Anda di halaman 1dari 21

TUGAS KEPERAWATAN DASAR

TENTANG SOP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN

DI SUSUN OLEH : REZA DWINOF

DOSEN PEMBIMBING : Ns. YESSI FADRIYANTI, M. KeP

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN

TAHUN AJARAN 2019/2020

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG


SOP

KEBUTUHAN AKTIFITAS DAN LATIHAN

ROM PASIF DAN AKTIF PADA PASIEN STROKE

PENGERTIAN : Merupakan latihan fisik menggerakkan anggota badan dan anggota gerak
secara teratur baik dibantu maupun secara mandiri berguna untuk melatih otot-otot yang
mengalami kekakuan

TUJUAN : 1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot

2. Mencegah kekakuan pada sendi

3. Mencegah kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur.

PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH YA TIDAK

TAHAP PRA- INTERAKSI


Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
Mencuci tangan
TAHAP ORIENTASI
Memberikan salam kepada pasien
Memperkenalkan diri
Menanyakan nama dan identitas pasien
Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang
akan di lakukan
Memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya
Menanyakan persetujuan kepada pasien
TAHAP KERJA
Cuci tangan
Tanyakan keluhan kepada pasien
Mengatur posisi pasien pada posisi ternyamannya
Latihan dimulai pada anggota gerak atas,bantu pasien dalam
melakukan latihan
Lakukan latihan mulai dari kepala,lengan tangan,siku,pergelangan
tangan,jri jari tangan,bagian panggul,lutut,pergelngan kaki,jari jari
kaki
Setelah selesai rapikan posisi pasien kembali
Beritahu pasien untuk tindakan selanjutnya
Sebelum mengakiri,pimpinlah doa terlebih dahulu.
TAHAP TERMINASI
Cuci tangan
Mengevaluasi tindakan
Dokumentasikan hasil
Kontrak selanjutnya
SOP POSISI PASIEN

POSISI FOWLER

PENGERTIAN : Adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala
tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk
mempertahankan kenyamanan danmemfasilitasi fungsi pernafasan
pasien.
TUJUAN : 1. Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
2. Meningkatkan rasa nyaman
3. Meningkatkan dorongan pada diafraghma sehingga
meningkatnya ekspansi paru.
4. Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh akibat posisi
yang menetap.
INDIKASI : 1. Pada pasien dengan gangguan pernafasan
2. Pada pasien immobilisasi
Alat dan bahan :
1. Tempat tidur
2. Bantal kecil
3. Gulungan handuk
4. Bantalan kaki
5. Sarung tangan (bila diperlukan)
PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Dudukkan pasien
3 Beri sandaran atau bantal
4 Atur tempat tidur untuk posisi fowler
5 Anjurkan pasien untuk tetap berbaring setengah duduk
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI SEMI FOWLER


PENGERTIAN : Adalah sikap dalam posisi setengah duduk (15-45°)
TUJUAN : 1. Mobilisasi
2. Memberikan perasaan lega pada pasien sesak nafas
3. Memudahkan perawatan , misalnya pemberian makan.

PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
Kaji kebutuhan pasien
2 Siapkan peralatan
3 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Angkat kepala dari tempat tidur ke permukaan yang tepat (15-45°)
3 Beri sandaran atau bantal untuk menyokong lengan dan kepala pasien (jika tubuh
bagian atas lumpuh atau lemah )
4 Letakkan bantal dikepala sesuai keinginan pasien
5 Naikkan lutut dari tempat tidur yg rendah menghindari adanya tekanan di bawah
jarak poplital (di bawah lutut)
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI SIM

PENGERTIAN : Adalah posisi miring ke kanan atau ke kiri, posisi ini dilakukan
untuk member kenyamanan dan pemberian obat melalui anus (supositoria)
TUJUAN :
1. Mengurangi penekanan pada tulang sacrum dan trochanter mayor otot pinggang.
2. Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi

INDIKASI :
1. Untuk pasien yang akan dihuknah
2. untuk pemberian obat supositoria

Alat dan bahan


1. Tempat tidur
2. Bantal
3. Selimut

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Pasien dalam keadaan berbaring kemudian miring ke kiri dengan posisi
badan setengah telungkup dan kaki kiri lurus.
3 Paha kanan ditekuk kearah dada
4 Tangan kiri di atas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kanan di
atas tempat tidur
5 Lakukan hal yg sebaliknya pada posisi tangan dan kaki bila pasien miring ke
kanan
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI TRENDELENBURG
PENGERTIAN : Pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian
kepala lebih rendah daripada kaki. Posisi ini dilakukan
untuk melancarkan peredaran darah ke otak.
INDIKASI
1. Pasien dengan pembedahan pada daerah perut
2. Pasien shock
3. Pasien hipotensi
Alat dan bahan
1. Tempat tidur khusus
2. Selimut

PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Pasien dalam keadaan berbaring kemudian turunkan posisi tempat tidur
bagian kepala
3 Atur hingga posisi kepala terletak lebih rendah dari kaki
4 Pertahankan hingga pasien merasa nyaman
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI DORSAL RECUMBENT

PENGERTIAN : Pada posisi ini pasien berbaring terlentang dengan kedua lutut
fleksi(direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan
memeriksa genitalia serta pada proses persalinan.
TUJUAN : Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan
punggung belakang.
INDIKASI :
1. Pasien Yang Akan Melakukan Pemeriksaan Genitalia
2. Untuk persalinan
Alat dan bahan
1. Tempat tidur
2. Selimut
3. Bantal

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Pasien dalam keadaan berbaring telentang
3 Letakkan bantal di antara kepala dan ujung tempat tidur pasien dan berikan
bantal di bawah lipatan lutut
4 Atur tempat tidur untuk meninggikan kaki pasien
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI LITOTOMI

PENGERTIAN : adalah posisi berbring telentang dengan mangangkat kedua kaki


dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan
INDIKASI :
1. Untuk ibu hamil
2. Untuk persalinan
3. Untuk wanita yg akan memasang alat kontrasepsi
Alat dan bahan : tempat tidur khusus dan selimut
PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Pasien dalam keadaan berbaring telentang
3 Angkat kedua paha dan tarik ke arah perut
4 Posisi tungkai bawah membentuk sudut 90°
terhadap paha
5 Letakkan bagian lutut /kaki pada tempat tidur khusus untuk posisi lithotomic
6 Pasang selimut
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI GENO PECTORAL / KNEE CHEST

PENGERTIAN : Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki ditekuk
dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa
daerah rectum dan sigmoid
TUJUAN : Memudahkan memeriksa daerah rectum, sigmoid, dan vagina
IINDIKASI : Pasien hemoroid
Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum.sigmoid, dan
vagina
PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk
bertanya sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Anjurkan pasien untuk menungging
3 Kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada kasur / tempat tidur
4 Tangan menempel ditempat tidur
5 Pasang selimut pada pasien
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI ORTHOPENIC

PENGERTIAN : Adalah posisi pasien duduk dengan kepala pada


penampang yang sejajar dada seperti pada meja.

TUJUAN : Memudahkan ekspansi paru pasien dengan kesulitan


bernafas yang ekstrimdan tidak bisa tidur terlentang, atau posisi kepala hanya bisa elevansi
sedang.
INDIKASI : Pasien dengan sesak nafas berat dan tidak bisa tidur
telentang.

Alat dan bahan : Tempat tidur, selimut, bantal atau meja kecil

PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Anjurkan pasien dalam posisi duduk yang nyaman
3 Letakkan beberapa bantal dip aha pasien sejajar dengan dada
4 Anjurkan pasien untuk memposisikan badan ke bantal
5 Minta pasien untuk rileks lalu selimuti pasien
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

POSISI SUPINASI
PENEGRTIAN : posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggung nya
agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.
TUJUAN : meningkatkan kenyamanan pasien
Memfasilitasi penyembuhan terutama pada pasien
pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.
INDIKASI : pasien dengan tindakan post operasi anestesi atau pembedahan
tertentu
Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma
Alat dan bahan
- Tempat tidur
- Selimut dan bantal

PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH
yes no
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Minta pasien tidur telentang
3 Letakkan bantal d bahu dan kepala pasien
4 Minta pasien sedikit mengangkat bagian betis
5 Letakkan gulungan selimut di bawah lutut hingga betis
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan
POSISI PRONASI

PENGERTIAN : Pasien tidur dalam posisi telungkup, berbaring dengan wajah


menghadap ke bantal
TUJUAN : Memberikan ekstensi maksimal pada sendi, lutut dan pinggang
Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut
INDIKASI : Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan
Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau
punggung
Alat dan bahan
- tempat tidur
- bantal
PROSEDUR KEPERAWATAN

NO LANGKAH – LANGKAH NILAI


0 1
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur dan tujuan tindakan yang akan
dilakukan. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
sebelum tindakan dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Letakkan bantal sejajar kepala dan dada pasien
3 Minta pasien tidur telungkup dengan posisi kepala miring ke bagian luar
tempat tidur
4 Letakkan bantil dibagian betis
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang dilakukan

SOP-POSISI LATERAL

PENGERTIAN : Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar
berat tubuh berada pada pinggul dan bahu.

TUJUAN : 1Mempertahankan body aligement

2.Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi

3.Meningkankan rasa nyaman

4.Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat posisi


yang menetap.

