Anda di halaman 1dari 9

DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENEGAH

KABUPATEN PAKPAK BHARAT


Kompleks Panorama Indah Sindeka - Salak

SURAT PERJANJIAN KERJA


(KONTRAK)
NOMOR KONTRAK : /PPK/K/Opt.Pasar Sukarame/KOPUMKM/../2019
TANGGAL KONTRAK :

Optimalisasi Sarana Dan Prasarana Pasar Sukarame

Nama Pekerjaan : Optimalisasi Sarana Dan Prasarana Pasar Sukarame


Pelaksana :
Nilai Kontrak : Rp.0

(………………………. Rupiah)

PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT


DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENEGAH

SALAK
TAHUN 2019
PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT
DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENEGAH
Kompleks Panorama Indah Delleng Sindeka, Telp. (0627) 433050, Pos 22272
SALAK

SURAT PERJANJIAN KERJA


(KONTRAK)
Nomor : /PPK/K/Opt. Pasar Sukarame/KOPUMKM/.../2019
Tanggal : ………………..

Pada hari ini ,……. tanggal ……. bulan ……….. tahun ………………………………………………….. bertempat di Kantor
Dinas KOPERASI, UMKM Kabupaten Pakpak Bharat, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

I. Nama : DUMARITA PURBA, SP


NIP : 19760517 200502 2 002
Jabatan : Kepala Bidang Industri dan Perdagangan
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Alamat : Kantor Dinas Koperasi, UMKM Kab. Pakpak Bharat Kompleks Panorama Indah Delleng
Sindeka, Salak

Dalam hal ini bertindak didalam Jabatan tersebut untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pakpak
Bharat Cq. Dinas Koperasi, UMKM Kab. Pakpak Bharat selanjutnya dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini
disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

II. Nama :
Jabatan :
NPWP :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak didalam jabatan tersebut untuk dan atas nama Perusahaan ……………………………………
berdasarkan Akte NotarisAkte
…………... berdasarkan : Poppy Tampubolon,
Notaris SH. Nomor 1 Tanggal 10 Januari selanjutnya
……………………………………………………………..., ……. dalam Surat
Perjanjian Kerja (Kontrak) ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak melakukan perjanjian kerja berdasarkan :

(1) Undang-undang Nomor 09 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak
Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4272);

(2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 479, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ;

(3) Undang-undang Nomor 01 Tahun 2004, Tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

(4) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004, Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);

(5) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004, Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
(6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587, sebagaimana telah
diubah beberapakali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(7) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

(8) Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33);

(9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

(10) Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2008 Nomor 11, Tambahan Lembaran
Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Nomor 64);

(11) Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2017 tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten
Pakpak Bharat (Berita Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2017 Nomor 60);
(12) Keputusan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Pakpak Bharat Nomor 118
Tahun 2019 Tentang Revisi Penghunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pada Dinas Koperasi, Usaha
Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2019.

Sepakat untuk mengikatkan diri dalam suatu Perjanjian Kerja Pekerjaan Optimalisasi Sarana Dan Prasarana Pasar
Sukarame (DAU) pada Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Pakpak Bharat, dengan syarat-syarat dan ketentuan
sebagaimana tersebut dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1
PEMBERIAN DAN PENERIMAAN PEKERJAAN

PIHAK PERTAMA dalam Perjanjian Kerja ini memberikan Pekerjaan kepada PIHAK KEDUA, yang dengan

Perjanjian Kerja ini pula PIHAK KEDUA menyatakan menerima pemberian pekerjaan tersebut untuk dilaksanakan.

Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Nama Kegiatan : PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PASAR


Nama Pekerjaan : Optimalisasi Sarana Dan Prasarana Pasar Sukarame
Tahun Anggaran : 2019
Spesifikasi Teknis (RAB, HPS dan Gambar terlampir)

Pasal 3
TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN

(1) PIHAK KEDUA akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan, keahlian dan pengalaman yang
dimilikinya, sehingga pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang
berlaku.

