Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN KEGIATAN UPAYA PENGOBATAN DASAR POLI UMUM DI PUSKESMAS

BUNGAH, KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR


LATAR Kesehatan merupakan kebutuhan yang utama bagi setiap penduduk yang
BELAKANG hidup di dunia ini, dan pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut
baik kesehatan fisik mapupun mental. Keadaan kesehatan seseorang akan
dapat berpengaruh pada segi kehidupan sosial ekonominya, maupun
kelangsungan kehidupan suatu bangsa dan Negara dimanapun di dunia ini,
baik di Negara yang sudah maju maupun di Negara yang sedang berkembang
seperti Indonesia.
Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lanjut usia, pemerintah telah
merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia ditujukan
untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lanjut usia untuk
mencapai masa tua bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan
masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan
sosial dan kesehatan pada lanjut usia, pemerintah telah mencanangkan
pelayanan pada lanjut usia melalui beberapa jenjang. Pelayanan ditingkat
masyarakat adalah Posyandu Lansia, pelayanan kesehatan lansia tingkat
dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah
Rumah Sakit (Fallen, 2011).
PERMASALAHAN 1. Tingkat kunjungan dewasa yang tinggi ke fasilitas kesehatan
2. Penyakit yang ada beragam mulai dari Penyakit Menular (PM)
dan Penyakit Tidak Menular (PTM)
PERENCANAAN 1. Pelayanan Poli Umum bagi pasien Puskesmas Bungah
DAN PEMILIHAN
INTERVENSI
PELAKSANAAN Pada tanggal 18 April 2019 dilakukan kegiatan Pengobatan Dasar di
Poli Umum Puskesmas Bungah mulai pukul 08:00 WIB. Jumlah Pasien
yang datang sebanyak 40 pasien. Dengan diagnosis 5 Besar Penyakit
sebagai berikut:
1. Diabetes Mellitus
2. ISPA
3. Athralgia
4. Gastritis
5. Hipertensi
Kegiatan Poli Umum berlangsung hingga pukul 12:00 WIB.
MONITORING Dari pelaksanaan poli umum, berjalan dengan lancar dibantu oleh
DAN EVALUASI perawat di Puskesmas bungah. Evaluasi yang disimpulkan yaitu
terkadang kurang terdokumentasinya dan terintegrasinya rekam medis.
Keterbatasan yang ada yaitu tidak dapat mengevaluasi pasien dengan
fraktur karena tidak ada rontgen. Sehingga seluruh pasien dengan
kecurigaan trauma harus dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan
dengan fasilitas terkait.

Komentar/ Umpan Balik