Anda di halaman 1dari 12

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN HOLISTIK SISWA

Binti Maunah
IAIN Tulungagung
e-mail: binti_maunah@yahoo.com

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendidikan karakter dalam
pembentukan kepribadian holistik siswa. Metode yang dingunakan yaitu penelitian kualitatif. Peneli-
tian dilakukan di MTs N Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar. Data diperoleh dari hasil indept interview
dengan key informant: kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, wali kelas, guru, dan siswa. Data di-
analisis dengan menggunakan langkah-langkah: data reduction, data display, dan conclusion/verification).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pengelolaan pendidikan karakter dapat dibagi
menjadi dua strategi, yaitu internal dan eksternal sekolah; (2) strategi internal sekolah dapat ditem-
puh melalui empat pilar, yakni kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk
school culture, kegiatan habituation, kegiatan ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler; dan (3) strategi ekster-
nal dapat ditempuh melalui kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Kata Kunci: pendidikan karakter, pribadi holistik

THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN THE FORMATION


OF STUDENTS’ HOLISTIC PERSONALITY

Abstract: The purpose of this study was to describe the implementation of character education in the
formation of students' holistic personality. The research was a qualitative study conducted at MTsN
Jabung and SMPN 1 Blitar Talun. Data were obtained from in-depth interviews with key informants:
principals, vice-principals, guardians, teachers, and students. Data were analyzed by using the steps
of data reduction, data display, and conclusion/verification. Based on the results of the data analysis,
the research showed that: (1) the management of character education could be divided into two stra-
tegies, namely internal and external; (2) the internal strategy of the school could be accomplished
through the four pillars, namely teaching and learning activities in the classroom, daily activities in
the form of school culture, habit formation activities, curricular and extra-curricular activities; and (3)
external strategy could be done by cooperating with parents and the community.

Keywords: character education, holistic personality

PENDAHULUAN perankan oleh siswa, cabe-cabean, perpi-


Masalah pendidikan di Indonesia sa- sahan sekolah dengan baju bikini, dan ber-
ngatlah kompleks karena di semua aspek- bagai peran negatif lainnya.
nya terdapat persoalan yang perlu disele- Data tahun 2013, setidaknya terjadi
saikan. Dekadensi moral telah merajalela 128 kasus tawuran antarpelajar. Angka ini
dalam dunia pendidikan sehingga menjadi melonjak tajam lebih dari 100 pada tahun
potret buram dalam dunia pendidikan. Hal sebelumnya. Kasus tawuran tersebut me-
ini bisa dilihat dari maraknya peredaran newaskan 82 pelajar, pada tahun 2014 telah
video porno yang diperankan oleh para pe- terjadi 139 tawuran yang menewaskan 12
lajar, maraknya perkelahian antarpelajar, pelajar (TV One, 2014).
adanya kecurangan dalam ujian nasional, Melihat hal tersebut, banyak dari ka-
banyaknya kasus narkoba yang menjerat langan yang menilai bahwa saat ini bangsa
siswa, banyaknya begal motor yang di- Indonesia dalam kondisi sakit yang mem-

90
91

butuhkan penanganan dan pengobatan se- masuk melalui pendidikan yang dilakukan
cara tepat melalui pemberian pendidikan secara terprogram, bertahap, dan berkesi-
karakter di semua tingkatan pendidikan nambungan (Hasan, 2010:6).
(Mulyasa, 2007: 17). Begitu juga pergaulan Proses dan hasil upaya pendidikan
di masyarakat telah bergeser dari masya- dampaknya tidak akan terlihat dalam wak-
rakat yang menekankan rasa sosial telah tu yang segera, akan tetapi melalui proses
berubah menjadi asosial. Hal itu disebab- yang panjang. Melalui upaya tersebut se-
kan banyaknya pengaruh nilai-nilai asing tidaknya generasi muda akan lebih memi-
yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa liki daya tahan dan tangkal yang kuat ter-
melalui proses filterisasi. Pengaruh terse- hadap setiap permasalahan dan tantangan
but apabila dibiarkan tentu akan merusak yang datang.
akhlak dan moral generasi muda, khusus- Pendidikan karakter merupakan pen-
nya siswa. ciptaan lingkungan sekolah yang memban-
Karakter adalah bentuk watak, tabiat, tu siswa dalam perkembangan etika, tang-
akhlak yang melekat pada pribadi sese- gung jawab melalui model, dan pengajaran
orang yang terbentuk dari hasil internali- karakter yang baik melalui nilai-nilai uni-
sasi yang digunakan sebagai landasan un- versal (Berkowitz & Bier, 2005:7). Nilai-ni-
tuk berpikir dan berperilaku sehingga me- lai karakter ini sudah seharusnya ditanam-
nimbulkan suatu ciri khas pada individu kan kepada siswa sehingga mereka mam-
tersebut (Tim Penyusun, 2008:682). Karak- pu menerapkan dalam kehidupannya baik
ter individu akan berkembang dengan baik, di keluarga, sekolah, masyarakat, dan ne-
apabila memperoleh penguatan yang tepat, gara sehingga dapat memberikan kontri-
yaitu berupa pendidikan. busi yang positif kepada lingkungannya.
Undang-Undang Republik Indonesia Pendidikan karakter mempunyai tu-
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pen- juan penanaman nilai dalam diri siswa dan
didikan Nasional (Sisdiknas) telah meru- pembaruan tata kehidupan bersama yang
muskan fungsi dan tujuan pendidikan na- lebih menghargai kebebasan individu. Se-
sional. Pasal 3 UU tersebut menyatakan, lain itu, pendidikan karakter bertujuan me-
“Pendidikan nasional berfungsi mengem- ningkatkan mutu penyelenggaraan dan ha-
bangkan kemampuan dan membentuk wa- sil pendidikan di sekolah yang mengarah
tak serta peradaban bangsa yang bermar- pada pencapaian pembentukan karakter
tabat dalam rangka mencerdaskan kehidup- dan akhlak mulia siswa secara utuh, ter-
an bangsa, bertujuan untuk berkembang- padu, dan seimbang sesuai dengan standar
nya potensi peserta didik agar menjadi ma- kompetensi lulusan (Samani dan Hariyan-
nusia yang beriman dan bertaqwa kepada to, 2011: 42-43).
Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, ber- Tujuan pendidikan karakter yang di-
ilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga harapkan Kementerian Pendidikan Nasio-
negara yang demokratis serta bertanggung nal (sekarang: Kementerian Pendidikan dan
jawab.” Pasal tersebut merupakan dasar Kebudayaan) adalah seperti berikut. Perta-
bagi pengembangan pendidikan karakter ma, mengembangkan potensi kalbu/nura-
untuk pembentukan karakter manusia ni/afektif siswa sebagai manusia dan war-
khususnya generasi muda. Pembinaan ka- ganegara yang memiliki nilai-nilai budaya
rakter manusia selaku generasi muda da- dan karakter bangsa. Kedua, mengembang-
pat ditempuh dengan berbagai upaya, ter- kan kebiasaan dan perilaku siswa yang