(2) Semua tugas pekerjaan yang tercantum dalam Perjanjian Kerja ini dan ketetapan waktu pelaksanaan
pekerjaan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

(3) PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memberikan tugas yang diterima dari PIHAK PERTAMA kepada Pihak
lain, kecuali untuk pekerjaan tertentu dengan seijin PIHAK PERTAMA.

(4) PIHAK PERTAMA tidak dibenarkan baik langsung ataupun tidak langsung turut serta sebagai sub kontraktor
dari kegiatan ini.
(5) Bila hasil pekerjaan PIHAK KEDUA terdapat hal-hal yang tidak atau kurang sesuai maka PIHAK KEDUA
harus melakukan perbaikan sesuai dengan permintaan PIHAK PERTAMA tanpa biaya tambahan.

(6) Pelaksanaan pekerjaan tersebut dinyatakan selesai setelah BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN.

Pasal 4
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

(1) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 90 (Sembilan Puluh) hari kalender dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan :
a. Kontrak mulai berlaku sejak tanggal
b. Pekerjaan mulai dilaksanakan tanggal
c. Penyerahan hasil pekerjaan (Serah Terima Pekerjaan Pertama) tanggal

(2) Waktu penyelesaian pekerjaan sebagaimana tersebut ayat (1) pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK
KEDUA, kecuali adanya keadaan kahar seperti diatur dalam Pasal 18 Perjanjian Kerja ini, dan hal-hal lain
diluar kemampuan teknis yang harus mendapat persetujuan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis, bahwa
jangka waktu penyelesaian ditambah.

Pasal 5
LOKASI, JENIS DAN NILAI PEKERJAAN

Lokasi Pekerjaan : Kecamatan Kerajaan


Kabupaten Pakpak Bharat
Jenis Pekerjaan : Optimalisasi Sarana dan Prasarana Pasar Sukarame
Nilai Pekerjaan : Rp.0

(………………………. Rupiah)

Pasal 6
PEMBIAYAAN

(1) Besarnya jumlah biaya pekerjaan dalam Pasal 2 Surat Perjanjian Kerja ini sebesar :
Rp.0 (………………………. Rupiah)

(2) Dalam jumlah harga pekerjaan ini sudah termasuk segala pengeluaran beserta pajak-pajak dan pungutan-

pungutan lainnya yang dibayar oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

(3) Biaya tersebut dalam Perjanjian Kerja ini dibebankan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Dana
Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2019, pada Dinas Koperasi, UMKM
Kabupaten Pakpak Bharat

Pasal 7
CARA PELAKSANAAN PEMBAYARAN

(1) Setelah penandatanganan Kontrak, kepada Pihak Kedua dapat diberikan uang muka sebesar 30 % dari nilai
kontrak setelah Pihak Kedua mengajukan Permohonan/tagihan kepada Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus
menyerahkan Asli Jaminan Uang Muka dari Bank Pemerintah ataupun Bank Umum yang diakui.

(2) Pembayaran selanjutnya dapat dilakukan sesuai dengan prestasi hasil pekerjaan yang ditetapkan oleh
Pengawas Teknis melalui surat Pertanggungjawaban Mutlak oleh Pengawas Teknis dengan mempertimbangkan
uang muka yang diterima dengan persetujuan PIHAK PERTAMA, pembayaran dilakukan dengan ditranfer ke
rekening PIHAK KEDUA yaitu melalui :
Nama Bank :
No. Rek. (A/C) :
Atas Nama :
(3) Untuk pembayaran terakhir 5 % dapat dilakukan setelah masa pemeiharaan selesai, atau dapat dibayarkan
sebelum masa pemeliharaan selesai dengan ketentuan Pihak Kedua menyerahkan kepada Pihak Pertama Surat
Jaminan Pemeliharaan dari Bank Pemerintah atau Bank Umum sebesar 5 % dari nilai kontrak.

