Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam yang
melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan
demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber daya yang
berlimpah diharapkan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai
suatu sistem birokrasi dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS
profesional yang saat ini dikenal dengan istilah ASN.
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Setelah disahkannya Undang-
undang (UU) ASN aparatur Negara memiliki kekuatan dan kemampuan
profesional kelas dunia, berintegritas tinggi non parsial dalam melaksanakan
tugas, berbudaya kerja tinggi non parsial dan kesejahteraan tinggi, serta
dipercaya publik dengan dukungan SDM. Peraturan baru tentang ASN
tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah secara implisit menghendaki
bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan sekadar merujuk
kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan
publik, sehingga untuk menciptakan PNS yang profesional perlu dilaksanakan
Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS).
Latihan Dasar CPNS golongan III angkatan II yang diselenggarakan oleh
Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan
bentuk nyata internalisasi nilai-nilai moral untuk menyiapkan PNS yang

1
mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut di tempat kerja, sehingga
tercipta suatu lingkungan yang kondusif dan berdaya saing tinggi.
Setiap ASN yang mengikuti Latsar pola minimalis diwajibkan untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN sebagai tolak ukur peserta untuk
diangkat menjadi PNS. Oleh karena itu peserta diklat prajabatan menyusun
rancangan Aktualisasi yang memuat daftar rencana kegiatan yang berisi nilai-
nilai dasar ASN yang selanjutnya akan diaktualisasikan pada Sekolah.
Pelaksanaan Latsar ini bertujuan agar setiap peserta Latsar mampu
menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi
(ANEKA) dan diberikan materi pendukung manajemen organisasi seperti
Whole of Government, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik, sebagai guru
di SDN 4 Samuda Kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten
Kotawaringin Timur.
SDN 4 Samuda Kota memiliki misi melaksanakan pembelajaran sesuai
kebutuhan peserta didik yang artinya guru menyampaikan pembelajaran
kepada siswa dengan inovasi-inovasi baru yang menyenangkan. Tujuan dari
SDN 4 Samuda Kota mengembangkan potensi, kecerdasan dan minat peserta
didik khususnya pelajaran Matematika.
Isu yang ada di kelas V SDN 4 Samuda Kota khususnya pelajaran
matematika tentang operasi pecahan campuran yaitu rendahnya hasil belajar
siswa, untuk itu guru dituntut mampu melakukan inovasi baru dalam
pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan serta
tercapainya peningkatan hasil belajar siswa. Dengan alasan tersebut di atas
maka penulis menyusun Laporan Aktualisasi ini dengan judul “Meningkatkan
hasil belajar materi operasi pecahan campuran kelas V SDN 4 Samuda Kota”.

2
B. Tujuan Aktualisasi
Laporan ini disusun dengan tujuan untuk aktualisasi dan habituasi nilai-
nilai dasar profesi PNS (ANEKA) serta kedudukan dan peran PNS dalam
kerangka NKRI melalui pelayanan dalam penyelenggaraan pelatihan dasar
yang bertujuan untuk membentuk PNS yang profesional yaitu PNS yang
karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara professional sebagai pelayan
masyarakat dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar dan tiga
manajemen organisasi, yaitu :
1. Menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dengan
penuh tanggung jawab.
2. Mengamalkan nilai Nasionalisme Pancasila dalam melaksanakan tugas
seperti berlaku adil dan beradab.
3. Menerapkan nilai Etika Publik untuk sikap dalam kegiatan sehari-hari.
4. Menerapkan nilai Komitmen Mutu dengan melakukan pembelajaran yang
inovatif.
5. Menerapkan nilai anti korupsi dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi.
6. Menerapkan prinsip Whole of Government dalam melaksanakan tugas
sehari-hari.
7. Menerapkan dan memahami kedudukan sebagai aparatur sipil negara
dalam manajemen ASN.
8. Menerapkan dan meningkatkan mutu pelayanan publik dalam kehidupan
sehari-hari.

C. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup kegiatan aktualisasi dan habituasi ini berdasarkan
isu yang terpilih adalah Hasil Belajar Materi Operasi Pecahan Campuran
Kelas V di SDN 4 Samuda Kota.

3
BAB II

DESKRIPSI LOKUS

A. Profil Instansi
1. Identitas Sekolah
Tabel 2.1 Profil Sekolah SDN 4 samuda Kota
Nama Sekolah : SDN 4 Samuda Kota

NPSN : 30201301

NSS : 101140403014

Provinsi : Kalimantan Tengah

Otonomi : Kotawaringin Timur

Kecamatan : Mentaya Hilir Selatan

Desa/Kelurahan : Handil Sohor

Jalan : Bagandung

Kode Pos : 74363

Daerah : Pedesaan

Status Sekolah : Negeri

Kelompok Sekolah : Imbas

Akreditasi :B

Surat Keputusan/SK : Nomor Dd.056563 TGL : 7 -11-2011

Penerbit SK Ditandatangani : Odhe.S .Sawal,SH

Tahun Berdiri : 1978

Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi

Bangunan Sekolah: Milik : Sendiri

Luas Bangunan : 469

Lokasi Sekolah : L: 21 m P: 82 m Luas : 1.722

Jarak Ke Pusat : 9 km

4
Jarak Ke Pusat Kota : 46 km

Terletak Pada Lintasan : Desa

Jumlah Keanggotaan Rayon : 8 Sekolah

Organisasi Penyelenggara : Pemerintah

2. Sumber Daya
Jumlah tenaga pegawai yang ada di SDN 4 Samuda Kota sebanyak 7 orang,
yang terdiri dari :
 Menurut status kepegawaian
Pegawai Negeri Sipil : 5 orang
Honor BOS : 2 orang
 Menurut Profesi Kepegawaian
Kepala Sekolah : 1 orang
Guru kelas : 5 orang
Guru PAI : 1 orang
3. Sarana dan prasarana
 Listrik : Jaringan PLN
 Sumber air bersih : Sumur
 Ruang kelas :6
 Ruang perpustakaan : ada

