Anda di halaman 1dari 22

GANGGUAN KONSEP DIRI

OLEH:
PUTU AYU SUADNYANI P07120217012
NI PUTU ANGGI WIDYASARI P07120217013
LUH MADE MAS SWANDEWI P07120217014
G.A.A DIVASYA SASMAYASWARI P07120217015
I GUSTI AYU INTAN SETYARI P07120217016
NI WAYAN LITA PERDANI P07120217017
LUH GEDE SUMIARI P07120217018
AYU DYAH KUSUMADEWI W P07120217019
NI KDK SINTA MUTIARA DEWI P07120217020
NI MADE NOLA SILPIA WARDANI P07120217021

TINGKAT 3.A/SEMESTER V
S.Tr. KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN PELAJARAN
2019

1
LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KONSEP DIRI

A. Pengertian

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui
individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang
lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan
kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan
dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Sedangkan menurut Beck,
Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu
memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan
spiritual. Potter & Perry (1993), konsep diri adalah merefleksikan pengalaman interaksi
sosial, sensasinya juga didasarkan bagaimana orang lain memandangnya.

Beck William Rowles (1993), mendefinisikan konsep diri sebagai cara


memandang individu terhadap diri secara utuh baik fisik, emosi, intelektual, sosial &
spiritual. Secara umum, konsep diri dapat didefinisikan sebagai cara kita memandang
diri kita secara utuh, meliputi: fisik, intelektual, kepercayaan, sosial, perilaku, emosi,
spiritual, dan pendirian.

B. Tanda dan Gejala


Tanda-tanda klien dengan harga diri rendah adalah :
a. Perasaan malu terhadap diri sendiri adalah akibat penyakit dan akibat tindakan
terhadap penyakit.
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri
c. Merendahkan martabat
d. Gangguan hubungan sosial seperti menarik diri
e. Percaya diri kurang
f. Menciderai diri
(Stuart dan Sudden ; 1998, hal 230)

2
C. Pohon Masalah

Isolasi sosial = Menarik Diri

Gangguan konsep diri = Harga diri rendah Core Problem

Gangguan Konsep Diri

D. Pemeriksaan Diagnostik
Beberapa prosedur diagnostik yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Elektroensefalogram (EEG)
Elektroensefalogram (EEG) digunakan untuk mengukur aktivitas elektrik otak,
mengidentifikasi disritmia, asimetris atau penekanan irama otak. EEG juga
digunakan untuk mendiagnosis epilepsi, neoplasma, stroke, penyakit degeneratif
dan metabolisme.
2. Computerized EEG Maping
Computerized EEG Maping digunakan mengukur aktivitas otak.
3. Computerized Axial Tomography (CT Scan)
CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran
dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak, mengukur struktur otak
untuk mendeteksi lesi, abses, daerah infark atau aneurisma. CT Scan juga dapat
mengidentifikasi perbedaan anatomi pasien skizofrenia, gangguan mental organik,
dan gangguan bipolar.

E. Penatalaksanaan Medis
1. Penatalaksanaan Keperawatan
Dibagi menjadi empat yaitu :
a. Memberi kesempatan untuk berhasil
b. Menanamkan gagasan
c. Mendorong aspirasi
d. Membantu membentuk koping
2. Penatalaksanaan Medis

3
a. Clorpromazine ( CPZ )
Untuk sindrom psikosis yaitu berat dalam kemampuan menilai realitas,
kesadaran diri terganggu, waham, halusinasi, gangguan perasaan dan
perilaku aneh, tidak bekerja, hubungan sosial dan melakukan aktivitas
rutin.
Efek saamping : sedasi, gangguan otonomik serta endokrin (Keliat,
2001).

