Anda di halaman 1dari 13

BAB 5

PEMBAHASAN KEGIATAN WISMA

5.1 RENCANA KEGIATAN / PLANNING OF ACTION ( POA ) WISMA DAHLIA


Hari Tanggal Jam Kegiatan P.J. Acara
Senin 08.00 1. Perkenalan dengan pembimbing wisma dan lansia di wisma Dahlia - Pembimbing
06 April 2015 08.15 2. Pembagian kasus binaan individu wisma
08.45 3. Penentuan kasus binaan kelompok - Silvia Rachma
09.00 4. Melakukan pengkajian kepada lansia binaan individu
10.00 5. Membersihkan lingkungan wisma dahlia
14.00 6. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Selasa 07.30 1. Senam pagi - Pembimbing
07 April 2015 09.15 2. Membersihkan wisma wisma
11.00 3. Melanjutkan pengkajian - Dihan Pratama A.
12.00 4. Melakukan pengkajian pada lansia binaan kelompok
14.00 5. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Rabu 05.30 1. Melakukan kerja bakti pagi - Pembimbing
08 April 2015 07.30 2. Senam pagi wisma
08.15 3. Mengukur tekanan darah - Mia Nurvitasari
09.30 4. Membersihkan wisma bersama-sama
10.30 5. Latihan terapi kaki di batu terapi
14.00 6. Membut kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Kamis 05.30 1. Kerja bakti pagi - Pembimbing
09 April 2015 07.30 2. Senam tera wisma
09.15 3. Melakukan pengukuran tekanan darah - Nadia Fanita
09.30 4. Terapi injakan kaki
10.00 5. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Jum’at 07.30 1. Melakukan pengukuran tekanan darah - Pembimbing
10 April 2015 08.00 2. Terapi injakan kaki wisma
09.00 3. Yoga hipertensi - Dihan Pratama A.
10.00 4. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Sabtu 07.30 1. Yoga hipertensi - Pembimbing
11 April 2015 09.15 2. Membersihkan wisma wisma
11.00 3. Mendemonstrasikan pembuatan minuman tradisional (parutan belimbing - Zerlis Mauludian
dan mentimun) penurun hipertensi Listia
12.00 4. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Senin 07.30 1. Yoga hipertensi - Pembimbing
13 April 2015 10.00 2. Membersihkan wisma wisma
11.15 3. Membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya - Nadia Fa’nita
Selasa 07.30 1. Senam tera - Pembimbing
14 April 2015 10.00 2. Demonstrasi pemilihan makanan anti hipertensi wisma
10.30 3. Lomba pemilihan bahan makanan anti hipertensi - Mia Nurvitasari
11.00 4. Diskusi tentang cara manejemen pola tidur
12.00 5. Kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
Rabu 07.30 1. Senam tera - Pembimbing
15 April 2015 09.30 2. Membersihkan wisma wisma
11.00 3. Karaoke - Silvia Rachma
11.30 4. Kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
Kamis 07.30 1. Senam tera - Pembimbing
16 April 2015 08.30 2. Presentasi laporan wisma
- Tsalitsa Wardani
Jumat 07.30 1. Membersihkan wisma - Pembimbing
17 April 2015 08.00 2. Lomba joget wisma
3. Perpisahan dengan acara bernyanyi bersama - Tsalitsa Wardani
Kegiatan yang dilakukan pada Hari Senin tanggal 06 April 2015 meliputi perkenalan
dengan pembimbing wisma dan lansia di wisma dahlia, pembagian kasus binaan individu,
penentuan kasus binaan kelompok, melakukan pengkajian kepada lansia binaan individu,
membersihkan lingkungan Wisma Dahlia serta membuat kontrak untuk kegiatan
selanjutnya. Tujuan kegiatan yang dilakukan pada Hari Senin adalah agar mahasiswa
dapat mengenal pembimbing serta lansia yang terdapat di Wisma Dahlia dan mahasiswa
dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing lansia sehingga
masalah yang terjadi dapat diselesaikan bersama dengan mahasiswa. Selain itu mahasiswa
dapat membantu lansia untuk membiasakan hidup bersih dan sehat. Lansia yang
berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan lingkungan Wisma Dahlia adalah 5 orang.
Sedangkan yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan lingkungan adalah 3
orang dengan alasan 2 lansia tidak mau untuk mengikuti kegiatan dan 1 lansia tidak bisa
melihat karena katarak. Jadi, sebagian besar (62,5% dari 8 lansia) lansia berpartisipasi
dalam kegiatan membersihkan kegiatan lingkungan sehingga kegiatan pada Hari Senin
dinilai tercapai.

