Anda di halaman 1dari 6

2018

LSP UNUD (Universitas Udayana)

SKEMA Sertifikasi Klaster


Programmer Muda
SKEMA Sertifikasi Klaster Programmer Muda dibuat untuk memenuhi kebutuhan industri di Sektor
Informatika yang dikembangkan oleh Komite Skema Sertfikasi Lembaga Sertifikasi Profesi
Universitas Udayana (LSP UNUD). Kemasan kompetensi ini dibuat mengacu pada SKKNI yang
ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 282 Tahun
2016 tentang PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI GOLONGAN POKOK AKTIVITAS PEMROGRAMAN, KONSULTASI
KOMPUTER DAN KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ITU (YBDI) BIDANG SOFTWARE
DEVELOPMENT SUBBIDANG PEMROGRAMAN

Skema sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi Tenaga Kerja bidang Software
Development dan sebagai acuan LSP UNUD dan Asesor Kompetensi dalam melaksanakan Sertifkasi
Kompetensi Klaster Programmer Muda.

Ditetapkan tanggal: 24-07-2018 Disahkan tanggal: 24-07-2018


Oleh: Oleh:

I Made Sujaya. Putu Saroyeni Piartrini


Ketua Komite Skema Direktur LSP

Nomor Dokumen:SKM-01/SD/IV/2018
Nomor Salinan : 01
Status Distribusi:

√ Terkendali
Tak terkendali
SERTIFIKASI KLASTER PROGRAMMER MUDA
LSP UNIVERSITAS UDAYANA

Copyright 2018 : Dokumen ini adalah bersifat terkendali, penggandaan dokumen ini harus
seijin Manajer Mutu LSP UNUD

1. LATAR BELAKANG
1.1. Perangkat lunak telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari bersama dengan semakin berkembangnya
penggunaan teknologi informasi baik untuk keperluan pribadi, bisnis maupun pemerintahan.
1.2. Kemampuan personil di bidang pengembangan perangkat lunak sangat bervariasi sejalan dengan
1.3. munculnya berbagai institusi pendidikan formal maupun formal di bidang tersebut serta dengan akan
diterapkannya AFTA (ASEAN Free Trade Area) di awal tahun 2016.
1.4. Untuk memberi kepastian bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan ketersediaan tenaga kerja di bidang
ini maka diperlukan standar kompetensi yang sesuai.
1.5. SKKNI di bidang pemrograman telah ada sejak tahun 2005 dan karena pesatnya perkembangan bidang ini dan
cepatnya perubahan teknologi yang terkait maka diperlukan penyesuaian SKKNI tersebut.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Sektor Komunikasi dan Informatika.
2.2. Lingkup penggunaan dibidang skema Sertifikasi Programmer Muda

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Menghasilkan perangkat lunak handal sesuai dengan kebutuhan pengguna
3.2. Sebagai acuan dalam pelaksanaan sertifikasi oleh LSP dan Asesor serta peserta sertifikasi

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
4.2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara
Rcpublik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);
4.3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kcrangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);
4.4. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2015 tentang Kementerian Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 19);
4.5. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1792);
4.6. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 258);

5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI


5.1. Jenis Kemasan : KLASTER
5.2 Nama Skema : Programmer Muda
5.3 Daftar Unit Kompetensi :

NO Kode Unit Judul Unit


1 J.620100.001.01 Menganalisis tools
2 J.620100.002.01 Menganalisis skalabilitas perangkat lunak
3 J.620100.003.01 Melakukan identifikasi library, komponen atau framework yang diperlukan
4 J.620100.004.01 Menggunakan struktur data
5 J.620100.011.01 Melakukan Instalasi Software Tools Pemrograman
6 J.620100.012.01 Melakukan Pengaturan Software Tools Pemrograman
7 J.620100.013.01 Menerapkan Pemecahan Permasalahan Menjadi Subrutin

