Anda di halaman 1dari 31

KATA PENGANTAR

Puji syukur terhadap TUHAN YANG MAHA ESA dan Anugerah nya
sehingga kami bisa membuat makalah ini yang berjudul “Struktur Organisasi
Laboratorium Medik & Tata Kerjanya”.
Makalah ini di tujukan untuk ilmu produktif analis kesehatan agar
Mahasiswa bisa memahami tentang Manajemen dan struktur laboratorium medik
serta tata kelola yang dipergunakan saat seorang analis ada di ruang laboratorium
medik.
Penulis menyadari bahwa tulisan dan penyusunan berikut ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu sumbangan saran untuk perbaikan dari semua pihak
sangat di harapkan agar susunan nya dapat lebih sempurna pada saat yang akan
datang.

Penyusun

Menik Sri Rahayu


Noor Afni Iriani
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manajemen laboratorium medik ( medical laboratory management ) adalah
usaha untuk mengelola laboratorium medik. Suatu laboratorium dapat dikelola
dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu
dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium medik yang canggih, dengan
staf profesional yang terampil belum tentu dapat berfungsi dengan baik, jika tidak
didukung oleh adanya manajemen laboratorium medik yang baik. Oleh karena itu
manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
kegiatan laboratorium sehari-hari.
Pengelolaan laboratorium medik akan berjalan dengan lebih efektif
bilamana dalam struktur organisasi laboratorium didukung oleh Board of
Management yang berfungsi sebagai pengarah dan penasehat. Board of
Management terdiri atas para senior/profesor yang mempunyai kompetensi dengan
kegiatan laboratorium medik yang bersangkutan
Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-
orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan
memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana,
data) dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan bersama. (diambil dari wikipedia). Organisasi merupakan sistem kerjasama
antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk
pencapaian tujuan bersama.
Fungsi Organisasi Laboratorium Medik
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung
jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi
harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan
kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus
dipertanggungjawabkan.
2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur
organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun
hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang
dipercayakan kepada seseorang.
3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi
sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan
pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam
melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.

Kejelasan Jalur Hubungan. Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung


jawab setiap karyawan atau pegawai dalam sebuah organisasi, maka dibutuhka
kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian
pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling menguntungkan
Manfaat Organisasi Laboratorium
1. Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan akan lebih
efektif dengan adanya organisasi yang baik.
2. Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat. Contoh dari manfaat ini
adalah, jika organisasi bergerak di bidang kesehatan dapat membentuk
masyarakat menjadi dan memiliki pola hidup sehat. Organisasi
Kepramukaan, akan menciptakan generasi mudah yang tangguh dan ksatria
3. Organisasi menawarkan karier. Karier berhubungan dengan pengetahuan dan
keterampilan. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup,
berorganisasi dapat menjadi solusi.

Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan. Organisasi selalu berkembang


seiring dengn munculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu. Peran penelitian
dan pengembangan sangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan
mengukir sejarah ilmu pengetahuan.
B. Rumusan Masalah
1. Definisi organisasi laboratorium medik
2. Defenisi manajemen laboratorium medik
3. Macam-macam laboratorium kesehatan
4. Fungsi laboratorium kesehatan
5. Peranan laboratorium kesehatan
6. Struktur laboratorium medik

C. Tujuan
1. Pembuatan makalah yang berjudul “Struktur Organisasi Laboratorium
Medik & Tata Kerjanya” ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk
menambah ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan
laboratorium dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat.
2. Untuk mengenalkan mahasiswa tentang fungsi-fungsi pelayanan
laboratorium kesehatan bagi masyarakat.
3. Mengenalkan peranan laboratorium medik dalam pengaruhnya terhadap
kesehatan masyarakat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Manajemen Laboratorium


Menurut Herujito, Yayat M (2006:1) Secara umum manajemen sering
didefinisikan sebagai, “Getting things done through other people – menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain”. Telah disebutkan berkali-kali bahwa supervisor
merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk
merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan
mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.
Oleh karena itu supervisor wajib bekerja secara :
1. Efektif, melakukan sesuatu dengan membawa hasil.
2. Efisien, melakukan sesuatu dengan hemat sumber daya.
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan,
dan pengen dalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses disini adalah cara
yang sistematis untuk melakukan sesuatu. Semua manajer, apapun keahlian dan
keterampilan mereka, akan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan
untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

B. Fungsi Manajemen Laboratorium


Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan
melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali
diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal
abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang,
mengorganisir, memerintah, mengkoordinasi, dan mengendalikan.
Fungsi-fungsi manajemen dari manajemen sumber daya manusia adalah
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Sedangkan yang
akan dibahas dalam makalah ini hanya tiga point, yaitu : perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian.
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan kegiatan memikirkan apa yang akan dikerjakan
dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan adalah merinci tujuan yang akan dicapai
dan memutuskan di awal tindakan tepat yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tersebut. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan laboratorium secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Pimpinan mengevaluasi
berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat
apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan
laboratorium.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. Fungsi
perencanaan (planning) meliputi pendefinisian tujuan suatu organisasi, penentuan
strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut, dan pengembangan
serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengkoordinir berbagai
aktivitas.
Tujuan atau sasaran sering kali ditetapkan secara bersamaan dengan proses
perencanaan. Setelah mengetahui sasaran yang akan dituju maka kepala ruangan
laboratorium harus membuat rencana untuk mencapainya.
Aktivitas perencanaan meliputi :
1. Menganalisis situasi-situasi saat ini,
2. Mengantisipasi masa depan,
3. Menentukan sasaran-sasaran,
4. Menentukan jenis aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan perusahaan,
5. Memilih strategi-strategi korporat dan bisnis, dan
6. Menentukan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan
organisasi.
Perencanaan mengatur situasi dalam bertindak untuk pencapaian yang
utama. Kegiatan biasanya didasarkan pada suatu metode, rencana atau logika
tertentu, sehingga perlu direncanakan. Fungsi perencanaan untuk lingkungan
laboratorium medik bersifat dinamis, dan strategis.
2. Pengorganisasian (organizing)
Dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan
yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah penanggung jawab laboratorium
dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas yang telah dibagi. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan
cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus
mengerjakannya, bagaimana tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut untuk mengumpulkan dan mengkoordinasi
kan manusia, keuangan, hal-hal fisik, hal yang bersifat informasi, dan sumber daya
lainnya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Setelah program disusun dan ditetapkan, organisasi dibentuk untuk
melaksanakan program tersebut. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan.
Oleh karena itu, penanggung jawab laboratorium harus membentuk organisasi
dengan struktur yang menggambarkan hubungan antar tugas, pegawai, dan faktor
fisik.
Aktivitas-aktivitas pengorganisasian, yaitu :
1. Menarik orang-orang ke dalam instalasi/divisi,
2. Menentukan tanggung jawab pekerjaan,
3. Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam unit kerja,
4. Menyusun dan mengalokasikan sumber daya,
5. Menciptakan kondisi yang memungkinkan orang-orang dan hal-hal lainnya
bekerja sama untuk mencapai kinerja maksimum.