b. Trihexyphenidyl ( THP )
Untuk segala jenis penyakit Parkinson, termasuk pascaa enchepalitis dan
idiopatik. Efeksamping : hypersensitive terhadap trihexyphenidyl,
psikosis berat, psikoneurosis dan obstruksi saluran cerna (Keliat, 2001)
c. Haloperidol ( HPL )
Berdaya berat dalam kemampuan menilai realitaas dalaam fungsi netral
serta fungsi kehidupan sehari-hari. Efek samping : sedasi, gangguan
otonomik dan endokrin (Keliat, 2001).
d. Terapi okupasi / rehabilitasi
Terapi yang terarah bagi pasien, fisik maupun mental dengan
menggunakan aktivitas terpilih sebagai media. Aktivitas tersebut berupa
kegiatan yang direncanakan sesuai tujuan (Keliat, 2001)

e. Psikoterapi
Psikoterapi yang dapat membantu penderita adalah psikoterapi suportif
dan individual atau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan
maksud untuk mengembalikan penderita ke masyarakat (Keliat, 2001)

4
F. Pengkajian Keperawatan
A. Pengkajian Keperawatan
 Format pengkajian bersumber dari Modul Praktikum Keperawatan Jiwa,
2017.
I. Identitas Klien
Ruang rawat :…………… Tgl Rawat :
………………….
Inisial : …………..(L/P) No. RM :
………………….
Umur : ………….. Status :
………………….
Pekerjaan …………… Pendidikan :
………………….

II. Alasan Masuk

III. Faktor Predisposisi


1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu? (ya/tidak)
2. Pengobatan sebelumnya? (berhasil/kurang berhasil/tidak berhasil)
3. Penolakan dari lingkungan : (ya / tidak)
Jelaskan :
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
( ya/tidak)
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan (ya/tidak)
IV. Fisik
1. Tanda vital : TD :……..N:…….. S:…….. P:………
2. Ukuran : TB: ………… BB:……… (turun/naik)
3. Keluhan fisik (ya/tidak)
Jelaskan:
Masalah Keperawatan :
V. Psikososial
1. Genogram :
Jelaskan :
5
Masalah Keperawatan :

2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh : Ketidakpercayaan diri tentang bentuk
tubuhnya.
b. Identitas Diri : Ketidakpercayaan orang tua, tekanan dari
kelompok sebaya, dan perubahan dalam struktur social.
c. Peran : Tuntutan peran kerja.
d. Ideal Diri : Tingginya standar hidup yang diharapkan.
e. Harga Diri : Penolakan orang tua, harapan orang tua yang
tidak realistis, gagal berulang kali.
Masalah Keperawatan

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti :
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Masalah Keperawatan :
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan:
b. Kegiatan ibadah :
Masalah Keperawatan :

VI. Status Mental


1. Penampilan (tidak rapi / penggunaan pakaian tidak sesuai/ cara
pakaian tidak seperti biasanya)
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

2. Pembicaraan
( ) Cepat ( ) Apatis ( ) Kasar
( ) Lambat ( ) Gagap ( ) Membisu
( ) Inkoherensi ( ) Tidak mampu memulai pembicaraan
6
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

3. Aktivitas motoric
( ) Lesu ( ) Gelisah ( ) TIK ( ) Tremor
( ) Tegang ( ) Agitasi ( ) Grimasem ( ) Kompulsif
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

4. Alam perasaan
( ) Sedih ( ) Putus asa ( ) Gembira berlebihan
( ) Ketakutan ( ) Kuatir
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

5. Afek/ emosi
( ) Datar ( ) Tumpul ( ) Labil ( ) Tidak sesuai
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

6. Interaksi selama wawancara


( ) Bermusuhan ( ) Mudah tersinggung ( )
Defensive
( ) Tidak kooperatif ( ) Kontak mata kurang ( ) Curiga
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

7. Persepsi
( ) Pendengaran ( ) Penglihatan ( ) Perabaan
( ) Pengecapan ( ) Penghidupan
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

7
8. Proses pikir
( ) Sirkumstansial ( ) Tangensial ( ) Kehilangan asosiasi
( ) Flight of ideas ( ) Blocking
( ) Pengulangan pembicaraan / preservarasi
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

9. Isi pikir
( ) Obsesi ( ) Hipokondria ( ) Ide yang terkait
( ) Phobia ( ) Dipersonalisasi ( ) Pikiran magis
Waham
( ) Agama ( ) Somatik ( ) Kebesaran ( ) Curiga
( ) Nihilistic ( ) Sisip pikir ( ) Siar pikir ( ) Control pikir
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

10. Tingkat kesadaran


( ) Bingung ( ) Sedasi ( ) Stupor
Disorientasi
( ) Waktu ( ) Tempat ( ) Orang
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

11. Memori
( ) Gangguan daya ingat jangka panjang
( ) Gangguan daya ingat jangka pendek
( ) Gangguan daya ingat saat ini ( ) Konfabulasi
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


( ) Mudah beralih
( ) Tidak mampu berkonsentrasi
8
( ) Tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

13. Kemampuan penilaian


( ) Gangguan ringan ( ) Gangguan bermakna
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

14. Daya tilik diri


( ) Mengingkari penyakit yang diderita
( ) Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan :
Masalah Keperawatan :

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Kemampuan klien memenuhi / menyediakan kebutuhan :
a. Makan : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
b. Keamanan : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
c. Tempat tinggal : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
d. Perawatan kesehatan : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
e. Berpakaian / berhias : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
f. Transportasi : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
g. Uang : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
2. Kegiatan sehari-hari
a. Perawatan diri : ( ) bantuan minimal ( ) bantuan total
b. Nutrisi :
- Apakah anda puas dengan pola makan : ( ) ya ( ) tidak
- Apakah anda memisahkan diri : ( ) ya ( ) tidak
- Frekwensi makan perhari :
- Frekwensi kudapan perhari :
- Nafsu makan :
- BB :
9
- Diet khusus :
c. Tidur
- Apakah ada masalah? ( ) ya ( ) tidak
- Apakah anda merasa segar setelah bangun tidur ? : ( ) ya
( ) tidak
- Apakah ada kebiasaan tidur siang ? ( ) ya ( ) tidak
- Apa yang menolong anda untuk tidur? ( ) Ya ( ) tidak
- Waktu tidur malam? ( ) ya ( ) tidak
3. Kemampuan klien dalam
- Mengantisipasi kebutuhan sendiri? : ( ) ya ( ) tidak
- Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ( ) ya
( ) tidak
- Mengatur penggunaan obat : ( ) ya ( ) tidak
- Melakukan pemeriksaan kesehatan ( follow up) : ( ) ya (
)tidak
4. Klien memiliki system pendukung
Keluarga : ( ) ya ( ) tidak
Teman sejawat : ( ) ya ( ) tidak
Professional/terapis : ( ) ya ( ) tidak
Kelompok social : ( ) ya ( ) tidak

5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang


menghasilkan atau hobi : ( )ya ( ) tidak
Masalah Keperawatan :

VIII. Mekanisme Koping


Adaptif Maladaptif
( ) Bicara dengan orang lain ( ) Minum alcohol
( ) Mampu menyelesaikan masalah ( ) Relaksasi lambat
berlebih
( ) Teknik relokasi ( ) Bekerja berlebihan
( ) Aktivitas konstruktif ( ) Menghindar
( ) Olahraga ( ) Mencederai diri
10
( ) lainnya ( ) lainnya
Alasan :
Masalah keperawatan :

IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan


- Masalah dengan dukungan kelompok
- Masalah dengan lingkungan
- Masalah dengan pendidikan
- Masalah dengan pekerjaan
- Masalah dengan perumahan
- Masalah dengan ekonomi
- Masalah dengan pelayanan kesehatan
- Masalah lainnya

X. Pengetahuan Kurang Tentang


( ) Penyakit jiwa
( ) Faktor presipitasi
( ) Koping
( ) Lainnya
( ) Sistem pendukung
( ) Penyakit fisik
( ) Obat-obatan
Masalah keperawatan :

XI. Aspek Medik


- Diagnosa medic :
 Diagnosa multiaxial :
Fokus pengkajian :
2 bulan sebelum masuk RSJ klien sering menyendiri, membanting
barang, bicara sedikit, sulit komunikasi, bicara sendiri dan sulit
tidur.
1. Data Subyektif :
- Keluarga mengatakan klien selalu menyendiri
11
- Keluarga mengatakan klien menjadi jarang berbicara
- Keluarga mengatakan klien sulit berkomunikasi dengan
orang lain
- Keluarga mengatakan klien menjadi susah tidur
- Keluarga mengatakan klien akhir-akhir ini emosinya tidak
stabil sampai melempar barang.
- Keluarga mengatakan klien mulai menutup diri dan selalu
murung
2. Data obyektif :
- Pada hasil observasi ditemukan adanya pandangan kosong
dan muram pada klien
- Agitasi motoric : bergerak lambat dan terlihat malas, tidak
berani mempertahankan kontak mata saat diajak bicara.
- Verbal : tidak mampu mengikuti pembicaraan, klien
cenderung diam dan pasif, hanya menjawab seperlunya dan
singkat.
- Afek : marah, permusuhan, kecemasan yang ekstrim, mudah
terangsang, euphoria tidak sesuai atau berlebihan.
- Tingkat kesadaran : klien sadar sepenuhnya.

G. Diagnosa Keperawatan
Harga Diri Rendah Kronis
Definisi : Evaluasi atau perasaan negative terhadap diri sendiri atau kemampuan klien
seperti tidak berarti, tidak berharga, tidak berdaya yang berlangsung dalam
waktu lama dan terus menerus.
Penyebab :
1. Terpapar situasi traumatis
2. Kegagalan berulang
3. Kurangnya pengakuan dari orang lain
4. Ketidakefektifan mengatasi masalah kehilangan
5. Gangguan psikiatri
6. Penguatan negative berulang
7. Ketidaksesuaian budaya
12
Gejala dan Tanda Mayor :
Subjektif : Objektif :

1. Menilai diri negative (mis. Tidak 1. Enggan mencoba hal yang baru

berguna, tidak tertolong) 2. Berjalan menunduk

2. Merasa malu atau bersalah 3. Postur tubuh menunduk

3. Merasa tidak mampu melakukan


apapun
4. Merasa tidak memiliki kelebihan
atau kemampuan positif
5. Melebih-lebihkan penilaian
negative tentang diri sendri
6. Menolak penilaian positif tentang
diri sendiri

Gejala dan Tanda Minor :


Subjektif : Objektif :
1. Merasa sulit 1. Kontak mata kurang
berkomunikasi 2. Lesu dan tidak bergairah
2. Sulit tidur 3. Berbicara pelan dan lirih
3. Mengungkapkan 4. Pasif
keputusasaan 5. Perilaku tidak asertif
6. Mencari penguatan secara berlebihan
bergantung pada pendapat orang lain
7. Sulit membuat keputusan sering kali
mencari penegasan

Kondisi Klinis Terkait :


1. Cedera traumatis
2. Pembedahan
3. Kehamilan
4. Stroke
5. Penyalahgunaan zat
13
6. Demensia
7. Penyakit kronis
8. Pengalaman tidak menyenangkan
(SDKI, 2016)

H. Rencana Keperawatan
1. Harga Diri Rendah Kronis
Tgl. Dx.Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi

Harga Diri TUM :


Rendah Kronis  Klien dapat  Klien ekspresi
wajah 1. Beri salam / panggil nama
berhubungan
bersahabat. 2. yang disukai
dengan orang lain 3. Jelaskan BHSP dengan
secara optimal.  Klien
menunjukan rasa komunikasi terapeutik
TUK 1 : 4. Memperkenalkan diri dengan
senang.
 Klien dapat  Klien mau
sopan
membina 5. Tanyakan nama lengkap dan
kontak mata.
panggilan tujuan
hubungan saling  Klien mau
6. Jujur dan menepati janji
percaya berjabat tangan.
7. Tunjukan sikap empati dan
 Klien mau menerima klien apa adanya
membalas salam. 8. Lakukan kontak singkat tapi
 Klien mau duduk sering
berdampingan.
 dengan perawat.
 Klien mau
menyebut nama
dan mau
mengutaraka
masalah yang
dihadapi.
TUK 2  Klien mampu 1. Diskusikan kemampuan dan
 Klien dapat mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki
mengidentifikasi kemampuan 2. Hindarkan dari penilaian
yang dimiliki yang negatif
kemampuan dan
 Aspek positif 3. Utamakan pemberian pujian
aspek positif yang realistic
keluarga
yang dimiliki  Aspek positif
lingkungan yang
dimiliki klien
TUK 3  Klien mampu 1. Diskusikan kemampuan
 Klien dapat menilai yang dapat digunakan selama
menilai kemampuan sakit

14
kemampuan yang dimiliki 2. Diskusikan kemampuan
yang dimiliki selama sakit yang dapat ditunjukan
penggunaannya
TUK 4  Klien dapat 1. Rencanakan bersama klien
 Klien dapat membuat aktifitas yang dapat
menetapkan rencana kegiatan dilakukan setiap hari
harian - Kegiatan mandiri
perencanaan
- Dibantu sebagian
kegiatan sesuai - Dengan bantuan total
dengan Tingkatkan kegiatan sesuai
kemampuannya dengan toleransi kondisi klien

2. Beri contoh cara pelaksanaan


kegiatan yang boleh klien
lakukan
TUK 5  Klien melakukan 1. Beri kesempatan klien untuk
 Klien dapat kegiatan yang mencoba kegiatan yang telah
melakukan sesuai direncanakan
dengankondisi 2. Beri pujian atas keberhasilan
kegiatan sesuai
sakit dan klien
kondisi sakit dan kemampuannya 3. Diskusikan kemungkinan
kemampuannya melaksanakan dirumah.
TUK 6  Klien dapat 1. Beri pendidikan kesehatan
 Klien dapat memanfaatkan cara perawatan klien dengan
memanfaatkan system Harga Diri Rendah
pendukung 2. Bantu keluarga menyiapkan
sistem
dikeluarga lingkungan di rumah.
pendukung secara optimal
yang ada  Klien dapat
memanfaatkan
system
pendukung
dilingkungan
sekitar.

15
I. Referensi

Candra, I Wayan, dkk. 2019. Modul Praktikum Jiwa Mahasiswa Semester V Prodi D-
IV Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar. Denpasar : Jurusan
Keperawatan Poltekkes Denpasar

Carpenito, Lynda Juall, 2007, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Alih Bahasa: Yasmin

Asih, Edisi 10, Jakarta : EGC

Keliat, Budi.A., Panjaitan, R.U., & Daulima, N.H.C. 2005. Proses keperawatan
kesehatan jiwa,Edisi 2. Jakarta : EGC
----------------------, 2006, Hubungan Therapeutik Keperawatan, Jakarta: EGC

----------------------, 2015, Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Jiwa, Editor: Silvana

Evi Linda, Jakarta: EGC

Rawlins and Heacock, 1993, Clinical Manual Of Psychiatric Nursing , St Louis: The

CV Mosby Year Company

--------------------------, 1993, Mental Health Psychiatric Nursing, St Louis: The CV

Mosby Year Company

Stuart,Gail W, 2007, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Alih Bahasa: Ramona P. Kapoh,

Editor: Pamilih Eko Karyuni, Edisi 5, Jakarta: EGC

Stuart. Gail W and Laraia, 2001 Principle and Practice of Psychiatric Nursing, 7th ed,

St Louis: The CV Mosby Year Book

Stuart & Sundeen. (2006). Keperwatan psikiatrik: Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi
5. Jakarta : EGC
Townsend, M.C. (1998) Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri untuk

Pembuatan Rencana Keperawatan, Jakarta: EGC

16
Lampiran

STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
MASALAH : HARGA DIRI RENDAH KRONIS
PERTMUAN KE 1

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP 1)


A. Kondisi Klien
DO :
Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan,
ingin mencederai diri/ mengahiri kehidupan, poduktifitas menurun, cemas dan takut
DS :
Klien mengatakan : saya tidak bisa, tidak mampu, bodoh/ tidak tahu apa-apa,
mengkritik diri sendiri., klien mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri,
klien mengungkapkan rasa bersalah terhadap sesuatu/ seseorang
B. Diagnosa Keperawatan: harga diri rendah kronis
C. Tujuan
1. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dengan aspek positif yang dimiliki
2. Pasien dapat menilai kemampan yang dapat digunakan
3. Pasien dapat menetapkan kegiatan yang sesuai kemampuan
4. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan
5. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih
D. Tindakan Keperawatan
1. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien,
2. Membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan
3. Membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih
4. Melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan
kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.

17
E. Strategi Pelaksanaan
1. Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi, assalamualaikum………….. Boleh Saya kenalan dengan Mas?
Nama Saya………….. boleh panggil Saya……… Saya Mahasiswa Akper
Muhammadiyah Kendal, Saya sedang praktik di sini dari pukul 08.00 WIB
sampai dengan pukul 13.00 WIB siang. Kalau boleh Saya tahu nama Mas siapa
dan senang dipanggil dengan sebutan apa?”
b. Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan Mas hari ini? Bagaimana tidurnya tadi malam? Ada
keluhan tidak?”
c. Kontrak
“Bagaimana , kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang
pernah T lakukan?Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat T
dilakukan di rumah sakit. Setelah kita nilai ,kita akan pilih satu kegiatan untuk
kita latih “
“Dimana kita duduk untuk bincang-bincang? bagaimana kalau di ruang tamu
Berapa lama? Bagaimana kalau 10 menit saja?

2. Kerja
“ Mas ,apa saja kemampuan yang T miliki ? Bagus ,apa lagi?
Saya buat daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa Mas lakukan
? Bagaimana dengan merapikan kamar? Menyapa? Mencuci piring ……….dst”.
“Wah ,bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang Mas miliki”.
“ Mas dari lima kegiatan kemampuan ini ,yang mana yang masih dapat dikerjakan
di rumah sakit ?
Coba kita lihat ,yang pertama bisakah ,yang kedua………sampai 5 (misalnya ada 3
yang masih bisa dilakukan).Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa kerjakan
di rumah sakit ini.
“Sekarang ,coba Mas pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit
ini”. “O yang nomor satu ,merapikan tempat tidur? Kalau begitu,bagaimana kalau
sekarang kita latihan merapikan tempat tidur Mas”.Mari kita lihat tempat tidur Mas
ya.
18
Coba lihat ,sudah rapikah tempat tidurnya?”
“Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur ,mari kita pindahkan dulu bantal dan
n selimutnya.bagus!Sekarang kita angkat spreinya dan kasurnya kita
balik.”Nah,sekarang kita pasang lagi spreinya ,kita mulai dari atas ya bagus!
Sekarang sebelah kaki ,tarik dan masukkan ,lalu sebelah pinggir masukkan
.Sekarang ambil bantal,rapikan dan letakkan di sebelah atas kepala. Mari kita lipat
selimut ,nah letakkan sebelah bawah kaki ,bagus!”
“Mas sudah bisa merapikan tempat tidur dengan baik sekali .Coba perhatikan
bedakah dengan sebelum dirapikan ?Bagus”
“ Coba Mas lakukan dan jangan lupa memberi tanda M (mandiri) kalau Mas
lakukan tanpa disuruh , tulis B(bantuan ) jika diingatkan bisa melakukan ,dan T (
tidak) melakukan .

3. Terminasi :
“Bagaimana perasaan T setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat
tidur ? yach?, Mas ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di
rumah sakit ini.
Salah satunya , merapikan tempat tidur , yang sudah Mas praktekkan dengan baik
sekali
Coba ulangi bagaimana cara merapikan tempat tidur tadi, Bagus sekali..
“Sekarang ,mari kita masukkan pada jadual harian . Mas,Mau berapa kali sehari
merapikan tempat tidur. Bagus ,dua kali yaitu pagi-pagi jam berapa? Lalu sehabis
istirahat ,jam 16.00”
“ Coba Mas lakukan dan jangan lupa memberi tanda M (mandiri) kalau Mas
lakukan tanpa disuruh , tulis B(bantuan ) jika diingatkan bisa melakukan ,dan T (
tidak) melakukan .
“Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. Mas masih ingat kegiatan
apa lagi yang mampu dilakukan di rumah sakit selain merapikan tempat tidur? Ya
bagus,cuci piring …. Kalau begitu kita akan latihan mencuci piring besok ya jam
08.00 pagi di dapur sehabis makan pagi
Sampai jumpa ya…Assalamu’alaikum

19
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
MASALAH : HARGA DIRI RENDAH KRONIS
PERTMUAN KE 2

STRATEGI PELAKSANAAN 2 (SP 2)


A. Kondisi
DO : Klien tampak tenang, sudeh mau menghargai dirinya sendiri.
DS : Klien menyatakan sudah mau berinteraksi dengan lingkungannya.
B. Diagnosa Keperawatan: Harga Diri Rendah Kronis
C. Tujuan
Klien dapat melakukan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki yang
lain (yang belum dilakukan)
D. Tindakan Keperawatan.
Klien dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai
kemampuan.
2. Beri contoh pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan
3. Minta klien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan dirumah sakit
4. Bantu klien melakukannya, kalau perlu beri contoh
5. Beri pujian atas kegiatan dan keberhasilan klien
6. Diskusikan jadwal kegiatan harian atau kegiatan yang telah dilatih
E. Strategi Pelaksanaan
1. Orientasi :
“Selamat Pagi, Mas… masih ingat saya??? baguss
Bagaimana perasaan Mas pagi ini ? Wah tampak gembira”
“ Bagaimana Mas, sudah dicoba merapikan tempat tidur sore kemarin tadi pagi ?
Bagus ( kalau sudah dilakukan, kalau belum bantu lagi ),

20
Sekarang kita akan latihan kemampuan kedua, masih ingat apa kegiatan itu Mas
“Ya benar kita akan latihan memcuci piring didapur ruangan ini”
“Waktunya 10 menit, mari kita ke dapur”

2. Kerja :
“Mas, sebelum kita memcuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapanya, yaitu
serabut tepes untuk membersikan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan
air untuk membilas, Mas bisa mneggunakan air yang mengalir dari kran ini, oh ya
jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa – makanan.
“sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya”
“setelah semuanya perlengkapan tersedia, Mas ambil satu piring koto, lalu buang
dulu sisa makanan yang ada dipiring tersebut ketemapat sampah, kemudian Mas
bersikan piring tersebut dengan menggunakan sabut tepes yang sudah diberikan
sabun pencuci piring, setelah selesai disabuni bilas dengan menggunakan air bersih
sampai tidak ada busa sabun sedikitpun di piring tersebut, setelah itu Mas bisa
mengkeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia didapur,
nah selesai
“sekarang coba Mas yang melakukan”
“Bagus sekali, Mas dapat mempraktekkan cuci piring dengan baik, sekarang dilap
tanganya
3. Terminasi :
“bagaimana perasaan Mas setelah latihan cuci piring”
Coba ulangi cara mencuci piring…baguss
“ bagaimana kalau kegiatan cuci piring ini dimasukan menjadi kegiatan sehari –
hari Mas. mau berapa kali Mas mencuci piring ? bagus sekali Mas mencuci piring
tiga kali setelah makan”
“besok kita akan latihan untuk kemampuan ke tiga, setelah merapikan tempat tidur
dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu ? ya benar kita akan latihan
mengepel”
“mau jam berapa? Sama dengan sekarang ?
sampai jumpa…Assalamu’alaikum

CATATAN:
21
Strategi pelaksanaan selanjutnya, sama dengan SP 2 dengan kegiatan yang
dimiliki sesuai kemampuan pasien lainnya (yang belum dilatih)

22