Anda di halaman 1dari 39

1

Laporan Hasil Kegiatan Magang (Job Oriented)

Konsentrasi Tempat

DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

(Periode Pelaksanaan Terhitung Mulai Tanggal 14 Mei 2018 s.d 14 Agustus 2018)

Disusun Oleh :
Nama : Deby Melliana
NIM : 16.2237
Semester :V
Jurusan : Hospitality
Jenjang : S-1

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO


( STIPRAM ) YOGYAKARTA
2018
2

HALAMAN PERSETUJUAN

Laporan Hasil Kegiatan Magang (Job Oriented)

Konsentrasi Tempat

DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Disusun Oleh :

Nama : Deby Melliana

NIM : 16.2237

Jurusan : Hospitality

Jenjang : S-1

Yogyakarta, September 2018

Telah Disetujui dan diterima baik Oleh :

Dosen Pembimbing

H. Moch Nur Syamsu SPt., M.Par


3

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan

Hasil Magang di Dinas Kebudayaan Provinsi DIY terhitung sejak 14 Mei 2018 s.d

14 Agustus 2018 yang disiapkan sebagai standar kualifikasi. Sholawat serta salam

tak lupa penulis curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan

syafaatnya di hari akhir nanti.

Selama pembuatan Laporan Hasil Magang penulis banyak sekali mendapat

bimbingan, dukungan, serta bantuan dari berbagai pihak , maka dari itu penulis

haturkan banyak ucapan terimakasih kepada :

1. Bapak H Moch. Nur Syamsu, S.Pt, M.Par , selaku dosen pembimbing dalam

pembuatan Laporan Hasil Magang dan selaku Kaprodi Strata 1 jurusan

Hospitality yang telah memberikan bimbingan, saran dan juga masukan-

masukannya.

2. Bapak
4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kata budaya diambil dari bahasa sansekerta yaitu budhayah yang

mempunyai arti bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan akal

dan budi manusia. Secara harfiah, budaya ialah hidup yang dimiliki

sekelompok masyarakat yang diwarisan secara turun temurun kepada

generasi berikutnya. Adapun perbedaan antara agama, suku, politik,

pakaian, lagu, bahasa, bangunan, maupun karya seni itu akan membuat

terbentuknya suatu budaya. Menurut KBBI, budaya berarti sebuah

pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti dari
5

kebudayaan ditururnkan dari kata budaya dimana cenderung menunjuk

kepada cara berpikir manusia.

Pariwisata dan budaya, keduanya membentuk hubungan saling

menguntungkan (simbiosis mutualisme). Pariwisata tanpa adanya budaya

dari masyarakat hanya akan menjadi suatu kegiatan “jalan – jalan” biasa,

sehingga dalam perkembangannya bisa saja pariwisata di daerah tersebut

tidak dapat berkembang karena terlalu monoton. Begitu juga denga

budaya, budaya tidak akan dikenal oleh masyarakat luas tanpa adanya

kegiatan pariwisata. Budaya si suatu daerah bisa menjadi suatu ikon

pariwisata yang akan menjadi daya tarik wisata. Jadi hubungan diantara

pariwisata dan budaya bisa menimbulan berbagai keuntungan, yaitu

meningkatkan pendapatan, enciptakan lapangan kerja, budaya di daerah

tersebut semakin dikenal baik di dalam negeri mapun di luar negeri, dan

secara tidak langsung budaya di daerah tersebut semakin lestari.

Karena semakin berkembangnya dunia pariwisata saat ini

STIPRAM mengharuskan para mahasiswa nya untuk melakukan job

orientation atau Magang selama 3 bulan. Magang merupakan kegiatan

akademik intrakurikuler yang bertujuan untuk meningkatkan

profesionalisme mahasiswa dengan apa yang didapatkan selama

perkuliahan. Setelah mendapatkan teori selama perkuliahan, mahasiswa

diharapkan dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah diterima ke dalam

situasi/permasalahan di lapangan. Penerapan ilmu dapat dilakukan dengan

berbagai cara, salah satunya adalah dengan melaksanakan program


6

magang. Diharapkan melalui program ini nantinya akan melatih,

membina, dan mengarahkan mahasiswa agar terampil di dunia kerja.

