Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN PERSAMPAHAN

TUGAS RESUME

Disusun oleh :

1. Ronuli Sitinjak (21080116130023)


2. Siti Yumaroh (21080116130025)
3. Afrilia Widiastuti (21080116130041)
4. Widiya Ningrum (21080114130086)

TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017
Karakterstik Limbah Padat Perkotaan di Chihuahua, Mexico
(Characterization of urban solid waste in Chihuahua, Mexico)

1. Pendahuluan
Limbah atau sampah adalah kotoran yang dihasilkan karena pembuangan
sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan
suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui
bahwa limbah juga bisamenjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika
diproses secara baik dan benar. Atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak
berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai
sesuatu yang tidak berguna dan jika .dibiarkan terlalu lamamaka akan
menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka
bisamenjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis .
Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan
dibuang kebanyakan orang ,mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak
berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit
padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah
ini menjadi benda ekonomis yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat
tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bagi
limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani dengan berbagai
cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang
dan dibakar.
Karakteristik limbah padat masyarakat perkotaan sangat diperlukan untuk
membuat perencanaan strategi manajemen pengolaahan limbah di kota. Tujuan
dari studi ini adalah untuk mengkarakterisasi limbah yang dihasilkan oleh rumah
tangga di kota Cihua hua dan untuk membandingkan hasil yang diperoleh di kota
tersebut dengan 3 tingkat sosial ekonomi. Untuk mengidentifikasi perbedaan tren
sosial ekonomi pada jenis dan karakteristik limbah, diambil 560 sampel limbah
padat yang dikumpulkan selama 1 minggu di Cihuahua dan diurutkan serta
diklasifikasikan ke dalam 15 fraksi tertimbang. Jumlah limbah rata-rata di Cihua
hua yang dihitung dalam penelitian ini adalah 0,676 kg per kapita perhari pada
April 2006, dengan fraksi utamanya yaitu organic (48 %), kertas (16 %) dan
plastic (12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah limbah meningkat
terkait dengan tingkat sosial ekonomi. Karakterisasi dalam jumlah dan komposisi
limbah perkotaan adalah langkah pertama yang diperlukan untuk keberhasilan
pelaksanaan sistem pengelolaan limbah yang tidak terpisahkan.
Pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara yang
tentunya dapat menjadikan limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi
lingkungan ataupun kesehatan. Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dapat
dibagi menjadi dua cara yaitu pengolahan limbah padat tanpa pengolahan dan
pengolahan limbah padat dengan pengolahan. Limbah padat tanpa pengolahan :
Limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya
dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA (Tempat Pembuangan
Akhir). Limbah padat dengan pengolahan :Limbah padat yang mengandung unsur
kimia beracun dan berbahaya harus diolahterlebih dahulu sebelum dibuang ke
tempat-tempat tertentu.
Pengolahan limbah juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang sedehana
lainnya misalnya, dengan cara mendaur ulang, Dijual kepasar loakatau tukang
rongsokan yang biasa lewat di depan rumah – rumah. Cara ini bisa dilakukan
dengan cara membakar limbah-limbah padat misalnya kertas- kertas dengan
menggunakan minyak tanah lalu dinyalakan apinya. Kelebihan cara membakar ini
adalah mudah dan tidak membutuhkan usaha keras, membutuhkan tempat atau
lokasi yang cukup kecil dan dapat digunakan sebagai sumber energy baik untuk
pembangkit uap air panas, listrik dan pencairan logam. Faktor – faktor yang perlu
kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah padat tersebut adalah sebagai
berikut Faktor-faktor yang perlu kita perhatikan sebelum kita mengolah limbah
padat:
1. Jumlah Limbah
Sedikit dapat dengan mudah kita tangani sendiri. Banyak dapat
membutuhkan penanganan khusus tempat dan sarana pembuangan.
2. Sifat fisik dan kimia limbah
Sifat fisik mempengaruhi pilihan tempat pembuangan, sarana
penggankutandan pilihan pengolahannya. Sifat kimia dari limbah padat
akan merusak danmencemari lingkungan dengan cara membentuk
senyawa-senyawa baru.
3. Kemungkinan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Karena lingkungan ada yang peka atau tidak peka terhadap
pencemaran,maka perlu kita perhatikan tempat pembuangan akhir
(TPA), unsur yang akanterkena, dan tingkat pencemaran yang akan
timbul.
4. Tujuan akhir dari pengolahan
Terdapat tujuan akhir dari pengolahan yaitu bersifat ekonomis dan
bersifatnon-ekonomis. Tujuan pengolahan yang bersifat ekonomis
adalah denganmeningkatkan efisiensi pabrik secara menyeluruh dan
mengambil kembali bahan yang masih berguna untuk di daur ulang
atau di manfaat lain.Sedangkan tujuan pengolahan yang bersifat non-
ekonomis adalah untuk mencegah pencemaran dan kerusakan
lingkungan