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa


92

terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai uni- Adapun delapan belas nilai tersebut yaitu:
versal dan tradisi budaya bangsa yang reli- religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja ke-
gius. Ketiga, menanamkan jiwa kepemim- ras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin
pinan dan tanggung jawab siswa sebagai tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air,
generasi penerus bangsa. Keempat, mengem- menghargai prestasi, bersahabat/komuni-
bangkan kemampuan siswa menjadi ma- katif, cinta damai, gemar membaca, peduli
nusia yang mandiri, kreatif, berwawasan lingkungan, peduli sosial, dan tanggung
kebangsaan. Kelima, mengembangkan ling- jawab.
kungan kehidupan sekolah sebagai ling- Dilihat dari segi komponennya, pen-
kungan belajar yang aman, jujur, penuh didikan karakter lebih menekankan pen-
kreativitas dan persahabatan, serta dengan tingnya tiga komponen karakter yang baik
rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh (components of good character) yaitu moral
kekuatan (dignity) (Kemdiknas, 2010: 9). knowing atau pengetahuan tentang moral,
Pendidikan karakter memiliki tiga moral feeling atau perasaan tentang moral
fungsi utama. Pertama, fungsi pembentukan dan moral action atau perbuatan bermoral
dan pengembangan potensi. Pendidikan (Lickona, 1991:21).
karakter membentuk dan mengembangkan Kesuma (2011: 2) berpendapat bahwa
potensi siswa agar berpikiran baik, berhati ada tiga desain pendidikan karakter. Per-
baik, dan berperilaku sesuai dengan fal- tama, desain pendidikan karakter berbasis
safah pancasila. Kedua, fungsi perbaikan kelas. Desain ini berbasis pada hubungan
dan penguatan. Pendidikan karakter mem- guru sebagai pendidik dan siswa sebagai
perbaiki dan memperkuat peran keluarga, pembelajar di dalam kelas. Konteks pendi-
satuan pendidikan, masyarakat, dan peme- dikan karakter adalah proses hubungan
rintah untuk ikut berpartisipasi dan ber- komunitas kelas dalam konteks pembela-
tanggung jawab dalam pengembangan po- jaran. Relasi antara guru dengan pembe-
tensi warga negara dan pembangunan lajar bukan monolog, melainkan dialog de-
bangsa menuju bangsa yang maju, man- ngan banyak arah. Kedua, desain pendidik-
diri, dan sejahtera. Ketiga, fungsi penya- an karakter berbasis kultur sekolah. Desain
ring. Pendidikan karakter memilah budaya ini membangun budaya sekolah yang mam-
bangsa sendiri dan menyaring budaya pu membentuk karakter siswa dengan ban-
bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai- tuan pranata sosial sekolah agar nilai ter-
nilai budaya bangsa dan karakter bangsa tentu terbentuk dan terbatinkan dalam diri
yang bermartabat (Zubaidi, 2011:18). siswa. Ketiga, desain pendidikan karakter
Karakter berasal dari nilai tentang berbasis komunitas. Dalam mendidik, ko-
sesuatu. Suatu karakter akan melekat de- munitas sekolah negeri maupun swasta ti-
ngan nilai dari perilaku seseorang. Karena dak berjuang sendirian. Kalau ketiga kom-
itu, dalam perspektif pendidikan karakter, ponen bekerjasama melaksanakan dengan
tidak ada perilaku anak yang tidak bebas baik, maka akan terbentuk karakter bangsa
dari nilai (Kesuma, dkk., 2011:2). Nilai-nilai yang kuat.
pendidikan karakter yang dikembangkan Dalam proses pelaksanaan pendidik-
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan an karakter dilaksanakan dua cara, yakni
ada delapan belas karakter. Nilai-nilai ter- intrakulikuler dan ekstrakulikuler. Proses
sebut bersumber dari agama, Pancasila, bu- pelaksanaan pendidikan karakter mengan-
daya, dan tujuan pendidikan nasional. dung tiga komponen, yakni moral knowing,