Melalui kegiatan magang di Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta ini, diharapkan para mahasiswa dapat mengetahui sistematika

pemeritah dalam mengembangkan, mengelola, dan menjaga kebudayaan

yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta para mahasiswa dapat

mengetahui masalah-masalah dan cara penyelesaian yang dilakukan.

B. Tujuan Pemilihan Judul

Karya ilmiah yang berjudul “Jelajah Budaya Sebagai Upaya

Pelestarian Sejarah Di Kota Yogyakarta” ini ditulis karena penulis telah

melaksanakan job orientation atau magang selama tiga bulan. Judul

tersebut dipilih karena Kota Yogyakarta merupakan kota yang dikenal

dengan kebudayannya dan juga mengingat pentingnya kaitan antara

kebudayaan yang mendukung majunya pariwisata. Pengembangan

pariwisata juga tidak terlepas dari potensi yang dimiliki. Pariwisata itu

sangat bergantung pada budaya yang dimiliki. Sejarah merupakan salah

satu bentuk budaya yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata.

Dimana dalam kegiatan jelajah budaya peserta diajak mengenal kembali

sejarah pada masa lalu.


Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kegiatan Jelajah Budaya

mulai dari seminar hingga napak tilas atau jelajah di Puro Pakualaman,

dengan harapan para pembaca mengetahui sejarah tentang Puro

Pakualaman. Dengan laporan ini pula penulis berharap meningkatnya


7

waawasan ara pembaca tentang salah satu sejarah yang ada di Kota

Yogyakarta.

C. Waktu dan Tempat Magang Kerja

Pelaksanaan Job Orientation atau magang ini dilaksanakan penulis

pada waktu semester V (lima) dan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan.

Dimulai sejak tanggal 14 Mei 2018 – 14 Agustus 2018 di Dinas

Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamatkan di

Jalan Cendana No.11 , Semaki , Umbulharjo , Daerah Istmewa

Yogyakarta.

Adapun kegiatan magang ini dilaksanakan sesuai dengan jam kerja

yang berlaku di Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta :


8

Tabel 1

Waktu dan Ketentuan Kerja Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta

Hari Jam Kerja Keteranagan


Senin – Kamis 07.30 – 12.00 Menggunakan kemeja bebas sopan

13.00 – 16.00 dan menggunakan almamater.

Jumat 07.30 – 12.00 Menggunakan baju batik sopan .

13.00 – 15.00
Sabtu – Minggu LIBUR

Tabel 2
Waktu dan Ketentuan Kerja Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta ketika

Bulan Ramadhan 1439 H

Hari Jam Kerja Keteranagan


Senin – Kamis 07.30 – 12.00 Menggunakan baju hem bebas

12.30 – 15.00 sopan dan menggunakan

almamater.
Jumat 07.30 – 11.00 Menggunakan baju batik sopan
Sabtu – Minggu LIBUR

Tabel 3
Jadwal Pelaksanaan Magang

Bulan

Kegiatan 1 2 3

(Mei – Juni) (Juni – Juli) (Juli – Agustus)

Pengenalan tentang Dinas


Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta

Perumusan dan Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data
9

Pengolahan dan Analisis Data

Pembahasan dan Implementasi

D. Metode Pengumpulan Data

1. Studi Pustaka dan Referensi – Referensi

Teknik untuk mengumpulkan data dengan proses ini dilakukan

dengan cara membaca buku-buku panduan, serta mempelajarinya dan

sumber data-data lain yang ada hubungannya dengan laporan ini dan

dari hasil-hasil metode perpustakaan dengan metode lapangan,

kemudian digabungkan sehingga dapat ditarik kesimpulan yang

merupakan sesuatu perpaduan antara teori dan praktik.

2. Metode Partisipasi dalam Tugas Rutin

Yang dimaksud dalam metode ini adalah kegiatan atau tugas rutin

yang diberikan sehingga penulis dapat mengetahui bagaimana kegiatan

yang ada pada obyek penulisan yang diteliti.

3. Search On Internet

Hal ini dilakukan untuk melengkapi kekeurangan dan menambah

data dengan mencari data atau browsing dalam media internet.


