eccentric pada piringan C.
Karena main-shaft bergerak eccentric, crushing head akan bergerak eccentric
menghimpit padatan (discharge opening minimum), memecahnya dan
melepaskannya (sampai discharge opening maksimum).

Perbandingan kapasitas dan ukuran Gyratory Crushers dan Jaw Crushers: Table
20-10 Perry 7th ed.
 Ukuran standard Gyratory Crushers:
Table 8 Brown (1955); Table 20-11 Perry 7th ed.
 Perbandingan kapasitas Gyratory Crushers dan Jaw Crushers:
Table 20-10 Perry 7th ed.

6
 COARSE SIZE REDUCTION
(UMPAN MASUK BERUKURAN BESAR/BONGKAHAN)
 Untuk Bahan-bahan yang LUNAK (hardness rendah):
(batubara, gipsum, limestone, bata tahan api dll bahan dengan skala MOHS < 4).

 Biasanya, alat-alat yang dirancang untuk ini juga akan menghasilkan produk
berukuran kecil (very fine particles) dengan jumlah cukup banyak!

 Alat yang umum dipakai:


(a). Toothed Rolled Crushers (Single atau Double)
Kapasitas: s/d 500 ton/jam;
Ukuran umpan:  20 inch (500 mm).

(b). Hammer Mill dan ImpactorBreaker


Kapasitas:
- Untuk Hammer Mill: tergantung kehalusan produk yang diinginkan
- Untuk Impactor bisa s/d 600 ton/jam

Ukuran umpan: hampir sama dengan toothed rolled crushers


Ukuran produk: lebih fleksible, sesuai dengan ukuran grid yang terpasang
(jika alatnya dilengkapi grid  bisa sangat halus).

 Hammer Mill lebih serbaguna pemakaianya: menumbuk bahan-bahan


berserat; sticky materia; sampai pada batuan keras!

(a). Toothed Rolled Crusher (Crucher Roda Bergigi):

7
Prinsip kerja:
Roda (Flywheel) berputar, akan memutar toothed roll yang terhubung dengan
flywheel. Partikel-partikel (bongkahan) yang masuk akan tergencet pada wear
plate/crushing plate dan pecah. Gigi-gigi pada roll selanjutnya akan menggerus
partikel-partikel padatan menjadi ukuran yang lebih kecil lagi.

 Toothed Rolled Crushers baik untuk bahan yang tidak terlalu keras. Untuk bahan
yang terlalu keras, gi-gigi pada roll dapat rontok/patah!

 Ukuran standard Toothed Rolled Crushers: belum ada data pada textbook!

 Gambar dibawah adalah contoh operasi single-rolled toothed crusher untuk


memecah batubara:

(b). Hammer Mill/Impactor:

Prinsip kerja:
Bongkahan padatan yang masuk dipecah oleh palu-palu (hammers) yang terpasang
pada ujung cakram yang berputar (revolving disk). Pada non-reversible hammer-
mill, padatan yang pecah selanjutnya digerus pada dinding dan keluar melalui kisi-

8
kisi (grid). Pada reversible hammer-mill, butir-butir padatan akan ditumbuk
berkali-kali oleh hammer ke crushing plate/breaker plate/anvils yang dibuat
bergerigi. Butiran pecah karena terpukul oleh palu, terbentur dinding (crushing
plate) atau bertumbukan dengan butir lain. Ukuran padatan keluar dapat diatur
dengan memasang kisi-kisi (grid).

 Reversible hammer-mil/Impactor: arah putaran hammer dapat dibalik, tanpa


menggangu operasi.
 Non-reversible hammer-mill: arah putaran palu tidak dapat dibalik!

 Ukuran standard Hammer Mills dan Impactor Breakers:


Tabel 20-14 dan Tabel 20-15 Perry 7th ed.
Gambar dibawah adalah contoh operasi reversible hammer-mill yang dilengkapi
kisi-kisi untuk memecah batuan:

 INTERMEDIATE SIZE REDUCTION


(UMPAN MASUK BERUKURAN SEDANG)

Diantaranya: (a). Cone Crushers/Gyrasphere


(b). (Smooth) Roll-Crushers
(c). Disintegrator/Cage Mill

(a). Cone Crushers

9
Prinsip kerja:
Seperti Gyratory Crushers. Crushing head disangga oleh beberapa eccentric
journals yang diputar oleh beberapa bevel gears. Bevel gears digerakan oleh
sumbu utama (main shaft).