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun V, Nomor 1, April 2015


93

moral feeling, dan moral action (Lickona, 1991: patan kepada siswa untuk menunjukkan
32). Penanaman aspek moral knowing dita- perilaku yang baik. Keenam, memiliki ca-
namkan melalui pembelajaran di kelas, se- kupan terhadap kurikulum yang bermakna
dangkan moral feeling dan moral action di- dan menantang yang menghargai semua
tanamkan baik di dalam kelas maupun siswa, membangun karakter mereka, dan
luar kelas. Dari ketiga komponen, aspek membantu untuk sukses. Ketujuh, meng-
moral action harus dilakukan terus-menerus usahakan tumbuhnya motivasi diri pada
melalui pembiasaan setiap hari. para siswa. Kedelapan, memfungsikan se-
Pendidikan karakter di Indonesia me- luruh staf sekolah sebagai komunitas moral
rupakan gerakan nasional untuk mencipta- yang berbagi tanggung jawab untuk pen-
kan sekolah dalam membina generasi muda didikan karakter dan setia pada nilai dasar
yang beretika, bertanggung jawab, karena yang sama. Kesembilan, memfungsikan ke-
pendidikan karakter lebih menekankan luarga dan anggota masyarakat sebagai mi-
pada aspek nilai yang universal. Character tra dalam usaha membangun karakter. Ke-
education quality (CEQ) merupakan standar sepuluh, mengevaluasi karakter sekolah,
yang digunakan untuk merekomendasikan fungsi staf sekolah sebagai guru-guru ka-
bahwa pendidikan merupakan cara efektif rakter dan manifestasi karakter positif da-
untuk mengembangkan karakter siswa. lam kehidupan siswa.
Character education quality adalah standard
yang merekomendasikan bahwa pendidik- METODE
an akan secara efektif mengembangkan ka- Pendekatan penelitian yang diguna-
rakter siswa ketika nilai-nilai dasar etika kan dalam peneliti ini adalah pendekatan
dijadikan sebagai basis pendidikan yang kualitatif. Penelitian ini dilakukan di dua
menggunakan pendekatan yang tajam, pro- lokasi, yaitu: MTsN Jabung dan SMPN 1
aktif dan efektif dalam membangun dan Talun Blitar. Dalam penelitian ini, data pri-
mengembangkan karakter siswa. mer diperoleh peneliti dari hasil wawan-
Penjelasan di atas mengarahkan bah- cara mendalam (indept interview) dengan
wa pendidikan karakter harus didasarkan informan kunci (key informan), yaitu: kepala
pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Per- sekolah, para waka, wali kelas, dan siswa
tama, mempromosikan nilai-nilai dasar eti- di dua lokasi penelitian. Setelah data ter-
ka sebagai basis karakter. Kedua, meng- kumpul dianalisis dengan menggunakan
identifikasi karakter secara komprehensif teknik induktif yang menempuh langkah-
supaya mencakup pemikiran, perasaan, langkah: reduksi data (data reduction), pe-
dan perilaku. Ketiga, menggunakan pende- nyajian data (data display), dan verifikasi
katan yang tajam, proaktif dan efektif un- data (conclusion drawing/verification) (Bog-
tuk membangun karakter. Keempat, men- dan dan Biklen, 1998). Secara detail, proses
ciptakan komunitas sekolah yang mempu- analisis data dua lokasi penelitian disajikan
nyai kepedulian. Kelima, memberi kesem- pada Gambar 1.