B. Visi, Misi Instansi


1. Visi
Membentuk siswa untuk mandiri sejak dini, berprestasi, bertakwa, dan cinta
lingkungan
2. Misi
 Melaksanakan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik
 Menciptakan sekolah aman, sehat dan nyaman
 Melibatkan masyarakat dalam kegiatan sekolah

5
 Meningkatkan mutu kelulusan yang setara di tingkat Sekolah Dasar
3. Tujuan Sekolah
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar,
tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai
berikut :
 Terciptanya insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang
Maha Esa
 Terlaksananya PBM yang tertib dan aman
 Mengikutsertakan guru dalam berbagai kegiatan guna peningkatan
profesionalisme
 Mengembangkan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik
 Mampu bersaing dalam berbagai kompetensi akademik dan non
akademik
 Siap menghadapi persaingan secara global
4. Moto Sekolah
Tiada hari tanpa belajar

6
C. Struktur Organisasi
Gambar 2.1 Susunan Organisasi SDN 4 Samuda Kota

KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH

JABATAN TATA USAHA

WALI KELAS I WALI KELAS II WALI KELAS III WALI KELAS IV WALI KELAS V WALI KELAS VI

GURU PENJAS GURU AGAMA

PENJAGA SEKOLAH

SISWA

MASYARAKAT SEKITAR

7
D. SKP (Sasaran Kinerja Pegawai)
Tabel 2.2

SASARAN KINERJA
PEGAWAI NEGERI SIPIL
NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI
1 Nama 1 Nama
2 NIP 2 NIP
3 Pangkat/Gol.Ruang 3 Pangkat/Gol.Ruang Penata Muda ( III/a )
4 Jabatan Guru Madya (Kepala Sekolah) 4 Jabatan Guru Kelas Ahli Pertama
5 Unit Kerja SDN 4 Samuda Kota 5 Unit Kerja SDN 4 Samuda Kota
TARGET
NO III. KEGIATAN TUGAS JABATAN AK
KUANT/OUTPUT KUAL/MUTU WAKTU BIAYA

UNSUR UTAMA

Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan


1 menilai hasil pembelajaran, menganalisa hasil pembelajaran, 10.500 0 Laporan 100 12 bulan -
melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian
2 Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler 1.488 0 Laporan 100 12 bulan -

3 Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya 1.488 0 Laporan 100 12 bulan -


Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
4 1.488 0 Laporan 100 12 bulan -
belajar
5 Mengikuti diklat fungsional lamanya 30 s/d 80 jam 1 0 Laporan 100 12 bulan
Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggung
6 1.19 0 Laporan 100 12 bulan -
jawabnya

8
UNSUR PENUNJANG
7 Mengikuti panitia kegiatan hari besar nasional di sekolah 0.75 0 Laporan 100 12 bulan

2.1 SKP (SASARAN KINERJA PEGAWAI)

Untuk menjamin objektifitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja sedangkan Sasaran Kerja
Pegawai (SKP) adalah rencana dan target kinerja yang harus dicapai oleh pegawai dalam kurun waktu penilaian yang bersifat nyata
dan dapat diukur serta disepakati pegawai dan atasannya. Untuk Sasaran Kinerja Pegawai, belum dapat dilaksanakan karena penulis
belum menerima Sasaran Kinerja Pegawai.

9
BAB III

PELAKSANAAN TEORI

3.1. KONSEP AKTUALISASI NILAI DASAR ANEKA


a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Adapun nilai-nilai dasar Akuntabilitas yaitu :
1) Kepemimpinan (lead by example, berkomitmen tinggi dalam
pelaksanaan tugas);
2) Transparansi;
3) Integritas;
4) Tanggung jawab (responsibilitas);
5) Keadilan;
6) Kepercayaan;
7) Keseimbangan;
8) Kejelasan;
9) Konsistensi.
b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah dasar bagi ASN untuk mengaktualisasikan
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingkan
kepentingan publik, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi dan
golongan. Nilai-nilai dasar Nasionalisme yaitu:
1) Sila 1 : Profetis/inklusif. Nilai inklusif adalah nilai positif yang digali
dari nilai-nilai keagamaan yang terbuku, membebaskan dan
menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan. Dengan menempatkan
nilai-nilai ketuhanan sebagai sila tertinggi di atas sila-sila yang lain
2) Sila 2 : Hak Asasi Manusia. Sila kedua Pancasila memiliki
konsekuensi ke dalam dan keluar. Ke dalam berarti menjadi pedoman
Negara dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi
manusia. Hak asasi manusia adalah sebuah konsep hukum dan

