Anda di halaman 1dari 8

OPTIMALISASI PERAN SATLINMAS DI KELURAHAN GILINGAN KECAMATAN

BANJARSARI KOTA SURAKARTA

¹ Wulan Kinasih, ² Joko Pramono


Universitas Slamet Riyadi, Surakarta

Email:
¹ kinasihkudo@gmail.com

Abstract
Indonesia's defense and security system embraces Sishankamrata system. In the case of realizing this sishankamrata,
the formation of hansip or community as a component of society which cooperates with TNI and POLRI in realizing
security, public order and protection. This study aims to describe the optimization of Satlinmas in Gilingan,
Surakarta. The method used in this research is descriptive qualitative. Research data in the form of events obtained
from observations and interviews, and supporting documents. Researchers get data by way of observation, interview
and documentation. The data were analyzed using interactive analytical models of Miles, Huberman and Saldana.
The results showed that the optimization has been implemented in accordance with the role of Satlinmas as
stipulated in Permendagri No.84 of 2014 and Surakarta Mayor Regulation No.58 A in 2012. Satlinmas is active in
assisting disaster management, both natural and disaster caused by the outbreak of disease outbreak , conducting
routine patrols in every area, especially vulnerable areas, assisting community social activities, assisting in the
election and defense of the State.
Key words: Optimization; Community Protection; Satlinmas

PENDAHULUAN apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan


akan rasa aman.
Manusia sebagai makhluk hidup memiliki
kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan Rasa aman merupakan kewajiban yang
manusia dalam segi tingkatan harus dipenuhi oleh setiap Negara terhadap
kepentingannya dibagi menjadi kebutuhan warga negaranya. Indonesia mengatur
primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan tentang keamanan warga negaranya seperti
primer adalah kebutuhan dasar yang sangat yang termuat dalam UUD 1945. Dalam pasal
penting bagi orang yang bersangkutan 30 ayat 1 UUD 1945 “tiap-tiap warga negara
sehingga kebutuhan ini haruslah dipenuhi berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
terlebih dahulu dan paling utama. Kebutuhan pertahanan dan keamanan negara”. Maksud
ini merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dari pasal 30 ayat 1 UUD 1945 disini
oleh manusia dalam mempertahankan menjelaskan bahwa setiap warga negara
keseimbangan fisiologis maupuan psikologis, Indonesia mempunyai hak yang sama yaitu
yang tentunya bertujuan untuk hak untuk ikut serta dalam menjaga
mempertahankan kehidupan dan kesehatan. pertahanan dan keamanan negara. Yang
Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Berarti warga negara diharuskan supaya bisa
Maslow (1994) dalam teori hirarki kebutuhan turut serta dalam usaha mempertahanan
menyatakan bahwa setiap manusia memiliki Negara dan menciptakan keamanan dari
lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan gangguan, ancaman baik itu dari luar maupun
fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan dari dalam negeri. Pasal 30 ayat 2 UUD 1945
aktualisasi diri. Setelah kebutuhan-kebutuhan “usaha pertahanan dan keamanan negara
fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan

Volume 3, Nomor 1, April 2018 PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) | 25


