Anda di halaman 1dari 202

MOJAKOE

MOdul JAwaban KOEliah

Perpajakan 1
UTS Semester Genap 2014/2015

t@spafebui fSPA FEB UI


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI.
Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com

Official Partners:
Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL 2013/2014

PERPAJAKAN 1

TIM DOSEN – PARALEL

Kamis, 17 Oktober 2013, jam 09.00-12.00 (180 menit)

SOAL 1

a. Pajak memiliki 2 fungsi, yaitu :


 Fungsi Budgeter
 Fungsi budgeter merupakan fungsi pajak sebagai sumber dana yang
diperuntukkan bagi pembiayaan pengeluaran-pengeluaran pemerintah atau
sumber pembiayaan.
 Contoh: dimasukannya pajak dalam APBN sebagai penerimaan dalam negeri.

 Fungsi Reguler
 Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan di

bidang sosial dan ekonomi


 Contoh : dikenakan pajak yang lebih tinggi terhadap minuman keras sehingga

konsumsi minuman keras dapat ditekan, menetapkan pajak tambahan seperti


pajak impor atau bea masuk atas kegiatan impor komoditas tertentu untuk
melindungi kepentingan petani dalam negri, dan lain-lain.

b. Asas Pemungutan Pajak (Adam Smith)


o Equality : pemungutan pajak harus bersifat adil dan merata, yaitu pajak
dikenakan kepada orang pribadi yang harus sebanding dengan kemampuan
membayar pajak (ability to pay) dan sesuai dengan manfaat yang diterima.
 Benefit Principle : Sesuai dengan manfaat yang dinikmati
 Ability Principle : Sesuai dengan kemampuan membayar
 Adil Horizontal : Penghasilan sama, pajak sama
 Adil Vertikal : Kondisi ekonomis sama, pajak sama. (Contoh: Tarif Progresif)

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 1


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
o Certainty : Penetapan pajak tidak dilakukan sewenang-wenang. Oleh karena itu,
Wajib Pajak harus mengetahui secara jelas dan pasti besarnya pajak terutang,
kapan harus dibayar, dan batas waktu pembayaran.
o Convenience : Kapan Wajib Pajak itu harus membayar pajak sebaiknya sesuai
dengan saat-saat yang tidak menyulitkan WP. Disebut juga pay as you earn.
o Economy : Biaya pemungutan dan biaya pemenuhan kewajiban pajak bagi WP
diharapkan seminimum mungkin (efisien), demikian pula beban yang ditanggung
WP.

Dalam penerapan Peraturan Pemerintah berupa pajak final sebesar 1% atas UMKM,
pemerintah menerapkan asas-asas perpajakan menurut Adam Smith, salah satunya
adalah asas Equality. Asas ini menekankan pemungutan pajak yang bersifat adil dan
merata. Dengan adanya peraturan pajak final 1%, UMKM bisa dikenakan pajak yang
lebih kecil, dengan pertimbangan bahwa UMKM memiliki penghasilan yang lebih rendah
dari non-UMKM. Ini adalah salah satu keuntungan bagi pemilik UMKM. Akan tetapi,
dapat timbul kesenjangan bagi pengusaha non-UMKM yang dikenakan pajak yang lebih
besar.
Bagi pemerintah, peraturan ini dapat meringankan kewajiban UMKM utuk membayar
pajak, sehingga kesadaran membayar pajak oleh UMKM akan meningkat. Akan tetapi
konsekuensinya adalah jumlah pendapatan pajaknya akan lebih kecil karena tarif yang
lebih rendah.

c. Investasi dalam saham mendapatkan penghasilan dalam bentuk Dividen.


 Untuk kepemilikan kurang dari 20%, penghasilan dividen yang didapatkan
WP badan tersebut dikenakan pajak sebesar 15% (PPh 23).
 Untuk kepemilikan dalam jumlah yang signifikan (20%-50%), harus dilihat
terlebih dahulu seberapa besar kepemilikannya. Apabila kepemilikannya
adalah sebesar 25% atau lebih, maka penghasilan dividen tidak dipotong
pajak, sesuai dengan UU PPh Pasal 4 ayat 3f. Namun, apabila kepemilikannya
masih kurang dari 25%, akan dikenakan pajak sebesar 15% (PPh 23).
 Investasi dalam anak perusahaan tidak dikenakan pajak, karena laba dari
anak perusahaan tersebut akan masuk seluruhnya ke dalam laba induk

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 2


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
perusahaan sehingga tidak perlu dipotong pajak terlebih dahulu. Karena
nantinya akan dikenakan pajak WP badan oleh induk perusahaan.

d. Perhitungan Penghasilan Kena Pajak pada tahun 2011 = 0


Perhitungan Penghasilan Kena Pajak pada tahun 2012 = 300 milyar
 Laba pada tahun 2011 menutupi kerugian pada tahun 2009 sebesar 300
milyar dan kerugian tahun 2010 sebesar 100 milyar.
 Laba pada tahun 2012 menutupi kerugian yang masih bersisa pada tahun
2010 sebesar 300 milyar. Sehingga PKP tersisa adalah 300 milyar
2011 kompensasi kerugian 400 M
2012 kompensasi kerugian 300 M

Dalam laporan keuangan, kompensasi kerugian tidak dicatat sebesar kompensasi


kerugiannya, tetapi dicatat sebagai manfaat pajak tangguhan (di laporan laba rugi)
sebesar persentase pajak dikalikan dengan berapa kompensasi kerugian pada tahun
berjalan. Ketika kerugian periode sebelumnya dikompensasikan, maka akan mengurangi
Aset Pajak Tangguhan di laporan posisi keuangan.

Laporan Laba Rugi Komprehensif 2011


Laba Sebelum Pajak 400 M
Beban Pajak:
Beban Pajak Kini (25% x 400 M) (100 M)
Manfaat Pajak Tangguhan [(25% x 300 M) + (25% x 100 M)] 100 M (0 M)
Laba Setelah Pajak 400 M
Laporan Laba Rugi Komprehensif 2012
Laba Sebelum Pajak 600 M
Beban Pajak:
Beban Pajak Kini (25% x 600 M) (150 M)
Manfaat Pajak Tangguhan (25% x 300 M) 75 M (75 M)
Laba Setelah Pajak 525 M

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 3


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Laporan Posisi Keuangan 2011

Aset:

Aset Pajak Tangguhan 75 M

Laporan Posisi Keuangan 2012

Aset:

Aset Pajak Tangguhan 0M

e. Menurut saya, tindakan perusahaan yang lebih memilih kurang bayar dibandingkan
dengan lebih bayar adalah tidak etis. Seharusnya dalam melakukan pelaporan pajak
dalam satu tahun, perusahaan melaporkan penghasilan secara apa adanya, tidak ada
yang disembunyikan, agar pajak yang dibayarkan sesuai dengan besarnya penghasilan
yang didapatkan atau diterima (asas Equality).
Akan tetapi, perusahaan cenderung melakukan hal ini, yaitu lebih memilih kurang bayar
dibandingkan dengan lebih bayar. Hal ini disebabkan karena ketika perusahaan
melaporkan lebih bayar, seringnya akan dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) mengenai pembukuan dari perusahaan tersebut untuk membuktikan apakah
benar terjadi lebih bayar pajak. Saat dilakukan pemeriksaan, perusahaan harus
memberikan seluruh pembukuan yang dilakukannya selama satu tahun kepada pihak
DJP untuk diperiksa. Hal ini menyebabkan proses yang dilewati oleh pembayaran pajak
tersebut menjadi lebih kompleks karena pengecekan yang semakin ketat dan detail.
Setelah pemeriksaan dilakukan, hasilnya bisa 2 hal, antara perusahaan tersebut benar-
benar lebih bayar atau malah perusahaan wajib membayar pajak kurang bayar
tambahan setelah diperiksa oleh DJP. Jika hasilnya adalah kewajiban membayar pajak
kurang bayar tambahan, perusahaan tersebut harus mengeluarkan uang tambahan
untuk membayar pajak tersebut yang dapat mengurangi besarnya laba yang didapat
perusahaan selama tahun berjalan. Oleh karena itulah menurut saya perusahaan
cenderung memilih untuk kurang bayar dibandingkan dengan lebih bayar.

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 4


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
SOAL 2

1. Menghitung PPh 21
a. Pak Budiman

Penghitungan PPh atas Gaji


gaji pokok per bulan 18,000,000
tunjangan jabatan 3,000,000
tunjangan rumah 2,000,000
tunjangan transportasi 2,000,000
asuransi JKK 90,000
asuransi Kematian 54,000
penghasilan bruto per bulan 25,144,000
biaya jabatan (max) (500,000)
iuran JHT (360,000)
iuran dana pensiun (300,000)
penghasilan netto per bulan 23,984,000
penghasilan netto per tahun 287,808,000
PTKP : WP OP (24,300,000)
status kawin (2,025,000)
3 tanggungan (6,075,000)
PKP 255,408,000

PPh 21 terutang :
5% x 50.000.000 2,500,000
15% x 200.000.000 30,000,000
25% x 5.408.000 1,352,000
Total PPh 21 terutang setahun 33,852,000
Total PPh 21 terutang sebulan 2,821,000

Penghitungan PPh atas Gaji + Bonus tengah tahun


gaji pokok per bulan 18,000,000
tunjangan jabatan 3,000,000
tunjangan rumah 2,000,000
tunjangan kendaraan 2,000,000
asuransi JKK 90,000
asuransi Kematian 54,000

penghasilan sebelum bonus 25,144,000


penghasilan sebelum bonus setahun 301,728,000

bonus tengah tahun 72,000,000


penghasilan bruto per tahun 373,728,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 5


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
biaya jabatan (max) (6,000,000)
iuran JHT (4,320,000)
iuran dana pensiun (3,600,000)
penghasilan netto per tahun 359,808,000
PTKP : WP OP (24,300,000)
status kawin (2,025,000)
3 tanggungan (6,075,000)
PKP 327,408,000

PPh 21 terutang :
5% x 50.000.000 2,500,000
15% x 200.000.000 30,000,000
25% x 77.408.000 19,352,000
Total PPh 21 terutang setahun 51,852,000
Total PPh 21 terutang sebulan 4,321,000
PPh 21 yang dipotong atas penghasilan dan bonus yang diterima Pak Budiman :
Rp 4.321.000

b. Yandra

Jumlah hari kerja untuk mencapai penghasilan kumulatif Rp 2.025.000

= 2.025.000/ 350.000
= 5.8 hari
Penghitungan di hari ke-1 s/d hari ke-5
DPP = 350.000 – 200.000
= 150.000
PPh dipotong per hari = 5% x 150.000
= Rp 7.500,00
Penghitungan di hari ke-6
Penghasilan selama 6 hari = 2.100.000
PTKP selama 6 hari = 6 x (24.300.000/360)
= 405.000
Penghitungan di hari ke – 6
PKP = 2.100.000 – 405.000
= 1.695.000
PPh terutang s/d hari ke-6 = 5% x 1.695.000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 6


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
= Rp 84.750
PPh yang telah dipotong s/d hari ke-5 = 5 x 7.500
= Rp 37.500
PPh dipotong di hari ke-6 = 84.750 – 37.500
= Rp 47.250
Penghitungan di hari ke-7 s/d hari ke-10
PKP = 350.000 – (24.300.000/360)
= Rp 282.500
PPh dipotong per hari = 5% x 282.500
= Rp 14.125

c. James

honor (USD) $ 5,000


honor (Rp) Rp 56,000,000
Total honor Rp 56,000,000

PPh 21 terutang -
PPh 26 terutang
= 20% x 56.000.000 Rp 11,200,000

d. Kurnia

Penghasilan Rp 20,000,000
DPP (50% x penghasilan bruto) Rp 10,000,000

PPh 21 terutang (5% x DPP) Rp 500,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 7


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
2. Jurnal
a. Pak Budiman

Beban Gaji 18,000,000


Beban Tunjangan 7,000,000
Beban JKK 90,000
Beban JKM 54,000
Beban JHT 666,000
Beban Dapen 500,000
Beban Bonus 72,000,000
Utang JKK 90,000
Utang JKM 54,000
Utang JHT 1,026,000
Utang Dapen 800,000
Utang PPh 21 4,321,000
Kas 92,019,000

b. James
Beban Gaji 56.000.000
Utang PPh 26 11.200.000
Kas 44.800.000

SOAL 3

1. Menentukan pengenaan pajak atas transaksi yang terjadi di PT Merbabu selama


Juni 2013

Jenis Sifat Nama Pemotong Nilai Keterang


No Transaksi Perhitungan PPh
PPh PPh / Pemungut PPh an
Pengadaan barang
PPh tidak Bendaharawan 1.5% x
1 cetakan dengan 1.5% 48,000,000
22 final Pemkot Depok 3.200.000.000
Pemkot Depok
PPh 10% x
2 Sewa ruang kantor Final PT Merbabu 10% 150,000,000
4(2) 1.500.000.000
PPh tidak 2% x
Sewa mobil PT Merbabu 2% 6,000,000
23 final 300.000.000
PPh tidak Dirjend Bea &
3 Mengimpor barang 2.5% 8.067.450.000 201,686,250
22 final Cukai
Biaya rancang PPh tidak 5% x 50% x
4 PT Merbabu 5% 10,000,000
bangun 21 final 400.000.000
Menjual tanah &
PPh 5% x
5 bangunan berupa final PT Tri Megah 5% 70,000,000
4(2) 1.400.000.000
gudang
6 Membayar bunga - - - - - - Tidak

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 8


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
dan pokok terutang
pinjaman kepada withholdi
Bank Permata ng tax
Membayar jasa
PPh tidak 2% x
7 konsultasi PT Merbabu 2% 16,000,000
23 final 800.000.000
manajemen
Membayar royalti PPh Tidak 15% x
8 PT Merbabu 15% 45,000,000
kepada Ibu Melati 23 final 300.000.000
(5% x
Memberi hadiah PPh Tidak 5%, 50.000.000) +
9 PT Merbabu 4.000.000
(Andi, juara 1) 21 final 15% (15% x
10.000.000)
Memberi hadiah PPh Tidak 5% x
PT Merbabu 5% 2,000,000
(Ardi, juara 2) 21 final 40.000.000
Memberi hadiah PPh Tidak 5% x
PT Merbabu 5% 1,500,000
(Aksa, juara 3) 21 final 30.000.000
Menerima 15% x
PPh Tidak
10 pembayaran PT Sindoro 15% (1.500.000.000 161,250,000
23 final
dividend - 425.000.000)

2. Jurnal
a. Transaksi dengan Pemkot Depok (nomor 1)
Juni 2013 Kas Rp 3.152.000.000
PPh 22 Dibayar di Muka Rp 48.000.000
Penjualan Rp 3.200.000.000

b. Transaksi dengan Pak Gunawan (nomor 4)


Juni 2013 Beban honorarium Rp 400.000.000
Utang PPh 21 Rp10.000.000
Kas Rp390.000.000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 9


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
SOAL 4

Jawaban untuk nomor 1

Deskripsi Nilai komersial Koreksi fiskal Nilai Fiskal


Penjualan 70,000,000,000 70,000,000,000
Harga Pokok Penjualan (55,000,000,000) (55,000,000,000)
Laba Kotor 15,000,000,000 15,000,000,000
Beban gaji (3,000,000,000) 50,000,000 (2,950,000,000)
Beban administrasi (1,300,000,000) (1,300,000,000)
Beban transportasi (800,000,000) 100,000,000 (700,000,000)
Beban depresiasi dan pemeliharaan (800,000,000) 80,000,000 (720,000,000)
Beban air, telepon, dan listrik (400,000,000) 65,000,000 (335,000,000)
Beban lain-lain (5,400,000,000) 2,920,000,000 (2,480,000,000)
Total beban (11,700,000,000) (8,485,000,000)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 3,300,000,000 6,515,000,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 10


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Jawaban untuk nomor 2, 3, dan 4

Laba (rugi) sebelum pajak 3,300,000,000


air, telepon, dan listrik untuk rumah 50,000,000
pembayaran handphone Pak Gunawan & Bu Gita 15,000,000
beban gaji pembantu rumah 50,000,000
beban depresiasi kendaraan dinas 80,000,000
beban transportasi keluarga & rekreasi karyawan 40,000,000
akomodasi entertain pihak lain 60,000,000
sumbangan partai politik 2,200,000,000
sumbangan kegiatan sosial partai 400,000,000
sumbangan fasilitas olahraga 200,000,000
bantuan pembangunan mesjid 100,000,000
biaya PBB untuk rumah pribadi 20,000,000
laba (rugi) sebelum pajak setelah rekonsiliasi fiskal 6,515,000,000
honor Pak Gunawan sebagai dosen tidak tetap 40,000,000
honor Pak Gunawan sebagai trainer 20,000,000
gaji Bu Gita sebagai dosen universitas 180,000,000
honor Bu Gia sebagai trainer 60,000,000
Total penghasilan 6,815,000,000
PTKP : WP OP (24,300,000)
PTKP : penghasilan istri digabung (24,300,000)
PTKP : status kawin (2,025,000)
PTKP : 2 tanggungan (4,050,000) (54,675,000)
PKP 6,760,325,000
Penghitungan PPh terutang :
5% x 50.000.000 2,500,000
15% x 200.000.000 30,000,000
25% x 250.000.000 62,500,000
30% x 6.260.325.000 1,878,097,500
PPh terutang 1,973,097,500
Penghitungan kredit pajak :
PPh 21 (Pak Gunawan sebagai dosen) (1,000,000)
PPh 21 (Pak Gunawan sebagai trainer) (500,000)
PPh 21 (Bu Gita sebagai dosen) (18,355,000)
PPh 21 (Bu Gita sebagai trainer) (1,500,000)
PPh 22 (Kementerian ESDM - tidak tetap) (560,000,000)
PPh 23 (Pendapatan jasa dari usaha) (100,000,000)
Angsuran pajak PPh 25 tahun 2013 (500,000,000)
Kredit pajak (1,181,355,000)
PPh (lebih) kurang bayar 791,742,500

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 11


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Jawaban untuk nomor 5

laba usaha menurut pajak 6,515,000,000


honor Pak Gunawan sebagai dosen tidak tetap 40,000,000
honor Pak Gunawan sebagai trainer 20,000,000
gaji Bu Gita sebagai dosen universitas 180,000,000
honor Bu Gia sebagai trainer 60,000,000
Total penghasilan netto 6,815,000,000
penghasilan tidak teratur (4,200,000,000)
Perkiraan penghasilan netto 2,615,000,000
PTKP (K / I / 2) (54,675,000)
PKP 2,560,325,000

Perhitungan PPh terutang :


5% x 50.000.000 2,500,000
15% x 200.000.000 30,000,000
25% x 250.000.000 62,500,000
30% x 2.060.325.000 618,097,500
PPh terutang 713,097,500
Kredit Pajak :
PPh 21 (Pak Gunawan sebagai dosen) (1,000,000)
PPh 21 (Pak Gunawan sebagai trainer) (500,000)
PPh 21 (Bu Gita sebagai dosen) (18,355,000)
PPh 21 (Bu Gita sebagai trainer) (1,500,000)
PPh 22 (Kementerian ESDM - tidak tetap) (260,000,000)
PPh 23 (Pendapatan jasa dari usaha) (100,000,000) (381,355,000)
Angsuran PPh 25 per tahun 331,742,500
Angsuran PPh 25 per bulan 27,645,208

Jawaban untuk nomor 6

Perusahaan milik Pak Gunawan mendapatkan proyek khusus dari Kementrian ESDM
selama tahun 2013 yang tidak akan terulang di tahun yang lain. Dilihat dari sisi pajak dan
upaya negara dalam memberantas korupsi, proyek Pak Gunawan dengan Kementrian ESDM
ini harus diteliti karena dapat saja terjadi kecenderungan untuk membesar-besarkan biaya
yang keluar untuk mengerjakan proyek tersebut, termasuk biaya-biaya yang tidak dapat
dikurangkan menurut ketentuan perpajakan. Jika biaya yang dikeluarkan besar, besarnya
pajak yang dibayar atas penghasilan dari pengerjaan proyek tersebut akan menjadi kecil,
sehingga penerimaan negara dari pajak akan berkurang. Jika perusahaan Pak Gunawan
melakukan hal tersebut, itu sama saja dengan melakukan korupsi atas pajak, karena

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 12


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
perusahaan Pak Gunawan akan membayar pajak yang lebih kecil dari pajak yang seharusnya
dibayarkan.

Oleh karena itu, sebaiknya Pak Gunawan melampirkan bukti pengeluaran-pengeluaran


yang terjadi selama pengerjaan proyek ini agar lebih transparan dan dapat terlihat beban-
beban pengeluaran yang terjadi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak DJP
sebagai penerima pajak.

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 13


MOJAKOE

PAJAK 1

Dilarang memperbanyak mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

FB: SPA FEUI Twitter: @spafeui


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

Ujian Tengah Semester


Semester Gasal 2010/2011

MATA KULIAH : PERPAJAKAN 1


DOSEN : SENIN / 18 OKTOBER 2010
WAKTU : 150 MENIT
SIFAT UJIAN : TUTUP BUKU (BOLEH MENGGUNAKAN KALKULATOR)

SOAL 1 (20%)
a. Hukum Pajak mengatur hubungan antara pemerintah (fiskus) selaku pemungut pajak dengan
wajib pajak. Apabila memperhatikan materinya, Hukum Pajak dibedakan menjadi Hukum Pajak
Materiil dan Hukum Pajak Formal. Jelaskan definisi keduanya dan berikan contoh!
b. Jelaskan jenis stelsel pajak dan penerapan stelsel tersebut dalam pelaksanaan perpajakan di
indonesia!
c. Jelaskan perbedaan antara Wajib Pajak Dalam Negeri dan Wajib pajak Luar Negeri menurut UU!
d. Pajak Penghasilan merupakan jenis pajak subjektif yang kewajiban pajaknya melekat pada
Subjek Pajak yang bersangkutan, artinya kewajiban pajak tersebut dimaksudkan untuk tidak
dilimpahkan kepada Subjek pajak lainnya. Jelaskan penentuan saat mulai dan berakhirnya
kewajiban Pajak Subjektif bagi Subjek pajak dalam Negeri dan Subjek Pajak Luar Negeri!
e. Dalam Undang-undang Pajak Penghasilan pasal 4 ayat (3) terdapat penghasilan yang tidak
termasuk kategori penghasilan yang dikenakan PPh, sebutkan minimal 3!

SOAL 2 (25%)
PT Bangun Jaya (“Perusahaan”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi.
Perusahaan berdiri sejak dan telah mengerjakan berbagai jenis pekerjaan konstruksi untuk
kliennya yang berada di seluruh Indonesia. Pada tahun 2010, seluruh penghasilan yang diterima
Perusahaan merupakan objek PPh Pasal 4 ayat 2 dan bersifat final.
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan mempekerjakan 25 karyawan tetap yang bekerja di
kantor pusat dan kantor cabang yang terdiri dari WNI dan WNA. Untuk memperkecil biaya,
perusahaan mempekerjakan karyawan kontrak dan karyawan harian lepas sebagai pelaksana
proyek.
Berikut ini adalah pembayaran gaji beberapa karyawan dan bukan karyawan yang dilakukan
oleh perusahaan di bulan Agustus 2010.
1. Karyawan Tetap
a. Yayan Suryana
Yayan bekerja mulai bulan April 2010, menerima Gaji pokok Rp 4.000.000,00 per bulan,
ditambah tunjangan transportasi Rp1.500.000 per bulan serta fasilitas berupa obat-obatan senilai
Rp1.000.000. Selain itu, Perusahaan mengikutsertakan yayan dalam program Jamsostek dengan
premi sebagai berikut:
 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : 2% ditanggung perusahaan, 0,5% dari gaji Yayan
 Jaminan Kematian (JK) : 3% ditanggung perusahaan, 1% dipotong dari gaji yayan
 Jaminan Hari Tua (JHT) : 5% ditanggung perusahaan, 2% dipotong dari gaji Yayan
Sebagai anggota koperasi karyawan, perusahaan memotong gaji Yayan sebesar Rp 35.000 per
bulan untuk membayar iuran anggota koperasi, Pada bulan Agustus 2010, karena prestasi
kerjanya, Yayan menerima bonus sebesar Rp 20.000.000
Yayan sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Selain itu, di rumah Yayan juga tinggal adik
Yayan yang masih bersekolah dan ayah Yayan yang merupakan pensiunan Departemen Keuangan.
b. Angelica Stewart
Angelica adalah warga negara Inggris yang bekerja di Perusahaan sejak tahun 2008 dan
menerima gaji sebesar Ro30.000.000 per bulan. Pada bulan Agustus 2010, Perusahaan tidak
memperpanjan kontrak Anglica dan Angelica berniat untuk kembali ke negaranya pada bulan
September 2010. Sebagai balas jasa, Perusahaan memberikan pesangon kepada Angelica sebesar
Rp250.000.000 di bulan Agustus 2010. Angelica telah menikah dan memiliki 1 anak dan suaminya
juga bekerja di Indonesia.
2. Karyawan Tidak Tetap
a. Paul Suratno
Paul (TK) adalah mandor berstatus kontrak yang dibayar secara bulanan. Pada bulan Agustus
2010, Paul menerima upah sebesar Rp3.500.000
b. Wawan Anugrah
Wawan adalah salah satu tukang yang dipekerjakan di salah satu proyek perusahaan. Upah
yang diterima Wawan adalah sebesar Rp 75.000 per hari dibayarkan setiap hari. Pada bulan
Agustus 2010, Wawan bekerja selama 20 hari.

Semester Genap 2010/2011 Page 2


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

3. Bukan Karyawan
a. Perusahaan menggunakan jasa Agustina, seorang akuntan, untuk melakukan review atas
laporan keuangan Perusahaan dengan fee Rp45.000.000. Sebelumnya pada bulan Februari dan
Juni 2010, Perusahaan juga menggunakan jasa Agustina dan membayar sebesar Rp10.000.000
dan Rp25.000.000 dan telah memotong PPh 21 sebesar Ro250.000 dan Rp625.000
b. Perusahaan mengundang band ternama “Modjo” untuk tampil dalam ulang tahun Perusahaan
dan membayar honorarium sebesar Rp125.000.000
Diminta : Hitunglah PPh Pasal 21 yang harus dipotong Perusahaan pada masa Agustus 2010!

SOAL 3 (35%)
Bapak Timur Mangkuto adalah pengusaha pribadi sekaligus dosen lepas / tidak tetap di sebuah
perguruan tinggi. Istrinya, Ibu Dewi Mangkuto, juga memiliki usaha pribadi namun tidak
berhubungan dengan usaha suaminya. Suami-Istri Mangkuto dikenai pajak berdasarkan
penggabungan penghasilan mereka. Selain suami-istri Mangkuto, di rumah keluarga Mangkuto
juga tinggal Ito Mangkuto (28 tahun) anak sulung yang bekerja sebagai pengarang, Edward
Mangkuto (18tahun) anak bungsu yang masih sekolah, Bambang Mangkuto (32 tahun) adik
kandung ibu Dewi Mangkuto yang tidak dapat bekerja karena menderita cacat, serta Katik
Mangkuto (65 tahun) ayah kandung Bapak Timur Mangkuto yang sudah pensiun.
Dalam menjalankan usahanya, suami-istri Mangkuto menyelanggarakan pembukuan. Periode
pembukuan meliputi masa Januari sampai dengan Desember 2010. Pembukuannya tidak diaudit
oleh akuntan publik. Laba bersih berdasarkan pembukuan dari Bapak Timur Mangkuto adalah
Rp980.000.000 sedangkan dari Ibu Dewi Mangkuto adalah Rp520.000.000. Di dalam
penghitungan laba berish terdapat beberapa keterangan sebagai berikut:
a. Beban yang dikeluarkan untuk kepentingan pribadi keluarga Mangkuto sebesar Rp130.000.000
b Beban kendaraan bermotor senilai Rp80.000.000 merupakan kendaraan bermotor yang
digunakan untuk usaha oleh Ibu Dewi Mangkuto
c. Bapak Timur Mangkuto mengakui pinjama untuk biaya pengobatan kepada salah seorang
kerabatnya senilai Rp30.000.000 sebagai piutang tak tertagih
d. Sumbangan untuk fasilitas pendidikan sesuai peraturan pemerintah senilai Rp40.000.000 diakui
sebagai beban
e. Penghasilan masing-masing senilai Rp50.000.000 dan Rp20.000.000 merupakan penghasilan
dividen dan bunga tabungan sebelum dipotong pajak.
f. Penghasilan dari penjualan barang dagangan kepada bendaharawan pemerintah selama
tahun2010 adalah Rp60.000.000 (bruto). Atas penghasilan tersebut, bendaharawan telah
menjalankan kewajibannya
g. Penghasilan dari sewa kendaraan selama tahun2010 adalah Rp49.000.000 setelah dipotong
PPh

Selain keterangan di atas, juga terdapat keterangan lain sebagai berikut:


a. Honor bruto yang diterima Bapak Timur Mangkuto sebagai dosen selama tahun 2010 adalah Rp
34.000.000. Pajak yang sudah dipotong adalah sebesar Rp644.000.
b. Royalti bruto yang diterima oleh Ito Mangkuto sebagai pengarang selama tahun 2010 adalah
Rp40.000.000.
c. Angsuran PPh 25 yang telah dibayar selama tahun 2010 adalah Rp36.000.000

Informasi tarif untuk soal no.3 dan 4 dapat dilihat di akhir soal

Diminta:
1. Hitung PPh yang kurang/lebih dibayar atas nama Bapak Timur Mangkuto untuk tahun pajak
2010 (30 poin)
2. Hitung angsuran PPh 25 atas nama Bapak Timur mangkuto untuk tahun pajak 2011 (5 poin)

SOAL 4 (20%)
Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh CV. Suray Smile Teknindo selama tahun 2009 antara lain:
1. Melakukan kontrak dengan CV. Jaya Construction yang mempunyai sertifikat sebagai usaha
kecil senilai Rp500.000.000 untuk jasa pelaksanaan proyek.
2. Mengimpor 300 set computer dengan menggunakan API dengan harga CIF @ US $ 1.000, bea
masuk 10% dan bea masuk tambahan 5%. Kurs pada saat transaksi 1 US$ = RP 8.800
sedangkan kurs KMK 1 US$ - Rp 8.750
3. Melakukan penyerahan 20 set computer @ Rp 22.000.000 (included PPN) kepada Dispenda DKI
Jakarta
4. Membayar premi asuransi kepada Manulife Insurance Canada sebesar US$ 3.000 pada saat
kurs 1US$ = Rp 8.500 sedangkan kurs KMK 1US$ = Rp8.600

Semester Genap 2010/2011 Page 3


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

5. Membayar bunga pinjama kepada Citibank cabang Jakarta sebesar Rp50.000.000


6. Menerima dividen dari PT Q-SAR sebesar Rp27.000.000. CV. Surya Smile Teknindo memiliki
10.000 lembar saham dari 100.000 lembar saham yang beredar.
7. Membayar sewa gedung sebesar Rp24.000.000 untuk jangka waktu satu tahun pada tanggal 1
September 2009.
8. Membayar biaya service kendaraan sebesar Rp600.000 kepada garda Otto dengan perincian
penggantian suku cadang Rp400.000 dan jasa service Rp200.000
9. Membagi keuntungan perusahaan kepada para sekutu sebesar Rp150.000.000
10.Membayar tagihan katering dari perusahaan katering Enak Tenan sebesar Rp1.000.000
11.Memperoleh penggantian asuransi kecelakaan atas seluruh kendaraan operasional perusahaan
dari PT Asuransi Takaful sebesar Rp20.000.000
12.Menerima pembayaran sebesar Rp20.000.000 dari PT Sinar atas ketiga unit mobil perusahaan
yang disewakan

Diminta:
a. Tentukan apakah CV Surya Smile Teknindo sebagai pihak yang memotong, dipotong, atau tidak
ada pemotongan PPh
b. Tentukan jenis PPh yang terkait dalam setiap transaksi
c. Hitung PPh yang dipotong/dipungut baik oleh CV Suray Smile Teknindo maupun oleh pihak lain

Berikut adalah tarif PPh yang berlaku sesuai undang-undang. Beberapa tarif tidak dicantumkan
karena mahasiswa wajib mengetahuinya.
OBJEK TARIF
Bunga 20 atau 15%
dividen 10 atau 15%
sewa 10 atau 2%
impor 2,5 atau 7,5 %
bendaharawan 1,50%
royalti 15%
2% atau sesuai aturan
jasa tenaga ahli ps.21
jasa konstruksi 2,3,atau 4%
perkiraan penghasilan netto
atas premi asuransi dibayar 50, 10 , atau 5%
ker perusahaan asuransi di
LN

JAWABAN
SOAL 1
A. Hukum Pajak Materiil adalah hukum yang memuat norma-norma yang menerangkan:
 keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenakan pajak (objek-objek),
 siapa yang dikenakan pajak (subjek),
 berapa besar pajak yang dikenakan,
 dan segala sesuatu tentang timbul dan hapusnya utang pajak, dan hubungan hukum
antara pemerintah dan wajib pajak.
Contoh : UU Pajak Penghasilan, UU Pajak Pertambahan Nilai, dsb
Hukum Pajak Formal adalah hukum yang memuat bentuk/ tata cara untuk mewujudkan hukum
Pajak Materiil. Hukum Pajak Formal ini memuat antara lain:
 tata cara penetapan utang pajak,
 kewajiban WP dan
 hak-hak fiskus untuk mengawasi WP mengenai keadaan, perbuatan, dan peristiwa yang
dapat menimbulkan utang pajak.
Contoh : UU KUP

B. Stelsel Pajak atau Cara Pemungutan Pajak ada tiga jenis, yakni :
a. Stelsel Nyata  Pengenaan pajak dengan stelsel ini didasarkan pada objek yang nyata,
sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak(masa pajak)
setelah penghasilan (Objek Pajak) yang sesunggunya telah dapat diketahui.
Contoh : PPN. Besaran pajak hanya diketahui pada saat terjadinya transaksi aktual.

Semester Genap 2010/2011 Page 4


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

b. Stelsel Fiktif (anggapan)  Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur
oleh UU. Besaran Pajak yang harus dibayar ditentukan di awal tahun menggunakan
anggapan-anggapan tertentu, seperti misalnya besaran pajak yang dibayar pada periode
sebelumnya.
Contoh : Di Indonesia tidak ada pajak yang dibayarkan berdasarkan stelsel fiktif.
c. Stelsel Campuran  Merupakan kombinasi dari stelsel nyatan dan stelsel fiktif. Dimana di
awal tahun digunakan anggapan untuk menghitung besaran pajak yang harus dibayar dan
disesuaikan di akhir tahun dengan besar pajak yang memang secara aktual harus dibayar.
Contoh : PPh PotPut (PPh 21,22,23,24,25) yang telah dibayar pada saat transaksi, dan
besar pajak yang dibayar hanya menjadi kredit pajak yang menjadi pengurang besaran
pajak yang harus dibayar di akhir tahun.

C. Keterangan mengenai perbedaan wajib pajak DN dan LN menurut UU PPh bisa dilihat pada
penjelasan pasal 2 ayat (2). Berikut ini summary-nya :

Kriteria WP DN WP LN
Sumber Penghasilan Dari dalam maupun luar negeri Dari luar negeri saja
DPP Berdasarkan penghasilan netto Berdasarkan penghasilan bruto
dengan tarif umum dengan tarif PPh Pasal 26 atau tarif
sepadan berdasarkan tax treaty
Kewajiban pelaporan SPT Wajib Tidak wajib karena sudah dipotong
secara final

D.
Kriteria Saat Mulai Kewajiban Pajak Saat Berakhir Kewajiban pajak
Subjektif Subjektif
Subjek Pajak DN – Saat dilahirkan, berniat tinggal di Saat meninggal dunia atau
Orang Pribadi Indonesia atau sejak hari pertama meninggalkan Indonesia untuk selama-
berada di Indonesia. lamanya.
Subjek Pajak DN – Saat badan tersebut didirikan atau Saat badan tersebut dibubarkan atau
Badan bertempat kedudukan di Indonesia. tidak lagi berkedudukan di Indonesia.
Subjek Pajak LN – Saat orang pribadi menjalankan Saat tidak lagi menjalankan usaha atau
Orang Pribadi usaha atau melakukan kegiatan melakukan kegiatan atau
atau menerima/memperoleh menerima/memperoleh penghasilan
penghasilan dari Indonesia dari Indonesia.
Subjek pajak LN – Saat Badan menjalankan usaha Saat tidak lagi menjalankan usaha atau
Badan atau melakukan kegiatan atau melakukan kegiatan atau
menerima/memperoleh penghasilan menerima/memperoleh penghasilan
dari Indonesia dari Indonesia

E. a. Warisan
b. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi
kesehatan, asuransi keceleakaan, asuransi jiwa, dwiguna, dan beasiswa
c. Bantuan atau sumbangan termasuk zakat

SOAL 2
YAYAN SURYANA (KARYAWAN TETAP YANG MULAI BEKERJA PADA TAHUN BERJALAN)
Penghitungan PPh dari penghasilan teratur
Gaji 4.000.000
Tunjangan Transportasi 1.500.000
Tunjangan Obat-obatan 1.000.000
Penghasilan Bruto 6.500.000
dikurang :
Biaya Jabatan (5% x penghasilan bruto) 325.000
JKK (0,5% x gaji) 20.000
JKM (1% x gaji) 40.000
JHT (2% x gaji) 80.000

Semester Genap 2010/2011 Page 5


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

(465.000)
Penghasilan Netto (Ph. Bruto - Biaya Pengurang) 6.035.000
Penghasilan Netto setahun ( 9x Ph netto/bulan)* 54.315.000
PTKP (K/3)**

PTKP Orang Pribadi 15.840.000


PTKP Istri 1.320.000
PTKP 3 tanggungan 3.960.000

PTKP (21.120.000)
PKP setahun (Ph. Netto - PTKP) 33.195.000

PPh Pasal 21 Terutang


5% x 33.195.000 1.659.750

PPh 21 per bulan


1.659.750 / 9 bulan 184.417

Perhitungan PPh Pasal 21 atas gaji dan bonus

Gaji (9 x 4.000.000) 36.000.000


Bonus 20.000.000
Tunjangan Transportasi (9 x 1.500.000) 13.500.000
Tunjangan Obat-obatan (9 x 1.000.000) 9.000.000
Penghasilan Bruto 78.500.000
dikurang :
Biaya Jabatan (5% x penghasilan bruto) 3.925.000
JKK (0,5% x gaji) 180.000
JKM (1% x gaji) 360.000
JHT (2% x gaji) 720.000
(5.185.000)
Ph. Netto setahun (Ph. Bruto - Biaya Pengurang) 73.315.000
PTKP (K/3)

PTKP Orang Pribadi 15.840.000


PTKP Istri 1.320.000
PTKP 3 tanggungan 3.960.000

PTKP (21.120.000)
PKP setahun (Ph. Netto - PTKP) 52.195.000

PPh Pasal 21 terutang


5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 2.195.000 329.250
PPh Pasal 21 terutang 2.829.250

PPh atas bonus (2.829.250 - 1.659.750) 1.169.500


PPh dipotong untuk masa bulan Agustus 184.417
Total PPh yg dipotong dari ph. Yayan Bln Agustus 1.353.917

* Yayan hanya bekerja selama 9 bulan di tahun pajak 2009


** Asumsi ayah Yayan tidak menerima dana pensiun dari tempat ia sebelumnya bekerja sehingga
bisa diklasifikasikan sebagai tanggungan dalam PTKP (apabila menerima, status Yayan menjadi
(K/2)).

Semester Genap 2010/2011 Page 6


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

ANGELICA STEWART (KARYAWAN TETAP YANG KEHILANGAN KEWAJIBAN SUBJEKTIF)


Penghitungan PPh dari penghasilan teratur
Gaji 30.000.000
dikurang :
Biaya Jabatan (5% x Ph bruto), max 500.000/bulan 500.000
(500.000)
Penghasilan Netto (Ph. Bruto - Biaya Pengurang) 29.500.000
Penghasilan Netto setahun ( 12x Ph netto/bulan) 354.000.000
PTKP
PTKP Orang Pribadi* (15.840.000)
PKP setahun (Ph. Netto - PTKP) 338.160.000

PPh Pasal 21 Terutang


5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 200.000.000 30.000.000
25% x 88.160.000 22.040.000
54.540.000

PPh 21 per bulan


54.540.000/12 4.545.000

Perhitungan kembali PPh saat Angelica akan meninggalkan Indonesia untuk selama-
lamanya

Gaji (8x 4.000.000) 240.000.000


dikurang :
Biaya Jabatan 500.000 x 8 bulan 4.000.000

(4.000.000)
Ph. Netto selama 8 bulan(Ph. Bruto - Biaya Pengurang) 236.000.000
Jumlah seluruh penghasilan disetahunkan 354.000.000
(12/8 x 236.000.000)
PTKP
PTKP Orang Pribadi (15.840.000)
PKP setahun (Ph. Netto - PTKP) 338.160.000

PPh Pasal 21 Terutang


5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 200.000.000 30.000.000
25% x 88.160.000 22.040.000
54.540.000

PPh 21 yang terutang atas ph selama 8 bulan


54.540.000/12*8 36.360.000

PPh yang telah dipotong sampai bulan Juli (7*4.545.000) (31.815.000)


PPh yang harus dipotong dari gaji Angelica S. 4.545.000

PPh atas pesangon (250.000.000)

Semester Genap 2010/2011 Page 7


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

PPh Pasal 21 terutang


0% x 50.000.000 0
5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 150.000.000 22.500.000
25.000.000

Total PPh ps. 21 yang dipotong bulan Agustus


PPh atas Gaji 4.545.000
PPh atas Pesangon 25.000.000
29.545.000
* Tanggungan atas anak ikut suami karena suami juga bekerja mendapatkan penghasilan di
Indonesia

Paul Suratno (KARYAWAN TIDAK TETAP, UPAH DIBAYAR BULANAN)


Penghitungan PPh dari penghasilan teratur
Gaji 3.500.000
Penghasilan Netto disetahunkan ( 12x Ph netto/bulan) 42.000.000
PTKP (TK)
PTKP Orang Pribadi (15.840.000)
PKP setahun (Ph. Netto - PTKP) 26.160.000

PPh Pasal 21 Terutang


5% x 50.000.000 1.308.000

PPPh ps.21 yang dipotong


1.203.000/12 109.000

Wawan Anugrah (KARYAWAN TIDAK TETAP, UPAH DIBAYAR PER HARI)


Upah harian tidak dipotong karena nilainya kurang dari Rp 150.000,00
Namun apabila upah harian kumulatif dalam satu masa pajak melebih besaran PTKP per bulan (Rp
1.320.000,00), maka mulai saat itu penghasilan dipotong PPh ps.21
Pada hari ke-18, upah kumulatif melebihi Rp 1.320.000,00
Hari Ke-18
Upah s.d. Hari ke 18 (18 * 75.000) 1350000
PTKP harian (18/360 x 15.840.000) - 792000
PKP s.d. Hari ke18 558000

PPh Ps 21 Terutang s.d. Hari ke 18


5% x 558.000 27900

Hari Ke-19 dan 20


Upah sehari 75000
PTKP sehari untuk WP OP (15.840.000 / 360) 44000
PKP 31000

PPh 21 terutang
5% * 31000 1550

PPh yang dipotong selama 2 hari (hari ke -19 dan 20)


2 x 1.550 3100

Total PPh yang dipotong bulan Agustus


Sampai hari ke 18 27900
Hari ke 19 dan 20 3100
31000

Semester Genap 2010/2011 Page 8


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

AGUSTINA (BUKAN KARYAWAN)


PPh ps 21 yang dipotong sebesar = 50% x Ph. Bruto(kumulatif) x tarif ps. 17
Total PPh yang dipotong = 50% x 45.000.000 x 5% = Rp 1.125.000

Band “MODJO”
PPh ps 21 yang dipotong sebesar = 50% xPh. Bruto x tarif ps. 17
PPh Ps. 21 yang dipotong

5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 75.000.000 11.250.000
13.750.000

SOAL 3A
Laba Usaha Bapak Mangkuto 980.000.000
Laba Usaha Ibu Mangkuto 520.000.000

a. koreksi positif beban untuk kep. Pribadi 130.000.000


b. tidak ada koreksi 0
c. koreksi positif (syarat piutang yang deductible ada di pasal 6) 30.000.000
d tidak ada koreksi (sesuai pasal 6 ayat1 huruf l) 0
e Koreksi negatif (asumsi dicatat pada pre-tax value) (70.000.000)
f tidak ada koreksi (penghasilan mrupakan OP PPh ps 22) 0
g koreksi positif (menambahkan kembali nilai pajak yang 1.000.000
dipotong)
KETERANGAN LAIN
a Honor Bruto 34.000.000
b 0

tidak dimasukkan karena Ito tidak menjadi tanggungan (sudah


dewasa berusia lebih dari 21 tahun)
PENGHASILAN NETTO 1.625.000.000

PTKP (K/2)
ORANG Pribadi 15.840.000
Kawin 1.320.000
Istri 15.840.000
2 tanggungan (Edward dan Katik Mangkuto) 2.640.000
(35.640.000)
PKP 1.589.360.000

PPh Pasal 21 terutang


5% x 50.000.000 2.500.000
15% x 200.000.000 30.000.000
25% x 250.000.000 62.500.000
30%x 1.089.360.000 326.808.000
421.808.000

Kredit Pajak
Pasal 21 644.000
Pasal 22 1,5%x60.000.000 900.000
Pasal 23 1.000.000
Pasal 25 36.000.000
TOTAL KREDIT PAJAK (38.544.000)
Total PPh yang harus disetor 383.264.000

Semester Genap 2010/2011 Page 9


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Pajak 1

SOAL 3B
Total PPh terutang 421.808.000

Kredit Pajak
Pasal 21 644.000
Pasal 22 1,5%x60.000.000 900.000
Pasal 23 1.000.000
TOTAL KREDIT PAJAK (2.544.000)
Total PPh yang harus disetor 419.264.000
PPh ps 25 periode pajak berikutnya per bulan
(419.264.000 / 12) 34.938.667

SOAL 4

Sebagai (a) Jenis PPh (b) Jumlah PPh (c)

1. dipotong PPh final 4(2) 2 % x 500.000.000 10.000.000


2,5% x ((300 x 1000 )+
15% x (300x 1000)) x
2. dipungut PPh ps. 22 8.750) 75.468.750
3. dipungut PPh ps.22 1,5% x 22.000.000 / 1,10 3.000.000
20% x 50% x 3.000 x
4. pemotong PPh ps.26 8.600 2.580.000

tidak ada
5. pemotongan PPh pasal 23 ayat 4 0
6. dipotong PPh ps.23 15% x 27.000.000 4.050.000
7. pemotong PPh final 4(2) 10% x 24.000.000 2.400.000
8. pemotong PPh ps. 23 2% x 200.000 4.000

tidak ada
9. pemotongan PPh ps 4 ayat 3 i 0
10. pemotong ps 23 2% x 1.000.000 20.000

tidak ada
11. pemotongan PPh ps 4 ayat 3 e 0
12. dipotong ps 23 2% x 20.000.000 400.000

“In SPA, we believe that associates are our most valuable assets, that’s why we transform
them from good to become excellent”

Semester Genap 2010/2011 Page 10


MOJAKOE

PERPAJAKAN 1

Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI


Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

UJIAN TENGAH SEMESTER


SEMESTER GENAP 2010/2011
PERPAJAKAN 1
Dosen : Tim Dosen
Waktu : 150 menit
Hari/Tanggal : Senin, 21 Maret 2011
Sifat : Closed book dan UU
Boleh Menggunakan kalkulator

Petunjuk Umum :

1. Kerjakan semua di bawah ini dengan benar dan singkat karena waktu terbatas!
2. Bagian bawah ada tarif pajak yang dapat membantu anda.
3. Sertakan perhitungan jika diminta dan diperlukan
4. Kerjakan soal yang paling mudah dan perhatikan alokasi waktu yang tepat sehingga semua soal
dapat terselesaikan
5. Jawablah hanya yang diminta soal!
6. Jika diperlukan, tambahkan data atau asumsi dalam soal. (tidak ada ralat soal)

Soal 1 (20%)

a. Obyek pajak adalah penghasilan yaitu “setiap tambahan kemampuan ekonomis yang
diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar
Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak
yang bersangkutan.”
Jelaskan penerapan pengertian “baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
Indonesia” dalam perpajakan di Indonesiia dengan memberikan contoh aplikasi
pelaksanaannya.
b. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan pajak final, bagaimana pelaporannya oleh
individu/badan yang menerima? Berikan analisis dari sisi kebijakan, apakah alasan
diterapkannya pajak final ini?
c. Jelaskan perbedaan asuransi dan pensiun baik dari sisi orang pribadi yang bekerja dan
membayar asuransi/pensiun, perusahaan tempat orang pribadi tersebut bekerja dan
perusahaan asuransi/pensiun yang menerima iuran atau membayar pensiun/ klaim
asuransi?
d. Agar sistem perpajakan di sebuah negara berjalan dengan baik, Adam Smith mengemukakan
konsep equity, economic, certainty, dan convenience. Jelaskan apakah yang dimaksud dari
keempat konsep tersebut dan contoh aplikasinya dalam sistem perpajakn di Indonesia?
Soal 2 (30%)
Ujang Hamid memiliki usaha dalam bidang perdagangan alat elektronik dengan merk dagang “E-
motion”. Mulai tahun 2010 Ujang mengajar kewirausahawaan di sebuah Universitas. Amanda
bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata. Sebagai Wajib pajak yang baik, Ujang telah terdaftar

Page |2 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

sebagai Wajib Pajak dan memiliki NPWP. Data anggota keluarga yang menjadi tanggungan Ujang
dalam tahun 2010 adalah sebagai berikut :
 Amanda (istri), lahir tanggal 14 Februari 1980
 Rucira (anak kandung), lahir tanggal 3 Juli 2004
 Aurora (anak kandung), lahir tanggal 10 Maret 2008
 Dewa (anak kandung), lahir tanggal 5 Maret 2010
 Andrian (adik ipar), lahir tanggal 24 Mei 1995
Berikut ini adalah laporan Laba Rugi Komersial (tahun buku 1 Januari 2010 sampai dengan 31
Desember 2010) dari usaha Ujang :

Penjualan
- Penjualan Bruto Rp 2.050.000.000
- Retur Penjualan 50.000.000
Penjualan Netto Rp 2.000.000.000

Harga Pokok Penjualan Rp 1.050.000.000

Laba Bruto Rp 950.000.000


Beban Operasional
- Biaya gaji Rp 50.000.000
- Biaya listrik 20.000.000
- Biaya rekreasi 2.500.000
- Biaya sewa Bangunan 24.000.000
- Biaya sumbangan pembangunan jalan 2.500.000
- Biaya administrasi bank atas deposito 1.000.000
- Biaya lain-lain 5.000.000
Total beban Operasional Rp 105.000.000

Laba Operasional Rp 845.000.000

Pendapatan (Beban) lain-lain


- Pendapatan bunga deposito (sebelum pajak) Rp 15.000.000
Laba (Rugi) sebelum pajak Rp 860.000.000

Selain dari penghasilan di atas, selama tahun 2010, Ujang Hamid juga mempunyai penghasilan lain
sebagai berikut :

 Dividen sebesar Rp 50.000.000 yang diterima atas saham yang dimiliki Ujang pada sebuah
perusahaan yang didirikan bersama rekannya, PT Kosambi. Kepemilikan Ujang di PT Kosambi
sebesar 30%.
 Honor sebagai pembicara seminar kewirausahaan di kementerian UKM sebesar Rp
5.000.000 dipotong pajak sebesar 15% (final karena bersumber dari APBN.)
 Gaji honor dosen yang diterima di Universitas Mulia sebesar Rp 15.000.000 dipotong pajak
sebesar 5%.
 Istrinya bekerja sebagai PNS di departemen Pertanian dan memperoleh penghasilan sebesar
Rp 5.000.000 per bulan dan pajak yang telah dipotong sebesar Rp 2.058.000 untuk tahun
pajak 2010.
 Penghasilan dari sewa rumah yang dimiliki oleh Ujang kepada sebuah perusahaan senilai Rp
100 juta. Untuk sewa ini Ujang telah dipotong pajak sebesar 10%.