10

BAB II

TEMPAT KERJA PRAKTIK

A. Profil Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta

a. Profil

Urusan Kebudayaan DIY pada mulanya menjadi wewenang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DIY. Melalui Keputusan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor: 353/KPTS/1994

tanggal 26 Oktober 1994 tentang Pembentukan Dinas

Kebudayaan Provinsi DIY, maka urusan Kebudayaan menjadi


11

dinas tersendiri . Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DIY

menjadi Dinas Kebudayaan DIY dan Dinas Pendidikan dan

Pengajaran. Pada mulanya kepalai Dinas dilaksanakan oleh Plt

oleh Drs. Wahyuntana yang sekaligus masih merangkap di Dinas

Pendidikan dan Pengajaran, dan pada tahun ini belum ada

pejabat eselon III dan IV serta belum ada kantor resmi.

Baru pada 26 November 1997 di lakukan peresmian Dinas

Kebudayaan DIY, peresmian Kantor Dinas di sisi timur

lapangan kepatihan, dan pada 27 November 1997 di lakukan

pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV. Pada saat itu Drs.

Wahyuntana resmi menjadi pelaksana harian.

Pada tahun 1998 Kepala Dinas dijabat oleh KMT Putronagoro

sampai pensiun pada tahun 2000, yang selanjutnya ketugasan

kepala dinas dilaksanakan oleh Ir. Kismo Sukirdo

Sesuai kebijakan Pemerintah mengenai otonomi daerah,

penyerahan kewenangan, dan urusan, pada tahun 2001 Dinas

Kebudayaan DIY bergabung dengan Dinas Pariwisata DIY,

Kanwil Pariwisata DIY, Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan

DIY (Bidang Sejarah dan Nilai tradisi dan Bidang Museum dan

Purbakala) menjadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY

dengan Kepala Dinas Ir. Djoko Budhi Sulistyo (Oktober 2001-

30 September 2006).
12

Dengan terbitnya SK pensiun Ir. Djok Budhi Sulistyo kemudian

di lantik Ir. Condroyono sebagai Kepala Dinas sejak 30

September 2006 sampai 23 juli 2008.

Untuk mengisi kekosongan setelah Ir. Condroyono

menginjak masa pensiun kemudian di lantik Plt. Dra. Dyan

Anggraini (23 Juli 2008 � 22 Desember 2008)

b. Sejarah Kota Yogyakarta

Keberadaan Kota Yogyakarta tidak bisa lepas dari

keberadaan Kasultanan Yogyakarta.Pangeran Mangkubumi yang

memperjuangkan kedaulatan Kerajaan Mataram dari pengaruh

Belanda, merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah

melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon

tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari

1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan

Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering

disebut dengan Palihan Nagari . Palihan Nagari inilah yang

menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat

itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan

Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin

Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah

Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana

mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggui

pembangunan fisik keraton. Sebulan setelah ditandatanganinya


13

Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29

Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku

BuwanaI memproklamirkan berdirinya Kasultanan

Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan

memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi

ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan

peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram –

Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau

bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan

Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton

Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang

pada awalnya bernama Garjitawati. Pembangunan ibu kota

Kasultanan Yogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun.

Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan

7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta

keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan

Ambarketawan masuk ke dalam Kraton

Ngayogyakarta.Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan

candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua

ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di

atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol

Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi. Momentum

kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari


14

Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam

sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas

pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya

maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap.

Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta

ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan

Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004.

B. Kepegawaian

Susunan kepegawaian, jenjang kepangkatan, dan jabatan serta

pengangkatan pejabat di lingkungan dinas di laksanakan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang – undangan.

C. Manajemen Instansi

1. Visi dan Misi Instansi

a. Visi
15

“Terwujudnya pelestarian dan pengembangan warisan dan tata

nilai budaya daerah berbasis pada nilai-nilai luhur budaya Jawa

yang selaras dengan sejarah dan budaya Kraton Ngayogyakarta

Hadiningrat, kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa ”

b. Misi

1.) Meningkatkan kualitas pelayanan yang professional beretika

dan akuntabel sesuai dengan tata nilai budaya masyarakat.

2.) Melestarikan, melindungi dan mengembangkan kekayaan dan

keragaman budaya kota Yogyakarta sebagai upaya

mewujudkan jati diri masyarakat kota Yogyakarta.