Kegiatan yang dilakukan pada Hari Selasa tanggal 07 April 2015 meliputi senam
pagi, membersihkan wisma, melanjutkan pengkajian, melakukan pengkajian pada lansia
binaan kelompok serta membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Tujuan dari kegiatan
pada Hari Selasa adalah untuk menjaga tubuh lansia agar tetap bugar sehingga lansia
dapat melakukan aktivitas seperti biasa serta lansia dapat nyaman tinggal di wismanya
dengan kondisi lingkungan wisma yang bersih. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan
senam pagi sejumlah 4 lansia sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan senam pagi adalah
4 lansia dengan alasan malas sejumlah 3 lansia dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik.
Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan wisma sejumlah 4 orang lansia
sedangkan yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan wisma sejumlah 4
orang dengan alasan malas 3 lansia dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik. Jadi, setengah
dari keseluruhan lansia mau berpartisipasi dalam kegiatan senam pagi maupun
membersihkan wisma sehingga kegiatan pada Hari Selasa dinilai tercapai sebagian.

Kegiatan yang dilakukan pada Hari Rabu tanggal 08 April 2015 meliputi melakukan
kerja bakti, senam pagi, mengukur tekanan darah, membersihkan wisma bersama-sama,
latihan terapi kaki di batu terapi dan membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Tujuan
dari kegiatan pada Hari Rabu adalah untuk menjaga tubuh lansia agar tetap bugar serta
memantau tekanan darah agar tetap terkontrol dan tidak jatuh pada kondisi stroke. Selain
itu juga untuk memperlancar peredaran darah pada lansia. Lansia yang berpartisipasi
dalam kegiatan senam pagi sejumlah 4 lansia sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan
senam pagi adalah 4 lansia dengan alasan malas sejumlah 3 lansia dan 1 lansia dengan
keterbatasan fisik. Lansia yang mengikuti kegiatan pengukuran tekanan darah sejumlah 8
lansia dengan hasil pengukuran : Mbah “R” 110/80 mmHg, Mbah “S” 120/90 mmHg,
Mbah “B” 140/70 mmHg, Mbah “M” 160/80, Mbah “C” 140/80 mmHg, Mbah “T”
130/80 mmHg, Mbah “S” 150/70 mmHg dan Mbah “P” 120/80 mmHg. Lansia yang
mengikuti kegiatan membersihkan wisma bersama sejumlah 4 orang sedangkan yang
tidak mengikuti kegiatan membersihkan wisma bersama sejumlah 4 lansia dengan alasan
malas 3 lansia dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik. Lansia yang mengikuti kegiatan
latihan terapi kaki di batu terapi sejumlah 3 lansia sedangkan yang tidak mengikuti
kegiatan latihan terapi kaki di batu terapi adalah 5 lansia dengan alasan malas sejumlah 3
lansia dan 2 lansia dengan keterbatasan fisik. Jadi, setengah dari seluruh jumlah lansia
mengikuti kegiatan senam tera dan membersihkan wisma bersama, seluruh lansia
mengikuti kegiatan pengukuran tekanan darah dan hampir setengah dari jumlah lansia
mengikuti kegiatan terapi kaki di batu terapi. Sehingga kegiatan pada Hari Rabu dinilai
tercapai.