Page |3 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

 Termasuk dalam penjualan adalah tender dari Pemda DKI untuk pengadaan alat elektronik
sebesar Rp 250 juta dengan laba sebesar Rp 100 juta. Atas penghasilan ini telah dipotong
PPh 23 Bendaharawan 1,5%. Penghasilan ini merupakan penghasilan tidak teratur yang
diperkirakan tidak akan berulang di tahun 2011.

Selama tahun 2010, Ujang telah membayar angsuran PPh Pasal 25 sebesar Rp 24.000.000,-. Untuk
pajak lain yang telah dibayarkan, anda harus menghitung sendiri.

Diminta :
a. Hitunglah besarnya pajak penghasilan yang terutang atas penghasilan Ujang yang akan
dilaporkan dalam SPT?
b. Hitung pajak yang masih harus dibayar?
c. Hitung angsuran PPh 25 yang dibayar untuk tahun berikutnya.

Soal 3 (25%)
a. Bapak Kusuma mulai bekerja di PT Mulia pada tanggal 1 Juni 2009, gajinya belum berubah
dari mulai bekerja sampai sekarang. Berikut adalah komponen gaji yang diterimanya setiap
bulan :
Gaji Pokok Rp 22.000.000
Premi Jamsostek (dibayar perusahaan) Rp 500.000
Iuran Pensiun (dibayar perusahaan) Rp 600.000
Iuran Pensiun (dibayar Bpk Kusuma) Rp 400.000
Bapak Kusuma telah menikah, istrinya bekerja di tempat lain, jumlah anak 4 orang.
Sebagai seorang manajer Bapak Kusuma mendapatkan uang tunjangan pembelian mobil
senilai Rp 7.000.000 dan tunjangan pembelian rumah sebesar Rp 6.000.000 setiap bulannya.
Selain itu, Bapak Kusuma juga mendapatkan fasilitas satu buah Blackberry senilai Rp
5.000.000 untuk menunjang komunikasi beserta biaya langganan yang dibayarkan oleh
perusahaan, untuk tagihan bulan Desember Rp 500.000
Pada bulan Desember Bapak Kusuma menerima bonus sebesar Rp 50.000.000.
b. Selama bulan Desember 2010, Intan bekerja sebagai sales untuk kegiatan pameran PT Mulia
dengan honor sebesar Rp 200.000 per hari. Selama bulan Desember Intan bekerja selama 10
hari dan gaji diakumulasi dan dibayarkan pada akhir bulan.
c. Tita diminta untuk membantu mengerjakan dekorasi untuk kegiatan pameran dengan upah
borongan sebesar Rp 1.000.000 yang diselesaikan selama 4 hari kerja.
d. Mr. Smith bekerja sebagai konsultan perusahaan selama 3 minggu di Bulan Desember
dengan gaji 3.000 USD, kurs yang berlaku adalah Rp 9.000/ 1 USD. Smith menikah dan
memiliki 2 orang anak.
e. Pak Hermawan diminta untuk berceramah di perusahaan tersebut dan diberikan honor
sebagai pembicara sebesar Rp 15.000.000
Diminta :
a. Hitunglah jumlah PPh 21 yang harus dipotong perusahaan atas gaji dan bonus yang
dibayarkan kepada Bapak Kusuma di Bulan Desember 2010.
b. Hitunglah PPh 21 yang dipotong dari honor yang diterima Intan, Tita, dan Pak Hermawan.
c. Hitunglah PPh 26 yang dipotong dari honor yang diterima Mr. Smith.

Page |4 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 4 (25%)
PT Arief Jaya yang bergerak di bidang perdagangan barang-barang elektronik dan lainnya melakukan
pengadaan barangnya antara lain dengan melakukan impor sendiri. Perusahaan telah memiliki angka
pengenal impor (API) dan selama tahun 2010 melakukan transaksi sebagai berikut :
a. Melakukan impor 200 set komputer dengan harga (cost) termasuk Freight & Insurance
sebesar US$1,300 per set. Bea Masuk yang ditetapkan adalah 20% dan pungutan pabean
lainnya sebesar Rp 20.000.000,-. Kurs Menkeu Rp 9.500/ US$ dan Kurs BI sebesar Rp 10.100/
US$.
b. Menjual 15 set televisi kepada Pemda Jakarta senilai Rp 30.000.000 (belum termasuk PPN).
c. Menjual barang elektronik untuk kebutuhan kantor PT Bagus Studio yang baru berdiri
seharga Rp 55.000.000 (termasuk PPN)
d. Memperoleh fee dari jasa pemasangan peralatan komputer dari PT Taruna sebesar Rp
11.000.000
e. Membayar jasa manajemen :
 Kepada Mr. Brown (WN Inggris) sebesar US$ 15,000. Kurs Menkeu Rp 10.000/ US$.
 Kepada Lembaga manajemen Indonesia sebesar Rp 20.000.000
f. Membayar bunga kepada:
 Bank BCA sebesar Rp 15.000.000
 Hongkong Bank Cabang Jakarta sebesar Rp 20.000.000
 Bank of Singapore sebesar US$ 100.000. Kurs Menkeu Rp. 9.000/ US$.
 PT Materials Jaya sebesar Rp 10.000.000
g. Membayar audit fee kepada KAP Mega Mendung sebesar Rp 100.000.000
h. Membayar biaya sewa atas alat berat sebesar Rp 80.000.000 kepada PT Adhikar.
i. Membayar dividen kepada para pemegang sahamnya dari keuntungan tahun sebelumnya.
Besarnya dividen adalah Rp 5.000 per lembar saham. Jumlah saham beredar adalah 300.000
lembar saham. Pemegang saham perusahaan adalah :
 Ir. Wibawa sebanyak 10.000 lembar saham
 CV. Abadi sebanyak 30.000 lembar saham
 PT. Safari sebanyak 75.000 lembar saham
j. Mengasuransikan gedung yang dimiliknya ke perusahaan asuransi yang berbeda, yakni :
 Ke Loya Insurance di London dengan membayar premi sebesar Rp 500.000.000
setahun.
 Ke PT. Asuransi Kita sebesar Rp 200.000.000 setahun.
k. Membeli semen dari PT Semen Cibinong seharga Rp 250.000.000, dan menjual kepada
Ditjen Pajak dengan harga Rp 300.000.000.
l. Menerima pembayaran dividen dari PT. Adila sebesar Rp 85.000.000, dimana kepemilikan
saham PT Arief adalah 15%.
Diminta :
a. Hitung pajak yang harus dipotong perusahaan untuk kegiatan yang dilakukan perusahaan.
b. Identifikasikan pajak pasal berapa pajak tersebut

Berikut adalah beberapa tarif PPh yang berlaku sesuai Undang-undang. Beberapa tarif tidak
diinformasikan karena mahasiswa wajib mengetahuinya

Page |5 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Objek Tarif
Bunga 20% atau 15%
Dividen 10% atau 15%
Sewa 10% atau 2%
Impor 2,5% atau 7,5%
Penjualan ke Bendaharawan 1,5%

Jasa Tenaga Ahli 2% atau sesuai


aturan pasal 21
Perkiraan penghasilan Netto atas premi asuransi 50%, 10%, atau 5%
dibayar ke perusahaan asuransi di LN
Penjualan Semen 0,25%

Page |6 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

JAWABAN
Soal 1

a. Dalam Konsep PPh, objek pajak yang sebagaimana dimaksud dalam undang-undang,
mencakup tambahan kemampuan ekonomis baik yang berasal dari dalam ataupun luar
negeri. Hal ini berarti, Wajib Pajak luar negeri dikenakan pajak atas pendapatan yang berasal
dari dalam negeri, yang dalam penerapannya diatur melalui UU PPh pasal 26. Di sisi lain,
Selain dikenakan atas pendapatan dalam negeri, Wajib Pajak dalam negeri juga dikenakan
pajak atas pendapatan yang berasal dari luar negeri, yang sebagaimana diatur dalam UU PPh
pasal 24. Namun dalam konsep PPh atas pendapatan yang berasal dari luar negeri, kebijakan
yang dibuat dirancang sedemikian rupa untuk menghindari double-taxation, dimana dalam
hubungannya dengan tiap negara diatur secara khusu dan lebih mendalam melalui tax treaty
antara Indonesia dengan tiap negara lain.

b. Konsep pajak final adalah sebuah konsep perpajakan yang mana proses penagihannya
dilakukan secara penuh pada periode/masa transaksi itu terjadi yang diatur dalam UU PPh
pasal 4 ayat (2) untuk berbagai transaksi dan juga pasal 26 untuk pendapatan yang diterima
WP luar negeri. Konsep pajak final berbeda dengan konsep potongan/pungutan yang
menangguhkan semua beban pajak (selain yang telah dipotong/dipungut dan telah
diserahkan pada fiskus) pada akhir tahun, sehingga pada akhir tahun barulah diketahui
berapa besar pajak terutang dan berapa yang masih harus dibayar.
Dari segi pelaporan, untuk komponen pendapatan yang termasuk objek pajak final ini tidak
perlu diperhitungkan lagi dalam penghitungan PPh saat pelaporan SPT PPh, sehingga istilah
kredit pajak terkait pajak final ini pun tidak ada. Pelaporan terkait pajak final pada PPh pasal
4 ayat (2) dan PPh pasal 26ini dapat dilakukan dengan pengisian dan penyerahan SPT masa
PPh pasal 4 ayat (2).
Peraturan ini diterapkan karena alasan kesederhanaan dan kemudahan dalam
administrasinya. Dilihat dari objek PPh yang dikenakan, umumnya objek PPh tersebut terkait
dengan transaksi yang cukup likuid (jual-beli saham, bunga deposito) ataupun objek yang
membutuhkan kemudahan dalam sisi perpajakan seperti jual-beli tanah dan bangunan dan
sewa bangunan, yang mana transaksi ini terkait dengan seluruh lapisan masyarakat.

c. Dari sisi orang pribadi, premi asuransi yang dibayar sendiri tidak relevan untuk dikaitkan
dalam konsep PPh karena bukan pendapatan ataupun biaya yang dapat dikategorikan
sebagai pengurang dari gaji/pendapatan lainnya. Sedangkan untuk iuran pensiun yang
dibayar sendiri dapat dikategorikan sebagai pengurang dalam penghitungan penghasilan
neto pegawai yang diatur dalam PER-15/PJ/2006.
Dari sisi perusahaan orang pribadi tersebut bekerja, premi asuransi yang dibayarkan
perusahaan demi kepentingan pegawainya dapat dikategorikan sebagai pendapatan bagi
karyawannya. Karena sudah dikenakan pajak dari sisi karyawan, perusahaan dapat mengakui
pembayaran premi asuransi ini sebagai deductible expense, atau dengan kata lain
perusahaan tidak perlu dikenakan pajak lagi terkait transaksi. Untuk iuran pensiun yang
dibayar perusahaan juga dikategorikan sebagai deductible expense karena termasuk dalam
biaya yang berkenaan dengan pekerjaan (tunjangan), yang diatur dalam pasal 6 UU PPh.

Page |7 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Dari sisi perusahaan asuransi, atas labanya dikenakan PPh badan 25%. Laba yang dimaksud
adalah hasil selisih antara pendapatan (premi, hasil investasi, dsb) dan beban (klaim
asuransi, beban operasional, dsb) pada satu periode tertentu. Sedangkan untuk klaim
asuransi yang dibayarkan perusahaan asuransi bukan merupakan objek pajak sesuai dengan
UU PPh pasal 4 ayat (3) huruf e. Sedangkan untuk lembaga dana pensiun (yang pendiriannya
telah disahkan oleh Menteri Keuangan), iuran yang diterima oleh lembaga dana pensiun dari
pemberi kerja ataupun pegawai bukan merupakan objek pajak sesuai dengan UU PPh pasal 4
ayat (3). Namun untuk tunjangan pensiun yang dibayarkan lembaga dana pensiun ke
pegawai bersangkutan akan dikenakan potongan PPh 21, sesuai peraturan PMK No
16/PMK.03/2010, dengan tarif progresif sebagai berikut :

0 -Rp 50.000.000 0%
Rp 50.000.000 - Rp 100.000.000 5%
Rp 100.000.000 - Rp 500.000.000 15%
> Rp 500.000.000 25%

d. Asas Equality atau asas keadilan adalah asas yang menyatakan bahwa pemungutan pajak
dalam suatu negara harus didasarkan pada kemampuan dan penghasilan wajib pajak. Asas
ini diapllikasikan langsung pada penerapan tarif progresif pada pajak PPh orang pribadi.
Asas Certainty atau asas kepastian adalah asas yang menyatakan bahwa pemungutan pajak
dalam suatu negara diatur dalam sebuah undang-undang yang sifatnya memaksa tiap warga
negara tanpa terkecuali. Asas ini diaplikasikan langsung pada berbagai undang-undang yang
telah disusun oleh legislatif dan didukung oleh berbagai peraturan yang telah disusun oleh
pemerintah dan instansi terkait, baik dalam hukum pajak formal ataupun materiil.
Asas Convenience atau asas kenyamanan adalah asas yang menyatakan bahwa dalam
pemungutan pajak diusahakan dapat memudahkan para wajib pajak dalam melaksanakan
kewajibannya. Terkait asas ini, berbagai kemajuan terus dilakukan oleh pihak DJP dengan
membuka stand di tempat-tempat umum untuk melaporkan SPT ataupun drop box sehingga
Para WPOP dapat secara lebih mudah melaksanakan kewajiban melaporkan SPT tahunan
Orang Pribadi.
Asas Economic atau asas ekonomi adalah asas yang menyatakan bahwa dalam pemungutan
pajak diusahakan biaya pemungutan pajak dapat ditekan sekecil mungkin. Aplikasi dari asas
ini dapat diperlihatkan dengan upaya DJP dalam meningkatkan efisiensi melalui reformasi
perpajakan, dengan membangun sistem informasi yang dapat mengurangi biaya administrasi
ataupun membangun sistem online terkait pelaporan SPT atau pembuatan NPWP .

Page |8 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 2

a. Laba (Rugi) sebelum pajak Rp 860.000.000


Rekonsiliasi Fiskal
Koreksi Positif
Biaya Sewa Bangunan 24.000.000
Biaya Administrasi Bank atas deposito 1.000.000
Biaya Rekreasi 2.500.000

Koreksi Negatif
Pendapatan Bunga Deposito (15.000.000)
Laba (rugi) fiskal usaha 872.500.000

Penghasilan lain
Gaji Honor Dosen 15.000.000
Penghasilan Netto Fiskal 887.500.000

PTKP
Untuk WP Rp 15.840.000
Untuk Kawin 1.320.000
Tanggungan (2 x Rp 1.320.000) 2.640.000
Jumlah PTKP (19.800.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 867.700.000

PPh Terutang
5% x Rp 50.000.000 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 30.000.000
25% x Rp 250.000.000 62.500.000
30% x Rp 367.700.000 110.310.000
PPh Terutang 205.310.000

Keterangan Terkait

 Biaya Rekreasi dikoreksi positif karena termasuk dalam biaya yang dibebankan untuk
kepentingan pribadi pemilik usaha (pasal 9 ayat (1) huruf b)
 Biaya Sewa Bangunan dan Biaya administrasi bank atas deposito harus dikoreksi sesuai
dengan peraturan PP no 94 tahun 2010, pasal 13 yang menyatakan bahwa seluruh beban
yang muncul dari objek pajak penghasilan final, tidak boleh dibebankan dalam laporan
laba-rugi fiskal. -revisi
 Biaya sumbangan pembangunan jalan (pembangunan infrastruktur sosial) dapat dijadikan
sebagai pengurang selama memenuhi berbagai persyaratan yang diatur dalam PMK No
76/PMK.03/2011. Diasumsikan telah memenuhi persyaratan dalam peraturan tersebut,
biaya ini dapat dibebankan.
 Biaya lain-lain diasumsikan tergolong dalam biaya untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan dengan rincian dan bukti yang sah, sehingga dapat dibebankan.
 Terkait honor sebagai pembicara dan pendapatan dividen tidak dimasukkan dalam
penghitungan PPh terutang karena tergolong dalam objek PPh final.
 Untuk istri, diasumsikan bahwa istri mendapatkan penghasilan yang semata-mata diterima
atau diperoleh dari 1 pemberi kerja yang telah memotong pajak penghasilan sesuai

Page |9 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

ketentuan Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak terdapat hubungan terkait usaha ataupun
pekerjaan bebas suami atau anggota keluarga lainnya. Sehingga, pendapatan istri tidak perlu
digabung ke suami dalam penghitungan PPh terutang sesuai UU PPh pasal 8.
 Yang menjadi tanggungan dalam penghitungan PTKP hanyalah : Rucira dan Aurora (anak
kandung). Sedangkan Dewa (anak kandung) belum dapat diperhitungkan sebagai
tanggungan karena Dewa sendiri baru lahir Maret 2010, padahal penetapan tanggungan
dalam PTKP tersebut dilakukan pada awal tahun 2010. Dewa dapat diperhitungkan sebagai
tanggungan pada tahun pajak 2011. Andrian (adik ipar) tidak dapat diperhitungkan sebagai
tanggungan karena tidak berada pada garis keturunan lurus baik dari sisi keluarga sedarah
ataupun keluarga semenda (hubungan yang ditimbulkan akibat perkawinan), pasal 7 ayat (1)
huruf d.

b. Pajak yang masih harus dibayar


PPh terutang 205.310.000
Kredit Pajak
PPh 21 (gaji honor dosen 5% x Rp 15.000.000) 750.000
PPh 22 (penjualan kepada pemda DKI 1,5% x 250juta) 3.750.000
PPh 25 24.000.000
Total Kredit Pajak (28.500.000)
PPh Kurang Bayar 176.810.000

c. Angsuran PPh 25
PKP 2010 867.700.000
Dikurang : Penghasilan Tidak Teratur (100.000.000)
Penghasilan Kena Pajak Teratur 767.700.000

Tarif
5% x Rp 50.000.000 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 30.000.000
25% x Rp 250.000.000 62.500.000
30% x Rp 267.700.000 80.310.000
PPh Terutang 175.310.000
Kredit Pajak
PPh 21 750.000
PPh 22 3.750.000
Total Kredit Pajak (4.500.000)
Total Angsuran Tahunan 170.810.000
Angsurang PPh 25 bulanan (Rp 172.310.000 / 12 ) 14.234.167

P a g e | 10 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 3
Penghitungan PPh 21 atas gaji
a. Gaji Pokok Rp 22.000.000
Tunjangan Mobil 7.000.000
Tunjangan Rumah 6.000.000
Premi Jamsostek dibayar perusahaan 500.000
Penghasilan Bruto 35.500.000

Biaya Pengurang
Biaya Jabatan (5% x Rp 22.000.000 atau max Rp 500.000) 500.000
Iuran Pensiun dibayar sendiri 400.000
(900.000)
Penghasilan Neto per bulan 34.600.000
Penghasilan Neto per tahun (7 x Rp 34.600.000) 242.200.000

PTKP
Untuk WP Rp 15.840.000
Untuk Kawin 1.320.000
Tanggungan (3 x Rp 1.320.000) 3.960.000
Jumlah PTKP (21.120.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 221.080.000

PPh Terutang
5% x Rp 50.000.000 2.500.000
15% x Rp 171.080.000 25.662.000
PPh Terutang 28.162.000
PPh 21 Sebulan 2.346.833

Penghitungan Potongan PPh 21 atas bonus


Gaji Pokok (7 bulan x Rp 22.000.000) Rp 154.000.000
Tunjangan Mobil (7 bulan x Rp 7.000.000) 49.000.000
Tunjangan Rumah (7 bulan x Rp 6.000.0000) 42.000.000
Premi Jamsostek dibayar perusahaan (7 bulan x Rp 500.000) 3.500.000
Bonus 50.000.000
Penghasilan Bruto setahun 298.500.000

Biaya Pengurang
Biaya Jabatan (7 bulan x Rp 500.000) 3.500.000
Iuran Pensiun (7 bulan x Rp 400.000) 2.800.000
(6.300.000)
Penghasilan neto setahun 292.200.000
PTKP (21.120.000)
PKP 271.080.000

PPh terutang
5% x Rp 50.000.000 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 30.000.000
25% x Rp 21.080.000 3.162.000
PPh Terutang (atas gaji dan bonus) setahun 35.662.000
PPh 21 atas gaji saja (28.162.000)
PPh 21 atas bonus 7.500.000

PPh 21 yang harus dipotong 2.346.833


PPh 21 atas gaji Desember 7.500.000
PPh 21 atas bonus 9.846.833

P a g e | 11 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

b.
Penghitungan PPh 21 atas Upah dibayarkan di akhir bulan
Upah Bulan Desember (10 hari x Rp 200.000) Rp 2.000.000
Penghasilan Neto per tahun (12 x Rp 2.000.000) 24.000.000

PTKP
Untuk WP Rp 15.840.000
Jumlah PTKP (15.840.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 8.160.000

PPh Terutang
5% x Rp 8.160.000 408.000
PPh Terutang 408.000
PPh 21 yang dipotong Bulan Desember 34.000

c. Upah Borongan :

Upah Borongan sehari : Rp 1.000.000 / 4 = Rp 250.000


Upah sehari diatas Rp 150.000 (Batas PKP) = (Rp 150.000)
PKP = Rp 100.000
Upah borongan terutang pajak (4 x Rp 100.000) = Rp 400.000
PPh 21 terutang (5% x Rp 400.000) = Rp 20.000

d. Mr. Smith masih dikategorikan sebagai WP-LN yang membawa namanya sendiri saat bekerja
di PT Mulia sebagai konsultan, sehingga atas gajinya dikenakan potongan PPh pasal 26
secara final sebesar :
PPh pasal 26 terutang : 20% x USD 3.000 x Rp 9.000 / USD
: Rp 5.400.000

e. PPh 21 atas honor kepada penceramah (bukan pegawai yang tidak bersifat
berkesinambungan)
PPh 21 terutang : 5% x 50% x Rp 15.000.000
: Rp 375.000

P a g e | 12 Semester Ganjil 2011/2012


Presented By: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 4

No. Jenis Pajak Tarif DPP PPh pot/put


a PPh Pasal 22 2,5% 2.984.000.000 Rp 74.600.000
b PPh Pasal 22 1,5% 450.000.000 6.750.000
c Tidak dipotong
d PPh Pasal 23 2% 11.000.000 220.000
e PPh pasal 26 20,0% 150.000.000 30.000.000
PPh Pasal 23 2% 20.000.000 400.000
f BCA - Dikecualikan sesuai PPh Pasal 23 ayat 4
BUT Hongkong Bank - Dikecualikan sesuah PPh pasal 23 ayat 4
Bank of Singapore - berdasarkan Tax Treaty PPh Pasal 26 10% 900.000.000 90.000.000
PT MJ - Pasal 23 15% 10.000.000 1.500.000
g PPh Pasal 23 - Jasa lain : Jasa atestasi lapkeu 2% 100.000.000 2.000.000
h PPh Pasal 23 - sewa 2% 80.000.000 1.600.000
i Ir. Wibawa - PPh final (Pasal 17) 10% 50.000.000 5.000.000
CV Abadi - PPh Pasal 23 (kepemilikan 10%) 15% 150.000.000 22.500.000
PT Safari - Bukan OP (Pasal 4 ayat (3)) (kepemilikan 25%)
j Insurance Co - London - PPh pasal 26 20% 250.000.000 50.000.000
PT Asuransi Kita - tidak dipotong
k Pembelian Semen - PPh pasal 22 0,25% 250.000.000 625.000
Penjualan Semen - PPh pasal 22 1,5% 300.000.000 4.500.000
l PPh Pasal 23 15% 85.000.000 12.750.000

Keterangan :
 DPP huruf a = (( USD 1300 x 200 ) + (20% x USD 1300 x 200 )) x Rp 9.500 + Rp 20.000.000
= Rp 2.984.000.000
 Untuk Huruf F, terkait Hongkong Bank Cabang Jakarta diasumsikan merupakan BUT (Bentuk
Usaha Tetap) sehingga perlakuan perpajakannya sesuai dengan WP dalam negeri.
 Untuk Huruf f, Terkait bunga yang dibayarkan ke Bank of Singapore mengikuti tax treaty
antara Indonesia dan Singapura, yang menyatakan bahwa pengenaan pajak di Indonesia
tidak boleh melebihi 10% dari penghasilan bruto. Pada penerapannya, tax treaty memiliki
posisi yang lebih tinggi dibandingkan UU PPh (dalam kasus ini terkait PPh pasal 26 yang
mengenakan tarif 20%).
 DPP huruf J = 50% x Rp 500.000.000 = Rp 250.000.000
Perusahaan langsung membayarkan premi ke Perusahaan Asuransi LN, sehingga atas premi
tersebut dikenakan potongan yang DPP-nya dapat dihitung sebesar 50% dari jumlah premi.

P a g e | 13 Semester Ganjil 2011/2012


MOJAKOE

PERPAJAKAN 1

Dilarang memperbanyak mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

FB: SPA FEUI Twitter: @spafeui


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Mojakoe Perpajakan 1

UTS Semester Gasal 2010/2011

Perpajakan 1

Tim Dosen – Pararel

Soal 1

1. Mr. Stepen adalah warga Negara Inggris yang mulai bekerja di PT Pelanggi pada 1
Agustus 2010. Sesuai kontrak kerja dengan PT Pelangi, Mr Stephen akan bekerja di
Indonesia selama 2 tahun.
a) Menurut anda, apakah Mr. Stephen merupakan subjek pajak dalam negeri atau luar
negeri? Berikan pendapat dan dasar hukumnya?
b) Dengan asumsi tidak ada penghasilan lain yang diterima oleh Mr. Stepen (TK/0)
selain gajih sebesar Rp 25juta/bulan, berapa PPH pasal 21 tahun 2010 yang terutang
oleh Mr. Stephen?

Jawaban :

a)“Subjek pajak dalam negeri adalah:

a. orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di
Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan
mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia;” pasal 2 ayat 3a UU PPH

Berdasarkan dasar hukum tersebut, karena Mr. Stephen memiliki niat untuk menetap di
Indonesia, maka Mr. Stephen adalah Subjek Pajak Dalam Negeri.

b)

Gaji 25,000,000

Gaji Bruto 25,000,000

-/-Biaya Jabatan 500,000

Penghasilan neto/bulan 24,500,000

Penghasilan neto 6 bulan* 122,500,000


PTKP

Wajib Pajak Sendiri 15,840,000

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

15,840,000

Penghasilan Kena Pajak 106,660,000

Pajak Teutang
5%*50000000 2500000
15%*56660000 8499000

Pajak Terutang 10999000


PPH pasal 21 tahun 2010 yang terutang oleh Mr. Stephen adalah 10.999.000

*tidak disetahunkan karena subjek pajak dalam negeri

2) Hampir semua Orang pribadi (OP) telah memiliki NPWP. Salah satu kewajiban NPWP
adalah tersebut kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan OP. Menurut anda, apakah
SPT Tahunan OP akan selalu menunjukan posisi kurang bayar? Berikan Penjelasan

Jawaban :

Tidak, SPT Tahunan OP memiliki 3 kemungkinan posisi yaitu, lebih bayar, nihil dan kurang bayar.

Posisi nihil biasanya terjadi bila OP hanya memperoleh pendapatan dari 1 sumber dan pajak
atas pendapatan tersebut telah dipotong oleh pemberi kerja. Sehingga di SPT Tahunan , Pajak
terutang sama dengan kredit pajak. Akibatnya SPT berada pada posisi nihil.

Posisi lebih bayar dapat terjadi karena angsuran pajak (yang menjadi kredit pajak), lebih besar
dari pada pajak terutang, karena pendapatan wajib pajak tahun ini idak sebesar tahun-tahun
sebelumnya co/ karena bisnis sedang terpuruk.

3) Terkait dengan perhitungan PPH pasal 21 terdapat istilah “PPH Pasal 21 yang ditanggung
perusahaan” dan “Tunjanga PPH pasa 21”. Berikan penjelasan apa efek perpajakan
terkait kedua istilah tersebut bagi suatu perusahaan!

Jawaban :

 PPh Pasal 21 yang ditanggung perusahaan termasuk dalam pengertian


imbalan/penghasilan berupa kenikmatan yang tidak dipotong PPH Pasal 21 sehingga
dalam perhitungan PPH pasal 21 atas gaji pegawai yang bersangkutan, jumlah pajak
yang ditanggung oleh pemberi kerja tersebut tidak ditambahkan pada penghasilan
pegawai yang bersangkutan

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

 Tunjanga PPh pasal 21 merupakan penghasilan bagi pegawai yang bersangkutan,


sehingga dalam perhitungan PPH pasal 21 atas gaji pegawai yang bersangkutan,
tunjuangan pajak tersebut ditambahkan pada penghasilan yang diterimanya.

Soal 2

Bapak Derwanto dan Jayadi adalah karyawan tetap di PT.Pelangi. Bapak Derwanto bekerja
sebagai manajer sejak bulan Juli 2009 sedangkan Jayadi baru bekerja di PT Pelangi pada bulan
April 2010. Berikut adalah data gaji dan tunjangan per bulan yang diperoleh Bapak Derwanto
dan Jayadi selama tahun 2010:

Dewantoro Jayadi
Gaji 20.000.000 5.000.000
Tunjangan Mobil 5.000.000
Tunjangan
Transport 500.000

Untuk pembayaran JKK, iuran THT dan Iuran pensiun adalah sebagai berikut :

Ditanggung Ditanggung
Pegawai Perusahaan
Iuran THT 2% 3,70%
Iuran
Pensiun 4% 2%
JKK 0,24%
JK 0,30%

PT Pelangi memiliki kebijakan memberi bonus dan THR kepada pegawai tetapnya yang masing-
masing besarnya 1x gaji bulanan. Namum Bonus dan THR ini mempertimbangkan berapa lama
pegawai bekerja dalam satu tahun (jika pegawai belum bekerja selama 1 tahun, maka bonus
dan THRnya akan diprorata sesuai dengan jumlah bulan dia bekerja selama 1 tahun).

Terkait dengan kesehatan dari para pegawainya, PT Pelangi bekerjasama dengan suatu klinik.
Pegawai yang sakit dipersilakan datang ke klinik tersebut untuk berobat dengan sistem
cashless. Selama tahun 2010,Bapak derwantoro memanfaatkan fasilitas kesehatan ini sebesar
Rp 2juta sedangkan Jayadi sebesar RP500ribu

Setalah bekerja di PT pelangi, Jayadi memutusakan untuk menikah pada bulan agustus 2010.
Sementara itu susunan keluarga yang menjadi tanggungan bapak derwantoro adalah sebagai
berikut :

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Tanggal
No lahir Hubungan Pekerjaan
19-Mei-
1 50 Ibu pensiunan
07-Feb-
2 78 Istri x
03-Apr-
3 03 Anak x
14-Jun-
4 07 Anak x
31-Des-
5 48 Mertua x

Diminta :

1. Berapa PPH 21 yang terutang atas penghasilan bapak derwantoro dan jayadi selama tahun
2010?

2. Berapa PPH 21 yang dipotong perbulan atas penghasilan bapak derwantoro dan Jayadi pada
tahun 2010?

3. Berapa PPH 21 atas bonus dan THR yang diterima Bapak Derwantoro dan Jayadi pada tahun
2010?

Jawaban :

1. - PPh 21 Penghasilan Bapak Derwantoro selama tahun 2010 adalah 44.944.000

Perhitungan PPh 21 Bapak Derwantoro dengan bonus dan THR

Gaji setahun 240.000.000

Tunjangan Mobil setahun 60.000.000

JKK setahun 576.000

JK setahun 720.000

Bonus 20.000.000

THR 20.000.000

Gaji Bruto setahun 341.296.000

Tunjangan Jabatan setahun 6.000.000


Iuran THT setahun

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

4.800.000

Iuran Pensiun setahun 9.600.000

Gaji Netto/tahun 320.896.000

PTKP
WP sendiri 15.840.000
Kawin 1.320.000
Tunjangan 3 3.960.000

Total 21.120.000

Penghasilan Kena Pajak 299.776.000


Pajak terutang :

5% 50.000.000 2.500.000

15% 200.000.000 30.000.000

25% 49.776.000 12.444.000

Pajak terutang selama tahun 2010 dengan bonus dan THR 44.944.000

- PPh 21 Penghasilan Bapak Jayadi selama tahun 2010 adalah 356.250

Perhitungan PPh 21 Bapak Jayadi dengan bonus dan THR

Gaji (april-des) 45.000.000

Tunjangan transport (april-des) 4.500.000

JKK (april-des) 108.000

JK (april-des) 135.000

Bonus 3.750.000

THR 3.750.000

Gaji Bruto 57.243.000

Tunjangan Jabatan 2.862.150

Iuran THT 1.665.000


Iuran Pensiun

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

900.000

Gaji Netto (april-des) 51.815.850


PTKP
WP sendiri 15.840.000

Total 15.840.000

Penghasilan Kena Pajak 35.975.850


Pajak terutang :

5% 35.975.850 1.798.793

Pajak terutang selama tahun 2010 dengan bonus dan THR 1.798.793

Pajak atas Bonus dan THR 356.250

3) PPh 21 atas bonus dan THR = PPh 21 penghasilan dengan bonus dan THR – PPh 21
penghasilan atas bonus dan THR

Bapak Derwantoro

Perhitungan PPh 21 Bapak Derwantoro tanpa bonus dan THR

Gaji 20.000.000

Tunjangan Mobil 5.000.000

JKK 48.000

JK 60.000

Gaji Bruto 25.108.000

Tunjangan Jabatan 500.000

Iuran THT 400.000

Iuran Pensiun 800.000

Gaji Netto/bulan 23.408.000

Gaji Neto/tahun 280.896.000


PTKP
WP sendiri 15.840.000

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Kawin 1.320.000
Tunjangan 3 3.960.000

Total 21.120.000

Penghasilan Kena Pajak 259.776.000


Pajak terutang :

5% 50.000.000 2.500.000

15% 200.000.000 30.000.000

25% 9.776.000 2.444.000

Pajak terutang selama tahun 2010 sebelum bonus dan THR 34.944.000

Sehingga :

PPh 21 atas Bonus dan THR 10.000.000

Bapak Jayadi

Perhitungan PPh 21 Bapak Jayadi tanpa bonus dan THR

Gaji 5.000.000

Tunjangan transport 500.000

JKK 12.000

JK 15.000

Gaji Bruto 5.527.000

Tunjangan Jabatan 276.350

Iuran THT 185.000

Iuran Pensiun 100.000

Gaji Netto/bulan 4.965.650

Gaji Neto/tahun (per bulan*9) 44.690.850


PTKP
WP sendiri 15.840.000

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Total 15.840.000

Penghasilan Kena Pajak 28.850.850


Pajak terutang :

5% 28.850.850 1.442.543

Pajak terutang selama tahun 2010 sebelum bonus dan THR 1.442.543

Sehingga :

PPh 21 atas Bonus dan THR 356.250

2) PPh 21 yang dipotong perbulan (dengan asumsi THR dan Bonus dibagikan di akhir tahun)
adalah :

Bapak Derwantoro

Januari-November : 34.944.000 / 12 = 2.912.000 per bulan

Desember : 2.912.000 + pajak atas bonus dan THR (10.000.000) = 12.912.000

Bapak Jayadi

April-November : 1.442.543/9 = 160.283 per bulan

Desember : 160.283+ pajak atas bonus dan THR (356.250) = 516.533

Soal 3

Bagian A

Pak Kemal memiliki usaha pemasok barang-barang keperluan kantor ke beberapa instansi
pemerintah dan perusahaan swasta. Kantornya terletak di samping rumah Pak Kemal sehingga
usahanya dapat dikendalikan dari rumah. Istrinya membantu usaha Pak Kemal dan bertindak
sebagai Direktur keuangan. Pak kemal memiliki keluargaa yang menjadi tanggungan yaitu :

1. Atikah (istri) lahir 11 Juni 1963 bekerja di Dep Pertanian


2. Alisa (anak) lahir 2 Februari 1987 bekerja sebagai Junior Auditor di PWC
3. Amran (anak) lahir 1 Januari 1995 SMA
4. Akhirah (anak) lahir 29 Desember 2000 SD

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

5. Ardita (anak asuh) lahir 25 Desember 2004 SD


6. Amir (orang tua) pensiunan Depkeu
7. Aida (orang tua) istri Pak Amir, tidak bekerja

Selain memiliki usaha, Pak Kemal juga bekerja sebagai dosen tetap di Universitas Swasta
dengan kewajiban mengajar minimal 6 sks per semester dan menjadi komite audit di PT Mulia.
Hasil usahanya sebagian diinvestasikan. Di kantornya Pak Kemal mempekerjakan 5 orang staff.

Berikut ini adalah informasi tentang hasil usaha dari CV Kemal dan Co. Untuk tahun 2011

Penjualan 2.350.000.000
Harga pokok penjualan 1.400.000.000
Laba Kotor 950.000.000
Beban-beban:
Beban gaji 455.000.000
Beban administrasi 50.000.000
Beban depresiasi 68.750.000
Beban air, telepon, listrik 58.250.000
Beban lain-lain 145.000.000
Total Beban 777.000.000
Laba Bersih 173.000.000

1. Informasi terkait dengan laporan hasil usaha Pak Kemal:

a. termasuk dalam beban lain-lain adalah

i. angsuran PPh 25 sebesar 48.000.000


ii. PBB untuk rumah sebesar 1.000.000 dan PBB untuk bangunan kantor 500.000
iii. Biaya rekreasi bersama keluarga dan karyawan sebesar 8.000.000, 60% untuk
keluarga
iv. Biaya sumbangan lingkungan dan kegiaan keagamaan 5.000.000
v. Membayar ke Badan Amil Zakat yang mendapat persetujuan 2.500.000 untuk zakat
dan 8.000.000 untuk sedekah
vi. Iuran pensiun untuk Pak Kemal sebesar 12.000.000
vii. Iuran pensiun untuk karyawan termasuk dalam beban gaji.
viii. Biaya untuk penyediaan makan siang untuk karyawan sebesar 21.000.000
ix. Pembelian parcel lebaran diberikan kepada pelanggan dan kolega 11.000.000

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

b. beban depresiasi merupakan beban depresiasi atas 3 kendaraan yang dibeli pada tahun
2005, depresiasi fiskal 8 tahun. Satu sedan harga perolehan 250 juta, kijang 150 juta, dan
pick up 150 juta. Untuk sedan dan kijang selain dipakai untuk kegiatan kantor, juga dipakai
untuk keperluan pribadi.

c. Pembayaran kepada guru les sebesar 8.000.000 termasuk dalam komponen beban gaji.

d. Biaya sekolah sebesar 5.000.000 termasuk dalam beban administrasi

e. termasuk dalam beban air, telepon, listrik untuk keperluan rumah tangga sebesar 24.500.000

f. Selama tahun tersebut, jumlah penjualan ke instansi pemerintah sebesar 985 juta setelah
pajak bendaharawan 1,5%. Bagian keuangan mencatat penjualan sebesar nilai neto setelah
pajak. Dari jumlah penjualan tersebut, 50% merupakan penjualan khusus yang tidak
diperoleh pada periode yang akan datang. Margin dari penjualan tersebut sebesar 40%.

2. Pendapatan dari gaji di Universitas swasta sebesar 40 juta per bulan bruto. Universitas
tersebut memotong PPh 21 sesuai ketentuan berlaku . Honor tambahan karena kelebihan
SKS 15.000.000 setahun bruto dan honor menguji dan membimbing 4.000.000 (setahun
bruto).

3. Pendapaan dari Komite Audit PT Mulia sebesar 12.000.000 per bulan (bruto). Jumlah total
PPh 21 yang telah dipotong sebesar 16.600.000.

4. Pendapatan bunga deposito sebesar 5.800.000 setelah dipotong pajak sebesar 20%.

5. Amran sering mendapatkan kerjaan dari Production house untuk dubbing. Selama tahun
2011 mendapatkan penghasilan 20 juta (bruto) dan dipotong PPh 21 sebesar 1 juta. Untuk
tahun depan, Amran tidak dapat lagi mendapatkan honor karena suaranya sudah tidak cocok
dengan karakter anak-anak.

6. Pak Kemal menerima hasil sewa rumah sebesar 45 juta (net) setelah dipotong pajak 10%.

7. Hasil investasi di saham di pasar modal, menghasilkan keuntungan sebesar 60 juta (bruto)
dengan total transaksi sebesar 600 juta dan dividen sebesar 40 juta (bruto). Pajak telah
dibayarkan sesuai dengan ketentuan yaitu 0.1% dari nilai transaksi dan 10% dari nilai
dividen.

8. Pak Kemal memiliki investasi di LN, pada tahun tersebut menerima dividen sebesar 85 juta
(net) setelah dipotong pajak sebesar 15%.

9. Menerima jasa konsultasi penyusunan laporan keuangan sebesar 30 juta (bruto), pajak atas
jasa ini sebesar 2 %, PPn sebesar 3 juta.

10. PPN selama tahun tersebut yang dibayarkan sebesar 138 juta sedangkan 100 juta PPN
dipungut oleh instansi pemerintah.

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

11. PPh 21 karyawan yang dipotong oleh perusahaan sebesar 30 juta termasuk dalam
komponen biaya gaji.

Diminta:

1. Hitunglah PPh 21 yang dipotong oleh Universitas atas penghasilan sebagai dosen tetap di
universitas tersebut, termasuk penghasilan lainnya.

2. Identifikasikan penghasilan yang dikenakan pajak final dan jumlah pajaknya

3. Hitunglah laba hasil usaha menurut fiskal

4. Buatlah perhitungan untuk menentukan berapakah jumlah pajak terutang Pak Kemal dalam
satu tahun fiskal

5. Hitunglah kredit ajak dan tentukan berapakah jumlah pajak kurang/lebih bayar

6. Hitunglah PPh 25 untuk tahun fiskal 2011, jika kontrak Pak Kemal sebagai komite audit
berakhir sampai dengan Desember 2011 dan belum ada tawaran pekerjaan ain serta
memperhatikan penjelasan 1f.

Jawaban :

1.

PPh 21 yang dipotong oleh Universitas atas penghasilan sebagai dosen

Gaji pokok/bulan 4,000,000.00


Gaji per tahun 48,000,000.00
Honor kelebihan SKS 15,000,000.00
Honor menguji dan membimbing 4,000,000.00
Total Gaji Bruto 67,000,000.00
Pengurang:
Biaya Jabatan (5% dr gaji bruto) (3,350,000.00)
Penghasilan netto 63,650,000.00
PTKP :
WP (15,840,000.00)
Kawin (1,320,000.00)
Tanggungan (max 3) (3,960,000.00)
Total PTKP (21,120,000.00)

PKP 42,530,000.00
PPh 21
5% 2,126,500.00

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

2.Penghasilan yang dikenakan pajak final :

Pendapatan bunga deposito Bruto 7,250,000.00

Pajak (20%) 1,450,000.00

Pendapatan sewa rumah Bruto 50,000,000.00

Pajak (10%) 5,000,000.00

600,000,000.0
Penghasilan dari bursa efek Bruto 0

Pajak (0.01%) 600,000.00

Dividen Orang Pribadi Bruto 40,000,000.00

Pajak (10%) 4,000,000.00


3.

Pengahasilan menurut 173,000,000.0


perusahaan 0
Koreksi fiskal :

a. 1. Koreksi (+) 48,000,000.00

2. Koreksi (+) 1,000,000.00

3. Koreksi (+) 8,000,000.00 natura

4. Koreksi (+) 5,000,000.00

5. Koreksi (+) 8,000,000.00

6. Koreksi (+) 12,000,000.00

7. Tidak ada koreksi -

8. Tidak ada koreksi -

9. Koreksi (+) 11,000,000.00


asumsi
pemakaian
50%
b. Koreksi (+) 25,000,000.00 perusahaan

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

c. Koreksi (+) 8,000,000.00

d. Koreksi (+) 5,000,000.00

e. Koreksi (+) 24,500,000.00

f. Koreksi (+) 15,000,000.00

11. Koreksi (+) 30,000,000.00

200,500,000.0
Total Koreksi Fiskal 0

373,500,000.0
Laba Menurut Fiskal 0

4.

