Anda di halaman 1dari 25

MODUL PEMBELAJARAN KIMIA

IKATAN KIMIA
RIRIN AGUSTIN, S.Pd

1
A. Kompetensi Dasar (KD)
3.3 Menganalisis proses pembentukan ikatan ion, ikatan kocalen,
dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul)
materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi
4.3 Menyajikan pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, dan
ikatan logam yang terjadi pada beberapa senyawa dalam
kehidupan sehari-hari

B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.4.1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain
3.4.2. Menggambarkan elektron valensi suatu unsur menggunakan
struktur Lewis.
3.4.3. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan
oktet) dan unsur bukan gas mulia
3.4.4. Menjelaskan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam menggunakan
rumus lewis
3.4.5. Menyebutkan contoh senyawa yang berikatan ion dan kovalen
dalam kehidupan sehari-hari

4.4.1. Menganalisis hubungan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan


kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar
partikel (atom, ion, molekul) materi dengan sifat fisik materi
4.4.2. Membedakan sifat fisika senyawa ion, kovalen, dan logam
4.4.3. Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa

B. Tujuan Pembelajaran
Pengetahuan
1. Siswa dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk
mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain
2. Siswa dapat menjelaskan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam
menggunakan rumus lewis
3. Siswa dapat menyebutkan contoh senyawa yang berikatan ion
dan kovalen dalam kehidupan sehari-hari
4. Siswa dapat menganalisis hubungan ikatan ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar
partikel (atom, ion, molekul) materi dengan sifat fisik materi
5. Siswa dapat membedakan sifat fisika senyawa ion, kovalen, dan
logam
Keterampilan
1. Siswa dapat menggambarkan elektron valensi suatu unsur
menggunakan struktur Lewis.
2. Siswa dapatmenggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia
(duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia
3. Siswa dapat memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai
senyawa

2
C. Materi Pembelajaran
Materi fakta
1. Senyawa ion, kovalen polar dan non polar.
2. Sifat fisis senyawa
Sifat fisis senyawa berupa titik didih, titih leleh, kelarutan dalam
air, dll. Sifat fisis senyawa bergantung pada ikatan dalam
senyawa dan gaya antarmolekul
Materi konsep
1. Ikatan ion
Ikatan ion merupakan gaya elektrostatik yang terjadi antara ion
bermuatan positif (kation) dan ion bermuatan negatif (anion)
2. Ikatan kovalen
Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terbentuk karena adanya
pemakaian pasangan elektron bersama
3. Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi merupakan ikatan yang terbentuk
karena adanya pemakaian pasangan elektron bersama dimana
pasangan elektron tersebut berasal dari salah satu unsur.
4. Ikatan logam
5. Kepolaran senyawa
Materi prinsip
1. Teori Domain Elektron
2. Bentuk molekul
Materi prosedur
1. Langkah kerja percobaan kepolaran senyawa
2. Langkah- langkah meramalkan ikatan kimia

3
Untuk pembelajaran tanggal 2 – 6 September 2019

Pembahasan Romantisss
Zaman NOW
Lhoo...kimia ada kisah roman juga ternyata!! Benar memang, tapi kisah ini
hanya ada

diantara kita saja para atom saja Ikatan kimia ini terjadi antara para
atom yang berusaha untuk menjadi stabil. Mereka akan mencari pasangan
lain yang juga saling membutuhkan. Ada bermacam-macam jalan untuk
berikatan, ada yang melalui ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan
logam. Ikatan kovalen pun ada berbagai macam, diantaranya ikatan
kovalen tunggal, kovalen rangkap dua, dan kovalen rangkap tiga.
Ingin lebih jelas lagi, mari simak pembahasan berikut...