Secara khusus, pengorganisasian mencakup penentuan bagaimana cara


mengelompokkan berbagai aktivitas dan sumber daya. Elemen dasar dari
pengorganisasian yaitu seperti perancangan pekerjaan, departementalisasi,
hubungan otoritas, rentang kendali, serta peran lini dan staf.
3. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah
salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, koreksi sehingga
arah dan tujuan tercapai. Bentuk pengendalian diantaranya adalah dengan
memeriksa laporan secara berkala untuk memantau aktivitas untuk memastikan
aktivitas tersebut diselesaikan seperti yang telah direncanakan dengan cara berupa
observasi dan koreksi selama rencana sedang dijalankan.
Pengendalian merupakan fungsi manajemen untuk memantau kinerja dan
mengimplementasikan perubahan yang diperlukan. Melakukan pemantauan adalah
aspek penting dari pengendalian.
Perangkat-perangkat Manajemen Laboratorium
Untuk mengelola laboratorium medik yang baik kita harus mengenal
perangkat-perangkat apa yang harus dikelola. Perangkat-perangkat manajemen lab
itu adalah :
1. Tata ruang (lab lay out) 7. Organisasi
2. Alat yang baik dan terkalibrasi 8. Fasilitas dan Keuangan
3. Infrastruktur 9. Disiplin yang tinggi
4. Administrasi 10. Keterampilan
5. Inventarisis & keamanan 11. Peraturan Dasar
6. Keamanan dan Keselamatan 12. Penanganan masalah Umum
Kerja 13. Jenis-jenis pekerjaan.
Semua perangkat-perangkat ini jika dikelola secara optimal, akan
memberikan optimalisasi manajemen lab yang baik. Dengan demikian manajemen
lab itu adalah suatu tindakan pengelolaan yang komplek dan terarah, sejak dari
perencanaan tata ruang (lab-lay-out) sampai dengan semua perangkat -perangkat
penunjang lainnya. Semua perangkat- perangkat tersebut sebagai pusatnya (core
activities) adalah Tata Ruang (Lab Lay Out).
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian menejemen laboratorium


Pengelolaan Laboratorium Medik (Medichal Laboratory Management)
adalah usaha untuk mengelola Laboratorium Medik. Laboratorium dapat dikelola
dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Beberapa
alat laboratorium yang canggih, dengan staf yang terampil belum tentu dapat
beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium
yang baik karena merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
laboratorium. Suatu manajemen laboratorium yang baik memiliki sistem organisasi
yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas .yang
efektif, efisien, disiplin, dan administrasi laboratorium yang baik pula.

B. Manajemen laboratorium
Untuk mengelola laboratorium yang baik kita harus mengenal perangkat
yang harus dikelola. Perangkat manajemen laboratorium itu adalah :
1. Tata ruang (lab lay out) 7. Organisasi
2. Alat yang baik dan terkalibrasi 8. Fasilitas dan Keuangan
3. Infrastruktur 9. Disiplin yang tinggi
4. Administrasi 10. Keterampilan
5. Inventarisis & keamanan 11. Peraturan Dasar
6. Keamanan dan Keselamatan 12. Penanganan masalah Umum
Kerja 13. Jenis-jenis pekerjaan.

Semua perangkat ini jika dikelola secara optimal, akan memberikan


optimalisasi manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikian manajemen
laboratorium itu adalah suatu tindakan pengelolaan yang komplek dan terarah, sejak
dari perencanaan tata ruang (lab-lay-out) sampai dengan semua perangkat
penunjang lainnya. Semua perangkat tersebut sebagai pusatnya (core activities)
adalah Tata Ruang (Lab Lay Out)
C. Rincian kegiatan masing-masing
1. Tata Ruang (Lab lay out)
Untuk tata ruang, sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga laboratorium
dapat berfungsidengan baik. Tata ruang yang sempurna, dimulai sejak perencanaan
gedung pada waktu dibangun. Tata ruang yang baik harus mempunyai :
a. Pintu masuk (in) j. Ruang bekerja (Activiting-
b. Pintu keluar (out) room)
c. Pintu darurat (emergency- k. Ruang gudang (storage-room)
exit) l. Lemari glass (glass-room)
d. Ruang persiapan (preparation- m. Lemari alat optic (opticals-
room) room)
e. Ruang peralatan (Lab-room) n. Pintu jendela dengan
f. Ruang penangas (fume) pengaman
g. Ruang penyimpanan (storage o. Fan (untuk dehumidifier)
- room) p. AC untuk alat tertentu yang
h. Ruang staff (Staff-room) memerlukan AC-system.
i. Ruang rapat (seminar-room)