Pengetahuan tentang karakteristik limbah juga sangat dibutuhkan untuk


merencanakan manajemen limbah padat masyarakat perkotaan. Varietas limbah
di Mexico dipengaruhi oleh semakin banyaknya penduduk migrasi dari United
Stated. Beberapa penelitian telah dilakukan di Mexico tentang komposisi limbah
padat. Penelitian oleh BernachePerez et al. (2001) yang dilakukan dengan satu
sampel rumah tangga di kota Guadalajara. Studi lain oleh Buenrostro et al. (2001)
dilakukan pada tahun 1998, di kota Morelia, menunjukkan tingkat timbulan
limbah dari sumber perumahan di tiga perbedaan tingkat sosial ekonomi. Namun
demikian, tidak ada informasi tentang komposisi limbah untuk setiap tingkat. Ada
juga studi di salah satu lingkungan Mexicali dilakukan pada tahun 1999 dan 2000
(Ojeda-Benı'tez et al., 2003). Semua studi ini dilakukan 6-8 tahun yang lalu.
Di Chihuahua jenis penelitian tentang karakterisasi limbah perkotaan
belum pernah dilakukan. Chihuahua adalah ibu kota Negara Bagian Chihuahua
dan terletak di wilayah utara Mexico. Pada tahun 2005 Kota Chihuahua memiliki
758.791 penduduk (INEGI, 2005), dikelompokkan menjadi 194.561 rumah tangga
dan 525 lingkungan (Scince, 2000). Kegiatan pekerjaan utama di kota yang
dikembangkan di sektor sekunder dan tersier. Menurut Scince (2000) di
Chihuahua 37% dari populasi secara ekonomis aktif. Chihuahua adalah kota
dengan populasi yang berkembang pesat. Di kota, 60% dari total USW
dikumpulkan oleh layanan kota dan sisanya 40% dikumpulkan oleh layanan
pengumpulan limbah pribadi. Generasi limbah rata-rata adalah antara 960 dan
1000 ton per hari, 60% pembuang berasal dari limbah rumah tangga (Garay,
2006).
Karakterisasi USW dilakukan di Chihuahua rumah tangga selama satu
minggu pada bulan April 2006 untuk mengukur limbah dan komposisi limbah
serta untuk mengidentifikasi kemungkinan tren sosial ekonomi dalam generasi
limbah. Tiga daerah berbeda dari kota dengan tingkat sosial ekonomi yang jelas
berbeda yang dipejari yaitu : Tingkat I dengan pendapatan rata-rata gaji minimum
1-2 pendapatan, Tingkat II dengan 2-5 gaji minimum dan Tingkat III (tertinggi
ekonomi tingkat) dengan lebih dari lima gaji minimum. Sebanyak 560 sampel
diambil dari 80 rumah tangga selama satu minggu, bobot total 1.517 kg. Rata-rata
generasi USW untuk Chihuahua pada bulan April 2006 adalah 0.676 kg / kapita/
hari.
USW diurutkan dalam 15 fraksi dan masing-masing komposisinya
ditentukan. Fraksi yang diteliti adalah organik, koran-majalah, kardus, kertas
lainnya, wadah plastik, plastik, kaleng aluminium lainnya, logam lainnya, gelas
kaca, kaca berwarna, residu, serat, fiber sintetik, baterai dan lain-lain. Komposisi
USW dibedakan sedikit dari tingkat sosial ekonominya.
Untuk kota Chihuahua, 48% dari total berkorespondensi limbah perkotaan untuk
fraksi organik, dan itu merupakan limbah padat utama perkotaan untuk semua tiga
tingkat sosial ekonomi.
Karena semua itu, pekerjaan saat ini dapat dianggap sebagai langkah
pertama yang diperlukan dalam perencanaan pengelolaan limbah yang
berkelanjutan, karena memberikan informasi yang akurat dari limbah generasi
perkotaan dan komposisi di Chihuahua (Meksiko).

