Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANDRIK LAKSANA

NPM : 12.14091.000023
MATA KULIAH : KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH
DOSEN : Dra. NUNUN NURHAJATI, M.Si
SEMESTER : VIII ( DELAPAN )

1. Berikan contoh riil tentang Reformasi Pemerintah Daerah di Kabupaten


Tulungagung !
BPPT Tulungagung Gagas Inovasi Perizinan Sistem Paket
Sistem Perijinan Paket merupakan suatu bentuk iovasi dimana dilakukan penyatuan
beberapa permohonan ijin dalam satu paket dengan disertai pemangkasan waktu.
Jenis pelayanan perijinan sistem Paket meliputi :
a. Paket 1 : Ijin Lokasi, Ijin Gangguan (HO),Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),Ijin
Usaha Toko Modern dan Ijin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional.
b. Paket 2 : Ijin Lokasi, Ijin Gangguan (HO),Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),Surat
Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Ijin Usaha
Industri (IUI),Surat Ijin Pemakainan Gudang (SIPG) dan Tanda Daftar Gudang.
Adapun maksud dan tujuan perijinan Paket adalah memberi kemudahan
masyarakat mencari Ijin dengan begitu, pelayanan pada pasar/klien lebih memberi
kemudahan bagi investor atau penanam modal sehingga akan membawa iklim
usaha yang semakin baik di wilayah Kabupaten Tulungagung.

2. Dengan diberlakukannya Otonomi Daerah, berikan contoh tentang perubahan


mentalitas dan profesionalisme Aparatur Pemerintah Daerah di Kabupaten
Tulungagung !
Kecamatan sebagai organisasi instansi pemerintah yang menyelenggarakan
pelayanan publik khususnya dibidang administrasi baik yang berkaitan dengan
Perijinan maupun non perizinan, (KTP/e-KTP, KK, Akte kelahiran/kematian, Surat
Tanah / Ahli Waris, IMB serta kebutuhan lainya) dituntut berfikir dan berperilaku
ingin dilayani menjadi mau melayani, dari cara berfikir dan berperilaku tidak/kurang
produktif menjadi produktif, dari cara berfikir dan perilaku koruptif menjadi tidak
koruptif, sehingga akan tumbuh dan berkembang perilaku bekerja dengan etos
kerja yang baik dengan ukuran dan target kinerja yang jelas, bersih yaitu tidak
melakukan perbuatan yang mengandung unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme
(KKN), dan profesional dalam melayani yaitu mampu memberikan pelayanan
sesuai standar pelayanan yang baik kepada masyarakat dan pemangku
kepentingan lainnya.

3. Berikan contoh perubahan sistem pemilu di Indonesia! Berikan pendapat saudara


dengan adanya perubahan tersebut !
Reformasi membawa beberapa perubahan fundamental. Pertama, dibuka
kesempatan kembali untuk bergeraknya partai politik secara bebas, termasuk
mendirikan partaibaru. Ketentuan ini kemudian tercermin dalam pemilihan umum
1999 yang diselenggarakan dengan disertai banyak partai. Kedua, pada pemilihan
umum 2004 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia diadakan pemilihan
presiden dan wakil presiden secara langsung, sebelumnya presiden dan wakil
presiden dipilih melalui MPR. Ketiga, diadakan pemilihan untuk suatu badan baru,
yaitu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mewakili kepentingan daerah secara
khusus. Keempat, diadakan “electoral threshold”, yaitu ketentuan bahwa untuk
pemilihan legislative setiap partai harus meraih minimal 3% jumlah kursi anggota
badan legislative pusat. Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, partai politik
harus memperoleh minimal 3% jumlah kursi dalam badan yang bersangkutan atau
5% dari perolehan suara sah secara nasional.
Pemilihan umum 1999 diikuti 3 partai Orde Baru, ditambah sejumlah partai baru,
sehingga total berjumlah 48 partai; yang kemudian berhasil masuk DPR adalah 21
partai. Sistem pemilihan umum yang dipakai tidak terlalu berbeda dengan yang
dipakai pada pemilihan-pemilihan umum sebelumnya. Landasan hukumnya adalah
UU No. 2 tahun 1999. Pada tahun 2004 diadakan 3 kali pemilihan umum, yaitu
pertama pemilihan legislatif, sekaligus pemilhan anggota DPD; kedua, pemilihan
presiden dan wakil presiden putaran pertama; ketiga, pemilihan presiden dan wakil
presiden putaran kedua.
Pendapat :
Di Indonesia telah berulang kali dilangsungkan Pemilu yang disebut sebagai pesta
Demokrasi Pancasila Rakyat Indonesia. Pemilu sebagai salah satu perwujudan
pelaksanaan demokrasi pada prinsipnya diselenggarakan sebagai sarana kedaulatan
rakyat, sarana partisipasi masyarakat. Dalam penerapannya sistem pemilihan di
Indonesia telah dilakukan dalam mulai sistem politik demokrasi liberal, demokrasi
terpimpin, demokrasi pancasila, hingga reformasi. Dimana sistem Pemilu ini pada
hakekatnya adalah sebagai protes dimana kekuatan politik yang eksis betul-betul
tunduk dan patuh pada aspirasi rakyat. Aspirasi rakyat, dalam bentuknya yang
paling elementer berupa jajak pendapat dengan metodologi yang benar. Hal
semacam ini sudah relatif menjadi satu kenyataan dalam sistem politik yang
demokratis.