Anda di halaman 1dari 23

Dinamika Pasar Karet Alam Global: Diplomasi

Perkaretan dan Pengelolaan Informasi untuk


Membangun Sentimen Positif Pasar

Moenardji Soedargo
Gabungan Perusahaan Karet Indonesia
(GAPKINDO)

Seminar Inovasi Teknologi dan Pengembangan Kelembagaan Pemasaran Bokar Merespon Harga Karet Rendah
Balai Penelitian Sembawa - Pusat Penelitian Karet, 15 April 2019

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Outline Presentasi:
□ Pengantar
□ Global NR price discovery
□ Upaya diplomasi pasar karet
□ Dinamika harga karet alam terkait AETS
□ Outlooksupply & demand dan harga karet alam
□ Usulab program peningkatan kinerja industri perkaretan nasional
□ Penutup

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Pengantar

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Pengantar
□ Harga karet alam cukup lama mengalami tekanan
□ Persepsi yang keliru dalam memaknai faktor fundamental dan non-
fundamental
□ Upaya diplomasi perkaretan dalam kerangka ITRC
□ Pentingnya pengelolaan informasi dalam membangun sentiment
pasar positif
□ Outlook Pasar Karet Alam Global
□ Pengembangan kinerja industri karet alam nasional

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Global Natural Rubber Price Discovery

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Faktor penentu:
Mekanisme Pembentukan dan ■ GDP dunia
■ Harga minyak mentah
Transmisi Harga Karet Alam Rata-rata Surplus ■ Industri otomotif
Pasok: 0,7%/Th
Pertumbuhan Produksi
2000-2017: 4,3%/Th
i
Akumulasi Stok Karet Alam
Pertumbuhan Konsumsi
2000-2017: 3,6%/Th

Transmisi Harga Global 2019: 2,5 juta ton


ke Harga Karet di exclude stok SHFE
591,5 ribu ton
Tingkat Petani
SCR-WF
Global Supply 2018
13,988 juta ton*)
Faktor Penentu: Balance 2018
■ Kondisi Infrastruktur 0,135 juta ton*)
■ Kelembagaan Petani Global Demand 2018
■ Mtutu bahan olah 13,853 juta ton*)

Sanghai Future Exchange (SHFE):


SCR Whole Field (WF)-Non Tyre Faktor Fundamental yang
Grade SICOM Future Exchange: TSR 20: Kurang Baik/Keliru
Harga
Tyre Grades Acuan Harga Karet Persepsi,
FOB/Notering Mengakibatkan Harga
di Negara Produsen
Pabrik Karet Alam Tertekan
Tokyo Commodity Exchange dalam Waktu Relatif
(TOCOM): Lama
RSS 3 (Tubes Grade)

Catatan: *) Rata-rata perkiraan dari ANRPC, IRSG, Rubber Economist, Smit, IRCo, LMC

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia


www.gapkindo.org
Rubber Association of Indonesia
Diplomasi Perkaretan

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Upaya Diplomasi Perkaretan Untuk Mengangkat Harga Karet Alam:

□ Indonesia, Thailand dan Malaysia terikat sejak 2001 dalam forum ITRC (International
TripartietRubberCouncil) bekerjasama memperjuangkan harga karet yang lebih baik.

□ Dalam kerjasama ITRC ini Gapkindo menjadi bagian dari delegasi pemerintah. Gapkindo ditunjuk oleh
Kementerian Perdagangan sebagai pelaksana 6 kali AETS (Agreed Export Tonnage Scheme).
□ Dengan melakukan penahanan ekspor tanpa mengurangi pembelian bahan baku dari petani, telah
menyebabkan meningkatnya biaya modal kerja yang dibutuhkan pabrik crumb rubber.
□ Anggota Gapkindo dan hal ini melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya
tujuan yaitu perbaikan harga karet dan peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya
kesinambungan pasokan pada pabrik crumb rubber dapat terjaga.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Rangkaian Kegiatan Diplomasi Pasar untuk Mendongkrak Harga Karet
Senior Official Special Ministerial Special Senior Official Ketetapan Menteri IRCo BOD Meeting 4 April
Meeting (SOM) ITRC Committee Meeting Meeting (SOM) ITRC, Perdagangan RI No. 2019, Bngkok, Thailand
12-13 Desember (MCM) ITRC 22 4-5 March 2019 779/2019 Jakarta,
2018 Putrajaya, February 2018 Putrajaya, Malaysia 29 Maret 2019 IRCO Media Release 5
Malaysia Bangkok, Thailand April 2019

