Anda di halaman 1dari 12

RESUME JURNAL

Jurna [ 1 ]

1. Judul :

Stasiun cuaca Mini Portable Pengukur Komponen Cuaca untuk Menunjang Kegiatan

Agribisnis.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengukuran dari beberapa komponen yang

memberikan pengaruh terhadap iklim pertanian.Dengan menggunakan sensor kecepatan

angina,intensitas cahaya,curah hujan,keasaman tanah,suhu dan kelembaban.

3. Metode :

Metode penelitian yang digunakan adalah desain dan pembuatan prototipe serta tes

kinerjanya pada tahun pertama. Sedangkan pada tahun kedua adalah peningkatan model ini

dengan menambahkan sel surya dan baterai kering.

4. Hasil :

Pengukuran ditunjukan dari dua daerah yaitu daerah silo dan puger,menunjukan kondisi

cuca yg berbeda dari hasil pengukuran kecepatan angin, intesitas radiasi matahari, curah

hujan, suhu, kelembaban, dan keasaman tanah.


Jurnal [2]

1. Judul :

Rancang Bangun Perangkat Pemantau Cuaca Otomatis Berbasis Mikrokontroler Pada

Jaringan WLAN IEEE 802.11b

2. Tujuan :

Bertujuan untuk merancang dan membangun perangkat pemantauan cuaca otomatis

berbasis mikrokontroler yang dapat memantau perubahan ,kelembaban (Sensor DHT22), arah

angin (Sensor 2SS52M) , kecepatan angin (Sensor LM393) , suhu dan tekanan udara (Sensor

BMP180).

3. Metode :

Data-data hasil dari sensor-sensor tersebut ditransformasi oleh mikrokontroler (ESP8266)

menggunakan Bahasa C++ ,kemudian diolah menggunakan Program Microsoft Excell.

4. Hasil :

Hasil penelitian rancangan ini berupa tampilan pada web server dan tampilan pada data

logger.Pada pengukuran jangkauan perangkat terkoneksi dengan acces point jarak terjauh

127m.
Jurnal [3]

1. Judul :

Rancang Bangun Sistem Telemetri dan Monitoring Stasiun Cuaca Secara Nirkabel

Berbasis Mikrokontroler.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk membuat system telemetri dan monitoring keadaan cuaca yang

meliputi,Curah hujan (Sensor Tipping Bucket Rain Gauge), Tekanan Udara (MPX2050)

,Intensitas cahaya matahari (Sensor LDR),arah angin dan kecepatan angin (Sensor AM-

4836C), suhu dan kelembaban (Sensor SHT11).

3. Metode :

Sensor yang akan mendeteksi masing-masing besaran akan mengirim data ke

mikrokontroler AtMega32. Data tersebut disandikan dengan HT12E dan dipancarkan

dengan modul TWS434N,kemudian diterima RWS 434N,lalu diterjemahkan oleh

HT12D,kemudian diolah oleh mikrokontroler untuk dapat dihasilkan oleh LCD.

4. Hasil :

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tersebut memiliki kesalahan 1,11% untuk

curah hujan, 1,27% untuk suhu dan kelembaban, 3,05% untuk tekanan udara, dan 0,61%

untuk intensitas cahaya. Jarak optimal antara pemancar dan penerima sejauh 80 meter.
Jurnal [4]

1. Judul :

Rancang Bangun Mini Weather Station Menggunakan Web Berbasis Arduino Atmega

2560

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengumpulkan data perubahan keadaan cuaca secara otomatis dan

berkala yang meliputi,Curah hujan (Sensor Tipping Bucket), kadar gas CO2 di udara bebas

(Sensor MQ135),Gas CO (MQ7) ,Tekanan udara (BMP180), suhu dan kelembaban udara

(Sensor SHT11).

3. Metode :

Perancangan perangkat keras mencangkup perangkat keras apa saja yang digunakan

dalam pembuatan mini weather station ini,sedangkan perancangan perangkat lunak

mencangkup ke dalam pembutan program Arduino Mega 2560 sebagai unit kendali dan

pembuatan website.