keamanan rakyat semesta oleh Tentara amanat tersebut, linmas merupakan
Nasional Indonesia dan Kepolisisan Negara organisasi kemasyarakatan yang pentting
Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dalam membantu menciptakan keamanan,
dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.” dan ketertiban di daerah. Salah satu daerah
Berdasarkan uraian tersebut, pertahanan dan yang memberdayakan masyarakat dalam
keamanan bukan hanya menjadi tanggung satlinmas adalah adalah kota Surakarta.
jawab TNI dan POLRI tetapi juga menjadi Peran linmas, diharapkan dapat
tanggung jawab warga Negara atau yang membantu TNI dan POLRI dalam
disebut dengan Sishankamrata. mewujudkan keamanan dan ketertiban serta
Sishankamrata merupakan sistem penanggulangan bencana alam dan sosial.
keamanan dan pertahanan yang melibatkan Namun berdasarkan hasil monitoring evaluasi
seluruh elemen warga Negara. Komponen dan pelaporan satuan perlindungan
sishankamrata adalah pertanahan militer yang masyarakat kota Surakarta tahun 2012 dari
meliputi TNI dan POLRI dan non militer yaitu Bappeda kota Surakarta menyatakan bahwa
rakyat Indonesia. TNI berfungsi sebagai alat kondisi Linmas di Kota Surakarta masih
pertahanan NKRI sedangkan POLRI berfungsi terkesan ala kadarnya. Tidak ada keunggulan
mengatur keamanan dan ketertiban yang khusus. Linmas hanya dikenal sebagai
masyaakat. TNI dan POLRI adalah komponen penjaga keamanan kantor
utama dalam sishankamrata sedangkan kelurahan/kecamatan. Fungsi perlindungan
rakyat Indonesia adalah komponen keamanan dan kenyamanan juga tidak
pendukung. Dalam hal mewujudkan mempunyai greget di mata masyarakat. hal
sishankamrata ini,dibentuklah hansip atau serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi
linmas sebagai komponen masyarakat yang I DPRD kota Surakarta Budi Prasetyo
bekerjasama dengan TNI dan POLRI dalam menyatakan bahwa kinerja linmas tak
mewujudkan keamanan, ketertiban dan maksimal, seharusnya Linmas kota dapat
perlindungan masyarakat. berperan lebih, salah satunya dalam upaya
penegakan Perda (Putradi Pamungkas. Joglo
Linmas memiliki peran yang sangat
Semar, Jumat, 29/01/2016). Kurang
penting dalam mendukung keamanan,
optimalnya peran linmas ini akan berdampak
ketertiban dan perlindungan masyarakat.
pada kondisi keamanan dan ketentraman
Berdasarkan permendagri No.84 tahun 2014
masyarakat. berdasarkan kajian deteksi dini
pasal 1 ayat 1 Penyelenggaraan perlindungan
kerawanan sosial dan kriminalitas Kota
masyarakat adalah pengorganisasian dan
Surakarta yang dilakukan oleh Bappeda pada
pemberdayaan perlindungan masyarakat.
tahun 2016, terjadi peningkatan angka
Dalam ayat 3 kemudian disebutkan bahwa
kerawanan sosial dan kriminalitas. Pada
Satuan Perlindungan Masyarakat yang
tahun 2014 jumlah tindak kriminalitas yang
selanjutnya disebut Satlinmas adalah
tercatat adalah 280 kasus dan mengalami
Organisasi yang dibentuk oleh pemerintah
peningkatan pada tahun 2015 menjadi 302
Desa/Kelurahan dan beranggotakan warga
kasus. Pada tahun 2016 tindak kriminalitas
masyarakat yang disiapkan dan dibekali
meningkat tajam, berdasarkan data dari
pengetahuan serta keterampilan untuk
Polresta Surakarta, selama 2016 telah
melaksanakan kegiatan penanganan bencana
mengungkap 1.182 kasus kriminalitas. Selain
guna mengurangi dan memperkecil akibat
dari sisi kriminalitas, kota Surakarta juga
bencana, serta ikut memelihara keamanan,
termasuk kategori rawan bencana terutama
ketenteraman dan ketertiban masyarakat,
bencana banjir, kekeringan, dan gempa bumi.
kegiatan sosial kemasyarakatan. Berdasarkan

26 | PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Volume 3, Nomor 1, April 2018