2
SERTIFIKASI KLASTER PROGRAMMER MUDA
LSP UNIVERSITAS UDAYANA

8 J.620100.014.01 Menerapkan Metode dan Praktik Penggunaan Kembali (Reusable) Subrutin-


Subrutin
9 J.620100.015.01 Menyusun Fungsi, File atau Sumber Daya Pemrograman yang Lain dalam
Organisasi yang Rapi
10 J.620100.017.02 Mengimplementasikan Pemrograman Terstruktur
11 J.620100.019.02 Menggunakan Library atau Komponen Pre-
Existing
12 J.620100.022.02 Mengimplementasikan Algoritma Pemrograman
13 J.620100.025.02 Melakukan Debugging
14 J.620100.036.02 Melaksanakan Pengujian Kode Program Secara
Statis
15 J.620100.046.01 Melakukan Logging Aplikasi

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


6.1. Memiliki ijazah minimal SMA atau SMK sederajat.

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


7.1. Hak Pemohon
7.1.1. Menerima informasi tentang skema sertifikasi programmer muda
7.1.2. Memperoleh (instrumen assessment), untuk digunakan dalam proses sertifikasi atau resertifikasi
7.1.3. Peserta yang lulus dalam asesmen kompetensi akan diberikan sertifikat kompetensi yang dapat digunakan
sebagai programmer muda

7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat


7.2.1. Menginformasikan hal-hal yang dapat mempengaruhi persyaratan sertifikasi
7.2.2. Melaksanakan keprofesian programmer muda dengan tetap menjaga kode etik profesi.

8. BIAYA SERTIFIKASI
8.1. Biaya sertifikasi kompetensi ditetapkan secara wajar, dengan memperhatikan biaya langsung antara lain honor
asesor dan biaya TUK dan biaya tidak langsung antara lain transportasi , akomodasi dan biaya lain yang
diperlukan.
8.2. Sumber dana atau anggaran pembiayaan sertifikasi dapat berasal dari APBN, APBD, APBDes, Industri, Peserta,
Asosiasi / Industri , dan biaya lain yang tidak mengikat.
8.3. .Nominal biaya sertifikasi , terlampir.

9. PROSES SERTIFIKASI
9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1 LSP UNUD mensyaratkan kelengkapan pendaftaran, yang ditandatangani oleh pemohon sertifikasi.
Kelengkapan pendaftaran minimum mencakup:
a. informasi yang diperlukan untuk mengenali pemohon sertifikasi, seperti nama, alamat dan informasi
lainnya yang di persyaratkan dalam skema sertifikasi;
b. ruang lingkup sertifikasi yang diinginkan pemohon;

3
SERTIFIKASI KLASTER PROGRAMMER MUDA
LSP UNIVERSITAS UDAYANA

c. pernyataan bahwa pemohon setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap
informasi yang diperlukan untuk penilaian;
d. informasi pendukung untuk menunjukkan secara obyektif kesesuaiannya dengan pra-syarat skema
sertifikasi;
e. pemberitahuan kepada pemohon tentang kesempatan untuk menyatakan, dengan alasan, permintaan
untuk di sediakan kebutuhan khusus;
9.1.2 LSP UNUD menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon sertifikasi memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

9.2. Proses Asesmen


9.2.1.Asesmen direncanakan dan disusun bahwa verifikasi persyaratan skema sertifikasi dilakukan secara objektif
dan sistematis dengan bukti terdokumentasi untuk memastikan kompetensi calon peserta sertifikasi
9.2.2.Asesmen dilakukan menggunakan metoda dan prosedur sebagaimana yang sepakati antara asesor dan
asesi dalam konsultansi pra uji
9.2.3.LSP melakukan verifikasi metoda untuk evaluasi calon peserta sertifikasi untuk menjamin setiap evaluasi
sah dan adil
9.2.4.Asesmen dilakukan untuk mengumpulkan bukti terhadap dokumen yang diberikan dalam proses sertifikasi
9.2.5.Asesor merekomendasikan kompeten apabila hasil asesmen dinilai telah memenuhi aturan bukti valid, asli,
terkini, memadahi

