Anda di halaman 1dari 9

PANDUAN

PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN


KELUARGA BERENCANA (KB)
DAN
GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (GSR)

RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH IBU & ANAK PERTIWI


PROVINSI SULAWESI SELATAN
2016
A. Latar belakang
Peranan tenaga kesehatan sangat menetukan keberhasilan
pelaksanaan program pembangunan di bidang kesehatan dalam upaya
mencapai target Milenium Development Goals (MDgs) tahun 2015.
Salah satu strategi untuk mencapai target tersebut adalah
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan
untuk menghasilkan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan baik
dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga diperlukan pengelolaan
pendidikan yang profesional.
Proses belajar dalam rangka pencapaian kompetensi bidan dapat
di berikan melalui Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas (ceramah,
diskusi), Laboratorium dan praktik lapangan dengan pengalamam studi
kasus. Praktek Klinik Kebidanan dirancang cecara bertahap

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan
dan sikap dalam Praktek Klinik Kebidanan
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti Praktek Klinik Kebidanan mahasiswa di
harapkan mampu :
a. KELUARGA BERENCANA
1) Memberikan Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana
Meliputi :
 Kontrasepsi Pil
 Kontrasepsi Suntikan
 Kontrasepsi MOW
 Kontasepsi Implant
 Kondom
2) Memberi Konseling KB pada pasien saat Ante Natal Care
(ANC)
3) Memberi Konseling KB pada pasien setelah melahirkan

b. GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI


1) Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan Gangguan
sistem reproduksi, seperti :
a. Gangguan Haid :
 Amenorhoe
 Dismenorhoe
 Oligomenorhoe
 Hipermenorhoe
 Kryptomenorhoe
b. Penyakit/gangguan sistem reproduksi :
 Perdarahan diluar siklus haid
 Perdarahan serviksuteri
 Polyps
 Erosi porto
 Ulkus porsi
 Trauma
 Korpus Uteri
 Polip endometrium
 Mioma teri
 Radang pada Generali interna
 Cerviks
 Endometritis
 Miometrisis
 Peritonitic pelik
 Endometriosis
 Kelainan/ penyakit pada payudara
 Mastitis
 Ca mammae
 Tumor jinak dan ganas pada sistem reproduksi:
 Vulva
 Vagina
 Uterus
 Ovarium
 Tuba
2) Menyiapkan pasien, bahan dan alat untuk pemeriksaan
3) Menyiapkan pemeriksaan penunjang, seperti :
 USG
 Lab

C. PROGRAM KERJA
KELUARGA BERENCANA
1. Mengenalkan jenis – jenis kontrasepsi pada mahasiswa, seperti :
 Kontrasepsi sederhana
 Tanpa alat
 Senggama terputus
 Pantang berkala
 Dengan alat :
 Kondom
 Kontrasepsi efektif :
 Pil
 Suntik 1 bulan dan 3 bulan
 Implan
 Kondom
 Kontrasepsi mantap
 Tubektomi
 Vasektomi
2. Membimbing mahasiswa dalam melakukan konseling pre pada akseptor
:
a. Kontrasepsi sederhana
 Tanpa alat
 Senggama terputus
 Pantang berkala
 Dengan alat :
 Kondom
b. Kontrasepsi efektif :
 Pil
 Suntik 1 bulan dan 3 bulan
 Implan
 Kondom
c. Kontrasepsi mantap
 Tubektomi
 Vasektomi

3. Membimbing mahasiswa dalam melakukan pelayanan kontrasepsi :


a. Melakukan konseling/informed concent
b. Menyiapkan pasien, obat dan alat untuk :
- Pemasangan/ pencabutan IUD
- Pemasangan/ pencabutan Norplant
- Suntik dan pil
- Metode sederhana
c. Melakukan konseling pasca pelayanan
d. Penanganan efek samping kontrasepsi
- Spotting
- Migrain
- Amenorhoe
- Kenaikan BB
- Penurunan BB
- Hiperpigmentasi
- Perdarahan diluar siklus haid
- Infeksi
- Erosi
- Keputihan
4. Melakukan evaluasi terhadap asuhan telah dilaksanakan :

GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI


1. Membimbing asuhan kebidanan pada ibu dengan Gangguan sistem
reproduksi, seperti :
a. Gangguan Haid :
 Amenorhoe
 Dismenorhoe
 Oligomenorhoe
 Hipermenorhoe
 Kryptomenorhoe
b. Penyakit/gangguan sistem reproduksi :
 Perdarahan diluar siklus haid
 Perdarahan serviksuteri
 Polyps
 Erosi porto
 Ulkus porsi
 Trauma
 Korpus Uteri
 Polip endometrium
 Mioma teri
 Radang pada Generali interna
 Cerviks
 Endometritis
 Miometrisis
 Peritonitic pelik
 Endometriosis
 Kelainan/ penyakit pada payudara
 Mastitis
 Ca mammae
 Tumor jinak dan ganas pada sistem reproduksi:
 Vulva
 Vagina
 Uterus
 Ovarium
 Tuba
2) Membimbing mahasiswa untuk menyiapkan pasien, bahan dan alat
untuk pemeriksaan
3) Membimbing mahasiswa untuk menyiapkan pemeriksaan penunjang,
seperti :
 USG
 Lab
D. PELAKSANAAN PRAKTEK
Pelaksanaan praktek klinik di sesuaikan dengan kompetensi dan kondisi
lapangan.
E. METODE BIMBINGAN
1. Perceptor
Perceptor terdiri dari peceptor akademik dan perceptor klinik dengan
kriteria sebagai berikut :
 Perceptor Akademik adalah pembimbing yang di tentukan
berdasarkan SK dari Institusi yang sudah terlibat dalam
pembelajaran teori yang dilaksanakan di Istitusi asal mahasiswa
Kegiatan preceptor Institusi
a. Membimbing langsung kepada mahasiswa di klinik dalam
pelaksanaan praktek keterampilan dasar kebidanan
b. Membantu mahasiswa dalam mengidentifikasikan hal yang
c. Mendiskusikan temuan-temuan penting dalam pelaksanaan
praktik setiap selesai akhir praktek
d. Memeriksa laporan kegiatan harian mahasiswa yang telah
diparaf oleh preceptor klinik
e. Memantau pencapaian target mahasiswa dalam pelaksanaan
target ketermpilan dasar kebidanan yang telah di paraf oleh
perfector klinik
f. Mengadakan komunikasi sesring mungkin dengan preceptor
klinik untuk memantau pelaksanaan praktik mahasiswa dan
mengadakan evaluasi sebelum mutasi
g. Mengevaluasi kegiatan mahasiswa berdasarkan alat evaluasi
yang telah disepakati bersama dalam rangka pencapaian
tujuan
 Perceptor Klinik adalah Perceptor yang di tentukan oleh Institusi
lahan praktek yang di tempati mahasiswa praktek dengan level
pendidikan minimal D IV Kebidanan.
Kegiatanperpectorklinik
a. Bersama mahasiswa di klinik dan melaksanakan kegiatan
b. Mengatur kelancaran praktik mahasiswa
c. Mengadakan pengamatan langsung di klinik pada saat mahasiswa
melaksanakan praktek
d. Mengadakan diskusi dengan mahasiswa pada setiap awal minggu
e. Diskusi antara CI Lahan dan pembimbing dari institusi dalam
rangka pencapaian tujuan
f. Mengevaluasi kegiatan mahasiswa berdasarkan alat evaluasi yang
telahdisepakati bersama dalam rangka pencapaian tujuan
g. Mengecek laporan kegiatan harian mahasiswa dan kehadiran
mahasiswa
2. Teknik bimbingan
Pelaksanaan pembimbingan dilaksanakan setiap hari praktek dengan
metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan respon terhadap kasus yang
bersangkutan.
F. EVALUASI
a. Pelaksanaan evaluasi secara terus menerus selama mahasiswa
melakukan kegiatan praktik klinik keterampilan dasar kebidanan