■ Harga karet alam ■ Tiga negara ITRC ■ Tiga negara ITRC ■ Pelaksanaan AETS ■ Menegaskan
di beberapa pasar sepakat sepakat untuk di Indonesia kembali
tidak menerapkan menerapkan dengan pelaksanaaan
mencerminkan AETS. instrument AETS. memangkas AETS ke 6.
faktor ■ Cutbacks ekspor ■ Cutbacks ekspor ekspor karet alam ■ Cutbacks eksport
fundamental yang 200.000 -300.000 sebesar 240 ribu sebesar 98.160 240.000 ton*)
sebenarnya ton untuk ton. ton periode 1 April ■ Konfirmasi NR
mengangkat ■ Periode April -Juli sd 31 Juli 2019 Production Tahun
■ Akan segera
diadakan harga karet 2019. ■ Jenis karet alam 218: Thailand:
pertemuan ■ Melanjutkan ■ Peningkatan lateks pekat, RSS, 4.879 ribu ton,
lanjutan untuk program Demand konsumsi TSR, mixture Indonesia 3.630
menetapkan Promotion Scheme domestik melalui rubber, compound ribu ton, Malaysia
instrument (DPS), dan Supply DPS dalam projek rubber 603 ribu ton.
(measures) untuk Management aspal karet ■ Menugaskan
mengangkat Scheme (SMS) Gapkindo sebagai
harga karet pelaksana AETS

Catatan: *): Thailand: 126.240 ton; Indonesia 98.160 ton; Malaysia 15.600 ton

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia


www.gapkindo.org
Rubber Association of Indonesia
Dinamika Harga Karet Alam

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Harga (Uscents/kg)

28/08/18 24/09/18 21/10/18 17/11/18 14/12/18 10/01/19 06/02/19 05/03/19

Effect of AETS Related News/Rumours on NR Price Movement


Source: SICOM Rubber - TSR20 PRICE

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Pentingnya Pengelolaan Informasi:
□ Karet alam diperdagangkan dalam pola future trading
□ Banyak pelaku terlibat dalam perdagangan: producer,
dealer, broker, pialang, spekulator

□ Informasi membentuk sentiment positif pasar


□ Informasi mendinamisasi pasar global
□ Harga karet alam terkoreksi secara berkesinambungan

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Outlook Pasar Karet Alam GLobal

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Outlook Kinerja Karet Alam Indonesia: Membaik di 2019

□ Adanya tendensi recovery price. Harga telah berada di aas USD 1,50 di awal April 2019

□ ANRPC Natural Rubber Trends & Statistics, December 2018:

> Global Production 2018 naik 4,6% dari 13,350 menjadi 13,960 juta ton

> Permintaan dunia naik 5,2% dari 13,288 juta ton menjadi 14,017 juta ton

> Terdapat defisit demand sebesar 57.000 ton untuk 2018


□ Kesepakatan ITRCMember Countries. Penerapan AETS ke-6 Tahun 2019, cutttback
ekspor 240 ribu ton

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Outlook Kinerja Karet Alam Indonesia: Membaik di 2019
(lanjt...)
□ Demand Promotion Scheme (DSP) di tiga negara produsen utama (Thailand, Indonesia
dan Malaysia): Karet untuk infrastruktur rubberized road

□ Meredanya perang dagang (perang tarif) antara Amerika - Tiongkok.