9.3. Proses Uji Kompetensi


9.3.1.Uji kompetensi dirancang untuk menilai kompetensi secara tertulis, lisan, praktek, pengamatan atau cara
lain yang handal dan objektif, berdasarkan dan konsisten dengan skema sertifikasi. Rancangan persyaratan
uji kompetensi menjamin setiap hasil uji dapat dibandingkan satu sama lain, baik dalam hal muatan dan
tingkat kesulitan, termasuk keputusan yang sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan. Hal ini tertuang dalam
prosedur SOP-SER-09-LSP ME..
9.3.2.Peralatan teknis yang digunakan dalam proses pengujian skema sertifikasi klaster teknisi refrigerasi di
verifikasi atau dikalibrasi secara tepat
9.3.3.Prinsip-prinsip asessmen dan aturan-aturan bukti diterapkan sesuai dengan persaratan dasar peserta untuk
mengumpulkan bukti yang berkualitas
9.3.4.Bukti yang dikumpulkan diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan
bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi telah memenuhi aturan bukti valid, asli, terkini,
memadahi (VATM)
9.3.5.Hasil proses asessmen yang telah memenuhi aturan bukti valid, asli, terkini, memadahi (VATM)
direkomendasikan “Kompeten” dan yang belum memenuhi aturan bukti valid, asli, terkini, memadahi (VATM)
direkomendasikan “Belum Kompeten”

9.4. Keputusan Sertifikasi


9.4.1.Keputusan sertifikasi terhadap peserta dilakukan oleh LSP berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama
proses sertifikasi. Personil yang membuat keputusan sertifikasi tidak ikut serta dalam pelaksanaan uji
kompetensi atau pelatihan peserta sertifikasi.

4
SERTIFIKASI KLASTER PROGRAMMER MUDA
LSP UNIVERSITAS UDAYANA

9.4.2. Personil yang membuat keputusan sertifikasi memiliki pengetahuan yang cukup dan pengalaman dengan
proses sertifikasi untuk menentukan apakah persyaratan sertifikasi telah dipenuhi (sebagaimana tercantum
dalam panduan mutu)
9.4.3.LSP memberikan sertifikat kompetensi kepada semua yang telah berhak menerima sertifikat. Serta
memelihara informasi kepemilikan sertifikat untuk setiap pemegang sertifikat melalui surveilence terhadap
pemegang sertifikat. LSP akan menerbitkan sertifikat kompetensi.
9.4.4. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSP minimum memuat informasi berikut:
a) nama orang pemegang sertifikat;
b) pengenal yang unik;
c) nama badan yang menerbitkan sertifikat, dalam hal ini BNSP dan LSP, atas nama BNSP;
d) acuan skema sertifikasi, standar atau acuan relevan lainnya, termasuk tahun terbit acuan tersebut, bila
relevan;
e) ruang lingkup sertifikasi, bila ada termasuk kondisi dan batasan keabsahannya;
f) tanggal efektif terbitnya sertifikat dan tanggal berakhirnya masa berlaku sertifikat.
9.4.5. Sertifikat kompetensi LSP sesuai pedoman BNSP, dan dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan
9.4.6 Sertifikat kompetensi berlaku selama 2 Tahun.

9.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat


9.5.1. LSP UNUD akan melaksanakan pembekuan dan pencabutan sertifikasi, penambahan dan pengurangan
ruang lingkup sertifikasi sesuai prosedur yang berlaku;
9.5.2. Kegagalan dalam menyelesaikan masalah yang mengakibatkan pembekuan sertifikat, dalam waktu yang
ditetapkan oleh LSP UNUD, akan mengakibatkan pencabutan sertifikasi atau pengurangan ruang lingkup
sertifikasi;
9.5.3.LSP UNUD membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikat kompetensi untuk memastikan
bahwa, selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkait
dengan sertifikasi yang dibekukan;
9.5.4.LSP UNUD membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikat kompetensi untuk memastikan
bahwa, setelah pencabutan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya
sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