2. Alat yang Baik dan Terkalibrasi


Pengenalan peralatan laboratorium adalah merupakan hal yang harus
diketahui dengan pasti oleh setiap petugas laboratorium yang akan mengoperasikan
alat tersebut. Setiap alat yang akan dioperasikan itu harus benar-benar dalam
kondisi :
a. Siap untuk dipakai (Ready for use
b. Bersih
c. Terkalibrasi
d. Tidak rusak
e. Beroperasi dengan baik
Peralatan yang ada juga harus disertai dengan buku petunjuk (manual-
operation) mana tahu sesewaktu ada kerusakan kecil/atau kerusakan besar, maka
buku manual ini akan dapat dimanfaatkan oleh analis laboratorium. Manajemen
laboratorium yang baik akan tercipta pekerjaan yang mantap. Peralatan
laboratorium tersusun secara teratur sesuai dengan fungsinya pada tempat yang
disediakan dan dalam keadaan yang baik. Setelah habis dipakai kembali
dibersihkan dan disusun seperti semula. Semua alat-alat ini sebaiknya diberi
cover/penutup agar tidak cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat
yang bersangkutan.
a. Untuk alat-alat glass (Glassware)
Alat-alat glass harus dalam keadaan bersih. apalagi yang sesewaktu sering
dipakai. Untuk alat-alat gelas yang memerlukan sterilisasi, sebaiknya di sterilisasi
sebelumdipakai. Semua alat-alat glass ini harus ada lemari khusus.
b. Untuk bahan - bahan kimia
Untuk bahan-bahan kimia yang bersipat asam, dan alkalis sebaiknya
ditempatkan pada ruang/kamar fume (untuk mengeluarkan ,gas-gas yang mungkin
timbul). Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah menguap. Pada ruangan
fume ada fan, agar udara/uap yang ada dapat dipompa keluar. Botol-botol bahan
kimia yang berwama coklat/gelap tidak boleh kena sinar matahari, sebaiknya
ditempatkan pada lemari khusus.
c. Alat-alat mikroskop
Alat-alat mikroskop dan alat-alat optik lainnya harus disimpan pada tempat
yang kering dan tidak lembab. Kelembaban yang tinggi akan menyebabkan lensa-
lensa akan berjamur. Jika jamur ini banyak, maka mikroskop akan rusak dan tidak
dapat dipakai sama sekali. Sebagai tindakan pencegahan, tempatkan mikroskop
dalam kotaknya, plus ada sachet silica-gelnya, dan sebelum disimpan harap dichek
kembali agar tetap bersih. Tempatkan mikroskop ini dalam lemari-lemari khusus
yang senantiasa tidaklembab. Untuk lemari periu diberi lampu pijar (15 - 20) watt,
agar ruang ini tetap selalu panas dan akan mengurangi kelembaban (dehumidifier-
air). Alat-alat optic lainnya seperti lensa pembesar (loupe), alat camera,
microphoto-camera, juga dapat ditempatkan pada lemari khusus yang tidak lembab
atau dalam alat desiccator.
3. Lab-infra Struktur
Lab infrastruktur meliput :
a. Laboratory assessment
(Lokasi Lab. Konstruksi Lab dan fasilitas lain, termasuk pintu utama, pintu
emergency, jenis pelataran/benches, jenis atap, jenis dinding, jenis lantai, jenis
pintu, jenis lampu yang dipakai, kamar penangas, jenis pembuangan limbah, jenis
ventilasi, jenis AC, jenis tempat penyimpanan, jenis-jenis lemari bahan kimia, alat
optics, timbangan dan instrument yang lainnya, kondisi Lab bersih atau kotor etc).
b. General Services (Servise yang umum)
(Kebutuhan listrik, stabilitas tegangan, sumber listrik, distribusi arus, jenis panel
listrik, jenis sockets, sumber air, pendistribusiannya cukup/tidak cukup, jenis kran
yang dipakai. jenis-sink (bak pembuangan air, apakah tekanan air cukup/tidak,
instalasi air. instalasi listrik , keadaan toilet/kamar kecil, jenis kamar/ruang
persiapan dan kamar khusus lainnya seperti kamar perbaikan/workshop,
penyediaan tenaga teknisi, penyediaan dana Lab dsb.).
4. Lab.Administrasi
Lab Administrasi meliputi kegiatan administrasi yang ada di laboratorium.
Kegiatan itu meliputi :

a. Inventarisasi peralatan lab yang ada.


b. Daftar kebutuhan alat baru, atau alat tambahan (assessories), alat-alat yang rusak,
dan alat-alat yang dipinjam/dikembalikan (lihat daftar form 1,2,3,4 dst, (pada
makalah Administrasi Laboratorium).
c. Keluar masuk surat menyurat.
d. Daftar pemakaian lab, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum/research yang
ada. e. Daftar Inventarisasi bahan-bahan kimia dan non-kimia, bahan-bahan gelas
dan sebagainya.
e. Daftar Inventarisasi alat-alat meubelair (kursi, meja, bangku, lemari dsb.)
Kegiatan administrasi ini adalah merupakan kegiatan rutin yang
berkesinambungan. Karenanya persiapkanlah adminsitrasi lab yang baik, teratur
dan terorganiser dengan baik.

