Anda di halaman 1dari 20

Unsur – Unsur Golongan III B

Perbandingan Sifat Unsur-Unsur Golongan IIIB

a. Ukuran Atom

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah
kulit elektron semakin banyak. Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-
jari semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik
inti dengan elektron semakin kuat.

b. Densitas

Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan
massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir
sama.

c. Energi Ionisasi

Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron
yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau dalam keadaan gas.
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB
semakin menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga
daya tarik inti dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin
kecil.

d. Elektronegatifitas

Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom
unsur lain.Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan
IIIB semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan
daya tarik inti dan elektron semakin lemah.

A. Skandium (Sc)

Tingkat Energi: 4
Energi Tingkat
Pertama: 2
Energi Tingkat II: 8
Ketiga Energi Level: 9
Keempat Energi Level: 2

1.Sejarah

(Latin: scandia, Scandinavia). Mendeleev telah memprediksi keberadaan unsur


ekaboron berdasarkan prinsip sistim periodik yang ditemukannya. Unsur ini
diperkirakan memiliki berat atom antara 40 (kalsium) dan 48 (titanium). Elemen
skandium ditemukan oleh Nilson pada tahun 1878 di dalam mineral-
mineral euxenite dan gadolinite, yang belum pernah ditemukan dimanapun kecuali di
Skandinavia. Dengan memproses 10 kg euxenite dan hasil sampingan mineral-mineral
langka lainnya, Nilson berhasil memproduksi 2 gram skandium oksida murni. Ilmuwan-
ilmuwan berikutnya kemudian menunjukkan bahwa skandium yang ditemukan Nilson
sama dengan ekaboronnya Mendeleev.

Penemuan

Skandium adalah unsur golongan IIIB yang berada pada periode 4. Skandium
merupakan bagian dari unsur transisi. Skandium ditemukan oleh Lars Nilson pada
tahun 1879 di Swedia. Skandium ditemukan dalam mineral euxenite, thortveitile,
thortvetile dan gadoline di Skandinavia dan Madagaskar. Lars Fredik Nilson dan timnya
tidak sadar tentang prediksinya pada sumber pada tahun 1879, yang menyelidiki logam
yang terdapat sedikit di bumi. Dengan analisis spektra mereka menemukan unsur baru
dalam mineral bumi. Mereka menamakan scandium dari bahasa Latin Scandia yang
berarti Scandinavia dan dalam proses isolasi, mereka memproses 10 kg euxenite,
menghasilkan sekitar 2 g scandium oksida murni (Sc2O3). Elemen ini diberi nama
Skandium karena untuk menghormati Negara Skandinavia tempat ditemukannya
unsure ini. Dmitri Mendeleev menggunakan periodik unsur tahun 1869 untuk
memprediksikan keadaan dan sifat dari tiga unsur yang disebut ekaboron.Fischer,
Brunger, dan Grinelaus mengolah scandium untuk pertama kalinya pada tahun 1937,
dengan elektrolisis potassium, litium, dan scandium klorida pada suhu 700-800ºC.

2. Sifat-sifat

Skandium adalah logam perak-putih yang berubah warna menjadi kekuningan


atau kemerahjambuan jika diekspos dengan udara. Elemen ini lunak dan lebih
menyerupai itrium dan metal-metal langka lainnya ketimbang aluminium atau titanium.
Ia ringan dan memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada aluminium, menjadikannya
bahan yang sangat diminati oleh perangcang pesawat antariksa. Skandium tidak
terserang dengan campuran 1:1 HNO3 dan 48% HF.

Ø . Sifat Fisika

1. Densitas : 3 g/cm3
2. Titik leleh : 1812,2 K
3. Titik didih : 3021 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : putih perak

Ø Sifat Atomik

1. Nomor atom : 21
2. Nomor massa : 44,956
3. Konfigurasi electron : [Ar] 3d1 4s2
4. Volume atom : 15 cm3/mol
5. Afinitas elektron : 18,1 kJ/mol
6. Keelektronegatifitasan : 1,36
7. Energi ionisasi : - pertama : 631 kJ/mol, kedua : 1235 kJ/mol, ketiga : 2389
kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +1, +2
10. Bentuk Kristal : Hexagonal Unit Cell
Pada keadaan padat scandium mempunyai struktur kristal hexagonal.