Berdasarkan permasalahan tersebut maka
perlu optimalisasi peran linmas untuk METODE PENELITIAN
menciptakan kondisi masyarakat yang aman
dan tenteram. Penelitian ini, mendeskripsikan Jenis penelitian dalam penelitian ini
optimalisasi peran linmas di kelurahan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data
Gilingan kecamatan Banjarsari. Lokasi ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara
diambil karena kecamatan tersebut memiliki dan dokumentasi. Analisis data pada
personil linmas yang lebih banyak disbanding penelitian ini menggunakan analisis data
dengan kecamatan lain. selain itu, kecamatan model analisis interaktif Miles & Huberman.
Banjarsari merupakan jalan masuk menuju Langkah-langkah analisis data model
Kota Surakarta. Banyaknya pendatang baru interaktif Miles dan Huberman di gambarkan
menjadi faktor pemicu terjadinya kerawanan sebagai berikut:
sosial dan kriminalitas.

Gambar 1.Komponen-Komponen Analisis Data Model Interaktif


Sumber: Miles, Huberman dan Saldana (2014)

PEMBAHASAN Satlinmas kelurahan Gilingan berperan aktif


Satinmas merupakan satuan di bawah dalam upaya penangguangan bencana, baik
Satpol PP yang berperan dalam membantu yang diakibatkan oleh bencana alam maupun
terciptanya ketertiban dan keamanan di akibat adanya ledakan penyakit. Bencana
lingkungan masing-masing. Satlinmas berada alam yang sering terjadi di kelurahan
di setiap kelurahan. Keberadaannya yang Gilingan adalah bencana banjir. Bencana
dekat dengan masyarakat diharapkan mampu banjir ini diakibatkan oleh meluapnya sungai
membantu pemerintah daerah, Polisi dan TNI. anak bengawan solo yang melintasi kelurahan
Optimalisasi peran Satlinmas di perlukan tersebut. Dalam mengendalikan dan
sebagai upaya dalam memperkuat peran serta mengurangi dampak banjir, satlinmas aktif
masyarakat dalam menjaga lingkungan dalam berbagai kegiatan seperti normalisasi
sendiri. Optimalisasi dilakukan sesuai dengan sungai, menjaga kebersihan sungai, pelatihan
peran Satlinmas yang tertuang dalam tanggap bencana, dan pengawasan debit air.
Permendagri No.84 tahun 2014 dan Peraturan Satlinmas siap siaga ketika kondisi air sungai
Wali Kota Surakarta No.58 A tahun 2012. mulai naik. Kesiapsiagaan merupakan
Peran pertama Satlinmas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
membantu upaya penanggulangan bencana. mengantisipasi bencana melalui
Volume 3, Nomor 1, April 2018 PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) | 27
pengorganisasian serta melalui langkah yang gangguan lainnya yang dapat meresahkan
tepat guna dan berdaya guna. (UU No 24 masyarakat. Satlinmas Kelurahan Gilingan
Tahun 2007 Tentang Penanggulangan melakukan tugasnya secara optimal dalam
Bencana). Penanganan bahaya banjir dapat terciptanya keamanan, kenyamanan dan
dilakukan dengan cara struktural dan non ketertiban. Satlinmas Gilingan secara rutin
struktural. Penanganan yang bersifat non melakukan patroli keliling terutama di
struktural adalah suatu kegiatan penyesuaian tempat-tempat yang ramai masyarakat seperti
sedemikian rupa sehingga jika terjadi bencana tempat wisata. Satlinmas juga membantu
banjir, maka kerugian bencana yang satpol PP dalam melakukan operasi pekat
ditimbulkannya dapat ditekan sekecil karena banyaknya PSK di wilayah sekitar
mungkin dan untuk meningkatkan terminal. Untuk mengantisipasi peredaran
kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi gelap narkoba, Satlinmas Gilingan juga
bencana banjir. Dalam melaksanakan kegiatan menjadi mitra kepolisian dalam mengawasi