Dalam buku Kartun Kimia yang ditulis oleh Gonick dan Criddle dinyatakan
bahwa:

―ilmu kimia ramai akan adanya kebersamaan. Sebagian besar atom


adalah makhluk kecil yang suka berkumpul. Kombinasinya tak habis-
habis. Logam terikat dengan logam, nonlogam dengan non logam, logam
dengan nonlogam, terkadang atom-atom bergerombol dalam kelompok-
kelompok kecil dan kadang dalam susunan kristal yang sangat besar‖

Ada syarat yang harus dipenuhi oleh para atom untuk berikatan, yakni
ELEKTRON VALENSI. Pada pembahasan Struktur Atom kita telah
mempelajari elektron valensi yang merupakan elektron terakhir dari
konfigurasi elektron setiap atom. Kemudian pada pembahasan Sistem
Periodik Unsur telah diketahui bahwa elektron valensi menunjukkan
golongan dari setiap unsur, daaan kalian pun dianjukan untuk hafal unsur-
unsur pada golongan utama bukan? Inilah fungsinya... jika kita telah
mengetahui golongan dari unsur yang akan berikatan, maka kita akan

4
tahu juga jumlah elektron valensinya, dan ini yang akan kita mainkan,
ikatan apa yang akan terjadi nantinya.

5
Bagaimana atom-atom mencapai
kestabilan?

Diantara sekian banyak atom-atom di alam, hanya golongan gas


mulia saja yang stabil, mereka tidak mau membentuk senyawa dengan
unsur-unsur yang lain1. Sifat mereka yang tidak mau bereaksi ini dianggap
stabil oleh para atom yang lain. Oleh karena itulah atom-atom lain ingin
menjadi seperti gas mulia. Mengapa gas mulia stabil??

Kossel dan Lewis mengajukan pendapat mereka mengenai teori


kestabilan atom-atom gas mulia. Jika kita perhatikan konfigurasi elektron
setiap atom gas mulia akan terlihat keteraturan seperti ini:
Kulit n=1 n=2 n=3 n=4 n=5 n=6

He 2

Ne 2 8

Ar 2 8 8

Kr 2 8 18 8

Xe 2 8 18 18 8

Rn 2 8 18 32 18 8

Dari konfigurasi elektron gas mulia tersebut dapat kita simpulkan bahwa
keteraturan yang dimiliki mereka terletak pada elektron valensinya yang
seluruhnya berjumlah 8 (kecual He yang berjumlah 2). Artinya unsur-unsur
lain yang ingin stabil pun harus mengikuti aturan ini, yang dikenal dengan
aturan duplet (bila elektron terluarnya mengikuti 2) dan oktet (bila
elektron terluarnya mengikuti 8).

Atom-atom bergabung dengan bertukar elektron (serah terima)


atau berbagi elektron. Bagaimana persisnya tergantung pada pilihan
masing-masing atom yang

1 mungkin hanya beberapa saja ditemukan senyawaannya, seperti Xe, unsur gas mulia lainnya
sulit untuk bereaksi

6
terlibat. Apakah ia ingin melepas atau mengambil elektron? Dan seberapa
besar keinginannya itu?

Pada umumnya, unsur-unsur logam cenderung melepas elektron,


Namun ada yang sangat mudah melepaskan elektron, ada juga yang ―agak‖
berat hati. Dikatakan bahwa logam adalah ELEKTROPOSITIF. Kita dapat
menentukan unsur tersebut logam dari tabel periodik unsur.

Golongan transisi sudah pasti seluruhnya adalah logam sejati. Tapi kita
kesampingkan dulu logam-logam transisi itu. Kita fokus pada golongan
utama.

Logam pada golongan utama terletak pada golongan IA,


IIA, dan IIIA KECUALI H, Be, dan B. Untuk mencapai
kestabilan, logam-logam tersebut akan melepaskan
elektron sejumlah golongannya:

logam golongan IA akan melepaskan 1 elektron


valensinya, logam golongan IIA akan melepaskan 2
elektron valensinya, dan logam IIIA akan melepaskan 3
I’m Carbon
elektron valensinya.