□ Rataan Harga TSR 20 tahun 2019 diperkirakan antara US Cent 150 - 155 per kg

□ Volume ekspor diperkirakan berada pada angka 3,1 juta ton


□ Nilai ekspor (devisa) sekitar USD 4,7 milyar nail 21,2% dari tahun 2018 (USD 3,9
Milyar)

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Usulan Program Peningkatan Kinerja
Industri Perkaretan Nasional

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Peningkatan Penggunaan Karet Alam Dalam Negeri
• Dilakukan secara bersama-sama oleh negara-negara produsen karet alam dunia, terutama
ITRC Members melalui program Demand Promotion Scheme (DPS): antara lain rubberizedroad.
• Pengembangan produk-produk berbasis karet alam yang memiliki daya serap tinggi dan
kompetensi teknis dalam negeri sudah memadai: dock fender, seismic isolation, rubberdam,
bridgebearing, soiidtyre, dll.
• Mengurangi ketergantungan karet alam nasional terhadap pasar ekspor

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Peremajaan kebun karet rakyat
• Gapkindo mendukung upaya pemerintah untuk perbaikan di sektor hulu melalui peremajaan
pohon karet tua.
• Memburuknya penerimaan petani selain disebabkan oleh harga yang sedang menurun juga
produktivitas kebun yang relatif lebih rendah dari negara produsen karet lainnya.
• Bila kita mampu meningkatkan produktivitas kebun sejajar dengan perkebunan rakyat negara
produsen lainnya, maka perbedaan pendapatan petani kita hanya berbeda pada ongkos angkut
saja yang berbeda karena letak geografis negara produsen dengan konsumen.
• Gapkindo juga mengusulkan langkah alternatif untuk penundaan peremajaan di tengah
rendahnya harga karet saat ini kepada pemerintah untuk mencari inovasi yang dapat
mengoptimalkan produksi dari pertanaman yang ada guna meningkatkan pendapatan petani

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Kemitraan
□ Melalaui Permentan 38 Tahun 2008, Kementerian Pertanian melakukan pembinaan kepada
petani karet melalui pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama (UPPB)
□ Gapkindo melakukan mediasi antara UPPB dengan anggota untuk mengikat kemitraan.
□ Hasil dari kerjasama ini adalah membaiknya mutu karet petani, meningkatnya pendapatan
petani serta memperpendek mata-rantai perdagangan bahan olah karet (bokar) yang
dihasilkan petani.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Pencabutan Pengenaan PPn bokar
□ Pengenaan PPn 10% terhadap bahan olah karet (bokar) dinilai memberatkan
petani karena pengenaan PPn tersebut akhirnya akan menjadi pengurang
harga di tingkat petani.
□ Dalam hal ini GAPKINDO mengusulkan agar pengenaan PPn 10% tersebut
diganti dengan pengenaan PPn 1% yang bersifat final.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Mengantisipasi tuntutan dunia untuk bahan baku yang
ramah lingkungan (sustainability natural rubber)
□ Gapkindo berinisiasi memproses pembentukan National Platform on Indonesia Natural
Rubber Sustainability melibatkan stakeholder instansi pemerintah, petani, eksportir,
pedagang internasional, pabrik ban, pabrik mobil, academia dan LSM, dengan
tujuan memperjuangkan aspek sustainabilitas lingkungan, sosial dan ekonomi
perkaretan nasional.
□ Tiga pilar dalam pengembangan National Platform on Indonesia Natural Rubber Sustainabiiity:
Economy,Social,Environment

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Penutup
□ Implementasi AETS ke-6 memberikan dampak positif terhadap pergerakan harga karet
alam di pasar global. Informasi terkait AETS dan info lainnya perlu dekelola dan di-
release secara tepat untuk menciptakan efek positif terhadap pasar.
□ Aspek penting dalam pengelolaan karet alam nasional menyangkut diplomasi pasar,
peningkatan konsumsi dalam negeri, kemitraan pelaku usaha, peremajaan karet tua,
adanya national platform NR sustainability, eliminasi PPn bokar.
□ Komoditas karet alam tetap memiliki prospek yang baik. Kinerja industri karet alam
nasional di tahun 2019 diperkirakan akan mengalami perbaikan yang cukup
signifikan.
□ Pemerintah tidak melakukan relaksasi terhadap aturan investasi industri crumb
rubber yang saat ini beroperasi tidak efisien dengan utilisasi 62%. Ketidakefisienan
ini menimbulkan biaya olah yang lebih tinggi dan akhirnya menjadi beban di hulu
(petani), tidak bisa dibebankan ke rantai hilir karena harga telah terbentuk di SICOM.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org


Rubber Association of Indonesia
Gabungan Perusahaan Karet Indonesia www.gapkindo.org
GAPKINDO Rubber Association of Indonesia