ini Satlinmas bekerjasama dengan masyarakat adanya indikasi peredaan narkoba. Selain itu,
setempat. satlimas juga selalu membantu
Selain bencana alam karena banjir, terselenggaranya acara kebudayaan di
kelurahan Gilingan juga waspada terhadap kelurahan Gilingan.
bencana akibat wabah penyakit. Bencana yang Peran Satlinmas yang ketiga adalah
diakibatkan oleh wabah penyakit yang rawan membantu dalam kegiatan sosial
terjadi di kelurahan Gilingan adalah demam kemasyarakatan. Salah satu peran satlinmas
berdarah dan infeksi HIV/AIDS. Satlinmas yang paling dekat dengan masyarakat adalah
membantu terselenggaranya terselenggaranya membantu dalam kegiatan sosial
kegiatan HCT dan sosialisasi tentang infeksi kemasyarakatan Menurut Mac Iver dan Page
HIV/AIDS. Dalam mengatasi penyebaran dalam Soekanto masyarakat ialah suatu
wabah demam berdarah, penanggulangan sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari
ledakan penyakit juga dilakukan dengan aktif wewenang dan kerja sama antara berbagai
membantu kegiatan sosialisasi 3M. Gerakan kelompok dan penggolongan dan
ini dilakukan secara bersama sama antar dinas pengawasan tingkah laku serta kebebasan-
kesehatan, kelurahan dan dibantu Satlinmas. kebebasan manusia. Masyarakat merupakan
Peran Satlinmas yang kedua adalah jalinan hubungan sosial, dan masyarakat
membantu terciptanya keamanan dan selalu berubah (Soekanto, 2007: 22). Suatu
ketertiban dalam masyarakat. Pasal 1 masyarakat sebenarnya merupakan sistem
Undang-undang Kepolisian Negara Republik adaptif, karena masyarakat merupakan
Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 disebutkan wadah untuk memenuhi berbagai
bahwa pengertian Kamtibmas adalah suatu kepentingan dan tentunya juga untuk dapat
kondisi dinamis masyarakat sebagai salah bertahan. Masyarakat sendiri juga
satu prasyarat terselenggaranya proses mempunyai berbagai kebutuhan yang harus
pembangunan nasional dalam rangka dipenuhi agar masyarakat dapat hidup terus.
tercapainnya tujuan nasional yang ditandai Untuk itulah masyarakat selalu bekerjasama
oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan dan hidup berdamingan. Satlinmas selaku
tegaknya hukum, serta terbinanya salah satu anggota masyarakat selalu terlibat
ketentraman yang mengandung kemampuan dalam berbagai kegiatan. Bentuk partisipasi
membina serta mengembangkan potensi dan Satlinmas dalam kegiatan sosial
kekuatan masyarakat dalam menangkal, kemasyarakatan seperti ketika ada salah satu
mencegah, dan menanggulangi segala bentuk warga yang meninggal atau pada saat ada
pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk acara perkawinan. Satlinmas turut serta
28 | PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Volume 3, Nomor 1, April 2018
mengatur keamanan agar kegiatan tersebut pertahanan. Selain itu ada dua komponen
berjalan dengan baik lainnya yaitu komonen cadangan dan
Peran Satlinmas yang keempat adalah pendukung. Komponen cadangan adalah
membantu dalam terselenggaranya pemilu. sumber daya nasional yang telah disiapkan
Situasi menjelang dan sesudah pemilu perlu untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna
diwaspadai karena rawan terhadap memperbesar dan memperkuat kekuatan dan
kerusuhan karena adanya pihak yang kemampuan komponen utama. Komponen
bersitegang antar pendukung calon atau tidak pendukung Komponen pendukung adalah
menerima terhadap hasil pemilu. Kondisi sumber daya nasional yang dapat digunakan
seperti ini rawan memunculkan konflik dalam untuk meningkatkan kekuatan dan
masyarakat. Secara teoritis, konflik lahir dari kemampuan komponen utama dan komponen