(4) Besarnya prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA ditetapkan di dalam Berita Acara
Prestasi Pekerjaan yang ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berdasarkan Berita Acara
Bobot Pekerjaan.

(5) Pembelian Material untuk bahan pekerjaan dapat dijadikan sebagai progres pekerjaan dan dihitung
berdasarkan bukti dan penilaian oleh Pengawas Teknis;

Pasal 8
PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN LAPANGAN

(1) Pengawasan Teknis.


a. PIHAK PERTAMA akan menetapkan Pengawas Teknis dilapangan yang akan melakukan pengawasan

atas pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA sebagai wakil PIHAK PERTAMA.
b. Pengawasan Teknis sebagaimana dimaksud pada Pasal (1) point "a." di atas adalah Pihak Dinas
Koperasi, UMKM Kabupaten Pakpak Bharat.

(2) Penanggung Jawab Pelaksanaan Lapangan.


a. PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan diwajibkan menunjuk seorang Penanggung Jawab
Pelaksanaan Lapangan yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Teknis Pekerjaan sehari-hari yang
diajukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA untuk menerima dan melaksanakan petunjuk-petunjuk
dan perintah-perintah dari PIHAK PERTAMA yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut.
b. Apabila Petugas tersebut melalaikan atau tidak melaksanakan petunjuk-petunjuk atau perintah-perintah
yang telah diberikan oleh PIHAK PERTAMA maka PIHAK PERTAMA berhak meminta penggantian
Penanggung Jawab Pelaksanaan Lapangan tersebut dan PIHAK KEDUA wajib memenuhi permintaan
tersebut.

Pasal 9
RENCANA DAN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

(1) PIHAK KEDUA diwajibkan membuat rencana kerja, menyiapkan Buku Harian Lapangan (BHL) dan Jadwal
Pelaksanaan Pekerjaan secara terinci dan harus diketahui lebih dahulu oleh PIHAK PERTAMA setelah
berkonsultasi dengan Pengawas Teknis.

(2) PIHAK KEDUA diwajibkan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana kerja dan jadwal
Pelaksanaan Pekerjaaan tersebut pada ayat 1 diatas yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Surat
Perjanjian ini.

(3) PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas rencana dan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan yang telah dibuat dan
resiko-resiko yang timbul oleh karenanya.

(4) Apabila Pelaksanaan Pekerjaan terdapat penyimpangan, kekurangan termasuk temuan-temuan setelah
pembayaran, maka PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab penuh atas penyimpangan, kekurangan ataupun
temuan-temuan tersebut.

Pasal 10
PAPAN NAMA PEKERJAAN

PIHAK KEDUA diwajibkan memasang Papan Nama Proyek dilokasi proyek yang mudah dilihat dan isinya
memberikan informasi umum tentang pekerjaan tersebut.
Pasal 11
BUKU HARIAN LAPANGAN

(1) Penanggung Jawab Pelaksanaan Lapangan yang diberi tugas oleh PIHAK KEDUA diwajibkan mengisi Buku
Harian Lapangan yang berisi laporan-laporan pada hari yang bersangkutan antara lain tentang jumlah tenaga
kerja, bahan yang dipakai, keadaan cuaca serta hal-hal yang dianggap perlu sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan tersebut.

(2) Buku Harian Lapangan tersebut seperti pada ayat 1 diatas harus selalu berada di ruangan Direksi Keet serta
diisi oleh Penanggung Jawab Lapangan setiap akhir kerja serta diperiksa dan ditandatangani oleh PIHAK
PERTAMA yang dalam hal ini dilakukan oleh Pengawas Teknik.

(3) Buku Harian Lapangan adalah sebagai sarana PIHAK PERTAMA dalam hal ini Pengawas Teknis
mencantumkan instruksi-instruksi harian kepada PIHAK KEDUA dalam Buku Harian Lapangan.

