Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat cohort

prospective dan retrospective longitudinal study. Penelitian cohort atau sering

juga disebut penelitian follow up, yang dimulai dengan sekelompok orang (kohor)

yang bebas penyakit lalu diklasifikasikan menjadi subkelompok tertentu sesuai

dengan paparan terhadap sebuah penyebab potensial terjadinya penyakit atau

outcome. Penelitian ini dibagi menjadi 2 jenis penelitian, yaitu :

1. Cohort prospective yaitu diteliti dengan mengikuti kejadian ke depan. Jenis

penelitian ini digunakan untuk mengetahui ovulasi dan siklus menstruasi.

2. Cohort retrospective yaitu diteliti dengan melihat riwayat atau kejadian yang

telah berlalu. Jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui riwayat

perdarahan saat hamil dan riwayat aborsi.

B. Tempat dan Waktu

Pengambilan data penelitian ini dilakukan di beberapa sanggar senam aerobik

Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada Juli – September 2007

dan Mei 2008 – Juni 2009.


C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah instruktur senam aerobik wanita di Daerah Istimewa

Yogyakarta.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pelatih senam aerobik pada

usia produktif yakni 18-40 tahun yang ditentukan secara insidental dan

menurut quota. Sample penelitian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan

frekuensi melatih senam per minggu, yaitu kelompok frekuensi melatih

rendah adalah peserta yang melatih senam kurang atau sama dengan 7 kali

perminggu dan kelompok frekuensi melatih tinggi adalah peserta yang

melatih senam lebih dari 7 kali perminggu. Selanjutnya peserta penelitian

diminta dengan kesungguhannya untuk bersedia mengikuti dan mentaati

jalannya penelitian dengan baik, setelah peserta diberikan penjelasan tentang

keuntungan dan kemungkinan risiko yang dapat terjadi selama penelitian.

Kesanggupan ini dibuktikan dengan kebersediaan peserta menandatangani

informed consent.

D. Kriteria Inklusi dan Kriteria Ekslusi

1. Kriteria Inklusi :

a. Wanita berusia 18 – 40 tahun.

b. Telah melatih lebih dari 1 tahun.


c. Makan minimal dua kali dalam satu hari.

d. Bersedia mengikuti penelitian sebagai sample.

2. Kriteria Ekslusi :

a. Tidak lengkap atau tidak selesai mengisi tabel suhu badan basal.

b. Sedang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) untuk data tertentu.

E. Variabel

1. Variabel bebas (independent)

a. Frekuensi melatih senam dalam satu mingu.

2. Variabel tergantung (dependent)

b. Masa subur/ovulasi.

c. Siklus menstruasi.

d. Aborsi/perdarahan pada saat hamil.

3. Variabel kontrol (control)

e. Nutrisi.

F. Definisi Operasional

1. Masa subur/ovulasi

Masa subur dalam penelitian ini diukur dengan metoda suhu badan basal.

Pertama-tama, suhu tubuh wanita tersebut diukur pada pagi hari (baru bangun

tidur) sejak siklus pertama haid sampai haid berikutnya. Suhu harian itu

kemudian dicatat dan dihubungkan dengan garis (seperti membuat grafik).


Bila ditemukan grafik suhu yang bifasik disimpulkan terjadi ovulasi, bila

monofasik berarti anovulasi. Gambaran bifasik adalah

saat menstruasi suhu tubuh akan stabil terus menjelang saat akan ovulasi dan

saat akan ovulasi suhu akan sedikit menurun, lalu saat itu muncul ovulasi lalu

beberapa jam kemudian suhu tubuh akan meningkat 0,5-1 derajat celsius

untuk kemudian menetap sampai menstruasi berikutnya. Gambaran ini

menampakkan adanya 2 puncak suhu, dan ada 2 dataran suhu yang stabil

dimana yang pertama lebih rendah dari yang kedua muncul (setelah ovulasi

suhu stabil tinggi.) Untuk monofasik, maka tidak ada fluktuasi suhu yang

signifikan, jadi seakan-akan separti satu dataran saja yang stabil. Data

dikelompokkan menjadi ovulasi dan anovulasi. Data masa subur

dikategorikan sebagai data nominal.