4. Hasil :
0
Hasil pengujian didapatkan rata-rata data error untuk suhu 0.17 C,kelembaban

1.42%,Tekanan udara 0.06 hPa.Hasil pengujian gas analyser di dapat CO2 6.4 ppm dan Gas

CO 5.2 ppm.Berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO),error

suhu,kelembababn dan tekanan udara MWS dengan AWS dapat diterima.


Jurnal [5]

1. Judul :

Sistem Monitoring Cuaca dan Deteksi Banjir pada Android Berbasis Internet Of Things.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengetahui keadaan cuaca dan dapat mendeteksi banjir secara dini

dengan memonitoring ketinggian level air, yang meliputi,Curah hujan (Sensor Tipping

Bucket), Tekanan Udara (MPL3115A2), Kecepatan angin (Anemometer) ,arah angin (Wind

Vane Direction), suhu dan kelembaban (Sensor HTU21D),jarak/ketinggian air (Sensor

Ultrasonik).

3. Metode :

Perancangan sistem ini menggunakan mikrokontroler WEMOS D1 untuk mengatur data-

data sensor dan akan diolah ke database firebase menggunakan wifi yang sudah terpasang

,kemudian data ditampilkan pada sistem web monitoring dan di aplikasi android.

4. Hasil :

Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan rata-rata kesalahan error data untuk

kecepatan angin sebesar 1.888% , arah angin sebesar 0% , curah hujan 5.16% , suhu 1.246%

, kelembaban 3.216% , tekanan udara 0.0716% dan jarak 0.58% .


Jurnal [6]

1. Judul :

Perancangan Sensor Kecepatan dan Arah Angin untuk Automatic Weather Station

(AWS).

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengetahui keadaan cuaca terutama para petani dapat mengetahui

informasi waktu yang tepat untuk mulai bercocok tanam dan sekaligus juga dapat

mengantisipasi cuaca buruk. Bagi pemerintah, manfaat dari hasil penelitian ini ada dua,

yaitu bagi Departemen Pertanian dan BMKG, dengan menggunakann Termometer sebagai

sensor suhu,Anemometer sebagai sensor arah dan kecepatan angin. Hygrometer sebagai

sensor kelembaban,Barometer sebagai sensor tekanan udara, Rain gauge sebagai sensor

curah hujan,Pyranometer sebagai sensor sinar matahari. penelitian ini berfokus pada

perancangan dan pengukuran kecepatan dan arah angin.

3. Metode :

Perangkat untuk mengukur kecepatan dan arah angin dibangun menggunakan

mikrokontroler Atmega328p. Mikrokontroler tersebut dilengkapi dengan sensor Hall effect

yang berfungsi untuk mengetahui arah angin, serta rotary encoder untuk mengetahui

kecepatan angin.

4. Hasil :

Pengukuran kecepatan dan arah angin dilakukan secara langsung di lingkungan sekitar

dengan memperhatikan ketinggian lokasi (minimal 8 meter di atas permukaan laut) dan

kecepatan angin pada rentang antara 0–25 m/s. .


Jurnal [7]

1. Judul :

Sistem Pengukuran Data Suhu, Kelembaban, dan Tekanan Udara dengan Teletmetri

Berbasis Frekuensi Radio.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengetahui keadaan cuaca dan pengumpulan parameter cuaca seperti

suhu ,kelembaban dan tekanan udara (Sensor DHT11) , Tekanan udara (Sensor BMP180) .

3. Metode :

Perangkat ini mengukur dengan menggunakan mikrokontroler Arduino uno dan

menggunakan modul RF 433 MHz.