PROSEDUR KEPERAWATAN

No. LANGKAH – LANGKAH yes no


PROSEDUR
1.Tempatkan pasien pada posisi terlentang ditengah tempat tidur
2.Gulingkan pasien menjadi miring
3.Tempatkan bantal dibawah kepala dan leher pasien.
4.Bawa bilah bahu kedepan
5.Posisikan kedua lengan pada posisi fleksi
6.Tempatkan gulungan bantal sejajar pada punggung pasien
7. Tempatkan 1 atau 2 bantal dibawah kaki atas pasien,bantal harus
mendukung kaki dari lipat paha ke kaki.
8. Tempatkan penyokong seperti kantong pasir atau penyangga foot-drop,pada
kaki pasien
SOP

TRANFER PASIEN

DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA

PENGERTIAN : Suatu kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk memindahkan pasien ke
kursi roda

TUJUAN : Memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain

ALAT : 1. Kursi roda

2.Handscoon

NO LANGKAH- LANGKAH YA TIDA


K
PROSEDUR KERJA

Memperkenalkan diri

Menanyakan identitas pasien

Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan dan


lihat respon pasien

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan

Letakkan kursi roda sejajar tempat tidur dan sedekat mungkin


dengan tempat tidur
Kunci semua roda

Pegang dengan benar tangan pasien

Bukak selimut pasien dengan sopan

Tegakkan kasur dengan kemiringan 45 derajat

Bantu posisi klien duduk ditepi tempat tidur

Letakkan tangan klien diatas permukaan tempat tidur atau diatas


kedua bahu perawat sehingga klien dapat mendorong tubuhnya
sambil berdiri , lingkari tubuh klien dengan kedua tangan perawat

Bantu klien berdiri dan bergerak bersama – sama


Bantu posisi klien tegak pada beberapa saat

Bantu klien untuk duduk

Pastikan keselamatan pasien

Turunkan sandaran kakidan letakkan kedua kaki klien diatasnya

EVALUASI

Dokumentasikan hasil tindakan

Pastikan posisi pasien dalam keadaan paling aman dan nyaman

Cuci tangan

SOP

DARI KURSI RODA KE TEMPAT IDUR

PENGERTIAN : Suatu kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk memindahkan pasien
dari kursi roda ke tempat tidur

TUJUAN : Memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain

ALAT : 1.Kasur

2.Handscoon

NO LANGKAH- LANGKAH YA TIDA


K
PROSEDUR KERJA

Memperkenalkan diri

Menanyakan identitas pasien

Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan dan


lihat respon pasien

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan


Dorong kursi roda dan dekatkan ke posisi tempat tidur

Kunci semua roda

Kedua tangan perawat menompang ketiak pasien dan tangan


pasien berada pada bahu perawat

Petugas memimpin pasien turun dari kursi roda dan berjalan


bersama menuju tempat tidur

Pasien tisandarkan ke tempat tidur kemudian dibantu perawat


untuk naik

Perawat memastikan posisi tidur telah sesuai dengan kebutuhan


pasien dan intruksi Dokter

EVALUASI

Dokumentasikan hasil tindakan

Pastikan posisi pasien dalam keadaan paling aman dan nyaman

Cuci tangan

SOP

MELATIH JALAN PASIEN

PENGERTIAN : Melatih jalan merupakan cara membantu klien dalam aktivitas berjalan
sebagai bentuk kemampuan seseorang untuk bergerak dalam upaya melatih aktivitas berjalan
(tanpa alat atau bantuan alat seperti tongkat).

TUJUAN : Memperbaiki tingkat mobilitas fungsional ekstremitas klien, mencegah


kontraktur dan pengecilan otot dan tendon, serta meningkatkan sirkulasi darah pada
ekstremitas, menurunkan komplikasi vaskular imobilisasi dan meningkatkan kenyamanan
klien.

ALAT :

 Alas kaki pasien


 Alat bantu berjalan ( kruk, kursi roda, walker,dll)
NO LANGKAH – LANGKAH YA TIDA
K
CARA KERJA

Memperkenalkan diri

Menanyakan identitas pasien

Beritahu dan jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan


dilakukan dan lihat respon klien

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan

Atur posisi duduk pasien

Letakan tongkat disamping tangan pasien

Jepit tongkat di tengah tengah antara lengan atas dan dada,pegang


bagian taengahnya dengan telapak tangan .pastikan tongkat
terpegang dengan baik dan sejajar dengan tubuh

Angkat atau fleksikan bagian kaki yang lumpuh

Bantu pasien berdiri dengan ditopang tongkat

Latih pasien untuk berjalan dengan mengangkat kedua tongkat


secara bersamake depan terlebih dahulu,kemudian diikutioleh
kedua kaki dengan ditopang oleh btongka menggunakan kekuatan
lengan

Saat mengangkat tongkat pastikan bahwa tompangan tongkat pada


posisi yang benar

Awasi setiap pergerakan pasien,hindari terjadinya cidera dan jatuh


EVALUASI
Dokumentasikan hasil tindakan
Pastikan posisi pasien berada pada posisi yang paling aman dan
nyaman
Mencuci tangan

Anda mungkin juga menyukai