Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rifa Emilda Febrianto

Absen : 30
Kelas : XII MIPA 1
Tanggal : Kamis, 7 Februari 2019

Kritik Seni Lukis


“The Hidden Nirvana”
Karya Dinda-Gema-Fya-Rifa

Judul Karya : The Hidden Nirvana


Nama Seniman : Adinda Kusumastuti, Gemalangi Aida Sri, Alfyah Edina Endarsih,
Rifa Emilda Febrianto
Bahan : Cat Akrilik di Atas Kanvas
Ukuran : 50 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan : 2019

Lukisan karya kami yang berjudul “The Hidden Nirvana” divisualisasikan dengan
metafora khasnya yaitu sebuah pohon besar yang terletak di pertengahan sungai. Material
subjeknya merupakan gambar tentang ranting-ranting pohon yang tersebar di pinggir
sungai dan di belakangnya terdapat kabut-kabut yang menutupi pohon bagian belakang.
Sebuah pohon besar yang di sekitarnya terdapat semak belukar serta pohon lainnya yang
tertutupi kabut, menggambarkan sudut pandang pengamat yang seolah-olah sedang tersesat
(hilang) di tengah hutan. Namun, pemandangan dan paduan warna yang tertangkap oleh
indera penglihatan terlihat indah. Perasaan yang tadinya kalut karena tersesat akan menjadi
bahagia dan tenang ketika pengamat bisa merasakan rasa serta suasana hati yang
ditimbulkan dari kesan-kesan warna yang kami poleskan. Dari hal tersebutlah maka sang
pengamat bisa menganggapnya sebuah Nirvana. Nirvana atau nibbana merupakan
kebahagiaan tertinggi, suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa. Kebahagiaan
Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indera, melainkan dengan
menenangkannya.
Medium lukisan kami adalah cat akrilik yang dikerjakan di atas kanvas berukuran
50 cm × 60 cm. Teknik yang dominan digunakan ialah dry brush yaitu teknik sapuan kuas
kering. Bentuk atau form dari karya kami yaitu sedikit sentuhan gaya romantisme namun
tetap dengan aliran naturalisme. Saat membuatnya, kami dengan detail mempersiapkan
serta menyusun komposisi warna yang akan ditorehkan sehingga nanti warna-warna dalam
hasil lukisan pun dapat menghasilkan karakter yang kuat.
Tetapi yang menjadi kekurangan dalam karya ini adalah persebaran bintik putih
(salju) dalam lukisannya seperti kurang apik. Tak hanya itu, pohon-pohon cemara bagian
belakang yang tertutupi kabut pun dilukis kurang terlihat (kurang tampak) dan kesan kabut
yang ditampilkan agak berlebihan saat dilukis. Namun, menurut saya hal tersebut tidak
mengganggu nilai estetika dari lukisan itu sendiri. Karena jika dilihat dari jarak agak jauh
pun, lukisan ini juga sudah terlihat sangat bagus bagi pelukis pemula seperti kami.