Sebaliknya, unsur nonlogam bersifat


ELEKTRONEGATIF,
mereka cenderung menerima elektron. Unsur-unsur
nonlogam yang paling semangat mengambil
elektron bisa kalian temukan pada golongan VIIA
dan VIA, beberapa

7
nonlogam di golongan VA pun kadang cukup aktif mencari elektron untuk
diikat. Sementara nonlogam pada golongan IVA, seperti karbon, bersifat
cuek, mau menerima elektron boleeh... tidak pun ya ‗tak apa lah...

8
Para unsur nonlogam golongan VIIA cenderung menerima 1 buah elektron
darimana pun itu asalnya, sedangkan nonlogam golongan VIA lebih suka
menerima 2 buah elektron, sementara nonlogam golongan VA akan
menerima 3 buah elektron untuk mencapai kestabilan.
A. Melepas elektron.
o Terjadi pada unsur logam yang memiliki energi ionisasi relatif kecil
(bersifat elektropositif)
o Unsur logam cenderung cenderung melepas elektron valensinya
membentuk ion + x dengan x = nomor golongan utama.
Contoh :
11Na ( 2 8 1 ) → ion 11 Na + ( 2 8 ) + 1 e

13 Al ( 2 8 3 ) → ion 13 Al 3+
(2 8) + 3e

B. Menerima elektron.
o Dilakukan oleh unsur non logam karena mempunyai afinitas elektron atau
keelektronegatifan yang relatif besar (bersifat elektronegatif)
o Jumlah elektron yang diterima adalah = 8 - x, dengan x =
nomor golongan utama, membentuk ion - x..
Contoh :
8 O ( 2 6 ) + 2 e → ion 8O 2 - ( 2 8 )

17 Cl ( 2 8 7 ) + 2 e → ion 17 Cl – ( 2 8 8 )

Dengan adanya sifat logam dan nonlogam suatu atom, maka apabila atom
yang sangat elektropositif bertemu dengan atom yang sangat elektronegatif,
maka hubungan yang terjadi adalah IKATAN ION. Atom elektropositif akan
melepaskan elektron dan berubah menjadi KATION, sedangkan atom
elektronegatif dengan senang hati menerima elektron ―buangan‖ dari kation dan
berubah menjadi ANION2.

Kita amati dulu peristiwa berikut:


Suatu
ketika
Nih buat atom
kamu Natriu
yang
9
tinggal di golongan IA bertemu dengan atom Selenium
dari golongan VIA. Mereka Tapi aku
butuh 2
berdua sepakat untuk mencapai kestabilan
bersama. Menurut adat istiadat setiap golongan, 11Na akan
melemparkan 1 buah elektronnya agar stabil, sedangkan
34Se justru

menginginkan 2 buah elektron! Nah lho, darimana coba menemukan 1


elektron lagi??

Kami keluarga besar golongan IA tak akan


berhenti begitu saja! Anda butuh 1 elektron GOL. IA
lagi? Nih, ambil saja milik Na yang lain!

Ok! Ini
ada 1 lagi

Akhirnya... setelah proses deal-dealan selesai, timbullah daya tarik antara


2 buah ion Na+ dan sebuah ion Se2–. Dengan demikian, terjadilah IKATAN
ION diantara mereka dan membentuk senyawa Na2Se. Romantis
bukan...?

2Kation adalah atom bermuatan positif, sedangkan anion merupakan atom bermuatan negatif

10
Jadi, begitulah pristiwa dibalik ikatan ion terjadi.
Senyawa lainnya yang berikatan ion ada beragam, seperti
NaCl, NaH, CaCl2, Li2O, Al2O3, FeCl2, dan banyak lagi.
Silakan kalian bereksperimen dengan menggabung-
gabungkan atom-atom logam dengan nonlogam

Contoh Proses Pembentukan Ikatan Ion.:


 Pembentukan senyawa MgCl2 (magnesium klorida).
Melalui hafalan,
Mg (golongan IIa) , merupakan unsur logam.
Cl (golongan VIIA), non logam.
Jawab :
Proses :
Mg → Mg2+ + 2 e
2 x (Cl + e → Cl - )
_______________________________________ +

