Anda di halaman 1dari 16

PERCOBAAN 6

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

ANALISIS KUALITATIF UNSUR-UNSUR


DALAM SENYAWA ORGANIK

OLEH
KELOMPOK 1

1. AYU IRAWATI (170332614589) *


2. DEVI BARKAHTIN NURJANAH (170332614530)
3. KARINA KURNIA SARI (170332614539)
4. YERI LUKVI FRIBANDARI (170332614560)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2019
PERCOBAAN 5
ANALISIS KUALITATIF UNSUR-UNSUR DALAM
SENYAWA ORGANIK

1.1 Hari/Tanggal Percobaan


Rabu, 6 Maret 2019

1.2 Tujuan Percobaan


Melakukan uji untuk menentukan unsur-unsur yang terkandung dalam suatu senyawa
organik.
1.2 Dasar Teori
Ada suatu cara yang relatif sederhana untuk menentukan secara kualitatif apakah
dalam suatu senyawa terdapat nitrogen, belerang atau halogen. Dalam metode ini,
senyawa organik yang tidak diketahui diuraikan (didekomposisi) dengan menggunakan
logam natrium, sehingga nitrogen, belerang atau halogen penyusun senyawa tersebut
berturut-turut diubah menjadi natrium sianida, natrium sulfida atau natrium-halida.
Senyawa-senyawa anorganik ini kemudian diuji dengan cara seperti dibawah ini:
Untuk menguji nitrogen, larutan direaksikan dengan besi(II) dan besi(III). Jika
terdapat sianida, akan terbentuk endapan bitu gelap (biru prusia) yang ditunjukkan
dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
18 CN− (aq) + 3 Fe2+ (aq) + 4Fe3+ (𝑎𝑞) → Fe4 [Fe(Fe)6 ]3
Untuk menguji adanya belerang, ditambahkan ion timbal. Jika terdapat belerang,
akan dihasilkan endapan timbal sulfida yang berwarna hitam atau coklat, menurut
persamaan reaksi :
Pb2+ (aq) + Na2 S(aq) → PbS(s) + 2 Na+ (aq)
Untuk halogen, digunakan uji standar perak nitrat, dan terjadi reaksi :
Ag + (aq) + NaX(aq) → AgX(s) + Na+ (aq) (X = Cl,Br,I)
Dengan mengamati warna endapan dan kelarutannya dalam amonia, kita dapat
menentukan apakah halogen tersebut klorida, bromida, atau iodida.

2
1.3 ALAT DAN BAHAN
a. Alat-alat :
1. Tabung reaksi pireks
2. Penjepit tabung
3. Kertas tisu
4. Tabung reaksi kecil
5. Pemanas spiritus
6. Beaker glass kecil
7. Kaca pengaduk
8. Corong
9. Centrifuge
10. Kertas indikator
11. Kertas saring
b. Bahan-bahan :
1. Larutan besi(II) amonium sulfat jenuh
2. Tembaga(II) oksida
3. Logam natrium
4. Sampel
5. Serbuk sukrosa
6. Etanol
7. Asam asetat
8. Larutan timbal asetat 0,15 M
9. Larutan asam sulfat 3 M
10. Larutan perak nitrat
11. Larutan natrium hidroksida 6 M
12. Larutan besi(III) klorida 5%
13. Air kapur
14. Kertas kobalt klorida
15. Larutan kalium fluorida 5 M
16. Larutan asam nitrat encer

3
1.4 Prosedur Percobaan dan Data Hasil Pengamatan
No. Langkah Kerja Data Hasil Pengamatan
1. Uji untuk karbon dan hidrogen

Sukrosa dan CuO - Campuran sukrosa + CuO melebur


- Dicampur masing-masing ½ sendok
- Tabung yang berisi air kapur timbul
- Dimasukkan kedalam tabung reaksi
gelembung gas
- Diambil tabung reaksi lain,
- Tidak lama kemudian tabung yang
dimasukkan air kapur
berisi air kapur menjadi berwarna
- Dihubungkan kedua tabung dengan
kekuningan, keruh dan ada endapan
selang plastik
putih, dipermukaan terdapat
- Dipanaskan tabung yang berisi
gelembung gas
campuran sukrosa dan CuO
- Sampel mengandung karbon
- Diamati
- Jika air kapur keruh, sukrosa
mengandung karbon

Hasil

Cairan pada dinding


- Diuji dengan kertas kobalt - Kertas kobalt berubah warna dari
- Jika kertas berubah menjadi merah muda biru menjadi merah muda
maka mengandung air (hidrogen) - Sampel mengandung hidrogen
Hasil