2. Manajemen Organisasi Instansi

a. Struktur Organisasi (Terlampir)

Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta memiliki struktur

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 56 Tahun 2014 tentang Tugas

pokok, fungsi, rincian dan tata kerja Dinas Kebudayaan Provinsi D.I

Yogyakarta, susunan organisasi Dinas Kebudayaan terdiri dari :

a. Kepala Dinas

b. Sekretariat, terdiri dari :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2. Sub Bagian Keuangan

3. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

c. Bidang Pelestarian Warisan & Nilai Budaya terdiri dari:

1. Seksi Warisan Budaya, Pengetahuan & Teknologi


16

2. Seksi Tata Nilai Budaya

3. Seksi Kepurbakalaan & Permuseuman

d. Bidang Sejarah dan Bahasa terdiri dari:

1. Seksi Sejarah

2. Seksi Bahasa & Sastra

e. Bidang Adat, Seni dan Tradisi terdiri dari :

1. Seksi Seni & Film

2. Seksi Adat & Tradisi

f. Unit Pelaksana Teknis :

1. Kelompok Jabatan Fungsional

b. Tugas

Rincian Tugas dan Kegiatan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta:

a. KEPALA DINAS :

1. Menyusun konsep kebijakan walikota di bidang

kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan

sebagai bahan arahan operasional.

2. Mengkoordinasikan penyusunan dan menetapkan rencana

strategis dan rencana kerja Dinas.

3. Mengendalikan dan merumuskan segala bentuk pelaporan

dalam bidang tugasnya

b. SEKRETARIAT :
17

1. Mengumpulkan bahan dan data penyusunan kebijakan dan

petunjuk teknis yang berhubungan dengan tugas dan

fungsi di bidang kebudayaan.

2. Menyelenggarakan koordinasi pengumpulan dan

pengolahan bahan perencanaan program kerja, kegiatan

dan anggaran di lingkungan Dinas.

3. Menyelenggarakan koordinasi penyusunan dokumen

perencanaan program kerja, kegiatan dan anggaran.

a) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Sub Bagian

Umum dan Kepegawaian berdasarkan hasil evaluasi

kegiatan dan peraturan perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas baik secara langsung

maupun tidak langsung untuk mendapatkan masukan,

informasi, serta untuk mengevaluasi permasalahan agar

diperoleh hasil kerja yang optimal.

b) Kepala Sub Bagian Keuangan


18

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Sub Bagian

Keuangan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan

peraturan perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas baik secara langsung

maupun tidak langsung untuk mendapatkan masukan,

informasi, serta untuk mengevaluasi permasalahan agar

diperoleh hasil kerja yang optimal.

c) Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

1. Merencanakan operasional kegiatan Sub Bagian

Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan berdasarkan hasil

evaluasi kegiatan dan peraturan perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas baik secara langsung

maupun tidak langsung untuk mendapatkan masukan,


19

informasi, serta untuk mengevaluasi permasalahan agar

diperoleh hasil kerja yang optimal.

c. BIDANG PELESTARIAN WARISAN & NILAI BUDAYA

a. Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya

1. Merumuskan program kerja Bidang Pelestarian Warisan

& Nilai Budaya berdasarkan hasil evaluasi program dan

kegiatan serta peraturan perundang-undangan.

2. Menyelenggarakan koordinasi program kerja dengan

Sekretaris dan Kepala Bidang di lingkungan Dinas

maupun SKPD lain baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta

untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil

kerja yang optimal.

3. Mempelajari dan mengkaji peraturan perundang-

undangan bidang pajak daerah dan pengelolaan

keuangan serta regulasi sektoral terkait lainnya guna

mendukung kelancaran pelaksanaan tugas

b. Kepala Seksi Warisan Budaya, Pengetahuan & Teknologi

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Seksi Warisan

Budaya, Pengetahuan & Teknologi berdasarkan hasil

evaluasi kegiatan dan peraturan perundang-undangan.


20

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas maupun SKPD lain baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk

mendapatkan masukan, informasi, serta untuk

mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja

yang optimal.

c. Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya

1. Merumuskan program kerja Bidang Pelestarian Warisan

& Nilai Budaya berdasarkan hasil evaluasi program dan

kegiatan serta peraturan perundang-undangan.

2. Menyelenggarakan koordinasi program kerja dengan

Sekretaris dan Kepala Bidang di lingkungan Dinas

maupun SKPD lain baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta

untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil

kerja yang optimal.