5. Lab. Inventory & Secutiry


Kegiatan Lab Inventory & security meliputi :
a. Semua kegiatan inventarisasi (Inventory = inventarisasi), seperti yang telah
disebutkan di atas pada semua peralatan lab yang ada, secara detail. Inventarisasi
ini juga harus memuat sumbernya (= darimana alat-alat ini diterima). Misalnya :
Proyek Dip USU tahun berapa, WUEP, ADB Project, Bantuan Pemerintah Jepang,
Bantuan Direktorat Jenderal Perkebunan dan sebagainya).
b. Security (= jaminan, keamanan) : Security disini dimaksudkan apakah peralatan
lab tersebut memang tetap ada di laboratorium, yang anda pinjam. Apakah ada yang
hilang, dicuri, pindah tempat, namun tidak dilaporkan keadaan yang sebenarnya.
Ingat bahwa barang-barang/dan semua peralatan lab yang ada adalah milik negara,
jadi harus tetap tidak boleh ada yang hilang.
Tujuan yang ingin dicapai dan Inventory & Security ini adalah :
1) mencegah kehilangan dan penyalah gunaan
2) mengurangi biaya-biaya operasi
3) meningkatkan proses pekerjaan dan hasilnya
4) meningkatkan kualitas kerja
5) mengurangi resiko kehilangan
6) mencegah pemakaian yang berlebihan
7) meningkatkan kerjasama.
Disini akan diberikan beberapa petunjuk umum, agar setiap laboran/pekerja /asisten
dapat bekerja dengan aman. (lihat lab safety)
6. Lab. Safety Prinsip Umum
a. Tanggung jawab
Kepala Lab dan asisten bertanggung jawab penuh terhadap segala kecelakaan yang
mungkin timbul. Karenanya Kepala Lab harus orang yang benar-benar
berpengalaman, punya skill, profesional dan juga teknisi Lab yang baik.
b. Kerapian
Semua koridor, jalan keluar dan alat pemadam api harus bebas dari hambatan
seperti botol-botol, dan kotak-kotak. Lantai harus bersih dan bebas minyak, air dan
material lain yang mungkin menyebabkan lantai licin. Semua alat-alat dan reagent
harus segera dikembalikan ketempatnya semula setelah digunakan.
c. Kebersihan masing-masing pekerja di laboratorium
d. Perhatian terhadap tugas masing-masing harus berada pada pekerjaan mereka
masing-masing, jangan mengganggu pekerjaan orang lain. Experiment yang
memerlukan perhatian penuh tidak boleh ditinggalkan.
e. Pertolongan pertama (First - Aid)
Semua kecelakaan bagaimanapun ringannya. harus ditangani di tempat pertolongan
pertama. Bila mata terpercik, harus segera digenangi air dalam jumlah yang banyak.
Jika tidak bisa segera panggil dokter. Jadi setiap lab harus memiliki kotak First-
Aid. Ini harus selalu dikontrol.
f. Pakaian
Saat bekerja di lab dilarang memakai baju longgar, kancing terbuka, berlengan
panjang, kalung teruntai, anting besar dan lain-lain yang mungkin dapat ditangkap
oleh mesin, ketika bekerja dengan mesin-mesin yang. bergerak. Yang paling
penting lindungi rambut dari masin-mesin yang bergerak.
g. Berlari di Laboratorium
Tidak dibenarkan berlari di lab atau dikorridor, berjalanlah ditengah korridor untuk
menghindari bertabrakan dengan orang dari pintu yang hendak masuk.
h. Pintu-pintu
Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya
kecelakaan (misalnya : kebakaran).
i. Alat-alat
Alat-alat harus diletakkan ketengah atau jauh dari pinggir bench, untuk
menghindari agar alat-alat tersebut tidak jatuh kelantai. Sebaiknya juga harus
diletakkan pada dekat sumber listrik/power jika memang alat tersebut memerlukan
listrik untuk sumber tenaganya. Demikian juga untuk alat-alat yang menggunakan
air sebagai sumber tenaganya harus dekat dengan sumber air pet.
7. Budget-fasilities
Tersedianya dana yang memadai akan sangat diperlukan dalam operasional
laboratorium. Tanpa adanya dana yang cukup, kegiatan laboratorium akan
berjalan tersendat-sendat, bahkan mungkin tidak dapat beroperasi dengan baik.
Dana dapat diperoleh dan :
a. SPP – USU
b. Anggaran rutin/DIP USU
c. OPF (sekarang tidak ada lagi).
d. Dana Fakultas
e. Dana Operasional/Pendukung WUEP
f. Dan lain-lain (sponsor/donor)
Tersedianya dana, juga dapat ditentukan dari gigihnya Pimpinan
Fakultas memperjuangkannya, yang tidak kalah pentingnya ialah mengusahakan
dana sendiri (make the unit self-funding), misalnya : kegiatan penelitian, kegiatan
tugas akhir/thesis mahasiswa, kegiatan public service (ada borongan dari luar), dan
sebagainya. Jika anggaran rutin tidak ada, maka kegiatan operasional Laboratorium
tidak akan tercapai dengan baik.
8. Disiplin Yang Tinggi
Disiplin yang tinggi dari laboran maupun tenaga skill yang ada, akan mendapatkan
efisiensi kerja yang baik. Untuk mencapai disiplin yang tinggi, akan dapat
tergantung dari altitude laboran yang bersangkutan. Mereka harus dapat menyadari
akan tugas, wewenang dan fungsinya. Selanjulnya sesama laboran harus ada
kerjasama yang baik, dan membimbing staf laboran yang masih muda (belum
punya pengalaman). Selalu berkomunikasi dengan laboran yang lain, sehingga
setiap kesulitan dapat dipecahkan/diselesaikan bersama.

9. Skill
(Keterampilan) Tenaga-tenaga laboran yang memiliki keterampilan (Skill) yang
baik harus dapat ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan keterampilan mungkin
dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan sebagai pendidikan keterampilan
khusus, penataran (workshop) maupun magang-magang dan sebagainya. Namun
diharapkan agar semua laboran dapat berperan aktif di labnya masing-masing.
Untuk menunjang keterampilan ini laboran dapat bertanya pada staf pengajar yang
lebih berpengalaman, atau pada tenaga lab technisi yang ada . Buat team kerja yang
baik (Team-Configuration), mungkin melalui team ini dapat diketahui keterampilan
khusus apa yang diperlukan oleh setiap laboran.

10. Peraturan Dasar


Beberapa peraturan dasar untuk menjamin kelancaran jalannya pekerjaan di Lab
harus dipenuhi, antara lain :
a. Jangan makan didalam laboratorium
b. Jangan minum didalam laboratorium
c. Dilarang merokok (No-smoking). Ini sangat berbahaya karena :
(1) Kontaminasi melalui tangan
(2) Ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
(3) Uap/gas beracun, akan terhisap melalui pernafasan
d. Dilarang meludah, akan menyebabkan terjadinya kontaminasi
e. Dilarang berlari, terutama bila ada bahaya kebakaran, gempa, dan sebagainya.
Jadi harus tetap berjalan saja.
f. Jangan bermain dengan alat lab yang anda belum tahu cara penggunaannya.
Sebaiknya tanyakan pada orang yang tahu atau pada technician.
g. Harus selalu menulis label yang lengkap, terutama terhadap pemakaian
bahanbahan kimia.
h. Dilarang mengisap/menyedot dengan mulut. Semua alat pipet harus
menggunakan bola karet pengisap (pipet - pump).
i. Pakai baju lab, dan juga pakai sarung tangan dan gogles, terutama sewaktu
menuang bahan-bahan kimia yang berbaya (mis. Asam keras).
j. Jangan membuat peraturan sendiri Beberapa peraturan lainnya yang spesifik,
terutama dalam pemakaian Sinar X. Sinar Laser, alat-alat sinar ULV, Atomi c
Adsorption, Flamephoto-meter, Bacteriological Glove Box With UV light dan
sebagainya, harus benar-benar menuruti peraturan yang khusus untuk hal itu.
Semua peraturan tersebut di atas ditujukan untuk keselamatan kerja.