4. Hasil :

Didapatkan jarak tranmisi sejauh 96 m pada ruan terbuka dengan catu daya pemancar 12

volt pada baudrate 500,dan jarak tranmisi maximal dalam ruangan yaitu 10 m melalui dua

buah tembok tebal dengan catu daya pemancar dan baudrate yang sama.Nilai rata-rata

presentase error pembacaan suhu sebesar 3.15%,kelembaban sebesar 5.02%,tekenan udara

0.32%.
Jurnal [8]

1. Judul :

Rancang Bangun Sistem Pengukuran Cuaca Otomatis Menggunakan Arduino dan

Terintegrasi dengan Website

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengetahui keadaan cuaca secara otomatis ddengan menggunakan suhu

dan kelembaban (SHT11) , Intensitas cahaya (BH1750), Curah hujan (Tipping Bucket),

Tekanan udara (Sensor BMP180) ,Sensor kecepatan angin ,Sensor arah angin.

3. Metode :

Sistem rancang bangun pengukuran cuaca otomatis ini menggunakan Mega Arduino

sebagai mikrokontroller nya dalam penelitian ini menggunakan 6 sensor dan nantinya akan

terintegrasi dengan website untuk menampilkan data hasil ukur sensor.

4. Hasil :

Hasil pengujian diperoleh bahwa alat dapat memantau kondisi cuaca dengan rentang

nilai suhu 22.52 oC – 39.20 oC , nilai kelembaban 72.1% RH – 95.9% RH , intensitas cahaya 0

lux – 54612 lux , nilai tekanan udara 1003.5 Hpa – 43256 Hpa , nilai kecepatan angina 0

km/jam – 15.8 km/jam , dana rah angina yang ditampilkan adalah

selatan,tenggara,barat,utara,timur.
Proceeding [9]

1. Judul :

Perancangan Monitoring Stasiun Cuaca dan Kualitas Udara Berbasis Internet Of Things.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk membuat memonitoring keadaan cuaca yang meliputi,Curah hujan

(Sensor Tipping Bucket), Tekanan Udara (BMP180) ,gas Karbon monoksida/kualitas udara

(Sensor MQ2), Kecepatan angin (Anemometer) ,arah angin (Wind Vane Direction), suhu dan

kelembaban (Sensor DHT11).

4. Metode :

Perancangan sistem ini menggunakan mikrokontroler WEMOS D1 untuk mengatur data-

data sensor dan akan diolah ke database firebase menggunakan wifi yang sudah terpasang

,kemudian data ditampilkan pada sistem web monitoring

5. Hasil :

Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan rata-rata kesalahan data untuk suhu

sebesar 0.63% dan untuk kelembaban 3.2%, tekanan udara sebesar 7.46%, sensor kecepatan

angin sebesar 37.9%, sensor curah hujan 0% karea tidak terjadi hujan pada waktu pengujian

dan sensor arah angin dari 13 kali percobaan terjadi 3 kali kesalahan. Sistem ini memiliki

delay 2.08 untuk mengirim data dari perangkat ke database dan web monitoring.
Proceeding [10]

1. Judul :

Perancangan “Mobile Weather Station” Pengukur Intensitas Cahaya Matahari, Curah

Hujan, Kecepatan Angin Dan Keasaman Tanah.

2. Tujuan :

Bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengukur beberapa komponen yang

mempengaruhi iklim seperti intensitas cahaya matahari, banyaknya curah hujan, besarnya

kecepatan angin, keasaman tanah, suhu dan kelembaban.

3. Metode :

Perancangan sistem ini menggunakan panel surya sebagai power recharge data hasil

pengukuran diolah dengan menggunakan program Microsoft Exell serta data longger sebagai

penyimpanan data selama waktu tertentu sedangkan Bahasa pemprograman yang digunakan

menggunakan Bahasa Bahasa C++.