3. Mempelajari dan mengkaji peraturan perundang-

undangan bidang pajak daerah dan pengelolaan


21

keuangan serta regulasi sektoral terkait lainnya guna

mendukung kelancaran pelaksanaan tugas

d. Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Seksi

Kepurbakalaan dan Permuseuman berdasarkan hasil

evaluasi kegiatan dan peraturan perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas maupun SKPD lain baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk

mendapatkan masukan, informasi, serta untuk

mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja

yang optimal..

d. BIDANG SEJARAH DAN BAHASA

a. Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa

1. Merumuskan program kerja Bidang Sejarah dan Bahasa

berdasarkan hasil evaluasi program dan kegiatan serta

peraturan perundang-undangan.

2. Menyelenggarakan koordinasi program kerja dengan

Sekretaris dan Kepala Bidang di lingkungan Dinas


22

maupun SKPD lain baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta

untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil

kerja yang optimal.

3. Mempelajari dan mengkaji peraturan perundang-

undangan bidang sejarah dan bahasa serta regulasi

sektoral terkait lainnya guna mendukung kelancaran

pelaksanaan tugas

b. Kepala Seksi Sejarah

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Seksi Sejarah

berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan peraturan

perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas maupun SKPD lain baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk

mendapatkan masukan, informasi, serta untuk

mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja

yang optimal.
23

e. BIDANG ADAT, SENI DAN TRADISI

a. Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi

1. Merumuskan program kerja bidang adat, seni dan

tradisi berdasarkan hasil evaluasi program dan kegiatan

serta peraturan perundang-undangan.

2. Menyelenggarakan koordinasi program kerja dengan

Sekretaris dan Kepala Bidang di lingkungan Dinas

maupun SKPD lain baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta

untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil

kerja yang optimal.

3. Mempelajari dan mengkaji peraturan perundang-

undangan bidang pajak daerah dan pengelolaan

keuangan serta regulasi sektoral terkait lainnya guna

mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

b. Kepala Seksi Seni dan Film

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Seksi Seni dan

Film berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan peraturan

perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada


24

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas maupun SKPD lain baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk

mendapatkan masukan, informasi, serta untuk

mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja

yang optimal.

c. Kepala Seksi Adat dan Tradisi

1. Menyusun rencana operasional kegiatan Seksi Adat dan

Tradisi berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan

peraturan perundang-undangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang

tugasnya serta memberikan arahan dan petunjuk kepada

bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung

guna kelancaran pelaksanaan tugas.

3. Menyiapkan bahan koordinasi dengan Sekretariat dan

Bidang di lingkungan Dinas maupun SKPD lain baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk

mendapatkan masukan, informasi, serta untuk

mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja

yang optimal.
25

Tabel 4

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

DINAS KEBUDAYAAN
26
27

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan magang yang penulis laksanakan di Dinas Kebudayaan

Provinsi D.I Yogyakarta berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini

menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi penulis. Dengan adanya

kegiatan magang ini, kami mendapatkan pengalaman-pengalaman yang

kami rasa sangat penting untuk diaplikasikan dalam dunia kerja, karena

kami diharuskan mampu melaksanakan kegiatan operasional dengan baik.

Selain itu, kami juga mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara untuk

berkomunikasi dengan baik kepada orang lain terutama kepada para

pegawai dan peserta magang lainnya yang dideskripsikan penulis sebagai

berikut :

1. Kegiatan di dalam kantor :

a.) Mengelola surat masuk, surat keluar dan undangan

b.) Menerima telefon

c.) Membuat surat keterangan dispensasi

d.) Membuat berbagai surat permohonan

2. Kegiatan di luar kantor yang di laksanakan pada tahun 2018 :

a.) Kemitraan Budaya.

b.) Workshop Penulisan Sastra Jawa

c.) Pameran Seni

d.) Kajian Budaya


28

e.) Gelar Macapat

f.) Dialog Budaya

g.) Festival Seni Budaya (Dalang Cilik)

h.) Pasar Kangen

i.) Seminar Kebudayaan

j.) FKY

B. Permasalahan

Membangun potensi sumber daya, baik sumber daya alam, sumber

daya budaya, sumber daya buatan, maupun sumber daya manusia,

merupakan upaya dalam mendorong pertumbuhan kualitas hidup

masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta melalui seksi Pelestarian