interaksi antara individu atau kelompok cadangan. Komponen pendukung tidak
dalam aktivitas sosial, ekonomi, politik dan membentuk kekuatan nyata untuk
budaya (Affandi, 2004 73). Dalam kondisi ini perlawanan fisik. Komponen pendukung
Satlinmas ikut serta dalam menjaga situasi terdiri dari para militer, Polisi (Brimob),
agar tidak terjadi bentrokan antar pendukung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),
calon. Satlinmas juga membantu satpol PP Perlindungan masyarakat(Linmas) lebih
dalam menertibkan atribut kampanya dan dikenal dengan sebutan pertahanan sipil
membantu mengamankan proses jalannya (Hansip),. Satuan pengamanan (Satpam).
pemilu. Resimen Mahasiswa (Menwa), Organisasi
Peran Satlinmas yang kelima adalah kepemudaan dan . Organisasi bela diri. Telah
membantu upaya pertahanan Negara. dijelaskan dalam Undang-undang Dasar 1945
Satlinmas merupakan salah satu elemen pasal 30 ayat (2) bahwa sistem pertahanan dan
dalam sishankamrata. Berdasarkan Undang- keamanan negara kita melibatkan seluruh
undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2002 rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Semua
tentang Pertahanan Negara, pertahanan komponen bekerjasama, saling menguatkan
negara dimaknai sebagai segala usaha untuk satu sama lain. Tentara Nasional Indonesia
mempertahankan kedudukan negara, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di
keutuhan wilayah negara kesatuan republik barisan depan, rakyat memberikan dorongan
Indonesiadan keselamatan segenap bangsa dan dukungan sehingga pertahanan dan
dari ancaman dan gangguan terhadap keamanan kita kuat. Dengan pertahanan yang
keutuhan bangsa dan negara. Sementara itu, kuat, bangsa Indonesia dapat melaksanakan
pengertian sistem pertahanan negara menurut pembangunan dengan sebaik-baiknya demi
UU No. 3 Tahun 2002 adalah sistem mencapai kesejahteraan rakyat.
pertahanan yang bersifat semesta,yang Optimalisasi peran Satlimas dilakukan
melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai
dan sumber daya nasional lainnya, serta kegiatan yang dilaksanakan oleh kelurahan
dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan maupun pihak lain. Satlinmas juga aktif
diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, mambantu TNI dan Polri dalam mewujudkan
dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan keamanan, ketertiban keamanan dalam
negara, keutuhan wilayah dan keselamatan masyarakat. Adanya Satlinmas merupakan
segenap bangsa dari segala ancaman. salah satu bentuk dari Sistem Pertahanan dan
Komponen utama dalam pertahanan Keamanan Rakyat Semesta. Sistem ini
dan keamanan bangsa Indoneisa adalah menuntut partisipasi dari semua lapisan
Tentara Nasional Indonesia, yang siap dalam masyarakat untuk ikut serta dalam
digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas menjaga dan mempertahankan pertahanan
Volume 3, Nomor 1, April 2018 PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) | 29
dan keamanan Indonesia. Made Pidarta Partisipasi masyarakat diperlukan
dalam Siti Irene Astuti D. (2009: 31-32) dalam mensukseskan pembangunan
menyatakan partisipasi adalah pelibatan Indonesia. Conyers (1991: 154-155)
seseorang atau beberapa orang dalam suatu menyampaikan pentingnya partsisipasi antara
kegiatan. Partisipasi masyarakat menurut lain:
Isbandi (2007: 27) adalah keikutsertaan 1. partisipasi masyarakat merupakan suatu
masyarakat dalam proses pengidentifikasian alat guna memperoleh informasi
masalah dan potensi yang ada di masyarakat, mengenai kondisi, kebutuhan, dan sikap