Kasus I: MTs.N Jabung Temuan Sementara


Kasus I
Analisis Temuan Akhir

Temuan Sementara
Kasus II: SMPN 1 Talun
Kasus II

Gambar 1. Proses Analisis Data

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa


94

HASIL DAN PEMBAHASAN lolaan tersebut dilaksanakan secara intensif


Hasil Penelitian dengan menggunakan perencanaan pendi-
Bentuk penanaman pendidikan ka- dikan karakter, pelaksanaan pendidikan
rakter di MTsN Jabung Blitar dan di SMPN karakter, dan evaluasi pendidikan karak-
1 Talun Blitar dilaksanakan terintegrasi ke ter.
dalam visi dan misi sekolah yang diimple- Pertama, perencanaan pendidikan ka-
mentasikan melalui pembelajaran di semua rakter di MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun
bidang mata pelajaran dan melalui kerja dilakukan ketika penyusunan rencana pem-
sama dengan keluarga orang tua siswa dan belajaran, yakni silabus dan RPP. Seluruh
masyarakat. Pendidikan karakter di kedua silabus dan RPP dipastikan telah mema-
sekolah tersebut dimaknai dengan suatu sukkan muatan-muatan pendidikan karak-
sistem penanaman nilai-nilai karakter ke- ter.
pada warga sekolah yang meliputi kompo- Kedua, pelaksanaan pendidikan ka-
nen pengetahuan, kesadaran, atau kemau- rakter dilakukan melalui tatap muka di da-
an, dan tindakan untuk melaksanakan ni- lam kelas dan kegiatan mandiri di luar ke-
lai-nilai tersebut baik terhadap Allah Swt., las. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tu-
diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun juh belas nilai karakter.
kebangsaan sehingga menjadi manusia in-  Pelaksanaan nilai religius dengan cara
san kamil. berdoa, salat Duha, shalat Zuhur, dan
Adapun pelaksanaan Pendidikan Ka- Ashar berjamaah.
rakter di MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun  Pelaksanaan nilai jujur dengan cara da-
adalah dengan memasukkan delapan belas lam ulangan siswa dilatih jujur dengan
nilai karakter dalam semua materi pembe- tidak ada pengawas.
lajaran, yaitu: nilai karakter religius, nilai  Pelaksanaan nilai toleransi dengan cara
karakter jujur, nilai karakter toleransi, nilai menghormati dengan teman yang ber-
karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, beda pendapat atau paham.
nilai karakter kreatif, nilai karakter man-  Pelaksanaan nilai disiplin dengan cara
diri, nilai karakter demokratis, nilai karak- masuk sekolah tepat waktu, masuk ke-
ter rasa ingin tahu, nilai karakter semangat las setelah istirahat tepat waktu, pergan-
kebangsaan, nilai karakter cinta tanah air, tian gutu mengajar tepat waktu, dan pu-
nilai karakter menghargai prestasi, nilai ka- lang sekolah tepat waktu.
rakter bersahabat/komunikatif, nilai karak-  Pelaksanaan nilai kerja keras dengan ca-
ter cinta damai, nilai karakter gemar mem- ra belajar keras dan mengerjakan tugas
baca, nilai karakter peduli lingkungan, ni- hingga selesai tanpa mengenal lelah.
lai karakter peduli sosial, dan nilai karakter  Pelaksanaan nilai kreatif dengan cara
tanggung jawab. Pelaksanaan Pendidikan guru memberikan kebebasan berkreasi
Karakter di MTsN Jabung dan SMPN 1 Ta- siswa, begitu juga siswa boleh menger-
lun Blitar telah dilaksanakan dengan baik, jakan tugas sesuai dengan kreativitas
melalui kegiatan intakulikuler ekstrakuri- masing-masing.
kuler.  Pelaksanaan nilai mandiri dengan cara
Pendidikan karakter dalam lingkup mencari sumber belajar secara mandiri,
intrakurikuler diimplementasikan melalui baik di perpustakaan, di internet, mewa-
perangkat pembelajaran yang terintegrasi wancarai narasumber, dan berbagai ke-
pada semua bidang mata pelajaran. Penge- giatan yang melatihkan kemandirian;

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun V, Nomor 1, April 2015


95

 Pelaksanaan nilai karakter demokratis tugas kepada siswa untuk membuat kli-
dengan cara malatih siswa bermusya- ping, dan membuat majalah dinding.
warah, melibatkan siswa dalam rapat  Pelaksanaan nilai peduli lingkungan de-
sekolah, melibatkan siswa dalam proses ngan cara menanam pohon di lingkung-
pengambilan keputusan yang berkaitan an sekolah, dan membuang sambah se-
dengan siswa. suai dengan jenisnya ke tempat sampah.
 Pelaksanaan nilai rasa ingin tahu dila-  Pelaksanaan nilai peduli sosial dengan
kukan dengan cara memberi kesempat- cara mendoakan, membesuk, dan spon-
an kepada siswa untuk bertanya, mem- tanitas infak untuk teman yang menda-
berikan remedial, dan memberikan pe- patkan musibah, dan membantu siswa
ngayaan materi pembelajaran. yang mengalami kesulitan saat menger-
 Pelaksanaan nilai semangat kebangsaan jakan tugas individu maupun kelom-
dengan cara memperkenalkan ragam pok.
budaya nasional, dan membentuk ke- Ketiga, evaluasi pelaksanaan pendi-
lompok untuk bekerja sama dengan te- dikan karakter dilaksanakan dengan cara
man sekelas yang berbeda suku, agama, menilai secara langsung dan pengamatan.
ras, dan status sosial-ekonomi. Penilaian secara langsung dilakukan de-
 Pelaksanaan nilai cinta tanah air dengan ngan cara memasukkan unsur pendidikan
cara memasang peta Indonesia, lambang karakter dalam soal kuis, ulangan harian,
burung garuda, foto presiden dan wakil ulangan tengah semester, dan ulangan
presiden, dan bendera, serta mendorong akhir semester. Selain itu, penilaian pen-
siswa agar cinta produk Indonesia. didikan karakter juga dilakukan dengan
 Pelaksanaan nilai menghargai prestasi cara pengamatan terhadap sikap siswa. Si-
dengan cara memberikan apresiasi ke- kap siswa yang dinilai meliputi: (1) sikap
pada siswa yang mendapat prestasi baik siswa dengan guru, kepala sekolah, tenaga
akademik maupun nonakademik. pendidikan dan sesama siswa; (2) ketaatan
 Pelaksanaan nilai bersahabat/komuni- siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah;
katif dengan cara melakukan interaksi (3) kedisiplinan dalam mengikuti upacara
antar-peserta didik, peserta didik de- bendera; (4) kedisiplinan dalam mengikuti
ngan guru, peserta didik dengan kepala senam pagi; (5) kedisiplinan dalam meng-
sekolah, peserta didik dengan tenaga ikuti gotong-royong piket di sekolah; (6)
administrasi, peserta didik dengan ko- kedisiplinan dalam mengikuti ibadah se-
mite sekolah, dan peserta didik dengan cara berjamaah; dan (7) kedisiplinan dalam
masyarakat luas. mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
 Pelaksanaan nilai cinta damai dilakukan Seluruh nilai tersebut dikurangi de-
dengan cara saling berjabat tangan saat ngan jumlah pelanggaran yang dilakukan
masuk sekolah, saling senyum, sapa, siswa, seperti jumlah terlambat masuk se-
dan salam saat berjumpa dan sebagai- kolah, jumlah meninggalkan sekolah tanpa
nya. ijin, dan jumlah pelanggaran terhadap tata
 Pelaksanaan nilai gemar membaca de- tertib sekolah lainnya.
ngan cara mendorong siswa agar se- Berdasarkan hasil penilaian tersebut,
nang membaca baik sebelum atau se- proses pelaksanaan pendidikan karakter di
sudah pembelajaran, mendorong siswa dua sekolah yang menjadi lokus penelitian
untuk gemar ke perpustakaan, memberi dapat dipahami bahwa pendidikan karak-