Warisan Nilai Budaya menggelar festival Dalang Cilik yang bertujuan

untuk mengenalkan budaya seni pedalangan pada anak-anak una

memahami dan diharapkan mampu turut serta dalam pelestarian budaya

yang ada khususnya di wilayah Yogyakarta disisi lain juga sebagai upaya

dalam pembangunan potensi sumberdaya budaya. Acara festival tersebut

diselenggarakan Rabu hingga Jumat (1 – 3 Agustus 2018), bertempat di

Pendop Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari delapan belas kelurahan

rintisan budaya, DPC HPI dan Mahasiswa dengan jumlah peserta dalang

cilik sejumlah 18 peserta.

Sementara untuk permasalahan yang di hadapi adalah anatara lain:


29

1. Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan Bidang yang

dikuasai mengakibatkan pekerjaan terhambat.


2. Kurangnya dan telat koordinasi antara pegawai PNS dan Staff

Dinas
3. Sistem kerja yang belum teratur dan selalu berubah
4. Peralatan elektronik yang ada tidak menujang karena tidak

sesuai standart yang baru dan bahkan ada beberapa alat

elektronik yang rusak sehingga menghambat penyelesaian

pekerjaan.
5. Adanya perbedaan perlakuan PNS dan Non PNS

Bukan hanya itu saja permasalahan yang terdapat di Dinas

Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta, seperti kurangnya kualitas SDM

(Sumber Daya Manusia) khususnya PNS yang tidak mengerti mengenai

IPTEK yang ada sehingga menyebabkan kurangnya efisien waktu untuk

menyelesaikan tugas tugas yang ada.

C. Pemecahan Masalah

Dari berbagai masalah yang di hadapi Dinas Kebudayaan Provinsi

D.I Yogyakarta. Berikut beberapa penyelesaian yang menurut penulis bisa

menyelesaian permasalahn tersebut :

a. Sebaiknya yang di tempatkan di Dinas Kebudayaan Kota

Yogyakarta adalah orang orang yang menggeluti bidang

kebudayaan supaya bisa lebih berkompeten di duia

kebudayaan.
30

b. Sebaiknya ada koordinasi antar staf dan PNS dengan baik.

Dengan cara memberitahukan jadwal dan kegiatan apa saja

yang harus di selesaikan.


c. Sebaiknya di perbarui peralatan elektronik supaya bisa

menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan efisien.


d. Sebaiknya perilaku yang di berikan disamakan supaya tidak

ada cemburu buta antar staf dan PNS

BAB IV

PENUTUP

A. Simpulan
31

Setelah penulis menyelesaikan program magang selama 3 bulan dari

14 Mei 2018 – 14 Agustus 2018 penulis menyimpulkan bahwa ada

beberapa kegiatan yang diikuti oleh penulis di Dinas Kebudayaan Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga ada beberapa tugas yang

sering dilakukan penulis selama berada di Dinas Kebudayaan D.I

Yogyakarta.

Program magang yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu

Pariwisata Ambarukmo bekerjasama dengan instansi pemerintahan atau

perusahaan yang terkait, sangat bermanfaat dalam proses pengembangan

pribadi-pribadi yang andal dalam menghadapi berbagai dinamika kerja.

Selain itu, program ini mampu memberikan kesinambungan kebutuhan

mahasiswa antara teori dan praktik. Program magang yang dilaksanakan di

instansi Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta ini sangat bermanfaat

dan dapat membekali mahasiswa, tentang bagaimana dunia kerja

sebenarnya yang dilakukan penulis selama berada di Dinas Kebudayaan

Provinsi D.I Yogyakarta.

Dari uraian kegiatan yang dilakukan penulis selama mengikuti

program magang kerja di lingkungan Kantor Dinas Kebudayaan Kota

Yogyakarta :

1. Dinas kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta merupakan induk

pelopor Budaya di Yogyakarta


32

2. Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta menjadi induk

atau pusat penadah dan pendukung dalam pelestarian budaya

budaya yang ada di Yogyakarta.


3. Penulis dapat memahami karakter lingkungan Kantor Dinas

Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta.


4. Kegiatan yang dilakukan Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi D.I

Yogyakarta menjadikan salah satu sektor pendukung yang kuat

bagi sector kemajuan pariwisata khususnya dalam bidang

pariwisata budaya.