Perhitungan jumlah pajak terutang tahunan

Laba Menurut Fiskal 373,500,000.00


Penghasilan netto lainnya :

Honor Dosen 63,650,000.00

Komite Audit 144,000,000.00


Pendapatan dr production house
anak 20,000,000.00

Dividen dari luar negeri 100,000,000.00

Jasa Konsultasi 30,000,000.00 357,650,000.00

Total penghasilan netto 731,150,000.00


PTKP :

WP (15,840,000.00)

Kawin (1,320,000.00)

Tanggungan (max 3) (3,960,000.00)

Total PTKP (21,120,000.00)

PKP 710,030,000.00
PPh :

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

5% 2,500,000.00

15% 30,000,000.00

25% 62,500,000.00

30% 63,009,000.00 158,009,000.00


5.

Jumlah pajak kurang/lebih bayar

PPh terutang 158,009,000.00


Kredit Pajak :

PPh 21 untuk gaji dosen 2,126,500.00

PPh 21 untuk komite audit 16,600,000.00

PPh 21 untuk penghasilan anak 1,000,000.00

PPh 22 15,000,000.00

PPh 23 600,000.00

PPh 24 15,000,000.00

PPh 25 48,000,000.00 98,326,500.00

PPh kurang bayar 59,682,500.00

6.
Angsuran PPh 25

PKP 710,030,000.00
Penghasilan tidak teratur :

Pendapatan dari komite audit 144,000,000.00

Pendapatan anak 20,000,000.00


Penjualan kepada pemerintah (margin
40%) 200,000,000.00 364,000,000.00

Penghasilan teratur 346,030,000.00


PPh terutang :

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

5% 2,500,000.00

15% 30,000,000.00

25% 24,007,500.00 56,507,500.00


Kredit Pajak :

PPh 21 untuk gaji dosen 2,126,500.00

PPh 22 (sisa penjualan 50%) 7,500,000.00

PPh 23 600,000.00

PPh 24 15,000,000.00 25,226,500.00

Angsuran PPh 25 per tahun 31,281,000.00

Angsuran PPh 25 per bulan 2,606,750.00

Bagian B

Usaha Pak Kemal mengharuskan Pak Kema menjaga hubungan baik dengan kolega, terutama
untuk penjualan kepada instansi pemerintah yang hampir dari 40% dari total omset. Saat ini
pak kemal memberikan parsel. Namun karena persaingan yang cukup ketat dengan pesaing
lain yang sering memberikan hadiah lebih pada pelanggan, akhir-akhir ini penjualan kepada
instansi pemerintah mulai turun dan porsi kepada swasta semakin mendominasi.

Pak kemal mendapat masukan dari Ari salah satu staf langkah yang dapat diambil pak kemal:

“Saat ini perusahaan menerima diskon 5% dari pembelian barang. Perusahaan saat ini
mencatat pembelian setelah diskon sebagai komponen HPP. Merurut Ari , suplier dapat
dinegosiasikan untuk membut kwtansi terpisah antara diskon dan nilai aktual pembelian
barang. Rencananya diskon tersebut akan dikumpulkan dalam rekening terpisah atas nama
istri sebagai cadangan untuk diberikan kepada pelanggan dan kolega bisnis, agar perusahaan
dapat terus mendapatkan proyek. Dengan cara ini, untuk keperluan pajak biaya tersebut
tetap dapat dikurangkan sebagai beban dan tidak diketahui. Bahkan hasil diskon ini dapat
digunakan juga untuk membiayai pembelian parsel dan biaya-biaya lain yang menurut pajak
tidak diperkenakan.”

Diminta :

Berikan saran dan masukan kepada Pak Kemal erkait dengan usulan Ari, apakah masukan
tersebut layak untuk diterapkan pada periode mendatang.

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Jawaban :

Dalam Pasal 39 ayat 1 UU KUP, orang yang dengan sengaja menyampaiakn SPT dengan tidak
benar dikenakan ketentuan pidana

Usulan : masukan ari tidak tepat, karena melanggar hukum

Soal 4

CV Taxon adalah perusahaan perdagangan umum, pesewaan, serta ekspor dan impor. Darim
pembukuan bulan november 2010 terdapat data dan catatan sebagai berikut

a) Mengimpor 100 unit komputer dari taiwan dengan nilai CIF US$ 40.000. Bea masuk 30%,
BMT 5% dan pengutan pabean lainnya Rp 100.000/unit. (Kurs KMK : Rp 8.800,- dan
memilki API)
b) Menjual ATK ke Departemen Tenaga Kerja sebesar Rp 55.000.000 (termasuk PPN)
c) Menyewakan 10 buah mesin foto kopi kepada CV Ceria dengan total biaya sewa Rp
50.000.000
d) Membeli 5 ton pinang (hasil pertanian) dari bapak tugiman (pedagang pengepul)
seharga Rp 160.000.000 untuk dieskpor ke Eropa
e) Salah satu ruangan kantor CV Taxon disewa oleh Notaris Usman SH untuk praktik
pengacara senilai Rp 60.000.000
f) Menerima bunga atas pinjaman dari PT Andalas sebesar RP 45.000.000
g) Menerima deviden dari PT Nusa sebesar Rp 52.000.000 atas kepemilikan saham pada PT
tersebut sebesar 15%
h) Membayar bunga kepada :
 Bank BCA sebesar Rp 25.000.000
 Bank Singapore sebesar US$ 200.000 , kurs Menkeu Rp 9.000,-/US$
 PT Materialis Jaya sebesar Rp 20.000.000,-
 Tuan Sakura, warga negara jepang sebesar Rp 5.000.000 yang tinggal di
Indonesia selama 4 tahun
i) Menerima bunga deposito dari bank BCA sebesar Rp 2.000.000
j) Membayar honor pengajar in house training kepada
 Mr Rendall (WNA inggris) yang berada di Indonesia selama 2 bulan sebesar Rp
50.000.000
 Pak Tedy Iswahyudi,pengajar brevet pajak karyawan sebesar Rp 10.000.000
k) Membayar angsuran sewa guna usaha dengan hak opsi atas gedung kantor berupa
angsuran pokok Rp 27.000.000 dan bunganya sebesar Rp 5.000.000 kepada PT Leasor

Diminta :

 Tentukan siapakah pihak memotong/memungut PPh


 Tentukan jenis PPh yang terkait setiap transaksi (dalam 1 poin bisa terdapat lebih
dari 1 transaksi)
 Hitung besar PPh yang dipotong/dipungut

UTS Semester Gasal 2010/2011


Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Perpajakan 1

PPh
No Pihak Pemotong/Pemungut Jenis PPh terkait DPP dipotong/dipungut

a Pemungut : Direktorat Bea dan Cukai PPh 22 485.200.000 12.130.000


Pemungut : Bendaharawan
b Pemerintah PPh 22 50.000.000 750.000

c Pemotong : CV Ceria PPh23 50.000.000 1.000.000


d Tidak dikenakan PPh potong/pungut

PPh pasal 4 ayat


e CV Taxon 2 60.000.000 6.000.000

f Pemotong: PT Andalas PPh 23 45.000.000 6.750.000

g Pemotong : PT Nusa PPh 23 52.000.000 7.800.000


Bunga ke Bank BCA
Bukan Objek Pajak PPh 23
CV Taxon Tidak dikenakan PPh potong/pungut
Bunga ke Bank Singapore
Pemotong : CV Taxon PPh 26 1.800.000.000 360.000.000
Bunga ke PT Materalis Jaya
Pemotong : Cv Taxon PPh 23 20.000.000 3.000.000
Tuan Sakura
h Pemotong: CV Taxon PPh 26 5.000.000 1.000.000
PPh pasal 4 ayat
i Bank BCA 2 2.000.000 400.000
Honor ke Mr Randall, pemotong : CV
j Taxon PPh 26 50.000.000 10.000.000
Honor ke pak teddy, pemotong : CV
Taxon PPh 21 50%*10juta 250.000
k Tidak dikenakan PPh potong/pungut

UTS Semester Gasal 2010/2011


MOJAKOE

Pajak 1

Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

FB : SPA FEUI Twitter : @spafeui


Ujian Tengah Semester

Perpajakan 1

Senin, 26 Maret 2012

SOAL 1 (20%)

Soal Pilihan (15%)

1. Salah satu peran pajak adalah reguler. Pemerintah, menginginkan perekonomian dapat
bertumbuh dengan cepat dan tidak sekedar mengejar jumlah penerimaan pajak dengan
pengenaan tarif yang tinggi.Berikan 3 contoh ketentuan regulasi terkait pajak
penghasilan yang menunjukkan peran reguler pajak dan jelaskan tujuan dari kebijakan
tersebut.
2. Pembayaran Asuransi dan pensiun serta penerimaan klaim atau uang pensiun, dalam
perpajakan memiliki keunikan dalam pengenaan pajak dan pembebanannya. Jelaskan
perbedaan keduanya dari beberapa sudut pandang:
a. Perusahaan asuransi dan perusahaan dana pensiun,
b. Perusahaan yang ikut program asuransi untuk kepentingan perusahaan
c. Perusahaan yang memberikan asuransi dan tunjangan iuran pensiun kepada
karyawan
d. Individu yang ikut program asuransi dan pensiun?
3. Jelaskan seluruh kewajiban sebuah badan/perusahaan terkait dengan UU pajak
penghasilan serta jelaskan kapan dan bagaimana kewajiban tersebut harus
diselesaikan?
4. Bagaimana pendapat Saudara tentang gratifikasi yang sering diberikan kepada pejabat
pemerintah atau anggota dewan terkait dengan proyek pemerintah yang diperoleh
perusahaan. Dalam perpajakan, apakah pengeluaran tersebut boleh dianggap sebagai
beban yang boleh dikurangkan? Apakah saran Anda untuk kasus ini, dalam rangka
mengoptimalkan jumlah pajak dan mengurangi korupsi?

SOAL 2 (30%)

Bapak Murya Saputra dan Ibu Ersita adalah pasangan suami istri yang menekuni
bidang konveksi kaos anak dan remaja dan memiliki gerai busana sendiri dengan merk
dagang “Cute”. Salah satu anak mereka yang bernama Cahaya masih duduk di bangku SD
namun sudah memiliki penghasilan sebagai penulis cilik. Setiap akhir tahun Cahya
memperoleh penghasilan berupa royalti dari penerbit Misan atas dasar jumlah penjualan
bukunya. Data anggota keluarga yang menjadi tanggungan Bapak murya Saputra dalam
tahun 2011 adalah :

No Nama Tanggal Lahir Hubungan Keluarga Keterangan


1 Ersita 12 Juli 1965 Istri
2 Himma Rania 24 Agustus Anak Kandung Mahasiswa S1
1988 dan belum
bekerja
3 Cahaya Permata 17 Agustus Anak Kandung Penulis Cilik
2000
4 Firman 16 Oktober Anak Kandung Tuna Grahita
1980 (tidak bekerja)
5 Bambang 13 Januari Suami Himma Karyawan
1980

Dalam menjalankan usahanya, Bapak Murya Saputra dan istrinya menyelenggarakan


pembukuan. Periode pembukuan meliputi masa Januari sampai dengan Desember 2011.
Pembukuannya tidak diaudit oleh akuntan publik. Laba bersih berdasarkan pembukuan
dari Bapak Murya Saputra selama tahun 2011 adlah Rp 550.000,00, dengan rincian :

Penjualan
- Penjualan bruto 2.600.000.000
- Retur penjualan 100.000.000
Penjualan netto 2.500.000.000.

Harga Pokok Penjualan 1.500.000.000

Laba Bruto 1.000.000.000


Beban Operasional
- Biaya gaji,tunjangan 2.000.000.000
- Premi asuransi 40.500.000
- Biaya listrik dan telpon 30.000.000
- Biaya perjalanan 50.000.000
- Biaya sewa bangunan 24.000.000
- Biaya bunga pinjaman 20.500.000
- Biaya piutang tak tertagih 10.000.000
- Penyusutan 100.000.000
- Pajak dan retribusi 70.000.000
- Biaya lain-lain 5.000.000
Total Beban Operasional 550.000.000

Laba Operasional 450.000.000

Pendapatan (Beban) lain-lain


- Dividen dari PT Sukaria 50.000.000
- Hadiah undian dari Bank INB 50.000.000
Laba (Rugi) sebelum Pajak 550.000.000

Keterangan :

a. Dalam penghasilan bruto, termasuk penjualan kaos olahraga ke Pemda sebesar Rp


500.000.000 (belum termasuk PPN) dan sudah dipotong PPh pasal 22. Penjualan
ini tidak terulang lagi tahun depan.
b. Dalam biaya gaji dan tunjangan termasuk pengeluaran untuk tunjangan transport
Rp25.000.000, tunjangan PPh 21 untuk karyawan Rp 20.000.000
c. Biaya premi asuransi:
- Asuransi kebakaran bangunan kantor Rp 20.500.000
- Asuransi kecelakaan kerja karyawan Rp 10.000.000, dan
- Asuransi kebakaran rumah pribadi Rp 10.000.000
d. Biaya listrik dan telpon :
- Listrik dan telpon kantor Rp 28.000.000
- Listrik dan telpon rumah prinadi Rp 2.000.000
e. Biaya perjalan dinas meliputi pengeluaran untuk biaya transport dalam rangka
bisnis 90% san untuk rekreasi karyawan 10%
f. Biaya Sewa :
- Sewa gudang Rp 8.000.000
- Sewa bangunan Rp 12.000.000
- Sewa garasi pribadi Rp 4.000.000
g. Biaya bunga pinjaman telah sesuai dengan ketentuan perpajakan
h. Penyusutan komersial sebesar Rp 100.000.000, setelah berdasar aturan fiskal,
penyusutan fiskal Rp 75.000.000
i. Piutang tak tertagih Rp 8.000.000 telah dilakukan penagihannya secara maksimal
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Piutang tak tertagih Rp 2.000.000 adalah
pinjaman Jono adik ipar Murya untuk modal usaha.
j. Biaya pajak dan retribusi :
- Angsuran bulanan PPh pasal 25 tahun pajak 2011 Rp 60.000.000
- PBB kantor Rp 5.000.000
- Pajak kendaraan bermotor perusahaan Rp 3.000.000
- Retribusi daerah perusahaan Rp 2.000.000
k. Biaya lain-lain :
- Sumbangan kepada yayasan sosial Panti Jompo rp 2.500.000
- Sumbangan HUT RI Rp 2.000.000
- Pakaian seragam Satpam Rp 500.000
l. Di luar pengahsilan di atas, terdapat info penghasilan lain:
- Bapak Murya memiliki keahlian perpajakan dan pernah memberikan
konsultasi pajak ke PT X selama 1 bulan. Gaji yang diterima adalah Rp
8.000.000 dan sudah dipotong PPh pasal 21 sebesar Rp Rp 200.000.
Setiap tahun Pak Murya memberikan konsultasi kepada PT X.
- Cahaya memperoleh royalti dari PT Misan atas novel-novelyang ditulis
sebesar Rp 10.000.000. PT Misan sudah memotong PPh 23atas royalti
tersebut.
- Ibu Ersita menjadi pembicara tetap Workshop Wirausaha dan memperoleh
honor Rp 3.000.000. Honor sudah dipotong PPh pasal 21 sebesar Rp
150.000
DIMINTA :
1. Hitunglah laba hasil usaha menurut fiskal
2. Buatlah perhitungan untuk menentukan berapakah jumlah pajak terutang pak
Murya dalam satu tahun fiskal?
3. Hitunglah kredit pajak dan tentukan berapa jumlah pajak kurang/lebih bayar ?
4. Hitunglah PPh 25 untuk tahun fiskal 2012
SOAL 3 (20%)

Berikut ini adalah informasi tentang gaji, honor dan pesangon yang dibayarkan oleh PT
Selalu Jaya kepada berapa karyawan serta tenaga ahli pada tahun 2010.

a. Bapak Niko Sempurna


Niko telah bekerja sejak tahun 2005 dan sejak tahun 2009 Niko diangkat sebagai
Manajer Keuangan. Pada tahun 2010,Niko memperoleh gaji pokok Rp 5.000.000,-
perbulan,tunjangan jabatan Rp 4.000.000,- perbulan dan tunjangan pembelian mobil
senilai Rp Rp 6.000.000,- perbulan. Pada tahun 2010 Niko juga mendapatkan fasilitas
sebuah ipad seharga Rp 8.000.000,-. Fasilitas lain yang diterima Niko adalah makan
siang dikantor senilai Rp 1.000.000,- perbulan. Fasilitas makan siang ini diberikan
bagi seluruh karyawan, namun dengan nilai yang berbeda, tergantung pada
jabatannya. Selain itu,Niko juga diikutkan dalam program Jamsostek, asuransi dan
pensiun sebagai berikut :
 Premi Jamsostek :
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : 2% dibayar perusahaan, 0,5%
dipotong dari gaji Niko
- Jaminan Kematian (JK) : 3% dibayar perusahaan, 1% dipotong dari
gaji Niko
- Jaminan Hari Tua (JHT) : 5% dibayar perusahaan, 2% dipotong dari
gaji Niko
 Premi Asuransi Kesehatan di PT AIA (dibayar perusahaan) Rp 700.000
Pada Agustus 2010, Niko Sempurna juga menerima pembayaran THR sebesar Rp
9.000.000,- dan pada Desember 2010 menerima bonus tahunan sebesar Rp
18.000.000,- . Niko telah menikah, istrinya bekerja sebagai konsultan di PT Manjeki
dan dosen di STIE Pancasakti, sebuah perguruan tinggi swasta. Niko memiliki 1
orang anak dan juga menanggung seorang adik kandung dan seorang adik ipar yang
masih kuliah.
b. Henny Cahaya
Henny telah bekerja sejak tahun 2002. Pada Desembertahun 2009,Henny mengajukan
pengunduran diri mulai Januaro 2010, karena mengikuti suami pindah ke Australia.
Pada Januari 2010, Henny menerima uang penghargaan masa kerja dan uang pisah
sesuai ketentuan perusahaan sebesar Rp 20.000.000,-
c. Michael Smith
Smith adalah warga Negara Amerika yang bekerja di perusahaan sejak tahun 2006
dan menerima gaji sebesar Rp 50.000.000 per bulan. Pada bulan Maret 2010,
Perusahaan tidak memperpanjang kontrak Smith. Pada 15 April 2010, Smith dan
istrinya kembali ke negaranya.Selama tinggal di Indonesia Smith membawa serta
istrinya yang juga warganegara Amerika.
d. Budi Wicaksana
Budi adalah karyawan kontrak untuk masa 6 bulan yang dibayar secara harian. Upah
yang diterima adalah sebesar Rp 100.000,- per hari. Budi mulai bekerja pada
November 2010. Selama bulan November dan Desember 2010, Budi bekerja masing-
masing 20 hari.
e. Dinna Erika
Dinna adalah tenaga ahli pemasaran yang dikontrak perusahaan selama 1 tahun, mulai
1Maret 2010 hingga 28 Februari 2011 dengan fee yang dibayar secara bulanan sbesar
Rp 25.000.000,- perbulan
f. Wita Asmara
Pada tahun 2010, perusahaan melakukan lomba pembuatan logo perusahaan.
Pemenangnya adalah Witta Asmara. Untuk itu Wita memperoleh hadiah sebesar Rp
30.000.000,- netto
g. Pada tahun 2010, dalam rangka melaksanakan kegiatan Corporate Social
Responsibility, perusahaan mengadakan pelatihan bagi 100 pedagang kecil selama 2
hari. Untuk setiap peserta pelatihan perusahaan memberikan uang saku, sebagai
pengganti karena tidak berdagang, sebesar Rp 5000.000,- per peserta.

DIMINTA :

1. Hitunglah PPh pasal 21 yng harus dipotong perusahaan pada tahun 2010
berdasarkan informasi diatas.
2. Diketahui bahwa istri Niko Sempurna memperoleh penghasilan dari PT Makenji
sebesar Rp 20.000.000,- perbulan dan memperoleh penghasilan sebagai dosen
tidak tetap dari STIE Pancasakti Rp 4.000.000,- perbulan. Atas penghasilan ini
telah dipotong PPh pasal 21 dari PT Makenji dan STIE Pancasakti. Istri Niko
Sempurna mempunyai NPWP yang terpisah dari NPWP Niko Sempurna.
Hitunglah PPh 21 yang terhutang oleh Niko Sempurna pada tahun 2010 dan
hitunglah jumlah lebih/kirang abyar PPh Niko pada tahun 2010.

Soal 4 (20%)

PT Mitra Persada Indonesia (MPI), adalah perusahaan pemilik merek ‘Bebek Bonsai”.
Disamping memiliki beberapa outlet, PT MPI juga menjual merk “Bebek Bonsai”. Dalam 3
bulan pertama tahun 2011, transaksi yang terjadi sebagai berikut :

1. PT MPI membayar tagihan dari Pt Adi Jaya atas penggunaan air dan listrik outlet
“Bebek Bonsai” di Apartemen Paku Buwono Rp 4.000.000,-
2. Pada 5 Maret 2011, PT MPI membayar honor jasa konsultasi perpajakan dan
pembukuan Bapak Hadi Prawiro sebesar Rp 15.000.000,-
3. PT MPI menyertakan karyawannya dalam program asuransi kesehatan dan
kecelakaan di PT Cigna Indonesia. Pada bulan Maret 2011 PT MPI menerima
pembayaran manfaat asuransi dari PT Cigna Indonesia sebesar Rp 25.000.000,-
4. Untuk meningkatkan mobilitasnya, PT MPI membeli 20 unit sepeda motor di PT
Toyota Astra Motor. Masing-masing motor harganya Rp 25.000.000,-
5. CV Selera Makan membayar royalty atas penggunaan merek “Bebek Bonsai” sebesar
Rp 30.000.000,-. CV Selera sudah mempunyai NPWP
6. PT MPI mendapat hadiah sebuah mobil senilai Rp 150.000.000,-- dari Bank Artha
Benda.
7. PT MPI menerima pesanan 100 kotak paket “Bebek Bonsai” untuk keperluan RUPS
PT Adu Untung, senilai Rp 6.000.000,-
8. PT MPI menerima pesanan 500 kotak paket makanan “Bebek Bonsai” untuk
keperluan konsumsi dalam acara temu Gubernur DKI dengan pedagang kaki lima di
kantor Pemda DKI Jakarta, senilai Rp 15.000.000,-
9. PT MPI mempekerjakan seorang koki berkebangsaan Inggris,Michael Rourke.
Michael tinggal di Indonesia kurang daro 183 hari, sudah beristri, dan mempunayi 2
orang anak. Michael memperoleh pembayaran dari PT MPI USD 5.000, pada28 Maret
2011 (KMK USD 1= Rp 8.720)
10. Untuk menyusun laporan keuangan 2010, PT MPI menggunakan jasa KAP Cinde
Laras dan rekan.Atas pekerjaan pembukuan tahun 2010, PT MPI membayar KAP
Cinde Laras pada 31 Maret 2011 Rp 35.000.000.
11. PT MPI mempunyai pinjaman kepada PT Nirwana (bukan bank) sebesar Rp
1.000.000.000,- dengan tingkat bunga pinjaman 20% pertahun. Bulan Februari 2011,
PT MPI membayar bunga pinjaman tahun 2010
12. PT MPI memberi bantuan beasiswa skripsi untuk 10 orang mahasiswa FEUI sebesar
Rp 20.000.000,-
Dari transaksi-transaksi di atas, Anda diminta untuk menjawab dalam bentuk tabel
pertanyaan-pertanyaan berikut :
a. Menentukan jenis pajak penghasilan
b. Menentukan apakah terdapat pajak yang dipotong/ dipungut
c. Menentukan pihak yang memotong/ memungut pajak (bila ada)
d. Menentukan jenis pajak final atau dapat dikreditkan
e. Besarnya pajak yang dipotong (bila ada)

JAWABAN

Soal 1

1) 3 contoh ketentuan regulasi terkait pajak penghasilan yang menunjukkan peran


reguler :
Contoh fungsi reguler pajak
 Penurunan Tarif PPh Pribadi dan Badan
Berdasar UU No 36 Tahun 2008 tentang PPh yang berlaku 1 Januari 2009,
tarif PPh perorangan turun dari 35% menjadi 30%, sedangkan tarif PPh badan
turun dari 30% ke 28% sejak 1 Januari 2009. Stimulus fiskal ini sangat
berpengaruh untuk konsumsi, karena secara efektif penghasilan orang naik
sekitar 11% yang juga mengakibatkan konsumsi dan ekonomi meningkat.
 Kebijakan Bea Masuk DTP Untuk Industri Tertentu
Kebijakan ini dilakukan untuk memajukan produksi dalam negeri agar dapat
lebih bersaing dan ekspor meningkat dengan cara meringankan bea masuk
untuk bahan baku produksi. Pada tahun 2010 ada 9 sektor industri yang
menerima fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) senilai Rp
1,2. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2009 yang mencakup 12
sektor dengan anggaran Rp 1,3 triliun.Sembilan sektor itu adalah:
a. Komponen otomotif
b. Komponen elektronika,
c. Peralatan komponen telematika,
d. Sorbitol,
e. Bahan baku plastik,
f. Bahan baku karpet
g. Komponen alat berat komponen,
h. Komponen perkapalan dan
i. Peralatan penunjang PLTU.
Inti tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan sektor
manufaktur dalam negeri. Selain itu kebijakan ini juga terkait dengan proyek
pembangunan pembangkit listrik PLTU berkapasitas 10.000MW yang dijamin
pemerintah secara penuh.
 Pajak Penggambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air
Permukaan
Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan dalam
Peraturan Daerah ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan
Daerah dari sektor Penyelenggaraan dan Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah
dan Air Permukaan, juga dimaksudkan untuk kepentingan pengendalian
lingkungan dalam rangka mempertahankan ekosistem serta untuk pembiayaan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, juga dalam rangka
penyesuaian Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas
Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak
Daerah . Pajak ini dikenakan terhadap gedung-gedung dan tempat hiburan.
2) Keunikan dari pengenaan dan pembebanan pajak bagi :
a. Perusahaan asuransi dan perusahaan dana pensiunan
Perusahaan asuransi menanggung beban pajak atas penghasilan dari
iuran yang diberikan perusahaan/pribadi
Perusahaan dana pensiunan tidak menanggung beban pajak dari iuran
yang diberikan perusahaan/pribadi.
b. Perusahaan yang ikut program asuransi untuk kepentingan perusahaan
Pihak yang diberikan beban pajak adalah perusahaan
c. Perusahaan yang memberikan asuransi dan tunjangan iuran pensiun kepada
karyawan
Pihak yang dierikan beban pajak adalah perusahaan
d. Individu yang ikut program asuransi dan pensiun
Pihak yang diberikan beban pajak untuk program asuransi adalah
individu
Pihak yang diberikan beban pajak untuk program pensiun adalah
individu

3) Kewajiban badan/perusahaan terkait dengan UU pajak penghasilan :


a. Kewajiban mendaftarkan diri
Hal ini bertujuan agar badan / perusahaan mendapatkan NPWP
Perusahaan/badan dapat mendaftarkan sendiri melalui KPP atau KP2KP yang
ada disekitar wilayah mereka berdomisili atau bisa juga melalui e-register,
yaitu pendaftaran NPWP melalui internet.
Pendaftaran ini wajib dilakukan ketika badan/perusahaan telah memenuhi
persyaratan untuk menjadi wajib pajak.
b. Kewajiban pembayaran, pemotongan/pemungutan, dan pelaporan pajak
Badan/perusahaan dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya, seperti
pembayaran, menggunakan sistem self-assesmenti yaitu melakukan sendiri
penghitungan, pembayaran,dan pelaporan pajak terhutang.
 Pembayaran
Pembayaran pajak penghasilan oleh badan dapat dilakukan melalui dua
cara, yaitu :
 Membayar sendiri pajak yang terhutang
 Membayar PPh melalui proses pemotongan atau pemungutan
oleh pihak yang berwenang.
 Membayar kepada penjual ataupun pihak pemberi jasa (
pembayaran PPN)
 Pemotongan atau pemungutan
Hal ini wajib dilakukan oleh badan/perusahaan apabila mereka
tergolong sebagai subjek pajak dalam negeri.
Pemotongan yang akan dilakukan badan/perusahaan sebagai pihak
pemberi penghasilan yaitu PPh pasal 21, PPh 22, PPh 23, PPh pasal
26, PPh pasal 4 ayat 2,PPh pasal 15, PPN dan PPnBM.
 Pelaporan
Sarana yang digunakan oleh wajib pajak badan/perusahaan untuk
melakukan kegiatan pelporan adalah Surat Pemberitahuan (SPT) yang
berisi mengenai laporan pembayaran atau pelunasan pajakbaik yang
dilakukan Wajib Pajak sendiri atau melalui proses
pemungutan/pemotongan.
Pelaporan dilakukan di KPP atau KP2KP tempat badan/perusahaan
tersebut terdaftar.
Untuk badan sendiri, dikenal adanya SPT Tahunan, dimana batas
pelaporannya adalah akhir bulan keempat setelah berakhirnya tahun
atau bagian tahun pajak.
c. Kewajiban dalam hal diperiksa
Dalam hal pemeriksaan, kewajiban wajib pajak adalah :
a) Memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan
waktu yang ditentukan khususnya untuk jenis Pemeriksaan Kantor
b) Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan
c) Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang
dipandang perlu dan memberi bantuan lainnya guna kelancaran
pemeriksaan.
d) Menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil
Pemeriksaan
e) Meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik
khususnya untuk jenis Pemeriksaan Kantor
f) Memberikan keterangan lain baik lisan maupun tulisan yang diperlukan
d. Kewajiban memberi data
Setiap badan/perusahaan harus memberikan data dan informasi yang terkait
dengan perpajakan, seperti peredaran usaha, data transaksi keuangan dan lalu
lintas devisa.Kewajiban terkait pemberian data ini sesuai dengan peraturan
yang ada dalam UU Nomor 16 tahun 2009. Data dan informasi yang sudah
dikumpulkan oleh wajib pajak, dalam hal ini wajib pajak badan diserahkan
kepada Direktorat Jenderal Pajak.
4) Gratifikasi adalah pemberian, yang meliputi pemberian uang, barang,tiket perjalanan,
fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma.
Menurut saya, praktik gratifikasi terkait dengan proyek pemerintah yang diperoleh
perusahaan harus diberikan batasan jumlah minimum yang boleh dihitung sebagai
beban, misalnya biaya tambahan yang harus dikeluarkan yang boleh dianggap sebagai
beban hanya sebesar Rp 1.000.000. Diluar jumlah itu pihak yang harus mengeluarkan
biaya, dalam hal ini perusahaan, tidak boleh menghitungnya lagi sebagai beban.
Mengapa hal ini harus dilakukan? Pertama, agar jumlah pajak yang harus dibayarkan
bisa optimal. Jika seluruh biaya gratifikasi yang diberikan perusahaan boleh diakui
sebagai beban maka tentunya jumlah penghasilan kena pajak perusahaan yang dikenai
pajak akan lebih kecil daripada yang seharusnya. Apalagi mengingat bahwa,
pengeluarannya juga tidak berkaitan langsung dengan kegiatan operasional
perusahaan. Kedua, untuk mengurangi korupsi baik dari segi pemerintah maupun
perusahaan. Jika tidak bisa dianggap beban sepenuhnya maka tentu perusahaan akan
membatasi jumlah gratifikasi yang akan diberikan kepada pemerintah. Pemerintahpun
tidak bisa mengambil keuntungan lagi dari praktik ini dan tidak memilih perusahaan
yang akan menjalankan proyek pemerintah berdasarkan seberapa besar jumlah uang
yang mereka berikan di luar uang proyek yang seharusnya.
Soal 2

1) Rekonsiliasi Fiskal
Laba (Rugi) sebelum pajak Rp 550.000.000
a. Tidak ada rekonsiliasi fiskal
b. (+) Tunjangan PPh 21 untuk karyawan Rp 20.000.000
c. (+) Premi Asuransi Rp 40.500.000
(asumsi dua premi awal dibayar perusahaan)
d. (+) Listrik dan telpon rumah pribadi Rp 2.000.000
e. (+) Biaya transport untuk rekreasi karyawan Rp 5.000.000
10% x Rp 50.000.000
f. (+) Sewa garasi pribadi Rp 4.000.000
g. (+) Penyusutan Rp 25.000.000
h. (+) Piutang tak tertagih Rp 2.000.000
i. (+) Angsuran bulanan PPh pasal 25 Rp 60.000.000
j. (+) Sumbangan yayasan sosial dan sumbangan HUT RI Rp 4.500.000
k. (-) Hadiah undian dari Bank INB Rp 50.000.000
l. (-) Dividen dari PT Sukaria Rp 50.000.000

Rp 613.000.000
Laba Usaha = Laba (Rugi) sebelum pajak + jumlah rekonsiliasi fiskal

= Rp 550.000.000 + Rp 63.000.000

= Rp 613.000.000

2) Perhitungan jumlah pajak terhutang Pak Murya dalam satu tahun fiskal
Pajak terutang :
Laba (rugi) sebelum pajak awal = Rp 613.000.000
Penghasilan lain :
Bapak Murya = Rp 8.000.000
Cahaya = Rp 10.000.000
Ibu Ersita = Rp 3.000.000
Laba (Rugi) sebelum pajak = Rp 634.000.000

PTKP :
WPOP = Rp 15.840.000
Istri bekerja = Rp 15.840.000
Menikah = Rp 1.320.000
Tanggungan = Rp 2.640.000 =Rp (35.640.000)
Rp 598.360.000
PPh terutang :
5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 = Rp 30.000.000
25% x Rp 250.000.000 = Rp 62.500.000
30% x Rp 98.360.000 = Rp 29.508.000
Rp 124.508.000
3) Perhitungan kredit pajak dan jumlah pajak kurang/lebih bayar
PPh terutang = Rp 124.508.000
Kredit pajak :
PPh 21 = Rp 350.000
Kredit pajak PPh 22 = Rp 7.500.000
Kredit pajak PPh 23 = Rp 1.500.000
Pajak sebelum cicilan PPh 25 = Rp 9.350.000
Cicilan pajak PPh 25 = Rp 60.000.000
= Rp 69.350.000
Rp 55.158.000

Pajak kurang bayar = Rp 124.508.000 – Rp 69.350.000


= Rp 55.158.000
4) PPh 25 untuk fiskal 2012
Laba hasil usaha = Rp 598.360.000
Penghasilan tidak teratur = Rp 404.000.000
Penghasilan teratur = Rp 194.360.000

!! Penghasilan tidak teratur

Proporsi penjualan tidak teratur = 500.000.000 = 19,2%

2.600.000.000

COGS penjualan tidak teratur = 19,2% x Rp 500.000.000

= Rp 96.000.000

Penghasilan tidak teratur yang dikurangi = Rp 500.000.000 – 96.000.000

= Rp 404.000.000

Pajak terutang :
5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 144.360.000 = Rp 21.654.000
Pajak terutang Rp 24.154.000

Pajak terutang = Rp 24.154.000


PPh 21 yang telah dipotong = Rp 350.000
Kredit pajak PPh 23 = Rp 1.500.000
Rp 22.304.000
PPh 25 = 22.304.000
Cicilan pajak perbulan = Rp 22.304.000 : 12
= Rp 1.858.667

Soal 3
a) Niko Sempurna
Penghasilan Netto Niko :
Gaji Pokok = Rp 60.000.000
Tunjangan Pembelian Mobil = 72.000.000
Fasilitas Makan Siang = 12.000.000
Premi JKK = 1.200.000
Premi JKM = 1.800.000
THR = 9.000.000
Bonus Tahunan = 18.000.000
Penghasilan Brutto Rp 174.000.000
Pengurangan
Biaya Jabatan ( Maksimum) = (Rp 6.000.000)
Iuran Hari Tua = (Rp 1.200.000)
Penghasilan Netto Niko = Rp 166.800.000
Penghasilan Netto Istri Nikko :
Gaji Pokok = Rp 288.000.000
Pengurangan :
Biaya Jabatan (Maksimum) = (Rp 6.000.000)
Penghasilan Netto Istri Niko = Rp 282.000.000
Jumlah penghasilan netto = Rp 448.800.000
Penghitungan Pajak :
Penghasilan Netto Gabungan = Rp 448.800.000
PTKP :
Suami + istri = 31.680.000
Kawin = 1.320.000
Tanggungan (2) = 2.640.000
Rp 413.160.000
Pajak terhutang PPh 21 :
5% x 50.000.000 = 2.500.000
15% x 200.000.000 = 30.000.000
25% x 163.160.000 = 40.790.000
Pajak terhutang : Rp73.290.000
(gabungan)
Karena NPWPnya dipisah, maka :
Pajak Bapak Niko : 166.800.000 x Rp 73.290.000 = Rp 27.238.797
448.800.000
Pajak (lebih) bayar = Rp 73.290.000 – 27.238.797
= Rp 46.051.203
b) PPh 21 = 5% x Rp 20.000.000
= Rp 1.000.000
c) Berhenti kerja : 1 Maret 2010
Gaji 2 bulan = Rp 100.000.000
Pengurangan
Biaya Jabatan = Rp 1.000.000
Netto sebulan = Rp 99.000.000

Netto setahun = 12 x 99.000.00


2
= Rp 594.000.000
Penghasilan netto setahun = Rp 594.000.000
PTKP :
Wajib Pajak = 15.840.000
Kawin = 1.320.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp 576.840.000

Pajak terhutang PPh 21 :


5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 = 30.000.000
25% x Rp 250.000.000 = 62.500.000
30% x Rp 76.840.000 = 23.052.000
Pajak terhutang = Rp 118.052.000

PPh 21 untuk 2 bulan = 2 x Rp 118.052.000


12
= Rp 19.675.333
d) Gaji kumulatif upah sudah melebihi Rp 1.320.000 pada hari ke-14 kerja, sehingga :
Upah s.d hari ke 14 = Rp 1.400.000
PTKP :
(14 x 15.840.000 ) = 616.000
360
PKP s.d hari ke-14 Rp 784.000

Pajak terhutang PPh 21 :


5% x Rp 784.000 = Rp 39.200
Upah hari ke 14 = Rp 100.000 – 39.200
= Rp 60.800

Untuk hari ke-15 dan seterusnya


Upah sehari = Rp 100.000
PTKP sehari (15.840.000:360) = Rp 44.000

PKP = Rp 56.000

PPh pasal 21 terhutang /hari

5% x Rp 56.000 = Rp 2800

Upah harian (netto) = Rp 100.000 – 2800

= Rp 97.200

e) Upah per bulan Dinna Erika = Rp 25.000.000


Penghasilan setahun = Rp 300.000.000
Penghitungan pajak terhutang :
Gaji setahun = Rp 300.000.000
PTKP :
WP = (15.840.000)
PKP = Rp 284.160.000

PPh pasal 21 terhutang :


5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 = 30.000.000
25% x Rp 34.160.000 = 8.540.000
Rp 41.040.000
PPh 21/bulan = Rp 41.040.000
12
= Rp 3.420.000
f) Penghasilan netto = Rp 30.000.000
Tarif pajak = 5%
Penghasilan bruto = Rp 30.000.000
0,95
Penghasilan brutto = Rp 31.578.947
PPh 21 = Rp 31.578.947 – 30.000.000
= Rp 1.578.947
g) Penghasilan brutto = Rp 1.000.000
(2 x Rp 500.000)
PPh pasal 21 terutang :
5% x Rp 1.000.000 = Rp 50.000
PPh pasal 21 terutang seluruh peserta kegiatan = Rp 50.000 x 100
= Rp 5.000.000

Soal 4

Pihak Final
pemotong/ /dapat Besarnya pajak yang
No Jenis Dipotong/Dipungut pemungut dikreditkan dipotong
PPh
1 Bukan - - - -
PPh
2 PPh 21 Dipotong PT MPI Dapat Rp 375.000
dikreditkan ( 5% x 50%xRp 15.000.000)
3 Pasal 4
ayat (3) - - - -
:bukan
objek
pajak
4 Bukan - - - -
PPh
5 PPh 23 Dipotong CV Selera Dapat Rp 4.500.000
dikreditkan (15%xRp30.000.000)
6 PPh Dipotong Bank Artha Final Rp 22.500.000
pasal 4 Benda (15%xRp150.000.000)
ayat (2)
7 Tidak
dihitung

8 PPh 22 Dipungut Bendaharawan Dapat Rp 225.000


negara dikreditkan ( 1,5%xRp15.000.000)
9 PPh 26 Dipotong PT MPI Final Rp 8.720.000
(20%xRp8.720xUSD 5.000
10 PPh 23 Dipotong PT MPI Dapat Rp 700.000
dikreditkan ( 2% x Rp 35.000.000)
11 PPh 23 Dipotong PT MPI Dapat Rp 30.000.000
dikreditkan (20%xRp1.000.000.000x15%)
12 PPh
pasal 4 - - - -
ayat (3) :
bukan
objek
pajak
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

MOJAKOE

Perpajakan 1

Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin


SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

FB: SPA FEUI Twitter: @spafeui

Mojakoe Perpajakan 1
UTS Semester Genap 2011/2012 1
Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Ujian Tengah Semester


Semester Genap 2011/2012
Tim Dosen Paralel

Soal 1 (20%)
1. Salah satu peran pajak adalah reguler. Pemerintah, menginginkan perekonomian
dapat bertumbuh dengan cepat dan tidak sekedar mengejar jumlah penerimaan
pajak dengan pengenaan tarif yang tinggi. Berikan 4 contoh ketentuan regulasi
terkait pajak penghasilan yang menunjukkan peran reguler pajak dan jelaskan tujuan
dari kebijakan tersebut.
2. Pembayaran asuransi dan pensiun serta penerimaan klaim atau uang pensiun, dalam
perpajakan memiliki keunikan dalam pengenaan pajak dan pembebeanannya.
Jelaskan perbedaan keduanya dari beberapa sudut pandang:
a. Perusahaan asuransi dan perusahaan dana pensiun
b. Perusahaan yang ikut program asuransi untuk kepentingan perusahaan
c. Perusahaan yang memberikan asuransi dan tunjangan iuran pensiun kepada
karyawan
d. Individu yang ikut program asuransi dan pensiun.
3. Jelaskan seluruh kewajiban sebuah badan/perusahaan terkait dengan UU pajak
penghasilan serta jelaskan kapan dan bagaimana kewajiban tersebut harus
diselesaikan.
4. Bagaimana pendapat Saudara tentang gratifikasi yang sering diberikan kepada
pejabat pemerintah atau anggota dewan terkait dengan proyek pemerintah yang
diperoleh perusahaan? Dalam perpajakan, apakah pengeluaran tersebut boleh
dianggap sebagai beban yang boleh dikurangkan? Apakah saran Anda untuk kasus
ini, dalam rangka mengoptimalkan jumlah pajak dan mengurangi korupsi?

Soal 2 (30%)
Bapak Murya Saputra dan Ibu Ersita adalah pasangan suami istri yang menekuni bidang
konveksi kaos anak dan remaja dan memiliki gerai busana sendiri dengan merk dagang
“Cute”. Salah satu anak mereka yang bernama Cahaya masih duduk di bangku SD namun
sudah memiliki penghasilan sebagai penulis cilik. Setiap akhir tahun Cahaya memperoleh
penghasilan berupa royalti dari penerbit Mizan atas dasar jumlah penjualan bukunya. Data
anggota keluarga yang menjadi tanggunan Bapak Murya Saputra dalam tahun 2011 adalah:

No Nama Tanggal Lahir Hubungan Keluarga Keterangan


1 Ersita 12 Juli 1965 Istri
2 Himma Rania 24 Agustus 1988 Anak kandung Mahasiswa S1 dan belum
bekerja
3 Cahaya Permata 17 Agustus 2000 Anak kandung
4 Firman 16 Oktober 1980 Adik kandung Tuna grahita (tidak
bekerja)
5 Bambang 13 Januari 1980 Suami Himma Karyawan

Dalam menjalankan usahanya, Bapak Murya Saputra dan istrinya menyelenggarakan


pembukuan. Periode pembukuan meliputi masa Januari sampai dengan Desember 2011.
Pembukuannya tidak diaudit oleh akuntan publik. Laba bersih berdasarkan pembukuan dari
Bapak Murya Saputra selama tahun 2011 adalah Rp 550.000.000,- dengan rincian:

2 UTS Semester Genap 2011/2012


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Penjualan
- Penjualan bruto Rp. 2.600.000.000
- Retur penjualan 100.000.000
Penjualan netto Rp. 2.500.000.000

Harga pokok penjualan Rp. 1.500.000.000

Laba bruto Rp. 1.000.000.000


Beban Operasional
- Biaya gaji, tunjangan Rp. 200.000.000
- Premi asuransi 40.500.000
- Biaya listrik dan telepon 30.000.000
- Biaya perjalanan 50.000.000
- Biaya sewa bangunan 24.000.000
- Biaya bunga pinjaman 20.500.000
- Biaya piutang tak tertagih 10.000.000
- Penyusutan 100.000.000
- Pajak dan retribusi 70.000.000
- Biaya lain-lain 5.000.000
Total beban operasional Rp. 550.000.000

Laba operasional Rp. 450.000.000

Pendapatan (Beban) Lain-lain


- Dividen dari PT. Sukaria Rp. 50.000.000
- Hadiah undian dari Bank INB 50.000.000
Laba (Rugi) sebelum pajak Rp. 550.000.000

Keterangan:
a. Dalam penghasilan bruto, termasuk penjualan kaos olahraga ke Pemda sebesar Rp
500.000.000,- (belum termasuk PPN) dan sudah dipotong PPh pasal 22. Penjualan ini
tidak akan terulang lagi tahun depan.
b. Dalam biaya gaji dan tunjangan termasuk pengeluaran untuk tunjangan transport Rp
25.000.000,- dan tunjangan PPh 21 untuk karyawan Rp 20.000.000,-
c. Biaya premi asuransi:
a. Asuransi kebakaran bangunan kantor Rp 20.500.000,-
b. Asuransi kecelakaan kerja karyawan Rp 10.000.000,-
c. Asuransi kebakaran rumah pribadi Rp 10.000.000,-
d. Biaya listrik dan telpon
a. Listrik dan telpon kantor Rp 28.000.000,-
b. Listrik dan telpon rumah pribadi Rp 2.000.000,-
e. Biaya perjalanan dinas meliputi pengeluaran untuk biaya transport dalam rangka
bisnis 90% dan untuk rekreasi bersama karyawan 10%
f. Biaya sewa
a. Sewa gudang Rp 8.000.000,-
b. Sewa bangunan Rp 12.000.000,-
c. Sewa garasi pribadi Rp 4.000.000,-
g. Biaya bunga pinjaman telah sesuai dengan ketentuan perpajakan
h. Penyusutan komersial sebesar Rp 100.000.000,- setelah berdasar aturan fiskal,
penyusutan fiskal Rp 75.000.000,-

UTS Semester Genap 2011/2012 3


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

i. Piutang tak tertagih Rp 8.000.000,- telah dilakukan penagihannya secara maksimal


sesuai ketentuan yang berlaku. Piutang tak tertagih Rp 2.000.000 adalah pinjaman
Jono adik ipar Murya untuk modal usaha.
j. Biaya pajak dan retribusi
a. Angsuran bulanan PPh pasal 25 tahun pajak 2011 Rp 60.000.000,-
b. PBB kantor Rp 5.000.000,-
c. Pajak kendaraan bermotor perusahaan Rp 3.000.000,-
d. Retribusi daerah perusahaan Rp 2.000.000,-
k. Biaya lain-lain
a. Sumbangan kepada yayasan sosial Panti Jompo Rp 2.500.000,-
b. Sumbangan HUT RI Rp 2.000.000,-
c. Pakaian seragam satpam Rp 500.000,-
l. Di luar penghasilan di atas, terdapat info penghasilan lain:
a. Bapak Murya memiliki keahlian perpajakan dan pernah memberikan
konsultasi pajak ke PT X selama 1 bulan. Gaji yang diterima adalah Rp
8.000.000,- dan sudah dipotong PPh pasal 21 sebesar Rp 200.000,-. Setiap
tahun Pak Murya memberikan konsultasi pada PT X.
b. Cahaya memperoleh royalti dari PT Mizan atas novel-novel yang ditulis
sebesar Rp 10.000.000,-. PT Mizan sudah memotong PPh 23 atas royalti
tersebut.
c. Ibu Ersita menjadi pembicara tetap Workshop Wirausaha dan memperoleh
honor Rp 3.000.000,-. Honor sudah dipotong PPh pasal 21 sebesar Rp
150.000,-

Diminta:
1. Hitunglah laba hasil usaha menurut fiskal.
2. Buatlah perhitungan untuk menentukan berapakah jumlah pajak terhutang Pak
Murya dalam satu tahun fiskal.
3. Hitunglah kredit pajak dan tentukan berapakah jumlah pajak kurang/lebih bayar.
4. Hitunglah PPh 25 untuk tahun fiskal 2011.