10
normatif yang mengatakan bahwa manusia memiliki hak yang
melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia.
3) Sila 3 : Bhinneka Tunggal Ika. Merupakan motto atau semboyan
bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang Negara Indonesia,
memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu”.
4) Sila 4 : Demokrasi Politik Rasional. Demokrasi permusyawaratan
dijalankan tidak hanya dalam bidang politik dan pemerintahan saja.
Demokrasi permusyawaratan juga dijalankan dalam berbagai pilar
kehidupan bernegara.
5) Sila 5 : Ekonomi. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi,
kemakmuran bagi semua orang. Realisasinya usaha mewujudkan
keadilan dan kesejahteraan sosial.
c. Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi atas standar atau norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik. Adapun nilai-nilai dasar Etika Publik yaitu :
1) Memegang teguh ideologi pancasila;
2) Setia dan mempertahankan undang-undang dasar negara republik
indonesia tahun 1945 serta pemerintahan yang sah;
3) Mengabdi kepada negara dan rakyat indonesia;
4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
6) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
7) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
8) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
9) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah;
10) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
11) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;

11
12) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan Meningkatkan
efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karier.
d. Komitmen Mutu
Komitmen Mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas dari hasil pelayanan.Adapun nilai-nilai
komitmen mutu diantaranya mengedepankan komitmen terhadap
kepuasan klien dan menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi,
tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan. Komitmen Mutu
memiliki nilai-nilai dasar yaitu :
1) Efektivitas dan efisiensi;
2) Inovasi;
3) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customers/clients;
4) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar customers/clients tetap setia;
5) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi: tanpa cacat,
tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan;
6) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan
pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients maupun
perkembangan teknologi;
7) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan
masalah dan pengambilan Keputusan,
8) Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai
cara, antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif,
kolaborasi, dan benchmark.
e. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-

12
norma dan memiliki tujuan memperoleh keuntungan pribadi serta
merugikan negara.Nilai-nilai dasar Anti Korupsi adalah sebagai berikut :
1) Jujur
2) Peduli
3) Mandiri
4) Disiplin
5) Tanggung jawab
6) Kerja keras
7) Sederhana
8) Berani
9) Adil

3.2. KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI


a. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No.5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara.
1) Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:
a) PNS, merupakan pegawai berstatus tetap dan memiliki Nomor Induk
Pegawai (NIP)
b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), merupakan
pegawai dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan instansi dalam
jangka waktu tertentu.
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur Negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi
pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua
golongan dan politik.
3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri. Namun
demikian merupakan satu kesatuan.

13
4) Fungsi pegawai ASN adalah :
a) Pelaksana Kebijakan Publik
b) Pelayan Publik
c) Perekat dan Pemersatu Bangsa
5) Pegawai ASN bertugas :
a) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c) Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik,
dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan
akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan
haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya.
b. Whole of Government (WOG)
Whole of Governement atau disingkat WoG adalah sebuah
pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya- upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya
WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang
melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang
relevan.
1) Praktek WoG dalam Pelayanan Publik
a) BerdasarkanJenis :
(1) Pelayanan yang bersifat administrative
(2) Pelayanan jasa
(3) Pelayanan barang
(4) Pelayanan regulative
b) Berdasarkan Pola

14
(1) Pelayanan Teknis Fungsional
(2) Pelayanan SatuAtap
(3) Pelayanan Satu Pintu
(4) Pelayanan Terpusat
(5) Pelayanan Elektronik
c) Prasyarat Best Practice dan penerapan WoG
(1) Budaya dan filosofi
(2) Cara Kerja yang Baru
(3) Akuntabilitas dan insentif
(4) Cara baru Pengembangan Kebijakan, Mendesain
(5) Program dan pelayanan Collegate approach.
c. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas
barang, jasa, dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik.
Unsur penting dalam pelayanan adalah:

1) Unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan;


2) Unsur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang atau
masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan;
3) Unsur ketiga, adalah kepuasan yang diterima oleh penerima layanan
(pelanggan).
Ada 9 (Sembilan) unsur pelayanan publik,yaitu:
1) Partisipatif
2) Transparan
3) Responsif
4) Tidak deskriminatif
5) Mudah dan murah
6) Efektif dan efisien

15
7) Aksesibel
8) Akuntabel
9) Berkeadilan
Dan 8 (delapan) Dimensi pelayanan publik yaitu:
1) Ketepatan waktu
2) Akurasi
3) Kesopanan dan keramahan
4) Tanggung jawab
5) Kelengkapan
6) Kemudahan
7) Variasi model
8) Pelayanan pribadi

16
BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

4.1 Identifikasi Isu

Sesuai dengan yang telah diutarakan dalam mata ajar pelatihan dasar
Habituasi, bahwa sumber kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan isu
yang diangkat berdasar pada tiga hal, yaitu bersumber dari SKP. Penugasan
atasan yang telah mendapat persetujuan dari atasan. Berdasarkan dari panduan
mata latsar habituasi, maka isu yang diambil penyusun yaitu berdasarkan SKP
(sasaran kerja pegawai). Berikut SKP penyusun di SDN 4 Samuda Kota :

a. Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan


menilai hasil pembelajaran, menganalisa hasil pembelajaran,
melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian
b. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
c. Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya
d. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar
e. Mengikuti diklat fungsional lamanya 30 s/d 80 jam
f. Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggung
jawabnya
g. Mengikuti panitia kegiatan hari besar nasional di sekolah

Berdasarkan SKP yang tertera diatas, maka penulis akan


menghubungkannya dengan masalah-masalah yang ada di tempat kerja guna
mendapatkan isu yang akan diangkat, berikut adalah isu-isu yang ditemukan
di lapangan yang berkaitan dengan sekolah :

1. Rendahnya hasil belajar materi operasi pecahan campuran pada pelajaran


Matematika kelas V
2. Kurangnya kedisiplinan siswa di saat proses belajar mengajar berlangsung
3. Kurangnya kebersihan di dalam ruang kelas V

17
Berdasarkan isu-isu yang muncul pada 3 poin dari SKP (sasaran kinerja
pegawai) yang penulis kemukakan di atas, maka salah satu poin SKP tersebut
yang menjadi sumber isu yang diangkat adalah Rendahnya hasil belajar materi
operasi pecahan campuran pada pelajaran Matematika kelas V.

