Anda di halaman 1dari 2

TELAAH JURNAL DENGAN MENGGUNAKAN

METODE PICO
ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN
DISPEPSIA DENGAN INTERVENSI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN
RELAKSASI AROMATERAPI BUNGA MAWAR TERHADAP
PERUBAHAN SKALA NYERI DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT
RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG

A. PROBLEM
Di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong, didapatkan pasien
dispepsia sebanyak 279 pasien selama 1 bulan terakhir dari bulan Mei-Juni
2017. Pasien yang mengalami penyakit dispepsia sering disertai dengan rasa
nyeri atau rasa tidak nyaman dibagian perut. Dengan jumlah pasien kelolaan
3 orang.

B. INTERVENTION
Intervensi inovasi yang ditetapkan pada kasus dispepsia adalah aplikasi dari
relaksasi nafas dalam dan relaksasi aroma terapi bunga mawar terhadap
perubahan skala nyeri. Dengan lama terapi 10-15 menit kemudian pasien di
minta istirahat sekitar 30-35 menit, lalu di kaji ulang tingkat nyeri.

C. COMPARISON
Jurnal : ANALISIS PENURUNAN INTENSITAS NYERI
EPIGASTRIUM PADA KLIEN DISPEPSIA DENGAN INOVASI
INTERVENSI AROMA TERAPI LEMON DI RUANG INSTALASI
GAWAT DARURAT RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT
TENGGAONG
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi inovatif terhadap 3 kasus
pasien yang mengalami nyeri epigastrium terjadi penurunan intensitas skala
nyeri sebesar 2 setelaj diberikan intervensi inovasi dengan interval jarak 15
menit dan peneliti memastikan bahwa pasien belum mendapatkan obat
antiemetik oral serta injeksi.
Jurnal : ANALISA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN
DISPEPSIA DENGAN INTERVENSI RELAKSASI NAFAS DALAM
DAN RELAKSASI AROMA TERAPI BUNGA MAWAR TERHADAP
PERUBAHAN SKALA NYERI DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT
RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi inovatif terhada 3 kasus
pasien dispepsia yang mengalami nyeri akut mengalami perubahan skala
nyeri sebelum intervensi dilakukan dengan rerata skala nyeri setiap pasien
5-6 (nyeri sedang) dan setelah diberikan intervensi inovatif dengan interval
40-50 menit, kategori nyeri pasien menurun menjadi skala nyeri setiap
pasien 2-3 (nyeri ringan), peneliti juga memastikan bahwa pasien tidak
mendapat obat selama proses terapi inervensi dilakukan sampai hasil akhir
pemeriksaan ulang skala nyeri. Hasil analisa menunjukkan adanya pengaruh
pemberian relaksasi naas dalam dan relaksasi aroma terapi bunga mawar
terhadap perubahan skala nyeri pasien, baik dari tanda-tanda vital dan
keadaan umum pasien.

D. OUT COME
Intervensi dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam dan relaksasi
aroma terapi mawar dapar mengurangi skala nyeri pada pasien dispepsia.