Soal 3(30%)
Berikut ini adalah informasi tentang gaji, honor dan pesangon yang dibayarkan oleh PT
Selalu Jaya kepada berapa karyawan serta tenaga ahli pada tahun 2010.

a. Bapak Niko Sempurna


Niko telah bekerja sejak tahun 2005 dan sejak tahun 2009 Niko diangkat sebagai
Manajer Keuangan. Pada tahun 2010, Niko memperoleh gaji pokok Rp 5.000.000,-
per bulan, tunjangan jabatan Rp 4.000.000,- per bulan dan tunjangan pembelian
mobil senilai Rp 6.000.000,- per bulan. Pada tahun 2010 Niko juga mendapatkan
fasilitas sebuah iPad seharga Rp 8.000.000,-. Fasilitas lain yang diterima Niko adalah
makan siang di kantor senilai Rp 1.000.000,- per bulan. Fasilitas makan siang ini
diberikan bagi seluruh karyawan, namun dengan nilai yang berbeda, tergantung
pada jabatannya. Selain itu, Niko juga diikutkan dalam program Jamsostek, asuransi
dan pensiun sebagai berikut:
 Premi Jamsostek:
o Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): 2% dibayar perusahaan, 0,5% dipotong dari
gaji Niko
o Jaminan Kematian (JKM): 3% dibayar perusahaan, 1% dipotong dari gaji Niko
o Jaminan Hari Tua: 5% dibayar perusahaan, 2% dipotong dari gaji Niko
 Premi Asuransi Kesehatan di PT AIA (dibayar perusahaan) Rp 700.000,-
4 UTS Semester Genap 2011/2012
Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Pada Agustus 2010, Niko Sempurna juga menerima pembayaran THR sebesar Rp
9.000.000,- dan pada Desember 2010 menerima bonus tahunan sebesar Rp
18.000.000,-
Niko telah menikah, istrinya bekerja sebagai konsultan di PT Makenji dan dosen di
STIE Pancasakti, sebuah perguruan tinggi swasta. Niko memiliki 1 orang anak dan
juga menanggung seorang adik kandung dan seorang adik ipar yang masih kuliah.

b. Henny Cahaya
Henny telah bekerja sejak tahun 2002. Pada Desember tahun 2009, Henny
mengajukan pengunduran diri mulai Januari 2010, karena mengikuti suami pindah
ke Australia. Pada Januari 2010, Henny menerima uang penghargaan masa kerja dan
uang pisah sesuai ketentuan perusahaan sebesar Rp 20.000.000,-

c. Michael Smith
Smith adalah warga negara Amerika yang bekerja di Perusahaan sejak tahun 2006
dan menerima gaji sebesar Rp 50.000.000,- per bulan. Pada bulan Maret 2010,
perusahaan tidak memperpanjang kontrak Smith. Pada 15 April 2010, Smith dan
istrinya kembali ke negaranya. Selama tinggal di Indonesia, Smith membawa serta
istrinya yang juga warga negara Amerika.

d. Budi Wicaksana
Budi adalah karyawan kontrak untuk masa 6 bulan yang dibayar secara harian. Upah
yang diterima Budi adalah sebesar Rp 100.000,- per hari. Budi mulai bekerja pada
November 2010. Selama bulan November dan Desember 2010, Budi bekerja masing-
masing selama 20 hari.

e. Dinna Erika
Dinna adalah tenaga ahli pemasaran yang dikontrak perusahaan selama 1 tahun,
mulai 1 Maret 2010 hingga 28 Februari 2011 dengan fee yang dibayar secara
bulanan sebesar Rp 25.000.000,- per bulan.

f. Wita Asmara
Pada tahun 2010, perusahaan melakukan lomba pembuatan logo perusahaan.
Pemenangnya adalah Wita Asmara. Untuk itu Wita memperoleh hadiah sebesar Rp
30.000.000,- netto.

g. Pada tahun 2010, dalam rangka melaksanakan kegiatan Corporate Social


Responsibility, perusahaan mengadakan pelatihan bagi 100 pedagang kecil selama 2
hari. Untuk setiap peserta pelatihan perusahaan memberikan uang saku, sebagai
pengganti karena tidak berdagang, sebesar Rp 500.000,- per peserta.

Diminta:
1. Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong perusahaan pada tahun 2010
berdasarkan informasi tersebut di atas.
2. Diketahui bahwa istri Niko Sempurna memperoleh penghasilan dari PT Makenji
sebesar Rp 20.000.000,- per bulan dan memperoleh penghasilan sebagai dosen tidak
tetap dari STIE Pancasakti sebesar Rp 4.000.000,- per bulan, Atas penghasilan ini
telah dipotong PPh pasal 21 oleh PT Makenji dan STIE Pancasakti. Istri Niko
Sempurna mempunyai NPWP yang terpisah dari NPWP Niko Sempurna. Hitunglah
PPh 21 yang terutang oleh Niko Sempurna pada tahun 2010 dan hitunglah jumlah
lebih/kurang bayar PPh Niko pada tahun 2010.

UTS Semester Genap 2011/2012 5


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 4
PT Mitra Persada Indonesia (MPI) adalah perusahaan pemilik merek “Bebek Bonsai”. Di
samping memiliki beberapa outlet, PT MPI juga menjual merk “Bebek Bonsai”. Dalam 3
bulan pertama tahun 2011, transaksi yang terjadi sebagai berikut.

1. PT MPI membayar tagihan dari PT Adi Jaya atas penggunaan air dan listrik outlet
“Bebek Bonsai” di Apartemen Paku Buwono Rp 4.000.000,-
2. Pada 5 Maret 2011, PT MPI membayar honor jasa konsultasi perpajakan dan
pembukuan Bapak Hadi Prawiro sebesar Rp 15.000.000,-
3. PT MPI menyertakan karyawannya dalam program asuransi kesehatan dan
kecelakaan di PT Cigna Indonesia. Pada bulan Maret 2011 PT MPI menerima
pembayaran manfaat asuransi dari PT Cigna Indonesia sebesar Rp 25.000.000,-
4. Untuk meningkatkan mobilitasnya, PT MPI membeli 20 unit sepeda motor di PT
Toyota Astra Motor. Masing-masing motor harganya Rp 25.000.000,-
5. CV Selera Makan membayar royalti atas penggunaan merek “Bebek Bonsai” sebesar
Rp 30.000.000,-. CV Selera Makan sudah mempunyai NPWP.
6. PT MPI mendapat hadiah sebuah mobil senilai Rp 150.000.000 dari Bank Artha
Benda.
7. PT MPI menerima pesanan 100 kotak paket “Bebek Bonsai” untuk keperluan RUPS
PT Adu Untung, senilai Rp 6.000.000,-
8. PT MPI menerima pesanan 500 kotak paket makanan “Bebek Bonsai” untuk
keperluan konsumsi dalam acara temu Gubernur DKI dengan pedagang kaki lima di
kantor Pemda DKI Jakarta senilai Rp 15.000.000,-
9. PT MPI mempekerjakan seorang koki berkebangsaan Inggris, Michael Rourke.
Michael tinggal di Indonesia kurang dari 183 hari, sudah beristri, dan mempunyai 2
orang anak. Michael memperoleh pembayaran dari PT MPI USD 5.000,- pada 28
Maret 2011 (KMK USD 1 = RP 8.720,-)
10. Untuk menyusun laporan keuangan 2010, PT MPI menggunakan jasa KAP Cinde
Laras dan Rekan. Atas pekerjaan pembukuan tahun 2010, PT MPI membayar KAP
Cinde Laras pada 31 Maret 2011 Rp 35.000.000,-
11. PT MPI mempunyai pinjaman kepada PT Nirwana (bukan bank) sebesar Rp
1.000.000.000,- dengna tingkat bunga pinjaman 20% per tahun. Bulan Februari
2011, PT MPI membayar bunga pinjaman tahun 2010.
12. PT MPI memberi bantuan beasiswa skripsi untuk 10 orang mahasiswa FEUI sebesar
Rp 20.000.000,-.

Dari transaksi-transaksi di atas, Anda diminta untuk menjawab dalam bentuk tabel
pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Menentukan jenis pajak penghasilan
b. Menentukan apakah terdapat pajak yang dipotong/dipungut
c. Menentukan pihak yang memotong/memungut pajak (bila ada)
d. Menentukan jenis pajak final atau dapat dikreditkan
e. Besarnya pajak yang dipotong (bila ada)

Jawaban
Soal 1
1. Fungsi reguler adalah menjadikan pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan
kebijakan di bidang sosial dan ekonomi, misalnya dengan tujuan untuk menstimulasi

6 UTS Semester Genap 2011/2012


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

ekonomi agar dapat bertumbuh dengan cepat, bukan hanya pengenaan pajak yang tinggi.
Empat contoh peraturan pajak penghasilan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk
mengejar tujuan tersebut misalnya:
a. Kompensasi kerugian. Dengan diimplementasikannya sistem kompensasi kerugian,
perusahaan yang mengalami kerugian tidak perlu dikenakan pajak pada tahun
berikutnya, selama keuntungan yang dialami perusahaan belum menutupi jumlah
kerugian yang dialami. Hal ini menjadi insentif bagi perusahaan untuk beroperasi di
Indonesia karena tidak akan dikenakan pajak saat mengalami kerugian. (PPh pasal 6)
b. Pengkreditan pajak atas penghasilan yang sudah dikenakan pajak di luar negeri (PPh
pasal 24).
c. Impor yang dimaksudkan untuk diekspor kembali tidak dikenakan pajak, sehingga
menjadi insentif bagi pabrik-pabrik untuk membuka operasi di Indonesia, karena
impor barang yang dimaksudkan untuk diekspor kembail tidak dikenakan pajak. (PPh
pasal 22)
d. Penghasilan bentuk usaha tetap yang akan dikirimkan kembali ke luar dikenakan pajak
20%, kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia, sehingga menjadi
insentif bagi perusahaan untuk menanamkan modal kembali untuk mengembangkan
operasi di Indonesia. (PPh pasal 26)

2. Perbedaan
a. Perusahaan asuransi dan dana pensiun
 Perusahaan dana pensiun tidak dikenakan pajak saat menerima iuran, sedangkan
premi asuransi dikenakan pajak
b. Perusahaan yang ikut serta dalam program asuransi
 Pembayaran premi dapat dijadikan sebagai deductible expenses
c. Perusahaan yang memberi iuran pensiun dan asuransi kepada karyawan
 Asuransi yang dibayarkan kantor bersifat deductible bagi perusahaan dan taxable
bagi karyawan karena menjadi tambahan pendapatan
 Dana pensiun yang dibayarkan kantor dapat menjadi bersifat deductible bagi
perusahaan namun bersifat non taxable bagi karyawan karena tidak menjadi
tambahan pendapatan
d. Individu yang ikut dalam program asuransi dan dana pensiun
 Iuran pensiun dapat dijadikan pengurang pendapatan, sedangkan premi asuransi
tidak dijadikan pengurang penghasilan
 Pembayaran atas dana asuransi tidak dijadikan obyek pajak, sedangkan pendapatan
dari dana pensiun menjadi obyek pajak

3. Kewajiban-kewajiban
a. Memotong penghasilan yang diberikan kepada karyawan dan penerima imbalan pada
saat penghasilan diberikan kepada karyawan atau penerima imbalan (PPh 21)
b. Membayarkan pajak atas penghasilan yang diterima dari penjualan barang di industri
tertentu dan pembelian barang sangat mewah (PPh 22) serta menerima penghasilan
yang telah dipotong pajak (PPh 22) dalam kasus penyerahan kepada bendaharawan
negara serta kasus impor.
c. Dikenakan pajak atas penanaman modal, penyewaan aset fisik dan finansial,
keterlibatan dalam pekerjaan atau kegiatan, dan pemberian jasa tertentu (PPh 23)
d. Membayarkan pajak yang sudah dikurangkan kredit pajak atas penghasilan yang
sudah dikenakan pajak di luar negeri pada saat pelaporan SPT (PPh 24)
e. Membayarkan angsuran pajak pada tahun berjalan yang berbasis pada pendapatan
tahun lalu (PPh 25)

UTS Semester Genap 2011/2012 7


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

f. Memotong pajak dari jumlah bruto atas dividen, bunga, royalti, sewa, imbalan jasa,
hadiah, pensiun, premi swap, keuntungan pembebasan utang, dan lain-lain atas WP
LN pada saat pemberian (PPh 26)
g. Melunasi kekurangan pajak sebelum SPT Pajak Penghasilan disampaikan (PPh 29)

4. Pemberian gratifikasi berupa uang atau hadiah (kecuali dalam bentuk entertainment)
tidak boleh diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan. Selain itu, sudah dijalankan
peraturan yang melarang PNS atau pejabat negara untuk menerima hadiah. Dengan
peraturan yang sudah ada akan membuat perusahaan berpikir ulang untuk memberi
gratifikasi, karena tidak dapat dikurangkan, serta melanggar peraturan. Terlebih lagi,
belakangan KPK menjadi lebih “agresif” dalam memberantas korupsi, terutama terkait
dengan pejabat-pejabat tinggi, sehingga akan menjadi lebih rentan bagi perusahaan
untuk memberi gratifikasi. Untuk menambah pajak yang diterima negara, bisa saja dibuat
peraturan yang mengatur bahwa entertainment yang diberikan kepada pejabat negara
ataupun PNS tidak boleh dijadikan deductible expenses, serta entertainment yang tidak
disertai daftar kehadiran resmi tidak boleh dijadikan deductible expenses. (saran yang
kedua sudah diimplementasikan, saran pertama dijadikan penambahan dari saran
kedua).

Soal 2

Laporan Keuangan Fiskal


Penjualan bruto Rp2,600,000,000.00 Rp2,600,000,000.00
Retur penjualan Rp(100,000,000.00) Rp(100,000,000.00)
Penjualan netto Rp2,500,000,000.00 Rp2,500,000,000.00

Harga pokok
penjualan Rp(1,500,000,000.00) Rp(1,500,000,000.00)

Laba bruto Rp1,000,000,000.00 Rp1,000,000,000.00

Beban operasional
Gaji, tunjangan Rp200,000,000.00 Rp200,000,000.00
Premi asuransi Rp40,500,000.00 Rp30,500,000.00
Listrik dan telepon Rp30,000,000.00 Rp28,000,000.00
Perjalanan Rp50,000,000.00 Rp45,000,000.00
Sewa bangunan Rp24,000,000.00 Rp20,000,000.00
Bunga pinjaman Rp20,500,000.00 Rp20,500,000.00
Piutang tak tertagih Rp10,000,000.00 Rp8,000,000.00
Penyusutan Rp100,000,000.00 Rp75,000,000.00
Pajak dan retribusi Rp70,000,000.00 Rp10,000,000.00
Lain-lain Rp5,000,000.00 Rp500,000.00
Total beban
operasional Rp(550,000,000.00) Rp437,500,000.00

8 UTS Semester Genap 2011/2012


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Laba operasional Rp450,000,000.00 Rp562,500,000.00

Pendapatan (beban)
lain-lain
Dividen PT Sukaria Rp50,000,000.00 Rp0.00
Hadiah undian Bank
INB Rp50,000,000.00 Rp0.00
Laba (rugi) sebelum
pajak Rp550,000,000.00 Rp562,500,000.00

1. Laba hasil usaha = Rp 668.000.000,-

2. Pajak terutang Pak Murya


Laba hasil usaha yang diterima secara fiskal = Rp 562.500.000,-
Penghasilan tambahan
Pendapatan konsultan = Rp 8.000.000,-
Royalti novel anak = Rp 10.000.000,-
Total pendapatan = Rp 580.500.000,-
PTKP (K/1) [asumsi PTKP lama]
Wajib pajak = Rp 15.840.000,-
Kawin = Rp 1.320.000,-
2 anak = Rp 1.320.000,-
Total PTKP = Rp 18.480.000,-
Penghasilan kena pajak = Rp 562.020.000,-

PPh 21 terutang
5% x Rp 50.000.000,- = Rp 2.500.000,-
15% x Rp 200.000.000,- = Rp 30.000.000,-
25% x Rp 250.000.000,- = Rp 62.500.000,-
30% x Rp 62.020.000,- = Rp 18.606.000,-
Total PPh 21 terutang setahun = Rp 113.606.000,-

3. Kredit pajak dan jumlah kelebihan / kekurangan bayar


Kredit pajak =
PPh 22 atas penyerahan barang = Rp 7.500.000,-
Potongan PPh 21 = Rp 200.000,-
Potongan PPh 23 = 15% x Rp 10.000.000,- = Rp 1.500.000,-
Angsuran PPh 25 = Rp 60.000.000,-
Total kredit pajak = Rp 69.200.000,-

PPh kurang bayar = Rp 113.606.000,- - Rp 69.200.000,- = Rp 44.406.000,-

4. PPh 25
Penghasilan kena pajak = Rp 562.500.000,-
Penyesuaian =
Penjualan kepada pemerintah = (asumsi margin keuntungan = (penjualan bruto –
HPP)/penjualan bruto) = Rp 211.538.461,54
Penghasilan teratur = Rp 562.500.000,- - Rp 211.538.461,54 = Rp 350.961.538,46
PPh terutang =
5% x Rp 50.000.000,- = Rp 2.500.000,-
15% x Rp 200.000.000,- = Rp 30.000.000,-

UTS Semester Genap 2011/2012 9


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

25% x Rp 100.961.538,46,- = Rp 25.240.384,60


Total = Rp 57.740.384,60
Kredit pajak =
Potongan PPh 21 = Rp 200.000,-
Potongan PPh 23 = Rp 1.500.000,-
Total kredit pajak = Rp 1.700.000,-

Angsuran PPh 25 per tahun = Rp 56.040.384,60


Angsuran PPh 25 per bulan = Rp 56.040.384,60 : 12 = Rp 4.670.032,05

Soal 3
Nikko Sempurna
Gaji pokok Rp5,000,000
Tunjangan jabatan Rp4,000,000
Tunjangan pembelian mobil Rp6,000,000
Premi iuran JKK Rp100,000
Premi iuran JKM Rp150,000
Premi asuransi kesehatan Rp700,000
Penghasilan bruto/bulan Rp15,950,000
Penghasilan bruto/tahun Rp191,400,000
THR Rp9,000,000
Bonus Rp18,000,000
Penghasilan bruto 2010 Rp218,400,000
Pengurangan:
Biaya jabatan Rp6,000,000
Iuran JHT Rp1,200,000 Rp7,200,000
Penghasilan netto 2010 Rp211,200,000
PTKP (K/1)
Wajib pajak Rp15,840,000
Status kawin Rp1,320,000
1 tanggungan anak Rp1,320,000 Rp18,480,000
Penghasilan kena pajak 2010 Rp192,720,000
PPh Pasal 21 terutang tahun 2010
5% Rp50,000,000 = Rp2,500,000
15% Rp142,720,000 = Rp21,408,000
PPh Pasal 21 terutang setahun (2010) Rp23,908,000

Henny Cahaya
Uang pesangon Rp20,000,000
PPh 21 terutang atas pesangon
0% Rp20,000,000 = Rp-

Michael Smith
PPh 21 atas gaji
Gaji sebulan Rp50,000,000
Pengurangan
Biaya jabatan Rp500,000

10 UTS Semester Genap 2011/2012


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Penghasilan netto/bulan Rp49,500,000


Penghasilan netto/tahun Rp594,000,000
PTKP (K/0)
Wajib pajak Rp15,840,000
Status kawin Rp1,320,000 Rp17,160,000
Penghasilan kena pajak 2010 Rp576,840,000
PPh Pasal 21 terutang setahun
5% Rp50,000,000 = Rp2,500,000
15% Rp200,000,000 = Rp30,000,000
25% Rp250,000,000 = Rp62,500,000
30% Rp76,840,000 = Rp23,052,000
PPh Pasal 21 terutang setahun Rp118,052,000
PPh Pasal 21 terutang sebulan Rp9,837,666.67

PPh 22 atas gaji sampai Maret 2010


Gaji selama 3 bulan Rp150,000,000
Pengurangan
Biaya jabatan Rp1,500,000
Penghasilan netto selama 5 3 bulan Rp148,500,000
Jumlah seluruh penghasilan netto disetahunkan Rp594,000,000
PTKP (K/0)
Wajib pajak Rp15,840,000
Status kawin Rp1,320,000 Rp17,160,000
Penghasilan kena pajak Rp576,840,000
PPh Pasal 21 terutang setahun
5% Rp50,000,000 = Rp2,500,000
15% Rp200,000,000 = Rp30,000,000
25% Rp250,000,000 = Rp62,500,000
30% Rp76,840,000 = Rp23,052,000
PPh Pasal 21 terutang penghasilan 3 bulan Rp29,513,000
Rp
PPh Pasal 21 telah dibayar selama 2 bulan 19,675,333.33
PPh Pasal 21 harus dipotong Rp9,837,666.67

Budi Wicaksana
Upah
harian Rp100,000
di bawah batas harian Rp 150.000,-
PKP sehari Rp-
PPh Pasal 21 dipotong atas upah sehari Rp-

Pada hari ke 14, akumulasi gaji telah melebihi PTKP


Upah 14 hari kerja Rp1,400,000
PTKP = 14/360*(15840000) Rp616,000
Penghasilan kena pajak Rp784,000
PPh pasal 21 terutang s/d hari 14 Rp39,200
PPh pasal 21 telah dibayar s/d hari 13 Rp-

UTS Semester Genap 2011/2012 11


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

PPh pasal 21 yang harus dipotong hari 14 Rp39,200

Selanjutnya
Upah sehari Rp100,000
PTKP Rp44,000
PKP sehari Rp56,000
PPh pasal 21 terutang Rp2,800

Dinna Erika
Gaji bulanan Rp25,000,000
Penghasilan netto/bulan Rp25,000,000
Penghasilan netto 10 bulan Rp250,000,000
Penghasilan kena pajak Rp250,000,000
Dasar pengenaan pajak Rp125,000,000
PPh pasal 21 terutang setahun
5% Rp50,000,000 = Rp2,500,000
15% Rp75,000,000 = Rp11,250,000
PPh pasal 21 terutang setahun Rp13,750,000
PPh pasal 21 terutang sebulan Rp1,375,000

Wita Asmara
Penghasilan netto Rp30,000,000
PPh pasal 21 terutang Rp1,500,000

CSR
Imbalan per peserta Rp500,000
PPh pasal 21 terutang Rp25,000

PPh 21 untuk Niko Sempurna


[perhitungan penghasilan Niko Sempurna sudah ada di atas]

Penghasilan istri
PT Makenji
Gaji pokok Rp20,000,000
Pengurangan
Biaya jabatan Rp500,000
Penghasilan netto/bulan Rp19,500,000
Penghasilan netto/tahun Rp234,000,000
PTKP
Wajib pajak Rp15,840,000 Rp15,840,000
Penghasilan kena pajak Rp218,160,000

PPh 21
5% Rp50,000,000 Rp2,500,000
15% Rp168,160,000 Rp25,224,000
Rp27,724,000
12 UTS Semester Genap 2011/2012
Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Dosen STIE Pancasakti


Gaji pokok Rp4,000,000
Penghasilan netto/bulan Rp4,000,000
Penghasilan netto/tahun Rp48,000,000
Penghasilan kena pajak Rp48,000,000
Dasar pengenaan pajak (bukan pegawai) Rp24,000,000

PPh 21
5% Rp24,000,000 Rp1,200,000
Rp1,200,000

Gaji pokok Rp5,000,000


Tunjangan jabatan Rp4,000,000
Tunjangan pembelian mobil Rp6,000,000
Premi iuran JKK Rp100,000
Premi iuran JKM Rp5,000,000
Premi asuransi kesehatan Rp700,000
Penghasilan bruto/bulan Rp20,800,000
Penghasilan bruto/tahun Rp249,600,000
THR Rp9,000,000
Bonus Rp18,000,000
Penghasilan bruto 2010 Rp276,600,000
Pengurangan:
Biaya jabatan Rp6,000,000
Iuran JHT Rp1,200,000 Rp7,200,000
Penghasilan netto 2010 Rp269,400,000
Penghasilan istri PT Makenji Rp218,160,000
Penghasilan istri STIE Pancasakti Rp24,000,000
Penghasilan total Rp511,560,000
PTKP (K/1)
Wajib pajak Rp15,840,000
Penghasilan istri Rp15,840,000
Status kawin Rp1,320,000
1 tanggungan anak Rp1,320,000 Rp34,320,000
Penghasilan kena pajak Rp477,240,000

PPh 21
5% Rp50,000,000 Rp2,500,000
15% Rp200,000,000 Rp30,000,000
25% Rp227,240,000 Rp56,810,000
Rp89,310,000

NPWP Istri terpisah


Prorata
Total penghasilan istri (kena pajak) Rp242,160,000

UTS Semester Genap 2011/2012 13


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
Presented by: SPA – Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

PPh 21 harus dibayarkan suami Rp47,032,829.07


PPh 21 harus dibayarkan istri Rp42,277,171.02

PPh 21 suami sudah dibayarkan Rp23,908,000


PPh 21 suami kurang bayar Rp23,124,829

Soal 4
PT MPI
Pajak Pihak
Jenis dipoton pemoton Jenis pajak
Pajak g/ g/ final / Besarnya
Penghas dipungu pemungu dapat pemotongan
ilan t t pajak dikreditkan pajak
Pembayaran tagihan listrik dan
air tidak ada
50%
pendapat
an, tidak
Pembayaran jasa konsultasi dapat ada PTKP,
perpajakan PPh 21 ya PT MPI dikreditkan Rp375,000 layer
bukan
Menerima pembayaran manfaat PPh potong/ PT Cigna
asuransi pasal 4 pungut Indonesia
dapat
Pembelian motor PPh 22 ya PT TAM dikreditkan Rp2,250,000 0,45%
CV Selera dapat
Penerimaan pembayaran royalti PPh 23 ya Makan dikreditkan Rp4,500,000 15%
Bank
Artha dapat Rp37,500,00
Penerimaan hadiah mobil PPh 23 ya Benda dikreditkan 0 25%
Penerimaan pesanan tidak ada
Pemda dapat
Penerimaan pesanan dari Pemda PPh 22 ya DKI dikreditkan Rp225,000 1.50%
Pembayaran pekerja WNA <183 20%
hari PPh 26 ya PT MPI final Rp8,720,000 bruto
dapat
Pembayaran jasa KAP PPh 23 ya PT MPI dikreditkan Rp700,000 2% bruto

Pembayaran bunga pinjaman ke dapat Rp30,000,00


bukan bank PPh 23 ya PT MPI dikreditkan 0 15%
Pemberian beasiswa bukan obyek pajak

14 UTS Semester Genap 2011/2012


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
 
   
MOJAKOE  
Perpajakan   1  

Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa


seizin SPA FEUI. Mojakoe dapat didownload di
www.spa-feui.com

Official Learning Partner: Official Media Partner:

@spafeui SPA FEUI www.spa-feui.com


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

Ujian  Tengah  Semester  


Semester  Genap  2012/2013  
Tim  Dosen-­‐Paralel  
 
SOAL  1  (20%)  
a.   Penghasilan   menurut   UU   PPh   adalah   setiap   tambahan   kemampuan  
ekonomi  yang  diterima  atau  diperoleh  wajib  pajak,  baik  yang  berasal  dari  
Indonesia   dan   dari   luar   Indonesia   yang   dipakai   untuk   konsumsi  
atau  untuk  menambah  kekayaan...  
  Jelaskan   bagaimana   penerapan   definisi   “dari   Indonesia   dan   dari   luar  
Indonesia”  dalam  regulasi  pajak  di  Indonesia.  Saat  ini  KPK  mengeluarkan  
daftar   kekayaan   pejabat   publik,   bagaimana   informasi   tersebut   dapat  
dimanfaatkan  oleh  DJP  dalam  meningkatkan  jumlah  pajak  sesuai  dengan  
definisi  di  atas?  
b.   Asuransi   baik   sebagai   beban,   pendapatan   premi,   dan   klaim   asuransi  
memiliki  aturan  tersendiri  menurut  UU  PPh.  Jelaskan  bagaimana  asuransi  
dari  sudut  pandang  individu,  perusahaan  yang  membayar  asuransi  untuk  
keperluan   perusahaan,   perusahaan   yang   membayarkan   asuransi   untuk  
karyawan  dan  perusahaan  asuransi?  
c.   Jelaskan   azas   dalam   perpajakan   menurut   Adam   Smith   dan   aplikasinya  
dalam  regulasi  dan  sistem  pajak  di  Indonesia?  Bagaimana  meningkatkan  
tingkat   kepatuhan   membayar   pajak   dengan   berdasarkan   azas   pajak  
tersebut?  
d.   Jelaskan   perbedaan   secara   konseptual   cara   penentuan   jumlah   pajak  
terutang   untuk   perusahaan   perseroan,   perusahaan   perorangan,  
perusahaan   firma   dan   perusahaanyang   memperoleh   ijin   melakukan  
pencatatan.  
 
SOAL  2  (20%)  
PT   Lawu   pada   bulan   Maret   2013   melakukan   pembayaran   kepada  
beberapa   pegawai   berikut   ini.   (masing-­‐masing   kasus   anggap   sebagai  
transaksi  yang  terpisah)  
a.   Pak   Kaya   sebagai   komisaris   independen   menerima   gaji   sebesar   40juta  
perbulan.  Bulan  Maret  ini  merupakan  bulan  terakhir  Pak  Karya  menjabat  
sebagai   komisaris.   Pada   bulan   Maret   Pak   Karya   juga   menerima   tantiem  
sebesar  100juta.  
 
b.   Kirana   seorang   gadis   bekerja   sebagai   staf   bagian   keuangan   baru   mulai  
bekerja   pada   bulan   Maret   2013.   Gaji   sebulan   8.000.000.   Perusahaan  
mengikuti  program  Jamsostek,  premi  jaminan  kecelakaan  kerja  0,5%  dan  
premi  jaminan  kematian  0,3%  dari  gaji  dibayar  oleh  pemberi  kerja.  Premi  
jaminan   hari   tua   yang   ditanggung   oleh   pemberi   kerja   3,7%,   sedangkan  
kirana   membayar   premi   jaminan   hari   tua   sebesar   2%   dari   gaji.  
Perusahaan  membayar  iuran  pensiun  untuk  Kirana  sebesar  200.000  dan  
Kirana  membayar  iuran  pensiun  sendiri  300.000.  
c.     Pak  Gilang  menikah  dengan  4  orang  anak  bekerja  sebagai  pegawai  tetap  
bagian   tugas   luar   dengan   gaji   yang   dibayar   mingguan.   Pak   Gilang  
menerima   gaji   pada   minggu   terakhir   di   bulan   Maret   sebesar   800.000  

MOJAKOE Perpajakan 1 2 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
ditambah   lembur   sebesar   150.000.   lembur   ini   merupakan   pengahsilan  
yang  rutin  karena  setiap  minggu  adanamun  jumlahnya  tidak  sama  setiap  
minggunya.  
d.   Sally,   seorang   konsultan   dari   Singapura   bekerja   selama   2   minggu   di  
perusahaan.   Atas   konsultasinya   Sally   dierikan   honor   sebesar   10.000   USD.  
Kurs   KMK   yang   berlaku   pada   saat   pembayaran   honor   Rp9.600.  
Akomodasi   dan   transportasi   sally   selama   di   Jakarta   ditanggung.  
Perusahaan   mengeluarkan   Rp4.500.000   untuk   transportasi,  
Rp12.000.000  untuk  hotel.  
e.   Pak  Nurdin  (K/1)  pada  18  Maret  2013  dikontrak  selama  2  minggu  (5  hari  
kerja)   untuk   membersihkan   taman   dengan   honor   Rp250.000   perhari.  
Nurdin  dibayar  setiap  hari  Jumat,  pembayaran  gaji  di  bulan  Jumat  kedua  
sebesar  250.000  x  5  =  1.250.000  
Diminta  :  
1.   Hitunglah   jumlah   pajak   PPh   21   yang   dipotong   pada   saat   membayar   gaji  
Pak   Karya,   Kirana,   Pak   Gilang,   Sally,   dan   Nurdin   untuk   honor   yang  
diterima  pada  minggu  kedua.  
2.   Buatlah  jurnal  yang  dibuat  oleh  perusahaan  pada  saat  membayar  Kirana  
dan  Sally.  
 
SOAL  3  (20%)  
PT   Terbit   Sempurna   (Perusahaan)   bergerak   dalam   berbagai   bidang   usaha  
dimana   selama   tahun   2012   telah   melakukan   kegiatan   sebagai   berikut   :   (tarif  
tabel  ada  dibawah)  
1. Perusahaan  terkait  kontrak  pengadaan  barang  cetak  dengan  Pemerintah  
Kota   (pemkot)   Depok   senilai   Rp678.951.000.   Karena   barang   cetakan  
tersebut   sangat   dibutuhkan,   maka   sebagian   dari   barang   cetakan   itu  
senilai   Rp52.000.000   telah   diserahkan   kepada   Pemkot   Depo   dan  
Perusahaan  menerima  pembayaran  dimuka  sebesar  Rp67.895.000  
2. Demi   kelancaran   proyek   yang   sedang   berjalan,   Perusahaan   telah  
menyewa  dengan  pembayaran  dimuka  :  
a. Lima   buah   ruang   kantor   PT   Tegar   Berdiri   selaku   pengelola   Gedung  
Sentral   Arta   untuk   masa   tiga   tahun   senilai   total   Rp835.200.000  
setelah  dipotong  Pajak  Penghasilan  (PPh)  
b. Lima   buah   mobil   dari   CV   Sembilan-­‐Sembilan   untuk   masa   tiga   tahun  
senilai  total  Rp417.600.000  
 
3. Perusahaan  membantu  penjualan  aset  milik  Mr.  Sneijder,  seorang  warga  
negara  Belanda  yang  dulu  pernah  tinggal  di  Indonesia  sebelum  meninggal  
dunia  dua  tahun  yang  lalu.  Aset  yang  dijual  meliputi  tanah,  di  Bekasi  dan  
500.000   lembar   saham   PT   ABCD   (Persero)   Tbk.   Seluruh   hasil   penjualan  
aset   tersebut,   setelah   dikurangi   komisi   Perusahaan   sebesar   10%   dari  
penjualan,  diserahkan  kepada  ahli  waris  Mr.  Sneijder  di  Belanda  dimana  
tanah  berhasil  dijual  dengan  harga  Rp1.600.000.000  dan  saham  berhasil  
dijual  di  bursa  efek  dengan  harga  Rp5.000  perlembar.  

MOJAKOE Perpajakan 1 3 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
4. Mengimpor   infrastrukturkomunikasi   dengan   harga   USD250.000,   freight  
5%  dari  cost,  dan  asuransi  1%  dari  c&F,  dimana  bea  masuk  25%  dari  CIF  
serta   bea   masuk   tambahan   Rp527.611.000,   belum   termasuk   Pajak  
Pertambahan   Nilai   (PPN)   10%   dan   Pajak   Penjualan   Atas   Barang   Mewah  
(PnBM)   20%.   Saat   itu   kurs   BankIndonesia   adalah   Rp8.900   sementara  
kurs   berdasarkan   keputusan   Mentri   Keuangan   adalah   Rp9.400.  
Perusahaan  sudah  memiliki  Angka  Pengenal  In=mportir  (API).  
5. Membayar   biaya   rancang   bangun   kepada   Bapak   Cendikia   selaku   arsitek  
profesional  untuk  mendesain  kantor  senilai  Rp521.000.000  
6. Menjual  mobil  dinas  direksi  seharga  Rp160.000.000  dimana  harga  pasar  
mobil  tersebut    adalah  Rp211.000.000  
7. Membayar   bunga   kepada   Bank   XYZ   sebesar   Rp52.000.000   ditambah  
pokok  pinjaman  Rp522.000.000.  
8. Membayar   bunga   royalti   kepada   Bapak   Eko   sebesar   Rp200.000.000  
ditambah  denda  keterlambatan  Rp20.000.000  
9. Memberika   hadiah   kepada   juara   lomba   lari   maraton   yang  
diselenggarakan  Perusahaan  masing-­‐masing  senilai  :  
a. Bapak  Doyok  –  Juara  I,  Rp80.000.000  
b. Bapak  Andar  –  Juara  II,  Rp50.000.000  
c. Bapak  Siahaan  –  Juara  III,  Rp30.000.000  
10. Perusahaan       menerima   pembayaran   dividen   sebesar   Rp835.000.000  
setelah   dipotong   PPh   dari   PT   Deru   Campur   Debu   dimana   perusahaan  
menguasai   20%   sahamnya.   Dari   total   jumlah   dividen   yang   diterima  
perusahaan  tersebut,  Rp335.000.000  berasal  dari  cadangan  laba  ditahan  
PT  Deru  Campur  Debu.  

Nilaitransaksi  diatas  adalah  nilai  sebelum  pajak  kecuali  disebutkan  lain.  Seluruh  
pihak   dalam   transaksi   juga   diasumsikan   telah   memiliki   Nomor   Pokok   Wajib  
Pajak  (NPWP).  
Dari  sudut  pandang  perusahaan  (PT  Terbit  Sempurna)  :  
1. Untuk   setiap   transaksi   diatas,   tentukan   PPh   yang   terutang,   sifat   PPh  
(final/tidak   final),   siapa   pemotong/pemungutnya,   berapa   nilai   PPh   yang  
terutang   termasuk   perhitungannya,   disertai   keterangan   transaksi   yang  
diperlukan,   sesuai   dengan   format   tabel   dibawah.   Perhatikan   juga   bahwa  
dalam  satu  nomor  mungkin  terdapat  lebih  dari  satu  transaksi.  Anda  juga  
harus   mengidentifikasi   transaksi   yang   tidak   terutang   witholding   tax  
dengan  keterangan  “tidak  terutang  witholding  tax”.  
No   Transaksi   Jenis   Sifat   Dipotong   Nama   Nilai   Perhitungan   Keterangan  
PPh   PPh   /dipungut   Pemotong/   PPh   PPh  
pemungut  
                 
*)   buatlah   pada   halaman   tengah   folio   sehingga   memudahkan  
Anda  untuk  bekerja  dan  leluasa  untuk  mengisikan  tabel  berikut.  
2.  Buatlah  jurnal  untuk  transaksi  pada  nomor  1  dan  2.  

MOJAKOE Perpajakan 1 4 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Daftar  beberapa  objek  dan  tarif  pajak  yang  berlaku  
Objek   Tarif  
Bunga   1,5%  atau  20%  
Saham   0,1%  atau  0,5%  
Hadiah   15%  atau  25%  atau  tarif  Pasal  17  
Sewa  tanah  dan  bangunan   10%  
PPHTB   5%  
Impor  barang   2,5%  atau  7,5%  
Pajak  bendaharawan   1,5%  
Penjualan  hasil  produksi  kertas   0,1%  
Penjualan   hasil   produksi   kendaraan   0,45%  
bermotor  
Dividen   10%  dan  15  %  
Royalti   15%  
Sewa  dan  jasa   2%  
PPh  26     20%  
 
SOAL  4  
Pak   Amir   setelah   lulus   bekerja   dikantor   akuntan   publik   besar   untuk  
mendapatkan   pengalaman.   Namun,   tiga   tahun   yang   lalu   Pak   Amir   berhenti  
bekerja  dan  membuka  kantor  konsultan  pajak  bersama  istrinya.  Pak  Amir  selain  
sebagai   konsultan,   juga   bekerja   sebagai   komite   audit   PT.Pelangi   dan  
mem=ngajar   di   sebuah   universitas   swasta   sebagai   dosen   tidak   tetap.   Istrinya  
Wati  bekerja  sebagai  dosen  tetap  di  universitas  swasta    dan  membantu  suaminya  
bekerja  sebagai  konsultan.  Pak  Amir  dan  Bu  Wati  karena  kepakarannya  dibidang  
pajka  sering  dimintai  sebagai  trainer  ataupun  pembicarta  di  beberapa  seminar.  
Keluarga   dan   tanggungan   Pak   Amir   dan   Bu   Wati   berdasarkan   informasi   15  
Februari  2014  saat  Pak  Amir  akan  menyelesaikan  SPT  Tahunan  adalah  :  
1. Beta  (anak)  lahir  20  Desember  2004  SD  
2. Boni  (anak)  lahir  13  Juni  2008  SD  
3. Belina  (anak)  lahir  3  Januari  2013  
4. Bintara  (anak  asuh)  lahir  20  desember  2005  SD  
5. Baiti   (orang   tua)   menerima   pensiunan   dari   almarhum   suaminya  
pensiunan  Guru  SMP.  
6. Harini  (mertua)  tidak  bekerja  dan  tidak  memiliki  pensiun.  

Berikut  informasi  penghasilan  Pak  Amir  selama  tahun  2013  


• Penghasilan  dari  jasa  konsultan  pajak  terlihat  dalam  tabel  berikut  ini  :  

Pendapatan    Rp                1.840.000.000    


Beban      
Beban  gaji    Rp                        620.000.000    
Beban  administrasi    Rp                        145.000.000    
Beban  transportasi    Rp                        135.000.000    
Beban  konsumsi  dan  akomodasi    Rp                            75.000.000    
Beban  depresiasi  dan  pemeliharaan    Rp                            45.000.000    

MOJAKOE Perpajakan 1 5 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Beban  air,  telepon,  listrik    Rp                            40.000.000    
Beban  lain-­‐lain    Rp                            85.000.000    
Total  beban    Rp                1.145.000.000    
Laba  bersih    Rp                        695.000.000    
 
• Tambahan  informasi  terkait  dengan  pembukuan  jasa  konsultan  :  
o Biaya   air   dan   listrik   termasuk   untuk   kepentingan   rumah   sebesar  
Rp15.000.000  dan  10.000.000  untuk  pembayaran  telpon  pakAmir.  
o Beban   gaji   termasuk   untuk   membayar   pembantu   sebesar  
Rp20.000.000  yang  sesekali  ikut  untuk  membantu  membersihkan  
kantor  yang  letaknya  disebelah  rumah  keluarga  pak  Amir.  
o Biaya   depresiasi   dan   pemeliharaan   60%   untuk   depresiasi   dan  
pemeliharaan   bangunan   kantor,   sedangkan   sisanya   untuk  
kendaraan.  Kendaraan  selain  digunakan  untuk  kepentingan  kantor  
juga  digunakan  untuk  kepentingan  pribadi.  
o Biaya   konsumsi   25.000.000   untuk   keperluan   keluarga   dan  
entertain   yang   tidak   ada   daftar   nominatifnya,   sedangkan  
10.000.000   merupakan   uang   konsumsi   untuk   makan   bersama  
karyawan  saat  ulang  tahun.  
o Termasuk   dalam   biaya   lain-­‐lain   biaya   pembayaran   PBB   rumah  
pribadi  1.000.000,  biaya  sekolah  putra/putri  pak  Amir  30.000.000,  
biaya   sumbangan   kegiatan   sosial   5.000.000   dan   sumbangan  
kegiatan   agama   10.000.000,   zakat   pada   LAZ   yang   mendapat   izin  
sebesar  10.000.000  
o Atas   pendapatan   tersebut   terdapat   PPh   23   yang   telah   dipotong  
pihak  lain  sebesar  Rp30.000.000  dan  PPh  22  sebesar  Rp3.000.000.  
Penghasilan   telah   dicatat   sebesar   jumlah   pendapatan   dan   pajak  
dicatat  sebagai  pajak  dibayar  dimuka.  
 
• Penghasilan  Pak  Amir  yang  lain  adalah  :  
o Keuntungan   penjualan   tanah   dan   bangunan   sebesar  
Rp100.000.000.   tanah   dan   bangunan   yang   dijual   senilai   600juta,  
dan   dengan   harga   perolehan   500juta.   Atas   penjualan   tanah   ini  
dikenakan  pajak  5%  dari  harga  jual  yaitu  30juta  sudah  disetor.  
o Pak   Amir   memiliki   beberapa   investasi   dalam   bentuk   saham.   Atas  
investasinya   tersebut   Pak   Amir   selama   tahun   2013   menerima  
dividen   dari   PT   Indofood   (Tbk)   sebesar   40juta   dividen   dari   PT.  
Sekar  senilai  120juta  dan  dividen  dari  PT.  Juita  sebesar  30juta.  PT  
Indofood   perusahaan   terbuka,   kepemilikan   saham   Pak   Amir  
kurang  dari  1%.  PT  Sekar  bukan  merupakan  perusahaan  terbuka,  
kepemilikan   Pak   Amir   60%,   laba   PT   Sekar   pada   tahun   2013  
sebesar   300juta.   PT   Juita   bukan   merupakan   perusahaan   terbuka,  
kepemilikan   Pak   Amir   30%,   laba   PT   Juita   pada   2013   sebesar  

MOJAKOE Perpajakan 1 6 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
200juta.   Pembayaran   dividen   telah   memotong   pajak   ataas  
penghasilan  yang  diterima  Pak  Amir.  
o Hom]nor   mengajar   sebagi   dosen   tidak   tetap   sebesar   20juta,   oleh  
universitas  yang  memberikan  gaji  dipotong  pajak  sebesar  5%.  
o Gaji  sebagai  komite  audit  perbulan  sebesar  15juta  perbulan.  Untuk  
honor   komite   audit,   perusahaan   memotong   pajak   sesuai   dengan  
ketentuan   yang   berlaku   dengan   menganggap   Pak   Amir   sebagai  
karyawan   tetap.   Pengurang   penghasilan   untuk   honor   komite   audit  
hanya   biaya   jabatan.   Mulai   tahun   2014   pak   Amir   tidak   menjabat  
lagi  sebagai  komite  audit.  
o Pak   Amir   menerima   honor   seminar   dan   konsultasi   luar   negeri  
sebesar   60juta   setelah   pajak.   Di   luar   negeri   pengahsilan   tersebut  
telah   dipotong   pajak   sebesar   40%.   Aktivitas   pembicara   diluar  
negeri  sanagt  jarang  terjadi.  
o Honor   seminar   yang   telah   diterima   selam   atahun   2013   sebesar  
50juta,   puhak   pembayar   honor   telah   memenuhi   kewajibannya  
memotong  PPh  21.  
o Pak   Amir   menerima   sewa   ruko   sebesar   90juta   setelah   dipotong  
pajak  10%.  
 
• Penghasilan  yang  diterima  Ibu  Wati  adalah  :  
o Gaji   dosen   tetap   sebesar   7juta   perbulan   dari   STIE   Jelita.   STIE  
membayarkan   jaminan   hari   tua   Rp200.000   perbulan.   STIE   Jelita  
telah  memotong  PPh  21  sesuai  ketentuan  yang  berlaku.  
o Menerima   honor   training   pajak   sebesar   10juta   dipotong   PPh   21  
sebesar  5%.  
o Melakukan   investasi   di   pasar   modal.   Capital   gain   yang   belum  
direalisasi   atas   investasi   saham   selama   tahun   2013   sebesar  
200juta.   Keuntungan   yang   telah   direalisasi   dari   investasi   saham  
tersebut  sebesar  50juta,  setelah  dikurangi  pajak.  
o Bunga   deposito   yang   diperoleh   dari   tabungan   Bu   Wati   sebesar  
40juta  setelah  dikenakan  pajak  20%.  
• Boni  menerima  royalti  dari  menulis  buku  sebesar  20juta  atas  penghasilan  
ini  dipotong  PPh  pasal  23  sebesar  15%.  
• Pak   Amir   membayar   iuran   pensiun   untuk   keluarganya   sebesar   2juta  
perbulan  dan  dibayarkan  langsung  ke  sebuah  lembaga  keuangan.  
• Pak   Amir   dan   Bu   wati   melakukan   angsuran   pajak   setiap   bulan.   Srlama  
2013,  jumlah  angsuran  pajak  yang  telah  dibayar  sebesar  Rp150juta  
• Atas   gaji   karyawan   Pak   Amir   telah   memotong   PPh   21   sesuai   dengan  
ketentuan  berlaku  sebesar  23juta  selama  tahun  2015.  