 Baik digunakan sebagai alat penghancur sekunder (secondary crusher). Bentuk


konis menyediakan ‘luasan kerja’ (= luas gilas) yang lebih besar.

 Ukuran umpan: 0.8 – 14.3 inch (< umpan Gyratory Crusher)


Ukuran produk antara 0.5 inch – 20 mesh (0.033 inch).

 Ukuran standard Cone Crushers: Table 20-12 dan 20-13, Perry 7th ed.

(b). (Smooth) Roll-Crushers:

10
Prinsip kerja:
Dua silinder horizontal diputar dengan arah yang berlawanan. Umpam masuk ke
celah-celah roll, tergencet dan pecah. Ukuran produk dapat diatur dengan mengatur
jarak antara 2 silinder.

 Sebagai alat penghancur, saat ini kurang disukai karena roll-nya mudah koyak;
terutama jika digunakan untuk material keras  Roll-Crusher tidak cocok untuk
batuan keras.
 Biasanya banyak digunakan untuk penghancuran batubara; oil shale; fosfat dan
batuan-batuan dengan kandungan silikat rendah!

(c). Disintegrator/Cage Mills

 Sering digunakan untuk menggilas bahan tambang (quarry rock); batuan fosfat;
fertilizer (pupuk padat)
 Sebagai disintegrator, seringkali digunakan untuk menggilas bahan-bahan
lempung; tulang dll.
 Ukuran umpan maksimum: 8 inch; ukuran produk dapat mencapai 325 mesh (
0,0017 inch).

11
Prinsip kerja:
Cages (terdiri dari batang-batang silinder panjang) saling perputar berlawanan
arah. Bahan masuk akan terseret diantara 2 cages, tergerus dan hancur. Dalam satu
baris dapat terdiri atas: 2, 3, 4, 6 dan 8 silinder berurutan. Hasil gilasan berkali-kali
antara cages menyebabkan ukuran produk dapat sangat kecil (pulverized). Jika
bahan yang diolah lunak dan lengket (sticky), misalnya lempung, hasil gerusan
dapat berupa lembaran-lembaran seperti slab (slab like).

 FINE SIZE REDUCTION


(UMPAN MASUK BERUKURAN KECIL)

Berdasarkan proses penghancuran dan penghalusan butiran yang terjadi, dibedakan


menjadi 2 macam:
 Penghancuran/pemecahan partikel disebabkan oleh gerusan antar partikel
maupun antara partikel dengan dinding:
(a). Bowl Mill
(b). (Ring)-Roller Mill/Roller Press

 Penghancuran partikel karena impact (benturan) dengan media lain.


(c). Ball-Mill

(a). Bowl Mill (Penggiling Mangkok)

Alat utamanya berupa sebuah mangkok yang dilengkapi dengan roll-roll


didalamnya (mangkok dan roll masing-masing mempunyai alat penggerak sendiri-
sendiri/terpisah).

12
Prinsip kerja:
Umpan masuk dari feed hopper kedalam mangkok yang berputar (mangkok
dilapisi dengan bahan dengan kekerasan > kekerasan bahan yang digerus 
grinding ring). Didalam mangkok tersebut, butiran-butiran padatan tergerus oleh
roller yang berputar berlawanan arah dengan arah putaran mangkok. Partikel-
partikel yang cukup halus akan terbawa keatas oleh udara (yang dihembuskan
kedalam roller-mill) dan keluar keatas. Diluar, produk selanjutnya ditangkap
menggunakan cyclone.

Padatan terbawa udara berkecepatan tinggi,


masuk ke cyclone mengikuti gaya sentrifugal
(berputar) dan menumbuk dinding. Padatan
yang menempel pada dinding akan jatuh
kebawah. Ukuran cyclone (dimensi-
dimensinya) tergantung pada ukuran butir
dan rapat massanya (lihat Coulson &
Richardson vol. 3).