Reaksi Kimianya

§ Reaksi dengan air:


Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang
terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6H2O(aq) 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)

§ Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk
scandium (III)oksida

4Sc(s) + 3O2(g) 2Sc2O3(s)

§ Reaksi dengan halogen

Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk
trihalida
2Sc(s) + 3F2(g) 2ScF3(s)
2Sc(s) + 3Cl2(g) 2ScCl3(s)
2Sc(s) + 3Br2(l) 2ScBr3(s)

2Sc(s) + 3I2(s) 2ScI3(s)

§ Reaksi dengan asam

Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung
ion Sc (III) dan gas hidrogen

2Sc(s) + 6HCl(aq) 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

3.pembuatan

3. Pembuatan Skandium
Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya
(terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50). Elemen ini tersebar banyak di
bumi, terkandung dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies
mineral). Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena
mengandung skandium. Ia juga terkandung sebagai komponen utama mineral thortveitite
yang terdapat di Skandinavia dan Malagasi. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan
setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.
Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil
produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh
Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan
skandium klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng
cair digunakan sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini
diproduksi dengan cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal. Produksi pertama
99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.
Scandium is more commonly found in the sun and some other stars (the highest to-23) than
on earth (50th most). This element is spread much in the earth, is contained in small amounts
in many minerals (approximately 800an mineral species). Blue color of beryl (a type of
marine life) is mentioned as containing scandium. It also contained a major component of the
mineral thortveitite contained in Scandinavia and Malagasy. This element is also found in the
byproduct after the extraction of tungsten from wolframite and Zinwald in wiikite and
bazzite.

Most scandium is now taken from throtvitite or extracted as a result of refining uranium
production. Scandium metal was first processed in 1937 by Fischer, Brunger and Grienelaus
the eutectic liquid electrolyzing potassium, lithium, and scandium chlorides pata temperature
of 700 and 800 degrees Celsius. Tungsten wires and puddles of molten zinc is used as an
electrode in a graphite crucible. Muruni scandium is now produced by reducing scandium
fluoride with calcium metal.

The first production 99% pure scandium metal was announced in 1960.

4. Senyawa Skandium

Salah satu bentuk senyawa yang ditemukan dalam unsure Skandium adalah

Skandium Clorida (ScCl3), Logam juga dapat diperoleh melalui proses elektrolisis
dengan reaksi sebagai berikut :

2Sc (s) + 3 Cl3 (g) → 2ScCl3 (s)

elektrolisa ini berasal dari leburan dari potassium, lithium, scandium klorida pada suhu
700-800 0C. Penelitian ini dilakukan oleh Fischer, Brunger, Grieneisen.

5. Kegunaan

¶ Skandium Clorida (ScCl3), dimana senyawa ini dapat ditemukan dalam lampu halide,
serat optic, keramik elektrolit dan laser.

¶ Aplikasi utama dari unsure scandium dalah sebagai alloy alumunium- skandium yang
dimanfaatkan dalam industri aerospace dan untuk perlengkapan olahraga ( sepeda,
baseball bats) yang mempunyai kualitas yang tinggi.

¶ Aplikasi yang lain adalah pengunaan scandium iodida untuk lampu yang memberikan
intensitas yang tinggi. Sc2O3 digunakan sebagai katalis dalam pembuatan Aseton

6.Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa


scandium mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan
kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc
dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh
negatif pada reproduksi dan sistem syaraf. Sc dapat mencemari lingkungan, terutama
dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. Sc secara terus-
menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam
tubuh manusia dan hewan.

B. YITRIUM (Itrium)
1. Sejarah

Saat ini ytrium (nama dari sebuah desa Swedia, Ytterby) banyak dikenal dalam
penggunaan nya sebagai superkonduktor oksida (bersama dengan barium dan
tembaga). Ini adalah bahan superkonduktor pertama yang berfungsi pada suhu
nitrogen cair. Unsur ini ditemukan pada 1789 oleh Gadolin terisolasi dan akhirnya pada
tahun 1828 oleh Wöhler. Lebih dari 15 ton oksida sekarang diproduksi setiap tahun.
Selain penggunaannya dalam penelitian superkonduktivitas, juga digunakan dalam
fosfor (merah) untuk tabung televisi berwarna.

Itrium merupakan logam berwarna keperakan. Kebanyakan yttrium komersial


dihasilkan dari pasir monasit yang juga merupakan sumber bagi sebagian besar unsur-
unsur tanah. Itrium memiliki kilau metalik-keperakan. Itrium menyala di udara. Itrium
banyak ditemukan dalam mineral bumi. Batuan Bulan mengandung yttrium dan itrium
digunakan sebagai fosfor untuk menghasilkan warna merah di layar televisi.

Tabel: Informasi dasar tentang dan klasifikasi yttrium.

Nama : Itrium Golongan dalam tabel periodik : 3

Simbol : Y Periode dalam tabel periodik : 5

Nomor atom : 39 Blok dalam tabel periodik : d-blok

Berat atom : 88,90585 (2) Warna : putih keperakan

Wujud standar : padat di 298 K Klasifikasi : logam

Penemuan

Yttrium merupakan unsur golongan IIIB yang berada pada periode 5. Yttrium
termasuk dalam logam transisi. Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia bernama
Johan Gadolin tahun 1794 dan diisolasi oleh Friedrich Wohler tahun 1828 berupa
ekstrak tidak murni yttria dari reduksi yttrium klorida anhidrat (YCl3) dengan
potassium.