11. Penanganan Masalah Umum


a. Mencampur zat-zat kimia
Jangan campur zat kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika tidak tahu tanyakan
pada orang yang mengetahuinya.
b. Zat-zat baru atau kurang diketahui
Berkonsultasilah bagi keamanan laboratorium sebelum menggunakan zat-zat kimia
baru atau yang kurang diketahui. Harus dicheck secara teratur semua zatzat kimia
yang digunakan, karena mungkin menimbulkan resiko.
c. Membuang material-material yang berbahaya
Sebelum membuang material-material yang berbahaya harus diketahui resiko yang
mungkin terjadi. Karena itu pastikan bahwa cara membuangnya tidak menimbulkan
bahaya. Jika tidak tahu tanyakan pada orang yang mengetahuinya. Demikian juga
terhadap air buangan dari Laboratorium. Apakah ada bak penampung khusus atau
dibuang begitu saja. Sebaiknya harus ada bak penampung khusus, karena disitu
telah banyak tercemar dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Bak ini juga
harus ditreatment, agar dapat dinetralisasi.
d. Tumpahan
Tumpahan asam diencerkan dahulu dengan air dan dinetralkan dengan CaC03 atau
soda ash, dan untuk basa dengan air dan dinetraliser dengan asam encer. Setelahnya
dipel, dan pastikan kain-kain yang digunakan bebas dari asam atau alkali.
Tumbahan minyak, harus ditaburi dengan pasir, kemudian disapu dan dimasukkan
dalam tong yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.

Catatan:
Penanganan terhadap lain-lain masalah yang belum diketahui, sebaiknya
berorientasi/ berkonsultasi dengan ahlinya sebelum mengambil tindakan. lngat
keselamatan (safety used) adalah lebih diutamakan dari yang lainnya.
12. Jenis Pekerjaan
Berbagai pekerjaan lab (lab-activities) mis : praktek mahasiswa, penelitian
(researchs), praktek thesis mahasiswa, praktek dari Program Pasca Sarjana, public
services (pekerjaan dari luar), harus lebih dahulu didiskusikan dengan Kepala
Laboratorium. Nanti bersamasama dengan Kalab (Kepala Laboratorium)
dibicarakan bagaimana jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jenis pekerjaan
yang akan diteliti/dilaksanakan bertujuan untuk :
a. Efisiensi penggunaan bahan-bahan kimia, air, listrik dan gas dan alat-alat lab
yang dipakai.
b. Efisiensi biaya-biaya (cost)
c. .Efisiensi tenaga dan waktu, baik dari staf pengajar maupun dari laboratorium.
d. Pelaksanaan pekerjaan yang lebih cepat.
e. Meningkatkan kualitas staff pengajar (to improve staff know how as they
works)f.Meningkatkan sklis/keterampilan laboran.
f. Baik staff pengajar dan laboran harus dapat bekerja sama dengan baik sebagai
satu Team-Work (=Team Configuration). Bekerja dengan satu team, jauh lebih baik
dari pada bekerja secara sendiri/mandiri.
g. Meningkatkan pendapatan (income) dari lab yang bersangkutan. Hal ini
dimungkinkan karena orang-orang akan tahu bahwa jenis pekerjaan ini (mis : yang
dituju), dapat dilakukan di lab dari Fakultas Pertanian USU

D. Organisasi laboratorium
Organisasi Lab adalah susunan personalia yang mengelola Lab tersebut.
Organisasi tersebut ditanggung jawabi sepenuhnya oleh Kepala Laboratorium.
Kepala Laboratorium harus bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang
dilakukan dan juga bertanggung awab terhadap seluruh peralatan yang ada. Para
Asisten yang berada dibawah kepala Lab juga harus sepenuhnya bertanggung jawab
terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Disamping asisten, juga harus
ada tenaga teknisi tetap, yang bertugas di Laboratorium untuk menanggulangi
adanya kerusakan alat-alat Lab.
1. .Ketua Laboratorium
a. Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan yamg berada di
laboratorium
b. Mengevaluasi dan membuat laporan berkala kepada Ketua Jurusan
c. Melakukan pembinaan administrasi dan manajemen kepada staf laboratorium
2. Dosen Pembimbing Praktikum
a. Memberikan pemahaman materi yang akan di praktikumkan oleh praktikan.
b. Berkoordinasi dengan kepala laboratorium untuk materi yang akan di
praktikumkan.
c. Berkoordinasi dengan laboran untuk menentukan jadwal post test beserta nilai
3. Asisten Praktikum
a. Berkoordinasi dengan ka. Lab dan laboran untuk menentukan jadwal praktikum
beserta nilai
b. Mengulang materi yang telah diberikan dosen untuk dilakukan dalam praktikum.
c. Mendapingi praktikan selama melakukan praktikum.
4. Praktikan
a. Melakukan pembuktian teori yang telah didapatkan dalam praktikum.
b. Mengambil data praktikum yang digunakan untuk pegangan data post test
5. Laboran/Teknisi
a. Memelihara dan merawat semua peralatan yang ada di laboratorium
b. Menjaga kebersihan dan ketertiban laboratorium
c. Melakukan penataan dan perapian semua barang inventaris yang ada di
laboratorium
d. Membantu segala kegiatan yang dilakukan di laboratorium, baik pelayanan,
pengembangan maupun pendokumentasian

E. Tata kerja laboratorium dan cara-cara yang baik


1. Dalam keadaan sehat fisik dan mental.
2. Mematuhi tata tertib praktikum dan berdisiplin dalam keseluruhan kegiatan
praktikum .
3. Menjaga kebersihan baik ruangan maupun alat - alat selama praktikum .
4. Meneliti jumlah dan keadaan alat-alat praktikum sebelum dan sesudah praktikum
selesai
5. Dalam penimbangan, pengerjaan dan penulisan laporan harus sistematik , cermat
dan teliti
6. Jujur dalam semua tindakan , mulai dari pembuatan sampai penyerahan hasil
praktikum.
7. Kreatif, misalnya sebelum memulai praktikum telah mempersiapkan komponen
–komponen pelengkap seperti menyiapkan wadah, tutup botol dll.
8. Selama praktek bicara seperlunya supaya suasana tenang.
9. Tunjukkan sikap dan penampilan percaya diri , tidak bingung dan tidak ragu-ragu
sehingga mampu bekerja dengan tenang.
10. Tidak ceroboh dalam menempatkan alat-alat laboratorium , sehingga
menimbulkan kecelakaan kerja seperti : ketumpahan air panas atau memecahkan
alat laboratorium.
11. Pada penyerahan hasil praktikum perhatikan hal-hal dibawah ini :
a. Wadah
apakah wadah sudah bersih, sesuai (syrup dalam botol, salep dalam pot , dsb
b. Etiket
berwarna putih untuk obat dalam dan biru untuk obat obat luar. Pada etiket
harus tercantum nomor resep, tanggal penyerahan resep, nama pasien, cara
pemakaian obat, paraf si pembuat resep.
c. Signa atau penandaan
d. Label
Tidak boleh diulang tanpa resep dokter (untuk obat keras, narkotik dan
psikotropik), Obat Luar, Kocok dahulu,dll.

