Anda di halaman 1dari 1

BUDAYA GOTONG DOMBA

Kiara Beres adalah kampung di Cipancing kec.Jatinangor kab Sumedang ,


Kampung yang dikelilingi sawah,kebun dan ladang.
Di Kampung tersebut banyak yang memelihara domba. Setiap melewati
kampung tersebut, apalagi masuk ke dalamnya pasti disenangkan dengan suara
Domba.
Dari kurang lebih 125 rumah di kampung tersebut, lebih dari 40 rumah
memelihara domba, kecuali yang tidak memelihara domba adalah bukan asli
penduduk di situ, hanya pegawai pabrik yang hanya mengontrak .
Lebih dari tiga kampung tersebut, ada lapangan untuk adu domba, ukurannya
kurang lebih dua kali lapangan volley . Hari minggu didalam dua kali sebulan suka
diadakan adu domba, yang diadu adalah domba yang dari kecamatan jatinangor,
tanjung sari, sukasari , cimanggung, rancakalong , pemulihan dan lain lain ,
ditambah yang dari luar kabupaten sumedang juga ada.
Saking dekatnya orang Kiara Beres dengan domba jika pawai agustusan juga
sebagai mascot diarak kampung dengan pawang domba , Pawang domba yang
gagah ditaruh diatas papan dibawa oleh kakek kakek yang memakai baju kampret
, dengan celana pangsi di gotong gotong dari belakang .
Sewaktu waktu sedang berkumpul ada yang mempunyai ide katanya daripada
tidak ada kegiatan gimana kalo punggung domba itu ada yang dudukan atau naik
dengan anak kecil, seperti anak yang sedang naik kuda lumping . “ bagus sekali
tuh “ kata seseorang . “Gotongan supaya lebih enak” kata yang lainnya. Sekalian
sebagai patokan, semuanya menyampaikan usul . Akhirnya sepakat semua domba
akan diiringi gendang, sekaligus diiringi musik sambil joget, pada waktu pawai
agustusan jadi tambah ramai , teriak teriak menuju lapangan ciawi .
Hari kamis 27 april 2006 Bupati dengan Kapolres Sumedang diarak arak
menaiki punggung domba. Waktu turun, Bupati memberikan sambutan, isinya
menyampaikan ke masyarakat bahwa seni gotong domba adalah menjadi ciri khas
kesenian Jatinangor, sambil memberikan sumbanganpembinaansebesar 5 juta
rupiah .