Johan Gadolin Friedrich Wohler

Yttria (YCl3) adalah oksida dari yttrium dan ditemukan oleh Johan Gadolin tahun
1794 dalam mineral gadolinite dari Yttreby, Swedia. Tahun 1843 seorang ahli kimia
Swedia Carl Mosander dapat menunjukkan bahwa yttria dapat terbagi menjadi oksida-
oksida dalam tiga unsur yang berbeda disebut Yttria. Penambangan yang terletak di
dekat desa Ytterby yang menghasilkan beberapa mineral antara lain erbium, terbium,
ytterbium, dan yttrium memiliki nama yang sama dengan desa tersebut.
Carl Mosander

Senyawa ini diberi nama Yttrium karena untuk menghormati kota Ytterby di
Swedia. Senyawa ini ditemukan pada barang tambang yang jarang ditemukan di bumi
(termasuk monazite, xenotime, Yttria). Senyawa ini tidak ditemukan dalam keadaan
bebas di bumi.

2. Sifat Ytrium

Sifat Fisika

1. Densitas : 4,5 g/cm3

2. Titik lebur : 1799 [atau 1526 ° C (2779 ° F)] K

3. Titik didih : 3609 [atau 3.336 ° C (6037 ° F)] K

4. Bentuk (25°C) : padat

5. Warna : perak

6. Suhu Superkonduksi : 1.3 [atau -271,85 ° C (-457,33 ° F)] (di bawah tekanan) K

Sifat Atomik

1. Nomor atom : 39

2. Nomor massa : 88,91

3. Konfigurasi elektron : [Kr] 4d1 5s2

4. Volume atom : 19,8 cm3/mol

5. Afinitas elektron : 29,6 kJ/mol

6. Keelektronegatifitasan (Elektronegativitas)
Definisi yang digunakan sebagian besar elektronegativitas adalah bahwa
elektronegativitas sebuah unsur itu adalah kekuatan atom ketika dalam sebuah
molekul untuk menarik kerapatan elektron pada dirinya sendiri. elektronegativitas
bergantung pada sejumlah faktor dan memperinci sebagai atom lainnya dalam molekul.
Skala elektronegativitas pertama dikembangkan oleh Linus Pauling dan
skalayttrium memiliki nilai 1,22 pada skala berjalan dari dari sekitar 0,7 (perkiraan
fransium) sampai 2,20 (untuk hidrogen) menjadi 3,98 (fluor). Elektronegativitas tidak
memiliki satuan tapi "satuan Pauling" sering digunakan ketika menunjukkan nilai
dipetakan ke skala Pauling. On the interactive plot below you may find the "Ball chart"
and "Shaded table" styles most useful. Pada titik interaktif di bawah ini dapat dilihat
bagan diagram dan tabel yang berguna.

Tabel Berbagai jenis elektronegativitas untuk yttrium

Elektronegativitas Nilai dalam satuan Pauling

Elektronegativitas Pauling 1,22

Elektronegativitas Sanderson 0.65

Rochow elektronegativitas Allred 1,11

Ada sejumlah cara untuk menghasilkan suatu himpunan bilangan yang mewakili
elektronegativitas dan tiga diberikan dalam tabel di atas. Skala Pauling mungkin yang
paling terkenal dan cukup untuk berbagai tujuan.

7. Energi ionisasi : - pertama : 615,6 kJ/mol

- kedua : 1181 kJ/mol

- ketiga : 1979,9 kJ/mol

8. Bilangan oksidasi utama : +3

9. Bilangan oksidasi lainnya : +2

10. Bentuk Struktur : Hexagonal Unit Cell

Pada keadaan padat Yttrium mempunyai struktur kristal hexagonal.

Sifat Kimia

Sifat kimia dari Yttrium adalah:

o Reaksi dengan air


Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air membentuk larutan yang
terdiri dari ion Y (III) dan gas hidrogen

2Y(s) + 6H2O(aq) → 2Y3+ (aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)

o Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk
Yttrium (III)oksida
4Y(s) + 3O2(g) → 2Y2O3(s)

o Reaksi dengan halogen

Itrium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk
trihalida
2Y(s) + 3F2(g) → 2YF3(s)

2Y(s) + 3Cl2(g) → 2YCl3(s)

2Y(s) + 3Br2(g) → 2YBr3(s)

2Y(s) + 3I2(g) → 2YI3(s)

o Reaksi dengan asam

Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung
ion Y (III) dan gas hidrogen

2Y(s) + 6HCl(aq) → 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

3. Senyawa – Senyawa Itrium

Logam itrium tersedia secara komersial sehingga tidak perlu untuk membuatnya
di laboratorium. Itrium ditemukan dalam mineral lathanoid dan ekstraksi itrium dan
logam lanthanoid dari bijih sangat kompleks. Logam ini merupakan garam ekstrak dari
bijih oleh ekstraksi dengan asam sulfat (H 2 SO 4),asam klorida (HCl), dan sodium
hidroksida (NaOH). Teknik modern untuk pemurnian campuran garam lanthanoid
tersebut melibatkan teknik kompleksasi selektif, ekstraksi pelarut, dan kromatografi
pertukaran ion.

Itrium Murni tersedia melalui reduksi YF 3 dengan logam kalsium.