Penanganan alat-alat
1. Alat-alat kaca
Bekerja dengan alat-alat kaca sangat berhati-hati sekali. Gelas beaker, flask,
testtube, erlenmeyer, dan sebagainya, sebelum dipanaskan harus benar-benar
diteliti apa retak/tidak retak, rusak/sumbing semuanya harus diteliti. Bila terdapat
seperti ini, barang-barang tersebut tidak dapat dipakai.
2. Mematahkan pipa kaca/batangan kaca, jika hal tersebut hendak dilakukan maka
pekerja harus memakai sarung tangan. Bekas pecahan pipa kaca, permukaannya
dilicinkan dengan api lalu beri silicon grease (gemuk silicon), baru kemudian
masukkan kesumbat gabus atau kaca atau pipet
3. Mencabut pipa kaca dari gabus dan sumbat. Hal di atas dilakukan dengan hati-
hati. Bila sukar mencabutnya, potong dan belah gabus itu. Untuk memperlonggar,
lebih baik pelubang gabus yang ukurannya telah cocok. dengan pipa, licinkan
dengan meminyaki dan kemudian putar perlahan-lahan melalui sumbat. Cara ini
juga digunakan untuk memasukkan pipa kaca kedalam sumbat.
4. Alat-alat kaca yang bergerigi atau sumbing. Jangan gunakan alat-alat kaca yang
sumbing atau retak. Cuci bersih, mana tahu kemungkinan dapat diperbaiki sebelum
dibuang.
5. Pemberian label; semua bejana seperti botol, flask, test tube dan lain-lain harus
diberi label yang jelas. Jika tidak jelas, test-lah dengan hati-hati secara terpisah isi
bejana yang belum diketahui secara pasti, kemudian dibuang melalui cara yang
sesuai dengan jenis zat kimia tersebut. Biasakanlah menulis tanggal, nama orang
yang membuat, konsentrasi, nama dan bahayanya dari zat-zat kimia yang ada dalam
bejana
6. .Tabung-tabung gas
Ini harus ditangani dengan hati-hati walau penuh ataupun tidak penuh. Simpan
ditempat yang sejuk dan hindari dari tempat yang panas. Kran gas harus selalu
tertutup jika tidak dipakai, demikian juga dengan kran pengatur. Alat-alat yang
berhubungan dengan tabung gas harus memakai "Safety Use" (sejenis alat
pengaman jika terjadi tekanan yang kuat). Sekarang banyak jenis pengaman seperti
selang anti bocor dan lain-lain.
7. Pipet
Sebaiknya hindarkan penggunaan pipet dengan jalan mengisap dengan mulut.
Pakailah pipet yang menggunakan pompa pengisap (pipet pump). Jangan terlalu
kuat dan dalam memasukkan pipet kedalam pompa pengisap, supaya pipet tidak
pecah dan pompa pengisap tidak rusak. Awas jangan ada cairan yang masuk ke
pompa pengisap, karena pipet harus tegak lurus keatas dalam pemakaiannya.
8. Aliran gas dari sumber utama
Persediaan gas untuk alat-alat pembakar harus dimatikan pada kran utama yang ada
di bench, tidak hanya pada kran, tapi jangan pada alat yang dipakai. Kran untuk
masing-masing Lab harus dipasang diluar Lab pada tempat yang mudah dicapai dan
diberi label yang jelas serta diwarnai dengan wama yang spesifik. Dalam
laboratorium harus tetap ada alat pemadam kebakaran (FireExtinguisher), untuk
memadamkan api yang ditimbulkan oleh gas (lihat alat pemadam kebakaran yang
khusus.
9. Melepaskan tutup kaca yang kencang (seret)
Ketok berganti-ganti sisi tutup botol yang ketat tersebut, dengan sepotong kayu,
sambil menekannya dengan ibu jari pada sisi yang berlainan/berlawanan dengan
ketokan. Jangan coba membuka tutup botol secara paksa, lebih-lebih jika isinya
berbahaya atau mudah meledak. Dibawah pengawasan kepala Laboratorium,
panaskanlah leher botol dengan air panas secara perlahan-lahan, lalu coba
membukanya. Jika gagal juga goreslah sekeliling leher botol dengan alat pemotong
kaca untuk dipatahkan. Lalu pindahkan isi botol kedalam botol yang baru.
Selanjutnya dalam kegiatan laboratorium juga harus ada tersedia alat Pemadam
Kebakaran (Fire Extinguiser) yang berguna untuk mencegah kebakaran yang
mungkin timbul.
Secara umum bahan-bahan yang mudah terbakar dapat diklassifikasikan sebagai
berikut:

Kelas kebakaran Bahan mudah terbakar


(fire-class) (Buming material)
Kelas “A: Kertas,kayu,textiles,plastic,bahan2
pabrik,atau campuran lainnya
Kelas “B” Larutan yang mudah terbakar
Kelas “C” Gas yang mudah terbakar
Kelas “D” Alat-alat listrik
Bahan-bahan yang lain, jika terbakar adalah sulit untuk diklasifikasikan,
sebagaimana dia berubah dan padat menjadi cair atau dari cair menjadi gas, jika
temperatur tinggi. Sebab itu resiko yang timbul harus dapat diatasi dengan memilih
peralatan kebakaran yang cocok.
(Ingat: Jiwa Anda lebih berharga dari pada peralatan/bangunan yang ada) Untuk itu
pilihlah alat-alat Pemadam Kebakaran yang sesuai dengan type klas kebakaran di
atas (lihat type alat pemadam kebakaran).
Jenis Alat Pemadam Kebakaran :
Type Kelas kebakaran Warna tabung
Air A,B,C Merah
Busa (foam) A,B Creme
Tepung(powder) A,B,C,E Biru
Halon (halogen) A,B,C,E Hijau
Carbondioksida (CO2) A,B,C,E Hitam
Pasir dalam ember A,B -
Bucket oof (sand) -