B. Saran

Selesainya penulis melaksanakan program magang di Kantor Dinas

Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta. Penulis menyarankan untuk Kantor

Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta supaya memperbaiki sarana dan

prasarana yang dalam kondisi kurang baik. Dan lebih bisa mengatur sistem

kerja karyawannya supaya lebih rapi lagi. Meningkatkan kualitas Hospitality

yang yang ada. Lebih menghargai orang orang yang ada di lingkungan Dinas

Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta.

Berikut beberapa saran penulis untuk Kantor Dinas Kebudayaan

Provinsi D.I Yogyakarta.

Harapan penulis supaya Kantor Dinas kebudayaan Provinsi D.I

Yogyakarta bisa menjadi lebih baik dalam segala hal.


33

DAFTAR PUSTAKA

Data Dinas Kebudayaan Provinsi D.I Yogyakarta tahun 2017 dan 2018.

http://www.tasteofjogja.org/page.php?kat=prof&id=NA==&fle=&lback=

LAMPIRAN

A. Data Pribadi

PERSONAL DATA

Deby Melliana
Kebumen, May 23, 1997
Podourip Rt 03/Rw 01, Petanahan, Kebumen
Postal Code: 54382
082327736955
Debymelliana59@gmail.com

Gender : Female

Marital Status : Single

Nationality : Indonesian

Nationality : Indonesian

Health : Good

Height : 155 cm

Weight : 60 kg
34

Blood Type :O

Hobby : Listen to Music

EXPERIENCE

A. Education
a. Formal Education :
- Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, 2016 – Now
- SMA Negeri 1 Karanganyar, 2012 - 2015
- SMP Negeri 2 Adimulyo, 2009 - 2012
- SDN Podourip, 2003 – 2009
b. Non Formal Education
- Satuan Mahasiswa Bhayangkara 2018 – now
- Komunitas Malamuseum Kemendikbud 2017 – now
- Komunitas Djogja’45 2018 – now
- Persatuan Mahasiswa Pelatihan Literasi Medsos Kemenkominfo 2018 -

now

B. Proviciency Language(s) :
- Bahasa Indonesia
- English

C. Work Experience

Company Position Description


Grand Aston hotel Banquete Casual
Alana hotel Banquete Kitchen Casual
Bilik Kayu Resto Service Casual
Sahid Jaya Hotel Service Casual

Sahid Rich Hotel Service Casual

Sheraton Hotel Service Casual

Royal Ambarrukmo Service Casual

Tentrem Hotel Service Casual


35

D. Seminar(s) :
- Rakor Pimpinan PTS Kopertis V DIY at Sahid Jaya Hotel Yogyakarta with

Peran Perguruan Tinggi Swasta dalam Bela Negara themes as a

participant, January 18, 2017.


- Seminar at Amarta Auditorium STIPRAM, The Ideal Campus with

Ekspektasi Pengembangan Pariwisata dan MICE Nasional 2045 themes as

a participant, May 15, 2017.


- Participant on Seminar, Exhibition, and Performance on International

Mask Fest’17.
- Participant in The 6th Java Summer Camp 2017 Dinas Pariwisata

Kabupaten Sleman
- Participant in The 7th Java Summer Camp 2018 Dinas Pariwisata

Kabupaten Sleman
E. Archievement(s) :
- Participated in Perjuangan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke-69

“Yogyakarta Mendunia”, as Volunteer.


- Participated in Flash Blogging “Menuju Indonesia Maju” Kementerian

Komunikasi dan Informatika RI.


- PASKIBRAKA STIPRAM Yogyakarta.
- Participant on Pelatihan Literasi Media Sosial Lintas Iman Kemkominfo

2018.
- Participant in Wayang Jogja Night Carnival #2 HUT Kota Jogja ke-261

2017, as Volunteer.
- Participant on Wisuda STIPRAM 2017.
- Participant on Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes To Campus

Kemenpar 2017.

F. Extracurricular Activity :
- Joined at student council as secretary.
- Joined at scout as secretary.
- Joined at PMR
- Joined Satuan Mahasiswa Bhayangkara / SATMABHARA POLDA DIY
- Joined UKM Karawitan STIPRAM
- Joined UKM Sympadiso Choir
36

B. Foto Kegiatan
37
38
39