Diminta  :  
1. Hitunglah  laba  dari  hasil  usaha  setelah  koreksi  fiskal  

MOJAKOE Perpajakan 1 7 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
2. Hitunglah  PPh  21  yang  dipotong  oleh  perusahaan  atas  gaji  yang  diterima  
Bu  Wati  sebagai  dosen  tetap  dan  pak  Amir  sebagai  komite  audit?  
3. Hitunglah   pajak   yang   telah   dipotong   pihak   lain   dari   semua   penghasilan  
Amir  dan  identifikasi  pajak  final!  
4. Buatlah   perhitungan   untuk   menentukan   berapakah   penghasilan   kena  
pajak  pak  Amir  dan  hitung  pajak  terhutang  dalam  satu  tahun  fiskal  
5. Hitunglah   total   kredit   pajak   (PPh   21,   22,23,24)   dan   tentukan   berapakah  
jumlah  pajak  kurang/lebih  bayar  untuk  tahun  pajak  2013?  
6. Hitunglah   PPh   25   untuk   tahun   fiskal   2014   dengan   memperhatikan  
beberapa  informasi  di  atas,  termasuk  melakukan  identifikasi  penghasilan  
yang  tidak  teratur.  

 
JAWABAN  
SOAL  1  
a)     Penghasilan  yang  didapat  oleh  Wajib  Pajak  baik  dari  dalam  maupun  dari  luar  
negeri   dikenakan   pajak.   Penghasilan   yang   berasal   dari   dalam   negeri  
dikenakan   aturan   PPh   21,   22,   23,   sedangkan   penghasilan   yang   berasal   dari  
luar   negeri   dikenakan   aturan   PPh   24.   Untuk   PPh   25   (angsuran)   berlaku   bagi  
penghasilan  dari  dalam  dan  luar  negeri  karena  dihitung  setelah  penghasilan  
dalam   negeri   dan   luar   negeri   digabungkan.   Dengan   dikeluarkannya   daftar  
kekayaan  pejabat  oleh  KPK,  Direktorat  Jendral  Pajak  (DJP)  dapat  mengetahui  
kekayaan   apa   saja   yang   belum   dikenakan   pajak.   Sehingga,   dari   informasi  
tersebut  DJP  dapat  mengenakan  pajak  pada  kekayaan  yang  belum  dikenakan  
pajak  dan  dapat  meningkatkan  pendapatan  bagi  negara.  
 
b)    
• Dari  sisi  orang  pribadi  
Premi   asuransi   yang   dibayar  sendiri  tidak  ada  kaitannya  dengan  konsep  
PPh   karena   bukan   merupakan   pendapatan   atau   beban   pengurang   gaji.  
Klaim  asuransi  yang  diterima  oleh  Orang  Pribadi  dikecualikan  dari  objek  
pajak.  
• Dari  sisi  perusahaan  
Premi   asuransi   yang   dibayar   perusahaan   untuk   karyawan   dapat  
dikategorikan   sebagai   pendapatan   bagi   karyawan.   Perusahaan   dapat  
mengakuinya   sebagai   deductible   expense.   Premi   asuransi   yang   dibayar  
perusahaan   untuk   kepentingan   perusahaan   juga   dapat   diakui   sebagai  
deductible   expense.   Klaim   asuransi   yang   diterima   perusahaan   dianggap  
sebagai  penghasilan  sehingga  dikenakan  pajak.  
• Dari  sisi  perusahaan  asuransi  
Premi   asuransi   dikategorikan   sebagai   objek   pajak   dan   klaim   yang  
dibayarkan   oleh   perusahaan   asuransi   dapat   dikategorikan   sebagai  
deductible  expense     karena   sesuai   dengan   Pasal   6   UU   PPh   No.   38/2008   ini  
merupakan   biaya   sehubungan   dengan   upaya   untuk   medapatkan,  
menagih,  dan  memelihara  penghasilan.    
 
c)   Azas  perpajakan  menurut  Adam  Smith  

MOJAKOE Perpajakan 1 8 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
• Equality   :   pemungutan   pajak   harus   bersifat   adil   dan   merata   yaitu  
pajak  yang  dikenakan  kepada  orang  pribadi  yang  harus  sebanding  dengan  
kemampuan  membayar  pajak  dan  sesuai  dengan  manfaat  yang  diterima.  
Contoh   :   Orang   yang   berpenghasilan   dibawah   PTKP   tidak  
dikenakan  pajak  karena  dianggap  memiliki  kemampuan  membayar  pajak  
yang  kecil  atau  tidak  mampu  membayarpajak.  
• Certainty   :  Penetapan  pajak  tidak  ditentukan  sewenang-­‐wenang.  
Contoh   :   UU   mengenai   perpajakan   di   Indonesia   mengatur   dengan  
jelas   tata   cara   perhitungan   dan   pembayaran   pajak   untuk   mencegah  
kesewenang-­‐wenangan.  
• Convenience:   Kapan   wajib   pajak   harus   membayar   pajak   sebaiknya  
sesuai  dengan  saat-­‐saat  yang  tidak  menyulitkan  wajib  pajak.  
Contoh   :  pada  saat  wajib  pajak  memperoleh    penghasilan  
• Economy   :   secara   ekonomi   bahwa   biaya   pemungutan   dan   biaya  
pemenuhan   kewajiban   pajak   bagi   wajib   pajak   diharapkan   seminimum  
mungkin,  demikian  pula  beban  yang  ditanggung  wajib  pajak.  
Contoh   :   Aplikasi   e-­‐SPT   atau   disebut   dengan   Elektronik   SPT   yang  
merupakan   aplikasi   yang   dibuat   oleh   Direktorat   Jenderal   Pajak   untuk  
digunakan  oleh  Wajib  Pajak  untuk  kemudahan  dalam  menyampaikan  SPT  
sehingga  dapat  meminimalisasi  biaya  pelaporan.    
 
Cara  meningkatkan  kepatuhan  dengan  berdasarkan  azas    
• Equality   :   pajak   dikenakan   sesuai   dengan   kemampuan   bayar   wajib  
pajak  
• Certainty   :   peraturan   dibuat   sejelas   mungkin   sehingga   mudah  
dimengerti  dan  diberi  kejelasan  pengalokasian  dari  pendapatan  pajak.  
• Convenience   :  pajak  dikenakan  saat  wajib  pajak  mendapat  penghasilan.  
• Economy   :   mengadakan   fasilitas   mobil   pajak   keliling   terutama   di  
daerah-­‐daerah   yang   jarang   KPP-­‐nya   (Kantor   Pelayanan   Pajak)   untuk  
mempermudah  pengurusan  dan  pelaporan  pajak  

d)    
• Perusahaan  Perseroan   :  25%  x  Penghasilan  Kena  Pajak  
(Status  perpajakannya  berdiri  sendiri  sebagai  WP  Badan)  
• Perusahaan  perseorangan   :  Tarif  pajak  progresif  (pasal  17)  
Penghasilan  Kena  Pajak    x  Tarif  pajak  
(Status  perpajakannya  menginduk  pemilik)  
• Perusahaan  firma     :  25%  x  Penghasilan  Kena  Pajak  
(Status  perpajakannya  berdiri  sendiri  sebagai  WP  Badan)  
• Perusahaan  yang  memperoleh  izin  melakukan  pencatatan  :    
Dikenakan   tarif   norma   ,   dengan   Dasar   Pengenaan   Pajak   (DPP)   =  
peredaran  bruto  x  tarif  norma  (penghasilan  netto)  lalu  dikalikan  dengan  
tarif  pajak.  
(Status  perpajakannya  menginduk  pemilik)  
 
 

MOJAKOE Perpajakan 1 9 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
SOAL  2  
a. Pak  Karya  

Asumsi  tanpa  tantiem,  kerja  satu  tahun  penuh  


 
 
Gaji/bulan    Rp        40.000.000    
Gaji/tahun    Rp    480.000.000    
Pajak  PPh  21  
5%  x  50000000    Rp              2.500.000    
15%  x  200000000    Rp        30.000.000    
25%  x  230000000    Rp        57.500.000    
Pajak/tahun   Rp          90.000.000  
Pajak/bulan   Rp              7.500.000  
 
 
Asumsi  dengan  tantiem  kerja  sampai  bulan  Maret  
 
 
Gaji/bulan    Rp        40.000.000    
Gaji/tahun  (Januari  s.d  Maret)    Rp    120.000.000    
Tantiem    Rp    100.000.000  
Penghasilan  bruto    Rp    220.000.000    

 
Pajak   PPh  21  terutang  sampai  dengan  Maret    
5%  x  50000000    Rp              2.500.000    
15%  x  170000000    Rp              25.500.000    
PPh  21  terutang  untuk  masa  kerja  Januari  s.d  Maret  
termasuk  tantiem    Rp              28.000.000    
PPh  21  yang  telah  dipotong  s.d  Februari  
(2x7.500.000)  tanpa  tantiem    Rp              15.000.000  
PPh  21  terutang  untuk  penghasilan  3  bulan  dan  
tantiem   Rp                13.000.000  
 
Total  pajak  yang  dipotong  saat  membayar  gaji  Pak  Karya  adalah  Rp  13.000.000  
b. Kirana  

 Gaji/bulan    Rp                                                8.000.000    


Iuran  JKM  dibayar  perusahaan    Rp                                                            40.000    
Iuran  JKK  dibayar  perusahaan    Rp                                                            24.000    
Penghasilan  bruto    Rp                                                8.064.000    
Pengurang  
Iuran  JHT  dibayar  sendiri    Rp                                                  (160.000)  
Iuran  pensiun  dibayar  sendiri    Rp                                                  (300.000)  
Biaya  jabatan    Rp                                                  (403.200)  
Penghasilan  netto/bulan    Rp                                                7.200.800    
Penghasilan  netto  10  bulan    Rp                                            72.008.000    
PTKP  Orang  Pribadi    Rp                                      (24.300.000)  

MOJAKOE Perpajakan 1 10 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
PKP    Rp                                            47.708.000    

 
Pajak   PPh  21    
5%  x  47708000    Rp                                                2.385.400    
Pajak/bulan    Rp                                                        238.540    
 
Pajak  PPh  21  yang  dipotong  saat  membayar  gaji  Kirana  adalah    Rp238.540.  
 
Jurnal  perusahaan  saat  membayar  Kirana  
Beban  gaji       Rp8.000.000    
Beban  Tunjangan  JKK     Rp  40.000    
Beban  Tunjangan  JKM     Rp  24.000    
Beban  Tunjangan  JHT     Rp  296.000    
Beban  Tunjangan  iuran  pensiun     Rp  200.000    
  Utang  PPh  21     Rp  238.540  
  Utang  JKK     Rp  40.000  
  Utang  JKM     Rp  24.000  
  Utang  iuran  pensiun     Rp  500.000  
  Utang  iuran  premi  JHT     Rp  456.000  
  Kas     Rp  7.301.460  
 
Utang  PPh  21     Rp  238.540    
  Kas     Rp  238.540  
Utang  pensiun     Rp  500.000    
Utang  JHT     Rp  456.000    
Utang  JKK     Rp  40.000    
Utang  JKM     Rp  24.000    
  Kas     Rp  1.020.000  
 
 
c. Pak  Gilang  

Hanya  menghitug  gaji  pada  minggu  ke-­‐4    


 
 Gaji/minggu    Rp                                  800.000    
Lembur    Rp                                  150.000    
Penghasilan  bruto    Rp                                  950.000    
Biaya  jabatan    Rp                                  (47.500)  
Penghasilan  netto/minggu    Rp                                  902.500    
Penghasilan  netto/bulan    Rp                          3.610.000  
Penghasilan  netto/tahun    Rp                      43.320.000    
PTKP  
Orang  pribadi    Rp                  (24.300.000)  
Menikah    Rp                      (2.025.000)  
Tanggungan  :  3  Anak    Rp                      (6.075.000)  
PKP    Rp                      10.920.000    

   

MOJAKOE Perpajakan 1 11 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Pajak  PPh  21  
5%  x    10920000    Rp                                  546.000    
Pajak/minggu      Rp                                        11.375    
 
Pajak  PPh  21  yang  dipotong  pada  saat  membayar  Pak  Gilang  adalah  Rp11.375  
 
d. Sally  

Honor    Rp                    96.000.000    


Pajak  PPh  26  
20%  x  96.000.000    Rp                    19.200.000    
 
Pajak  PPh  26  yang  dipotong    saat  membayar  gaji  Sally  adalah  Rp  19.200.000  
 
Jurnal    
Beban  jasa  konsultasi     96000000    
  Utang  PPh  26     19200000  
  Kas     76800000  
 
e. Pak  Nurdin  

 
Gaji   Jumat  minggu  ke-­‐1  (5  hari)    
 
 
Gaji    Rp                    1.250.000    
Batas  harian    Rp              (1.000.000)  
Penghasilan  netto    Rp                          250.000    
Pajak  PPh  21  
5%  x  250.000      Rp                                    12.500  
 
Gaji  Jumat  minggu  ke-­‐2  (10  hari)  
Gaji  sampai  dengan  hari  ke-­‐10     2.500.000  
Rp  
PTKP  
Orang  pribadi  (10/360  x  24.300.000)   (Rp  675.000)  
Menikah  (10/360  x  2.025.000)   (Rp  56.250)  
Tanggungan  (10/360  x  2.025.000)   (Rp  56.250)  
PKP   Rp  1.712.500  
PPh  21    
5%  x  1.712.500   Rp  85.625  
   
Pajak  sampai  dengan  minggu  ke-­‐2   Rp  85.625  
Pajak  minggu  ke-­‐1   Rp  12.500  
Pajak  minggu  ke-­‐2   Rp  73.125  
   
   
Pajak   yang   dipotong   saat   membayar   gaji   Pak   Nurdin   yang   diterima   pada   minggu  
ke-­‐2  adalah  Rp  73.125  

MOJAKOE Perpajakan 1 12 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
SOAL  3  
(ada  di  file  Mojakoe  Witholding)  
 
Soal  4  
1.   Laba  sebelum  pajak    Rp              695.000.000    
Koreksi  Fiskal  (positif)    
  Air,  telepon,  listrik    Rp                              15.000.000      
  Handphone    Rp                                  5.000.000      
  Beban  Gaji      Rp                              10.000.000      
  Kendaraan    Rp                                  9.000.000      
  Konsumsi      Rp                              35.000.000      
  PBB  rumah    Rp                                  1.000.000      
  Biaya  sekolah  putra/putri    Rp                              30.000.000      
  Sumbangan  sosial    Rp                                  5.000.000      
  Sumbangan  agama    Rp                              10.000.000       120.000.000  
Rp  
  Laba  menurut  Fiskal   Rp              815.000.000    
     
2.   PPh  Ibu  Wati  
Gaji/bulan    Rp                                  7.000.000      
  Gaji/tahun    Rp                              84.000.000      
  Biaya  Jabatan    Rp                                (4.200.000)    
  Penghasilan  netto    Rp                              79.800.000      
  PTKP  Wajib  pajak    Rp                            (24.300.000)    
  PKP    Rp                              55.500.000      
   
   
PPh   21      
  5%    Rp                              50.000.000      Rp                      2.500.000    
  15%    Rp                                  5.500.000      Rp                            825.000    
  PPh  terutang    Rp                      3.325.000    
   
   PPh  21  Pak  Amir  Komite  Audit      
  Gaji  pokok    Rp                                            180.000.000      
  Biaya  jabatan    Rp                                            (6.000.000)    
  Penghasilan  netto    Rp                                            174.000.000      
  PTKP    
  Orang  pribadi    Rp                                        (24.300.000)    
  Menikah      Rp                                            (2.025.000)    
  Tanggungan    Rp                                            (6.075.000)    
  PKP    Rp                                            141.600.000      
   
   PPh  21      
  5%    Rp                              50.000.000      Rp                      2.500.000    
  15%    Rp                              91.600.000      Rp                  13.740.000    
  PPh  terutang    Rp                  16.240.000    
   

MOJAKOE Perpajakan 1 13 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
 
3.   PPh  21    Honor  dosen      Rp                                    1.000.000    
 Komite  Audit      Rp                                16.240.000    
     Honor  seminar    
(50%x50  
jutax5%)    Rp                                    1.250.000    
     Gaji  Dosen  Ibu  
Wati    
 Rp                                    3.325.000    
     Honor  training    
 Rp                                            250.000    
   PPh  22    Rp                                    3.000.000    
  PPh  23    Royalti      Rp                                    3.000.000    
  PPh  23    Rp                                30.000.000    
  Pajak  yang  dibayar  di  Luar  Negeri      Honor  seminar      Rp                                40.000.000    
  Pajak  yang  dipotong  pihak  lain    Rp              98.065.000    
 
     Deviden  
  yang  diterima    
Pajak  Final     Pak  Amir        Rp            19.000.000    
  Keuntungan  penjualan  
    tanah  dan  bangunan   Rp              30.000.000  
 Pendapatan  sewa  ruko       Rp                9.000.000    
     Bunga  deposito       Rp            10.000.000    
     Capital  gain    (atas  yang  
direalisasi)   Rp                            50.050  
    Ket:  atas  capital  gain  
yang  belum  direalisasi  
belum  bisa  diakui  
sebagai  income  sehingga  
tidak  dikenakan  PPh  
karena  pajak  menganut  
prinsip  realisasi,  bukan  
perkiraan  atau  hal  yang  
    belum  terjadi)    

       
   4  .  Penghasilan  konsultan  pajak       815.000.000  
Rp  
  Penghasilan  lain      
  Honor  dosen    Rp        20.000.000      
  Komite  audit    Rp    180.000.000      
  Honor  seminar  di  LN    Rp    100.000.000      
  Honor  seminar    Rp        50.000.000      
  Gaji  dosen  ibu  Wati    Rp        84.000.000      
  Honor  training  pajak    Rp        10.000.000      
  Royalti    Rp        20.000.000      Rp              464.000.000    
Penghasilan  Neto  Fiskal    Rp        1.279.000.000    
  PTKP  (K/I/3)    
  Orang  pribadi    Rp                          (24.300.000)    
   

MOJAKOE Perpajakan 1 14 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
  Istri    Rp                          (24.300.000)    
Menikah    Rp                              (2.025.000)  
  Tanggungan  :  3      Rp                              (6.075.000)    Rp                          (56.700.000)  
  PKP    Rp                    1.222.300.000    
   
   PPh  terutang      
  5%    R  p      50.000.000      Rp                      2.500.000    
  15%    Rp  200.000.000      Rp                  30.000.000    
  25%    Rp  250.000.000      Rp                  62.500.000    
                                                                                                     3R  
0%                    Rp722.300.000      Rp              216.690.000    
  Pajak  terutang      Rp              311.690.000    
     
 
5.   PPh  21    Honor  dosen      Rp                                    1.000.000    
 Komite  Audit      Rp                                16.240.000    
     Honor  seminar      Rp                                    1.250.000    
     Gaji  Dosen  Ibu  
Wati      Rp                                    3.325.000    
     Honor  training      Rp                                            250.000    
   
PPh   22    Rp                                    3.000.000    
  PPh  23    Royalti      Rp                                    3.000.000    
  PPh  23    Rp                                30.000.000    
   Honor  seminar  
PPh  24  *   LN    Rp                                25.500.286    
  PPh  25      Rp                            150.000.000  
Total  kredit  pajak      Rp                              233.565.286    
    *Perhitungan  PPh  24    
  Penghasilan  dari  LN  :  100.000.000   Pajak  di  LN  :  40.000.000  
  PKP  :  1.222.300.000   Pajak  Terutang:  311.690.000  
  Batas  kredit  pajak  LN  :  100.000.000      x  311.690.000  =   25.500.286  
                                                                                     1.222.300.000    
 
Pajak  terutang      Rp  311.690.000    
  Total  kredit  pajak    Rp  (233.565.286)    
  PPh  29  kurang  bayar    Rp        78.124.714      
     
6.   Penghasilan  tidak  teratur  
Komite  audit  (2014  tidak  lagi      
menjadi  komite  audit)    Rp        (180.000.000)  
  Pembicara  luar  negeri    Rp        (100.000.000)            (280.000.000)  
Rp  
  Penghasilan  netto  fiskal  
  sebelumnya     Rp        1.279.000.000  
  Penghasilan  teratur     Rp                999.000.000  
PTKP  (K/I/3)  
  Orang  pribadi    Rp            (24.300.000)    
   

MOJAKOE Perpajakan 1 15 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
  Istri    Rp            (24.300.000)    
Menikah    Rp                (2.025.000)  
  Tanggungan  :  3      Rp                (6.075.000)    Rp        (56.700.000)  
  PKP    Rp        942.300.000    
   
   
PPh   21  terutang      
  5%    Rp      50.000.000      Rp                      2.500.000    
  15%    Rp  200.000.000      Rp                  30.000.000    
  25%    Rp  250.000.000      Rp                  62.500.000    
  30%    Rp  442.300.000      Rp              132.690.000    
  Pajak  terutang      Rp              227.690.000    
    PPh  kredit    
PPh  21    Honor  dosen        Rp                                    1.000.000        
   Honor  seminar      Rp                                    1.250.000      
   Gaji  Dosen  Ibu  Wati      Rp                                    3.325.000      
   Honor  training      Rp                                            250.000      
PPh  22      Rp                                    3.000.000      
PPh  23    Royalti      Rp                                    3.000.000      
PPh  23      Rp                                30.000.000     Rp  (41.825.000)  
  PPh  25  tahun  2014     Rp  185.865.000  
       Angsuran  PPh  25          Rp      15.488.750  
       
       
 
 
 
 

MOJAKOE Perpajakan 1 16 UTS Semester Genap 2012/2013


 
 
   
MOJAKOE  
Perpajakan   1  

Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seizin SPA FEUI. Mojakoe


dapat didownload di www.spa-feui.com

Official Learning Partner: Official Media Partner:

@spafeui SPA FEUI www.spa-feui.com


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

Jawaban  Soal  3  (Witholding  Tax)  

Nama  
No   Transaksi   Jenis  PPh  
Sifat  PPh   Dipotong/dipungut   pemotong/pemungut    Nilai  PPh      Perhitungan  PPh    
bendahara  
1   Pengadaan  barang   bukan   pemerintah  (Pemkot    Rp                      
cetakan   Pasal  22   final   dipungut   Depok)   1.018.425      1,5%*67895000    
Menyewa  5  ruang   pasal  4    Rp                  
2  
kantor   ayat  (2)   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   83.520.000      10%*835200000    
bukan    Rp                      
   
Menyewa  5  mobil   pasal  23   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   8.352.000      2%*417600000    
3   Jasa  perantara  dikenai  PPh  23  namun  karena  pengguna  jasa  adalah  SPLN  jadi  tidak  dipotong  PPh  23  
Impor  
4   infrastruktur   bukan  
komunikasi   PPh  22   final   dipungut   Bea  Cukai    Rp            91.070.744      CIF=  265125*9400    
                             CIF  =  2492175000    
                             Bea  masuk  =  25%*2492175000    
                             Bea  masuk  =  623043750    
                             Bea  masuk  tambahan  =  527611000    
                             Nilai  impor  =  3642829750    
                             PPh  22  =  2,5%*nilai  impor    
Membayar  biaya   bukan    Rp                  
5  
rancang  bangun   Pasal  21   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   35.125.000      50%*521000000  =  260500000    
                         5%*50000000  =  2500000    
                           15%*200000000  =  30000000    
             
                 25%*  10500000  =  2625000    
Menjual  mobil  
6  
dinas  direksi   bukan  objek  pajak  PPh  23  
MOJAKOE Perpajakan 1 2 UTS Semester Genap 2012/2013
Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

Membayar  bunga  
7  
kepada  bank  XYZ   bukan  objek  pajak  PPh  23  
Membayar  royalti   bukan    Rp                  
8  
kepada  bapak  Eko   PPh  23   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   30.000.000      15%*200000000    
Hadiah  lomba   bukan  
9  
marathon-­‐Juara  1   PPh  21   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   Rp      7.000.000   Hadiah  juara  1  =  80.000.000  
    5%*50.000.000  =  2.500.000  
                15%*30.000.000  =  4.500.000    
Hadiah     lomba      
Bukan         Hadiah  juara  2  =  50.000.000  
  marathon-­‐Juara  2   PPh  21   final   Dipotong   PT  Terbit  Sempurna   Rp          2.500.000   5%*50.000.000  =  2.500.000  
Hadiah  lomba   Bukan   Hadiah  juara  3  =  30.000.000  
  marathon-­‐  Juara  3   PPh  21   final   dipotong   PT  Terbit  Sempurna   Rp          1.500.000   5%*30.000.000  =  1.500.000  
Menerima  dividen   Gross  dividen  =  100/85  x  835.000.000  
10   dari  PT  Deru   bukan   PT  Deru  Campur                                                      =    982.352.941    
Campur  Debu   PPh  23   final   dipotong   Debu    Rp        147.352.941   PPh  23:  15%*982.352.941      
 
Jurnal  
 
Transaksi  no  1  
 
PT  Terbit  Sempurna  (  penjual)  
Kas     67.895.000    
Piutang  Usaha     610.037.575    
PPh  22  dibayar  dimuka     1018425    
  Penjualan     52.000.000  
  Unearned  revenue     626.951.000  
 

MOJAKOE Perpajakan 1 3 UTS Semester Genap 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

 
Transaksi  no  2  
 
PT  Terbit  Sempurna  (pembeli)  
Prepaid  rent-­‐office     835200000    
  Utang  PPh  Final     83520000  
  Kas     751680000  
Prepaid  rent-­‐vehicle     417600000    
  Utang  PPh  23     8352000  
  Kas     409248000  
 
 
 
 
 
 

MOJAKOE Perpajakan 1 4 UTS Semester Genap 2012/2013


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

MOJAKOE

PERPAJAKAN 1

Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI


Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Ujian Akhir Semester

Perpajakan 1

Selasa, 4 Januari 2012

SOAL I (25%)

Soal Pilihan (15%)

Pilihlah 3 dari 5 soal berikut ini

1. Dalam laporan keuangan entitas, bagaimana cara entitas menghitung nilai beban pajak
perusahaan, utang PPh Badan, utang Pajak withholding dan asset/liabilitas pajak
tangguhan. Bagaimana Anda mengaitkan informasi dalam SPT, rekonsiliasi fiskal,
pelaporan pajak masa dalam laporan keuangan entitas?
2. Perpajakan membolehkan badan melakukan revaluasi. Jelaskan mekanisme umum
rekonsiliasi dan perlakuan pajak atas keuntungan revaluasi!
PSAK 16 (Revisi 2011) mengatur ketentuan revaluasi aset tetap, PSAK 13 (Properti
Investasi) menjelaskan entitas dapat mengukur properti investasi dengan metode fair
value. Jelaskan perbedaan konsep penilaian kembali aset tetap dalam ketentuan pajak dan
PSAK, dan bagaimana konsekuensi akuntansi jika perusahaan akan melakukan revaluasi
menurut ketentuan pajak, berdasarkan PSAK yang baru tersebut? Bagaimana jika
perusahaan melakukan revaluasi menurut akuntansi, bagaimana perlakuan pajaknya?
3. Faktur pajak merupakan dokumen penting dalam PPN. Jelaskan pengertian faktur pajak
dan informasi pokok yang harus ada dalam faktur pajak? Apakah yang dimaksud dengan
faktur pajak cacat? Jelaskan potensi risiko yang dapat terjadi atas faktur pajak sehingga
perusahaan harus menanggung tambahan biaya. Pengendalian internal apa yang harus
diterapkan perusahaan terkait dengan faktur pajak sehingga administrasi pajak menjadi
efisien dan efektif?
4. Apakah yang dimaksud dengan penyerahan BKP/JKP kepada pemungut dan bagaimana
mekanisme PPNnya? Menurut anda apakah secara akuntansi PPN kepada pemungut harus
dicatat sebagai pajak keluaran, jelaskan beserta argumen dan ilustrasinya.
5. Sebuah PKP memiliki kebijakan untuk melakukan pembayaran PPN pada saat penjualan
tersebut dibayar oleh pelanggan. Saat ini penjualan perusahaan terbagi menjadi tiga
kategori, penjualan tunai kepada pelanggan retail, penjualan kredit terbatas (jangka waktu
tergantung negosiasi, rata-rata 2-3 bulan) kepada pelanggan utama. Untuk menghindari

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

masalah, faktur pajak dibuat pada saat pembayaran (dibuat tanggal faktur berbeda dengan
tanggal penjualan). Perusahaan dapat efisien mengelola pembayaran PPN dengan sistem
ini. Untuk piutang yang tidak tertagih karena pembayarannya belum dilakukan tidak
dibuatkan faktur pajak. Pelanggan tidak merasa bermasalah dengan sistem yang diterapkan
perusahaan. Jelaskan pendapat Anda terkait dengan praktik yang dilakukan PKP ini.
Berikan saran atas kebijakan penjualan perusahaan.

Soal Wajib (bobot 10%)

Intan salah seorang staf bagian akuntansi yang bertanggungjawab untuk melakukan
pencatatan transaksi perpajakan. Pada akhir tahun, Intan menemukan ada beberapa biaya yang
berpotensi untuk tidak dapat dikurangkan menurut pajak karena biaya tersebut tidak terkait
dengan memperoleh, menagih dan memelihara penghasilan. Biaya tersebut digunakan untuk
entertain pejabat dalam rangka marketing yang tidak ada daftar normatif, gratifikasi yang
diberikan kepada bagian pengadaan instansi/entitas lain, biaya perjalanan dinas keluarga
direksi/komisaris, biaya lain-lain dengan jumlah sangat banyak, biaya kegiatan CSR
perusahaan, biaya sumbangan kepada beberapa pihak.

Direksi perusahaan meminta kepada Intan untuk membuat dokumentasi yang lengkap agar
semua biaya tersebut dapat dibebankan. Jika diperlukan entitas dapat membuat dokumen baru
terkait dengan beberapa transaksi dan faktur pajaknya. Kegiatan untuk meminimalkan pajak
yang disetor merupakan salah satu penilaian kinerja Intan, yang akan mempengaruhi
kelangsungan karirnya di perusahaan. Perusahaan sampai saat ini tidak pernah diperiksa oleh
aparat pajak dan tidak pernah ada SKP yang diterima perusahaan dalam 5 tahun terakhir,
sehingga potensi untuk kemungkinan diketahui pihak pemeriksa akan sangat kecil.

Jika anda sebagaiIntan apakah yang harus Anda lakukan atas permintaan Direksi tersebut?
Apakah yang dapat Anda lakukan untuk melakukan perbaikan sistem akuntansi maupun
kebijakan pengeluaran perusahaan tersebut dalam rangka efisiensi pajak?

SOAL II (40%)

PT Gemilang melaporkan perhitungan laba bersih tahun 2010 sebagi berikut:

Penjualan 3.800.000.000
Harga Pokok Penjualan 1.800.000.000
Laba Kotor 2.000.000.000

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Beban Usaha 1.250.000.000


Pendapatan dari Usaha 750.000.000
Pendapatan & Beban Lain-lain:
Pendapatan dan Beban Lainnya 250.000.000
Laba Bersih 500.000.000

Informasi tambahan atas laporan keuangan :


1. Berikut adalah informasi atas beban usaha :
a. Beban jasa profesional merupakan pembayaran honorarium kepada :
 Sdr.Hotman (seorang konsultan teknik) berupa honorarium sebesar 20 juta sebagai
imbalan atas jasa design dan lay-out mesin.
 Dr. Boyke Tobing berupa honorarium sebesar 5 juta sebagai imbalan atas ceramah
kesehatan yang diberikan kepada direksi dan karyawan.
b. Penyisihan piutang yang dilakukan perusahaan adaalh sebesar Rp 100 juta. Pada tahun
2010 perusahaan meghapuskan piutang senilai Rp 60 juta. Upaya penagihan piutang
tak tertagih telah dilakukan sampai pengadilan negeri dan dirjen Pajak,
c. Perusahaan memberikan natura kepada karyawan sebagai berikut:
 Pakaian seragam satpam Rp 20 juta
 Minyak goreng dan terigu Rp 20 juta
d. Beban sewa gedung yang dibayarkan kepada Drs.Kertarajasa (Direktur PT Gemilang)
adalah sebesar Rp 20 juta. Untuk luas yang sama penyewa lainnya membayar Rp 15
juta.
e. Beban pengobatan terdiri atas :
 Uang penggantian Rp 6 juta
 Dokter dan obat-obatan Rp 4 juta
f. Dalam penghitungan beban penyusutan, perusahaan menggunakan metode garis lurus
untuk seluruh asetnya, asumsi masa manfaat sama dengan ketentuan fiskal, kecuali
untuk aset-aset berikut:
 Gedung milik perusahaan senilai Rp 1 Milyar yang disusutkan selama 25 tahun
dengan nilai sisa 10%
 Mobil operasional (aktiva kelompok 2) senilai Rp 150 juta disusutkan selama
10 tahun

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

 Telepon selular karyawan perusahaan (kelompok 1) senilai total Rp 50 juta


disusutkan selama 5 tahun
 Kendaraan sedan untuk manajer (kelompok 2) senilai Rp 300 juta disusutkan
selama 10 tahun
 Vila perusahaan untuk tempat beristirahat direjsi Rp 400.000.000. secara umur
akuntansi, umur vila adalah 20 tahun.
2. Termasuk dalam penjualan adalah penjualan kepada Pemkot Depok senilai Rp 500 juta.
Atas penjulana tersebut sudah dipotong pajak 1,5%.
3. Penghasilan lain-lain dari sewa bangunan selama tahun 2010 adalah rp 50 juta.
Penghasilan tersebut dipotong pajak penghasilan 10%
4. Penghasilan lain-lain senilai Rp 50 juta adalah penghasilan dividen (kepemilikan
perusahaan di PT Bangun sebesar 15%). Pajak sebesar 15% sudah dipotong PT Bangun
Jaya.
5. Penghasilan lain-lain senilai Rp 50 juta adalah bunga deposito sebelum dipotong pajak.
Pajak sebesar 20% sudah dipotong
6. Di dalam pendapatan lain-lain termasuk dividen sebesar Rp 85 juta (sesudah pajak) yang
diperoleh perusahaan atas kepemilikan sebesar 30% di Trans Inc (Singapura). Pajak di
Singapura sebesar 15%
7. Tahun 2009 perusahaan mengalami rugi fiskal sebesar Rp 50 juta.
Diminta:
1. Hitunglah Penghasilan Kena Pajak dan pajak terutang untuk tahun 2010 PT Gemilang
2. Hitunglah Pajak Kurang Bayar/Lebih Bayar untuk tahun 2010
3. Hitunglah PPh Pasal 25 untuk tahun 2011.

SOAL III (40%)

PT Gaya Ekspress adalah produsen pakaian jadi. Perusahaan telah dikukuhkan sebagai PKP
sejak tahun 1996. Selama bulan April 2011, PT Gaya Ekspress telah melakukan transaksi-
transaksi sebagai berikut :

1. 02 April Menyerahkan sejumlah pakaian jadi senilai Rp13.200.000,


termasuk PPN kepada Toserba Pelangi dan telah dsepakati
bahwa pembayaran baru akan dilakukan tanggal 02 Mei 2011.
2. 04 April Membayar uang langganan telepon kepada PT Telkom sebesar
Rp 2.500.000. Atas pembayaran tersebut hanya diterima

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

kuitansi yang diiisi secara lengkap.


3. 05 April Eksppr 200 buah jaket kulit senilai Rp 1.200.000.000 ke PT
Mayapada yang berkedudukan di Malaysia.
4. 09 April Membayar fee jasa desain sebesar US $4,500 kepada Crownes
Ltd. Yang berdomisili di India. Kurs yang berlaku pada saat
pembayaran Rp 9.100
5. 09 April Mengeluarkan dari Pelabuhan Tanjong Priok spare parts
mesin dengan nilai impor Rp 32.000.000
6. 09 April Menerima pembayaran sebesar Rp 15.000.000 daro PT Buana
Jaya atas penyerahan 50 pasang pakaian jadi wanita yang telah
diserahkan tanggal 06 Mret 2011
7. 12 April Menyampaikan tagihan senilai Rp 33.000.000 termasuk PPN
atas penyerahan 200 pakaian seragam kepada Kementrian
Pertanian RI. Pengiriman barang sudah dilakukan pada tanggal
22 Maret 2011.
8. 14 April Membayar jasa perbaikan mobil boks yang digunakan untuk
pemasaran termasuk harga penggantian spare parts mobil boks
sebesar Rp 13.000.000
9. 19 April Menyerahkan 10 gulung bahan siap pakai kepada CV Karya
Duta. Maing-masing gulungan berharga Rp 1.500.000 dan
langsung dibayar tunai pada saat pengiriman.
10. 23 April Menyumbangkan 300 buah T-shirt yang masing-masing
berharga Rp 25.000 dan uang tunai Rp 7.500.000 kepada para
korban bencana banjir. Nilai T-Shirt sudah termasuk laba
sebesar 25%
11. 23 April Menerima faktur pajak tertanggal 27 Maret 2011 atas
pembelian kancing dari OT Aneka Pernik dengan nilai PPN
2.500.000
12. 27 April Membayar jasa perbaikan beberapa unit AC senilai Rp
320.000 kepada PT Servisku. AC ini digunakan di ruang
istirahat.
13. 27 April Melakukan pembayaran tahap kedua kepada PPA Consulting
sebesar Rp 60.000.000 atas jasa konsultasi manajemen.

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Pembayaran tahap pertama tekah dilakukan tanggal 27


Februari 2011 sebesar Rp 20.000.000
14. 28 April Menerima Faktur Pajak tertanggal 03 April 2011 dari PT Tuft
Consultant atas jasa review perpajakan senilai Rp 66.000.000
15. 29 April Menjual mobil pick-up yang telah dibeli sejak 2002 dan
digunakan untuk operasional perusahaan kepada Bapak Adi
Suhaedi, salahs atu karyawan perusahaan, seharga Rp
22.000.000
16. 30 April Diterima kembali sejumlah barang dengan Nota retur
tertanggal 28 April 2011 dari PT Pusaka Indonesia dengan
harga jual Rp 8.750.000. Barang yang diretur merupakan
bagian dari penyerahan tanggal 28 Maret 2011 yang lalu.
17. 30 April Mengirim kembali dengan Nota Retur sejumalh sapre parts
kepada CV Jataku dengan harga jual sebesar Rp 12.500.000
yang merupakan bagian dari penyerahan tanggal 28 Maret
2011.
18. 30 April Membayar bahan baku senilai Rp110.000.000 termasuk PPN
dan ongkos tukang yang merupakan warga sekitar sebesar Rp
40.000.000 untuk membangun gudang perusahaan seluas 400
m².

Asumsi :

1. Seluruh transaksi pembelian BKP/perolehan JKP dilakukan dengan PKP lainnya.


2. Nilai transaksi belum termasuk PPN kecuali bila disebutkan,
3. Faktur pajak langsung dikreditkan pada masa diterimanyaFaktur Pajak tersebut.
Diminta :
1. Untuk setiap transaksi di atas, tentukan tanggal dibuatnya Faktur Pajak, klasifikasi
PK/PM, DPP, PPN terutang, dan keterangan lain bila dibutuhkan dalam format
seperti tabel berikut:
No. Tgl.FP PK/PM DPP PPN Keterangan

2. Hitung kurang/lebih bayar PPN selama masa pajak April 2011.

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Jawaban

Soal Pilihan.

1. Cara menghitung :
 Nilai beban pajak perusahaan = Laba menurut akuntansi x tarif pajak yang
berlaku
 Nilai pajak terhutang = Laba menurut fiskal x tarif pajak yang
berlaku
 Utang pajak witholding = total pajak yang dipotong lewat entitas
(sesuai dengan PPh 23).
 Aset/liabilitas tangguhan = nilai beban pajak perusahaan-nilai pajak
terutang.

Hubungannya : Informasi yang ada dalam SPT tahunan akan disesuaikan dengan

informasi yang dilaporkan dalam SPT masa PPN. Jika tidak sama,

akan dibuat ekualisasi.

3. Faktur Pajak adalah suatu bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PengusahaKena Pajak
karena adanya penyerahan Barang Kena Pajak/ Jasa kena Pajak.
Informasi pokok yang harus ada di dalam faktur pajak :
a. Nama, alamat, NPWP yang menyerahkan BKP dan/atau JKP
b. Nama, alamat, NPWP yang membeli BKP dan/atau JKP
c. Jenis barang atau jasa
d. PPN yang dipungut
e. PPnBM yang dipungut (jika ada)
f. Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan faktur pajak
g. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.

Faktur Pajak cacat adalah faktur pajak yang tidak lengkap informasinya (sesuai dengan
informasi standar yang harus dimiliki oleh faktur pajak). Akibatnya adalah
perusahaan atau pengusaha tidak bisa mengkreditkan PPN masukan mereka.

Potensi risiko yang dapat terjadi atas faktur pajak sehingga perusahaan harus
menanggung tambahan biaya, yaitu perusahaan terlambat mengeluarka faktur pajak.
Akibat keterlembatan ini perusahaan yang bertanggung jawab mengeluarkan Faktur

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Pajak akan dikenakan denda dengan nominal tertentu (sesuai dengan peraturan
perpajakan).

Pengendalian internal yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan Faktur
Pajak agar administrasi pajak menjadi efisien dan efektif adalah membuat Faktur Pajak
ditanggal paling awal ( saat penyerahan atau pembayaran lebih dulu terjadi) dan
memastikan bahwa di setiap transaksi pembelian perusahaan mendapatkan Faktur Pajak
yang memenuhi persyaratan untuk dijadikan bukti pengkreditan. Karena tanpa adanya
Faktur Pajak ini perusahaan tidak bisa mengkreditkan PPN masukan yang telah mereka
bayarkan. Selain itu, agar lebih efektif dan efisien perusahaan juga bisa membuat term
of payment yang tepat agar perusahaan tidak perlu membayar terlebih dahulu pajak
yang seharusnya ditanggung oleh pihak lain. Term of payment yang paling baik adalh
end of month.

3. Penyerahan BKP/JKP kepada pemungut adalah penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa
kena Pajak kepada bendaharawan negara.Mekanisme PPNnya adalah pajak keluaran
yang harus kita bayar itu akan dipungut langsung oleh bendaharawan negara yang
bersangkutan.
Menurut saya, secara akuntansi PPN kepada pemungut tidak harus dicatat sebagai pajak
keluaran. Mengapa? Karena, pajak tersebut telah dipungut langsung oleh bendaharawan
negara sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan atau membayarkan apa-apa. Uang
yang diterima oleh perusahaan sudah dalam jumlah neto sehingga tidak perlu ada
pencatatan Pajak Keluaran atas PPN yang dipungut oleh bendaharawan negara.

Soal Wajib
Jika saya menjadi Intan saya akan menolak untuk melakukan permintaan direksi tersebut.
Mengapa? Karena perusahaan sudah 5 tahun tidak diperiksa dan ketika perusahaan sempat
terpilih untuk diperiksa maka jumlah yang harus dibayarkan oleh perusahaan akan sangat
besar dan justru membuat perusahaan menjadi rugi (padahal tadinya berkeinginan untuk
meminimalkan atau mengefisiensikan pajak yang harus dibayar). Nah, agar perusahaan tetap
bisa melakukan efisiensi pajak tetapi sesuai dengan prosedur yang berlaku maka ada
beberapa hal yang akan saya ( dalam hal ini diposisikan sebagai Intan) rubah atau ajukan
untuk dirubah. Pertama, dalam hal pengalokasian biaya. Saya akn mengajukan kepada
perusahaan jika ingin melakukan pengefisiensian pajak maka biaya yang dikeluarkan harus
dialokasikan kepada kegiatan yang nantinya diperbolehkan biayanya menjadi beban secara

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

pajak, bukan dialokasikan kepada biaya-biaya yang tidak boleh dibebankan secara pajak
seperti biaya perjalanan dinas keluarga direksi/komisaris. Selain itu, dalam setiap
pengeluaran yang dilakukan diwajibkan untuk membuat daftar nominatifnya.

Soal II

1. Hitung PKP dan pajak terutang tahun 2011

Laba bersih menurut akuntansi 500.000.000

1) a. – Sdr,Hotman -

– Dr.Boyke (+) 5.000.000

b. Penyisihan piutang (+) 40.000.000

c. – Pakaian seragam satpam -

- Minyak goreng dan terigu (+) 20.000.000

d. Beban sewa gedung (+) 5.000.000

e. – Uang penggantian -

- Dokter dan obat-obatan (+) 4.000.000

f. Biaya depresiasi * (+) 11.000.000

2) Penjualan kepada pemkot Depok* -


3) Penghasilan sewa bangunan* (-) 50.000.000
4) Penghasilan dividen* -
5) Penghasilan bunga deposito (-) 50.000.000
6) Penghasilan dividen atas kep.Trans Inc*(+) 15.000.000

Laba menurut fiskal 500.000.000


Kompensasi kerugian 45.000.000
PKP 455.000.000
Pajak Terutang tahun 2010 = 50% x 25% x 455.000.000
= 56.875.000

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

Asumsi :

1. Penjualan kepada Pemkot Depok dan penghasilan


dividen dicatatkan di penghasilan lain-lain dalam
jumlah bruto sehingga tidak perlu ada koreksi

 Biaya Depresiasi
- Gedung milik perusahaan
Act = 1.000.000.000 – 100.000.000 = 36.000.000
25 tahun
Fiskal= 1.000.000.000 = 50.000.000
20 tahun
- Mobil perusahaan
Act = 150.000.000 = 15.000.000
10 tahun
Fiskal = 150.000.000 = 18.750.000
8 tahun
- Telefon seluler karyawan
Act = 50.000.000 = 10.000.0000
5 tahun
Fiskal = 50.000.000 = 12.500.000
4 tahun
- Kendaraan sedan untuk manajer
Act = 300.000.000 = 30.000.000
10 tahun
Fiskal = 300.000.000 x 50% = 18.750.000
8 tahun
- Vila perusahaan
Act dan fiskal
400.000.0000 = 20.000.000
20 tahun

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

 Penghasilan dividen atas kepemilikan Trans Inc


Nilai neto = 85.000.000
Nilai bruto= 100 x 85.000.000 = 100.000.000
85
Koreksi (+) = 100.000.000 – 85.000.000 15.000.000
2. Hitung pajak kurang bayar/lebih bayar tahun 2010
Kredit pajak tahun 2010 :
PPh 22 7.500.000
PPh 24 15.000.000
KP 22.500.000
Pajak kurang bayar = Pajak terutang tahun 2010 – kredit pajak tahun 2010
= 56.875.000 – 22.500.000
= 34.375.000
4. Cicilan pajak tahun berikutnya
Pajak terhutang tahun 2010 ( 25% x 500.000.000) = 125.000.000
Kredit pajak:
PPh 22 = 7.500.000
PPh 24 = 15.000.000 (22.500.000)
Cicilan pajak tahun berikutnya (PPh 25) 102.500.000
Cicilan per bulan = 102.500.000
12
= 8.541.666,67/bulan

Soal III

a. Tentukan tanggal dibuatnya FP, klasifikasi PK/PM, DPP, PPN Terutang dan keterangan
lain yang diperlukan.
No Tgl.FP PK/PM DPP PPN Keterangan
1.* 02 April PK 12.000.000 1.200.000
2. 04 April PM 2.500.000 250.000 Tidakdapat
dikreditkan karena
hanya dicatat dalam
kuitansi

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

3. 05 April PK 1.200.000.00 0 Karena ekspor,


maka tarif PPNnya
adalah 0%
4. 09 April PM 40.950.000 4.095.000 Dapat dikreditkan
5. 09 April PM 32.000.000 3.200.000 Dapat dikreditkan
6. 09 April PK 15.000.000 1.500.000 Sudah diakui dalam
SPTmasa
bulanMaret 2011
7.* 12 April PK (-) 30.000.000 3.000.000 Karena transaksinya
terjadi dengan
bendaharawan
negara maka jumlah
PK pada transaksi
ini menjadi
pengurang bagitotal
keseluruhan PK
perusahaan.
8. 14 April PM 13.000.000 1.300.000 Dapat dikreditkan
9. 19 April PK 15.000.000 1.500.000
10.* 23 April PK 6.000.000 600.000 Karena transaksinya
tergolong dalam
pemberian cuma-
cuma maka nilai
DPPnya tidak
termasuk laba.
11. 27 Maret PM 2.500.000 Masih bisa
dikreditkan karena
masih dalam jangka
waktu 3 bulan
setetlah transaksi
dilakukan.
12. 26 April PM 320.000 32.000 Dapat dikreditkan
13. 27 April PM 60.000.000 6.000.000 Dapat dikreditkan

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

14. 03 April PM 66.000.000 6.600.000 Dapat dikreditkan


15. 29 April PK 22.000.000 2.200.000
16. 30 April PK (-) 8.750.000 875.000 Karena transaksinya
berupa retur barang,
maka jumlah PK di
transaksi ini akan
mengurangi jumlah
PK keseleruhan
perusahaan
17. 30 April PM (-) 12.500.000 1.250.000 Karena transaksinya
berupa retur barang,
maka jumlah PM di
transaksi ini akan
mengurangi jumlah
PM keseleruhan
perusahaan
18.* 30 April PM 56.000.000 5.600.000 Tidak dapat
dikreditkan karena
merupakan
pembangunan untuk
diri sendiri

Perhitungan:
1. DPP = 100 X 13.200.000 = 12.000.000
110
7. DPP = 100 X 33.000.000 = 30.000.000
110
10. DPP = 100 X 25.000 X300 = 6.000.000
125
18. DPP = 40% X ( 100.000.000 + 40.000.000)
= 56.000.000
Pembangunan sendiri tidak dapat dikreditkan sesuai dengan peraturan nomor
39/PMK 03/2010.