2. Metodologi
Adapun langkah - langkah untuk mengkarakterisasikan limbah padat di kota
Cihua-hua pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

2.1. Organisasi sampel


Alat '' Scince por Colonias 2000 "(SCINCE oleh Neighborhoods sekitar
tahun 2000) memungkinkan lokalisasi lingkungan di kota dan menawarkan
informasi statistik dan geografis tentang mereka. Scince (2000) mengelompokkan
penduduk berdasarkan rentang pendapatan. Tabel 1 menunjukkan tingkat
klasifikasi sesuai dengan rentang gaji minimum yang ditetapkan oleh Scince
(2000). Penelitian ini hanya meninjau tiga tingkat sosial ekonomi: Tingkat I,
Tingkat II dan Tingkat III. Level 0 tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini
karena populasinya sangat tidak stabil; mereka biasanya berganti pekerjaan dan
juga bermigrasi ke AS.

2.2. Perhitungan jumlah sampel


Urban Solid Waste (USW) atau limbah padat perkotaan adalah bahan
heterogen, dan tingkat serta komposisinya pun berbeda dari tempat satu dengan
tempat lainnya dan juga dari musim satu dengan musim lainya pula. (World
Resources Institute, 1996; Gidarakos et al., 2006). Dalam rangka memperkirakan
secara akurat jumlah rata-rata dan komposisi limbah, perlu dilakukan sebuah
survei sampel yang dirancang secara statistik. Dari sudut pandang statistik,
akurasi dalam menentukan parameter ini akan ditingkatkan dengan meningkatkan
jumlah sampel yang akan dianalisis; Namun, jumlah sampel harus disesuaikan
dengan sumber daya yang tersedia.
Prosedur yang dirancang untuk menentukan jumlah sampel minimum
yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data yang cukup akurat ini didasarkan
pada teorema limit sentral, yang juga diterapkan oleh Abu Qdais et al. (1997).
Jumlah sampel ditentukan dengan 99% keyakinan dan 10% kesalahan standar.
Sampel yang dikumpulkan di lingkungan yang telah dipilih sesuai dengan tingkat
sosial ekonomi level I, II, dan III, menggunakan persamaan berikut:
n = [z(SD)/R2]
di mana n adalah jumlah minimum sampel, z adalah skor yang ditentukan dari
table penelitian statistic untuk distribusi standar normal, SD adalah standar deviasi
dari populasi, sama dengan standar deviasi dari sampel awal, dan R adalah
sampling error.
Jumlah minimum sampel yang dibutuhkan untuk mendapatkan error 10%
dalam limbah seluruhnya adalah 162 untuk Level I, 162 untuk Level II, dan 119
untuk Level III. Penelitian kami telah dilakukan pada 168 sampel di Level I, 210
sampel Level II dan 182 sampel Level III (lihat Tabel 2). Jumlah sampel sedikit di
atas jumlah minimum yang diperlukan untuk menjamin kesalahan 10%.

2.3. Prosedur Pengumpulan


Metode yang digunakan untuk pengumpulan sampel terutama standar
Meksiko (NMX-AA-022-1985; NMX-AA-061-1985; NMX-AA-091-1987) sesuai
dengan prosedur yang dikembangkan oleh Bernache-Perez et al. (2001). Sampel
dikumpulkan oleh tiga tim berbeda, masing – masing tim tersebut terdiri dari tiga
orang. Lingkungan yang dipilih sebelumnya dikunjungi oleh tim yang sesuai
untuk berkenalan dengan area kerja. Rumah tangga dari tiap – tiap lingkungan
dikunjungi secara acak dan diajak untuk berpartisipasi dalam program
karakterisasi limbah. Kuesioner kecil tentang jumlah orang per rumah tangga,
alamat, frekuensi pengumpulan, pendapat mereka tentang sistem pengelolaan
sampah atau limbah saat ini dan kesediaan mereka untuk mendaur ulang limbah
juga ditanyakan kepada rumah tangga yang berpartisipasi dalam proyek. Untuk
rumah tangga ini disediakan tas plastik hitam (trashbag) untuk pembuangan
limbah, yang ditandai dengan empat digit kode untuk setiap rumah tangga.
Kuesioner yang diberikan juga berisi penjelasan tentang aturan-aturan tertentu
untuk pengumpulan limbah, misalnya, bahwa limbah kebersihan pribadi (popok
yang digunakan oleh anak, popok sekali pakai dewasa, pembalut, dll) harus
ditempatkan dalam kantong plastik terpisah dan juga semua limbah padat yang
dihasilkan kemudian harus disimpan dalam kantong plastic hitam yang telah
disediakan sebelumnya.
Pengambilan sampel dilakukan di setiap rumah tangga yang dipilih, setiap
hari selama satu minggu pada bulan April 2006. Hari pertama, plastik hitam
dikumpulkan dan disisihkan untuk memastikan bahwa limbah yang nantinya
dianalisa telah dihasilkan dalam waktu 24 jam. Setiap hari, ketika limbah
dikumpulkan, kantong plastik hitam baru, ditandai dengan kode digit yang sama,
diberikan kepada setiap rumah tangga untuk pengumpulan limbah dalam 24 jam
berikutnya.
Hari kedua, rumah tangga mengembalikan kantong plastik hitam dengan
limbah dan menerima tkantong plastik hitam yang baru. Kantong plastic hitam
dengan limbah yang dihasilkan di setiap rumah tangga itu diangkut dalam truk ke
tempat di mana limbah itu akan dipilah.