Tabel 4.1 Analisis Isu


Analisa USG (Urgency, Seriousness, Growth)
No. Isu Aktual Masalah Kriteria Skor Prioritas
Pokok
U S G

1. Rendahnya hasil belajar 3 3 4 10 I


materi operasi pecahan
campuran pada pelajaran
Matematika kelas V

2. Kurangnya kedisiplinan 3 3 3 9 II
siswa di saat proses belajar
mengajar berlangsung

3. Kurangnya kebersihan di 2 3 3 8 III


dalam ruang kelas V

4.2 Prioritas ( Teknik Analisis )


Urgency, Seiousness, Growth (USG) adalah salah satu alat untuk
menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan
menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isi dengan
menentukan skala nilai 1-5 atau 1-10. Isu yang memiliki total skor tertinggi
merupakan isu prioritas. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

18
1) U (Urgency)
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu
yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk
mememcahkan masalah yang menyebabkan isu.
2) S (Seriousness)
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan
masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan.
3) G (Growth)
Seberapa kemungkinan-kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk
kalau dibiarkan.
4.3 Isu Terpilih
Isu terpilih atau isu yang menjadi prioritas adalah isu dari kolom pertama yaitu
tentang “Rendahnya Hasil Belajar Materi operasi pecahan Campuran Pada
Pelajaran Matematika Kelas V”. Sehingga gagasan isunya yaitu
“Meningkatkan Hasil Belajar Materi operasi pecahan Campuran Pada
Pelajaran Matematika Kelas V”.
4.4 Uraian Kegiatan
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis isu, berikut penulis sajikan
rancangan aktualisasi dan kegiatan yang akan dilakukan dalam
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) ditambah 3 mata pelatihan
dalam pelaksanaan aktualisasi dan habituasi.
1. Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah untuk melaksanakan
pembelajaran
2. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Membuat media puzzle pecahan
4. Melaksanakan pembelajaran dengan media puzzle pecahan
5. Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa

19
4.5 Rancangan Aktualisasi

Tabel 4.5

No kegiatan Tahapan Kegiatan Output Hasil Keterkaitan Subtansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
Mata Pelatihan Visi Misi Organisasi Organisasi

1 Melakukan koordinasi  Melaporkan rencana Adanya Akuntabilitas : Saya akanHal tersebut sesuai Dengan adanya
dengan Kepala Sekolah aktualisasi kepada Kepala kesepakatan dan menerapkan sikap jujur dengan salah satu misi koordinasi dengan
untuk melaksanakan Sekolah dukungan dari dalam kegiatan koordinasiSDN 4 Samuda Kota Kepala Sekolah
pembelajaran  Melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah mengenai pelaksanaanyaitu misi ke 1 maka akan
Kepala Sekolah tentang untuk melakukan pembelajaran melaksanakan menguatkan nilai
aktualisasi yang akan kegiatan aktualisasi pembelajaran sesuai organisasi sopan
dilaksanakan Nasionalisme : saya akan kebutuhan peserta dan informatif
menjalin hubungan yang didik
 Mencatat hal-hal yang
baik dan menghormati
dianggap penting
Kepala Sekolah sebagai
pembimbing dalam
melaksanakan aktualisasi
Etika Publik : Saya akan
menghargai arahan
Kepala Sekolah sebagai
pembimbing dalam
melaksanakan aktualisasi

20
Komitmen Mutu : Saya
akan menerima saran dan
masukan dari atasan dan
berusaha berinovasi
dalam mengerjakannya
Anti Korupsi : Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab dalam
menyampaikan ide kepada
atasan
Manajemen ASN: Saya
akan melaksanakan
aktualisasi secara
profesional
WOG : Saya akan
menerima saran dan
masukan serta
menggunakan komunikasi
yang baik untuk
menyampaikan setiap
usulan

21
Pelayanan Publik: Dalam
mengimplementasikan
tindakan ini saya akan
memberikan pembelajaran
yang lebih baik lagi
dengan koordinasi yang
transparan bersama
atasan

2 Menyusun Rencana  Menyiapkan perlengkapan RPP yang sesuai Akuntabilitas : Saya akan Hal tersebut sesuai Dengan adanya
Pelaksanaan dan peralatan untuk dengan kegiatan Menyusun RPP dengan dengan salah satu misi RPP maka akan
Pembelajaran (RPP) membuat RPP dan tujuan jujur SDN 4 Samuda Kota menguatkan nilai
 Membuat RPP sesuai pembelajaran yaitu misi ke 1 organisasi
dengan kurikulum K13 dan Nasionalisme : Melaksanakan pelaksanaaan
silabus Pembuatan RPP tanggung pembelajaran sesuai pembelajaran
jawab saya sebagai guru kebutuhan peserta tertib, efektif dan
untuk kelancaran proses didik efisien
pembelajaran
Etika Publik : Saya akan
membuat RPP dengan
bahasa yang santun,
mudah dimengerti untuk
dilakukan

