Anda di halaman 1dari 2

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

 Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat
penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat
pelarut (solvent). Zat pelarut mempunyai jumlah lebih banyak daripada zat terlarut.

 Ciri-ciri larutan antara lain:


1. Ukuran partikel < 10-7cm
2. Campurannya bersifat homogen
3. Campurannya tidak mudah dipisahkan/disaring
4. Membentuk satu fasa
5. Zat terlarut berupa molekul & ion

 Larutan dapat diklasifikasikan misalnya berdasarkan a zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut
menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.
Zat Terlarut
Contoh Larutan
Gas Cairan Padatan
Cairan Air terkarbonasi (CO2 Sirup dalam air Garam dapur (NaCl) dalam
dalam air) air
Gas Udara (Oksigen dll dalam Uap air di udara Bau yang dihasilkan dari
Pelarut
Nitrogen) sublimasi kapur barus
Padat Platina (Hidrogen dalam Air dalam karbon aktif Alloy logam (kuningan,
logam) baja)

 Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan menjadi dua macam yaitu
larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Elektrolit adalah suatu zat yang ketika dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan zat non
elektrolit tidak menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air.

 Zat elektrolit terdiri dari senyawa ionik dan senyawa kovalen polar. Dalam bentuk padatan, senyawa
ion tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas. Dalam
bentuk lelehan maupun larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga lelehan dan larutan
senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan senyawa kovalen polar dalam bentuk
murninya merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Jika dilarutkan dalam air (pelarut polar)
maka akan dapat menghantarkan arus listrik.Berdasarkan kekuatan daya hantar listriknya, larutan
elektrolit dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

 Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion – ion karena terurai sempurna.
Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa
elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negatif
(anion). Arus listrik merupakan arus elektron. Pada saat di lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat,
elektron tersebut dapat dihantarkan melalui ion – ion yang bergerak bebas dalam larutan.

 Larutan elektrolit lemah merupakan larutan yang memiliki daya hantar listrik kecil karena tidak
semua zat terionisasi atau hanya mengalami ionisasi sebagian. Jika diuji dengan penguji elektrolit
sederhana, lampu akan menyala redup.

hnfly
 Ciri-ciri larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non elektrolit:
Larutan Elektrolit Kuat Larutan Elektrolit Lemah Larutan Non Elektrolit
Menyebabkan nyala lampu Menyebabkan nyala lampu redup Menyebabkan lampu tidak
terang pada alat uji daya hantar atau tidak menyala pada alat uji menyala pada alat uji daya
listrik daya hantar listrik hantar listrik
Menimbulkan banyak Menimbulkan gelembung gas Tidak menimbulkan gelembung
gelembung gas pada elektrode lebih sedikit pada elektrode alat gas pada elektrode alat uji daya
alat uji daya hantar listrik uji daya hantar listrik hantar listrik
Di dalam larutan terionisasi Di dalam larutan terionisasi Tidak terionisasi dalam larutan
sempurna sebagian
Jumlah ion dalam larutan relatif Jumlah ion dalam larutan relatif Tidak ada ion dalam larutan
banyak sedikit
Menunjukkan daya hantar Menunjukkan daya hantar listrik Tidak memiliki daya hantar
listrik yang kuat yang lemah listrik
Zat terlarut berada dalam Zat terlarut sebagian besar Zat terlarut berbentuk molekul
bentuk ion-ion dan tidak ada berbentuk molekul netral dan netral
molekul zat terlarut yang netral hanya sedikit yang berbentuk ion

 Contoh larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non elektrolit:
Larutan Elektrolit Kuat Larutan Elektrolit Lemah Larutan Non Elektrolit
Asam-asam kuat, seperti: HCl, Asam-asam lemah, seperti:  larutan (NH2)2CO (urea)
HClO3, H2SO4, HNO3, dll. CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S,  larutan CH3OH (metanol)
dll.  larutan C2H5OH (etanol)
Basa-basa kuat, seperti: NaOH, Basa-basa lemah seperti:  larutan C6H12O6 (glukosa)
KOH, Ca(OH)2, dll. NH4OH, Ni(OH)2, dll.  larutan C12H22O11 (sukrosa)
Garam-garam yang mudah Garam-garam yang sukar larut,
larut, seperti: NaCl, KI, CuSO4, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2
Al2(SO4)3, dll.

 Contoh-contoh reaksi ionisasi


Reaksi ionisasi asam sulfat: H2SO4 (aq) → 2H+ (aq) + SO42- (aq)
Reaksi ionisasi natrium hidroksida: NaOH (aq) → Na+ (aq) + OH- (aq)
Reaksi ionisasi aluminium sulfat: Al2(SO4)3 (aq) → 2Al3+ (aq) + 3SO42- (aq)
Reaksi ionisasi asam asetat: CH3COOH (aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Reaksi ioniasi ammonium hidroksida: NH4OH (aq) ↔ NH4+ (aq) + OH- (aq)
*ingat pada reaksi ionisasi lrutan elektrolit lemah gunakan panah bolak balik!

 Derajat ionisasi
𝒏
Kekuatan elektrolit dapat dirumuskan: α = 𝒏 𝒊
𝒐
α = derajat ionisasi;
ni = mol zat yang terionisasi;
no = mol zat mula-mula
Larutan elektrolit elektrolit kuat mempunyai  = 1 atau mendekati 1 karena terionisasi sempurna.
Larutan elektrolit lemah mempunyai 0<<1 (mendekati 0) karena hanya terionisasi sebagian. Larutan
elektrolit yang mempunyai  = 0 karena tidak mengalami reaksi ionisasi.

hnfly