2YF 3 + 3Ca → 2Y + 3CaF 2 2YF 3 + 2y + 3Ca → 3CaF 2

Yttria (oksida itrium, Y 2 O 3), ditemukan oleh Johann Gadolin pada 1794 dalam
sebuah mineral disebut gadolinite dari Ytterby. Ytterby adalah situs dari sebuah
tambang di Swedia yang berisi banyak mineral yang tidak biasa mengandung erbium,
Terbium, dan Iterbium serta yttrium. Friedrich Wohler menyebutkan elemen murni
yang diperoleh pada tahun 1828 oleh reduksi klorida anhidrat (YCl 3) dengan kalium.
Senyawa Yttrium biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa

- Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12

- Yttrium(III)Oksida Y2O3

Bagian ini berisi daftar beberapa senyawa biner dengan halogen (dikenal sebagai
halida), oksigen (dikenal sebagai oksida), hidrogen (dikenal sebagai hidrida), dan
beberapa senyawa lainnya yttrium. Untuk setiap senyawa, sebuah bilangan oksidasi
formal untuk yttrium diberikan, tetapi kegunaan nomor ini terbatas untuk-blok
elemen p pada khususnya. Berdasarkan bilangan oksidasi, suatu konfigurasi elektron
juga diberikan tetapi dicatat bahwa untuk komponen lain, ini dilihat sebagai pedoman
saja. Istilah hidrida digunakan dalam pengertian generik untuk menunjukkan jenis
senyawa M x H y dan tidak dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa setiap senyawa
kimia yang tercantum berperilaku sebagai hidrida. Dalam senyawa dari itrium, biasanya
bilangan oksidasi sebagian besar yttrium adalah: 3.

Hidrida

Istilah hidrida digunakan dalam pengertian generik untuk menunjukkan jenis senyawa
M x H y dan tidak dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa setiap senyawa kimia yang
tercantum berperilaku sebagai hidrida.

Itrium dihidrida : YH 2

Itrium trihydride : YH 3

Fluorida , Klorida , Bromida, Iodida

Itrium sangat reaktif terhadap halogen ; fluorin, F 2 ; klorin, Cl 2 ; bromin, Br 2 ; dan


yodium, I 2,untuk membentuk yttrium trihalides (III) fluoride, YF 3 ; yttrium (III)
klorida, YCl 3 ; yttrium (III) bromida, YBr 3 ; dan yttrium (III) iodida, YI 3.

2Y(s) + 3F 2 (g) → 2YF 3 (s)

2Y(s) + 3Cl 2 (g) → 2YCl 3 (s)

2Y(s) + 3Br 2 (g) → 2YBr 3 (s)

2Y(s) + 3I 2 (g) → 2YI 3 (s)

Itrium triflourida : YF 3

Itrium triklorida : YCl 3

Itrium tribromide : YBr 3

Itrium triiodide : YI 3
Oksida

Logam Itrium perlahan-lahan bereaksi di udara dan reaksi nya dengan oksigen
membentuk yttrium (III) oksida, Y 2 O 3. Atau Diyttrium trioksida : Y 2 O 3

4Y + 3O 2 → 2Y 2 O 3

Sulfida

Diyttrium trisulphide : Y 2 S 3

Kompleks

Diyttrium trisulphate octahydrate : Y 2 (SO 4) 3 . 4/5 H 2 O

Itrium trinitrate hexahydrate : Y (NO 3) 3 .3/5 H 2 O

4. Penggunaan

- Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12 senyawa ini digunakan sebagai laser selain itu
untuk perhiasan yaitu stimulan pada berlian.

- Yttrium(III)Oksida Y2O3 senyawa ini digunakan untuk membuat YVO4 ( Eu + Y2O3)


dimana phosphor Eu memberikan warna merah pada tube TV berwarna. Yttrium oksida
juga digunakan untuk membuat Yttrium-Iron-garnet yang dimanfaatkan pada
microwave supaya efektif

- Selain itu Yttrium juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan pada logam
alumunium dan alloy magnesium. Penambahan Yttrium pada besi membuat nya
mempunyai efektifitas dalam bekerja.

5. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Bahaya Yttrium jika bereaksi dengan udara adalah jika terhirup oleh manusia dapat
menyebabkan kanker dan jika terakumulasi dalam jumlah berlebih dalam tubuh
menyebabkan kerusakan pada liver. Pada binatang air terpaan Yttrium menyebabkan
kerusakan pada membrane sel, yang berdampak pada system reproduksi dan fungsi
pada system saraf. Yttrium tidak beracun tetapi beberapa dari senyawa scandium
bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver
jika terakumulasi dalam tubuh.

Yttrium dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari
pembuangan perabot rumah tangga. Yttrium secara terus-menerus terakumulasi di
dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan
hewan.