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa


96

ter di dua sekolah tersebut termasuk baik. ter religius dalam BTA adalah siswa ter-
Hal ini bisa dilihat dari segi nilai mata pe- biasa membaca Quran dengan baik sesuai
lajaran baik pemahaman materi maupun tajwid. BTA juga mengajarkan kebiasaan
sikap. Hasil penelusuran peneliti ke guru gemar membaca.
PAI dan kewarganegaraan di MTsN Ja- Pendidikan karakter melalui pihak
bung dan SMPN 1 Talun Blitar dapat dike- eksternal sekolah, yaitu melalui orang tua
tahui bahwa nilai rata-ratanya 78 dan si- dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan
kapnya mendapatkan predikat A. itu, kedua sekolah tersebut juga telah men-
Dampak pelaksanaan pendidikan ka- sosialisasikan pendidikan karakter kepada
rakter di MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun orang tua siswa dengan cara memberikan
Blitar sangat baik bagi siswa. Siswa dapat penyuluhan kepada orang tua untuk selalu
merasakan dampak positif, yaitu: (1) moti- mengawasi karakter anak, membimbing
vasi yang tinggi untuk selalu berbuat jujur anak melakukan tata karma dan sopan
setiap saat; (2) tidak berbohong dengan santun di dalam keluarga, rajin beribadah,
siapa pun; (3) selalu menghormati yang le- hormat kepada orang tua, dan penanaman
bih tua dan menyayangi sesama; (4) men- karakter lainnya.
syukuri atas apa yang telah diterima; 5) Upaya tersebut ditempuh oleh seko-
beribadah secara berjamaah; (6) menghar- lah dengan harapan ada kesinambungan
gai karya orang lain; 7) terlatih menjadi pe- antara pendidikan karakter di sekolah dan
mimpin masa depan yang kuat; (8) terlatih di dalam keluarga. Mengingat, tanpa ada-
untuk mengerjakan tugas secara kreatif; (9) nya kesinambungan, maka pendidikan ka-
terbias berpikir mandiri; (10) terlatih peduli rakter tidak akan berhasil dengan baik.
lingkungan; (11) terbiasa membantu teman Sekolah juga melakukan sosialisasi
yang membutuhkan bantuan, dan sebagai- dengan masyarakat sekitar untuk mena-
nya. namkan pendidikan karakter kepada anak,
Kegiatan ekstrakulikuler yang sangat misalnya dengan membentuk Jam belajar
mendukung pelaksanaan pendidikan ka- Masyarakat (JBM) antara pukul 18.00 s.d.
rakter adalah Rohis (Rohani Islam) dan 21.00. Pada jam tersebut, seluruh masyara-
Baca Tulis Al-Quran. Rohis bisa menjadi kat dilarang menghidupkan TV sehingga
salah satu media untuk mendalami PAI di tidak mengganggu konsentrasi anak bela-
luar kelas sekaligus belajar organisasi. Ro- jar. Pada jam itu, kepala desa, ketua RW
his mempunyai sepuluh program, yakni: atau ketua RT, bahkan masyarakat umum
menyelenggakaran Latihan Kepemimpinan pun dapat menegur masyarakat yang meng-
Siswa Muslim (LKSM), menyelenggarakan hidupkan televisi.
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), mem- Kondisi masyarakat yang selama ini
budayakan Salam, Senyum, Sapa dalam ke- sangat permisif membiarkan anak bermain
hidupan sehari-hari, menyelenggarakan Is- dan menonton televisi saat jam belajar ma-
lamic Festival, menyelenggarakan Perayaan lam hari, sudah saatnya dihilangkan, de-
Hari Besar Islam (PHBI, melaksanakan sa- ngan mematuhi JBM yang telah disepakati
lat Duhur dan Ashar berjamaah, dan me- bersama. Orang tua yang mempunyai hobi
nerbitkan buletin Rohis. menonton sinetron pada saat jam belajar
Selain Rohis, pendidikan karakter masyarakat perlu dialihkan pada jam lain
juga dilakukan dalam ekstrakurikuler Baca yang tidak mengganggu kegiatan belajar
Tulis Al-Quran (BTA). Bentuk nilai karak- anak. Kondisi yang kondusif ini sangat