2. Siklus menstruasi

Siklus menstruasi dalam penelitian ini didata melalui kuesioner dengan

klasifikasi teratur dan tidak teratur. Menstruasi yang teratur adalah siklus

menstruasi yang terjadi antara 28 – 35 hari. Menstruasi yang tidak teratur

adalah siklus yang lebih dan kurang dari 28 – 35 hari. Data siklus menstruasi

dikategorikan sebagai data nominal.

3. Perdarahan pada saat hamil

Perdarahan pada saat hamil ialah terjadinya perdarahan uterus yang

abnormal pada saat hamil. Siklus menstruasi dalam penelitian ini didata

dengan melalui kuesioner dengan klasifikasi pernah mengalami perdarahan


saat hamil dan tidak pernah. Data perdarahan saat hamil dikategorikan sebagai

data nominal.

4. Aborsi

Aborsi adalah keguguran pada saat hamil atau kehilangan janin dengan

sengaja atau tidak sengaja. Aborsi dalam penelitian ini didata dengan melalui

kuesioner dengan klasifikasi pernah mengalami aborsi dan tidak pernah. Data

aborsi dikategorikan sebagai data nominal.

5. Frekuensi melatih senam

Frekuensi melatih senam adalah banyaknya jumlah melatih seorang

instrukstur senam aerobik wanita dalam satu minggu. Dalam banyaknya

frekuensi melatih senam aerobik dibagi menjadi dua, yaitu melatih senam

frekuensi tinggi dan rendah. Jika dalam satu minggu instruktur senam

mengajar lebih dari tujuh kali maka dikategorikan sebagai melatih senam

intensitas tinggi, sedangkan jika kurang dari tujuh kali dikategorikan sebagai

melatih senam intensitas rendah.

6. Nutrisi

Parameter kecukupan nustrisi dilihat dari banyaknya konsumsi makan

setiap harinya. Jika konsumsi makan minimal dua kali dalam sehari maka

dianggap mencukupi nutrisi.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah :


1. Termometer suhu badan. Termometer yang digunakan dapat berupa

termometer air raksa atau termometer automatis/digital.

2. Kuesioner, lembar catatan data kegiatan dan inform consent.

H. Cara Kerja

Cara untuk mengetahui masa subur adalah dengan mengukur suhu badan

basal, yakni suhu badan pada saat bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas

apapun. Pada saat masa subur suhu badan turun lalu hari berikutnya akan naik

sekitar 0,6°C. Cara mengukur suhu badan basal:

1. Siapkan thermometer

2. Jika tanda pada thermometer berada lebih dari 35 oC, kibaskan dahulu

hingga tanda berada kurang dari 35oC.

3. Letakkan thermometer pada ketiak.

4. Tunggu selama kurang lebih 3 menit.

5. Lihat tanda yang ditunjukkan pada termometer.

6. Catat pada lembar catatan data kegiatan.

Pantauan aktivitas yang perlu dicatat adalah aktivitas melatih senam harian,

suhu badan basal serta tanggal menstruasi. Riwayat melatih senam aerobik, siklus

menstruasi, riwayat kehamilan termasuk perdarahan saat hamil dan aborsi,

riwayat penggunaan alat kontrasepsi serta nutrisi gizi diisi pada kuesioner.
I. Cara Pengambilan Data

Pengambilan data secara insidental dan kuota. Insidental adalah langsung pada

responden yang sudah mendapat penjelasan tentang penelitian dan menyetujui

dengan mengisi lembar inform consent. Kuota adalah pengambilan sampel dari

populasi sekedar memenuhi jumlah kuota yang telah ditentukan dan diinginkan

oleh peneliti yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Penelitian ini mempunyai

kuota total responden ialah 40 wanita pelatih senam aerobik yang terbagi menjadi

2 yakni 20 orang dengan frekuensi melatih tinggi dan 20 orang dengan frekuensi

melatih rendah. Responden mengisi kuesioner penelitian dan mengukur suhu

badan basal setiap hari serta dicatat pada tabel suhu selama minimal satu bulan

J. Analisis Data

Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan program SPSS 15.0

menggunakan analisis yang sesuai yaitu X2 (Chi-square). Uji beda tersebut

dilakukan pada dua kelompok frekuensi tinggi dan rendah terhadap ada tidaknya

ovulasi, teratur tidaknya siklus menstruasi, riwayat perdarahan saat hamil dan

aborsi.