4
2. Uji peleburan dengan logam natrium

Logam natrium
- diambil sedikit dengan pinset,
keringkan dengan tisu
- Dipotong
- Dimasukkan ke krusibel
- Dimasukkan sampel kedalam
krusibel
- Dimasukkan krusibel ke vurnish
- Ditekan tombol on
- Diatur suhu dan lama pemanasan
- Jika selesai, ditekan off
- Ditunggu hingga vurnish dingin
- Dikeluarkan krusibel dan
didingingkan
- Ditambah etanol tetes demi tetes
- Dipanaskan krusibel pada hot plate
sampai kering untuk menguapkan
kelebihan alkohol
- Didinginkan krusibel, dipindah ke
beaker glass 100 ml, ditambah 20 ml
air dingin
- Jika ada gumpalan dihaluskan
- Dipanaskan cairan sampai mendidih
- Disaring - Residu : berwarna hitam
- Filtrat diuji adanya nitrogen, belerang - Filtrat : tidak berwarna
dan halogen

Hasil

5
3. Uji belerang

Filtrat percobaan 2

- Dimasukkan filtrat pada tabung


reaksi
- Diasamkan dengan asam asetat
- Larutan tidak berwarna
glasial
- Ditambah beberapa tetes timbal
- Terbentuk endapan putih
asetat
- Terbentuk endapan hitam - Tidak mengandung belerang
menunjukkan adanya belerang
Hasil

4. Uji nitrogen
Filtrat percobaan 2

- Dimasukkan kedalam tabung reaksi


- Diuji pH dengan indikator
universal
- Jika pH diatas 13, ditambah H2 SO4
- pH = 12
- Jika pH dibawah 13, ditambah NaOH
- pH = 13
- Jika pH mendekati 13, ditambah 2 tetes
- Larutan berwarna biru kehijauan
larutan jenuh besi(II) amonium sulfat
dan 2 tetes larutan kalium fluorida 5 M
- Larutan berwarna biru kehitaman saat
- Dididihkan dengan cepat selama 30 detik
- Didinginkan dipanaskan

- Ditambahkan 2 tetes besi(III) klorida 5%


- Larutan berwarna biru kehijauan
- Ditamabahkan H2 SO4 3 M tetes demi
tetes sambil dikocok
- Terbentuk warna biru cerah - Mengandung nitrogen
menunjukkan adanya nitrogen
- Terbentuk larutan biru hijau
menunjukkan uji sedikit positif

Hasil

6
No. Langkah Kerja Data Hasil Pengamatan
5. Uji halogen
Filtrat percobaan 2

- Dimasukkan ke tabung reaksi


- Ditambah HNO3
- Dimasukkan tabung ke almari asam
- Didihkan 2 menit
- Ditambah AgNO3
- Jika ada endapan putih, mengandung
- Terbentuk endapan putih,
klor
mengandung klor
- Jika ada endapan kuning muda,
mengandung brom
- Jika ada endapan kuning,
mengandung iod

Hasil

7
1.5 Analisis Data dan Pembahasan
Pada percobaan ini bertujuan untuk identifikasi secara kualitatif terhadap keberadaan
unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), sulfur (S), dan halogen (Cl,Br,I) yang terkandung
dalam senyawa organik.
Percobaan pertama yaitu untuk mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen. Langkah
yang dilakukan adalah dengan mencampurkan ½ sendok sukrosa dan ½ sendok CuO kering
dalam tabung reaksi tahan panas, selanjutnya air kapur dimasukkan ke dalam tabung reaksi
yang lain. Kedua tabung tersebut dihubungkan dengan selang kemudian dipanaskan tabung
yang berisi sukrosa dan CuO. Uap yang dihasilkan akan mengalir pada tabung yang berisi air
kapur. Yang semula tidak berwarna akan berwarna kekuningan dan terdapat endapan putih,
endapan tersebut merupakan endapan CaCO3 . Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut
C12 H22 O11 (s) + CuO → CO2 (g) + H2 O(l) + Cu2 O
Ca(OH)2(aq) + CO2 (g) → CaCO3 (s) + H2 O(l)
Hal ini menandakan bahwa sampel mengandung unsur karbon.
Pada dinding tabung juga terbentuk cairan, sehingga cairan tersebut diuji dengan
menggunakan kertas kobalt yang berwarna biru. Pada saat pengujian menggunakan kertas
kobalt, kertas yang awalnya berwarna biru berubah menjadi berwarna merah muda, hal ini
menunjukkan bahwa sukrosa juga mengandung hidrogen.
Percobaan kedua yaitu uji peleburan sampel dengan menggunakan logam natrium.
Pada percobaan ini sampel sudah didapatkan dari dosen pembimbing, fungsi penambahan
natrium pada percobaan ini adalah mendekomposisi senyawa organik menjadi senyawa
anorganik yang berikatan dengan natrium sesuai persamaan :
H2O
X(s) + Na(s) → NaCN(aq)
HO
X(s) + Na(s) →
2
Na2S(aq)
HO
X(s) + Na(s) →
2
NaCl(aq)