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun V, Nomor 1, April 2015


97

perlu diciptakan karena ketika orang tua dikan karakter, pelaksanaan pendidikan
menyuruh anak belajar, sementara dirinya karakter, dan evaluasi pendidikan karak-
menonton sinetron, maka akan meng- ter.
ganggu konsentrasi anak dalam belajar. Pertama, perencanaan pendidikan ka-
Kenyataan tersebut menunjukkan ke- rakter di MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun
berhasilan pelaksanaan Pendidikan Karak- dilakukan ketika penyusunan rencana pem-
ter di MTs.N Jabung dan SMPN 1 Talun belajaran, yakni silabus dan RPP. Seluruh
Blitar. Keberhasilan ini tidak lepas dari fak- silabus dan RPP dipastikan telah mema-
tor-faktor pendukung. Pertama, faktor sa- sukkan muatan-muatan pendidikan karak-
rana prasarana di MTsN Jabung dan SMPN ter.
1 Talun Blitar termasuk lengkap. Kedua, Kedua, pelaksanaan pendidikan ka-
faktor Leadership (kepemimpinan) kepala di rakter dilakukan melalui tatap muka di
MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar dalam kelas dan kegiatan mandiri di luar
yang mempunyai atensi terhadap kemaju- kelas
an PAI dengan berpedoman bahwa apa- Ketiga, evaluasi pelaksanaan pendi-
pun kegiatan yang menunjang visi misi se- dikan karakter dilaksanakan dengan cara
kolah, baik melalui PAI, kepala di MTs.N menilai: (1) sikap siswa selama di sekolah;
Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar akan me- (2) ketaatan siswa dalam memenuhi tata
nyetujuinya. Ketiga, faktor keteladanan tertib sekolah; (3) kedisiplinan dalam me-
guru PAI maupun guru mata pelajaran lain ngikuti upacara bendera; (4) kedisiplinan
sudah baik sehingga pelaksanaan pendi- dalam mengikuti senam pagi; (5) kedisi-
dikan karakter dalam PAI dapat terlaksana plinan dalam mengikuti gotong royong di
dengan baik. Keempat, dukungan orang sekolah; (6) kedisiplinan dalam mengikuti
tua siswa yang rata-rata tertib mendukung ibadah secara berjamaah; dan (7) kedisi-
pendidikan karakter sekolah dalam bentuk plinan dalam mengikuti kegiatan ekstraku-
memberikan support yang kuat dalam men- rikuler. Seluruh nilai tersebut dikurangi
ciptakan nuansa agamis. Kelima, dukung- dengan jumlah pelanggaran yang dilaku-
an masyarakat luas yang selalu memantau kan siswa, seperti jumlah terlambat masuk
karakter anak. Keenam, adanya dukungan sekolah, jumlah meninggalkan sekolah tan-
para alumni agar adik-adiknya mengikuti pa izin, dan jumlah pelanggaran terhadap
jejak kakaknya yang baik, disiplin, dan tata tertib sekolah lainnya
sukses. Sebagaimana telah diuraikan di atas
bahwa pengelolaan pendidikan karakter
Pembahasan dapat dilakukan melalui strategi internal
Pelaksanaan Pendidikan Karakter di sekolah dan eksternal sekolah. Strategi
MTs.N Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar te- internal sekolah dapat dibagi dalam empat
lah dilaksanakan dengan baik melalui ke- pilar, yakni kegiatan belajar mengajar
giatan intakulikuler ekstrakurikuler. Dalam (KBM) di kelas, kegiatan keseharian dalam
lingkup intrakurikuler, pendidikan karak- bentuk budaya sekolah (school culture),
ter diimplementasikan melalui perangkat kegiatan pembiasaan (habituation), kegiatan
pembelajaran yang terintegrasi pada se- ekstra kurikuler.
mua bidang mata pelajaran. Pengelolaan Hasil penelitian ini mendukung te-
tersebut dilaksanakan secara intensif de- muan Zuchdi, Prasetya, dan Masruri (2010)
ngan menggunakan perencanaan pendi- yang mengatakan bahwa model pendidik-