22
Komitmen Mutu : Saya
akan menyusun RPP
dengan efektif dan
inovatif
Anti Korupsi : Saya akan
enyusun RPP secara
mandiri dan diluar jam
pelajaran
Manajemen ASN : Saya
akan profesional dalam
pembuatan RPP
WOG : Saya akan
berkoordinasi dengan
atasan dalam pembuatan
RPP
Pelayanan Publik : Saya
akan membuat RPP secara
efektif dan efisien untuk
mewujudkan tujuan
pembelajaran

3 Membuat media puzzle  Menyiapkan alat dan bahan Media puzzle Akuntabilitas : Saya akan Hal tersebut sesuai Dengan adanya
pecahan untuk membuat puzzle pecahan yang membuat media dengan salah satu misi media puzzle
 Membuat puzzle pecahan sederhana dan pembelajaran sebagai SDN 4 Samuda Kota pecahan maka

23
dengan sederhana mudah dipahami bentuk kewajiban dan yaitu misi ke 1 akan menguatkan
tanggung jawab secara Melaksanakan nilai organisasi
konsisten pembelajaran sesuai kreatif dan
kebutuhan peserta inovatif
Nasionalisme : Media didik
pembelajaran dapat
membuat proses belajar
menjadi menarik, sehingga
sikap rela berkorban saya
sebagai tenaga pendidik
dalam meluangkan waktu
harus dilakukan
Komitmen Mutu :
Adanya media
pembelajaran ini
diharapkan dapat
efektifitas dalam
pembelajaran siswa
Etika Publik : Media
pembelajaran dibuat
dengan cermat, teliti dan
rapi
Anti Korupsi : Saya akan
membuat media
pembelajaran ini dengan
bahan yang mudah

24
didapat dan murah
Manajemen ASN : Saya
akan profesional dalam
membuat media
WOG : Saya akan
berkoordinasi dengan
atasan dan teman sejawat
untuk meminta saran dan
masukan terhadap media
yang saya buat
Pelayanan Publik : Saya
akan membuat media
dengan efektif dan efisien

4 Melaksanakan  Mengajak siswa untuk Pembelajaran yang Akuntabilitas : Saya akan


Hal tersebut sesuai Dengan
pembelajaran dengan berdoa menyenangkan menjelaskan materi
dengan salah satu misi melaksanakan
menggunakan media  Menjelaskan materi dengan dengan media pembelajaran pada siswa SDN 4 Samuda Kota pembelajaran
puzzle pecahan menggunakan media puzzle puzzle pecahan melalui media yaitu misi ke 1 dengan
 Siswa satu persatu Melaksanakan menggunakan
Nasionalisme : Melihat pembelajaran sesuai media puzzle
menunjukkan bentuk
bersama-sama kebutuhan peserta maka akan
pecahan dengan media
penggunaan puzzle dalam didik menguatkan nilai
puzzle
materi pecahan
 Masing-masing siswa organisasi
menggunakan puzzle dalam profesionalisme
Etika Publik : Dalam
mengerjakan soal latihan dan efektif
menyampaikan materi
saya akan menggunakan

25
kalimat yang mudah
dipahami dan santun
Komitmen Mutu :
Pembelajaran dengan
media puzzle salah satu
inovasi pembelajaran
Anti Korupsi : Saya akan
melaksanakan
pembelajaran sesuai
dengan alokasi waktu
yang telah ditetapkan pada
RPP
Manajemen ASN : Saya
akan melaksanakan
kegiatan belajar secara
pro dan tidak berpihak
WOG : Saya akan
mengajak siswa bersama
menggunakan puzzle
untuk mengetahui
macam-macam bentuk
pecahan
Pelayanan Publik : Saya
akan memotivasi
partisifatif siswa dalam

26
kegiatan pembelajaran

5 Mengoreksi dan menilai  Mengoreksi hasil pekerjaan Hasil pekerjaan Akuntabilitas : Saya akan Hal tersebut sesuai Dengan
pekerjaan siswa siswa dengan siswa terhadap memberikan penilaiandengan salah satu misi mengoreksi
membandingkan jawaban materi ajar sebagai pada hasil pekerjaan siswa SDN 4 Samuda Kota pekerjaan siswa
siswa dengan kunci bentuk laporan secara jujur dan yaitu misi ke 4 berdasarkan
jawaban prestasi siswa transparan Meningkatkan mutu standar nilai pada
 Memberikan nilai pada kelulusan yang setara setiap soal maka
hasil belajar siswa Nasionalisme : Saya akan di tingkat Sekolah akan menguatkan
memberikan penilaian Dasar nilai organisasi
secara adil kepada peserta transparan
didik
Etika Publik : Saya akan
melakukan penilaian
secara jujur, terbuka dan
adil
Komitmen Mutu : Saya
akan memberikan
penilaian sesuai dengan
pedoman nilai yang sudah
dibuat
Anti Korupsi : Saya akan
memberikan hasil
penilaian dengan segera

27
Manajemen ASN : Saya
akan memeriksa hasil
belajar dengan profesional
WOG : Saya akan
berkoordinasi dengan
atasan dalam memberi
nilai
Pelayanan Publik : Saya
akan memberikan nilai
secara adil tidak ada faktor
diskriminatif

28
4.6 Jadwal Kegiatan

Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis isu yang dilakukan, berikut


penulis sajikan waktu pelaksanaan aktualisasi dan kegiatan yang akan dilakukan
dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam
pelaksanaan aktualisasi dan habituasi sebagai berikut :