13
Cyclone

(b). Roller Mill

Roller Mill seperti gambar diatas sering juga disebut sebagai Ring-Roller Mill atau
medium-speed mill. Bagian utamanya terdiri dari roll-roll penghancur (crushing
roll) dan confining ring. Energi untuk menggerus per ton lebih rendah (sebagai
gambaran: ball-mill ~ 13 hp/ton; hammer-mill ~ 22 hp/ton; roller-mill ~ 9 hp/ton).

Prinsip kerja:
Hampir sama dengan Bowl (Roller) Mill, hanya saja partikel padatan tergerus
diantara roll-roll dan confining ring. Plow (‘pengaduk’) yang terpasang pada apron
dibawah crushing-roll berfungsi untuk mengaduk partikel-partikel dan

14
melemparkannya ke zone penghancuran (crushing zone). Alat ini seringkali
dilengkapi dengan ayakan internal (internal screen) untuk menapis partikel-
partikel padatan dengan ukuran yang tidak diinginkan (partikel yang terlalu besar).
Produk dengan ukuran yang diinginkan keluar lewat atas terbawa oleh udara yang
dihembuskan kedalam alat.

(c). Ball-Mill

Seringkali disebut juga sebagai Tumbling-Mill. Biasanya berupa kompartemen


(shell) yang berbentuk silinder atau konis yang berputar pada sumbu horisontalnya.
Didalamnya berisi bola-bola penggilas sebagai media penghancur. Tergantung pada
bahan yang akan dihancurkan, bola-bola penggilas dapat terbuat dari: besi, baja,
porselen dll. Biasanya, (L/D) untuk Ball-Mills ~ 1.0 (lihat dimensi gambar
dibawah).

 Ukuran umpan Ball-Mills: tergantung pada kerapuhannya.


- Untuk padatan yang sangat rapuh (very fragile): 2.5 – 4 cm (1-1.5 inch) dia.
- Ukuran umum umpan: ~ 1 cm (~ 0.5 inch)

 Ukuran bola-bola penggilas (diameter): 1 – 6 inch.


Volume bola-bola penggilas: ~ 50% volume kompartemen.
 Reduction Ratio: 20 sampai 200:1

Prinsip kerja:

15
Silinder/kompartemen berputar pada sumbu horisontalnya. Partikel-partikel
padatan didalam akan terlempar dan tergilas bola-bola penggilas menjadi butir-
butir yang sangat halus. Produk halus dikeluarkan dengan:
 overflow melalui lubang yang terpasang pada sumbu (hollow trunnion), dan/atau
 kemiringan dan partikel keluar melalui lubang-lubang pada periferi (lubang-
lubang pada sisi bagian keluar mill), dan/atau
 dihembus oleh udara (untuk partikel-partikel yang sangat halus dan kering).

Ball-Mill dapat dioperasikan pada keadaan kering (dry milling) maupun basah
(wett-milling).

 Ruang dalam ball mill (the chamber) kadang-kadang disekat-sekat (dengan sekat
yang berlubang/grate), dan masing-masing ruang/sub-kompartemen diisi dengan
bola-bola penggilas dengan ukuran yang berbeda (lihat gambar dibawah).
Praktek menunjukkan bahwa semakin besar ukuran bola, semakin halus produk
yang dihasilkan.

 Dibawah ini adalah contoh sekat berlubang (grate) untuk pemisah antar sub-
kompartemen. Grate semacam ini juga dipasang pada sisi keluar (discharge
opening) mill. Grate ini juga berfungsi untuk membantu menaikan padatan
setinggi-tingginya, sebelum dijatuhkan (tumbled).

16
 Pada dinding-dinding kompartemen, serinbgkali juga dipasang liners untuk
membantu ‘pengadukan’ dan penggilasan, dengan memperbesar efek benturan
antara partikel dengan dinding. Dibawah ini adalah contoh bagian dalam dari
sebuah ball-mill.

17
=>Coarse Size Reduction
*Blake Jaw Crushers

18
*Dodge crushers

19
*Gyratory Crushers

20
*Hummer Mill/Impactor

21
=> Intermediate Size Reduction
*Cone Crushers

* Ball Mill

22
23