Pasal 12
KEAMANAN DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN/ PEKERJA

(1) Dalam hal melaksanakan pekerjaan dimaksud pada pasal 1 PIHAK KEDUA diwajibkan memperhatikan dan

menyelenggarakan perlindungan keamanan, kesehatan dan keselamatan para karyawan dalam pekerjaannya.

(2) PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keselamatan kerja para pekerjanya ketika melaksanakan pekerjaan
sesuai peraturan yang berlaku.
(3) PIHAK KEDUA diwajibkan menghindarkan segala bahaya yang dapat timbul atas pekerja-pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan dan apabila terjadi kecelakaan maka sebagai akibatnya adalah menjadi tanggungan
Pihak Kedua.
(4) Untuk menyimpan bahan-bahan bangunan tersebut, dan alat-alat kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
pekerjaan maka PIHAK KEDUA harus membuat gudang yang baik untuk menghindari pencurian bahan-bahan
agar diadakan penjagaan yang cukup.
(5) PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh atas keamanan bahan-bahan dan material.

Pasal 13
PENGENDALIAN PEKERJAAN

(1) Pengawas Teknis melakukan pengendalian atas pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan mencatat instruksi-
instruksi serta petunjuk-petunjuk yang diperlukan pada Buku Harian Lapangan.

(2) PIHAK PERTAMA selaku penanggung jawab proyek melaksanakan pemantauan (monitoring) pelaksanaan
pekerjaan di lapangan dengan cara memeriksa laporan dalam Buku Harian Lapangan dan laporan-laporan lain
yang berkaitan serta selalu mengadakan peninjauan ke lapangan disertai instruksi pengarahan yang perlu
kepada Pengawas Teknis dan Penanggung Jawab Pelaksanaan Lapangan.

Pasal 14
BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN TAHAP PERTAMA

(1) Apabila pekerjaan sebagaimana dimaksud pada pasal 2 selesai 100 % dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA,

maka PIHAK KEDUA diwajibkan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada PIHAK PERTAMA.

(2) Penyerahan hasil pekerjaan dimaksud pada ayat 1 diatas dilaksanakan dengan Berita Acara Serah terima
Pekerjaan Tahap Pertama yang ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA setelah melalui
proses penelitian oleh Panitia Serah Terima Pekerjaan Tahap Pertama / Provisional Hand Over (PHO).

Pasal 15
MASA PEMELIHARAAN

(1) PIHAK KEDUA dalam jangka waktu 150 (seratus lima puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal
penyerahan pertama seperti tersebut pada pasal 14 diwajibkan untuk merawat dan memelihara hasil tersebut,
dan apabila terdapat kerusakan-kerusakan maka PIHAK KEDUA diwajibkan melaksanakan perbaikan dengan
biaya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
(2) Apabila terjadi kerusakan sebahagian besar atau keseluruhan terhadap bangunan yang bukan disebabkan oleh
bencana alam, maka perbaikannya adalah merupakan tanggung jawab Kontraktor secara keseluruhan. Setelah
semua kekurangan/cacat diperbaiki, PIHAK KEDUA dapat mengajukan permohonan kepada PIHAK
PERTAMA untuk membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Kedua (FHO) pada akhir Masa Pemeliharaan.

Pasal 16
BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN TAHAP KEDUA DAN JAMINAN KONSTRUKSI

(1) Setelah jangka waktu masa Pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada pasal 15 berakhir, maka PIHAK
KEDUA diwajibkan menyerahkan hasil pekerjaan tersebut untuk kedua kalinya / terakhir kepada PIHAK
PERTAMA.

(2) Penyerahan hasil pekerjaan kedua/terakhir dimaksud pada ayat 1 diatas, dilaksanakan dengan pembuatan
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Tahap Kedua yang ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK
PERTAMA setelah memenuhi spesifikasi pekerjaan secara kuantitas dan kualitas serta setelah melalui proses
penelitian oleh Panitia Serah Terima Pekerjaan Tahap Kedua / Final Hand Over (FHO).