2.4. Klasifikasi jenis


Setiap kantong plastik ditimbang dan didaftar pada lembar sampling.
Limbah itu secara manual dipisahkan menjadi 15 kategori yang berbeda , yang
dipilih sesuai dengan kemungkinan memulihkan bahan yang sama. Kemudian
masing-masing jenis ditimbang dan dicatat hasilnya pada lembar sampling.
Pengumpulan limbah diteruskan selama enam hari lagi mengikuti prosedur yang
sama. Pekerjaan ini didukung oleh personil dari '' Departamento de Aseo Urbano
Municipal” (Department of Municipal Urban Cleanliness) dan mahasiswa dari
Universidad Auto'noma de Chihuahua (Autonomous University Chihuahua).

3. Hasil
3.1. Tingkat timbulan limbah
Sebanyak 560 sampel yang dikumpulkan berasal dari 80 rumah tangga
(24 dari Level I, 30 dari Level II dan 26 dari Level III), yang dipilih secara acak
selama 1 minggu pada bulan April 2006. Kuantitas dari USW yang dikumpulkan
selama periode penelitian adalah 365, 532 dan 620 kg, masing-masing, untuk
setiap sosial ekonomi tingkat terpelajar. Jumlah total limbah dianalisis itu 1.517
kg, yang dihasilkan selama 1 minggu Periode oleh 105 warga dari lingkungan
terpelajar.
Untuk menunjukkan hasil tiga tingkat sosial ekonomi disebutkan di atas,
total limbah yang dikumpulkan per rumah tangga dan jumlah penduduk per rumah
tangga. Rata-rata tingkat timbulan limbah padat per lingkungan adalah 0,599,
0,697 dan 0,732 kg per kapita per hari, masing-masing, untuk tingkat I, II dan III.
Rata-rata tingkat timbulan limbah padat untuk Chihuahua pada bulan April 2006
adalah 0.676 kg per kapita per hari dengan rata-rata 3,9 penduduk per rumah
tangga.
Tingkat timbulan rata-rata tertinggi yaitu di tertinggi tingkat sosial
ekonomi atau Tingkat III: 0,732 kg per kapita per hari. Tingkat terendah 0,599 kg
per kapita per hari yaitu di tingkat sosial ekonomi terendah atau Tingkat I.
Tingkat timbulan limbah yang dihasilkan menunjukkan korelasi positif dengan
kelas sosial ekonomi, yang mana mirip dengan apa yang diamati dalam penelitian
yang dilakukan di Morelia pada tahun 1998 (Buenrostro et al., 2001a). Meskipun
tingkat timbulan per kapita di Chihuahua pada April 2006 menunjukkan tren
positif dari terendah ke strata sosial ekonomi tertinggi, perbedaannya adalah tidak
signifikan secara statistik.