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


Presented By: SPA-Tax Study Division Perpajakan 1

b. Hitunglah kurang/lebih bayar PPN selama masa pajak April 2012


Total PK = 1.200.000 + 0 - 3.000.000 + 1.500.000 + 600.000 + 2.200.000 - 875.000
= 1.625.000
Total PM = 4.095.000 + 3.200.000 + 1.300.000 + 2.500.000 + 32.000 + 6.000.000
+ 6.600.000 – 1.250.000 + 5.600.000
= 28.077.000
PPN lebih bayar = PK – PM
= 1.625.000 – 28.077.000
= 26.452.000

www.spa-feui.com Twitter :@spafeui FB: SPA FEUI


MOJAKOE

PAJAK 1

Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Ujian Akhir Semester

Perpajakan 1

Selasa, 5 Juni 2012

SOAL 1 (15%) PILIH 3 DARI 6

1. Suatu entitas membeli barang baik dalam bentuk persediaan atau aset tetap termasuk
membayar pajak. Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi terkait PPN dan PPnBM
yang dibayarkan entitas pada saat membeli persediaan atau aset tetap tersebut !
2. Sebuah BUT menyelenggarakan jasa konsultasi manajemen di Indonesia. Pada tahun
2011 ada dua perusahaan (klien) di Indonesia yang menandatangani kontrak
konsultasi manajemen secara langsung dengan kantor pusat BUT tersebut di USA.
Setiap tahun kantor pusat juga membebankan biaya ke semua perwakilannya
termasuk BUT di Indonesia. Jelaskan bagaimana BUT tersebut menghitung
penghasilan kena pajak?
3. Suatu entitas A memiliki kepemilikan di entitas B dengan kepemilikan 22%. Selama
tahun 2011, entitas asosiasi B menghasilkan laba 100 dan dividen 60. Bagaimana
entitas A melaporkan hal ini dalam SPT tahun 2011? Bagaimana perbedaan
pengakuan antara akuntansi dan pajak dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan
perusahaan?
4. Sebuah entitas tahun 2011 melaporkan laba perusahaan sebesar Rp 360 milyar. Data
beberapa tahun lalu menunjukkan pendapaatn perusahaan tersebar di sepanjang tahun
secara merata. Sampai dengan triwulan 1 tahun 2012, perusahaan baru membukukan
penjualan sebesar Rp 50 milyar. Akumulasi pembayaran PPh 25 dalam 3 bulan
pertama di 2012 sebesar Rp 20 milyar. Jelaskan langkah apa yang sebaiknya
dilakukan perusahaan dalam rangka pembayaran angsuran pajak selama sisa tahun
2012 dengan dua asumsi, asumsi pertama SPT 2011 telah diserahkan dan asumsi
kedua SPT 2011 masih dalam proses penyusunan?
5. Ketentuan PPN dan PPnBM terkait dengan barang yang diekspor dan diimpor
berbeda. Jelaskan perlakuan kedua pajak tersebut baik dari sisi importir atau exportir
yang kebetulan produsen barang tersebut. Jelaskan dari sisi pajak masukan (yang telah
dibayar) dan pajak keluaran (yang harus dibayar). Jelaskan baik dari nilai pajaknya

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 1


MOJAKOE PAJAK 1 2011

maupun cara pembayaran pajaknya, Berikan alasan mengapa ketentuan tersebut


dibedakan?
6. Jelaskan perubahan-perubahan pokok dalam UU PPN yang baru yang Saudara ketahui
dan persyaratan pengkreditan pajak masukan oleh PKP.

SOAL 2 (10%)

Suatu entitas bergerak di bidang konstruksi, terdaftar menjadi PKP sejak berdiri.
Pajak penghasilan perusahaan dikenakan final atas jumlah penjualannya. Porsi
penjualannya 75% didominasi penjualan ke pemerintah.Sebagian besar aset perusahaan
berbentuk piutang. Menurut bagian akuntansi, pendapatan diakui pada saat progress
penyelesaian terjadi.Pendanaan perusahaan sebagian besar menggunakan utang bank.
Walaupun bunga telah diperhitungkan dalam biaya produksi namun keterlambatan
pembayaran berakibat biaya produksi meningkat.

Entitas membuat faktur pajak pada saat mengirimkan tagihan untuk


penjualan.Beberapa kontrak konstruksi mengharuskan entitas mengirimkan tagihan
retensi pada satu tahun setelah penyelesaian akhir pekerjaan (sekitar 5-10% penjualan).
Walaupun berita acara serah terima tahapan pekerjaan telah dilakukan, entitas tidak
membuat faktur pajak dan baru membuat pada saat penagihan.

Entitas memliki pemasok PKP dan non PKP. Bagian pembelian melakukan pembelian
barang dari beberapa pemasok non PKP karena harga yang diberikan 2-5% lebih murah
dibandingkan dengan pemasok PKP. Bagian pembelian kurang disiplin dalam
mengumpulkan faktur pajak masukan, sehingga beberapa pembelian tidak memberikan
faktur pajak dan bukti sektor pajaknya.

Saat ini, entitas mengalami masalah likuiditas, untuk itu kebijakan pembayaran PPN
disesuaikan dengan pembayaran dari tagihan yang dikirimkan. Faktur pajak akan
dilaporkan pada bulan dibuatnya tagihan jika tagihan tersebut telah dibayar oleh
pelanggan. Namun jika tagihan tersebut belum dibayarkan sampai batas akhir tanggal
pembayaran pajak, faktur pajak keluaran tidak dilaporkan, pada saat tagihan dilunasi akan
dibuat faktur pajak baru untuk menggantikan faktur pajak lama. Untuk pembelian kepada
non PKP dan faktur pajak yang tidak ada, entitas menggunakan jasa perusahaan perantara
yang bersedia membuatkan faktur pajak masukan dan bukti sektor pajaknya.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 2


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Diminta: Lakukan analisis atas praktik PPN di perusahaan tersebut, apakah praktik yang
dilakukan tepat, termasuk alasannya. Jika belum tepat berikan saran perbaikan yang
diperlukan serta akibat jika saran tersebut tidak dilaksanakan.

SOAL 3 (30%)

PT Merbabu merupakan produsen sepatu dan asesoris lain dari bahan kulit yang
berlokasi di Bekasi.Perusahaan menjual produknya sendiri telah dikukuhkan sebagai PKP
sejak tahun 2000. Selama bulan Mei 2012, melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut (
nilai transaksi adalah sebelum pajak kecuali disebutkan, jumlah pembayaran ditambahkan
nilai PPN)

No Tanggal Transaksi
Perusahaan mengekspor hasil produknya sebesar 40.000
1. 1 Mei
USD.Kurs yang berlaku saat transaksi tersebut adalah Rp 9.100
Perusahaan mengirimkan barang kepada Swalayan X untuk
konsinyasi sebesar Rp 180.000.000. Untuk barang konsinyasi
2. 2 Mei
pelaporan barang yang terjual dilakukan setiap bulan termasuk
laporan retur barang.
Membayar pelunasan pembelian yang dilakukan pada bulan 5
Maret sebesar Rp 30.000.000. Nilai total pembelian pada 5
3. 3 Mei
Maret sebesar Rp 100.000.000. Faktur pajak telah diterima
bulan Maret
Menerima pesanan bahan baku dari PT Dajlia. Total nilai
pembelian dikirimkan sebesar Rp 120.000.000. Perusahaan telah
membayar DP Rp 20.000.000 pada bulan April saat pemesanan,
4. 4 Mei
Rp 60.000.000 dibayarkan saat pengiriman pesanan dan sisanya
akan dibayarkan pada bulan Juni. Faktur pajak diterima pada
saat penerimaan barang dan pembayaran DP
Menerima pelunasan penjualan dari PT Mutiara atas penjualan
yang dilakukan pada 10 April senilai Rp 80.000.000. Barang
5. 5 Mei
beserta faktur pajak telah dikirimkan perusahaan pada bulan
April.
6. 7 Mei Memesan bahan baku kepada PT Kenanga dengan nilai

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 3


MOJAKOE PAJAK 1 2011

pembelian sebesar Rp 100.000.000. Atas pemesanan tersebut


Perusahaan membayar uang muka sebesar 30%. Perusahaan
menerima faktur pajak beserta kuitansi pembayaran.
Perusahaan mengimport bahan baku senilai 20.000 USD.
Freight dan insurance 10% dari nilai import. Bea masuk 10%
7. 9 Mei
dari CIF. Kurs KMK yang berlaku Rp 9.000 sedangkan kurs BI
yang berlaku pada tanggal tersebut Rp 9.100
Menyerahkan barang senilai Rp 140.000.000 dengan
pembayaran kredit, pelunasan dilakukan 50% satu bulan yang
8. 10 Mei
akan datang dan sisanya bulan berikutnya. Perusahaan telah
membuat faktur pajak saat pengiriman barang.
PT Kenanga memesan sepatu untuk karyawan dengan total
pesanan Rp 400.000.000. Perusahaan menerima uang muka
9. 11 Mei
sebesar 25% dari total pesanan ditambah nilai PPNnya. Barang
akan diserahkan 30% pada 10 Juni dan sisanya pada 10 Juli.
Dalam rangka ulang tahun memberikan sepatu kepada murid SD
terpencil secara cuma-cuma dengan nilai jual sepatu sebesar Rp
10. 15 Mei
100.000.000. laba kotor atas sepatu ini adalah 25% dari harga
pokoknya. Faktur pajak dibuat pada saat pengiriman barang.
Membayar tagihan listrik dan telpon masing-masing Rp
11. 16 Mei 13.200.000 dan Rp 5.500.000 termasuk PPN dalam kuitansi
pembayaran.
Melakukan penyerahan barang sebesar Rp 250.000.000. Atas
12. 18 Mei
penyerahan ini langsung dibayar secara tunai.
Mengirimkan tagihan ke Dinas Pendidikan atas sepatu yang
telah diserahkan pada 15 April 2012. Perusahaan menunggu
13. 21 Mei kelengkapan berita acara serah terima sehingga baru
mengirimkan tagihan pada 20 Mei. Nilai tagihan sebesar Rp
120.000.000
Menerima faktur pajak atas pembelian dari supplier yang
14. 22 Mei dilakukan pada 25 Maret 2012. Pembelian tersebut senilai Rp
40.000.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 4


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Menerima laporan penjualan konsinyasi dari Swalayan X,


diketahui barang yang terjual sebesar Rp 100.000.000 dan
15. 23 Mei
barang yang diretur sebesar Rp 30.000.000. Nota retur dan
faktur pajak retur dilampirkan.
Membeli bahan baku secara tunai sebesar Rp 50.000.000 dari
16. 25 Mei PT Mawar. Faktur pajak diterima bersamaan dengan dokumen
bukti pembayaran.
Membeli sedan untuk kendaraan dinas direksi sebesar Rp
300.000.000 secara tunai dan membeli peralatan pabrik sebesar
Rp 400.000.000 ( kredit 3 tahun, dengan DP sebesar Rp
40.000.000, angsuran pertama Rp 10.000.000 dan PPn dibayar
17. 26 Mei
pada saat penyerahan sisanya diangsur selama 3 tahun
ditambahkan bunga). Faktur pajak diterima bersamaan
penyerahan barang. Kendaraan dan peralatan pabrik termasuk
kelompok aset yang disusutkan selama 8 tahun.
Mengembalikan barang yang dari pembelian 15 April karena
barangnya rusak. Barang yang dikembalikan senilai Rp
60.000.000 dari total pembelian sebesar Rp 150.000.000. Faktur
18. 28 Mei
pajak retur dibuat bersamaan dengan pengembalian barang.
Utang dagang pembelian ini 50% baru akan dilunasi pada 10
Juni.
Melakukan penghapusan piutang dari PT Teratai sebesar Rp
19. 29 Mei 15.000.000 atas penjualan yang telah dilakukan pada 2 Januari
2011.
Melakukan pembangunan satu buah gedung. Biaya yang
dikeluarkan untuk pembangunan tersebut selama bulan Mei
20. 30 Mei adalah, bahan baku Rp 160.000.000 dan biaya upah sebesar Rp
40.000.000. Atas pembelian bahan baku perusahaan menerima
faktur pajak masukan.
Membuat faktur pajak gabungan atas penjualan retail yang
21. 31 Mei terjadi selama bulan Mei. Total penjualan sebesar Rp
250.000.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 5


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Asumsi :

 Seluruh transaksi pembelian BKP/perolehan JKP dilakukan perusahaan dengan PKP


lainnya.
 Nilai transaksi belum termasuk PPN kecuali bila disebutkan
 Fakturpajak langsung dikreditkan pada masa diterimanya Faktur Pajak tersebut.

Diminta :

a. Untuk setiap transaksi di atas, tentukan tanggal dibuatnya Faktur Pajak, klasifikasi
PK/PM, DPP, PPN terutang, dan keterangan lain bila dibutuhkan dalam format seperti
tabel berikut :
No Tgl.FP PK/PM DPP PPN Keterangan

b. Hitung kurang/lebih bayar PPN selama masa pajak Mei 2012.

SOAL 4 (45%)

PT Merapi perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyewaan kendaraan darat.


Perusahaan telah berdiri sejak 40 tahun lalu. Perusahaan menyewakan kendaraan dalam
bentuk retail persewaan taksi. Kendaraan maupun persewaan ke perusahaan baik kegiatan
wisata maupun dalam kontrak janka panjang (1-12 bulan).

Penjelasan terkait laporan laba rugi yang telah disusun perusahaan (dalam ribuan
rupiah) adalah sebagai berikut :

a. Dalam biaya gaji dan upah terdapat tunjangan seragam sopir sebesar 700.000 dan
seragam kantor sebesar 200.000
b. Perusahaan memperoleh pendapatan dari instansi pemerintah sebesar 50.000.000.
Atas pendapatan tersebut telah dipotong PPh pasal 22 seebsar 750.000. Pendapatan
dari sewa kendaraan seebsar 200.000.000 telah dipotong PPh 23 sebesar 4.000.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 6


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Sistem akuntansi perusahaan mencatat pajak yang telah dipotong sebagai pajak yang
dibayar dimuka.
c. Beban depresiasi kendaraan dan peralatan kantor dihitung dari tabel berikut :
Bbn
Akt Pajak Perolehan Nilai Sisa Akm Dep
Dep
Bangunan 30 20 128.000 8.000 32.000 4.000
Peralatan 1 2 4 25.000 5.000 10.000 10.000
Peralatan 2 8 4 45.000 5.000 15.000 5.000
Peralatan 3 10 8 22.000 2.000 8.000 2.000
Mobil
5 8 11.000 1.000 4.000 2.000
Dinas
231.000 21.000 69.000 23.000

Akt Pajak Perolehan Nilai Sisa Akm Dep Bbn Dep


Bis 10 8 222.000 22.000 160.000 20.000
Van 8 8 180.000 20.000 100.000 20.000
Sedan 4 4 440.000 40.000 400.000 100.000
842.000 82.000 660.000 140.000

Mobil dinas adalah kendaraan yang digunakan oleh pimpinan perusahaan pada level
tertentu. Mobil ini dibawa pulang oleh perusahaan. Beban perawatan mobil dinas
sebesar 1.200 dan bahan bakar sebsar 1.600
d. Sewa kendaraan merupakan sewa beberapa kendaraan kepada beberapa perusahaan
untuk kepentingan disewa kembali. Sewa ini jangka waktunya rata-rata 1 tahun dan
dapat diperpanjang lagi. Atas sewa yang dibayarkan perusahaan memotong PPH 23
sebesar 2%
e. Termasuk beban iklan dan pemasaran terdapat biaya entertainment yang tidak ada
daftar nominatifnya sebesar 300.000
f. Termasuk dalam staf insentif adalah beban outing karyawan yang dilaksanakan pada
hari ulang tahun perusahaan sebesar 5.000.000. Penyediaan kesehatan dalam benetuk
klinik perusahaan sebesar 800.000
g. Termasuk dalam beban administrasi :

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 7


MOJAKOE PAJAK 1 2011

 Biaya penurunan nilai piutang sebesar 50.000 yang dhitung menurut PSAK
yang dihitung berdasrkan bukti objektif. Piutang ini berasal dari pendapatan
kontrak dengan perusahaan lain.
 Biaya penurunan persediaan saprepart bengkel sebesar 30.000
 Beban pajak bumi dan bangunan sebesar 60.000
 Biaya perjalanan dinas, termasuk biaya perjalanan dinas keluarga direksi dan
komisaris sebesar 80.000
h. Termasuk dalam beban operasional lain adalah :
 Pemberian beasiswa kepada putra-putri karyawan berprestasi sebesar 600.000
dan mahasiswa kurang mampu di universitas negeri kota tersebut 800.000
 Batuan kegiatan yang diselenggarakan secara lokal dalam rangka CSR
perusahaan, yaitu untuk kegiatan sosial 50.000, pengembangan olahraga
10.000, pembangunan infrastruktur sosial 300.000, pembangunan sarana
pendidikan 500.000, dan bantuan kegiatan keagamaan sebesar 250.000
i. Pendapatan bunga deposito merupakan tabungan dari dana cadangan perusahaan yang
ditujukan untuk investasi di masa depan dengan total tabungan 1.000.000 bunga 5%
sedangkan bunga pinjaman muncul terkait pinjaman perusahaan pada bank sebesar
500.000 dengan bunga 8%. Selama tahun tersebut tidak ada perubahan saldo utang
dan seposito.
j. Pemdapatan sewa dikenakan pajak final 10% dari total sewa sebesar 1.000.000
k. Dividen dari PT Patron telah dikenakan pajak sebesar 30% dan Beautiful dikenakan
pajak sebesar 20%. Perusahaan mencatat pendapatan ini secara nett setelah pajak yang
dibayarkan di LN. Investasi di PT Patron dijual pada tahun 2011 dengan kuntungan
penjualan sebesar 14.000.000 dikenakan pajak 30%
l. Keuntungan penjualan kendaraan yang dilakukan diakhir tahun. Kendaraan yang telah
habis masa pakai dan tidak layak untuk dioperasikan dijual dengan keterangan di
bawah ini.
Nilai
Dep Dep buku Nilai
Umur Akt Pajak Perolehan akuntansi jual Keuntungan
Sedan 6 4 4 44.000 4.000 4.500 500
Van 8 8 8 36.000 4.000 5.500 1.500

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 8


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Bis 8 10 8 11.000 3.000 2.900 (100)


1.900

m. Perusahaan mencatat pajak yang dibayarkan sebagai pajak diterima dimuka kecuali
untuk penghasilan yang dikenakan pajak final dan pajak yang dibayarkan di luar
negeri yang dicatat sebagai penghasilan netto.
n. Selain pajak yang telah disebutkan diatas, perusahaan telah membayar angsuran PPh
25 selama tahun 2011 sebesar 13.200.000

Diminta :

1. Hitung pajak dengan terlebih dahulu menghitung penghasilan kena pajak perusahaan
dengan melakukan rekonsiliasi fiskal. Untuk masing-masing koreksi sertakan alasan
dan perhitungan
2. Hitung kredit pajak PPh 24 atas penghasilan yang diterima perusahaan dari luar
negeri. Buatlah koreksi pencatatan atas pendapatan dari luar negeri yang seharusnya
dibuat perusahaan sehingga pencatatannya konsisten dengan penghasilan yang lain.
3. Hitung total kredit pajak dan pajak yang harus dibayarkan di akhir tahun. Buatlah
jurnal untuk memunculkan beban dan liabilitas pajak kini ?
4. Hitung berapa jumlah angsuran pajak untuk tahun 2012 dengan memperhatikan
penghasilan tidak teratur yaitu keuntungan penjualan kendaraan
5. Sebutkan minimal tiga item yang memunculkan pajak tangguhan berikan penjelasan
singkat!

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 9


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Laporan Laba Rugi Perusahaan

Koreksi Fiskal
Komersial (+) (-) Fiskal
Penjualan 200.000.000.000
HPP (125.000.000.000)
Laba Kotor 75.000.000.000

Beban Pemasaran
Beban Iklan dan
Pemasaran 750.000.000
Beban Insentif
Karyawan 7.000.000.000
Total Biaya
Pemasaran 7.750.000.000

Beban Administrasi
Beban Gaji, Bonus,
dan THR 5.500.000.000
PPh pasal 21
ditanggung perusahaan 750.000.000
Biaya Penghapusan
Piutang 50.000.000
Biaya penurunan
persediaan 30.000.000
Beban Pajak Bumi dan
Bangunan 60.000.000
Biaya perjalanan dinas 80.000.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 10


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Total Biaya
Administrasi 6.470.000.000

Biaya Operasional
Telepon dan Listrik 845.000.000
Beban depresiasi
peralatan 23.000.000
Beban depresiasi
kendaraan 140.000.000
Bunga pinjaman bank 40.000.000
Perawatan mobil dinas
dan bahan bakar 2.800.000.000
Beasiswa 14.000.000.000
Bantuan kegiatan
sosial 1.200.000.000

Total Beban
Operasional 7.014.000.000

Laba Operasional 53.766.000.000

Pendapatan (Beban)
Lain-Lain
Dividen PT Patron
(nett) 1.050.000.000.
Dividen PT Beautiful
(nett) 750.000.000
Dividen PT Pelangi
(30%) 300.000.000
Dividen PT Kintamani
(35%) 350.000.000
Penghasilan dari
penjualan investasi 1.400.000.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 11


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Keuntungan penjualan
kendaraan 196.000.000.000
Pendapatan sewa
gedung 5.000.000.000
Pendapatan sewa
kendaraan 750.000.000
Bunga deposito bank 50.000.000
Rugi selisih kurs (25.000.000)

Total Pendapatan
(Beban) Lain-Lain 221.476.900.000

Laba Bersih Sebelum


Pajak 275.242.900.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 12


MOJAKOE PAJAK 1 2011

JAWABAN

SOAL 1

1. Perlakuan akuntansi untuk PPN dan PPnBM diperlihatkan dalam ilustrasi berikut :
Contoh :
PT Yulanda sebagai importir melakukan impor air Air Conditioner (AC)
sebanyak 2000 unit dari Jepang dengan harga impor (CIF) US $500,00 per unit, atas
impor AC terutang BeaMasuk 50%. Kurs berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
Rp 7.000,00 per US$1,00. Selanjutnya AC tersebut dijual kepada distribusi PT Segar
dengan harga Rp 4.000.000 per unit AC. Hitunglah PPN dan PPnBm serta harga yang
harus dibayar oleh PT Segar.

Jawab :

a. Perhitungan PPN dan PPnBM


Harga Impor (CIF) = 2.000 x $ 500,00 x Rp 7.000= 7.000.000.000
Bea Masuk (50%x7.000.000.000) = 3.500.000.000
Nilai Impor = 10.500.000.000

PPN Terhutang (10%x10.500.000.000) = 1.050.000.000


PPnBM ( 20%x10.500.000.000) = 2.100.000/000

Harga yang harus dibayar oleh PT Segar (entitas)

Harga per unit AC = 4.000.000


Mengeliminasi PPnBM per unit = 1.050.000
(1/2000 x 2.100.000.000) 2.950.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 13


MOJAKOE PAJAK 1 2011

PPN Terhutang = 10%x 2.950.000 = 295.000


Jadi jumlah yang harus dibayar oleh PT Segar Rp 4.000.000 + 295.000=
4.295.000
Dari ilustrasi di atas kita dapat melihat bahwa dalam akuntansi nilai PPnBM
diperhitungkan menjadi bagian harga pokok dari produk yang dijual sementara
PPN dihitung berdasarkan biaya pembuatan produk (COGS) dan tidak
dimasukkan sebagai harga per unit/harga pokok dari produk yang bersangkutan.
Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap jurnal akuntansi yang dibuat, dimana
nilai PPnBM sudah digabung dengan akun pembelian (dari segi pembeli)
sementara nilai dari PPN akan dijurnak dengan akun yang berbeda
Pembelian 4.000.000 (sudah termasuk nilai PPnBM)
Pajak Masukan 295.000
Kas 4.295.000
2. BUT tersebut menghitung penghasilan kena pajaknya dengan cara menambahkan
pendapatan yang didapatkan dari jasa konsultasi manajemen lalu mengurangi jumlah
tersebut dengan biaya yang dibebankan oleh kantor pusat, terkait dengan biaya
kontrak konsultasi maanjemen dengan perusahaan di Indonesia. Hasil tersebut lalu
dikalikan dengan tarif pajak BUT yaitu sebesar 25% dari penghasilan menurut fiskal
(yang telah dihitung sebelumnya).
Dasar perhitungannya dijelaskan dalam pasal 5 UU PPh, dan untuk kasus ini dasarnya
terdapat dalam ayat 1 (b) dan 2.
Pasal 5 ayat 1 (b) mengenai objek pajak dari BUT :
“Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan, penjualan barang, atau pembelian
jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau dilakukan ole bentuk
usaha tetap di Indonesia.”
Pasal 5 ayat 2 mengenai biaya-biaya yang diakui :
“ Biaya-biaya yang berkenaan dengan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b dan c boleh dikurangkan dari penghasilan bentuk usaha tetap.”

6. Pokok-pokok perubahan dalam UU PPN yang baru :


a. Peristilahan
Istilah baru yang diperkenalkan adalah Ekspor Barang kena Pajak Tidak
Berwujud dan Ekspor Jasa Kena Pajak. Ekspor BKP Tidak Berwujud dalam

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 14


MOJAKOE PAJAK 1 2011

pasal 1 angka 28 didefinisikan sebagai setiap kegiatan pemanfaatan BKP Tidak


Berwujud dalam Daerah Pabean ke luar Daerah Pabean. Sementara Ekspor Jasa
Kena Pajak didefinisikan sebagai setiap kegiatan penyerahan Jasa Kena Pajak ke
luar Daerah Pabean.
b. Penyerahan Barang Kena Pajak
Dalam pasal 1A ayat (1) dimuat tambahan yang termasuk dalam pengertian
penyerahan Barang Kena Pajak, yaitu : penyerahan Barang Kena pajak oleh
Pengusaha Kena Pajak dalam rangka perjanjian pembiayaan yang
dilakukan berdasrkan prinsip syariah, yang penyerahannya dianggap
langsung dari Pengusaha Kena Pajak kepada pihak yang membutuhkan
Barang Kena Pajak . Menegaskan prinsip equal treatment atau mutatis mutandis
antara pembiayaan konvensional da pembiayaan syariah
Pasal 1A ayat (2) terdapat penambahan daftar yang tidak termasuk penyerahan
Barang Kena pajak, yaitu :
 Pengalihan BKP dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran,
pemecahan, dan pengambilalihan usaha dengan syarat pihak yang
melakukan pengalihan dan yang menerima pengalihan adalah PKP
 BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan,
dan yang Pajak Masukan atas perolehannya tidak dapat dikreditkan
c. Objek PPN
Objek PPN dalam peraturan yang baru ditambah dua jenis lagi, yaitu ekspor
BKP tidak berwujud oleh PKP dan ekspor JKP oleh PKP. Pada UU PPN
sebelumnya, tidak dibedakan antara BKP berwujud dan tidak berwujud. Dengan
kata lain, UU PPN yang baru mencoba menegaskan bahwa ekspor barang tidak
berwujud pun termasuk obejk PPN.
d. Retur Jasa
Jika pada UU PPN sebelumnyadikenal nota retur untuk pengembalian barang
kena pajak yang dapat mengurangi pajak keluaran, maka di dalam UU PPN yang
baru, tepatnya Pasal 5A ayat (2) diatur pula retur jasa, jika terdapat penyerahan
jasa kena pajak yang dibatalkan baik seluruhnya maupun sebagian.
SOAL 2

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 15


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Praktik yang dilakukan oleh perusahaan tersebut belum tepat. Mengapa ? Pertama,
faktur pajak keluaran yang sudah ada seharusnya diaporkan dalam SPT Masa pada
bulan pembuatan faktur pajak tersebut. Kedua, seharusnya perusahaan tidak meminta
perusahaan perantara untuk membuatkan faktur pajak terhadap transaksi yang terjadi
dengan non PKP.Hal ini ditegaskan dalam pasal 14 (1) UU KUP bahwa transaksi
yang terjadi dengan non PKP tidak boleh dibuatkan faktur pajak karena non
PKP tidak diminta untuk menyetor pajak keluaran Begitu juga tidak seharusnya
diminta membuat faktur pajak untuk mengganti faktur pajak yang hilang akibat
kelalaian dari pihak perusahaan sendiri. Praktik yang dilakukan oleh perusahaan ini
sudah jelas salah.
Sebaiknya, jika perusahaan merasa bahwa tagihan ke pembelinya banyak yang
berisiko tidak tertagih, perusahaan bisa menerapkan sistem pembayaran dengan uang
muka dan penyerahan barang beberapa waktu setelah pembayaran DP (setidaknya
selang satu bulan setelah pembayaran DP). Apa gunanya sistem ini? Dengan sistem
ini, pajak keluaran yang harus dibayarkan oleh perusahaan hanya sebesar tarif
dikalikan uang muka pembelian saja karena barangnya belum diberikan. Jadi,
perusahaan tidak berat untuk melaporkan dan membayarkan pajak keluaran yang
mereka miliki. Untuk faktur pajak masukan, seharusnya perusahaan lebih teliti dan
disiplin untuk mengumpulkan setiap faktur pajak masukan yang ada karenadengan
adanya faktur pajak tersebut, perusahaan bisa mengkreditkan pajak masukan yang
sudah mereka bayar sehingga mengurangi jumlah PPN yang harus mereka bayarkan
(beban perusahaan menjadi berkurang). Selain itu, perusahaan bisa memilih hanya
bertransaksi dengan pengusaha yang sudah dikukuhkan menjadi PKP (kecuali untuk
pembelian-pembelian tertentu) , jadi tidak perlu menunjuk perusahaan perantara untuk
membuatkan faktur pajak palsu. Dan sangat disarankan untuk tidak meminta
pengusaha yang belum dikukuhkan untuk menjadi PKP membuat faktur pajak.
Mengapa? Karena hal ini justru akan mempersulit keadaan perusahaan sendiri. Jika
perusahaan diperiksa oleh pihak DJP dan mereka menemukan bahwa faktur tersebut
berasal dari pengusaha non PKP maka sesuai dengan pasal 13 ayat UU KUP,
perusahaan akan dikenakan denda berupa sanksi pokok pajak beserta bungan
yang akan ditagih DJP dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.
Perusahaan yang sudah mengalami kesulitan finansial akan semakin terjepit lagi
karena harus membayar denda pajak ini.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 16


MOJAKOE PAJAK 1 2011

SOAL 3

a. PPN
No Tgl.FP PK/PM DPP PPN Keterangan
Ekspor dikenakan
364.000.000 0
1 1 Mei PK (40.000 x9.100) (0%x364.000.000) tarif 0%
18.000.000
2 2 Mei PK 180.000.000 (10%x180.000.000)

Faktur sudah
diterima dan
dikreditkan di
10.000.00
3 5 Maret PM 100.000.000 (10%x100.000.000) bulan Maret
Faktur sudah
diterima dan
dikreditkan di
bulan April.
DPPnya hanya
sebesar jumlah
uang muka karena
barang belum
20.000.000 2.000.000
4 April PM (uang muka) (10%x20.000.000) diterima.
Dapat dikreditkan
di bulan Mei.
DPPnya
berdasarkan harga
barang yang masih
harus dibayar oelh
perusahaan karena
barangnya sudah
10.000.000
Mei PM 100.000.000 (10%x100.000.000) diterima.
Faktur sudah dibuat
10 dan dilaporkan di
8.000.000
5 April PK 80.000.000 (10%x80.000.0000) SPT Masa bulan

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 17


MOJAKOE PAJAK 1 2011

April
Dapat dikreditkan.
DPP hanya sebesar
jumlah uang muka
karena barang baru
dipesan (belum
diterima
30.000.000 3.000.000
6 7 Mei PM (uang muka) (10%x30.000.000) perusahaan).
21.780.000
7 9 Mei* PM 217.800.000 (10% x 217.800.000) Dapat dikreditksn
14.000.000
8 10 Mei PK 140.000.000 (10%x140.000.000)
100.000.000 10.000.000
9 11 Mei PK (25%x400.000.000) (10%x 100.000.000)
80.000.000 8.000.000
10 15 Mei PK (100.000.000/1,25) (10%x80.000.0000

16
1.700.000
11 Mei* PM 17.000.000 (10%x17.000.0000) Dapat dikreditkan
25.000.000
12 18 Mei PK 250.000.000 (10%x250.000.000)

Menjadi pengurang
pajak kreditan
yang ada karena
transaksinya terjadi
dengan
bendaharawan
12.000.000
13 20 Mei PK (-) 120.000.000 (10%x120.000.000) negara

Masih bisa
dikreditkan di
bulan Mei karena
masih belum lewat
25 3 bulan dari masa
4.000.000
14 Maret PM 40.000.000 (10%x40.000.0000) transaksi

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 18


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Menjadi pengurang
jumlah pajak
keluaran yang
3.000.000
15 23 Mei PK (-) 30.000.000 (10%x30.000.0000) sudah ada
5.000.000
16 25 Mei PM 50.000.000 (10%x50.000.0000) Dapat dikreditkan
UU PPN pasal 9/8,
tidak dapat
30.000.000
17 26 Mei PM 300.000.000 (10%x300.000.000) dikreditkan
PPnBM tidak
dikenakan ke
PPnBM - - konsumen akhir
40.000.000
26 Mei PM 400.000.000 (10%x400.000.000) Dapat dikreditkan
Menjadi pengurang
nilai Pajak
Masukan yang
6.000.000
18 28 Mei PM (-) 60.000.000 (10%x60.000.0000) telah ada
Tidak terkait
19 - - - - dengan PPN
Tidak dapat
dikreditkan
(Asumsi:bangunan
80.000.000 8.000.000
20 30 Mei PM (40%x200.000.000) (10%x80.000.000) > 300m²)
25.000.000
21 31 Mei PK 250.000.000 (10%x250.000.000)

Perhitungan :

(7) Tanggal 9 Mei :

DPP = Cost + freight + insurance + Bea Masuk + Bea Masuk Lainnya

= 180.000.000 + 18.000.000 + 19.800.000

= 217.800.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 19


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Cost = 20.000x9.000 = 180.000.000

Freight+insurance = 10 % x 180.000.000 = 18.000.000

Bea masuk = 10 % x 198.000.000 = 19.800.000

(11) Tanggal 16 Mei :

DPP = Tagihan listrik (nett) + tagihan telpon (nett)

= 12.000.000 + 5.000.000

= 17.000.000

Tagihan listrik (nett) = 100% x 13.200.000

110 %

= 12.000.000

Tagihan telpon (nett) = 100% x 5.500.000

110%

= 5.000.000

b. PPN kurang/lebih bayar


= Pajak Keluaran - Pajak Masukan

= (18.000.000 +14.000.000 + 10.000.000 + 8.000.000 + 25.000.000 -12.000.000 -

3.000.000 + 25.000.000) - (10.000.000 + 3.000.000+ 21.780.000 +1.700.000 +

4.000.000 + 5.000.000 + 40.000.000 -6.000.000)

= 85.000.000 – 79.480.000

= 5.520.000 (kurang bayar)

SOAL 4
1) Rekonsiliasi fiskal
Laporan Laba Rugi Perusahaan
Koreksi Fiskal
Komersial (+) (-) Fiskal

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 20


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Penjualan 200.000.000.000 200.000.000.000

HPP (125.000.000.000) (125.000.000.000)

Laba Kotor 75.000.000.000 75.000.000.000

Beban Pemasaran
Beban Iklan dan Pemasaran
(1) 750.000.000 300.000.000 450.000.000

Beban Insentif Karyawan


(2) 5.800.000.000 5.800.000.000 -

Total Biaya Pemasaran 6.550.000.000 450.000.000

Beban Administrasi
Beban Gaji, Bonus, dan
THR (3) 5.500.000.000 900.000.000 4.600.000.000

PPh pasal 21 ditanggung


perusahaan (4) 750.000.000 750.000.000 -

Biaya Penghapusan Piutang


(5) 50.000.000 50.000.000 -

Biaya penurunan
persediaan 30.000.000 30.000.000

Beban Pajak Bumi dan


Bangunan 60.000.000 60.000.000

Beban perjalanan dinas (6) 150.000.000 80.000.000 70.000.000

Total Biaya Administrasi 6.470.000.000 4.760.000.000

Biaya Operasional
Telepon dan Listrik 845.000.000 845.000.000

Beban depresiasi peralatan


kantor
(7) 23.000.000 4.337.500 27.337.500

Beban depresiasi kendaraan


(8) 140.000.000 34.750.000 105.250.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 21


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Bunga pinjaman bank


(9) 40.000.000 40.000.000 -

Perawatan mobil dinas dan


bahan bakar (10) 2.800.000.000 1.400.000.000 1.400.000.000

Beasiswa 1.400.000.000

Bantuan kegiatan sosial


(11) 1.200.000.000 300.000.000 900.000.000

Total Beban Operasional 7.014.000.000 3.277.587.500

Laba Operasional 53.766.000.000 66.512.412.500

Pendapatan (Beban)
Lain-Lain
Dividen PT Patron (nett)
(12) 1.050.000.000. 450.000.000 1.500.000.000

Dividen PT Beautiful (nett)


(13) 750.000.000 187.500.000 937.500.000

Dividen PT Pelangi (30%)


(14) 300.000.000 300.000.000 -

Dividen PT Kintamani
(35%) (15) 350.000.000 350.000.000 -

Penghasilan dari penjualan


investasi 14.000.000.000 14.000.000.000

Keuntungan penjualan
kendaraan (16) 1.900.000 11.000.000 12.900.000

Pendapatan sewa gedung


(17) 5.000.000.000 5.000.000.000 -

Pendapatan sewa kendaraan


(bruto) 200.000.000.000 200.000.000.000

Bunga deposito bank (18) 50.000.000 50.000.000 -

Rugi selisih kurs (25.000.000) (25.000.000)

Total Pendapatan (Beban) 221.476.900.000 216.425.400.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 22


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Lain-Lain
Laba Bersih Sebelum
Pajak 275.242.900.000 282.937.812.500

Pajak terhutang perusahaan :


= 25 % x Rp 282.937.812.500 = Rp 70.734.453.130

Penjelasan

(1) Beban iklan dan pemasaran dikoreksi positif sebesar Rp 300.000.000 karema biaya
tersebut tidak memiliki daftar nominatif sehingga tidak diperbolehkan menjadi
pengurang dalam penghitungan laba rugi.
(2) Beban outing karyawan dikeluarkan (koreksi positif) sebesar Rp 5.800.000.000
karena biaya outing karyawan tidak berhubungan dengan kegiatan operasional
perusahaan dan termasuk natura yang tidak diperbolehkan menjadi undeductibe
expense ( lihat pasal 9 (e) )
(3) Tunjangan seragam sopir dan seragam kantor dengan total 900.000.000 termasuk
jenis undeductible expense karena merupakan pemberian natura kepada karyawan (
lihat pasal 9(e) ).
(4) PPh pasal 21 tidak diperbolehkan menjadi pengurang dalam laba rugi karena
bebannya dibayar menggunakan uang karyawan, perusahaan hanya bertugas
memotong pajak tersebut. Karenanya, harus dikoreksi positif sebesar 750.000.000
untuk menghilangkan nilai PPh 21 di beban administrasi
(5) Piutang baru boleh diakui penghapusannya oleh pajak setelah melalui 3 syarat
berikut ( pasal 6h UU PPh) :
 Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial
 WP harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada
Direktorat Jenderal Pajak
 Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau telah
dipublikasikan dalam peenrbitan umum atau khusus.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 23


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Karena piutang perusahaan ini hanya memenugi satu dari tiga syarat tersebut
maka penghapusannya tidak boleh dibebankan dalam laporan laba rugi, sehingga
harus dibuat koreksi positif sebesar 50.000.000

(6) Dalam pasal 9 ayat 1 (l) disebutkan bahwa salah satu biaya yang tidak
diperbolehkan untuk menjadi undeductible expense adalah biaya yang dikeluarkan
untuk kepentingan pribadi WP atau orang yang menjadi tanggungannya. Maka,
dalam beban perjalanan dinas yang dilaporkan harus dilakukan koreksi positif
sebesar 80.000.000, sebesar biaya yang dikeluarkan untuk menanggung biaya
perjalanan dinas keluarga direksi
(7) Perhitungan depreseasi pajak dan akuntansi (dalam ribuan rupiah)

Akuntansi Fiskal Koreksi


Bangunan 128.000-8.000 128.000
30 20 Negatif :
= 4.000 = 6.400 2.400
Peralatan 1 25.000-5000 25.000
2 4 Positif :
= 10.000 = 6.250 3.750
Peralatan 2 45.000-5.000 45.000
8 4 Negatif :
= 5.000 = 11.250 6.250
Peralatan 3 22.000-2.000 22.000
10 8 Negatif :
= 2.000 = 2750 750
Mobil Dinas 11.000 x 50%
(digunakan oleh 11.000-1.000 8
pimpinan 5 = 687,5 Positif :
perusahaan) =2.000 1312,5
Total 4337,5

Jadi, total beban depresiasi peralatan kantor dikoreksi negatif sebesar


4.337.500 rupiah

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 24


MOJAKOE PAJAK 1 2011

(8) Beban depresiasi kendaraan (dalam ribuan rupiah)


Akuntansi Fiskal Koreksi
Bis 222.000-2000 222.000
10 8 Negatif :
= 20.000 = 27.750 7.750
Van 180.000-20.000 180.000
8 8 Negatif :
= 20.000 = 22.500 2.500
Sedan 440.000-4.000 440.000 x 50%
4 4 Positif :
= 100.000 = 55.000 45.000
Total 34.750

Jadi, total beban depresiasi kendaraan dikoreksi negatif sebesar 20.250.000


rupiah (asumsi :sedan hanya digunakan oleh pimpinan direksi)

(9) Pendapatan bunga deposito perusahaan = 5% x 1.000.000.000


= 50.000.000

Pendapatan bungan pinjaman perusahaan = 8%x 500.000.000

= 40.000.000

Karena jumlah bunga deposito lebih besar daripada bunga pinjaman maka nilai dari
bunga pinjaman tidak boleh dibebankan dalam laporan laba rugi perusahaa.
Sehingga harus dibuat koreksi positif sebesar 40.000.000

(10) Perawatan mobil dinas biaya untuk membeli bahan bakar dalam kasus ini
hanya boleh diakui sebesar 50% dari total biaya yang dikeluarkan karena mobilnya
hanya digunakan oleh pimpinan perusahaan di leevl tertentu dan pimpinan tersebut
diberikan izin untuk membawa pulang mobil perusahaan tersebut.
(11) Dalam pasal 6 disebutkan jenis sumbangan apa saja yang boleh menjadi
beban, diantaranya :
6 i : sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional, yang
ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 25


MOJAKOE PAJAK 1 2011

6 j : sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan, yang dila-


kukan di Indonesia, yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah

6k : biaya pembangunan infrastruktur sosial, yang ketentuannya diatur

dengan Peraturan Pemerintah


6 l : sumbangan fasilitas pendidikan, yang ketentuannya diatur
dengan Peraturan Pemerintah
6 m : sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga, yang ketentuannya
diatur dengan Peraturan Pemerintah
Berdasarkan data di atas maka kita bisa menentukan bahwa biaya sumbangan
yang harus dikoreksi adalah biaya kegiatan sosial dan bantuan kegiatan keagamaan
dengan jumlah 300.000.000 (asumsi:semua bantuan selain yang dikoreksi sesuai
dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah )
(12) Dividen dari PT Patron sudah dicatat dengan nilai bersih (sudah dipotong
pajak) dalam laporan laba rugi perusahaan. Maka, kita perlu mengembalikan nilai
bruto dari dividen ini. Hal ini agar pencatatan dalam laporan laba rugi ini konsisten
(akun-akun yang lain dicatat dengan nilai bruto)
Nilai bruto dividen = 1.050.000.000 = 1.500.000.000
0,7
(13) Dividen dari PT Beautiful, sama halnya dengan dividen dari PT Patron harus
dikembalikan ke nilai brutonya baru kemudian dilaporkan dalam laporan laba rugi.
Nilai bruto dividen = 750.000.000 = 937.500.000
0,8
(14) Dalam UU PPh Pasal 23 disebutkan bahwa dividen yang didapat dari PT,
BUMN, atau BUMD yang dimiliki minimal 25% maka penghasilannya
dikecualikan dari pemotongan pajak. Hal ini menyebabkan penghasilan dividen dari
PT Pelangi harus dikeluarkan dari laporan laba rugi perusahaan karena kepemilikan
saham perusahaan di PT Pelangi mencapai 30%. (koreksi positif)
(15) Perlakuan yang sama seperti penghasilan dividen dari PT Pelangi karena
perusahaan memiliki saham sebesar 35% di PT Kintamani. Artinya kita perlu
melakukan koreksi positif sebesar Rp 350.000.000
(16) Perhitungan penjualan kendaraan berdasarkan pajak dan akuntansi
Sedan :

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 26


MOJAKOE PAJAK 1 2011

 Akuntansi
Nilai Buku = 4.500.000
Nilai Jual = 4.000.000
Keuntungan penjuaalan = 500.000
 Pajak
Nilai Buku = 0
Nilai Jual = 4.500.000
Keuntungan penjualan = 4.500.000

Koreksi Positif : 4.000.000

Van :

 Akuntansi
Nilai Buku = 4.000.000
Nilai Jual = 5.500.000
Keuntungan penjualan = 1.500.000
 Pajak
Nilai Buku = 0
Nilai Jual = 5.500.000
Keuntungan penjualan = 5.500.000
Koreksi Positif : 4.000.000
Bis :
 Akuntansi
Nilai Buku = 3.000.000
Nilai Jual = 2.900.000
Kerugian penjualan = (100.000)
 Pajak
Nilai Buku = 0
Nilai Jual = 2.900.000
Keuntungan penjualan = 2.900.000
Koreksi Positif : 3.000.000

Total Koreksi Positif = 4.000.000 + 4.000.000 + 3.000.000

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 27


MOJAKOE PAJAK 1 2011

= 11.000.000

(17) Dalam pasal 4 ayat 2 dinyatakan bahwa ada beberapa pendapatan yang
tergolong pendapatan dengan pajak final, salah satunya adalah pendapatan dari
sewa tanah dan/atau bangunan. Karena itu, kita harus melakukan koreksi negatif
terhadap pendapatan sewa gedung yang dilaporkan dalam laporan laba rugi
perusahaan ini.
(18) Sama halnya dengan pendapatan dari sewa gedung, penghasilan berupa bunga
deposito merupakan penghasilan dengan pajak final sehingga kita tidak boleh
memasukkannya dalam laporan laba rugi ( maka dilakukanlah koreksi positif).
2) Kredit pajak PPh 24
 Dividen PT Patron (30%)
>> tarif pajak luar neger lebih besar dari dalam negeri sehingga :
PPh 24 = Pendapatan Luar Negeri x Pajak Terhutang Dalam Negeri
Pendapatan Dalam Negeri
= 1.500.000.000 x 70.734.453.130
Rp 282.937.812.500
= 375.000.000
 Diciden PT Beautiful (20%)
>> tarif pajak luar negeri leboh kecil dari dalam negeri sehingga :
PPh 24 = Pendapatan Luar Negeri x Tarif Pajak Luar Neegri
= 937.500.000 x 20 %
= 187.500.000
 Pendapatan penjualan investasi
>> tarif pajak luar negeri lebih besar dari dalam negeri sehingga :
= 14.000.000.000 x 70.734.453.130
282.937.812.500
= 3.500.000.000

Total kredit PPh 24 = Rp 375.000.000 + Rp 187.500.000 + Rp 3.500.000.000

= Rp 4.062.500.000

Koreksi dilakukan sesuai dengan point (10) dan (11). Pendapatan yang dimasukkan le
laporan laba rugi adalah nilai bruto (yang belum dikurangi pajak).