F. Organisasi Laboratorium
Organisasi Lab adalah susunan personalia yang mengelola Lab tersebut.
Organisasi tersebut ditanggung jawabi sepenuhnya oleh Kepala Laboratorium.
Kepala Laboratorium harus bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang
dilakukan dan juga bertanggung jawab terha, dap seluruh peralatan yang ada. Para
Asisten yang berada dibawah kepala Lab juga harus sepenuhnya bertanggung jawab
terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Disamping asisten, juga harus
ada tenaga teknisi tetap, yang bertugas di Laboratorium untuk menanggulangi
adanya kerusakan alat-alat Lab. (lihat lampiran 2 ).
Kelegkapan Organisasi
Komponen dalam kelengkapan organisasi disesuaikan dengan jenis dan
jenjang laboratorium dan pada dasarnya mengikuti struktur organisasi masing-
masing laboratorium. Untuk kategori rumah sakit kelas A, rumah sakit kelas B –
Pendidikan, rumah sakit kelas B – non pendidikan, dan rumah sakit kelas C,
kelengkapan organisasinya adalah sebagai berikut :
KELAS RUMAH SAKIT
Kelengkapan
No. B B Non-
Organisasi A C
Pendidikan Pendidikan
1. Kepala Instalasi Lab. H H H H
2. Tata Usaha & Logistik H H H H
3. Koordinator/yan/Diklit H H - -
4. Kepala Seksi/Sub-
Instalasi
Hematologi H H H T
Kimia Klinik H H H T
Sero-Imunologi H H H T
Mikrobiologi H H H T
Lain-lain T T T T
Ket :
H : Harus ada
T : Tergantung keperluan
- : Tidak Perlu

Untuk laboratorium lain selain laboratorium rumah sakit mengikuti struktur struktur
masing – masing organisasi yang berlaku

Tenaga Laboratorium
Pada dasarnya kegiatan laboratorium kesehatan harus dilakukan oleh
petugas yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang memadai serta
memperoleh/memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan dibidang yang
menjadi tugas atau tanggung jawabnya. Setiap laboratorium harus menempatkan
seseorang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
kegiatan yang berkaitan dengan pemantapan mutu dan keamanan kerja.
Kualifikasi
Kepala Pelaksana
No. Laboratorium Administrasi
Laboratorium Laboratorium
1. SMU /
Puskesmas Analis Analis
Sederajat
2. RS kelas D / SMU /
Dokter Umum Analis
Setara Sederajat
3. Lab. Dati. II Analis (Ahli Madya) SMU Analis
4. Dokter umum
RS kelas C / SMU /
dengan pengalaman Analis
setara Sederajat
laboratorium
5. RS kelas B / Sp.PK / Analis / D3
D3
setara Sp.MK/Sp.PA Analis
6. S1 Bidang
Balai Labkes D3 Analis
kesehatan*
7. RS Kelas A / Sp.PK / Analis / D3
D3
setara Sp.MK/Sp.PA Analis
*) S1 bidang kesehatan adalah dokter umum, dokter gigi