Tabel 4.6 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No Kegiatan Waktu Tempat


Pelaksanaan Pelaksanaan

1 Melakukan koordinasi dengan 22 Juli – 23 Juli SDN 4 Samuda


Kepala Sekolah untuk 2019 Kota
melaksanakan pembelajaran

2 Menyusun Rencana 24 Juli – 25 Juli SDN 4 Samuda


Pelaksanaan Pembelajaran 2019 Kota
(RPP)

3 Membuat media puzzle 26 Juli – 30 Juli SDN 4 Samuda


pecahan 2019 Kota

4 Melaksanakan pembelajaran 31 Juli – 13 SDN 4 Samuda


dengan menggunakan media Agustus 2019 Kota
puzzle pecahan

5 Mengoreksi dan menilai 14 Agustus – 19 SDN 4 Samuda


pekerjaan siswa Agustus 2019 Kota

29
BAB V
PELAKSANAAN AKTUALISASI

5.1 Laporan Kegiatan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar

Sesuai dengan bab sebelumnya, bahwa penulis mengangkat isu


rendahnya hasil belajar materi operasi pecahan campuran pada pelajaran
Matematika kelas V SDN 4 Samuda Kota, maka pada rincian pelaksanaan
kegiatan penulis mencoba untuk memperdalam hasil pelaksanaan kegiatan
dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN, serta kontribusi terhadap Visi
Misi Organisasi dan Penguatan Nilai Organisasi.

Adapun untuk memecahkan isu tersebut, penulis mengajukan gagasan


kegiatan sebagai berikut :

1. Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah untuk melaksanakan


Pembelajaran
2. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3. Membuat media puzzle pecahan
4. Menjelaskan materi dengan menggunakan media puzzle pecahan
5. Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa

5.1.1 Bukti Aktualisasi


Penulis akan menyajikan rincian tersebut dalam bentuk tabel capaian
kegiatan yang tertera di bawah ini :

30
a. Kegiatan 1 Koordinasi dengan Kepala Sekolah
Tabel 5.1
Nama Kegiatan Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah
untuk melaksanakan pembelajaran
Waktu Pelaksanaan 22 Juli – 23 Juli 2019
Kegiatan
Tahapan Kegiatan 1. Melaporkan rencana aktualisasi kepada
Kepala Sekolah
2. Melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah
tentang aktualisasi yang akan dilaksanakan
3. Mencatat hal-hal yang dianggap penting

Output/Hasil Adanya kesepakatan dan dukungan dari Kepala


Kegiatan Sekolah untuk melakukan kegiatan aktualisasi
Keterkaitan Penulis sebelum menjalankan kegiatan aktualisasi
Subtansi Mata terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan
Pelatihan kepala sekolah agar mendapat kesepakatan dan
dukungan melakukan aktualisasi selama masa
habituasi di SDN 4 Samuda Kota

Akuntabilitas :
Supaya masa habituasi yang dilaksanakan dapat
berjalan dengan baik, maka penulis harus
menjelaskan kepada kepala sekolah apa yang
akan dilakukan penulis setelah menjalani masa on
campus. Kegiatan ini dilakukan penulis dengan
penuh kejujuran agar dapat menerapkan nilai-
nilai yang telah penulis pelajari.

Nasionalisme :
Penulis dalam menjalankan aktualisasinya
berusaha menjalin hubungan yang baik dan
menghormati Kepala Sekolah sebagai
pembimbing dalam melaksanakan aktualisasi

Etika Publik :
Penulis menerapkan prinsip etika publik dengan
menghargai arahan Kepala Sekolah dimana
penulis berdinas

Komitmen Mutu :
Penulis melakukan konsultasi dengan kepala

31
sekolah sebelum menjalankan aktualisasinya
sesuai saran dan masukan dari atasan dan
berusaha berinovasi dalam pelaksanaan
pembelajaran

Anti Korupsi :
Penulis menerapkan sikap tanggung jawab
dalam menyampaikan ide kepada kepala
sekolah
Manajemen ASN:
Penulis melakukan konsultasi dengan
professional terhadap konsep rancangan
aktualisasi yang dibuat
WOG :
Penulis menerima saran dan masukan dari kepala
sekolah terhadap konsep rancangan aktualisasi
yang dibuat serta menggunakan komunikasi yang
baik untuk menyampaikan setiap usulan
Pelayanan Publik:
Penulis mengimplementasikan tindakan ini
untuk memberikan pembelajaran yang lebih
baik lagi dengan koordinasi yang transparan
bersama atasan
Kontribusi Melaksanakan pembelajaran sesuai kebutuhan
Terhadap Visi Misi peserta didik adalah meningkatkan peran guru
Organisasi sebagai sumber daya manusia yang mempunyai
peran besar untuk melakukan pembelajaran
yang baik. Dalam hal ini penulis berusaha
untuk menjalin kerja sama yang baik dengan
kepala sekolah untuk mewujudkan
pembelajaran yang profesional serta
berkomitmen tinggi untuk memberikan
pembelajaran yang baik untuk peserta didik.
Penguatan Nilai Penulis bersikap sopan dan informatif di dalam
Organisasi setiap kegiatan agar meningkatkan nilai
organisasi transparan di dalam organisasi

32
Dokumentasi

b. Kegiatan 2 Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Tabel 5.2
Nama Kegiatan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Waktu Pelaksanaan 24 Juli – 25 Juli 2019
Kegiatan
Tahapan Kegiatan 1. Menyiapkan perlengkapan dan
peralatan untuk membuat RPP
2. Membuat RPP sesuai dengan kurikulum K13
dan silabus

Output/Hasil RPP yang sesuai dengan kegiatan dan tujuan


Kegiatan pembelajaran
Keterkaitan Penulis membuat RPP sebagai langkah awal
Subtansi Mata aktualisasi agar nantinya apa yang dilakukan
Pelatihan sesuai dengan yang diharapkan dan pembelajaran
dapat diberikan dengan baik oleh guru di kelas.