Mg + 2 Cl → Mg 2+
+ 2 Cl -
→ MgCl2

 Atom X mempunyai 20 proton dan 20 neutron berikatan dengan atom


Y yang mempunyai nomor massa 19 dan 10 neutron. Tentukan rumus
senyawaa iion yang terbentuk.
Jawab :
20 X ( 2 8 8 2 ) 20 X ( 2 8 8 ) + 2e
2+

9 Y ( 2 7 ) + e 9 Y (2 8) 2x
-

___________________________________________ +
X + 2Y → X 2+ + 2 Y - → XY2

Beberapa Sifat Senyawa Ion :

a. Merrupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif
tinggi.
b. Rapuh, hancur jika dipukul.
c. Lelehannya menghantarkan listrik.
d. Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik.

Latihan :
1. Tentukan proses terbentuknya senyawa ion berikut :
MgCl2 ; K2S ; AlF3

2. Ramalkan rumus senyawa ion dari pasangan unsur-unsur berikut :


Mg dengan Br ; Ca dengan N.

Kita sudahi pembicaraan mengenai ikatan ion ini. Mari kita move-on ke

Untuk pembelajaran tanggal 9 – 13 September 2019


IKATAN KOVALEN!!

Ikatan kovalen ini terjadi antara DUA ATOM ELEKTRONEGATIF yang


umum ditemukan diantara para nonlogam. Ikatan yang terjadi diantara
mereka bersifat saling membutuhkan. Kita langsung saja ambil contoh
yang paling sederhana, atom hidrogen (1H). Satu atom H memiliki 1
elektron tak

berpasangan. Bila satu hidrogen bertemu


dengan hidrogen lain, elektron yang dimiliki
oleh mereka akan saling berpasangan
membentuk sepasang elektron yang saling
berikatan (Pasangan Elektron

Ikatan – PEI). Dengan demikian masing-masing hidrogen memenuhi


aturan duplet yang membuat mereka menjadi stabil.

H—H
ikatan kovalen
Struktur Lewis yang H• •H tunggal
akrab dengan tanda dari pemakaian
TITIK bersama sepasang
elektron

Contoh lain, kita temui atom oksigen yang berada di


golongan VIA dan memiliki elektron valensi 6. Agar
stabil ia cenderung membutuhkan 2 buah elektron.
Jika ada atom oksigen yang lain, yang juga sama-
sama membutuhkan 2 buah

elektron, maka mereka akan saling memberikan elektron valensinya untuk


digunakan bersama.

Maka akan terbentuk ikatan


kovalen rangkap dua yang
berasal dari pemakaian
bersama 2 pasang elektron
6
Selain itu, ada pula Nitrogen, yang memiliki elektron valensi 5, yang
membentuk ikatan rangkap tiga untuk mencapai kestabilan.

Omong-omong jika kita perhatikan bahwa pada struktur Lewisnya, ikatan


yang terjadi pada oksigen dan nitrogen memiliki kelebihan elektron yang
tidak digunakan dalam berikatan, namun mereka sudah berpasang-
pasangan. Kelebihan elektron ini yang kita sebut sebagai Pasangan
Elektron Bebas — PEB.

Ada satu kasus lagi dalam ikatan kovalen ini, dimana


terdapat sekelompok atom yang telah bersama-sama telah
mencapai kestabilan (telah oktet maupun duplet), namun
tiba-tiba muncul sesosok atau lebih atom yang ingin
bergabung lagi dengan
memanfaatkan ―kelebihan‖ PEB pada salah satu atom yang telah stabil.
Boleh tidak?

Boleh saja, asalkan pembentukannya melalui


IKATAN KOVALEN KOORDINASI

Kita langsung ambil contoh saja, ok!