b. Hal-hal yang dievaluasi
 Sikap
 Keterampilan
 Pengetahuan
 Buku kegiatan harian
 Penerapan praktik keterampilan dasar kebidanan pada akhir praktik
c. Unsur yang menilai
 Instrukturklinik
 Instrukturinstitusipendidikan
d. Penilaian bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kehadiran praktik 100%
karena mangkir, sakit, izin, melanggar tata tertib pendidikan maka
mahasiswa yang bersangkutan diberikan sanksi sesuai aturan/
ketentuan yang berlaku di tempat praktik
G. TATA TERTIB :
Selama mengikuti Praktek di RSKDIA Pertiwi, mahasiswa wajib mentaati
tata tertib, antara lain :
1. Penampilan
Setiap mahasiswa wajib berpenampilan rapi bersih dan sopan dengan
ketentuan :
a. Menggunakan seragam lengkap dengan atributnya
b. Bagi yang berjilbab :
 Menggunakan jilbab sesuai ketentuan yang berlaku
 Rambut tidak boleh terlihat
c. Bagi yang tidak berjilbab :
 Menggunakan cap sesuai ketentuan berlaku
 Rambut panjang diikat rapi
 Rambut pendek diatas krah baju, poni di jepit
 Menggunakan sepatu sesuai aturan yg berlaku (tidak boleh
pake sandal datang dan pulang dinas
 Pakaian kerja (baju OK) di pake pada ruangan tertentu (OK,
Kamar Bersalin, HCU), di pakai pada saat dinas malam (tidak
boleh dipakai datang dan pulang dinas).
 Tidak menggunakan perhiasan, dandanh yang berlebihan,
kuku dipotong pendek (tidak boleh di cat)
2. Kehadiran
a. Mahasiswa harus memenuhi 100% kehadiran dinas
b. Bila sakit harus dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari
dokter.
c. Ijin dengan alasan yang jelas dan dapat diterima
d. Ijin yang dipertimbangkan :
 Keluarga meninggal dunia
 Sakit
 Masalah administrasi instansi asal (bukti dilampirkan)
e. Alpa tanpa alasan jelas (tdk ada pergantian dinas)
f. Mahasiswa datang terlambat atau pulang sebelum waktunya di
anggap alpa
g. Selama melaksanakan dinas, mahasiswa dilarang meninggalkan
tempat praktek tanpa se ijin pembimbing praktik atau penanggung
jawab temapt mahasiswa praktik
h. Mahasiswa dilarang menerima tamu, selama mengikuti praktik
3. Penugasan
Mahasiswa harus menyelesaikan Askeb sebelum pindah keruangan
lain
4. Sanksi
Sanksi di berlakukan bagi mahasiswa yang tidak mengikuti baik segaja
atau tidak sengaja sesuai ketentuan yang ada.
a. Bentuk sanksi :
1) Ringan, berupa teguran lisan dari dari perseptor akademik
dan perceptor klinik.
2) Sedang, berupa surat pernyataan dari mahasiswa yang
diketahui ketua jurusan
3) Berat, Berupa pernyataan tidak lulus pada Instalasi yang
bersangkutan dan diberhentikan sementara sampai dengan
di temukan pemecahan masalah.
b. Kategori sanksi
1) Ringan, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi 1- 2 x
2) Sedang, jika pelanggaran terhadap tata tertib 3 – 5 x
3) Berat, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi ≥ 6 x
5. Ketentuan lain :
a. Semua mahasiswa wajib mengikuti seluruh ketentuan tata tertib
b. Mahasiswa menyelesaikan Askeb, respon dan nilai sebelum
pindah keruangan lain
c. Ketentuan lain yang belum masuk dalam peraturan ini akan
diselesaikan berdasarkan keputusan yang akan datang