Akuntabilitas :
Penulis menyusun RPP dengan jujur sesuai
silabus

Nasionalisme :
Penulis selalu membuat RPP setiap mata
pelajaran sebagai bentuk tanggung jawab guru
untuk kelancaran proses pembelajaran

33
Etika Publik :
Penulis membuat RPP dengan bahasa yang
santun, mudah dimengerti untuk dilakukan demi
tercapainya tujuan dari pembelajaran

Komitmen Mutu :
Penulis menyusun RPP dengan efektif dan
inovatif dalam upaya meningkatkan mutu
pembelajaran yang lebih baik lagi

Anti Korupsi :
Penulis bersikap mandiri untuk menyusun RPP
dan diluar jam pelajaran
Manajemen ASN :
Penulis bersikap profesional dalam pembuatan
RPP
WOG :
Penulis berkoordinasi dengan atasan dalam
pembuatan RPP
Pelayanan Publik :
Penulis membuat RPP secara efektif dan efisien
untuk mewujudkan tujuan pembelajaran
Kontribusi Menjadi salah satu alat dalam mewujudkan misi
Terhadap Visi Misi organisasi sesuai misi ke 1 tentang melaksanakan
Organisasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik

Penguatan Nilai nilai organisasi yang menguat dengan kegiatan ini


Organisasi adalah pelaksanaaan pembelajaran yang tertib,
efektif dan efisien

34
Dokumentasi

c. Kegiatan 3 Menjelaskan materi pembelajaran


Tabel 5.3
Nama Kegiatan Membuat media puzzle pecahan
Waktu Pelaksanaan 26 Juli – 30 Juli 2019
Kegiatan
Tahapan Kegiatan 1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat
puzzle
2. Membuat puzzle pecahan dengan sederhana

Output/Hasil Media puzzle pecahan yang sederhana dan


Kegiatan mudah dipahami
Keterkaitan Penulis dalam kegiatan ini mulai berinovasi
Subtansi Mata membuat sebuah media dengan tujuan untuk
Pelatihan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
untuk peserta didik agar pembelajaran ini dapat
terlaksana dengan baik

Akuntabilitas :
Penulis membuat media pembelajaran sebagai
bentuk kewajiban dengan penuh rasa tanggung
jawab secara konsisten

Nasionalisme :
Media pembelajaran dapat membuat proses
belajar menjadi menarik, sehingga sikap rela
berkorban penulis sebagai tenaga pendidik

35
dalam meluangkan waktu harus dilakukan
Komitmen Mutu :
Penulis berharap dengan adanya media
pembelajaran ini diharapkan dapat efektifitas
dalam pembelajaran siswa
Etika Publik : Media pembelajaran dibuat
dengan cermat, teliti dan rapi

Anti Korupsi :
Penulis membuat media pembelajaran ini dengan
bahan yang mudah didapat dan murah

Manajemen ASN :
Penulis harus profesional dalam membuat media

WOG :
Penulis berkoordinasi dengan atasan dan teman
sejawat untuk meminta saran dan masukan
terhadap media yang saya buat
Pelayanan Publik :
Penulis membuat media dengan efektif dan
efisien
Kontribusi Terhadap Hal tersebut sesuai dengan salah satu misi SDN 4
Visi Misi Organisasi Samuda Kota yaitu misi pertama melaksanakan
pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik

Penguatan Nilai Melaksanakan pembelajaran dengan


Organisasi menggunakan media puzzle sesuai dengan nilai
organisasi profesionalisme dan efektif

36
Dokumentasi

d. Kegiatan 4 Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan


media bianglala pecahan
Tabel 5.4
Nama Kegiatan Melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan media puzzle pecahan
Waktu Pelaksanaan 31 Juli – 13 Agustus 2019
Kegiatan
Tahapan Kegiatan 1. Mengajak siswa untuk berdoa
2. Menjelaskan materi dengan menggunakan
media puzzle
3. Siswa satu persatu menunjukkan bentuk
pecahan dengan media puzzle
4. Masing-masing siswa menggunakan puzzle
dalam mengerjakan soal latihan

37
Output/Hasil Pembelajaran yang menyenangkan dengan
Kegiatan media puzzle pecahan
Keterkaitan Subtansi Setelah membuat media puzzle penulis kemudian
Mata Pelatihan melakukan tujuan utamanya, yaitu melaksanakan
pembelajaran yang berkaitan dengan materi
pecahan yang akan diajarkan kepada peserta
didik

Akuntabilitas :
Penulis menjelaskan materi pembelajaran pada
siswa melalui media puzzle

Nasionalisme :
Penulis mengajak siswa melihat bersama-sama
penggunaan puzzle dalam materi pecahan

Etika Publik :
Dalam menyampaikan materi penulis
menggunakan kalimat yang mudah dipahami
siswa dan santun

Komitmen Mutu :
Penulis melaksanakan pembelajaran dengan
media puzzle yang merupakan salah satu inovasi
pembelajaran