4. Hasil :

Hasil yang didapatkan dari dua daerah dengan nilai yang berbeda dari nilai 0.19m/s2 - 6

m/s2 , intensitas radiasi sebesar 258.0772 W/m2 - 16.59 W/m2 , Curah hujan sebesar 0mm –

50mm,suhu 25 0C – 31 0C, Kelembaban relatif sebesar 70% RH – 88% RH,Keasaman Tanah

sebesar 6 Ph – 7.2 Ph .
TANGGAPAN

1. Berdasarkan jurnal [1],[6],dan proceeding [10] :

Jurnal tersebut sama-sama memiliki latar belakang untuk iklim


pertanian/agribisnis,dan perkebunan.

 Perbedaannya pada jurnal [6] :

Menggunakan sensor arah angin dan menggukan AVR atmega 328P sebagai
mikrokontrolernya. Sedangkan pada,

 Perbedaan Jurnal [1],[10] :

Menggunakan panel surya sebagai power recharge, dan menggunakan data longer
sebagai penyimpanan data.

2. Berdasarkan Jurnal [2], dan proceeding [9] :


Jurnal tersebut sama-sama menggunakan Wemos D1 sebagai mikrokontroler dan untuk
memonitoring hasil data sensor-sensor tersebut menggunakan website .
 Perbedaan Jurnal [2] :
Menggunakan sensor DHT22 sebagai alat pendeteksi kelembaban,menggunakan
sensor arah anginadan menggunakan Esp8266 sebagai mikrokontroler, SD card sebagai
penyimpanan data ,dan memakai jaringan IEEE.Sedangkan pada,
 Perbedaan Proceeding [9] :
Menggunakan Sensor curah hujan,sensor MQ2 sebagai alat pendeteksi kualitas udara
,DHT11 sebagai alat pendeteksi suhu dan kelembaban,dan menggunakan wifi Soc
Esp8266.

3. Berdasarkan Jurnal [3], dan [7] :


Jurnal tersebut sama-sama menggunakan sistem telemetri ,menggunakan sensor suhu dan
kelembaban namun berbeda jenis sensornya.
 Perbedaan Jurnal [3] :
Banyak sekali perbedaan diantara lainnya,Menggunakan sensor curah hujan, sensor
MPX2050 sebagai alat pendeteksi tekanan udara, sensor LDR sebagai alat pendeteksi
intensitas cahaya, Sensor AM4836T sebagai alat pendeteksi arah angin dan kecepatan
angin, sensor SHT11 sebagai alat pendeteksi suhu dan kelembababan,menggunakan AVR
atmega 3228P sebagai Mikrokontroller dan menggunakan modul TWS 434N, serta data-
data sensor tersebut ditampilkan melalui LCD.
 Perbedaan Jurnal [7] :
Memilih sensor DHT11 sebagai alat pendeteksi suhu dan kelembaban, menggunakan
sensor BM180 sebagai alat pendeteksi tekanan udara, menggunakan Arduino Uno
sebagai mikrokontroler , dan menggunakan modul RF433 mHz ,serta data-data sensor
tersebut dapat dilihat berupa grafik yang terhubung ke port serial komputer.

4. Berdasarkan Jurnal [4],[5], dan [8] :


Ketiga Jurnal tersebut sama-sama menggunakan Arduino Mega 2560 Sebagai
mikrokontroler.
 Perbedaan Jurnal [4] :
Terdapat lebih kumplit dalam penggunaan sensor karna ada sensor MQ135 sebagai
alat pendeteksi kualitas udara,sensor MQ7 sebagai alat pendeteksi gas Co,dan
menggunakan modul GSM Sim900.
 Perbedaan Jurnal [5] :
Memilih sensor MPL115A2 sebagai alat pendeteksi tekanan udara, memilih sensor
HTU210 sebagai alat pendeteksi kecepatan angin dan arah angina,menggunakan rotary
switch, menggunakan buzzer ,menggunakan sensor ultrasonik sebagai alat pendeteksi
jarak/level air,dan sistem ini akan menampilkan data-data sensor di aplikasi android
sesuai dengan judulnya
 Perbedaan Jurnal [8] :
Terintegrasi website dalam menampilkan data-data sensor yang sesuai dengan judul
jurnal tersebut