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 28


MOJAKOE PAJAK 1 2011

3) Total kredit pajak =


PPh pasal 22 = 750.000.000
PPh pasal 23 = 4.000.000.000
PPh pasal 24 = 4.062.500.000
Angsuran PPh 25 = 13.200.000.000
Total Kredit Pajak` = 22.552.500.00

Pajak yang harus dibayarkan = Pajak terhutang – kredit pajak

= Rp 70.734.453.130 – Rp 22.552.500.000

= Rp 48.181.953.130

Jurnal :
Beban Pajak PPh 70.734. 453.130
PPh dibayar dimuka 22.552.500.000
Utang PPh 48.181.953.130
4) Jumlah angsuran pajak tahun 2012 :
Laba menurut fiskal = 282.937.812.500
Penghasilan tidak teraur :
Keuntungan penjualan kendaraan = (12.900.000)
Penjualan Investasi = (14.000.000.000)
Penghasilan Kena Pajak = 268.924.912.500

Pajak terhutang = 67.231.228.130


(25% x 268.924.912.500)
Kredit Pajak :
PPh 22 = ( 750.000.000)
PPh 23 = (4.000.000.000)
PPh 24 = (562.500.000)
Angsuran Pajak 2012 61.918.728.130
5) Tiga item yang dapat memunculkan pajak tangguhan :
 Beban depresiasi
Nilai depresiasi bisa berbeda secara akuntansi dengan fiskal karena adanya
perbedaan metode depresiasi dan penentuan umur ekonomis dari suatu aset.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 29


MOJAKOE PAJAK 1 2011

Dalam fiskal metode penyusutan yang boleh dipakai lebih terbatas, seperti
metode garis lurus dans aldo menurun untuk kelompok harta berwujud jenis
non-bangunan, sedangkan untuk harta berwujud bangunan metode yang boleh
dipakai hanya metode garis lurus saja. Sementara dalam akuntanis , kita bisa
memilih metode apa yang inigin kita gunakan untuk menghitung nilai
depresiasi aset yang kita miliki. Untuk masalah umur ekonomis, dalam fiskal
ada batasan umur ekonomis dari masing-masing aset sesuai jenisnya ( sesuai
dengan UU PPh pasal ...) sementara dalam akuntansi biasa, kita bisa
mengestimasi sendiri umur ekonomis dari aset-aset yang ada.
 Pengakuan pendapatan dan biaya
Antara fiskal dan komersial bisa berbeda karena adanya perbedaan persyaratan
waktu pengakuan dari pendapatan dan biaya ini sendiri. Secara komersial
akuntansi biasa) pendapatan dan biaya diakui dengan saat terjadinya transaksi
sementara menurut fiskal biaya atau pendapatan baru boleh diakui dan dicatat
ketika benar-benar sudah diterima atau dikeluarkannya uang untuk suatu
transaksi.
 Nilai persediaan
Perbedaan timbul akibat metode yang diperbolehkan oleh akuntansi dengan
fiskal unuk menghitung nilai persediaan ada yang berbeda yaitu, metode laba
bruto. Dalam fiskal, metode ini tidak diperbolehkan untuk digunakan guna
penilaian jumlah persediaan sementara dalam akuntansi biasa diperbolehkan.
Maka, akan timbul perbedaam jika perusahaan mengukur persediaan dengan
metode laba bruto sementara pajak mengukurnya dengan metode rata-rata atau
FIFO.
Perbedaan-perbedaan diataslah yang akhirnya menimbulkan pajak tangguhan.

Twitter : @spafeui FB : SPA FEUI Page 30


MOJAKOE

PAJAK 1

Dilarang memperbanyak mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI

Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com

FB: SPA FEUI Twitter: @spafeui


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

FINAL EXAM
SEMESTER GASAL 2010/2011

MATA KULIAH : PERPAJAKAN 1


DOSEN : TIM DOSEN PARALEL
HARI/TANGGAL : Kamis, 16 Desember 2010
WAKTU : 150 MENIT
SIFAT : CLOSED BOOK

Soal Wajib
Soal 1 (30%)
Berikut ini adalah laporan laba rugi perusahan untuk tahun 2010:
PT Kencana
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010

Penjualan Netto 32.400.000.000


Harga Pokok Penjualan (HPP) 20.320.000.000

Laba Bruto 12.080.000.000

Biaya Operasional

Gaji dan Tunjangan-tunjangan 2.580.000.000

Biaya Fiskal Luar Negeri 80.000.000

Biaya Perjalanan Dinas 340.000.000

Biaya Transport 360.000.000

Biaya Pemasaran 224.000.000

Biaya Bunga 104.000.000

Biaya Training Karyawan 160.000.000

Sewa Ruang Kantor 360.000.000

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan 300.000.000

Biaya penyusutan 1.000.000.000

Biaya Penyisihan Piutang 80.000.000

Biaya Jamuan Tamu 80.000.000

Biaya listrik, Gas, dan Air Minum 100.000.000

Bantuan untuk Gerakan Peduli Sembako 60.000.000

Biaya Perlengkapan Kantor 160.000.000

Semester Genap 2010/2011 Page 2


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Biaya Tunjangan Kesehatan karyawan 260.000.000

Total Biaya 6.248.000.000

Total Laba Operasional 5.832.000.000

Pendapatan lain-lain
Kerugian Penjualan Mesin -200000000
Penghasilan dari investasi PT. Berliana kepemilikan 30% 1000000000
Penghasilan sewa mesin 196000000
Penghasilan sewa gedung 360000000
Penghasilan dividen dari Negara X (20%) 1600000000
Penghasilan dividen dari Negara Y (40%) 600000000
Penghasilan Bunga Deposito 160000000
Total pendapatan lain-lain 3716000000

Total Laba Sebelum pajak 9.548.000.000

Informasi tambahan :
a. Termasuk dalam penjualan adalah penjualan kepada instansi pemerintah yang dananya
bersumber dari APBN yang dikenakan PPh Bendaharawan 1,5% :
 Departemen perhubungan sebesar Rp5.000.000.000, Perusahaan mencatat penjualan
sebesar nilai setelah pajak sebesar Rp4.925.000.000
 Pemda DKI sebesar Rp4.000.000.000. Perusahaan mencatat penjualan nilai setelah pajak
sebesar Rp3.940.000.000.
 Kedua penjualan kepada instansi pemerintah tersebut merupakan penghasilan tidak
teratur dengan estimasi laba bersih sebesar 30% dari nilai penjualan
b. Termasuk dalam biaya gaji adalah pemberian dalam bentuk natura sebesar
Rp300.000.000, 20% dialokasikan ke biaya operasional dan sisanya ke HPP.
c. Termasuk dalam fiskal luar negeri adalah fiskal luar negeri untuk keluarga direksi sebesar
Rp20.000.000
d. Termasuk dalam perjalanan dinas tersebut adalah biaya tour karyawan sebesar
Rp140.000.000
e. Dalam biaya reparasi dan pemeliharaan termasuk pemeliharaan mobil sedan pimpinan
perusahaan sebesar Rp60.000.000
f. Biaya penyusutan menurut fiskal sebesar Rp1.200.000.000, 20% dialokasikan ke biaya
operasional 80% ke HPP.
g. Penyisihan piutang menurut akuntansi sebesar 2% dari total piutang.
h. Biaya jamuan tamu yang ada daftar nominatifnya hanya sebesar 25% dari total biaya
i. Tunjangan kesehatan karyawan diberikan 40% dalam bentuk penyediaan fasilitas klinik
dan obat-obatan di perusahaan serta 60% dalam bentuk penggantian biaya pengobatan
yang diberikan dalam bentuk penggantian tunai. Penggantian ini dilakukan bersamaan
dengan pembayaran gaji dan dimasukkan dalam komponen tunjangan kesehatan.
j. Kerugian penjualan mesin diperoleh dari penjualan satu unit mesin pabrik. Mesin memiliki
harga perolehan Rp1.600.000.000, menurut akuntasi disusutkan selama 10 tahun, dengan
nilai sisa Rp400.000.000 dan menggunakan metode garis lurus. Mesin dibeli pada 1
Januari 2000. Menurut fiskal termasuk aset kelompok III, yang disusutkan selama 16
tahun dengan metode garis lurus. Mesin dijual 2 Januari 2010 dengan harga
Rp200.000.000.
k. Penghasilan sewa mesin untuk satu tahun diterima pada awal tahun, jumlah yang tercatat
di atas adalah nilai setelah pajak.

Semester Genap 2010/2011 Page 3


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

l. Penghasilan sewa gedung dari PT Safira yang diterima pada 1 Januari 2010 sebesar
Rp800.000.000 untuk masa sewa 2 tahun. Nilai di atas adalah nilai setelah pajak
penghasilan final.
m. Penghasilan dividen dari luar negeri tersebut adalah nilai setelah dipotong pajak dengan
tarif seperti yang tercantum dalam informasi di atas.
n. Perusahaan memiliki tabungan deposito melebih jumlah utang yang dimilikinya.
o. Pendapatan bungan deposito adalah pendapatan setelah pajak.
p. Pajak yang telah dibayar perusahaan selama tahun 2010 diantaranya adalah:
 PPN sebesar Rp3.000.000.000
 PPh 21 atas gaji karyawan Rp1.120.000.000
 PPh 22 bendaharawan untuk transaksi Departemen Perhubungan dan Pemda DKI.
 PPh final atas sewa tanah dan bangunan telah dipotong pihak ketiga. Begitu juga
untuk pendapatan bunga deposito dan penghasilan sewa mesin.
 Fiskal luar negeri
 Pajak Penghasilan atas pendapatan yang telah diterima di luar negeri.
 PPh pasal 25 perusahaan sebesar Rp1.800.000.000
Diminta : Buatlah koreksi fiskal laporan keuangan PT Kencana Tahun 2010!
Petunjuk : Koreksi fiskal dilakukan atas laba akuntansi (jangan melakukan koreksi fiskal dalam
bentuk seperti laporan laba rugi!)

Soal 2 (30%)
PT Ebaguna adalah sebuah perusahaan yang bergerak di industri kerajinan rotan, yang
berkedudukan di Jalan Raya Bogor Km. 66. PT Ebaguna dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
(PKP) sejak tanggal 10 April 2010. Merek untuk produknya adalah “Dapae”. Dalam bulan Juni 2010,
dapat dipetik transaksi sebagai berikut
5 Juni 2010 Dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok mesin yang diimpor dari Thailand. Nilai
impor Rp54.000.000. Dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
7 Juni 2010 Diekspor rak buku dari rotan ke Norwegia dengan nilai ekspor Rp3.000.000.000.
9 Juni 2010 Diterima pembayaran dari PT Pasini atas produk rotan yang diserahkan pada tangal
16 Mei 2010 dengan harga jual Rp360.000.000
10 Juni 2010 Membayar jasa event organizer untuk pesta ulang tahun perusahaan sebesar
Rp80.000.000. Faktu pajak dierima perusahaan pada tanggal 11 Juni 2010.
12 Juni 2010 Ditemukan faktur pajak yang belum dikreditkan dengan PPn senilai Rp10.000.000.
Faktur pajak tersebut memenuhi baik ketentuan formil maupun materiil dengan
tanggal faktur pajak 10 Maret 2010
15 Juni 2010 Membayar uang muka mobil sedan untuk direktur PT Ebaguna sebesar
Rp100.000.000 (dari total Rp400.000.000). Atas mobil sedan ini juga dikenakan
Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 25%.
17 Juni 2010 Diterima pembayaran Rp80.000.000 dari PT Jelita di kawasan berikat , atas produk
rotan yang diserahkan pada 18 Mei 2010. Atas penyerahannya mendapat fasilitas
tidak dipungut PPN.
17 Juni 2010 Membayar sejumlah Rp100.000.000 ke PT Rorotan untuk penyerahan bahan baku
rotan yang diterima pada tanggal 17 Mei 2010. Faktur pajak diterima bersamaan
dengan penyerahan bahan baku.
20 Juni 2010 Diterima pembayaran Rp180.000.000 dari pemungut PPN atas penyerahan produk
rotan pada 3 Mei 2010. Surat tagihan tanggal 8 Juni 2010
20 Juni 2010 Membayar Rp60.000.000 kepada Pak Mason sebagai biaya borongan tukang dan
material untuk perbaikan gudang tempat menyimpan rotan PT Ebaguna seluas

Semester Genap 2010/2011 Page 4


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

150m2
22 Juni 2010 Menyerahkan salah satu mobil operasi perusahaan yang dijual dengan harga jual
Rp80.000.000 kepada PT Eka. Mobil ini dijual karena akan diganti dengan yang baru
sementara PT Eka adalah perusahaan penjual kendaraan bekas eceran.
23 Juni 2010 Diterima pajak dari pabrik pernis PT Cemerlang tertanggal 29 Mei 2010 dengan
jumlah PPN Rp16.000.000
31 Juni 2010 Menyumbang lemari rotan kepada panti asuhan “Sejiwa”. Harga jual lemari ini
sebenarnya Rp9.600.000 termasuk laba 20% dari harga pokok.
31 Juni 2010 Diterima kembali dengan nota retur tanggal 29 Mei 2010 dari PT Cakrabirawa
sejumlah mebel dengan harga jual Rp60.000.000
31 Juni 2010 Menyerahkan secara konsinyasi 20 produk rotan (@ Rp 4.800.000) kepada PT
Beauty

Asumsi :
1. PT Ebaguna menggunakan mekanisme pengkreditan PKPM
2. Semua PM adalah untuk penyerahan terutan PPN
3. PM dikreditkan dalam periode yang sama dengan diterimanya faktur pajak.
Diminta
a. Untuk setiap transaksi di atas tentukan apakah PPN yang terkait adalah Pajak Keluaran (PK)
atau Pajak masukan (PM), tanggal dibuatnya faktur pajak, Dasar Pengenaan Pajak (DPP),
PPN/PPnBM sesuai format yang ditentukan! (Kolom keterangan khusus digunakan untuk
memberikan keterangan apakah pajak masukan dapat atau tidak dapat dikreditkan dan
alasan tidak bisa dikreditkan)
b. Hitung PPN kurang/lebih bayar untuk masa pajak Juni 2010 jika terdapat pajak lebih bayar
dari bulan Mei 2010 sebesar Rp5.000.000 yang dikompensasikan ke bulan Juni 2010.

Soal Pilihan : Pilihlah 1 dari 2 soal berikut (3A atau 3 B)


Soal 3A (25%)
Terkait dengan Soal 1
a. Hitunglah PPh pasal 24 yang dapat dikreditkan atas penghasilan luar negeri!
b. Hitunglah total kredit pajak (pengurang pajak terutang) yang bisa diakui oleh perusahaan!
c. Hitung kurang bayar/lebih bayar PPh badan perusahaan tahun 2010!
d. Hitung PPh pasal 25 untuk tahun pajak 2011!

SOAL 3B (25%)
BUT Kangaro Inc. Adalah suatu BUT di Indonesia yang pada tahun 2010 mencatat penghasilan dan
beban sebagai berikut
No Keterangan Nilai (Rp)
Penghasilan dari Indonesia
1. Penghasilan dari pemberian jasa manajemen di Indonesia Rp 10 milyar
2. Beban Operasional (Termasuk beban penyusutan aktiva tidak lancar Rp 7,1 milyar
kategori 1 sebesar Rp300.000.000 yang dihitung dengan metode jumlah
angka tahun. Nilai perolehan aktiva tidak lancar adalah sebesar

Semester Genap 2010/2011 Page 5


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Rp800.000.000 dan pada saat ini adalah tahun pertama pemakaian.


Untuk tujuan perpajakan metode garis lurus digunakan oleh BUT
Kangaro.
3. Penghasilan kantor pusat dari perjanjian lisensi dengan PT Amartya di Rp 1 Milyar
Indonesia. Sehubungan dengan perjanjian lisensi tersebut, BUT Kangaro
Inc. memberikan jasa manajemen kepada PT Amartya.
4. Beban kantor pusat atas perjanjian lisensi dengan PT Amartya Rp700juta
5. Biaya royalti yang dibayarkan BUT Kangaro Inc kepada kantor pusatnya Rp 1 milyar
6. Alokasi biaya administrasi kantor pusat Rp100 juta
7 Penghasilan kantor pusat dari pemberian jasa manajemen di Indonesia Rp2 milyar
yang dilakukan langsung oleh kantor pusat
8. Biaya kantor pusar atas penghasilan dari pemberian jasa manajemen di Rp1,2 milyar
Indonesia
Penghasilan dari Luar Negeri
1. Laba usaha sebelum pajak dari Singapura (Tarif pajak 17%) Rp2,5milyar
2. Rugi usaha di Malaysia (Tarif pajak 25%) Rp1milyar
3. Laba usaha sebelum pajak dari Thailand (Tarif pajak 30%) Rp3,5 milyar

Keterangan lainnya adalah sebagai berikut :


a. Sisa kerugian yang belum dikompensasikan oleh BUT Kangaro Inc. adalah sebagai berikut:
Rp500 juta (2003), Rp600 juta (2007), dan Rp 400juta (2009)
b. Selama tahun 2010 telah dibayarkan/dipoton PPh pasal 22 sebesar Rp100 juta, PPh pasal 23
sebesar Rp200juta, angsuran PPh pasal 25 sebesar Rp400juta.
Dengan menggunakan di atas, hitunglah :
a. Total Pajak terutang BUT Kangaro Inc!
b. Kredit PPh Pasal 24 yang diperbolehkan!
c. PPh pasal 29 yang masih harus dibayarkan oleh BUT Kangaro Inc.!
d. Angsuran PPh Pasal 25 yang harus dibayar tiap bulannya oleh BUT Kangaro Inc. untuk tahun
pajak 2011!
e. Dengan asumsi tidak ada Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda, berapa besar branch profit
tax yang harus dibayarkan oleh BUT Kangaro Inc. apabila laba bersih setelah pajak akan di-
repatriasi ke kantor pusat!

Soal Pilihan : Pilihlah 3 dari 5 soal berikut!


Soal 4 (15% dengan bobot masing-masing 5%)
a. Jelaskan perbedaan PPN dan PPnBM!
b. Perusahaan melakukan penjualan dengan term of payment 2/10, n/30. Untuk tujuan
perpajakan, perusahaan menetapkan kebijakan internal yang menyatakan bahwa faktur pajak
dibuat pada saat pelunasan. Analisislah apakah kebijakan tersebut tepat!
c. Andi seorang Finance director sebuah perusahaan. Untuk tahun fiskal 2010, PPh pasal 25 yang
harus dibayarkan perusahaan Rp500 juta. Sampai dengan Juni 2010, laba perusahaan baru
mencapai 20% dari laba perusahaan tahun 2009. Jelaskan langkah apa yang harus dilakukan
oleh Andi!

Semester Genap 2010/2011 Page 6


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

d. Mengapa perlu dibedakan apakah terdapat BUT atau tidak apabila badan yang tidak didirikan di
Indonesia menjalankan kegiatan atau usaha di Indonesia?
e. Jelaskan dan berikan contoh kapan hubungan istimewa terjadi dari sisi peraturan pajak
penghasilan!

Semester Genap 2010/2011 Page 7


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

JAWABAN:

Soal 1

No. Laba Sebelum Pajak 9,548,000,000

a. Kredit Positif : PPh 22 yang tercatat 75,000,000


Kredit Positif : PPh 22 yang tercatat 60,000,000
b. Kredit Positif : Natura (HPP) 240,000,000
Kredit Positif : Natura (Biaya Operasional) 60,000,000
c. Kredit Positif : fiskal luar negeri 80,000,000
d. Kredit Positif : Biaya tour karyawan 140,000,000
e. Kredit Positif : Biaya reparasi sedan pimpinan 60,000,000
f. Koreksi Negatif : depresiasi dalam HPP (80% x 1,2M)* (960,000,000)
Koreksi Positif : depresiasi dalam Biaya Op. (1M - (20% x 1,2M)) 760,000,000
g. Koreksi Positif : Beban Penyisihan Piutang 80,000,000
h. Koreksi Positif : Biaya entertainment tanpa daftar nominatif (75% x 80jt) 60,000,000
i. Koreksi Positif : Biaya penyediaan fasilitas klinik (natura) (40% x 260jt) 104,000,000
j. Koreksi Negatif : tambahan kerugian penjualan bds nilai buku pajak** (200,000,000)
k. Koreksi Positif : PPh 23 yang sudah dicatat ( 2% x 100/98 x 196jt) 4,000,000
l. Koreksi Negatif : Pendapatan objek PPh Final (360,000,000)
Koreksi Positif : PPh 24 (negara x) yg sudah dicatat ((100/80 x 1.6M) - 1,6
m. M) 400,000,000
Koreksi Positif : PPh 24 (negara y) yg sudah dicatat ((100/60 x 600jt) - 600jt) 400,000,000
n. tidak ada koreksi -
o. Koreksi negatif : Pendapatan objek PPh Final (160,000,000)
p. tidak ada koreksi
Koreksi Positif :Bantuan Gerakan peduli sembako (tidak ada informasi
add. tambahan) 60,000,000
Laba Menurut Fiskal 10,451,000,000

 * asumsi : biaya depresiasi hanya dicatat di biaya operasional di laporan akuntansi (sama
sekali tidak pada HPP), sehingga total rekonsiliasi fiscal untuk depresiasi dapat diketahui
yakni selisih dari biaya depresiasi operasional (1M) dengan informasi tambahan (1,2M),
sama dengan 200 juta (koreksi negatif).
 **terdapat perbedaan pencatatan depresiasi menurut fiscal dan akuntansi.
o Menurut Akuntansi, nilai buku 2 Jan 2010 sebesar nilai residual = 400 juta (telah
didepresiasi penuh selama masa manfaat menurut akuntansi)
o Menurut Fiskal, nilai buku 2 Jan 2010 sebesar 600 juta ( 1,6 M – (100 juta x 10
tahun). 100 juta adalah beban depresiasi per tahun menurut fiscal (1,6 M / 16
tahun).
o Selisih menurut Akuntansi dan Fiskal adalah sebesar 200 juta (600 juta – 400 juta),
yang menyebabkan kerugian penjualan menurut fiskal lebih besar  Koreksi
Negatif.

Semester Genap 2010/2011 Page 8


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Soal 2
a.

Date PK/PM Tanggal Faktur DPP PPN / PPnBM Keterangan


Pajak
5 Juni - - - - Dibebaskan dari PPN
2010
7 Juni PK 7 Juni 2010 Nilai ekspor = Rp PPN = 0 % x Rp
2010 3 M. 3M = 0
9 Juni - 16 Mei 2010 Harga Jual = Rp - PPN sebesar Rp 36
2010 360 juta juta sudah diakui pada
saat penyerahan tgl 16
Mei 2010

10 Juni PM 10 Juni 2010 Biaya jasa = Rp PPN = 10 % x Rp Dikenakan PPN bds SE-
2010 80 juta 80 juta = 8 juta 11/PJ.53/2003. Tidak
dapat dikreditkan,
karena tidak terkait
dengan kegiatan saha
12 Juni - 10 Maret 2010 - - Faktur tertanggal
2010 sebelum Perusahaan
menjadi PKP
15 juni PM 15 Juni 2010 Uang Muka = Rp PPN = 10 % x 100 PPN pembelian sedan,
2010 100 juta juta = 10 juta; Tidak dapat
dikreditkan . PPnBM
hanya diakui pada saat
penyerahan.
17 Juni - 18 Mei 2010 Harga jual = Rp - PK (0) sudah diakui
2010 80 juta bulan Mei , dan
karena PPN dapat
dikreditkan (Ps 16B
ayat 2), PM terkait
sudah dikreditkan
dengan PK ini pada
masa pajak
sebelumnya (Mei
2010).
17 Juni - 17 Mei 2010 Harga jual = Rp - PM sebesar Rp 10 juta
2010 100 juta sudah dikreditkan
pada bulan Mei 2010.
20 juni - 3 mei 2010 Harga jual = Rp - PK sebesar Rp 10 juta
2010 180 juta sudah diakui bulan
Mei 2010

Semester Genap 2010/2011 Page 9


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

20 Juni PM 20 juni 2010 Total biaya = Rp PPN = 10% x 60 PM dapat dikreditkan.


2010 60 juta juta = Rp 6 juta

22 Juni PK 22 Juni 2010 Harga jual = Rp PPN = 10 % x 80


2010 80 juta juta = Rp 8 juta

23 Juni PM 29 Mei 2010 Harga jual PPN = 16 juta PM dapat dikreditkan


2010 pada masa pajak Juni
2010.
31 Juni PK 31 Juni 2010 HPP = 100/120 x PPN = 10 % x Rp
2010 Rp 9,6 juta = Rp 8 8juta = Rp
juta 800.000
31 juni (PK) 29 Mei 2010 Harga jual = Rp PPN = 10 % x 60 Nilai Pajak Keluaran
2010 60 juta juta = Rp 6 juta berkurang Rp 6 juta.

31 Juni PK 31 Juni 2010 Harga konsinyasi PPN = 10% x 96


2010 = 20 x Rp 4,8 juta juta = Rp 9,6 juta
= Rp 96 juta

b. Total PK = 8.000.000 + 800.000 – 6.000.000 + 9.600.000 = Rp 12.400.000,00


Total PM dapat dikreditkan = 6.000.000 + 16.000.000 = Rp 22.000.000,00
Lebih bayar periode Juni 2010 = Ro 9.600.000,00

Soal 3A

a. Kredit Pajak PPh 24 di Negara X =


Kredit Pajak terendah di antara ketiga opsi berikut
 PPh dibayar di dalam negeri = 25% x Rp 10.451.000.000 = Rp 2.612.750.000
 PPh dibayar di luar negeri = 20 % x Rp 2.000.000.000 = Rp 400.000.000
 Proporsi = 2.000.000.000 / 10.451.000.000 x 2.612.750.000 = Rp 500.000.000
Kredit PPh 24 di Negara X = Rp 400.000.000

Kredit Pajak PPh 24 di Negara Y =


Kredit Pajak terendah di antara ketiga opsi berikut
 PPh dibayar di dalam negeri = 25% x Rp 10.451.000.000 = Rp 2.612.750.000
 PPh dibayar di luar negeri = 40 % x Rp 1.000.000.000 = Rp 400.000.000
 Proporsi = 1.000.000.000 / 10.451.000.000 x 2.612.750.000 = Rp 250.000.000
Kredit PPh 24 di Negara Y = Rp 250.000.000

b. Total Kredit Pajak =


 PPh 22 = 75 juta + 60 juta = 135.000.000
 PPh 23 = 4.000.000
 PPh 24 = 400 juta + 250 juta = 650.000.000

Semester Genap 2010/2011 Page 10


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

 PPh 25 = 1.800.000.000
 Fiskal Luar Negeri (tanpa keluarga) = 60.000.000 +
Rp 2.649.000.000,00

c. Total Lebih Bayar = 2.649.000.000 – 2.612.750.000 = 36.250.000


d. PPh 25 untuk tahun pajak 2011
Total kredit pajak dari penghasilan teratur :
 PPh 23 = 4.000.000
 PPh 24 = 650.000.000 +
Total = 654.000.000
PPh 25 per tahun = 2.612.750.000 – 654.000.000 = 1.958.750.000
PPh 25 bulanan = 1.958.750.000 / 12 = 163.229.166,7 / bulan.

Soal 3B
a.
No. Komponen Laba-Rugi Total
1 Penghasilan dari pemberian jasa manajemen di Indonesia
10,000,000,000
2 Beban Operasional (Termasuk beban penyusutan aktiva tidak
lancar kategori 1 sebesar Rp300.000.000 yang dihitung dengan (7,100,000,000)
metode jumlah angka tahun. Nilai perolehan aktiva tidak lancar
adalah sebesar Rp800.000.000 dan pada saat ini adalah tahun
pertama pemakaian. Untuk tujuan perpajakan metode garis
lurus digunakan oleh BUT Kangaro.

3 Penghasilan kantor pusat dari perjanjian lisensi dengan PT


Amartya di Indonesia. Sehubungan dengan perjanjian lisensi 1,000,000,000
tersebut, BUT Kangaro Inc. memberikan jasa manajemen
kepada PT Amartya.
4 Beban kantor pusat atas perjanjian lisensi dengan PT Amartya
(700,000,000)
5 Biaya royalti yang dibayarkan BUT Kangaro Inc kepada kantor
pusatnya (1,000,000,000)
6 Alokasi biaya administrasi kantor pusat
(100,000,000)
7 Penghasilan kantor pusat dari pemberian jasa manajemen di
Indonesia yang dilakukan langsung oleh kantor pusat 2,000,000,000
8 Biaya kantor pusar atas penghasilan dari pemberian jasa
manajemen di Indonesia (1,200,000,000)
1 Laba usaha sebelum pajak dari Singapura (Tarif pajak 17%)
2,500,000,000
2 Rugi usaha di Malaysia (Tarif pajak 25%)
(1,000,000,000)
3 Laba usaha sebelum pajak dari Thailand (Tarif pajak 30%)
3,500,000,000
Laba menurut akuntansi
7,900,000,000

Semester Genap 2010/2011 Page 11


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

Rekonsiliasi Fiskal

Koreksi Positif : Beban Depresiasi menurut JAT -> SLM


1 100,000,000

2 Koreksi Positif : Biaya Royalti ke kantor pusat 1,000,000,000


Koreksi Positif : Rugi Usaha
3 1,000,000,000

Laba BUT menurut Fiskal 10,000,000,000

Kompensasi Kerugian

tahun 2007 (400,000,000)

tahun 2009 (600,000,000)

Penghasilan Kena Pajak 9,000,000,000

Pajak Terutang = 25% x 9.000.000.000 2,250,000,000

b. Kredit Pajak PPh 24 di Negara Singapura =


Kredit Pajak terendah di antara ketiga opsi berikut
• PPh dibayar di dalam negeri = Rp 2.250.000.000
• PPh dibayar di luar negeri = 17 % x Rp 2.500.000.000 = Rp 425.000.000
• Proporsi = 2.500.000.000 / 9.000.000.000x 2.250.000.000 = Rp 625.000.000
Kredit PPh 24 di Negara X = Rp 425.000.000

Kredit Pajak PPh 24 di Negara Malaysia = 0

Kredit Pajak PPh 24 di Negara Thailand =


Kredit Pajak terendah di antara ketiga opsi berikut
• PPh dibayar di dalam negeri = Rp 2.250.000.000
• PPh dibayar di luar negeri = 30 % x Rp 3.500.000.000 = Rp 1.050.000.000
• Proporsi = 3.500.000.000 / 9.000.000.000 x 2.250.000 = Rp 875.000.000
Kredit PPh 24 di Negara Thailand = Rp 875.000.000

c. Total Kredit Pajak :


 PPh 22 = 100.000.000
 PPh 23 = 200.000.000
 PPh 24 = 1.300.000.000
 PPh 25 = 400.000.000 +
Total Rp 2.000.000.000

Semester Genap 2010/2011 Page 12


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

PPh 29 = kurang bayar Rp 250.000.000 (Rp2.250.000.000 – Rp 2.000.000.000)

d. Total kredit pajak dari penghasilan teratur


PPh 22 + PPh 23 + PPh 24 = Rp 1.600.000.000

Angsuran PPh 25 tahun 2011 = 2.250.000.000 – 1.600.000.000 = 650.000.000


Angsuran PPh 25 per bulan = 650.000.000 / 12 = Rp 54.166.666,67

e. Apabila di repatriasi, maka laba setelah pajak akan dikenakan pajak final PPh 26 dengan
tariff 20 %.
Laba setelah Pajak (menurut fiskal) = 10.000.000.000 – 2.250.000.000 = 7.750.000.000
PPh pasal 26 = 20 % x 7.750.000.000 = Rp 1.550.000.000

Soal 4
a.
Kriteria PPN PPnBM
Objek Hampir semua BKP / JKP Hanya BKP atau JKP yang
tergolong mewah
Tarif 10% 10-200%
Pengenaan Setiap perpindahan BKP / JKP antar PKP Hanya dilakukan sekali yakni
dari produsen awal pada
pembeli pertama
Pajak Masukan Terdapat istilah Pajak Masukan, dan dapat Tidak terdapat istilah pajak
dikreditkan dengan syarat-syarat tertentu masukan, karena PPnBM
hanya dikenakan sekali, dan
tidak dikenakan lagi paga
penjualan barang mewah
tersebut.

b. Dari sisi peraturan perpajakan, kebijakan tersebut kurang tepat. Seperti diketahui, faktur pajak
harus dibuat pada waktu yang lebih dahulu di antara dua kejadian tersebut, penyerahan atau
pembayaran. Padahal pada umumnya, pada penjualan kredit, penyerahan barang akan dilakukan
terlebih dahulu ketimbang pembayaran transaksi tersebut. Sehingga pada saat penyerahan
barang, PPN harus sudah diakui, namun bukti pendukung (faktur pajak) belum tersedia. Hal ini
tentunya akan merugikan bagi kedua pihak, khususnya bagi pembeli, Karena pembeli tidak akan
dapat mengkreditkan pajak masukan secepatnya.

c. Sesuai dengan teori maksimisasi profit, Andi harus mengusahakan penjualan atau aktivitas lain
yang dapat meningkatkan revenue. Andi mungkin dapat melakukan hal ini dengan ekspansi
ataupun peningkatan biaya marketing yang mendatangkan benefit bagi perusahaan. Ekspansi ini
tentunya membutuhkan pendanaan, dimana Andi dapat memberikan kontribusinya sebagai
finance director dengan keputusan pendanaan yang ia buat. Perusahaan dapat melakukan
penerbitan saham baru. Walaupun cost dari saham tersebut umumnya lebih mahal ketimbang

Semester Genap 2010/2011 Page 13


Presented by: SPA-Tax Study Division Mojakoe Perpajakan 1

cost dari debt, namun saham tidak ada beban bunga, yang malah makin mengurangi laba bagi
perusahaan. Dengan perencanaan yang baik, hasil dari pendanaan dan ekspansi ini diharapkan
dapat meningkatkan laba perusahaan sesuai target.

d. Karena ada atau tidak adanya BUT dari badan yang tidak didirikan di Indonesia akan berpengaruh
terhadap aspek perpajakan dari usaha tersebut. Apabila badan tersebut tidak berbentuk BUT,
maka badan tersebut akan dikenakan tarif PPh pasal 26, yakni 20 % dari PENGHASILAN BRUTO
usaha. Sedangkan apabila usaha tersebut menggunakan BUT sebagai bentuk usahanya, maka
aspek perpajakan yang dikenakan akan sesuai dengan perlakuan pada badan yang didirikan di
Indonesia, yakni dengan tariff sebesar 25% dari Laba usaha (menurut fiskal). Namun penggunaan
BUT ini mempersusah repatriasi (pengembalian dana dan semua laba ke Negara badan tersebut
didirikan), salah satunya dengan adanya pengenaan pajak lagi dari besar uang yang di repatriasi
dengan tarif PPh pasal 26 sebesar 20%.

e. Hubungan istimewa dalam peraturan PPh diatur dalam UU PPh Pasal 18 ayat 4. Yang dimaksud
dengan hubungan istimewa adalah :
a. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling
rendah 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain; hubungan antara Wajib
Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada dua
Wajib Pajak atau lebih; atau hubungan di antara dua Wajib Pajak atau lebih yang
disebut terakhir;
b. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada
di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung; atau
c. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan
lurus dan/atau ke samping satu derajat.

“In SPA, we believe that associates are our most valuable assets, that’s why we
transform them from good to become excellent”

Semester Genap 2010/2011 Page 14


MOJAKOE
MOdul JAwaban KOEliah

Perpajakan 1
UAS Semester Genap 2014/2015

t@spafebui fSPA FEB UI


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI.
Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com

Official Partners:
Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Soal 1 – Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

No. Jenis PPN Tanggal FP Masa Pajak DPP PPN Keterangan


1 PK 4 Des Desember 5,400,000,000 - dilaporkan di SPT Des
2 PK 3 Des Desember 480,000,000 48,000,000 dilaporkan di SPT Des
3 PM 3 Des Desember 10,000,000 1,000,000 dikreditkan di SPT Des
4 Non PPN 13 Des Desember 150,000,000 - PPN dibebaskan, kawasan berikat
5 PM 27 Nov November 360,000,000 36,000,000 dikreditkan di SPT Des
6 PK 9 Des Desember 178,181,818 17,818,182 PPN dipungut bendaharawan
7 PK 22 Des Desember 15,000,000 1,500,000 dilaporkan di SPT Des
8 PM 17 Des Desember 240,000,000 24,000,000 dikreditkan di SPT Des
9 PK 6 Des Desember 900,000,000 90,000,000 PPN dipungut BUMN
10 Non PPN 27 Des Desember 3,600,000,000 - PPN dibebaskan
11 PK 28 Des Desember 390,000,000 39,000,000 dilaporkan di SPT Des
12 PM 29 Des Desember 150,000,000 15,000,000 dikreditkan di SPT Des
13 (PM) 29 Des Desember 45,000,000 (4,500,000) dikreditkan di SPT Des
14 PK 30 Des Desember 60,000,000 6,000,000 dilaporkan di SPT Des
15 PK 11 Des Desember 600,000,000 60,000,000 dilaporkan di SPT Des
16 (PK) 31 Des Desember 60,000,000 (6,000,000) dikreditkan di SPT Des
17 PK 31 Des Desember 1,500,000,000 150,000,000 dilaporkan di SPT Des
18 PM 31 Des Desember 72,000,000 7,200,000 PM tidak dapat dikreditkan
19 PM 31 Des Desember 10,000,000 1,000,000 PM tidak dapat dikreditkan
20 PM 31 Des Desember 20,000,000 2,000,000 dikreditkan di SPT Des

Jumlah PK 298,500,000
Jumlah PM (73,500,000)
PPN kurang (lebih) bayar 225,000,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 1


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Soal 2 – Pajak Penghasilan (PPh) Badan

KOMERSIAL Koreksi + Koreksi - FISKAL


Penjualan 128,700,000,000 128,700,000,000
Harga Pokok Penjualan
Persediaan awal 14,630,000,000 1,100,000,000 15,730,000,000
Pembelian 91,740,000,000 91,740,000,000
Persediaan akhir (20,570,000,000) (20,570,000,000)
Harga Pokok Penjualan (85,800,000,000) (86,900,000,000)
Laba Kotor 42,900,000,000 41,800,000,000
Beban Operasi
Beban Gaji dan Upah (24,310,000,000) (24,310,000,000)
PPh Pasal 21 ditanggung perusahaan (356,400,000) 356,400,000 -
Beban Alat Tulis Kantor (715,000,000) (715,000,000)
Penggantian pengobatan karyawan (440,000,000) (440,000,000)
Beban sewa gudang (250,000,000) (250,000,000)
Entertainment (687,500,000) 687,500,000 -
Penghapusan piutang (165,000,000) 165,000,000 -
Beban Listrik, air, telepon (462,000,000) 132,000,000 (330,000,000)
Beban konsultan (275,000,000) (275,000,000)
Beban penyusutan (1,454,500,000) 278,312,500 (1,732,812,500)
Beban lain-lain (242,500,000) 183,500,000 (59,000,000)
Jumlah beban operasi (29,357,900,000) (28,111,812,500)
Laba Operasi 13,542,100,000 13,688,187,500
Pendapatan (beban) lain-lain
Dividen PT Bahtera 137,500,000 137,500,000 -
Dividen PT Makmur 165,000,000 165,000,000
Penghasilan dari Singapura 605,000,000 90,000,000 695,000,000
Pendapatan bunga deposito 55,000,000 55,000,000 -
Beban bunga pinjaman (144,000,000) 103,125,000 (40,875,000)
Jumlah Pendapatan lain-lain 818,500,000 819,125,000
Laba Sebelum Pajak 14,360,600,000 14,507,312,500
Pembulatan Laba 14,507,312,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 2


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Catatan atas koreksi :

1. PPh Pasal 21 ditanggung perusahaan merupakan non-deductible expense, sehingga tidak dapat dikurangkan.
2. Beban alat tulis kantor dianggap seluruhnya untuk keperluan operasional, sehingga dapat dikurangkan.
3. Penggantian (reimburse) pengobatan karyawan merupakan beban yang dapat dikurangkan.
4. Beban sewa gudang adalah beban untuk kegiatan operasional, sehingga merupakan beban yang dapat dikurangkan.
5. Entertainment diasumsikan seluruhnya tidak ada daftar nominatif, sehingga tidak dapat dikurangkan.
6. Beban penghapusan piutang diasumsikan belum dipublikasikan ke harian umum, sehingga tidak dapat dikurangkan.
7. Beban listrik, air, dan telepon sebesar 132.000.000 tidak didukung bukti-bukti, sehingga tidak dapat dikurangkan.
8. Beban konsultan diasumsikan berhubungan dengan keperluan operasional perusahaan.
9. Penyusutan yang boleh diakui oleh fiskal sebesar 1.732.812.500.
10. Beban lain-lain sebesar 183.500.000 merupakan 50% dari perjalanan dinas + beban tanpa didukung bukti-bukti.
11. Dividen PT Bahtera dengan kepemilikan >=25% bukan merupakan objek pajak.
12. Dividen PT Makmur dengan kepemilikan <=25% merupakan objek pajak.
13. Penghasilan dari Singapura yang dijadikan objek pajak adalah yang sebelum dipotong pajak.
14. Pendapatan bunga deposito dikenakan pajak final, sehingga tidak dimasukkan kembali dalam perhitungan laba fiskal.
100%12%×144.000.000 = 1.200.000.000
100%80%×5.500.0008% = 859.375.000
= 40.875.000 (beban bunga pinjaman yang boleh dikurangkan)

Tabel Penyusutan (Komersial dan Fiskal)

Aset Tetap unit tgl perolehan nilai perolehan/unit nilai sisa usia akun usia fiskal penyusutan akun penyusutan fiskal
Komputer 30 Sep 2010 5,000,000 500,000 5 4 27,000,000 37,500,000
Sedan 10 Juli 2012 325,000,000 125,000,000 5 8 200,000,000 101,562,500
Truk 10 Mei 2006 500,000,000 50,000,000 9 8 500,000,000 625,000,000
Mesin 10 Juli 2005 695,000,000 55,000,000 10 8 640,000,000 868,750,000
Gedung 1 Juni 2000 2,000,000,000 250,000,000 20 20 87,500,000 100,000,000
Jumlah 1,454,500,000 1,732,812,500

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 3


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI

Tabel Pemakaian Bahan Baku

pemakaian bahan baku = p. awal + pembelian - p.akhir


komersial fiskal koreksi
pemakaian 85,800,000 86,900,000 1,100,000
p. awal (14,630,000) (15,730,000)
p. akhir 20,570,000 20,570,000
pembelian 91,740,000 91,740,000

Perhitungan Pajak Kurang (Lebih) Bayar Tahun 2012

PPh Badan terutang 3,626,828,000


Kredit Pajak (hanya untuk yang sudah dipotong/dipungut pihak lain)
PPh 22 dari impor (240,000,000)
PPh 22 ke Pemda DKI (300,000,000)
PPh 23 dividen (24,750,000)
PPh 24 (90,000,000)
Angsuran PPh 25 (1,800,000,000)
Total Kredit Pajak (2,454,750,000)
PPh kurang (lebih) bayar 1,172,078,000

Jurnal
Beban Pajak 3,626,828,000
Utang Pajak 1,172,078,000
Pajak DBDM 2,454,750,000

Utang Pajak 1,172,078,000


Kas 1,172,078,000

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 4


Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI
Perhitungan angsuran PPh 25 tahun 2013

Laba fiskal 14,507,312,000


PPh badan terutang 3,626,828,000
Kredit Pajak :
PPh 22 dari impor (240,000,000)
PPh 23 (24,750,000)
PPh 24 (90,000,000) (354,750,000)
PPh terutang 2013 setahun 3,272,078,000
Angsuran PPh 25 tahun 2013 per bulan 272,673,167

Perhitungan angsuran PPh 25 tahun 2013 jika terdapat kompensasi kerugian

Laba fiskal 2012 14,507,312,000


kerugian fiskal 2009 (5,500,000,000)
kerugian fiskal 2010 (7,500,000,000)
kerugian fiskal 2011 (5,000,000,000)
Kerugian fiskal 2012 (3,492,688,000)

Laba fiskal 2013 14,507,312,000


kompensasi kerugian 2012 (3,492,688,000)
Laba fiskal 2013 setelah kompensasi 11,014,624,000
PPh Badan 2013 2,753,656,000
Kredit Pajak (354,750,000)
PPh terutang 2013 setahun 2,398,906,000
Angsuran PPh 25 tahun 2013 199,908,833.33

Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com 5


 
 
   
MOJAKOE  
Perpajakan   1  

Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa


seizin SPA FEUI. Mojakoe dapat didownload di
www.spa-feui.com

Official Learning Partner: OfficialMedia Partner:

@spafeui SPA FEUI www.spa-feui.com


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

MOJAKOE Perpajakan 1
Ujian Akhir Semester
Semester Gasal Tahun 2013/2014
 
Soal  1  
1. Saat   ini   di   bandara   tersedia   counter   khusus   untuk   restitusi   Pajak   (bukan   untuk  
pabean   bea   cukai).   Jelaskan   keberadaan   counter   pajak   ini   hubungannya   dengan  
PPN.  Mengapa  harus  ada  counter  pajak  ini?  
2. Jelaskan   perlakuan   PPN   atas   “barang   yang   dibebaskan   PPN,   penyerahan   yang  
PPNnya  ditanggung  pemerintah  dan  penyerahan  kepada  pemungut”.  
3. Perbedaan   antara   akuntansi   dan   pajak   dalam   rekonsiliasi   fiskal   akan   memunculkan  
pajak  tangguhan  dalam  pajak.  Bagaimana  cara  entitas  menghitung  nilai  beban  pajak  
kini  dan  beban/pendapatan  pajak  tangguhan.  Jelaskan  perbedaan  utang  PPh  Badan,  
utang  Pajak  withholding  dan  aset/liabilitas  pajak  tangguhan.  
4. Faktur   pajak   merupakan   dokumen   penting   dalam   PPN.   Jelaskan   pengertian   faktur  
pajak   dan   informasi   pokok   yang   harus   ada   dalam   faktur   pajak?   Apakah   yang  
dimaksud  dengan  faktur  pajak  cacat?  Jelaskan  potensi  risiko  yang  dapat  terjadi  atas  
faktur  pajak  sehingga  perusahaan  harus  menanggung  biaya  akibat  faktur  pajak.  
5. Sebuah  Bank  di  LN  akan  membuka  cabang  /  anak  perusahaan  di  Indonesia.  Ada  dua  
alternatif   yang   dapat   dilakukan   yaitu   membentuk   cabang   atau   mendirikan  
perusahaan   di   Indonesia   dengan   kepemilikan   gabungan   dari   induk   di   LN   dan  
beberapa   investor   lokal.   Jelaskan   kelemahan   dan   keunggulan   dua   alternatif   di   atas  
dari  aspek  kewajiban  perpajakan.  
6. Suatu   entitas   yang   bergerak   dalam   bidang   penyewaan   taksi,   melakukan   pembelian  
mobil   sedan   untuk   disewakan   dan   untuk   mobil   dinas   manager/direktur.   Jelaskan  
bagaimana   perlakuan   PPN   atas   pembelian   mobil   sedan   tersebut?   Jelaskan   juga  
bagaimana  pencatatan  aset  tetap  atas  pembelian  tersebut  di  entitas  tersebut.  
 
Soal  2  
Rico   baru   saja   menyelesaikan   studinya   di   sebuah   business   school   di   LN.   Setelah   dua   tahun  
bekerja   sebagai   financial   consultant,   Rico   beralih   menjadi   wirausaha.   Memulai   usaha  
restoran   di   Depok,   saat   ini   Rico   telah   memiliki   beberapa   cabang   restoran   di   Jakarta   dan  
Bandung.   Bahkan   saat   ini   telah   memulai   bisnis   persewaan   rumah   kost,   fotocopy   dan  
laundry.  Saat  ini  semua  usahanya  berada  dalam  satu  grup  usaha  bernama  Ric’s  Corp.  Bentuk  
perusahaan  yang  dipilih  PT  tertutup  dengan  pemegang  saham  sebagian  besar  Rico  dan  10%  
dipegang  beberapa  teman  dan  Saudara  Rico.  
 