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa


98

an karakter yang efektif adalah yang meng- (2010) yang menyimpulkan bahwa guru
gunakan pendekatan komprehensif. Pendi- secara individu maupun kelompok dapat
dikan karakter tidak hanya ditanamkan memberikan pendidikan karakter kepada
melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, siswa baik secara klasikal, maupun secara
tetapi juga dapat dilakukan melalui ber- pribadi. Selain itu, guru dapat berkoordi-
bagai kegiatan pembudayaan di sekolah nasi dan bersinergi dengan seluruh kom-
(school culture). Selain itu, penanaman pen- ponen sekolah yang ada untuk menanam-
didikan karakter juga dapat dilakukan me- kan pendidikan karakter.
lalui kegiatan pembiasaan seperti berjabat Berkaitan dengan peran guru, peneli-
tangan dengan guru, senyum-sapa-salam tian Suryaman (2010) juga menyimpulkan
(3S). Hal yang tidak kalah penting dalam bahwa secara hakiki pencerahan mental
penanaman budaya karakter adalah me- dan intelektual yang dilakukan guru ke-
lalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakuri- pada peserta didik menjadi bagian terpen-
kuler. ting di dalam pendidikan karakter, seperti
Zuchdi, Prasetya, dan Masruri (2010) penguatan rasa cinta tanah air dan cinta
juga berpendapat bahwa pembelajaran ka- budaya bangsa sendiri. Melalui pembela-
rakter tidak hanya melalui bidang studi jaran dapat digunakan untuk pengemba-
tertentu, tetapi diintegrasikan ke dalam ngan karakter peserta didik karena melalui
berbagai bidang studi. Metode dan strategi pembelajaran, peserta didik dapat tumbuh
yang digunakan bervariasi yang sedapat pemahaman dan pengertian tentang manu-
mungkin mencakup inkulkasi (lawan in- sia dan kemanusiaan, mengenal nilai-nilai,
doktrinasi), keteladanan, fasilitasi nilai, mendapatkan ide-ide baru, meningkatkan
dan pengembangan soft skills. pengetahuan alam, sosial, dan budaya, ber-
Begitu juga hasil penelitian Wuryan- kembangnya rasa dan karsa, serta terbina-
dani, et all., (2014) yang menyimpulkan nya watak dan kepribadian. Dengan demi-
bahwa dalam melaksanakan pendidikan kian, melalui pendidikan di kelas dapat di-
karakter disiplin dapat dilakukan melalui gunakan untuk membangun karakter dan
sembilan kebijakan, yaitu: (1) membuat kepribadian peserta didik yang berakhlak
program pendidikan karakter; (2) menetap- mulia, berkarakter kuat, seperti kreatif,
kan aturan sekolah dan aturan kelas; (3) kompetitif, disiplin, menjunjung semangat
melakukan salat duha dan salat zuhur ber- kebangsaan, serta siap untuk menjadi ma-
jamaah; (4) membuat pos afektif di setiap nusia yang tangguh dan dapat memper-
kelas; (5) memantau perilaku kedisiplinan baiki berbagai permasalahan kepribadian
siswa di rumah melalui buku catatan ke- dan moral peserta didik.
giatan harian; (6) memberikan pesan-pesan Berkaitan dengan strategi eksternal
afektif di berbagai sudut sekolah; (7) meli- di luar sekolah, pendidikan karakter dapat
batkan orang tua; (8) melibatkan komite dilakukan di luar sekolah seperti di ling-
sekolah; dan (9) menciptakan iklim kelas kungan keluarga dan masyarakat. Hal ini
yang kondusif. sesuai dengan pendapat Triatmanto (2010)
Penelitian ini juga menemukan bah- yang menyimpulkan bahwa Pendidikan
wa guru mempunyai peran yang sangat karakter di sekolah tidak akan berhasil
besar dalam penanaman pendidikan karak- baik bilamana dukungan lingkungan yang
ter kepada anak selama anak di sekolah. berupa kehidupan keluarga, masyarakat,
Hal ini sesuai dengan temuan Wangid dan teknologinya tidak membantu. Keluar-

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun V, Nomor 1, April 2015


99

ga mempunyai peran besar dalam mem- hanya diajarkan di dalam lingkungan in-
bentuk karakter anak. Begitu juga masya- ternal sekolah, tetapi juga di lingkungan
rakat mempunyai peran yang sangat besar eksternal sekolah seperti di dalam keluarga
pula dalam memberikan contoh baik ter- dan masyarakat. Tanpa adanya keharmo-
hadap pendidikan karakter anak. Tidak ka- nisan antara pendidikan karakter di seko-
lah pentingnya adalah, tayangan televisi lah dan di luar sekolah, maka karakter
dan media informasi lainnya yang saat ini anak tidak akan terbentuk secara kokoh.
menjadi dunia keseharian anak, perlu men-
dapatkan pengaturan waktu dan kualitas- PENUTUP
nya agar bersahabat dengan pendidikan Berdasarkan uraian di atas, dapat di-
karakter. Untuk itu, orang tua perlu men- simpulkan seperti berikut. Pertama, pem-
dampingi dan mengawasi anak saat me- bentukan karakter anak dapat dilakukan
nonton televisi. Masyarakat pun dapat me- melalui dua strategi, yaitu internal sekolah
nentukan Jam Belajar Masyarakat (JBM) dan eksternal sekolah. Kedua, strategi in-
misalnya antara jam 18.00-21.00. Pada jam ternal sekolah dapat dilakukan melalui em-
tersebut tidak boleh ada masyarakat yang pat pilar, yakni kegiatan proses belajar
menyalakan televisi, tetapi harus memberi- mengajar di kelas, kegiatan keseharian da-
kan kesempatan kepada anak untuk bela- lam bentuk budaya sekolah (school culture),
jar. kegiatan pembiasaan (habituation), kegiatan
Seluruh strategi di atas dapat disaji- ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Ketiga,
kan dalam bentuk diagram sebagaimana strategi eksternal dapat dilakukan melalui
tampak pada Gambar 2. keluarga dan masyarakat. Keempat, ketika
Berdasarkan diagram pada Gambar seluruh strategi tersebut dapat dilaksana-
2, karaker anak akan terbentuk dengan kan dengan baik, maka karakter anak akan
kokoh manakala pendidikan karakter tidak menjadi terbentuk dan kuat.