C.LANTHANUM
1. Sejarah

Lanthanum adalah unsur kimia dengan simbol La dan nomor atom 57.
Lanthanum adalah unsur logam berwarna putih perak yang dimiliki oleh kelompok 3
dari tabel periodik dan merupakan lantanida . Lanthanum merupakan logam lunak, ulet,
dan lembut yang mengoksidasi cepat ketika terkena udara. Hal ini dihasilkan dari
mineral monasit dan bastnäsite menggunakan multistage proses ekstraksi kompleks.
Senyawa lanthanum memiliki banyak aplikasi sebagai katalis, aditif dalam kaca,
pencahayaan karbon untuk pencahayaan studio dan proyeksi, elemen pengapian dalam
korek api dan obor, katoda elektron,scintillators,dan lain-lain. Lanthanum karbonat
(La2(CO3)3) telah disetujui sebagai pengobatan terhadap gagal ginjal.

Seorang ilmuwan kimia dari Swedia, Carl Gustav Mosander yang merupakan
kimiawan hebat dengan julukan “father moses” pada tahun 1893 telah menemukan
unsur baru dalam bentuk sampel impuritif cerium nitrat. Lanthanum ditemukan oleh
ahli kimia dari Swedia ini ketika dia mengubah komposisi sampel cerium nitrat dengan
memanaskan dan mereaksikan garamnya dengan mencairkan asam nitrat. Dari hasil
reaksi tersebut lalu mengisolasinya yang disebut lantana. Lanthanum diisolasi dalam
bentuk murni tahun 1923.

Kemudian dia memberi nama dengan “Lanthana” yang berarti “tersembunyi”.


mineral tersebut sekarang dikenal dengan sebagai Lanthanum oksida, La2O3 . logam
murninya tidak/belum dapat diisolasi hingga mencapai tahun 1923. Lanthanum adalah
unsur pertama dalam satu seri unsur-unsur yang disebut dengan “Lanthanida”.yang
sering disebut dengan gol “rare earth” atau mineral langka. Y dan La hampir selalu
tergabung dengan golongan Lanthanida. La berwarna putih silver, lunak, dan cukup
mudah diiris dengan pisau biasa. Seluruh logam dalam golongan IIIB mudah timbul
bercak noda jika dalam udara, dan mudah terbakar seperti La2O3.

Pemisahannya dioperasikan secara komersial meliputi pengendapan dari basa


lemah larutan nitrat dengan penambahan magnesium oksida atau gas ammonia.
Pemurnian lanthanium tetap pada kondisi larutan. Cara lain kristalisasi fraksional
dibuat oleh Dimitry Mendeleev, dalam bentuk ganda ammonium nitrat tetrahidrat, yang
digunakan untuk memisahkan lanthanum yang memiliki kelarutan kecil dari didymium
yang memiliki kelarutan lebih besar di tahun 1870. Sistem tersebut digunakan secara
komersial dalam proses pemurnian lanthanum sampai perkembangan metode ekstraksi
pelarut yang dimulai tahun 1950. Seperti pada pemurnian lanthanum, ammonium nitrat
direkristalisaikan dari air. Lanthanum relatif mudah dimurnikan, sejak hanya terdapat
satu lantanida yang berdekatan yaitu cerium yang sangat mudah lepas sesuai dengan
ikatan valensinya.

2. SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA


SIFAT FISIK

Lantanium merupakan logam putih keperak-perakan, mudah dibentuk, kuat


tetapi cukup lunak untuk dipotong dengan pisau. Ia merupakan salah satu logam yang
sangat reaktif. Ia mengoksida dengan cepat jika diekspos ke udara. Lanthanum
mempunyai densitas sebesar 6,17 g/cm3. , mempunyai titik leleh sebesar 1193,2 K
serta titik didih sebesar 3693 K.

SIFAT KIMIA

- Reaksi dengan air

Lanthanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi
cukup cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas
hidrogen

2La(s)+6H2O(g)à2La(OH)3(aq)+3H2(g)

- Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk
Lanthana (III) oksida.

4La(s) + 3O2(g) à 2La2O3(s)

- Reaksi dengan halogen

Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III)
halida
2La(s) + 3F2(g) à 2LaF(s)

2La(s) + 3Cl2(g) à 2LaCl(s)

2La(s) + 3Br2(g) à2LaBr(s)

2La(s) + 3I2(g) à 2LaI(s)

3. Pembuatan

Lantanium ditemukan dalam mineral-mineral bumi yang langka seperti cerite, monazite, allanite,
dan batnasite. Monazite dan bastnasite adalah bijih-bijih utama yang mengandung lantanium (25%
dan 38%). Logam misch, yang digunakan pada korek api mengandung 25% lantanium. Ketersediaan
lantanium dan logam-logam rare-earth lainnya telah meningkat dalam beberapa waktu belakangan.
Logam ini dapat diproduksi dengan cara mereduksi anhydrous fluoride dengan kalsium.

5. KEGUNAAN

Jarang sekali logam La murni atau senyawa oksidanya mempunyai kegunaan


yang spesifik. Karena unsur-unsur kimia mempunyai kesamaan maka mereka sangat
sulit untuk dipisahkan. Campuran tersebut akan lebih termaanfaatkan dari pada bentuk
murninya. sebagai contoh : “misch metal” adalah campuran dari beberapa “rare earth”
dan biasa digunakan untuk “lighter flints’ dan bentuk oksidasinya juga digunakan dalam
phosphor layar televisi (LaMgAl11O19 ) dan beberapa peralatan flouresen serupa.