(3) Apabila setelah jangka waktu masa pemeliharaan telah berakhir, PIHAK KEDUA tidak melaksanakan

penyerahan kedua / terakhir kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA tidak diperkenankan mengikuti

pelelangan selama 1 (satu) tahun dengan tetap berkewajiban menyelesaikan serah terima kedua/terakhir.

Pasal 17
DENDA DAN SANKSI

(1) Apabila sampai batas waktu habisnya masa pelaksanaan pekerjaan ini PIHAK KEDUA belum juga
menyerahkan hasil pekerjaannya kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda
sebanyak 1‰ (Satu Permil) setiap hari keterlambatan dari nilai pekerjaan yang belum terselesaikan dengan
batas maksimum 5% dari Nilai Surat Perjanjian Kerja.

(2) Dalam hal ini PIHAK KEDUA tidak memenuhi perjanjian pelaksanaan pekerjaan ini, maka PIHAK KEDUA
wajib mengembalikan kepada PIHAK PERTAMA dana pekerjaan yang telah diterimanya.

Pasal 18
KEADAAN KAHAR

(1) Yang dimaksud dalam keadaan kahar adalah peristiwa-peristiwa antara lain seperti berikut :

a. Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dan banjir)


b. Kebakaran yang bukan disebabkan oleh PIHAK KEDUA.
c. Perang, huru-hara, pemogokan, pemberontakan dan epidemic, yang secara langsung ada hubungannya
dengan penyelesaian pekerjaan ini.
d. Curah hujan yang tinggi selama yang ditetapkan oleh data dari BMKG.

(2) Apabila terjadi keadaan kahar maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara
tertulis selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadi keadaan kahar disertai bukti-bukti
yang sah dan demikian juga pada waktu keadaan kahar berakhir, maka PIHAK KEDUA harus
memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari
kalender sejak keadaan kahar berakhir.

(3) Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis
alasan-alasan atau bukti-bukti yang diajukan sebagai keadaan kahar dalam jangka waktu 3x24 jam setelah
diterimanya pemberitahuan tertulis dari PIHAK KEDUA.
(4) Apabila dalam waktu 3x24 jam sejak diterimanya pemberitahuan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA
dan PIHAK PERTAMA tidak memberi jawabannya maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui tentang
adanya keadaan kahar tersebut.

(5) jika PIHAK KEDUA tidak mungkin lagi melaksanakan tugasnya karena adanya Keadaan Memaksa tersebut
maka PIHAK KEDUA dibebaskan untuk menyelesaikan tugasnya seperti tersebut dalam Perjanjian Kerja ini
dan PIHAK KEDUA wajib menyerahkan semua data, dan gambar-gambar, dokumen-dokumen yang telah
dipersiapkan sampai saat terjadinya Keadaan Memaksa tersebut.

Pasal 19
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka pada dasarnya akan diselesaikan secara
musyawarah.

(2) Apabila perselisihan ini tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka perselisihan ini akan diputuskan
melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), putusan ini mengikat secara mutlak untuk tingkat pertama
dan terakhir.

(3) Apabila tidak diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) maka dapat memilih melalui
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sidikalang.

(4) Semua ongkos – ongkos/ biaya – biaya untuk menyelesaikan perselisihan – perselisihan yang tersebut dalam
pasal ini adalah menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

Pasal 20
PERUBAHAN TUGAS PEKERJAAN

(1) Apabila PIHAK PERTAMA mengadakan perubahan - perubahan dalam bagian pekerjaan sebagaimana
tersebut dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) ini, maka pada saat itu pula PIHAK PERTAMA bersama-sama
PIHAK KEDUA mengadakan penilaian terhadap bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh PIHAK KEDUA.