Untuk mendekomposisi kelebihan natrium maka ditambahkan etanol 2 tetes sampai


pembentukan gelembung gas berhenti. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:
Na(s) + C2 H5 OH(aq) → C2 H5ONa(aq) + ½ H2 O(l)
Selanjutnya untuk menguapkan kelebihan alkohol, maka dipanaskan krusibel pada hot plate
sampai kering. Setelah krusibel dipanaskan maka ditambahkan air dingin sebanyak 20 ml, dan
jika terbentuk gumpalan maka gumpalan tersebut dihaluskan dan persamaan reaksinya adalah
sebagai berikut:

8
C2 H5 ONa(aq) + H2 O(l) → C2 H5OH(aq) + NaOH(aq)
Untuk menyempurnakan proses kelarutan maka dilakukan pemanasan campuran sampai
mendidih dan kemudian disaring larutan untuk memisahkan zat-zat yang tidak larut. Pada
proses penyaringan terdapat residu berwarna hitam dan filtrat tidak berwarna. Filtrat yang
diperoleh akan digunakan untuk percobaan selanjutnya.
Percobaan ketiga yaitu uji untuk belerang. Pada percobaan ini filtrat yang telah diperoleh
pada percobaan kedua diambil sedikit untuk pengujian adanya belerang. Filtrat tersebut
diasamkan dengan asam asetat glasial, dan ditambahkan beberapa tetes larutan timbal asetat.
Tujuan penambahan timbal asetat adalah untuk mendeteksi ada tidaknya belerang. Pada
penambahan larutan timbal asetat, larutan yang awalnya tidak berwarna kemudian terbentuk
endapan putih . Pada percobaan ini dapat diketahui bahwa sampel tidak mengandung belerang
karena tidak terbentuk endapan hitam atau coklat yang menunjukkan adanya belerang.
Percobaan berikutnya yaitu uji untuk nitrogen. Filtrat hasil percobaan kedua dambil
sedikit dan kemudian pH pada filtrat tersebut diuji dengan kertas indikator. Pada percobaan ini,
pH filtrat tersebut adalah 12 seharusnya pH filtrat adalah sekitar 13. Maka yang dilakukan jika
pH masih dbawah 13 adalah dengan menambahkan sedikit H2 SO4 encer, kemudian dicek
kembali pH nya. Penambahan H2 SO4 encer untuk mencapai pH 13 adalah sebanyak 4 tetes.
Langkah selanjutnya jika pH filtrat mendekati 13 maka ditambahkan 2 tetes larutan jenuh
besi(II) amonium sulfat dan 2 tetes larutan kalium fluorida 5 M sehingga larutan menjadi
berwarna biru kehijauan. Kemudian didihkan dengan cepat selama 30 detik sehingga larutan
berubah menjadi biru kehitaman, campuran didinginkan dan kemudian ditambah 2 tetes larutan
besi(III) klorida 5% . Persamaan reaksinya yaitu
18 CN− (aq) + 3 Fe2+ (aq) + 4Fe3+ (𝑎𝑞) → Fe4 [Fe(Fe)6 ]3 (aq)
Selanjutnya ditambahkan asam sulfat 3 M ke dalam campuran tersebut sampai endapan
besi hidroksida tepat larut, dan dihindari kelebihan asam pada campuran. Pada percobaan ini
terbentuk larutan berwarna biru kehijauan sehingga dapat disimpulkan bahwa filtrat
mengandung nitrogen.
Percobaan yang terakhir yaitu uji untuk halogen. Langkah yang harus dilakukan yaitu
dengan memasukkan filtrat hasil percobaan kedua kedalam tabung reaksi yang kemudian
diasamkan dengan asam nitrat encer. Berdasarkan percobaan ketiga yang telah dilakukan
ternyata senyawa tidak mengandung belerang maka percobaan selanjutnya adalah dengan
menambahkan beberapa tetes larutan perak nitrat kedalam cairan tersebut. Pada percobaan ini

9
terbentuk endapan putih yang berarti sampel tersebut mengandung klor. Persamaan reaksinya
adalah sebagai berikut:
AgNO3 (aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3 (aq)

1.6 Kesimpulan
- Sampel mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), dan halogen (Cl)
- Adanya unsur karbon ditandai dengan terbentuknya endapan pada air kapur dan air kapur
keruh
- Adanya unsur hidrogen ditandai dengan terbentuknya uap air pada dinding tabung dan ketika
diuji dengan kertas kobalt yang awalnya berwarna biru berubah warna menjadi merah muda
- Adanya unsur nitrogen pada sampel ditandai dengan terbentuknya larutan berwarna
biru kehijauan menggunakan pereaksi besi(II) dan besi(III).
- Adanya unsur klorin ditandai terbentuknya endapan putih pada penambahan perak nitrat

1.7 Daftar pustaka


KBK Kimia Organik.2019.Petunjuk Praktikum Kimia Organik I. Universitas Negeri Malang :
Malang

10
LAMPIRAN

11
12
13
14
15
16

Anda mungkin juga menyukai