Tugas Pokok dan Fungsi Struktur Organisasi Laboratorium


A. Kepala Laboratorium
Fungsi:
Penyusun program, koordinator, serta penanggung jawab monitor dan evaluasi
seluruh kegiatan pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.
Menjadi top management bagi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal
yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.
Tugas pokok:
1. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas laboratorium dan melaporkannya
kepada Dekan FKUB.
2. Menyusun rencana dan program kerja sebagai panduan pelaksanaan tugas.
3. Melakukan koordinasi, perencanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap
pelaksanaan kegiatan laboratorium sesuai proses bisnis berikut anggarannya.
4. Menghadiri kegiatan/undangan dan mengambil keputusan mewakili setiap
keputusan yang telah disetujui dalam rapat staff laboratorium.
B. Staf Administrasi Umum
Fungsi:
Penanggung jawab seluruh administrasi kegiatan pendidikan/ pengajaran dan
pengabdian kepada masyarakat.
Tugas pokok:
1. Membantu Kepala Laboratorium dalam hal administrasi setiap kegiatan kuliah
dan praktikum
2. Membantu pengaturan jadwal mengajar/ tutorial/ praktikum untuk S1/S2/S3
kedokteran dan ilmu kesehatan.
3. Mengarsipkan semua dokumen, borang, rekaman, dan dokumen pendukung
lainnya.
4. Membantu penyusunan pelaporan kegiatan/dokumen yang diperlukan untuk
visitasi/ akreditasi.
C. PJP (Penanggung Jawab Pembelajaran)
Fungsi:
Penaggung jawab dan koordinator perencanaan, pelaksanaan, monitor, evaluasi,
dan pelaporan kegiatan pendidikan dan pengajaran kedokteran dan ilmu kesehatan.
Tugas Pokok:
1. Melakukan perencanaan jadwal mengajar/ tutorial/ praktikum kedokteran dan
ilmu kesehatan dengan persetujuan Kepala Laboratorium dan PJMKIlmu Faal
untuk setiap blok/ semester.
2. Melakukan monitor dan evaluasi setiap kegiatan pendidikan dan pengajaran
kedokteran dan ilmu kesehatan dan melaporkan hasil evaluasi kepada Kepala
Laboratorium.
3. Mengambil keputusan mengenai jumlah dan tipe soal ujian serta pelaksanaan
ujian (berkoordinasi dengan PJMK blok/ semester).
4. Bertanggung jawab terhadap penyimpanan soal-soal Ilmu Faal.
5. Bertanggung jawab terhadap semua nilai mata kuliah Ilmu Faal di setiap blok/
semester.
6. Menghadiri rapat/ lokakarya mengenai pendidikan dan pengajaran.
D. Staf Administrasi Akademik
Fungsi:
Penanggung jawab seluruh administrasi kegiatan pendidikan/ pengajaran.
Tugas Pokok:
1. Membantu Penanggung Jawab Pembelajaran dalam hal administrasi setiap
kegiatan pembelajaran.
2. Memfasilitasi sarana pelaksanaan Kuliah dan praktikum.
3. Menerima serta mengumumkan Jadwal Kuliah, Praktikum & Ruang Kuliah dari
bagian akademik kepada dosen serta mahasiswa.
4. Membantu pelaporan daftar hadir kegiatan pembelajaran.
5. Membantu pelaksanaan ujian.
E. Penanggung Jawab Bidang Penelitian
Fungsi:
Penanggung jawab dan koordinator perencanaan, pelaksanaan, monitor,
evaluasi, dan pelaporan kegiatan penelitian.
Tugas pokok:
1. Melakukan pengaturanjadwal penggunaan laboratorium untuk penelitian
mahasiswa S1/S2/S3 kedokteran dan ilmu kesehatan, dosen serta peneliti lainnya
dengan persetujuan Kepala Laboratorium
2. Melakukan koordinasi kegiatan penelitian di Laboratorium
3. Memonitor kegiatan penelitian di Laboratorium Ilmu Faal.
4. Mengevaluasi setiap kegiatan penelitian di Laboratorium dan melaporkan hasil
evaluasi kepada Kepala Laboratorium.
5. Membina kerjasama penelitian dengan institusi lain.
F. Administrasi Keuangan Laboratorium
Fungsi:
Untuk membantu memperlancar proses administrasi dalam rangka pelaksanaan
kegiatan penelitian mahasiswa.
Tugas pokok:
1. Mendaftar user/peneliti yang akan melakukan penelitian di Laboratorium Ilmu
Faal.
2. Memandu peneliti untuk meneruskan informasi dan konfirmasi kepada analis
mengenai jenis pengerjaan, pemakaian bahan dan alat yang akan digunakan.
3. Melakukan entri data permintaan kerja yang dilakukan di Laboratorium Ilmu
Faal.
4. Menerima hasil kerja laboratorium dan membuat Laporan Pekerjaan analis dan
peneliti per hari ataupun per bulan.
5. Memproses tagihan pemakaian bahan dan alat serta jenis pengerjaan analis yang
telah dilakukan selama penelitian berlangsung. Meneruskan informasi kepada
Kepala Laboratorium Ilmu Faal apabila ada pengajuan diskon yang dilakukan oleh
peneliti.
6. Memproses pembayaran biaya penelitian baik cicilan atau pelunasan.
7. Menyerahkan Hasil Kerja Laboratorium kepada peneliti.
G. Logistik
Fungsi:
Untuk membantu memperlancar proses administrasi penggunaan bahan dan alat
dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian mahasiswa.
Tugas Pokok :
1. Menginventaris bahan dan alat habis pakai, melakukan pengecekan stock bahan
dan alat.
2. Menyediakan dan menyiapkan bahan dan alat habis pakai untuk penelitian.
3. Entri data penggunaan bahan dan alat habis pakai.
H. Teknisi/ Analis
Fungsi:
Untuk membantu proses penelitian dan praktikum mahasiswa/penenlti lain
dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengabdian pada
masyarakat.
Tugas Pokok :
1. Melakukan konfirmasi penelitian dengan peneliti mengenai kesepakatan kerja
mulai dari waktu pengerjaan, ketersediaan alat dan bahan, dan penjelasan mengenai
prosedur kerja di Laboratorium Ilmu Faal FKUB.
2. Melakukan persiapan penelitian di Laboratorium Ilmu Faal.
3. Menentukan bahan dan alat yang digunakan.
4. Melaksanakan penelitian di Laboratorium Ilmu Faal.
5. Melakukan entri data pekerjaan yang dilakukan selama penelitian.
6. Melakukan entri data Hasil Penelitian di Laboratorium Ilmu Faal.
I. Penanggung Jawab Bidang Pengabdian Masyarakat.
Fungsi:
Penanggung jawab dan koordinator perencanaan, pelaksanaan, monitor, evaluasi,
dan pelaporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Tugas pokok:
1. Melakukan perencanaan program, jadwal dan pendanaan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat yang strategis.
2. Melakukan koordinasi, monitor, dan evaluasi setiap kegiatan pengabdian kepada
masyarakat dan melaporkan hasil evaluasi kepada Kepala Laboratorium.
3. Bertanggung jawab terhadap penebarluasan perkembangan Ilmu Faal kepada
masyarakat melalui update web FKUB, blog, atau pembuatan dan penyebaran
brosur.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bagaimana mengelola Lab dengan baik, adalah menjadi tujuan utama,
sehingga semua pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Untuk
mencapai hal itu perlu pengaturan yang terikat pada :
1. Jenis pekerjaan yang dilakukan.
2. Skill/tenaga kerja/laboran yang terlatih dan terampil
3. Alat/peralatan lab yang canggih dan beroperasi dengan baik dan terkalibrasi
4. Safety Use (Keselamatan kerja)
5. Disiplin yang tinggi
6. Organisasi lab yang baik
7. Dana yang tersedia.
Dalam penanganannya harus dikelola oleh Kepala Laboratorium yang ahli,
terampil dibidangnya dan berdedikasi tinggi serta penuh tanggung jawab, termasuk
peranan tenaga laborannya yang bertanggung jawab atas semua kegiatan
operasional yang dilakukan di laboratorium masing-masing.

B. Saran
Laboratorium perlu memperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan
kepada kosumen dalam hal ini adalah masyarakat yang akan menggunakan jasa
laboratorium, sehingga masyarakat merasakan kepuasan dan loyal terhadap kualitas
yang ditawarkan, hal ini juga bertujuan agar terselenggaranya pelayanan
laboratorium kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.pdpersi.co.id/diknakes/data/standar/std_lab/stdlab_analis_kesehatan.p
df
http://albertfernandoputrajefrymanajemenlab.blogspot.co.id/2014_10_01_archive.
html
http://niswiulfini.blogspot.co.id/2014/03/makalah-laboratorium-kesehatan.html
manajemen-laboratorium(1)pdf
http://laboratorian.blogspot.co.id/2013/01/organisasi-laboratorium-ii-
kualifikasi.html
Herujito, Yayat M. 2006. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta : PT. Grasindo.