Mari coba kita ―jodoh-jodohkan‖ elektron yang berada pada senyawa
HNO3. Daftarkan terlebih dahulu siapa saja atom-atom yang akan
berikatan, jangan lupa
sertakan juga para elektron valensinya:
Langkah pertama, pasangkan terlebih dahulu para atom elektropositif
dengan atom elektronegatif. Dari ketiga jenis tersebut atom
elektropositif adalah H, dan atom elektronegatif adalah O. Maka akan
terjadi peristiwa seperti ini:

Dengan demikian, atom H sudah tidak ada lagi yang jomblo yaa...
Sekarang tinggal kita urus sisanya, yakni atom N dan O.

Langkah selanjutnya, pasangkan elektron-elektron


jomblo pada N (atom pusat)
menuju O. Maka beginilah yang akan terjadi:
Halo
mba? O yang ini
gimana nasibnya?

Baiklah, semua sudah berpasangan dan sudah memenuhi kaidah oktet


untuk N dan O (atas dan tengah) serta duplet untuk H. Eh, sebentar,
ternyata masih ada O yang masih belum berpasangan, ia butuh 2 lagi
untuk memenuhi kebutuhannya. Nah, disinilah atom pusat yang memiliki
PEB berperan. N dengan senang hati memberikan seluruh elektron
sisanya kepada O yang masih single. Kita gambarkan ikatan H, N, dan
kedua O terlebih dahulu:
Daaan..... jadilah seperti ini

Ikatan Kovalen
Koordinasi

Adanya ikatan kovalen koordinasi dilambangkan dengan tanda panah

() yang mengarah dari atom yang memberikan sepasang PEBnya


kepada atom yang diberi. Pada senyawa HNO3 tanda panah berawal dari
N menuju O, karena PEB yang digunakan adalah milik N seluruhnya.
Beberapa senyawa ditemukan melenceng dari teori Lewis mengenai
keadaan oktet maupun duplet. Tapi, karena faktanya memang ada
senyawa tersebut dan mereka merasa stabil, ya sudahlah, tak apa,
biarkan mereka seperti itu. Banyak senyawa yang tidak memenuhi kaidah
oktet, antara lain:

Atom C belum memenuhi kaidah oktet, walaupun O


telah
memenuhi kaidah oktet.
Senyawa CO

Atom Xe melebihi kaidah oktet, sedangkan atom-


atom F
telah memenuhi kaidah oktet.
Senyawa XeF2
Atom Be belum memenuhi kaidah oktet,
sedangkan atom-atom F telah memenuhi kaidah
oktet.

Senyawa BF3

Atom P melebihi kaidah oktet, sedangkan atom-


atom Cl telah memenuhi kaidah oktet.

Senyawa PCl5

dsb.... kalian bisa bermain-main sendiri dengan atom-atom nonlogam


lainnya...

Tulislah rumus lewis atom, rumus lewis molekul dan rumus struktur
dari molekul berikut :
1. SO3
2. H2O
3. CH3NO2
4. HClO3
5. HNO2
6. NCl3
7. PCl3

Masih terdapat satu jenis ikatan lagi, yakni .


Hanya saja tidak kita bahas secara mendetail, hanya sebatas sifatnya
saja.

Kalian pasti sudah tahu bukan, bahwa logam


memiliki sifat dapat menghantarkan listrik dan
panas dengan amat baik. Hal ini disebabkan oleh
kedudukan elektron dalam

ikatan logam. Tidak seperti ikatan ion dan kovalen yang terikat pada
elektron valensi terus menerus, elektron dalam logam dapat bergerak
bebas seperti awan atau lautan elektron.
Atom logam

Lautan elektron

Dengan demikian elektron sangat mudah bergerak dan menghantarkan


arus listrik dengan lancarnya
Untuk pembelajaran tanggal 16 – 20 September 2019

Ikatan kimia ini membawa kita berpikir secara dua dimensi (2D)
saja. Nah, sekarang saatnya kita mencicipi bagaimana wujud
secara tiga dimensinya dalam BENTUK MOLEKUL.