Kegiatan pada Hari Kamis tanggal 09 April 2015 adalah kerja bakti pagi, senam tera,
melakukan pengukuran tekanan darah, terapi injakan kaki dan membuat kontrak untuk
kegiatan selanjutnya. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti pagi sejumlah
2 lansia sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan kerja bakti pagi sejumlah 6 lansia
dengan alasan malas 3 lansia dan dengan alasan keterbatasan fisik sejumlah 3 lansia.
Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan senam tera sejumlah 4 lansia sedangkan yang
tidak mengikuti kegiatan senam pagi adalah 4 lansia dengan alasan malas sejumlah 3
lansia dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik. Lansia yang mengikuti kegiatan pengukuran
tekanan darah sejumlah 8 lansia dengan hasil pengukuran : Mbah “R” 120/80 mmHg,
Mbah “S” 110/70 mmHg, Mbah “B” 150/80 mmHg, Mbah “M” 160/90, Mbah “C”
130/80 mmHg, Mbah “T” 120/80 mmHg, Mbah “S” 150/80 mmHg dan Mbah “P” 120/80
mmHg. Lansia yang mengikuti kegiatan terapi injakan kaki di batu terapi sejumlah 3
lansia sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan terapi injakan kaki di batu terapi adalah 5
lansia dengan alasan malas sejumlah 3 lansia dan 2 lansia dengan keterbatasan fisik. Jadi
hampir setengah dari jumlah keseluruhan lansia berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti
pagi dan terapi injakan kaki di batu terapi dan setengah dari keseluruhan lansia
berpartisipasi dalam kegiatan senam tera dan keseluruhan lansia mengikuti kegiatan
pengukuran tekanan darah sehingga kegiatan pada Hari Kamis tercapai sebagian.

Kegiatan pada Hari Jum’at tanggal 10 April 2015 adalah melakukan pengukuran
tekanan darah, terapi injakan kaki, yoga hipertensi, membuat kontrak untuk kegiatan
selanjutnya. Lansia yang mengikuti kegiatan pengukuran tekanan darah sejumlah 8 lansia
dengan hasil pengukuran : Mbah “R” 120/80 mmHg, Mbah “S” 110/70 mmHg, Mbah “B”
150/80 mmHg, Mbah “M” 160/90, Mbah “C” 140/70 mmHg, Mbah “T” 110/70 mmHg,
Mbah “S” 150/80 mmHg dan Mbah “P” 130/80 mmHg. Lansia yang mengikuti kegiatan
terapi injakan kaki di batu terapi sejumlah 3 lansia sedangkan yang tidak mengikuti
kegiatan terapi injakan kaki di batu terapi adalah 5 lansia dengan alasan malas sejumlah 3
lansia dan 2 lansia dengan keterbatasan fisik. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan
yoga hipertensi sejumlah 6 lansia sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan yoga
hipertensi sejumlah 1 lansia dengan alasan keterbatasan fisik. Jadi,seluruh lansia
mengikuti kegiatan pengukuran tekanan darah dan hampir sebagian dari jumlah
keseluruhan lansia mengikuti kegiatan terapi injakan di batu terapi dan sebagian besar dari
jumlah keseluruhan lansia mengikuti kegiatan yoga hipertensi sehingga kegiatan pada
Hari Jum’at dinilai tercapai.

Kegiatan pada Hari Sabtu tanggal 11 April 2015 adalah melakukan yoga hipertensi,
membersihkan wisma, mendemonstrasikan pembuatan minuman tradisional (parutan
belimbing dan mentimun) penurun hipertensi, membuat kontrak untuk kegiatan
selanjutnya. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan yoga hipertensi sejumlah 6 lansia
sedangkan yang tidak mengikuti kegiatan yoga hipertensi sejumlah 1 lansia dengan alasan
keterbatasan fisik. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan wisma
sejumlah 4 orang lansia sedangkan yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan
membersihkan wisma sejumlah 4 orang dengan alasan malas 3 lansia dan 1 lansia dengan
keterbatasan fisik. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan mendemonstrasikan
pembuatan minuman tradsional sejumlah 7 lansia. Jadi, hampir seluruhnya lansia
berpartisipasi dalam kegiatan yoga hipertensi dan sebagian dari jumlah keseluruhan lansia
mengikuti kegiatan membersihkan wisma dan seluruhnya lansia mengikuti kegiatan
demonstrasi pembuatan minuman tradisional (parutan belimbing dan timun) penurun
hipertensi sehingga kegiatan pada Hari Sabti dinilai tercapai.

