Anda di halaman 1dari 4

A.

Anatomi fisiologi

B. LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL

1. DEFINISI
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan urin)yang telah cukup bulan
atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalanlahir, dengan bantuan atau tanpa bantuan
(kekuatan sendiri). Rukiyah, dkk (2012).Persalinan dan kelahiran normal adalah proses
pengeluAaran janinyang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42minggu), lahir
spontandengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpakomplikasi
baik pada ibu maupun pada janin. Nurhati (2008).
2. ETIOLOGI
2 kategori pengaruh utama yang menyebabkan timbulnya puncak kontraksi yang berperan
dalam persalinan :
1. Faktor hormonal yang menyebabkan kontraksi uterus
-Rasio estrogen
-Pengaruh eksitosin
-Pengaruh hormonal fetus
2. Faktor mekanis
-Regangan otot-otot uterus
-Regangan atau iritasi serviks
3. EPIDEMIOLOGI

Berdasarkan survey demografi kesehatan Indonesia, AKI di Indonesia

meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, menjadi 359 per

100.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan negara tetangga maka AKI di
Indonesia masih tergolong tinggi, seperti singapura 6/100.000 kelahiran hidup,

Malaysia 39/100.000 kelahiran hidup, Thailand 44/100.000 kelahiran hidup dan

Filipina 170/100.000 kelahiran hidup. AKB di Indonesia 34 kematian per 1.000

kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup

tahun 2012 (Kemenkes RI, 2012).

4. Manifestasi klinis
1) Kepala turun mamasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida
2) Perut kelihatan lebih melebar fundus uteri turun
3) Perasaan sering atau susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian
terbawah janin
4) Perasaan sakit diperut dan dipinggang oleh adanya kontraksi
5) Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa
bercampur darah (bloody show
5. Patofisiologi
Proses terjadinya persalinan karena adanya kontraksi uterus yang dapat menyebabkan nyeri.
Ini dipengaruhi oleh adanya keregangan otot rahim, penurunan
progesteron, peningkatan oxytoksin, peningkatan prostaglandin, dan tekanan kepala bayi.
Dengan adanya kontraksi maka terjadi pemendekan SAR dan penipisan SBR. Penipisan SBR
menyebabkan pembukaan servik. Penurunan kepala bayi yang terdiri dari beberapa tahap
antara lain enggament, descent, fleksi, fleksi maksimal, rotasi internal, ekstensi, ekspulsi
kepala janin, rotasi eksterna. Semakin menurunnya kepala bayi menimbulkan rasa
mengejan sehingga terjadi ekspulsi. Ekspulsi dapat menyebabkan terjadinya robekan jalan
lahir akibatnya akan terasa nyeri. Setelah bayi lahir kontraksi rahim akan berhenti 5-10
menit, kemudian akan berkontraksi lagi. Kontraksi akan mengurangi area plasenta, rahim
bertambah kecil, dinding menebal yang menyebabkan plasenta terlepas secara bertahap.
Dari berbagai implantasi plasenta antara lain mengeluarkan lochea, lochea dan robekan
jalan lahir sebagai tempat invasi bakteri secara asending yang dapat menyebabkan terjadi
risiko tinggi infeksi. Dengan pelepasan plasenta maka produksi estrogen dan progesteron
akan mengalami penurunan, sehingga hormon prolaktin aktif dan produksi laktasi dimulai
Patway

6. Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaaan Hasil Nilai rujukan


Hemoglobin 8,6 12-14 g/dl
Hematokrit 24,6 37-43 %
Leukosit 12.900 4000-10.000/ul
Trombosit 269.000 150.000-400.000
Eritrosit 3.420.000 3.500.000-4.500.000
MCV 72.0 81-99
MCH 25.1 28-33
MCHC 34.9 32-36
Golongan darah “A”
APTT 30.5 27.0-42.0
PTT 13.1 11.0.18.0
Glukosa darah sewaktu 97 <180
HbsAg Negative Negative

7. Medikasi
1) Mobilitas
2) Mual
3) Buang air kecil
4) Demam
8. Management medis
1) Mobilisasi dini
2) Periksa keadaan umum
3) Pemriksaan umum
4) Nasehat yang di berikan saat pulang