(2) Perubahan-perubahan sebagaimana ayat (1) Pasal ini tidak diperolehkan merubah harga (fixed price)
sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1), dan akan diatur dalam Amandemen Perjanjian Kerja yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian Kerja ini dan menjadi sah berlaku setelah ditandatangani kedua
belah pihak.
(3) Harga bagian-bagian pekerjaan telah disahkan diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA akan dibayarkan
kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 21
WANPRESTASI DAN AKIBATNYA

(1) Apabila PIHAK KEDUA setelah mendapatkan peringatan tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut tidak
mengindahkan kewajiban-kewajibannya dan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian
Kerja ini maka PIHAK KEDUA dinyatakan melakukan kelalaian.

(2) PIHAK KEDUA akan dikenakan denda oleh PIHAK PERTAMA sebesar 1‰ (satu per seribu) dari harga
pelaksanaan pekerjaan untuk setiap hari kelambatan pekerjaan bila ternyata jangka waktu penyerahan hasil
pekerjaan oleh PIHAK KEDUA dalam Pasal ayat 1 tidak dipenuhi, jumlah seluruh denda tersebut setinggi-
tingginya 5% (lima persen) dari seluruh harga pelaksanaan pekerjaan pada akhir kontrak.

(3) Denda-denda tersebut dalam ayat (1) dan (2) Pasal ini akan diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran
PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

(4) PIHAK PERTAMA dapat memutuskan secara sepihak Perjanjian Kerja ini tanpa menggunakan Pasal 1266
KUHP Perdata apabila :
a. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Kerja ini.
b. Jika jangka waktu yang ditetapkan dalam ayat Pasal 4 ayat (1) Perjanjian Kerja ini tidak ditepati,
sedangkan PIHAK PERTAMA telah memberikan peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA 3
(tiga) kali berturut-turut.
(5) Apabila terjadi pemutusan Perjanjian Kerja PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Perusahaan lain peserta lelang
untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

(6) Selain terjadi pemutusan sebagaimana tersebut ayat (4) Pasal ini, Perjanjian Kerja ini hanya dapat dibatalkan
dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.

Pasal 22
KETENTUAN HUKUM DAN DOMISILI

(1) Untuk Pelaksanaan Kerja Pekerjaan ini berlaku Hukum Indonesia.

(2) Kedua belah pihak telah sepakat untuk melaksanakan Perjanjian Kerja ini dengan memilih tempat yang tetap
dan sah di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sidikalang.

Pasal 23
BEA MATERAI DAN PAJAK

Segala biaya yang ditimbulkan sebagai akibat dibuatnya Perjanjian Kerja ini termasuk bea materai dan pajak-pajak
menjadi beban PIHAK KEDUA.

Pasal 24
KETENTUAN LAIN

(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu
oleh kedua belah pihak, akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Tambahan (Addendum) yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja ini.

(2) Barang-barang yang dibeli atau diadakan atau dibuat untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan
oleh PIHAK KEDUA yang termasuk dalam lingkup dalam lingkup pekerjaan ini, maka dengan berakhirnya
pekerjaan tersebut wajib diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang selanjutnya
diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada Unit Pengelola Barang pada Kabupaten Pakpak Bharat yang akan
dimanfaatkan sebagai kekayaan Daerah.

Pasal 25
PENUTUP

Perjanjian Kerja ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di Salak, dalam rangkap 7 (tujuh), 3 (tiga) asli
bermaterai Rp. 6.000,- yaitu 2 (dua) asli bermaterai untuk PIHAK PERTAMA dan 1 (satu) asli bermaterai untuk
PIHAK KEDUA, selebihnya diberikan kepada yang berkepentingan atas pekerjaan ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

DUMARITA PURBA, SP
Penata TK.I
NIP. 19760519 200502 2 002

Tembusan disampaikan kepada :


1. Bupati Pakpak Bharat, sebagai laporan
2. Kepala BPK-PAD Kabupaten Pakpak Bharat;
3. Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat;
5. Pertinggal