La2O2 digunakan untuk membuat kaca optic khusus (kaca adsorbsi infra
merah, kamera dan lensa teleskop). Jika La ditambahkan di dalam baja maka akan
meningkatkan kelunakan dan ketahanan baja tersebut. La digunakan sebagai material
utama dalam elektroda karbon (carbon arc electrodes). Garam-garam La yang terdapat
dalam katalis zeolit digunakan dalam proses pengkilangan minyak bumi. Salah satu
kegunaan senyawa-senyawa gol Lanthanida adalah pada industri perfilman untuk
penerangan dalam studio dan proyeksi.

Lanthanum dapat mengadsorbsi gas H2 sehingga logam ini disebut dengan


“hydrogen sponge” atau sepon hydrogen. Gas H2 tersebut terdisosiasi menjadi atom H,
yang mana akan mengisi sebagian ruangan (interstice) dalam atom-atom La. Ketika
atom H kembali lepas ke udara maka mereka kembali bergabung membentuk ikatan H-
H.

3.5. REAKSI KIMIA

- Lanthanum mudah terbakar pada 150° C untuk membentuk lanthanum (III) oksida

4 La + 3 O2 → 2 La2O3 + 4 La + 3O2 → 2LaO2

Namun, saat terkena udara lembab pada suhu kamar, oksida lanthanum membentuk
oksida terhidrasi dengan meningkatkan volume besar.

- Lanthanum cukup elektropositif dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup
cepat dengan air panas untuk membentuk hidroksida lanthanum:

2La(s) + 6H2O(l) → 2La(OH)3(aq) + 3H2(g) + 2La(s) + 6H2O(l) → 2La(OH)3(aq) +


3H 2 (g)

- Lanthanum mudah larut dalam cairan asam sulfat untuk membentuk solusi yang berisi
La (III) ion, yang ada sebagai [La (OH2)9] 3 + kompleks

2La(s) + 3H2SO4(aq) → 2La3+ (aq) + 3SO4 2-(aq) + 3H2(g) + 2La(s) + 3H 2SO 4(aq) →

2La 3 + (aq) + 3SO4 2-(aq) + 3H2 (g)

4. Aktinium

1. Sejarah
Aktinium (diucapkan / æktɪniəm / ak-TIN-nee-əm ) adalah radioaktif unsur
kimia dengan lambang Ac dan nomor atom 89, yang ditemukan pada tahun
1899. Aktinium merupakan unsur dari kelompok Aktinida, sekelompok dari 15 elemen
yang sama antara aktinium dan lawrencium dalam tabel periodik. Aktinium,
dinamai aktinos dari bahasaYunani. Aktinium juga merupakan logam radioaktif langka
yang terpancar dalam gelap. Isotop aktinium yang paling lama hidup (Ac-227) memiliki
paruh 21,8 tahun. Unsur ini diperoleh sebagai kotoran dalam bijih-bijih uranium,
sebuah bijih ditambang untuk konten uranium. Sepersepuluh dari satu gram aktinium
dapat dipulihkan dari 1 ton bijih-bijih uranium.

Aktinium ditemukan pada tahun 1899 oleh Andre-Louis Debierne seorang ahli
kimia Prancis yang memisahkan aktinium dari campurannya. Aktinium dipisahkan
dari bijih-bijih uranium, pada tahun 1899 dijelaskan bahwa aktinium mirip
dengan titanium dan pada tahun 1900 dijelaskan bahwa aktinium mirip dengan torium.
Kemudian Friedrich Oskar Giesel menemukan aktinium secara bebas tahun 1902
sebagai substansi yang mirip dengan lantanum dan menyebutnya "emanium" pada
tahun 1904. Setelah perbandingan zat pada tahun 1904, nama Debierne dipertahankan
karena itu senioritas. Sifat kimia actinium mirip dengan lanthanum. Kata actinium
berasal dari Yunani, akti, aktinos, yang berarti sinar. Karena Ac adalah unsur radioaktif
yang dapat bercahaya dalam ruangan gelap, yang disebabkan oleh intensitas
keradioaktifannya yang berwarna biru. Aktinium ditemukan dalam jumlah sedukit
dalam bijih uranium tetapi lebih banyak dibuat dalam satuan mg dengan cara
penyinaran neutron terhadap 226 Ra dalam reactor nuklir. Logam actinium dibuat
dengan cara reduksi actinium florida dengan uap lithium pada suhu 1100-1300ºC.

2. Sifat-sifat

Aktinium menunjukkan sifat kimia yang mirip dengan lantanum. Karena


kesamaan ini pemisahan aktinium dari lantanum dan unsur tanah jarang lainnya, yang
juga ada dalam bijih uranium menjadi sulit. Ekstraksi pelarut dan pertukaran ion
kromatografi digunakan untuk pemisahan. Hanya sejumlah senyawa aktinium dikenal,
misalnya ACF 3, AcCl 3, AcBr 3, AcOF, AcOCl, AcOBr, Ac 2 S 3, Ac2O, dan AcPO3.Semua
senyawa yang disebutkan adalah serupa dengan senyawa lantanum dan menunjukkan
bahwa senyawa aktinium umumnya memiliki bilangan oksidasi +3.