Rico   mengelola   usahanya   dengan   cara   modern,   termasuk   untuk   pembukan   dan   pengelolaan  
keuangan.   Rico   memiliki   bagian   akuntansi   dan   keuangan   yang   mengelola   semua   bisnisnya  
namun   untuk   pemegang   kas   dilakukan   di   masing-­‐masing   unit   bisnis.   Ric’s   Corp   telah  
memiliki  NPWP.  
 

MOJAKOE Perpajakan 1 2 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Untuk   kewajiban   perpajakan   perusahaan,   perusahaan   menyerahkan   kepada   pihak   luar.  
Untuk  pajak  restoran,  Rico  mempercayakan  kepada  petugas  pajak  Dispenda.  Petugas  pajak  
ini  berfungsi  sebagai  konsultan  Rico.  Selama  ini  Rico  membayar  pajak  sebesar  3%  dari  total  
omset   penjualan   yang   dilakukan.   Rico   membayar   Petugas   Dispenda   per   tahun   sekitar   1%  
dari   omset.   Nilai   yang   dibayarkan   tersebut   jauh   lebih   rendah.   Menurut   ketentuan,   pajak  
yang  dibayarkan  10%  dari  total  omset.  Rico  tidak  hanya  menikmati  benefit  membayar  pajak  
lebih  rendah,  namun  dapat  dipastikan  perusahannya  aman  dari  proses  pemeriksaan.  
 
 Untuk   pembayaran   pajak   perusahaan,   Rico   juga   mempekerjakan   salah   seorang   petugas   KPP  
sebagai   konsultan.   Berdasarkan   saran   dari   konsultan   tersebut   Rico   cukup   melaporkan  
penghasilan   netto   sebesar   30%   dalam   SPT.   Untuk   keperluan   ini   Rico   memberikan   honor  
kepada   petugas   pajak.   Petugas   pajak   juga   menjamin   Rico   tidak   akan   dijadikan   obyek  
pemeriksaan.   Khusus   untuk   pembayaran   pajak   yang   dipotong   misal   PPh   21,   Rico  
memberikan   gaji   dalam   bentuk   penggantian   transport,   penggantian   makan   /   uang   makan  
sehingga  gaji  yang  di  luar  penggantian  jumlah  di  bawah  PTKP.  Hanya  gaji  level  manajer  dan  
kepala   cabang   yang   PPh   21nya   dipotong.   Untuk   PPh   lainnya,   Rico   tidak   pernah   memotong  
pajak   atas   pembayaran   yang   dilakukan,   karena   tanpa   pajak   Rico   memperoleh   harga   yang  
lebih  murah.  
 
Diminta:  
Berikan   pendapat   Anda   tentang   apa   yang   harus   dilakukan   oleh   Rico.   Apakah   Anda   setuju  
dengan   praktik   yang   dilakukannya.   Berikan   analisis   cost   benefit   dan   risk   exposure   atas   apa  
yang  dilakukan.  Berikan  saran  perbaikan  yang  mungkin  diperlukan.  
 
Soal  3  
Pilihan  1  
PT   Semeru   merupakan   produsen   garmen   dengan   merk   luar   negeri   yang   berlokasi   di  
Karawang.   Produk   perusahaan   dijual   di   dalam   dan   di   luar   negeri.   Bahan   baku   perusahaan  
sebagian   besar   komponen   lokal   namun   ada   beberapa   diimpor   dari   LN.   Perusahaan   telah  
dikukuhkan   sebagai   PKP   sejak   tahun   1995.   Selama   bulan   Desember   2012,   melakukan  
transaksi-­‐transaksi  sebagai  berikut:  (nilai  transaksi  sebelum  pajak  kecuali  disebutkan,  kecuali  
disebutkan   khusus   dalam   informasi   transaksi.   Nilai   pembayaran   yang   harus   ditambahkan  
nilai  PPN,  kecuali  disebutkan  lain)  
 
No   Tanggal   Transaksi  
1   1  Desember   Perusahaan   memesan   bahan   baku   lokal   kepada   PT   Melati   total  
sebesar   Rp   300.000.000   ditambah   PPN.   Dari   jumlah   tersebut   Rp  
66.000.000   dibayar   tunai,   60%   dibayarkan   saat   pengiriman   tanggal   5  
Desember   dan   sisanya   dibayarkan   saat   pengiriman   lengkap.   Supplier  
telah   memberikan   faktur   pajak   atas   pembayaran   uang   muka   yang  
dilakukan.  
 
Dari   keseluruhan   barang   tersebut   70%   dikirim   tanggal   5   Desember  
dan  sisanya  akan  dikirim  bulan  berikutnya.  
2   3  Desember   Perusahaan   mengirimkan   barang   beserta   fakturnya   kepada  

MOJAKOE Perpajakan 1 3 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Supermarket   ABC   untuk   konsinyasi   sebesar   Rp   100.000.000.Untuk  
barang   konsinyasi   pelaporan   barang   yang   terjual   dilakukan   tanggal  
tiap  bulan  termasuk  laporan  retur  barang.  
3   4  Desember   PT   Dahlia   memesan   baju   seragam   untuk   karyawan   dengan   total  
pesanan  Rp  500.000.000.  Perusahaan  menerima  uang  muka  sebesar  
10%   dari   total   pesanan   ditambah   nilai   PPNnya.   Barang   akan  
diserahkan   30%   pada   26   Desember   dan   sisanya   pada   10   Maret.  
Pelunasan  akan  dilakukan  bersamaan  dengan  pengiriman  barang.  
4   5  Desember   Menerima   70%   dari   barang   dari   PT   Melati,   yang   dipesan   pada  
tanggal  1  Desember.  Untuk  itu  perusahaan  membayar  60%  dari  total  
nilai   pesanan   kepada   supplier.   Faktur   pajak   atas   pengiriman   dan  
pembayaran  telah  diterima.  
5   6  Desember   Mengimpor   bahan   baku   sebesar   15.000   USD.   Atas   imporn   ini   cost  
2000  USD,  insurance  1000  USD.  Bea  masuk  dikenakan  10%  dari  CIF.  
Kurs   KMK   yang   berlaku   saat   transaksi   tersebut   adalah   Rp   9.500,  
sedangkan  kurs  spot  sebesar  Rp  9.600.  
6   7  Desember   Mengirimkan   barang   kepada   pelanggan   PT   ABC   sebesar   Rp  
250.000.000   ditambah   PPN.   Atas   pengiriman   barang   ini   PT   ABC  
melakukan   pembayaran   10%nya,   sisanya   akan   dibayar   di   bulan  
Januari  dan  Februari.  
7   8  Desember   Mengirimkan   barang   kepada   Pemda   DKI   senilai   Rp   400.000.000  
ditambah  PPN.  
8   10  Desember   Melakukan   export   barang   ke   Jepang   senilai   70.000   USD,   freight  
sebesar  3.000  USD  dan  insurance  2.000  USD.  Kurs  KMK  yang  berlaku  
9.600   dan   kurs   spot   Rp   9.700.   Faktur   pajak   dan   dokumen   telah  
diselesaikan  bersamaan  dengan  pengiriman  barang.  
9   11  Desember   Membayar   pelunasan   pembelian   yangdilakukan   pada   bulan   5  
Nopember   sebesar   Rp   88.000.000   termasuk   PPN.   Nilai   total  
pembelian   pada   5   Nopember   sebesar   Rp   110.000.000   termasuk  
PPN.  Faktur  pajak  telah  diterima  bulan  Nopember.  
10   12  Desember   Mengirimkan   tagihan   kepada   Pemda   DKI   atas   pengiriman   yang  
dilakukan  pada  tanggal  8  Desember.  Perusahaan  mengirimkan  faktur  
dan  dokumen  tagihan  yang  diperlukan.  
11   14  Desember   Dalam   rangka   ulang   tahun   memberikan   sepatu   kepada   murid   SD  
terpencil   secara   cuma-­‐cuma   dengan   nilai   jual   sepatu   sebesar   Rp  
200.000.000.  Laba  kotor  atas  sepatu  ini  adalah  30%  dari  harga  jual.  
Faktur  pajak  dibuat  pada  saat  pengiriman  barang.  
12   15  Desember   Menerima   pelunasan   penjualan   dari   PT   Mutiara   atas   penjualan   yang  
dilakukan   pada   10   Nopember   senilai   Rp   80.000.000   ditambah   PPN.  
Barang   beserta   faktur   pajak   telah   dikirimkan   perusahaan   pada   bulan  
Nopember.  
13   17  Desember   Menerima   transfer   pembayaran   dari   Pemda   DKI   atas   tagihan   12  
Desember.   Perusahaan   menerima   SSP   atas   pajak   yang   dibayarkan  
oleh  bendaharawan.  

MOJAKOE Perpajakan 1 4 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Pada  tanggal  tersebut  perusahaan  juga  menerima  pembayaran  dari  
sebesar   Rp   330.000.000   atas   tagihan   yang   dikirimkan   pada   tanggal  
15  Nopember.  Untuk  barang  ini  pengiriman  dilakukan  pada  tanggal  
25  Oktober.  
14   18  Desember   Menerima   pesanan   bahan   baku   dari   PT   Dahlia.   Total   nilai   pemberian  
dikirimkan   sebesar   Rp   220.000.000   ditambah   PPN.   Perusahaan   telah  
membayar   DP   20%   pada   bulan   Nopember   saat   pemesanan  
(44.000.000),   saat   pengiriman   pesanan   dibayarkan   66.000.000   dan  
sisanya  akan  dibayarkan  pada  bulan  Februari.  Faktur  pajak  diterima  
pada  saat  penerimaan  barang  dan  pembayaran  uang  muka.  
15   19  Desember   Menyerahkan  barnag  senilai  Rp  400.000.000  ditambah  PPN  dengan  
pembayaran   kredit,   pelunasan   dilakukan   50%   satu   bulan   yang   akan  
datang   dan   sisanya   bulan   berikutnya.   Perusahaan   telah   membuat  
faktur  saat  pengiriman  barang.  
16   20  Desember   Membayar   tagihan   lsitrik   dan   telpon   masing-­‐masing   Rp   25.300.000  
dan  Rp  13.200.000  termasuk  PPN  dalam  kwitansi  pembayaran.  
17   21  Desember   Entitas   membangun   sendiri   gedung   kantor.   Biaya   yang   dikeluarkan  
untuk   pembangunan   tersebut   selama   bulan   Desember   sebesar   Rp  
330.000.000   untuk   pembelian   material   dan   biaya   upah   sebesar   Rp  
70.000.000.   Nilai   pengeluaran   untuk   pembelian   material   termasuk  
PPN   masukan,   perusahaan   menerima   faktur   pajak   masukan   atas  
pembelian  material  tersebut.  
18   22  Desember   Melakukan   penyerahan   barang   sebesar   Rp   250.000.000.   Atas  
penyerahan   ini   faktur   pajak   telah   dibuat.   Penjualan   dilakukan  
dengan  term  2/15,  n/30.  
19   24  Desember   Menerima   laporan   penjualan   konsinyasi   dari   beberapa   supermarket,  
diketahui   barang   yang   tejrual   sebear   Rp   400.000.000   dan   barang  
yang   diretur   sebesar   Rp   50.000.000.   Nota   retur   dan   faktur   pajak  
retur  dilampirkan.  
20   26  Desember   Membeli   bahan   baku   secara   tunai   sebesar   Rp   240.000.000   dari   PT  
Mawar.   Faktur   pajak   diteirma   bersamaan   dengan   dokumen   bukti  
pembayaran.  
21   26  Desember   Mengirimkan  barang  yang  dipesan  dari  PT  Dahlia  pada  4  Desember.  
Jumlah   barang   yang   dikirim   sebanyak   30%   dari   total   pesanan.  
Perusahaan   mengirimkan   faktur   untuk   pengiriman   ini.   Perusahaan  
menerima  pembayaran  sebesar  20%  dari  total  barang  dipesan.  
22   27  Desember   Menerima  faktur  pajak  atas  pembelian  dari  supplier  yang  dilakukan  
pada   25   Agustus   2012.   Pembelian   tersebut   senilai   Rp   50.000.000.  
Perusahaan   belum   memasukkan   pada   SPT   Agustus   karena   belum  
menerima  faktur  pajak  dari  supplier.  
23   28  Desember   Membeli  peralatan  pabrik  senilai  Rp  700.000.000.  Untuk  pembelian  
peralatan   ini   perusahaan   membayar   40%   secara   tunai   dan   sisanya  
dibayarkan   secara   angsuran   dalam   tiga   bulan   berikutnya.   Faktur  
pajak  telah  diterima.  

MOJAKOE Perpajakan 1 5 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
24   29  Desember   Membeli  kendaraan  secara  leasing  untuk  manajer  sebanyak  2  buah  
masing-­‐masing   Rp   160.000.000.   Untuk   pembelian   ini   perusahaan  
membayar   uang   muka   sebesar   Rp   50.000.000.   Sisanya   diangsur  
selama  12  bulan  berikutnya.  Faktur  pajak  telah  diterima.  
25   31  Desember   Mengembalikan   barang   yang   dari   pembelian   5   Desember   karena  
barangnya   rusak.   Barang   yang   dikembalikan   senilai   Rp   20.000.000.  
Faktur  pajak  retur  dibuat  bersamaan  dengan  pengembalian  barang.  
26   31  Desember   Melakukan  penghapusan  piutang  dari  seorang  pleanggan  sebesar  Rp  
22.000.000   (termasuk   nilai   PPN)   atas   penjualan   yang   telah   dilakukan  
pada  2  Desember  2011.  
27   31  Desember   Membuat   faktur   pajak   gabungan   atas   penjualan   retail   yang   terjadi  
selama  bulan  Desember.  Total  penjualan  sebesar  Rp  600.000.000  
 
Asumsi:  
• Seluruh   transaksi   pembelian   BKP   /   perolehan   JKP   dilakukan   perusahaan   dengan   PKP  
lainnya.  
• Nilai  transaksi  belum  termasuk  PPN  kecuali  bila  disebutkan.  
• Faktur  pajak  langsung  dikreditkan  pada  masa  diterimanya  Faktur  Pajak  tersebut.  
 
Diminta:  
a. Untuk   setiap   transaksi   di   atas,   tentukan   tanggal   dibuatnya   Faktur   Pajak,   klasifikasi   PK   /  
PM,  DPP,  PPN  terutang,  dan  keterangan  lain  bila  dibutuhkan  dalam  format  seperti  tabel  
berikut:   (27)   (format   tabel   boleh   ditambahkan   jika   diperlukan   untuk   mempermudah  
perhitungan)  
 
 
No.   Tgl.  FP   PK  /  PM   DPP   PPN   Keterangan  
           
           
 
 
b. Hitung   kurang   /   lebih   bayar   PPN   selama   masa   pajak   Desember   2012   dan   berapa   yang  
akan   ditampilkan   sebagai   hutang   PPN   dalam   laporan   posisi   keuangan   jika   diasumsikan  
pajak  untuk  masa  Nopember  telah  dibayar  lunas  perusahaan  di  bulan  Desember.  (4  poin)  
c. Buatlah  jurnal  atas  transaksi  yang  terkait  dengan  transaksi  tanggal  1,  4  dan  6  Desember  
2012.  (4)  
 
Soal  4  
PT   Merapi   perusahaan   yang   bergerak   di   bidang   jasa   penyewaan   kendaraan   darat.  
Perusahaan   telah   berdiri   sejak   40   tahun   lalu.   Perusahaan   menyewakan   kendaraan   dalam  
bentuk  retail  persewaan  taksi.  Kendaraan  maupun  persewaan  ke  perusahaan  baik  kegiatan  
wisata   maupun   dalam   kontrak   jangka   panjang   (1-­‐12   bulan).   Laporan   keuangan   PT   Merapi  
dapat  dilihat  dalam  lampiran  paling  akhir  soal.  
 

MOJAKOE Perpajakan 1 6 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Penjelasan  terkait  laporan  laba  rugi  yang  telah  disusun  perusahaan  (dalam  ribuan  rupiah  
sama  seperti  satuan  dalam  tabel).  
 
a. Dalam   biaya   gaji   dan   upah   terdapat   tunjangan   seragam   sopir   sebesar   700.000   dan  
seragam  kantor  sebesar  200.000.  
b. Perusahaan   memperoleh   pendapatan   dari   instansi   pemerintah   sebesar   50.000.000.  
Atas   pendapatan   tersebut   telah   dipotong   PPh   pasal   22   sebesar   750.000.   Pendapatan  
dari   sewa   kendaraan   sebesar   200.000.000   telah   dipotong   PPh   23   sebesar   4.000.000.  
Sistem  akuntansi  perusahaan  mencatat  pajak  yang  telah  dipotong  sebagai  pajak  dibayar  
di  muka.  
c. Beban  depresiasi  dihitung  dari  tabel  berikut  ini.  
  Akt   Pajak   Perolehan   Nilai  Sisa   Akm  Dep   Bbn  Dep  
Bangunan   30   20   128.000.000   8.000.000   32.000.000   4.000.000  
Peralatan  1   2   4   25.000.000   5.000.000   10.000.000   10.000.000  
Peralatan  2   8   4   45.000.000   5.000.000   15.000.000   5.000.000  
Peralatan  3   10   8   22.000.000   2.000.000   8.000.000   2.000.000  
Mobil  Dinas   5   8   11.000.000   1.000.000   4.000.000   2.000.000  
      231.000.000   69.000.000   69.000.000   23.000.000  
 
  Akt   Pajak   Perolehan   Nilai  Sisa   Akm  Dep   Bbn  Dep  
Bis   10   8   222.000.000   22.000.000   160.000.000   20.000.000  
Van   8   8   180.000.000   20.000.000   100.000.000   20.000.000  
Sedan   4   4   440.000.000   40.000.000   400.000.000   100.000.000  
      842.000.000   82.000.000   660.000.000   140.000.000  
 
Mobil   dinas   adalah   kendaraan   yang   digunakan   oleh   pimpinan   perusahaan   pada   level  
tertentu.   Mobil   ini   dibawa   pulang   oleh   pimpinan   tersebut,   namun   bahan   bakar   dan  
perawatannya   ditanggung   oleh   perusahaan.   Beban   perawatan   mobil   dinas   sebesar  
1.200.000  dan  bahan  bakar  sebesar  1.600.000  
 
d. Sewa   kendaraan   merupakan   sewa   beberapa   kendaraan   kepada   beberapa   perusahaan  
unutk   kepentingan   disewa   kembali.   Sewa   ini   jangka   waktunya   rata-­‐rata   1   tahun   dan  
dapat   diperpanjang   lagi.   Atas   sewa   yang   dibayarkan   perusahaan   memotong   PPh   23  
sebesar  2%.  
e. Termasuk   beban   iklan   dan   pemasaran   terdapat   biaya   entertainment   yang   tidak   ada  
daftar  nominatifnya  sebesar  300.000.  
f. Termasuk   dalam   staf   insentif   adalah   beban   outing   karyawan   yang   dilaksanakan   pada  
hari   ulang   tahun   perusahaan   sebesar   5.000.000.   Penyediaan   kesehatan   dalam   bentuk  
poliklinik  perusahaan  sebesar  800.000.  
g. Termasuk  dalam  beban  administrasi  adalah:  
• Biaya   penurunan   nilai   piutang   sebesar   50.000   yang   dihitung   menurut   PSAK   yang  
dihitung   berdasarkan   bukti   obyektif.   Piutang   ini   berasal   dari   pendapatan   kontrak  
dengan  perusahaan  lain.  
• Biaya  penurunan  persediaan  sparepart  bengkel  30.000  

MOJAKOE Perpajakan 1 7 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
• Beban  pajak  bumi  dan  bangunan  sebesar  60.000  
• Biaya   perjalanan   dinas,   termasuk   biaya   perjalanan   dinas   keluarga   direksi   dan  
komisaris  sebesar  80.000  
h. Termasuk  dalam  beban  operasional  lain  adalah:  
• Pemberian  beasiswa  kepada  putra-­‐putri  karyawan  berprestasi  sebesar  600.000  dan  
mahasiswa  kurang  mampu  di  universitas  negeri  kota  tersebut  800.000  
• Bantuan   kegiatan   yang   diselenggarakan   secara   lokal   dalam   rangka   CSR   perusahaan  
yaitu   untuk   kegiatan   sosial   50.000,   pengembangan   olahraga   100.000,   pembangunan  
infrastruktur  sosial  300.000,  pembangunan  sarana  pendidikan  500.000  dan  bantuan  
kegiatan  keagamaan  sebesar  250.000  
i. Pendapatan  bunga  deposito  merupakan  tabungan  dari  dana  cadangan  perusahaan  yang  
ditujukan   untuk   investasi   di   masa   depan   dengan   total   tabungan   1.000.000   bunga   5%  
sedangkan   bunga   pinjaman   muncul   terkait   hutang   obligasi   sebesar   500.000   dengan  
bunga  8%.  Selama  tahun  tersebut  tidak  ada  perubahan  saldo  obligasi  dan  deposito.  
j. Pendapatan  sewa  dikenakan  pajak  final  10%  dari  total  sewa  sebesar  1.000.000.  
k. Dividen   PT.   Patron   telah   dikenakan   pajak   sebesar   30%   dan   Beautiful   dikenakan   pajak  
sebesar   20%.   Perusahaan   mencatat   pendapatan   ini   secara   net   setelah   pajak   yang  
dibayarkan   di   LN.   Investasi   di   PT.   Patron   dijual   pada   tahun   2011   dengan   keuntungan  
penjualan  sebesar  14.000.000  dikenakan  pajak  30%.  
l. Perusahaan   mencatat   investasi   di   PT   Pelangi   dan   Kintamani   dengan   menggunakan  
metode  ekuitas.  Laba  PT  Pelangi  sebesar  1.000.000  dan  dividen  yang  dibayarkan  selama  
tahun   tersebut   600.000.   Laba   PT   Kintamani   2.000.000   dan   dividen   yang   dibayarkan  
sebesar  1.000.000.  
m. Pendapatan   hasil   investasi   jangka   pendek   berupa   dividen   500.000   (dipotong   pajak  
15%),   capital   gain   yang   telah   terealisasi   200.000   dan   capital   gain   yang   belum   terealisasi  
500.000.  
n. Keuntungan   penjualan  kendaraan  yang  dilakukan   diakhir   tahun.   Kendaraan   yang   telah  
habis  masa  pakai  dan  tidak  layak  untuk  dioperasikan  dijual  dengan  keterangan.  
  Umur   Dep   Dep   Perolehan   Nilai   buku   Nilai  jual   Keuntungan  
Akt   Pjk   akuntansi  
Sedan   6   4   4   44.000.000   4.000.000   4.500.000   500.000  
Van   9   8   8   36.000.000   4.000.000   5.500.000   1.500.000  
Bis   8   10   8   11.000.000   3.000.000   2.900.000   (100.000)  
              1.900.000  
 
o. Perusahaan   mencatat   pajak   yang   dibayarkan   sebagai   pajak   diterima   di   muka   kecuali  
untuk  penghasilan  yang  dikenakan  pajak  final  dan  pajak  yang  dibayarkan  di  luar  negeri  
yang  dicatat  sebesar  penghasilan  netto.  
p. Selain  pajak  yang  telah  disebutkan  di  atas,  perusahaan  telah  membayar  angsuran  PPh  
25  selama  tahun  2012  sebesar  23.000.000.  
 
Diminta:  
1. Hitung   pajak   perusahaan   dengan   terlebih   dahulu   menghitung   penghasilan   kena  
pajak  perusahaan  dengan  melakukan  rekonsiliasi  fiskal  dengan  menggunakan  kertas  

MOJAKOE Perpajakan 1 8 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
kerja   yang   ada   di   lembar   paling   belakang   soal.   Untuk   masing-­‐masing   koreksi  
sertakan  alasan  dan  perhitungan!  
2. Hitung   kredit   pajak   PPh   24   atas   penghasilan   yang   diterima   perusahaan   dari   luar  
negeri.   Buatlah   koreksi   pencatatan   atas   pendapatan   dari   luar   negeri   yang  
seharusnya   dibuat   perusahaan   sehingga   pencatatannya   konsisten   dengan  
penghasilan  yang  lain.  
3. Hitung   total   kredit   pajak   dan   pajak   yang   harus   dibayarkan   di   akhir   tahun.   Buatlah  
jurnal  untuk  memunculkan  beban  dan  liabilitas  pajak  kini?  
4. Hitung   berapa   jumlah   angsuran   pajak   untuk   tahun   2012   dengan   memperhatikan  
penghasilan  tidak  teratur  yaitu  keuntungan  penjualan  kendaraan  dan  investasi  yang  
dijual.  
5. Sebutkan  minimal  tiga  item  yang  memunculkan  pajak  tangguhan  berikat  penjelasan  
singkat?  
 
NB.  Kertas  kerja  terlampir  di  bagian  jawaban  bersama  dengan  rekonsiliasi.  
   

MOJAKOE Perpajakan 1 9 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Jawaban  
Soal  1  
1. Berdasarkan  Undang  Undang  Nomor  42  Tahun  2009  Pasal  16E  ayat  1,  PPN  dan  Pajak  
Penjualan   atas   Barang   Mewah   yang   sudah   dibayar   atas   pembelian   Barang   Kena  
Pajak  yang  dibawa  ke  luar  Daerah  Pabean  oleh  orang  pribadi  pemegang  paspor  luar  
negeri   dapat   diminta   kembali.   Berdasarkan   penjelasan   UU   tersebut,   tujuan   dari  
restitusi   ini   adalah   untuk   menarik   wisatawan   mancanegara   untuk   berkunjung   ke  
Indonesia  karena  adanya  insentif  perpajakan  berupa  restitusi  PPN.  Counter  restitusi  
tersebut  perlu  untuk  dibuat  di  bandara  agar  memudahkan  wisatawan  mancanegara  
melakukan   proses   restitusi   PPN,   sehingga   sebelum   wisatawan   tersebut   pulang,  
wisatawan   tersebut   dapat   melakukan   restitusi   di   bandara,   tanpa   perlu   mendatangi  
kantor  pelayanan  pajak  atau  tempat-­‐tempat  lain.  
2. Penjelasan  atas:  
a. Barang  yang  dibebaskan  PPN  adalah  Barang  Kena  Pajak  yang  tidak  terutang  
PPN.  Tidak  ada  Pajak  Masukan  yang  dapat  dikreditkan.  
b. Penyerahan   yang   PPNnya   ditanggung   pemerintah   memiliki   maksud   bahwa  
PPN  atas  pembelian  barang  yang  PPNnya  ditanggung  pemerintah  tidak  perlu  
dibayarkan  oleh  pembeli,  karena  PPNnya  ditanggung  oleh  pemerintah.  
c. Penyerahan   kepada   pemungut   adalah   penyerahan   BKP/JKP   ke   pemungut  
PPN  (BUMN,  Bendaharawan  pemerintah  dan  KPKN,  Kontraktor  kontrak  kerja  
sama   pengusahaan   minyak   dan   gas   bumi   dan   kontraktor   atau   pemegang  
kuasa/pemegang  izin  pengusahaan  sumber  daya  panas  bumi).  Dalam  kasus  
ini,   saat   pembayaran   diserahkan   kepada   PKP   penjual,   maka   uang   yang  
diterima  sudah  dipotong  dengan  jumlah  PPN  yang  harus  dibayarkan.  
3. Cara   untuk   menghitung   beban   pajak   kini   adalah   dengan   pertama   melakukan   koreksi  
fiskal   positif   dan   negatif   atas   laba   sebelum   pajak,   lalu   dihasilkan   pendapatan   kena  
pajak,   dan   kemudian   dikenakan   tarif   yang   berlaku.   Beban   dan   pendapatan   pajak  
tangguhan   terhitung   dari   perbedaan   temporer   yang   dikalikan   dengan   tarif   yang  
berlaku.   Utang   PPh   Badan   adalah   PPh   yang   terutang   untuk   dibayarkan   oleh   Wajib  
Pajak   Badan   Dalam   Negeri   dan/atau   BUT   setelah   dikurangi   kredit   pajak.   Utang  
withholding   adalah   potongan   pajak   yang   wajib   disetorkan   oleh   pemotong   pajak  
kepada   negara   sebagai   akibat   dari   pemotongan   pajak   atas   penghasilan   pemberi  
jasa/barang.   Aset/liabilitas   pajak   tangguhan   adalah   pajak   yang   kewajibannya  
ditunda  sampai  waktu  yang  diperbolehkan,  biasanya  muncul  karena  ada  perbedaan  
temporer   antara   akuntansi   dan   perpajakan.   Perbedaannya,   sejalan   dengan   waktu,  
perusahaan   akan   membayar   liabilitas   pajak   tangguhan   dan   memulihkan   nilai  
tercatat  dari  aset  pajak  tangguhan.  
4. Faktur   pajak   adalah   bukti   pungutan   pajak   yang   dibuat   oleh   Pengusaha   Kena   Pajak  
yang   melakukan   penyerahan   Barang   Kena   Pajak   atau   penyerahan   Jasa   Kena   Pajak.  
Informasi  yang  terdapat  mencakup  nama,  alamat,  NPWP  PKP;  nama,  alamat,  NPWP  
pembeli   BKP   atau   penerima   JKP;   jenis   barang   atau   jasa,   jumlah   harga   jual   atau  
penggantian,   potongan   harga;   PPN   yang   dipungut;   PPnBM   yang   dipungut;   kode,  
nomor  seri  dan  tanggal  pembuatan  faktur  pajak;  dan  nama  dan  tanda  tangan  yang  
berhak   menandatangani   faktur   pajak.   Faktur   pajak   cacat   adalah   faktur   pajak   yang  
tidak   diisi   secara   lengkap,   jelas,   benar,   dan/atau   tidak   ditandangani,   termasuk  

MOJAKOE Perpajakan 1 10 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
kesalahan  dalam  pengisian  kode  dan  nomor  seri.  Menjadi  penting  bagi  perusahaan  
untuk   menanggung   biaya   faktur   pajak   karena   bagi   PKP   penjual,   faktur   pajak   cacat  
akan  mengakibatkan  munculnya  sanksi  administratif  berupa  denda  sebesar  2%  dari  
DPP,  dan  bagi  PKP  pembeli,  PPN  tidak  dapat  dikreditkan.    
5. Pembukaan   cabang   oleh   bank   tersebut   akan   menjadikan   cabang   tersebut   sebagai  
Bentuk  Usaha  Tetap,  sedangkan  sistem  joint  venture  akan  membentuk  sebuah  Wajib  
Pajak  Badan  Dalam  Negeri.  Persamaan  keduanya  adalah  keduanya  dikenakan  pajak  
penghasilan   senilai   25%   (PPh   Ps.   17   ayat   (1)).   Keunggulan   BUT   adalah   dapat  
dibebankannya   biaya   kantor   pusat   terkait   BUT.   Kelemahan   BUT   adalah   ikut  
diperhitungkannya   penghasilan   kantor   pusat   sebagai   penghasilan   BUT,   serta  
pengenaan   PPh   Pasal26   atas   laba   setelah   pajak   yang   tidak   ditanamkan   kembali   di  
Indonesia.  
6. Berdasarkan   UU   PPN,   pajak   masukan   atas   sedan   tidak   dapat   dikreditkan,   kecuali  
dipergunakan   untuk   disewakan   atau   diperdagangkan.   Maka   itu,   sedan   yang   dibeli  
untuk   penyewaan   taksi   pajak   masukannya   dapat   dikreditkan,   namun   untuk   sedan  
yang   dipergunakan   oleh   direksi   dan   manajemen,   pajak   masukannya   tidak   dapat  
dikreditkan.  Pencatatan  dari  aset-­‐aset  tersebut  adalah  sebagai  aset  tetap,  nilai  PPN  
bagi   sedan   yang   disewakan   tidak   dapat   dikapitalisasi,   sedangkan   sedan   kendaraan  
dinas  PPN  dapat  dikapitalisasi.  
 
Soal  2  
Dalam   pembayaran   pajak   restoran,   Rico   telah   melakukan   tax   evasion,   dimana   Rico   telah  
membayar   petugas   Dispenda   agar   pajak   yang   perlu   dibayar   lebih   rendah.   Rico   juga   telah  
melakukan   praktik   tax   evasion   dalam   pembayaran   pajak   perusahaan,   dimana   Rico   hanya  
melaporkan  penghasilan  netto  sebesar  30%  dalam  SPT.  
Sesuai   peraturan,   penghasilan   yang   berupa   penggantian   termasuk   objek   pajak.   Jadi,   jika  
total   gaji   termasuk   penggantian   berjumlah   lebih   dari   PTKP,   seharusnya   Rico   tetap  
memotong  PPh  21.  Namun,  jika  total  gaji  dan  penggantian  kurang  dari  PTKP,  maka  tidak  ada  
PPh   21   yang   dipotong.   Praktik   ini   tidak   melanggar   aturan,   sehingga   termasuk   sebagai   tax  
planning.  Namun,  jika  Rico  tidak  memotong  PPH  21  namun  gaji  dan  penggantian  berjumlah  
lebih  dari  PTKP,  maka  Rico  telah  melakukan  tax  evasion.  
Rico   memiliki   kewajiban   memotong   PPh   untuk   pembayaran   yang   dilakukan,   sehingga   Rico  
telah  melakukan  tax  evasion.  
 
Cost   yang   dikeluarkan   oleh   Rico   untuk   mengurangi   pajak   yang   dibayarkan   tentu   jauh   lebih  
sedikit   dibandingkan   dengan   pajak   yang   seharusnya   dibayarkan,   sehingga   tampak   bahwa  
benefit  dari  praktik  yang  dilakukan  Rico  sangat  besar.  Secara  sekilas  pun  tampak  bahwa  risk  
exposure   yang   dihadapi   Rico   cukup   rendah,   karena   para   petugas   yang   digunakan   Rico  
menjamin   tidak   akan   ada   pemeriksaan.   Namun,   jika   ada   whistleblower   yang   melaporkan  
praktik   Rico,   maka   Rico   berpotensi   untuk   diperiksa   dan   dikenakan   hukuman.   Sanksi   dapat  
berupa  denda  hingga  200%  dari  nilai  pajak  yang  terutang  dan  hukuman  penjara  bagi  pihak  
yang  dengan  sengaja  melaporkan  pajak  dengan  salah.  
 
Karena   usaha   restoran   berada   di   tiga   kota   yang   berbeda,   penyerahan   antar   cabang   restoran  
terutang  PPN  untuk  Barang  Kena  Pajak  selain  makanan.  Selain  itu,  usaha  kost  dan  restoran  

MOJAKOE Perpajakan 1 11 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
dikenakan   pajak   daerah,   sehingga   Rico   seharusnya   membayarkan   pajak   sebesar   10%   dari  
pendapatan  ke  pemerintah  daerah.  
Saran   yang   dapat   diberikan   adalah   untuk   Rico   segera   menghentikan   perbuatannya   dan  
menjalankan   peraturan-­‐peraturan   perpajakan   yang   berlaku   untuk   menghindari   pemeriksaan  
yang   dapat   berakibat   pada   kerugian   yang   lebih   besar,   yaitu   hukuman   denda   hingga   200%  
dan  penjara.  
 
Soal  3  
a.    
PK  /  
No   Tanggal  FP   PM    DPP      PPN     Keterangan  
1   1  Desember   PM    Rp66,000,000      Rp6,600,000     Dikreditkan  di  Desember  
2   3  Desember   PK    Rp100,000,000      Rp10,000,000     Disetorkan  di  Desember  
3   4  Desember   PK    Rp50,000,000      Rp5,000,000     Disetorkan  di  Desember  
4   5  Desember   PM    Rp180,000,000      Rp18,000,000     Dikreditkan  di  Desember  
5   6  Desember   PM    Rp188,100,000      Rp18,810,000     Dipungut  oleh  Bea  Cukai  
6   7  Desember   PK    Rp250,000,000      Rp25,000,000     Disetorkan  di  Desember  
7   8  Desember   PK    Rp400,000,000      Rp40,000,000     Dipungut  oleh  Pemda  DKI  
8   10  Desember   PK    Rp720,000,000      Rp-­‐     PPN  tarif  0%  
9   5  Nopember   PM    Rp110,000,000      Rp11,000,000     Dikreditkan  di  Nopember  
10   n/a  
11   14  Desember   PK    Rp140,000,000      Rp14,000,000     Disetorkan  di  Desember  
12   10  Nopember   PK    Rp80,000,000      Rp8,000,000     Disetorkan  di  Nopember  
13   25  Oktober   PK    Rp330,000,000      Rp33,000,000     Disetorkan  di  Oktober  
14   November   PM    Rp44,000,000      Rp4,400,000     Dikreditkan  di  Nopember  
    18  Desember   PM    Rp176,000,000      Rp17,600,000     Dikreditkan  di  Desember  
15   19  Desember   PK    Rp400,000,000      Rp40,000,000     Disetorkan  di  Desember  
16   20  Desember   PM    Rp12,000,000      Rp1,200,000     Dikreditkan  di  Desember  
             Rp23,000,000      Rp2,300,000     Dikreditkan  di  Desember  
17   21  Desember   PK    Rp66,000,000      Rp6,600,000     Tidak  dapat  dikreditkan  
18   22  Desember   PK    Rp250,000,000      Rp25,000,000     Disetorkan  di  Desember  
19   24  Desember   (PK)    Rp50,000,000      Rp5,000,000     Pengurangan  PK  Desember  
20   26  Desember   PM    Rp240,000,000      Rp24,000,000     Dikreditkan  di  Desember  
21   26  Desember   PK    Rp100,000,000      Rp10,000,000     Disetorkan  di  Desember  
22   25  Agustus   PM    Rp50,000,000      Rp5,000,000     Tidak  dapat  dikreditkan  
23   28  Desember   PM    Rp700,000,000      Rp70,000,000     Dikreditkan  di  Desember  
24   29  Desember   PM    Rp50,000,000      Rp5,000,000     Dikreditkan  di  Desember,  operating  lease  
25   31  Desember   (PM)    Rp20,000,000      Rp2,000,000     Pengurangan  PM  Desember  
26   n/a  
27   31  Desember   PK    Rp600,000,000      Rp60,000,000     Disetorkan  di  Desember  
 
b.  
PK    Rp224,000,000    
    PM    Rp161,510,000      
   PPN  Kurang  Bayar    Rp62,490,000      
   

MOJAKOE Perpajakan 1 12 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 

    Keluaran  
Pajak        Rp224,000,000      
Hutang  PPN        Rp62,490,000    
  Pajak  Masukan        Rp161,510,000    
     
c.  
1  Desember  
Uang  muka        Rp66,000,000      
Pajak  Masukan      Rp6,600,000      
Kas        Rp72,600,000    
     
  Desember  
4          
Kas        Rp55,000,000      
 
Pajak    
Keluaran      Rp5,000,000    
  Pendapatan  diterima    di  muka    Rp50,000,000    
 
 6  Desember  
       
 
Persediaan  bahan  baku      Rp190,080,000      
Kas      Rp208,890,000    
   
Pajak  Masukan      Rp18,810,000    
     
Soal  4  
1. Koreksi  terhadap  laporan  laba  rugi  
a. Biaya   seragam   supir   diasumsikan   tidak   dapat   dipisahkan   dari   pekerjaan   dan  
berbentuk   tunjangan,   sehingga   deductible.   Seragam   kantor   dikoreksi   +   sebesar   Rp  
200.000.  
b. Tidak  ada  koreksi.  
c. Beban   depresiasi   peralatan   kantor   (pajak)   adalah   Rp   27.337.500,   koreksi   –   sebesar  
Rp   4.337.500.   Beban   depresiasi   kendaraan   operasional   (pajak)   adalah   Rp  
160.250.000,   koreksi   –   sebesar   Rp   20.250.000.   Beban   perawatan   mobil   dan   bahan  
bakar  deductible  50%  karena  dibawa  pulang,  koreksi  +  Rp  600.000  dan  Rp  800.000.  
d. Tidak  ada  koreksi.  
e. Tidak  ada  daftar  nominatif,  koreksi  +  Rp  300.000  
f. Termasuk  natura,  koreksi  +  Rp  5.800.000  
g. Beban  administrasi:  
ü Koreksi  +  sebesar  Rp  50.000,  belum  mengikuti  ketentuan  perpajakan  
ü Tidak  ada  koreksi,  berhubungan  dengan  kegiatan  usaha  
ü Tidak  ada  koreksi  
ü Koreksi  +  sebesar  Rp  80.000  
h. Beban  operasional:  
ü Beasiswa    kepada  pengajar,  mahasiswa,  pihak  lain,  dapat  dibebankan.  Tidak  ada  
koreksi.  
ü Yang   dikoreksi:   kegiatan   sosial,   bantuan   keagamaan   tidak   wajib.   Koreksi   +  
sebesar  Rp  50.000  dan  Rp  250.000.  

MOJAKOE Perpajakan 1 13 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
i. Pokok  tabungan  lebih  besar  dibanding  pokok  pinjaman,  koreksi  +  sebesar  Rp  40.000.  
Untuk  pendapatan  bunga  deposito  bersifat  final,  koreksi  –  Rp  50.000.  
j. Pendapatan  sewa  bersifat  final,  koreksi  –  Rp  1.000.000  
k. PKP  untuk  PT  Patron  Rp  4.000.000,  koreksi  +  Rp  1.200.000.  PKP  untuk  Beautiful  Rp  
1.000.000,  koreksi  +  Rp  200.000.  
l. Dividen   PT   Pelangi   tidak   dikenakan   pajak,   koreksi   –   Rp   300.000.   Dividen   PT  
Kintamani   dikenakan   pajak,   koreksi   –   Rp   200.000   (income   from   investment   –  
dividend)  
m. Hanya  dividen  yang  diakui,  koreksi  –  Rp  700.000  
n. Telah   masuk   dalam   PKP   Rp   1.900.000,   total   penjualan   Rp   12.900.000.   Koreksi   +   Rp  
11.000.000.  
o. –  
p. Kredit  pajak.  
 
 
 
 
 
Laba  Rugi  PT.  Merapi  
Untuk  Tahun  yang  berakhir  31  Desember  2011  
   
       Laba      Koreksi        
(dalam  ribuan  rupiah)      Laba  Fiskal      
Akuntansi          (+)          (-­‐)      
 
Pendapatan    520,500,000            
520,500,000    
Diskon    20,000,000              20,000,000    
 
Pendapatan  Bersih    500,500,000            
500,500,000    
                   
Biaya  Operasional                  
Beban  Gaji  dan  Upah    80,000,000      200,000          79,800,000    
   
Beban  Depr.  Kendaraan  Operasional    140,000,000        
20,250,000     160,250,000    
Beban  Depr.  Kantor    23,000,000          4,337,500      27,337,500    
Beban  Pemeliharaan    51,200,000      600,000          50,600,000    
Beban  Bahan  Bakar    50,000,000      800,000          49,200,000    
Beban  Sewa  Kendaraan    20,000,000              20,000,000    
Beban  Pengembangan  Staff    12,000,000      5,800,000          6,200,000    
Beban  Iklan  dan  Pemasaran    8,500,000      300,000          8,200,000    
Beban  Administrasi    18,000,000      130,000          17,870,000    
Beban  Operasional  Lain    22,000,000      300,000          21,700,000    
 
Total  Biaya  Operasional    424,700,000            
441,157,500    
Laba  Operasional    75,800,000              59,342,500    
                   
Pendapatan  atau  Beban  Lain-­‐lain                  
Pendapatan  Bunga  Deposito    50,000          50,000      -­‐    

MOJAKOE Perpajakan 1 14 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Pendapatan  Bunga  Pinjaman    (40,000)    40,000          -­‐    
Pendapatan  Sewa  Tanah  dan  Bangunan    900,000    
     900,000      -­‐    
Dividen  dari  PT.  Patron  (Negara  A)    2,800,000      1,200,000          4,000,000    
Dividen  dari  PT.  Beautiful  (Negara  B)    800,000      200,000          1,000,000    
Pendapatan  dari  PT.  Pelangi  (30%)    300,000    
     300,000      -­‐    
Pendapatan  dari  PT.  Kintamani  (20%)    400,000    
     200,000      200,000    
Pendapatan  Dividen  Jangka  Pendek    1,200,000          700,000      500,000    
Keuntungan  Penjualan  Patron    14,000,000              14,000,000    
 
Keuntungan  Penjualan  Kendaraan    1,900,000          12,900,000    
11,000,000    
Total  Pendapatan  (Biaya)  lain  -­‐lain    22,310,000              32,600,000    
Laba  Bersih    98,110,000              91,942,500    
 
 
 
 
 
 
 
2. Kredit  pajak  PPh  24  dan  jurnal  koreksi  
Kredit  Pajak  PPh  24  
Pajak  yang  dibayar  di  luar  negeri    Dividen  +  harga  jual    Pajak  
PT  Patron    18,000,000      5,400,000    
Beautiful    1,000,000      200,000    
Total  pajak  yang  dibayar  di  LN    5,600,000    
 
 
Pajak   badan  dalam  negeri      91,942,500        22,985,625    

 Batas  kredit  pajak  PPh  24      


PT  Patron      4,500,000      
Beautiful    250,000  =  200.000    
Kredit  PPh  24    4,700,000      
   
Koreksi  
  -­‐  PT  Patron    
Pajak  dibayar  di  muka      1,200,000      
Pendapatan  dividen  PT  Patron      1,200,000    
   
 Pajak  dibayar  
  di  muka  
  -­‐  Beautiful        200,000      
Pendapatan  dividen  Beautiful      200,000    
     
3. Total   kredit   pajak   &   pajak   yang   harus   dibayarkan   di   akhir   tahun.   Jurnal   beban   dan  
liabilitas  pajak  kini.  
Total  kredit  pajak  &  pajak  yang  harus  dibayar  
Laba  fiskal      91,942,500      
PPh  terutang    22,985,625      
 
     

MOJAKOE Perpajakan 1 15 UAS Semester Ganjil 2012/2013


Dilarang memperbanyak Mojakoe ini tanpa seizin SPA FEUI
 
Kredit  pajak  
PPh  22      750,000      
PPh  23    4,030,000      
PPh  24    4,700,000      
PPh  25    23,000,000      
Total  kredit  pajak    32,480,000      
 
 Pajak  lebih  bayar      (9,494,375)    
 
 
Beban   pajak  kini      32,480,000      
Aset  pajak  kini    9,494,375      
           Pajak  dibayar  di  muka      32,480,000    
   
4. Angsuran  pajak  tahun  2012  
Laba  fiskal    91,942,500    
Pendapatan  tidak  tetap    
     Keuntungan  penjualan  kendaraan      12,900,000      
     Keuntungan  penjualan  investasi  PT  Patron    14,000,000      
Estimasi  pendapatan  2012      65,042,500    
Pajak  terutang  2012      16,260,625    
 
 
Kredit   pajak  pendapatan  tetap      
PPh  22      750,000      
PPh  23    4,030,000      
PPh  24    200,000      
Total  kredit  pajak      4,980,000    
Total  PPh  25      11,280,625    
Angsuran  PPh  25  per  bulan      940,052.08    
   
5. Item-­‐item  yang  memunculkan  pajak  tangguhan:  
• Depresiasi  
Pajak   tangguhan   terjadi   karena   depresiasi   yang   berbeda   antara   pajak   dan   akuntansi,  
karena:  
o Penggolongan  masa  maanfaat  sesuai  jenis  kelompok  
o Tidak  ada  nilai  residu  
o Metode  yang  diijinkan  adalah  SLM,  DDM,  dan  satuan  produksi.  
• Amortisasi  
Perbedaan   yang   terjadi   antara   akuntansi   dan   pajak   memiliki   sifat   perbedaan  
temporer,  dan  menimbulkan  pajak  tangguhan  karena:  
o Metode  SLM  dan  saldo  menurun  yang  diakui  oleh  pajak  
o Pajak  menentukan  tarif  amortisasi  kedua  metode  tersebut  
o Masa  manfaat  yang  mungkin  berbeda  antara  pajak  dan  akuntansi  
• Biaya  penelitian  dan  pengembangan  
Akuntansi   mengijinkan   kapitalisasi   atas   litbang   setelah   manfaatnya   pasti,   namun  
pajak  mengharuskan  pembebanan  biaya  untuk  litbang.  

MOJAKOE Perpajakan 1 16 UAS Semester Ganjil 2012/2013

Anda mungkin juga menyukai