pemilihan dan pengambilan keputusan masyarakat setempat, yang tanpa
tentang alternatif solusi untuk menangani kehadirannya program pembangunan
masalah, pelaksanaan upaya mengatasi serta proyek-proyek akan gagal
masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam 2. bahwa masyarakat akan lebih
proses mengevaluasi perubahan yang terjadi. mempercayai proyek atau program
Mikkelsen (1999: 64) membagi partisipasi pembangunan jika merasa dilibatkan
menjadi 6 (enam) pengertian, yaitu: dalam proses persiapan dan
1) Partisipasi adalah kontribusi sukarela dari perencanaannya, karena mereka akan
masyarakat kepada proyek tanpa ikut serta lebih mengetahui seluk-beluk proyek
dalam pengambilan keputusan; tersebut dan akan mempunyai rasa
2) Partisipasi adalah “pemekaan” (membuat memiliki terhadap proyek tersebut;
peka) pihak masyarakat untuk meningkatkan 3. bahwa merupakan suatu hak demokrasi
kemauan menerima dan kemampuan untuk bila masyarakat dilibatkan dalam
menanggapi proyek-proyek pembangunan; pembangunan masyarakat mereka
3) Partisipasi adalah keterlibatan sukarela oleh sendiri.
masyarakat dalam perubahan yang Keberadaaan Satlinmas, membantu
ditentukannya sendiri; pemerintah dan masyarakat dalam menggali,
4) Partisipasi adalah suatu proses yang aktif, menata dan menciptakan lingkungan yang
yang mengandung arti bahwa orang atau kondusif.
kelompok yang terkait, mengambil inisiatif
dan menggunakan kebebasannya untuk KESIMPULAN
melakukan hal itu; Optimalisasi peran Satlinmas
5) Partisipasi adalah pemantapan dialog merupakan upaya penting dalam
antara masyarakat setempat dengan para staf meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
yang melakukan persiapan, pelaksanaan, menciptakan keamanan, ketertiban, dan
monitoring proyek, agar supaya memperoleh ketenteraman di lingkungan masing-masing.
informasi mengenai konteks lokal, dan Optimalisasi dilakukan sesuai dengan peran
dampak-dampak sosial; Satlinmas yang tertuang dalam Permendagri
6) Partisipasi adalah keterlibatan masyarakat No.84 tahun 2014 dan Peraturan Wali Kota
dalam pembangunan diri, kehidupan, dan Surakarta No.58 A tahun 2012. Peran pertama
lingkungan mereka. membantu penanggulangan bencana. Untuk
Satlinmas telah berpartisipasi dalam mengoptimalisasi perannya dalam
pembangunan Indonesia dalam bentuk penanggulangan bencana, Satlinmas aktif
keaktifan membantu Pemda, TNI, Polri dan dalam berbagai kegiatan seperti normalisasi
semua instansi yang terkait dalam sungai, menjaga kebersihan sungai, pelatihan
mewujudkan Indonesia yang tertib, aman dan tanggap bencana, dan pengawasan debit air.
nyaman. Dalam melaksanakan kegiatan ini Satlinmas
bekerjasama dengan masyarakat setempat.
30 | PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Volume 3, Nomor 1, April 2018
Penanggulangan ledakan penyakit juga Dalam rangka optimalisasi ini semua pihak
dilakukan dengan aktif membantu kegiatan bekerjasama dalam mewujudkan suasana
sosialisasi 3M dan membatu terselenggaranya yang kondusif. Keterbukaan Polri dalam
acara HCT. melibatkan Satlinmas untuk menjadi agen
Peran Satlinmas yang kedua adalah dalam mengawasi lingkungan sekitar masing-
membantu terciptanya keamanan, masing. Babinsa TNI juga selalu memberikan
ketentraman dan ketertiban. Satlinmas pelatihan tentang pertahanan. Dukungan dari
Kelurahan Gilingan melakukan tugasnya pemerintah daerah tentunya juga sangat
secara optimal dalam terciptanya keamanan, mendukung dengan tetap meberikan sarana
kenyamanan dan ketertiban. Satlinmas dan prasarana yang dibutuhkan seperti