Kegiatan pada Hari Senin tanggal 13 April 2015 adalah melakukan yoga hipertensi,
membersihkan wisma, membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Lansia yang
berpartisipasi dalam kegiatan yoga hipertensi sejumlah 6 lansia sedangkan yang tidak
mengikuti kegiatan yoga hipertensi sejumlah 1 lansia dengan alasan keterbatasan fisik.
Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan wisma sejumlah 4 orang lansia
sedangkan yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan wisma sejumlah 4
orang dengan alasan malas 3 lansia dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik. Jadi, hampir
seluruhnya lansia berpartisipasi dalam kegiatan yoga hipertensi dan sebagian dari jumlah
keseluruhan lansia mengikuti kegiatan membersihkan wisma sehingga kegiatan pada Hari
Senin dinilai tercapai

Kegiatan pada Hari Selasa tanggal 14 April 2015 adalah senam tera, demonstrasi
pemilihan makanan anti hipertensi, lomba pemilihan bahan makanan anti hipertensi,
diskusi tentang cara manejemen pola tidur. Tujuan kegiatan hari selasa adalah agar lansia
dapat mengetahui makanan apa aja saja yang dapat membuat tensi lansia menjadi naik
serta lansia dapat membuat jadwal tidur sehingga jumlah waktu tidur lansia dalan batas
normal. Lansia yang mengikuti kegiatan pemilihan makanan anti hipertensi dan cara
manejemen pola tidur adalah seluruhnya dari jumlah lansia. Jadi, kegiatan pada hari selasa
dinilai tercapai karena seluruh lansia berpartisipasi dalam kegiatan.

Kegiatan pada hari rabu tanggal 15 april 2015 adalah senam tera, memebersihkan
wisma, karaoke, serta kontrak waktu untuk kegiatan selanutnya. Tujuan dari kegiatan pada
hari rabu adalah untuk menjaga kebugaran tubuh lansia, untuk menjaga lingkungan sekitar
wisma agar tetap bersih serta menghindarkan lansia dari stres. Lansia yang berpartisipasi
dalam kegiatan membersihkan wisma adalah 4 lansia yang tidak berpartisipasi dalam
kegiatan membersihkan wisma adalah 4 lansia. Sedangkan lansia yang berpartisipasi
dalam kegiatan karaoke bersama adalah 5 lansia dan yang tidak berpartisipasi adalah 3
lansia dengan alas an 2 orang malas untuk datang dan 1 lansia dengan keterbatasan fisik
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Hipertensi

Sub Pokok Bahasan : Yoga lansia

Sasaran : Para lansia Wisma Dahlia

Hari/Tanggal : Jumat 10 april 2015; Sabtu 11 April 2015; Senin 13 April 2015

Waktu : 20 menit

Tempat : Ruang keluarga Wisma Dahlia

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan latihan yoga lansia sasaran dapat

II. Tujuan Instruksional Khusus


1. Sasaran dapat melatih otot dan sendi sendi agar tidak kaku serta mengontrol emosi
2. Mempraktekan cara melakukan yoga lansia