Sifat Fisika

1. Densitas : 10 g / cm 3

2. Titik leleh : 1323,2 K

3. Titik didih : 2743 K

4. Bentuk (25°C) : padat

5. Warna : putih perak


6. Kalor lebur : 14 kJ mol -1

7. Panas penguapan : 400 kJ mol -1

8. Kapasitas bahan : (25 ° C) 27,2 J mol -1 K -1

4. Senyawa Aktinium

Misalnya AcF3, AcCl3, AcBr3, AcOF, AcOCl, AcOBr, Ac2S3, Ac2O, dan AcPO3.

5. Kegunaan

Sifat keradioaktifan dari aktinium 150 kali lebih besar dari radium, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber neutron. Sebaliknya, aktinium
jarang digunakan dalam bidang Industri. Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu
digunakan dalam suatu generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat
digunakan sebagai agen untuk penyembuhan secara “radio-immunoterapi”.

6. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Aktinium-227 bersifat sangat radioaktif dan berpengaruh buruk pada kesehatan.


Bahaya dari aktinium sama dengan bahaya dari plutonium. Bahaya terbesar dari
raioaktif unuk kehidupan sebagaimana kita ketahui adalah bahaya bagi sistem
reproduksi dan penurunan sifat. Bahkan dengan dosis rendah bersifat karsinogenik
yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Pertumbuhan teknologi nuklir
telah membawa sejumlah besar pengeluaran zat radioaktif ke atmosfir, tanah, dan
lautan. Radiasi membahayakan dan terkonsentrasi dalam rantai makanan, sehingga
membahayakan bagi manusia dan hewan.

4.7. Reaksi Kimia

Reaksi dengan oksigen

Aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida

4Ac(s) + 3O2(g) → 2Ac2O3(s)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 29 Juni 2009. Golongan IIIB. (Online),


(http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/golongan-iii-b.html, diakses tanggal 2
Oktober 2011).

http://ichanurfa.irvanriswanto.com/2010/12/15/golongan-iii-b/#more-12
Posted by Ismi Ariningsih

http://ismiariningsih.blogspot.com/2012/10/makalah-unsur-unsur-golongan-iii-
b_1175.html

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/lantanum/

http://dinafitrya.blogspot.com/2013/10/unsurtransisi-periode-keempat-unsur.html

Manfaat, Dampak, dan Proses Pembuatan Unsur-Unsur Transisi Periode Keempat


– Kelompok Faraday – (Dinda Noviandini, Nurul Hidayati, Vica Agatha, M. Dwi
Wicaksono – XII IPA 2)

Nama Skandium Titanium Vanadium (V) Kromium Mangan


Unsur (Sc) (Ti) (Cr) (Mn)

1. Dalam 1. Badan 1. Bahan dasar 1. Pengerasan 1. Bahan


bentuk pesawat benda yang dan pembuat baja.
Sc2O3 untuk terbang & bersifat kuat & pembuatan
lampu pesawat lentur, seperti baja tahan
2. Bahan sel
intensitas supersonik. per mobil , karat.
kering
tinggi. mesin-mesin, &
baterai.
alat berat.
2. Katalis 2. Pelapis
2. Sumber dalam logam.
3. Pewarna
cahaya industri 2. Katalis
kaca.
buatan yang polimer dalam
3. Pewarna
menyerupai polietilen. pembuatan
gelas.
cahaya H2SO4. 4. Digunakan
matahari. untuk jenis
3. Bahan
4. Berperan pengobatan
pemutih 3. Digunakan
Contoh dalam proses tertentu.
3. Warna kertas, kaca, sebagai paduan
Manfaat pengolahan
untuk keramik, & logam/logam
batu bara.
televisi. kosmetik. campuran. 5. Unsur
penting
5. Pembersih dalam
4. 4. Bahan 4. Digunakan
alat-alat penggunaan
Pembuatan struktural dalam reaktor
laboratorium. vitamin B1.
lampu mesin jet. nuklir.
mentol.
5. Bahan
5. Peretak pembuat
lapisan pipa, pompa,
minyak dari & tabung
isotop reaksi.
radioaktif
Sc-46.
Pemanasan Proses Kroll, Vanadium Dari bijih 1. Mereduksi
Skandium menggu- dibentuk krom utama oksida
flouride nakan Klor & dalam bentuk yaitu kromit, mangan
(ScF3) Karbon. logam Fe(CrO2)2 yang dengan Na,
dengan campuran besi, direduksi, Mg, Al, atau
Kalsium kemudian hasilnya dengan
Melalui
(Ca). melalui proses campuran Fe proses
proses
reduksi & dan Cr disebut elektrolisis.
distilasi &
hasil-nya Ferokrom.
reduksi
Proses adalah
menjadi Ti 2. Proses
Pembuatan Ferrovanadium
murni, alumino-
murni.
pemisahan thermy dari
dengan senyawa
udara, MnO2.
direaksi-kan
dengan air &
HCl sehingga
mem-beku &
menghasilkan
Ti murni.