Bantuk molekul menggambarkan kedudukan atom-atom di dalam


suatu molekul tak lupa sudut-sudut ikatan yang terbentuk.

Sebelumnya kita telah mempelajari dan mencoba memahami struktur


Lewis, dengan berbekal teori Lewis ini kita dapat meramalkan bentuk molekul
menggunakan jumlah PEI dan PEB dari suatu molekul. Jumlah dari PEI, baik
itu ikatan tunggal, maupun rangkap, dan PEB inilah yang kita kenal
sebagai
DOMAIN ELEKTRON
Kita akan pelajari terlebih dahulu lima bentuk dasar dari geometri molekul ini,
selanjutnya kita ubah-ubah sedikit kelima bentuk dasar tersebut.

Siapkan imajinasi kalian, kita


langsung mulai saja

Ambil contoh molekul BeH2. Karena Be berada pada golongan IIA, maka
elektron valensinya adalah 2, sementara itu H yang berada pada golongan IA
memiliki elektron valensi 1 saja. Masing-masing elektron valensi H terikat
pada Be, sehingga beginilah struktur Lewisnya:

Atom pusat dari senyawa tersebut adalah Be, dan disekitarnya hanya ada 2
PEI saja dan tidak memiliki PEB. Dengan demikian, BeH2 hanya memiliki 2
buah domain saja. Bentuk molekul dari senyawa berdomain 2 ini adalah
LINEAR. Contoh-contoh selanjutnya akan disajikan sebagai tabel. Berikut
tabelnya:
Contoh soal:
Tentutan bentuk molekul dari CCl4

Jawab:
C (nomor atom 6 ) = 2 4 jumlah elektron valensi = 4
Cl (nomor atom 17) 2 8 7 jumlah elektron valensi = 7

Atom pusat = C (karena jumlahnya satu. Atom pusat adalah atom yang
jumlahnya satu)
X atau PEI = 4 ( jumlah subtituen Cl pada atom pusat C)

Jumlah elektron ikatan = 4 (karena ikatan antara Cl dengan C adalah


kovalen tunggal)

E atau PEB =

Tipe molekul = AEPEB XPEI = AE0 X4 (karena PEI 0, maka E tidak


ditulis) = AX4
Bentuk molekul = Tetrahedral

Tentukan bentuk molekul dari:


A. BeCl2
B. NH3
C. CH4
D. SF6
E. SO2
Jadi, seperti itulah contoh-contoh
senyawa dan bentuk molekulnya

Bagaimana sudah ―agak‖ bingung? Tak apa.... itu wajar

Kalau kalian sudah terampil dengan struktur Lewis,


maka
bentuk mokul pasti bisa kalian kuasai dengan sedikit

berimajinasi, karena pembahasan mengenai bentuk


molekul ini seharusnya membutuhkan objek 3D. Tapi,
dengan link yang sudah diberikan di halaman 15,
silakan kalian bereksperimen sendiri dengan para
bentuk molekul, pasti tanpa sadar kalian akan
keasyikan sendiri...

OK!! Sekian dulu pembahasan Ikatan Kimia


dan Bentuk Molekul ini. Jangan lupa terus
berlatih dengan contoh-contoh soal ya...
Daftar Pustaka

Anonim. (2017). 9.2: Molecular Geometry. [Online] Tersedia:


https://www.ck12.org/book/CK-12-Chemistry-
Intermediate/section/9.2/ [Diakses 22 Nopember 2017]
Criddle, C. dan Gonick, L. (2011). Kartun Kimia. Jakarta: KPG (Kepustakaan
Populer
Gramedia).
Perkin K. dkk. (---). Molecule Shapes. [Online]
s, Tersedia:

https://phet.colorado.edu/sims/html/molecule-
shapes/latest/molecule-shapes_en.html [Diakses 14
Nopember 2017]
Sudarmo, U. (2013). Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta: Erlangga.