III. Materi
1. Gerakan yoga lansia
Uraian materi terlampir.

IV. Media
Alat dan bahan meliputi

1. Karpet
2. Laptop

V. Metode
Demonstrasi.
VI. KEGIATAN PENYULUHAN

WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA

1. 3 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Mendengarkan
 Menjelaskan tujuan dari yoga
 Memperhatikan
hipertensi
 Menyebutkan tujuan dari
yoga hipertensi  Memperhatikan
2. 15 Pelaksanaan :

menit  Mendemonstrasikan  Memperhatikan dan


cara melakukan yoga lansia mempraktikkan
3. 10 Evaluasi :

menit  Moderator memintapeserta  Memberikan pertanyaan


latihan senam untuk seputar kegiatan yoga yang
mendemonstrasikan kembali di berikan dan materi yang
langkah-langkah yoga lansia telah disajikan
(yang mampu diingat)
4. 2 Terminasi :

menit  Mengucapkan terima kasih  Mendengarkan


atas peran serta peserta.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam
VII. Evaluasi

A. Evaluasi Struktur
Media sudah disiapkan
Materi sudah siap
Satuan acara sudah disiapkan
B. Evaluasi Proses
1. Sasaran kooperatif mendengarkan materi yang disampaikan
2. Sasaran memperhatikan dan mendemonstrasikan latihan yoga lansia
C. Evaluasi Hasil

1. Peserta berjumlah 6 orang


2. Sasaran dapat mengikuti dan melakukan gerakan yoga lansia
Materi Penyuluhan

1. Pengertian

Yoga adalah salah satu dari enam ajaran filsafat Hindu mengenai aktivitas meditasi di
mana seseorang memusatkan pikiran untuk mengendalikan panca indera dan tubuhnya
secara keseluruhan, dengan tujuan untuk mencapai penyatuan dengan Sang Pencipta.
2. Manfaat Yoga Bagi Lansia
Yoga merupakan sebuah senam yang mana gerakannya dapat memberikan manfaat
yang besar sesuai dengan kebutuhan tubuh itu sendiri. Setiap pergerakannya begitu
lembut dan mudah dilakukan oleh siapapun tapi hasil yang didapat begitu besar.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat telah membuktikan bahwa para lansia yang
mengikuti kelas khusus yoga dapat memberikan nilai yang positif. Tidak hanya itu saja,
para lansia yang rutin melakukan senam yoga dapat meningkatkan daya ingatnya
sehingga dapat terhindar dari resiko pikun. Para lansia juga dapat terhindar dari resiko
penyakit lainnya dan juga dapat membantu mengontrol tingkat emosi dimana di usia
lansia, tingkat emosi begitu sensitif
3. Tujuan Yoga Lansia Dengan Hipertensi

a. Melebarkan pembuluh darah


b. Tahanan pembuluh darah menurun
c. Berkurangnya hormin yang memacu peningkatan tekanan darah
d. Menurunkan lemak/kolesterol yang tinggi
4. Indikasi
Indikasi dilakukan yoga lansia dengan hipertensi adalah klien yang menderita hipertensi
5. Kontra indikasi Klien
Kontra indikasi yoga lansia dengan fraktur ekstremitas bawah dan klien dengan bedrest
total.
6. Beberapa Gerakan Senam Yoga untuk Lansia
Ada beberapa jenis gerakan yoga yang bisa dilakukan oleh para lansia. Di antaranya
adalah:

1. Gerakan Easy Pose


Gerakan easy pose ini merupakan sebuah gerakan meditasi yang mana dapat
membuat tulang punggung kembali lurus, mengurangi tingkat metabolisme serta
dapat membuat diri menjadi lebih tenang.
2. Gerakan Cat Pose
Khusus bagi lansia yang memiliki gangguan pada punggung dan juga tulang belakang
sangat tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan cat pose ini dikarenakan gerakan
tersebut melakukan sebuah beberapa gerakan yang menggunakan sebagian anggota
tubuh.
3. Gerakan Downward Facing Dog
Tidak jauh berbeda dengan gerakan cat pose, gerakan ini tidak dianjurkan untuk para
lansia yang memiliki gangguan di bagian punggung hingga tulang belakang. Tapi bagi
para lansia yang tidak memiliki masalah dengan punggung dan tulang belakang,
gerakan ini dapat membantu terhindar dari masalah sakit di bagian punggung dan
tulang belakang.