Proses Belajar
Mengajar di kelas

Membangun
Budaya Sekolah
Stretegi Internal Pend. Karakter di
sekolah Sekolah Pembiasaan
(habituation)
Karakter
Kegiatan
anak
Stratregi Pendi-dik-
an Karakter Ekstrakurikuler yang
kokoh
Pend. Karakter di Pemberian Con-toh
dalam Keluarga di keluarga
Stratagi Eksternal
Sekolah
Pend. Karakter di Membangun Bu-
Masyarakat daya masyarakat

Gambar 2. Diagram Pembentukan Karakter Anak

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa


100

UCAPAN TERIMA KASIH karta: Badan Penelitian dan Pengem-


Dalam menyelesaikan penelitian ini, bangan Pusat Kurikulum.
penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu, penulis me- Kesuma, dkk. 2011. Pendidikan Karakter: Ka-
nyampaikan terima kasih kepada: Dr. Maf- jian Teori dan Praktik di Sekolah, Ban-
tukhin, M.Ag, selaku Rektor IAIN Tulung- dung: PT. Remaja Rosdakarya.
agung yang telah memberikan kesempatan
Lickona, Thomas. 1991. Educating for Cha-
kepada penulis untuk mengikuti penelitian
racter, How Our Schools Can Teach Res-
atas DIPA IAIN Tulungagung; LP2M IAIN
pect and Responsibility. New York:
Tulungagung yang secara lansung mem-
Bantam Books.
berikan wadah bagi penelitian ini; Kepala
Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, sis- Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan
wa MTsN Jabung dan SMPN 1 Talun Bli- Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Ros-
tar; Dr. Muhammad Busro, M.Pd., sebagai dakarya.
tim reviewer naskah laporan penelitian,
dan semua pihak yang telah membantu da- Samani, Muclas dan Hariyanto. 2011. Kon-
lam penyelesaian penelitian ini sehingga sep dan Model Pendidikan Karakter. Ban-
penelitian ini dapat diselesaikan dengan dung: Remaja Rosdakarya.
baik.
Suryaman, Maman. 2010. “Pendidikan Ka-
DAFTAR PUSTAKA rakter Melalui Pembelajaran Sastra”.
Berkowitz, M.W. & Bier, M.C. 2005. What Dalam Cakrawala Pendidikan, Tahun
Works In CharacterEducation: A Re- XXIX.Vol. 1 No. 3. 2010 Edisi Khusus
search-Driven Guide for Educators, Wa- Dies Natalis UNY. Diunduh dari
shington DC: Univesity of Missouri- http://journal.uny.ac.id/index.
St Louis. tanggal 2 April 2015.

Bogdan, Robert C, dan Sari Knopp Biklen, Tim Penyusun Kamus Bahasa Indonesia.
1998. Qualitatif Research for Education: 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta:
An Introduction to Theory and Methods, Pusat Bahasa Departemen Pendidik-
Boston: Aliyn and Bacon, Inc. an Nasional.

TV One. 2014. “Data Tawuran Pelajar”. Triatmanto. 2010. ”Tantangan Implemen-


www.tvonenews.tv/data_tawuran_- tasi Pendidikan Karakter Di Seko-
pelajar_selama_20102012.tvOn.com, lah.” Cakrawala Pendidikan. Tahun
Diakses Tanggal 23 Maret 2014. XXIX.Vol. 1 No. 3. 2010 Edisi Khusus
Dies Natalis UNY. Diunduh dari
Hasan. 2010. Pengembangan Pendidikan Bu- http://journal.uny.ac.id/index
daya dan Karakter Bangsa, Jakarta: Lit- tanggal 2 April 2015.
bang Puskur.
Undang-Undang Republik Indonesia No-
Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. mor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pengembangan Pendidikan Budaya dan Pendidikan Nasional.
Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Ja-

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun V, Nomor 1, April 2015


101

Wangid, Muhammad Nur. 2010. “Peran Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter
Konselor Sekolah Dalam Pendidikan Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lem-
Karakter”. Cakrawala Pendidikan. Ta- baga Pendidikan. Jakarta: Prenada Me-
hun XXIX.Vol. 1 No. 3. 2010 Edisi dia Group.
Khusus Dies Natalis UNY. Diunduh
dari http://journal.uny.ac.id/index. Zuchdi, Darmiyati, Prasetya, Zuhdan Kun,
tanggal 2 April 2015 dan Masruri Muhsinatun Siasah.
2010. “Pengembangan Model Pendi-
Wuryandani, Wuri, Maftuh, Bunyamin, Sa- dikan Karakter Terintegrasi dalam
priya, dan Budimansyah, Dasim. Pembelajaran Bidang Studi di Seko-
2014. “Pendidikan Karakter Disiplin lah Dasar,”. Cakrawala Pendidikan.
di Sekolah Dasar.” Dalam Cakrawala Tahun XXIX.Vol. 1 No. 3. 2010. Edisi
Pendidikan TH. XXXIII No. 2. 2014. Khusus Dies Natalis UNY. Diunduh
Diunduh dari http://journal.uny.ac.- dari http://journal.uny.ac.id/index
id/index tanggal 2 April 2015. tanggal 2 April 2015.

Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa