Anda di halaman 1dari 37

MODUL PRAKTIKUM DCS

ENGINEERING OF DCS CENTUM VP

I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat memahami penggunaan software DCS Centum VP.
2. Mahasiswa dapat melakukan pembuatan project baru.
3. Mahasiswa dapat membuat tampilan HMI pada mixing process.
4. Mahasiswa dapat melakukan pemrograman melalui software Centum VP.
II. DASAR TEORI
DCS merupakan sebuah sistem yang mendistribusikan berbagai fungsi yang
digunakan untuk mengendalikan berbagai variabel proses dan unit operasi
proses menjadi suatu pengendalian yang terpusat pada suatu control room
dengan berbagai fungsi pengendalian, monitoring dan optimasi.

Gambar 1 Arsitektur DCS secara umum

Istilah-istilah yang digunakan pada DCS Centum VP:

1. FCS (Field Control Station), adalah sebuah perangkat controller DCS yang
berfungsi untuk mengendalikan variabel pada sebuah plant.
2. HIS (Human Interface Station), adalah antarmuka operator dengan sistem
pada sebuah plant. HIS digunakan hanya untuk pemantauan, optimasi
variabel yang dikendalikan.

1
3. EWS (Engineering Work Station), adalah PC yang digunakan oleh
engineer. Bedanya dengan HIS adalah EWS selain dapat digunakan untuk
pemantauan dan optimasi, juga dapat digunakan untuk kegiatan maintenance
dan modifikasi sistem.
4. Vnet/IP card, merupakan perangkat untuk komunikasi Vnet/IP yang
terpasang pada slot PCI dari PC yang dijadikan sebagai Human Interface
Station (HIS).
5. SV (Set Value), adalah nilai yang diinginkan pada variabel yang
dikendalikan.
6. PV (Proccess Value), adalah nilai aktual pembacaan transmitter.
7. MV (Manipulated Value), adalah nilai aktuator yang dimanipulasi, seperti
persentase bukaan control valve, rpm pompa, dll.
STTN-BATAN menyediakan sebuah laboratorium pembelajaran DCS
(Distributed Control System) yang dilengkapi dengan mini plant untuk
mensimulasikan suatu proses pencampuran (mixing process) 2 bahan liquid yang
dikendalikan menggunakan DCS.

Gambar 1. P&ID mixing proccess


Pada p&id sistem mixing tank, akan dilakukan proses pengendalian
untuk parameter level, baik pada tank-1, tank-2, dan tank-3. Selanjutnya, juga
dilakukan proses pengendalian untuk parameter flow dari tank 1 dan tank 2
menuju ke tank 3. Adapun urutan prosesnya ialah cairan pada tank 1 akan
dituangkan pada tank 3 melalui bantuan pompa, begitu juga dengan tank 2.
Selanjutnya, dilakukan pengadukan kedua cairan tersebut. Lalu, cairan yang
ditelah diaduk disalurkan keluar dari tank 3.

2
Hari ke-1

III. TATALAKSANA PRAKTIKUM


III.1 PEMBUATAN PROJECT BARU

Pembuatan Project pada Centum VP terdiri dari beberapa tahapan antara


lain pendaftaran rincian project, pendaftaran FCS, pendaftaran HIS, penambahan
node, dan pendaftaran modul input/output.

A. Pendaftaran Rincian Project

Langkah pendafataran rincian project dilakukan dengan cara:

1. Buka System View terlebih dahulu pada Start Button  All Programs 
Yokogawa Centum  System View seperti Gambar 2.

Gambar 2. Membuka system view

2. Setelah membuka System View, kemudian klik File  Create New 


Project. Rincian mengenai project yang harus dilengkapi yakni user,
organization, dan informasi mengenai project seperti Gambar 3.

3
Gambar 3. Langkah pembuatan project baru

3. Langkah selanjutnya berupa pengisian nama project yang digunakan diisi


dengan nama “MNPLT” seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Pengisian nama project

4. Pada tampilan detail setting, centang pada Manually Register Engineering


Unit Symbol dan Manually Register Switch Position Label agar dapat
dimasukkan nama satuan engineering unit dan label secara manual apabila
tidak terdapat dalam database, lalu klik OK seperti pada Gambar 5.

4
Gambar 5. Properties project

B. Pendaftaran FCS

Pendaftaran FCS dilakukan dengan memilih type FCS yang digunakan pada
DCS STTN-BATAN, yakni type AFV10D. FCS tipe AFV10D dipilih pada kolom
Station Type seperti pada Gambar 6. Kolom Station Address dipilih sesuai dengan
alamat FCS yaitu Domain Number 1 dan Station Number 1, sedangkan kolom lain
dapat dikosongkan.

5
Gambar 6. Pendaftaran tipe FCS

C. Pendaftaran HIS

Pendaftaran tipe HIS dilakukan dengan memilih Station Type berupa “PC
with Operation and Monitoring Functions” seperti pada Gambar 7. Station Address
diatur sesuai dengan Domain dan Station HIS yang digunakan yaitu Domain
Number 1 dan Station Number 64.

Gambar 7. Pendaftaran tipe HIS

6
D. Penambahan Node

Node merupakan tempat berupa rak untuk pemasangan slot IOM


(Input/Output Module) pada FCS. Pada umumnya, sebuah FCS maksimal dapat
diisi sebanyak 8 node, dan setiap node memiliki 12 slot yang terdiri dari 8 slot IOM,
2 slot CPU, dan 2 slot power supplay. Pada penelitian ini digunakan 1 node yang
berisi 4 modul input/output.

Pendaftaran node dilakukan dengan cara klik kanan pada folder IOM yang
terdapat pada folder FCS0101, kemudian dipilih Create New  Node… seperti
pada Gambar 8.

Gambar 8. Pendaftaran node

Pada tipe node, dipilih tipe ESB Bus/Optical ESB Bus dan pada nomor
node, dipilih 1 seperti pada Gambar 9.

7
Gambar 9. Pemilihan tipe node dan nomor node

E. Pendaftaran Input/Output Module (IOM)


Modul input/output yang digunakan didaftarkan pada Node 1 dengan slot
yang sesuai pada FCS. Cara pendaftaran modul input/output baru yaitu dengan klik
kanan pada folder Node1  Create New  IOM… seperti pada Gambar 10.

Gambar 10. Pendaftaran modul input/output

8
Modul input/output didaftarkan jenis dan letak slot pemasangannya sesuai
urutan seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Daftar IOM pada FCS

Slot Type Kategori


5 AAI143-H Analog Input/output (HART Compliant)
6 AAI543-H Analog/Input Output (HART Compliant)
7 ADV151-P Status Input
8 ADV551-P Status Output

Gambar 11. Pendaftaran IOM analog input

Dengan cara yang sama, dihasilkan daftar modul input/output seperti pada
Gambar 12.

Gambar 12. Hasil pendaftaran modul input/output

9
Setelah modul didaftarkan, kemudian dilakukan pengalamatan input/output.
Pengalamatan atau penulisan label harus diawali dengan tanda %% untuk modul
I/O jenis analog sedangkan pada modul I/O jenis digital tidak diperlukan tanda %%
pada saat pemberian Tagname. Adapun penamaan input/output disesuaikan daftar
tabel I/O list seperti Tabel 2.

Tabel 2. Tabel I/O list untuk nama dan jumlah input/output


No. Analog input Analog output Digital input Digital output
1. Pressure Pump Capacity 1 Pump Pump 1
Transmitter Indicator 1
2. Level Transmitter Pump Capacity 2 Pump Pump 2
1 Indicator 2
3. Level Transmitter Pump Capacity 3 Pump Pump 3
2 Indicator 3
4. Level Transmitter Agitator Capacity Pump Pump 4
3 Indicator 4
5. Temperature Control Valve 1 Agitator Agitator
Transmitter 1 Indicator
6. Temperature Control Valve 2 On/Off Valve On/Off Valve 1
Transmitter 2 Indicator 1
7. Temperature Control Valve 3 On/Off Valve On/Off Valve 2
Transmitter 3 Indicator 2
8. Flow Transmitter
1
9. Flow Transmitter
2
10. Positioner Control
Valve 1
11. Positioner Control
Valve 2

Terminal yang digunakan pada modul analog input adalah 11 terminal


seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Pengalamatan atau Labelling untuk modul analog
input ditunjukkan pada Gambar 13.

10
Gambar 13. Pengalamatan modul analog input

Terminal yang digunakan pada modul analog output adalah 7 terminal


seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Pengalamatan atau Labelling untuk modul analog
output ditunjukkan pada Gambar 14.

Gambar 14. Pengalamatan modul analog output

Terminal yang digunakan pada modul digital input adalah 7 terminal seperti
ditunjukkan pada Tabel 2. modul digital input ini digunakan sebagai sinyal
feedback. Pengalamatan atau penamaan Tagname untuk modul digital input
ditunjukkan pada Gambar 15.

Gambar 15. Pengalamatan modul digital input

Terminal yang digunakan pada modul digital output adalah 7 terminal


seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Pengalamatan atau penamaan Tagname untuk
modul digital output ditunjukkan pada Gambar 16.

11
Gambar 16. Pengalamatan modul digital output

III.2 PEMBUATAN TAMPILAN HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE)

Pembuatan graphic dilakukan untuk membuat tampilan HMI. Tampilan ini


digunakan untuk operator melakukan proses monitoring dan/atau operating DCS
bagian mixing tank pada mini plant STTN-BATAN. Gambar 17 adalah hasil
pembuatan HMI bagian utama mixing tank. Gambar 18 adalah hasil pembuatan
HMI pada jendela SETTING.

Gambar 17. Hasil pembuatan HMI bagian utama mixing tank.

12
Gambar 18. Hasil pembuatan HMI pada jendela SETTING

A. Pembuatan Graphic Baru

Pada project ini, akan dibahas mendetail tentang pembuatan HMI hingga
menghasilkan tampilan seperti Gambar 17, Gambar 18. Adapun langkah pembuatan
HMI adalah sebagai berikut.

1. Buka system view


2. Expand project yang telah dibuat  Expand HIS0101
3. Create new  window
4. Pada jendela Create new window, pilih window type: Graphic.
5. Beri nama file graphic tersebut  isi keterangan pada window comment.

13
Gambar 19. Membuat graphic baru

6. Klik OK.
7. Setelah file graphic berhasil dibuat, buka file tersebut dengan double click
pada file graphic. Akan tertampil seperti tampilan berikut.

Gambar 20. Pembuatan graphic

B. Pengaturan Ukuran dan Background Layar Monitor


Pengaturan ukuran dan background layar monitor dapat dilakukan dengan
cara:
 Klik pada area kerja  Properties  Attribute  Size  Window
Background Color. Pada laptop dengan ukuran 14 inch, biasanya digunakan
size 1546x984 (1600x1200 resolution).

14
Gambar 21. Pengaturan size, scalling mode dan warna

C. Pembuatan Tampilan Field Instrument

Pembuatan tampilan field instrument berupa tank, pump, transmitter,


control valve, agitator, dan ball valve. Pembuatan tampilan setiap field instrument
menggunakan tools pada STENCIL  Basic Shape Controls. Tools di basic shape
controls terdiri dari:

 Line: untuk membuat garis lurus.


 Arc: untuk membuat garis lengkung.
 PolyLine : untuk membuat garis yang saling terhubung.
 Rectangle : untuk membuat bentuk rectangle.
 PenTool : untuk menggambar bentuk sesuai keinginan.
 Sector : untuk membuat lingkaran yang dapat diatur derajat lingkarannya.
 Ellipse: untuk membuat lingkaran proporsional.
 Circle : untuk membuat lingkaran.
 Marker : untuk membuat titik sebagai penanda.
 Text : untuk menuliskan sesuatu.
 PictureBox : untuk meng-import gambar.

15
1) Pembuatan Tank
Pembuatan graphic untuk tank dilakukan menggunakan tools pada Stencil
 Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti pada
Gambar 22.

Gambar 22. Alur pembuatan graphic untuk Tank-3


2) Pembuatan Pump

Pembuatan graphic untuk pump dilakukan menggunakan tools pada Stencil


 Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti pada
Gambar 23 dan Gambar 24. Untuk motor 1 fasa dan 3 fasa dibedakan warnanya.

Gambar 23. Alur pembuatan graphic untuk pump 3 fasa

16
Gambar 24. Alur pembuatan graphic untuk pump 1 fasa
3) Pembuatan Transmiter

Pembuatan graphic untuk transmitter dilakukan menggunakan tools pada


Stencil  Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti
pada Gambar 25.

Gambar 25. Alur pembuatan graphic untuk transmitter


4) Pembuatan Control Valve

Pembuatan graphic untuk control valve dilakukan menggunakan tools pada


Stencil  Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti
pada Gambar 26 dan Gambar 27.

17
Gambar 26. Alur pembuatan graphic untuk electric control valve

Gambar 27. Alur pembuatan graphic untuk pneumatic control valve


5) Pembuatan Ball Valve

Pembuatan graphic untuk ball valve dilakukan menggunakan tools pada


Stencil  Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti
pada Gambar 28.

18
Gambar 28. Alur pembuatan graphic untuk ball valve
6) Pembuatan Agitator

Pembuatan graphic untuk agitator dilakukan menggunakan tools pada


Stencil  Basic Shape Controls. Adapun tampilan langkah pembuatannya seperti
pada Gambar 29.

Gambar 29. Alur pembuatan graphic untuk agitator

D. Pembuatan Linked Part

Linked part adalah fasilitas pada graphic builder yang berfungsi untuk
memudahkan dan mempercepat pekerjaan engineer dalam melakukan pembuatan
tampilan HIS dengan langkah drag and drop component yang ada di stencil.
Adapun cara pembuatannya:

19
1. Pada Graphic Builder, klik File pada bagian Ribbon  New Stencil
2. Beri nama dan simpan.
3. Drag and drop obyek graphic pada stencil yang telah dibuat.
4. Save dengan nama yang dikehendaki.
5. Klik kanan pada stencil yang telah dibuat  save.

Gambar 30. Pembuatan linked part

E. Penggabungan Graphic

Penggabungan graphic dilakukan agar menghasilkan tampilan seperti


Gambar 31.

Gambar 31. Tampilan graphic yang telah digabung

20
Hari ke-2

F. Penggunaan DataCharacter

DataCharacter adalah tool pada stencil yang berfungsi untuk memunculkan


sebuah nilai dari parameter. Penggunaan DataCharacter akan bekerja saat
dilakukan test function dan/atau saat terkoneksi dengan mini plant. Untuk
pengaturan satuan yang digunakan, jumlah digit, display type, dan desimal dapat
dilakukan window DataCharacter seperti Gambar 32.

Gambar 32. Pengaturan pada DataCharacter

Untuk pengisian nilai parameter yang akan dimunculkan, dilakukan dengan


cara:

 Klik kanan DataCharacter  Properties  Data Link  Pengisian value


dengan format Tagname.DataItem. Value pada LIC03 diisi seperti berikut:

21
Gambar 33. Pengisian value pada LIC03

 Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC03.SV


 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC03.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC03.MV

Dengan cara yang sama, Value pada DataCharacter untuk FIC01, FIC02,
PU02, PU03, LI01, dan LI02 diisi seperti Tabel 3.

Tabel 3. Daftar Value pada DataCharacter Window Utama

Parameter Isi Value


FIC01  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi FIC01.SV
 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi FIC01.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi FIC01.MV

FIC02  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi FIC02.SV


 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi FIC02.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi FIC02.MV

PU02  Untuk Value pada DataCharacter rpm diisi LIC01.MV

PU03  Untuk Value pada DataCharacter rpm diisi LIC02.MV


LIC01  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC01.SV
 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC01.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC01.MV
LIC02  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC02.SV
 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC02.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC02.MV

22
Untuk window SETTING, Value pada DataCharacter untuk RPM PU02, RPM
PU03, RPM AG03, TANK-1, TANK-2, TIMER, LIC03, FIC01, dan FIC02 diisi
seperti Tabel 4.
Tabel 4. Daftar Value pada DataCharacter Window Setting

Parameter Isi Value


TANK-1  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC01.SV
 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC01.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC01.MV

TANK-2  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC02.SV


 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC02.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC02.MV

TANK-3  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi LIC03.SV


 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi LIC03.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi LIC03.MV

FIC01  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi FIC01.SV


 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi FIC01.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi FIC01.MV
FIC02  Untuk Value pada DataCharacter SV diisi FIC02.SV
 Untuk Value pada DataCharacter PV diisi FIC02.PV
 Untuk Value pada DataCharacter MV diisi FIC02.MV
RPM AG03  Untuk Value pada DataCharacter rpm diisi AG03O.MV
TIMER  Untuk Value pada DataCharacter PV diisi TIMER.PV
 Untuk Value pada DataCharacter PH diisi TIMER.PH
MAN/OUT  Untuk Value pada DataCharacter ST01 diisi ST01.MODE
 Untuk Value pada DataCharacter ST02 diisi ST02.MODE
 Untuk Value pada DataCharacter ST03 diisi ST03.MODE

G. Penggunaan PushButton

Pada stencil, terdapat tool PushButton. Tool ini berbentuk seperti tombol
persegi yang berfungsi untuk menjalankan sebuah fungsi sesuai keinginan
engineer. Pada project ini, tool PushButton digunakan sebagai tombol SETTING,
START, STOP, ABOUT US, dan tombol HOME. Caranya adalah sebagai berikut:

Klik kanan PushButton  Properties  Function Ubah Function Type

23
 Untuk SETTING PushButton, digunakan untuk memanggil window berupa
kumpulan faceplate untuk melakukan pengaturan rpm motor, timer, dan
setpoint.

Gambar 34. Pengisian Link Function untuk tombol SETTING


 Untuk START PushButton, digunakan untuk mengaktifkan switch internal
SW01 agar program dapat bekerja.

Gambar 35. Pengisian Link Function untuk tombol START

24
 Untuk STOP PushButton, digunakan untuk mengaktifkan switch internal
SW02 agar program berhenti bekerja.

Gambar 36. Pengisian Link Function untuk tombol STOP


H. Penggunaan TouchTarget

TouchTarget adalah tools pada stencil yang berfungsi menjalankan sebuah


fungsi ketika di klik. Pemilihan fungsi tersebut dilakukan pada function type.
TouchTarget berbentuk transparan sehingga diletakan pada sebuah obyek sebagai
target agar dapat di klik. TouchTarget pada project tampilan HMI ini diletakkan
pada trend LIC03, FIC01, FIC02, dan digunakan untuk memanggil Trend Group
berskala full layer untuk parameter level dan flow. Caranya adalah:

 Klik kanan TouchTarget  Properties  Link Function  Function Type:


Call Window  Window Name: Graphic  Parameter: TG1101 (untuk
LIC03); TG0901 (untuk FIC02); TG1001 (untuk FIC01).

25
Gambar 39. Pengisian Link Function pada TouchTarget

Pada Window SETTING, TouchTarget diletakkan pada TANK-1, TANK-


2, TANK-3, FIC01, FIC02, RPM AG03, TIMER, dan MAN/AUT. Caranya:

 Klik kanan TouchTarget  Properties  Link Function  Function Type:


Call Data Input Dialog  Data Type: Process Data  isikan Data sesuai
Tabel 5.
Tabel 5. Daftar data pada TouchTarget
Parameter Data

TANK-1  Untuk Data pada TouchTarget SV diisi LIC01.SV


 Untuk Data pada TouchTarget PV diisi LIC01.PV

TANK-2  Untuk Data pada TouchTarget SV diisi LIC02.SV


 Untuk Data pada TouchTarget PV diisi LIC02.PV

TANK-3  Untuk Data pada TouchTarget SV diisi LIC03.SV


 Untuk Data pada TouchTarget PV diisi LIC03.PV

FIC01  Untuk Data pada TouchTarget SV diisi FIC01.SV


 Untuk Data pada TouchTarget PV diisi FIC01.PV

FIC02  Untuk Data pada TouchTarget SV diisi FIC02.SV


 Untuk Data pada TouchTarget PV diisi FIC02.PV

RPM AG03  Untuk Data pada TouchTarget RPM diisi AG03O.MV

TIMER  Untuk Data pada TouchTarget TIMER diisi TIMER.PV

26
MAN/AUT  Untuk Data pada TouchTarget ST01 diisi ST01.MODE
 Untuk Data pada TouchTarget ST02 diisi ST02.MODE
 Untuk Data pada TouchTarget ST03 diisi ST03.MODE

I. Pembuatan Modifier

Modifier adalah tool pada stencil yang digunakan untuk melakukan


modifikasi pada suatu obyek berupa perubahan warna apabila suatu syarat kondisi
terpenuhi. Adapun pembuatan modifier sebagai berikut:

a. Klik kanan pada objek  pilih Properties  Modifier


b. Isikan format pengisian kondisi yang ingin dijadikan acuan eksekusi
modifier. Adapun format pengisian kondisi berupa “Tagname.DataItem
<equation> Data”. Equation dapat berupa == atau <> atau >= atau <=.
c. Pilih perubahan warna pada objek
d. Tentukan berkedip atau tidaknya objek tersebut
e. Klik add untuk menambahkan modifier tersebut, dan change untuk
mengganti modifier apabila sudah terdapat suatu modifier, dan insert untuk
menambahkan suatu modifier pada urutan tengah dari daftar modifier yang sudah
ada. Penggunaan modifier ditunjukkan pada Gambar 40 dan Gambar 41.

Gambar 40. Pembuatan modifier ON

27
Gambar 41. Pembuatan modifier OFF

Gambar 41. Pengisian Generic Name Binding

28
Untuk mempercepat pengerjaan, dilakukan copy-paste modifier dengan cara:

1. Klik kanan pada obyek ON/OFF  modifier  copy modifier. Kemudian klik
kanan pada obyek yang akan di-paste modifier-nya  pilih modifier  paste
modifier.
2. Klik kanan pada obyek ON/OFF yang telah di paste modifier  Ubah value:
PU02.
3. Untuk modifier yang lain, diubah value menjadi PU03, atau PU04, atau AG03.
J. Penggunaan DataBar

DataBar adalah tool pada stencil yang berfungsi untuk menampilkan nilai
sebuah parameter level dalam bentuk 2 dimensi seperti gambar 42.

Gambar 42. Penggunaan DataBar pada tank-3

Untuk pengisian parameter level yang akan dimunculkan melalui DataBar,


dilakukan dengan cara:

klik kanan DataBar  properties  Data Link  Pengisian Value:


LIC03.PV  Isikan Range : 0 dan 500.

K. Pembuatan Trend Group

Pembuatan trend group digunakan untuk membuat grafik waktu respon


parameter level LIC01, LIC02, dan LIC03. Pembuatan trend group dilakukan
dengan cara:

29
Buka System View  Expand Project MNPLT  Expand HIS0164  klik
pada CONFIGURATION  Buka TR0001 Isikan seperti Gambar yyy. Untuk
LIC01 diisikan High Limit: 1000, untuk LIC02 diisikan High Limit: 700, LIC03
diisikan High Limit: 500.

Gambar 43. Pengisian Trend Acquisition Pen Assignment Builder

Pada graphic builder, gunakan stencil DCS Controls  Trend  Drag and
drop pada Canvas Pane  klik kanan pada Trend  Properties  Winforms
Control  Property Page  Trend Group Window Name: TG0101.

Gambar 44. Pengisian Trend Group Window Name.

30
Hari ke-3

III.3 PEMROGRAMAN FUNCTION BLOCK

Function Block adalah fitur pada Control Drawing Builder untuk


pembuatan program atau fungsi-fungsi yang nantinya berjalan pada proses kontrol.
Dalam sebuah project terdapat 200 Control Drawing (DR001 s/d DR200) yang
dapat digunakan, namun pada penelitian ini dapat hanya menggunakan 1 Control
Drawing, yakni pada DR0001 dikarenakan jumlah analog I/O dan digital I/O yang
digunakan tidak terlalu banyak. Sedangkan apabila analog I/O dan digital I/O
berjumlah banyak, maka function block dilakukan pada Control Drawing (DR)
yang berbeda-beda berdasarkan fungsinya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah
dalam proses throubleshooting dan kerapian dalam tata letak tiap function block.

Control Drawing Builder dibuka dengan cara:

Double klik salah satu Control Drawing yang terdapat pada folder FCS0101
 Function Block  Open DR0001

Penelitian ini menggunakan 8 jenis function block yaitu function block PIO, PID,
SIO-11, ST16, CALCU, TM, MLD dan RL seperti ditunjukkan pada Gambar 45.

Gambar 45. Function Block yang digunakan

31
A. Block PIO
Block PIO merupakan block khusus untuk analog I/O dan digital I/O yang
telah didaftarkan untuk disambungkan pada function yang lain.

Gambar 46. Function Block PIO

Analog I/O dan digital I/O yang menggunakan block PIO ditunjukkan pada
Tabel 6.
Tabel 6. Daftar isi block PIO
1. %%LT01 11. PU04-O

2. %%LT02 12. AG03-I

3. %%LT03 13. AG03-O

4. %%FT01 14. %%PU02O

5. %%FT02 15. %%PU03O

6. PU02-I 16. %%CV01O

7. PU02-O 17. %%CV02O

8. PU03-I 18. %%CV03O

9. PU03-O 19. %%AG03O

10. PU04-I 20. -

Pemilihan block PIO dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( )
ketik “PIO” pada Model Name pilih PIO-8 pilih OK.

B. Block PID (Proportional-Integral-Derivatif)


Block PID bekerja sebagai pengendali yang menentukan respon actuator
seperti control valve agar terwujud akurasi dan presisinya suatu proses dari nilai
yang diinginkan. Tujuannya agar parameter yang terbaca oleh transmitter (PV)

32
dapat sesuai dengan yang diinginkan (SV). Pemilihan block PIO dilakukan dengan
cara klik icon Function Block ( ) ketik “PID” pada Model Name  pilih OK.

Gambar 47. Wiring function block PID

C. Block SIO-11 (Switch Input Output – 1 Input & 1 Output)


Block SIO-11 adalah block yang digunakan untuk mengendalikan parameter
digital, seperti pompa dan agitator. Cara kerja block ini adalah mengirimkan sinyal
output ke block PIO output kemudian apabila instrumen digital berhasil merespons
dengan benar maka instrumen akan mengirim sinyal feedback menuju input dari
block SIO-11. Wiring function block SIO-11 ditunjukkan pada Gambar 48. Adapun
pemilihan block SIO-11 dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( )
ketik “SIO-11” pada Model Name  pilih OK.

Gambar 48. Wiring function block SIO-11

D. Block MLD (Manual Loader)


Block MLD berfungsi untuk mengirim sinyal output menuju suatu
parameter analog output. Block MLD pada penelitian ini digunakan untuk

33
mengirimkan sinyal menuju ke pompa 2, pompa 3, dan agitator berupa nilai
persentase rpm. Wiring function block MLD ditunjukkan pada Gambar 49. Adapun
pemilihan block SIO-11 dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( )
ketik “SIO-11” pada Model Name  pilih OK.

Gambar 49. Penggunaan block MLD

E. Block TM (Timer)
Block TM digunakan sebagai timer. Pada penelitian ini, timer digunakan
untuk menentukan lamanya proses pengadukan oleh mixer (AG03). Adapun
pemilihan block TM dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( ) ketik
“TM” pada Model Name  pilih OK.

Gambar 50. Penggunaan block TM

F. Block CALCU
Block calcu adalah block yang digunakan untuk melakukan pemrograman
berupa script text dengan batasan program hingga 20 baris. Blcok ini digunakan
untuk melakukan pemrograman agar dapat menghasilkan dan menampilkan volume
dari tank 1 dan tank 2 yang akan dicampurkan pada tank 3. Pemilihan block
CALCU dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( ) ketik “CALCU”
pada Model Name  pilih OK. Adapun isi program pada block CALCU
ditunjukkan pada Gambar 51 dan Gambar 52.

34
Gambar 51. Block CALCU untuk VOLUME1

Gambar 52. Block CALCU untuk VOLUME2

G. Block RL (Relation Expression)

Block ini berfungsi untuk membandingkan dan/atau meng-AND-kan dua


buah set data dari suatu proses dan suatu konstanta. Block ini dapat diisi hingga 16
pasang ekspresi relasional. Block ini digunakan melalui sequence tabel dengan cara
memanggil register spesifik suatu pasangan terkait dan menentukan
keterkaitan/pembandingan pasangan tersebut dengan ungkapan:

 GE : untuk lebih dari sama dengan (>).


 GT : untuk lebih dari (>).
 LE : untuk kurang dari sama dengan (<).
 LT : untuk kurang dari (<).
 EQ : untuk sama dengan (=).

Pemilihan block RL dilakukan dengan cara klik icon Function Block ( )


ketik “RL” pada Model Name  pilih OK. Sedangkan untuk mengisi block RL
dilakukan dengan cara klik kanan pada block RL  pilih edit detail. Isi dari block
RL ditunjukkan pada Gambar 53.

Gambar 53. Isi block RL

35
H. Block ST16 (Sequence Table)

Block ST16 digunakan untuk membuat suatu urutan kerja berdasarkan


kondisi-kondisi yang diatur. Adapun prinsip kerja dari ST16 ini adalah dengan
menentukan rule condition yang mana akan menjalankan action dari urutan kolom
tersebut.

Pemilihan block ST16 dilakukan dengan cara klik icon Function Block (
) ketik “ST16” pada Model Name  pilih OK. Sedangkan untuk mengisi block
ST16 dilakukan dengan cara klik kanan pada block ST16  pilih edit detail.

36
Gambar 54. Block ST16 untuk START

Gambar 55. Block ST16 untuk STOP

Gambar 56. Block ST16 untuk PENGAMAN

37