Gilingan secara rutin melakukan patroli perlengkapan seragam, alat keamanan, alat
keliling terutama di tempat-tempat yang transportasi. Namun, terdapat pula hambatan
ramai masyarakat seerti tempat wisata. dalam optimalisasi peran Satlinmas yaitu
Satlinmas juga membantu satpol PP dalam minimnya anggota Satlinmas. Jumlah anggota
melakukan operasi pekat karena banyaknya Satlinmas adalah 22 orang dengan rincian 9
PSK di wilayah sekitar terminal. Untuk orang tanpa SK dan 13 dengan SK. Minimnya
mengantisipasi peredaran gelap narkoba, jumlah anggota satlinmas ini menjadi
Satlinmas Gilingan juga menjadi mitra tantangan tersendiri dalam tetap mengawasi
kepolisian dalam mengawasi adanya indikasi seluruh wilayah.
peredaan narkoba. Selain itu, satlimas juga
selalu membantu terselenggaranya acara
kebudayaan di kelurahan Gilingan. DAFTAR PUSTAKA
Peran Satlinmas yang ketiga adalah
membantu dalam kegiatan sosial
Affandi. (2004). Akar Konflik Sepanjang Zaman;
kemasyarakatan. Salah satu peran satlinmas
Elaborasi Pemikiran Ibn Khaldun.
yang paling dekat dengan masyarakat adalah
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
membantu dalam kegiatan sosial
kemasyarakatan. Satlinmas selalu terlibat Astuti.D., S. I. (2009). Desentralisasi dan
dalam berbagai kegiatan seperti ketika ada Partispasi dalam Pendidikan. Yogyakarta:
salah satu warga yang meninggal atau pada UNY.
saat ada acara perkawinan. Peran Satlinmas
yang keempat adalah membantu dalam Bappeda. (2012). Hasil Monitoring Evaluasi dan
terselenggaranya pemilu. Satlinmas Pelaporan Satuan Perlindunan Masyarakat
membantu dalam penertiban atribut Kota Surakarta tahun 2012. Surakarta:
kampanye, menjaga kondusifitas lingkungan Bappeda Kota Surakarta.
sebelum dan setelah pemilu dan membantu
Bappeda. (2016). Kajian deteksi Dini Kerawanan
terselenggaranya pemilu dengan lancar. Peran Sosial dan Kriminalitas Kota Surakarta tahun
Satlinmas yang kelima adalah membantu 2016. Surakarta: Bappeda Kota Surakarta.
upaya pertahanan Negara. Satlinmas
merupakan salah satu elemen dalam Conyers, D. (1991). Perencanaan Sosial Dunia
sishankamrata. Dalam Hal ini Satlinmas Ketiga. Yogyakarta: UGM Press.
mendapatkan pelathan dari Babinsa TNI
untuk membantu menciptakan kondisi Huberman, M., & Saldana. (2014). Qualitative
lingkungan yang kondusif. Data Analysis.: . United State America:
Optimalisasi peran Satlinmas ini SAGE.
didukung oleh semua pihak yang terkait.
Volume 3, Nomor 1, April 2018 PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) | 31
Isbandi. (2007). Perencanaan Partisipatoris
Berbasis Aset Komunikasi: dari Pemikiran
Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Maslow, A. H. (1994). Motivasi dan Kepribadian


(Teori Motivasi dengan Pendekatan hierarki
Kebutuhan Manusia). Jakarta: PT. PBP.

Soekanto, S. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar.


Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Peraturan-peraturan:

1. Undang-Undang Dasar Negara


Republik Indonesia 1945
2. UU No 24 Tahun 2007 Tentang
Penanggulangan Bencana
3. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002
Tentang Kepolisian Negara Republik
Indonesia
4. Undang-undang Republik Indonesia
No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara
5. Peraturan Walikota Surakarta Nomor
58-A Tahun 2012 Tentang Pelindungan
Masyarakat
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.84
Tahun 2014 Tentang Penyeleggaraan
Perlindungan Masyarakat

32 | PUBLISIA (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Volume 3, Nomor 1, April 2018