1. Kerusakan
1. Dapat 1. Dalam 1. Kekurangan 1. Selain
membran menyebabkan jumlah terlalu kromium diperlukan,
sel, sistemgangguan tinggi, dapat dalam tubuh Mangan juga
reproduksi,pada sistem menimbul-kan dapat memicu dapat
& saraf bagi
pernapasan, iritasi pada masalah menyebabkan
hewan air. kontak pada mata, kulit, kesehatan, keracunan,
kulit & mata paru-paru, begitu pula pada hewan,
dapat hidung, & jika berlebih. manusia,
2. Dapat
menyebabkan tenggorokan. maupun
Dampak terakumulasi
iritasi. tumbuhan
Keberadaan dalam tubuh 2.
dan
Unsur manusia 2. Menyebabkan
lingkungan.
yang 2. Dalam Penghambatan gangguan
memberi bentuk bubuk enzim pada metabolisme
efek negatif logam, mudah hewan pada
pada hati. terbakar & tertentu. organisme air.
meledak.
3. Kerusakan
paru-paru &
Kanker.

Nama
Besi (Fe) Kobalt (Co) Nikel (Ni) Tembaga (Cu) Seng (Zn)
Unsur
1. Merupakan 1. Pelapis & 1. Komponen 1. Merupakan bahan 1. Pelapis
bahan yang pewarna biru pemanas yang paling umum besi/kaleng.
paling umum untuk logam, listrik & digunakan dalam
digunakan gelas, & kaca. konduktor. pembuatan
2. Paduan
dalam rangkaian/bahan
logam/logam
pembuatan peralatan listrik &
2. Pembuatan 2. Digunakan campuran.
kerangka kabel.
magnet. sebagai
bangunan,
paduan
peralatan 3. Larutan
logam/logam 2. Larutan elektrolit
bangunan, & 3. Pembuatan elektrolit
campuran dalam elektrokimia.
alat-alat bahan tahan dalam
(perunggu).
pertanian. karat. elektrokimia.
3. Bahan pembuat
3. Bahan uang logam & bahan
2. Bahan 4. 4. Pewarna
perhiasan. mesin.
Contoh campuran cat & Pengobatan putih & bahan
Manfaat tinta. Kanker. campuran cat
4. Pembuatan 4. Campuran & tinta.
baterai. pembasmi kutu &
3. Pengkilap 5. Penyepuh
jamur.
kaca. logam. 6. Penyepuh
5. Pelapis & logam & anti
membuat 5. Penambah karat.
6. Pewarna
logam mudah kekuatan &
sumber sinar
ditempa & kekerasan perkakas
gamma untuk 7. Bahan dalam
tahan karat. yang mengandung
bidang pembuatan
campuran logam.
kesehatan. berbagai benda
6. Pewarna & alat rumah
hijau pada tangga.
keramik &
porselen.
8. Indikator
penting dalam
tubuh manusia
& hewan.

Proses dalam Pengolahan Meliputi - Pengolahan


tanur besi, bijih kobalt penambangan Flotasi/pengapungan, bahan mentah
hasilnya besi yang dan pengolahan bijih kemudian
dalam bentuk diproduksi pengolahan pekat. dicuci bersih,
lelehan, menggunakan (yang meliputi pelapisan baja,
Proses bersifat keras suatu sumber proses pengeringan,
- Pemanggangan
Pembuatan tetapi rapuh. sinar dengan pengeringan, pendinginan,
Dapat diolah radiasi & kalsinasi, serta
lebih lanjut energi yang reduksi, - Peleburan pencetakan
untuk tinggi. peleburan, berbentuk
mendapatkan granulasi, & - Pembersihan pipih &
sifat besi yang pengemasan). melalui proses bergelombang.
diinginkan. elektrolisis.

1. Kontaminasi 1. Bersifat
1. Kerusakan 1. Polutan di perairan 1. Dapat
dengan besi toksik namun
tanaman, laut akibat buangan mencemari
secara lebih rendah
lahan & hutan, industri yang lingkungan.
berlebihan dibanding dapat pula mengandung Cu,
dapat logam-logam
menyebabkan bersifat toksik bagi
2. Kekurangan
menyebabkan lain dalamhujan asam & organisme laut.
unsur Zn
keracunan. tanah. polusi akibat
Dampak dalam tubuh
asap,
Keberadaan 2. Dapat dapat
kesemuanya
Unsur 2. Kontaminasi 2. Dapat menimbulkan efek mengakibatkan
akibat
dengan besi menyebabkan negatif bagi gangguan,
pertambangan
berkarat dapat iritasi & pertumbuhan karang. sedangkan
karena unsur
membahayakan gangguan kelebihan
ini diperoleh
tubuh, salah pada dapat memicu
dari proses
satunya pernapasan & keracunan &
penambangan.
terkena paru-paru. gangguan
tetanus. reproduksi.