3.2. Komposisi limbah perkotaan di Chihuahua


Tabel 4 menunjukkan jumlah per kapita per hari timbulan USW untuk
setiap jenis. Kuantitas jenis organic lebih tinggi untuk Level III dibandingkan
Tingkat II dan Tingkat I. Kelas sosial ekonomi tertinggi menghasilkan lebih besar
jumlah jenis organic.
Tingkat III yang dihasilkan lebih banyak koran-majalah dan kardus
dibanding dari tingkat lainnya. Sebuah penjelasan yang mungkin untuk ini adalah
bahwa kapasitas untuk membeli produk tersebut lebih tinggi di rumah tangga dari
Tingkat III dengan tingkat sosial ekonomi tertinggi. Tingkat II memiliki jumlah
kaleng aluminium tertinggi di antara semua tingkat, sementara di tingkat III
limbah domestik dikumpulkan seperti kaleng aluminium dan itu dijual di industri
daur ulang. Sementara rumah tangga di Tingkat II dan Tingkat I tidak memiliki
pelayanan rumah tangga sehingga mereka dapat membuang mereka dalam limbah.
Juga harus diperhitungkan bahwa Level I rumah tangga membeli jumlah kecil dari
produk aluminium kaleng karena harganya tinggi.
Jenis kaca berwarna, ditemukan di produk yang lebih mahal, lebih tinggi
di Level III (0.010 kg / (kapita.hari) daripada di tingkat lain. Tingkat III juga
menunjukkan yang tertinggi kuantitas serat tumbuhan yang digunakan di
Chihuahua dalam sistem pendingin, di musim semi dan musim panas. Rumah
tangga di Tingkat III (sosial ekonomi tingkat tertinggi) memiliki sistem
pendinginan yang lebih dan akibatnya mereka menghasilkan lebih banyak limbah
dari vegetal serat dari sisa populasi.
Hasil penelitian ini dengan studi lain yang ada:
1. Organik.
2. Kertas: terdiri dari kertas, koran-majalah dan
kardus.
3. Plastik: terdiri dari plastik dan wadah plastik.
4. Logam: terdiri dari kaleng aluminium dan logam.
5. Kaca: terdiri dari kaca bening dan kaca warna.
6. Lainnya: terdiri dari residu halus, serat nabati, sintetis
serat, baterai dan lain-lain.
Ada perbedaan antara enam fraksi untuk tiga tingkat sosial ekonomi.
Tertinggi sosial ekonomi Tingkat (Level III) memiliki persentase yang lebih tinggi
dari limbah organik dan kertas dari Tingkat I atau II. Untuk plastik, logam, kaca
dan fraksi lainnya, perbedaan antara tiga tingkatan tidak cukup signifikan untuk
memungkinkan kesimpulan tentang pengaruh tingkat sosial ekonomi jenis
tersebut

3.3. Perbandingan komposisi limbah padat


Perbandingan komposisi limbah di Chihuahua dengan kota Meksiko
lainnya yaitu kota Chihuahua memiliki limbah jenis organik rata-rata lebih rendah
dari kota Meksiko lainnya. Jenis selain itu (kertas, plastik, logam, kaca, dan lain-
lain) menunjukkan persentase yang lebih tinggi. Sebuah penjelasan yang mungkin
untuk perilaku ini adalah bahwa proporsi jenis limbah organik dalam limbah
rumahtangga menurun dengan meningkatnya produk domestik bruto (PDB). Ada
perbedaan signifikan dari PDB antara Chihuahua dan kota-kota lainnya. Data
untuk tahun 2006 menunjukkan bahwa peningkatan PDB adalah 6,3% di
Guadalajara, 4,3%
di Chihuahua, 3,6% di Mexicali, dan 2,2% di Morelia (INEGI, 2005).
Penjelasan lain yang mungkin dari adanya perbedaan proporsi pada enam
jenis limbah antara Chihuahua dan kota Meksiko lainnya dapat dikarenakan
penelitian ini dilakukan pada bulan April 2006, sementara di Guadalajara itu
dilakukan pada Juni-Agustus 1997; di Mexicali, di Mei-Juni 1999 dan pada bulan
Maret-April 2000; dan di Morelia, pada bulan Februari-Maret 1998. Selanjutnya,
dibandingkan dengan 560 sampel dari 80 rumah tangga selama satu minggu
dianalisis dalam penelitian ini, Bernache-Perez et al. (2001) menganalisa sampel
dari 300 rumah tangga di Guadalajara, Ojeda-Benı'tez et al. (2003) menganalisis
1.380 sampel dalam satu lingkungan selama delapan minggu di Mexicali, dan
Buenrostro et al. (2001a) dinilai 262 sampel dari tiga tingkat sosial ekonomi yang
berbeda di Morelia.