9.6. Pemeliharaan sertifikasi


9.6.1 Untuk memelihara sertifikat kompetensi dari pemegang sertifikat, maka LSP UNUD melakukan surveilence
setiap satu tahun.
9.7. Proses Sertifikasi Ulang
9.7.1.LSP Universitas Udayana menjamin selama proses sertifikasi ulang, proses tersebut memastikan
kompetensi pemegang sertifikat terpelihara, dan pemegang sertifikat masih mematuhi persyaratan skema
sertifikasi terkini.
9.7.2 Periode sertifikasi ulang ditetapkan berdasarkan skema sertifikasi. Landasan penetapan periode sertifikasi
ulang, bila relevan, mempertimbangkan beberapa hal berikut:
a) persyaratan sesuai peraturan perundangan;
b) perubahan dokumen normatif;
c) perubahan skema sertifikasi yang relevan;
d) sifat dan kematangan industri atau bidang tempat pemegang sertifikat bekerja;
e) risiko yang timbul akibat orang yang tidak kompeten;
f) perubahan teknologi, dan persyaratan bagi pemegang sertifikat;
g) persyaratan yang ditetapkan pemangku kepentingan;
h) frekwensi dan muatan kegiatan penilikan (surveillance), bila dipersyaratkan dalam skema sertifikasi.
9.7.3.Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Universitas Udayana menjamin bahwa dalam memastikan
terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikat dilakukan melalui evaluasi yang tidak memihak.

5
SERTIFIKASI KLASTER PROGRAMMER MUDA
LSP UNIVERSITAS UDAYANA

9.7.4.Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Universitas Udayana disesuaikan dengan skema sertifikasi, minimum
mempertimbangkan beberapa hal berikut:
a) evaluasi di tempat kerja;
b) pengembangan profesional;
c) wawancara terstruktur;
d) konfirmasi kinerja yang memuaskan secara konsisten dan catatan pengalaman kerja;
e) uji kompetensi;
f) pemeriksaan kemampuan fisik terkait tuntutan kompetensi.

9.8. Penggunaan Sertifikat


Profesi yang disertifikasi harus menandatangani persetujuan untuk:
9.8.1. memenuhi ketentuan skema sertifikasi;
9.8.2. menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan;
9.8.3. tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan LSP dan tidak memberikan persyaratan yang
berkaitan dengan sertifikasi yang menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;
9.8.4. menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat acuan
LSP setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP yang
menerbitkannya, dan
9.8.5. tidak menyalahgunakan sertifikat.

9.9. Banding
9.9.1.Apabila terjadi banding terhadap pelaksanaan sertifikasi maka LSP Universitas Udayana akan menangani
proses banding sesuai dengan prosedur yang. Proses penanganan banding mencakup setidaknya unsur-
unsur dan metoda berikut:
a) Proses untuk menerima, melakukan validasi dan menyelidiki banding, dan untuk memutuskan tindakan
apa yang diambil dalam menanggapinya, dengan mempertimbangkan hasil banding sebelumnya yang
serupa;
b) penelusuran dan perekaman banding, termasuk tindakan-tindakan untuk mengatasinya;
c) memastikan bahwa, jika berlaku, perbaikan yang tepat dan tindakan perbaikan dilakukan.
9.9.2.Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.
9.9.3 LSP Universitas Udayana bertanggung jawab atas semua keputusan di semua tingkat proses penanganan
banding. LSP Universitas Udayana menjamin bahwa personil yang terlibat dalam pengambilan keputusan
proses penanganan banding berbeda dari mereka yang terlibat dalam keputusan yang menyebabkan
banding.
9.9.4.Penyerahan, investigasi dan pengambilan keputusan atas banding tidak akan mengakibatkan tindakan
diskriminatif terhadap pemohon banding.
9.9.5.LSP Universitas Udayana menerima banding, dan memberikan laporan kemajuan serta hasil
penanganannya kepada pemohon banding.
9.9.6.LSP Universitas Udayana memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses
penanganan banding.