Anti Korupsi :
Penulis melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan
pada RPP
Kontribusi Terhadap Hal tersebut sesuai dengan salah satu misi SDN 4
Visi Misi Organisasi Samuda Kota yaitu misi pertama. Melaksanakan
pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik

Penguatan Nilai Mengembangkan potensi dan minat peserta didik


Organisasi dalam pembelajaran secara profesional sesuai
dengan motto SDN 4 Samuda Kota “Tiada Hari
Tanpa Belajar”

38
Dokumentasi

39
40
e. Kegiatan 5 Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa
Tabel 5.5
Nama Kegiatan Mengoreksi dan menilai pekerjaan siswa

Waktu Pelaksanaan 14 Agustus – 19 Agustus 2019


Kegiatan
Tahapan Kegiatan 1. Mengoreksi hasil pekerjaan siswa dengan
membandingkan jawaban siswa dengan kunci
jawaban
2. Memberikan nilai pada hasil belajar siswa
Output/Hasil Hasil pekerjaan siswa terhadap materi ajar
Kegiatan sebagai bentuk laporan prestasi siswa

Keterkaitan Subtansi Pada tahap ini penulis memeriksa hasil yang


Mata Pelatihan didapatkan dari pembelajaran yang telah
dilaksanakan oleh peserta didik, dan menanyakan
kembali hal-hal yang berkaitan dengan pecahan
setelah dilakukan pembelajaran dengan tujuan
untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa
terhadap materi yang diajarkan

Akuntabilitas :

Penulis memberikan penilaian pada hasil


pekerjaan siswa secara jujur dan transparan

Nasionalisme :

Penulis memberikan penilaian secara adil kepada


hasil belajar peserta didik

Etika Publik :

Penulis melakukan penilaian secara jujur, terbuka


dan adil

Komitmen Mutu :

Penulis akan memberikan penilaian sesuai


dengan pedoman nilai yang sudah dibuat

41
Anti Korupsi :

Penulis memberikan hasil penilaian dengan


segera

Manajemen ASN :

Penulis memeriksa hasil belajar dengan


profesional

WOG :

Penulis berkoordinasi dengan atasan dalam


memberi nilai

Pelayanan Publik :
Penulis memberikan nilai secara adil tidak ada
faktor diskriminatif

Kontribusi Terhadap Hal tersebut sesuai dengan salah satu misi SDN 4
Visi Misi Organisasi Samuda Kota yaitu misi keempat. Meningkatkan
mutu kelulusan yang setara di tingkat Sekolah
Dasar

Penguatan Nilai Mengoreksi pekerjaaan siswa berdasarkan


Organisasi standar nilai pada setiap soal maka akan
menguatkan nilai organisasi transparan

42
Dokumentasi

43
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan, laporan ini


disajikan penulis sebagai upaya dan bentuk nyata untuk menerapkan nilai-nilai
dasar (ANEKA), Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI untuk menelaah isu
pertama yang diangkat oleh penulis yaitu rendahnya hasil belajar materi operasi
pecahan campuran pada pelajaran Matematika kelas V SDN 4 Samuda Kota,
dengan demikian melalui kerjasama dan koordinasi yang baik antara penulis,
coach, dan mentor maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi, Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik yang
dilakukan oleh penulis selama masa habituasi pada tanggal 19 Juli 2019 – 19
Agustus 2019 di SDN 4 Samuda Kota telah dilakukan dengan baik dan
memberikan dampak positif berupa inovasi yang dapat diterapkan pada
pembelajaran.

2. Penggunaan media dalam pelajaran matematika dapat meningkatkan


keaktifan belajar siswa serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang
dimana pada awal sebelum penggunaan media hasil belajar rata-rata
dibawah ketuntasan minimal sehingga, penulis berinovasi membuat media
puzzle pecahan dan dioperasikan pada pecahan, hal itu membuat
peningkatan yang sangat efektif pada hasil belajar siswa di atas rata-rata
ketuntasan minimal.

3. Penggunaan media puzzle pecahan sangat berpengaruh pada beberapa siswa


khusus\nya yang nilainya sangat rendah artinya siswa tersebut belum paham
sama sekali tentang pecahan, sehingga dengan adanya puzzle membuat minat
dan hasil belajar siswa tersebut sangat meningkat dari awal nilainya hanya 20

44
dan 30 menjadi naik 60 mencapai nilai KKM, sedangkan bagi beberapa
siswa yang nilainya memang sudah diatas KKM dengan adanya puzzle
membuat nilai mereka bertambah naik lagi.

4. Dalam melaksanakan enam kegiatan untuk pelaksanaan aktualisasi, penulis


berhasil melakukan seluruh kegiatan sesuai dengan tahapan-tahapan kegiatan
yang telah dirancang sebelumnya. Dalam penerapannya tidak ada masalah
berarti yang membuat kegiatan tidak terlaksana. Hasil dari kegiatan
mendapat respon positif dari Kepala Sekolah, karena dengan adanya
aktualisasi ini penulis dapat membuat suatu inovasi pada kegiatan
pembelajaran dengan pembuatan media puzzle pecahan tentang materi
operasi pecahan campuran pada pelajaran Matematika kelas V SDN 4
Samuda Kota.

3. Ilmu yang didapat oleh penulis selama menjalani pelatihan dasar di BKD
Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan
peran PNS dalam NKRI yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen ASN, Whole of Government dan
Pelayanan Publik adalah modal utama bagi penulis untuk menjadi ASN yang
berdedikasi tinggi kepada Negara, profesional serta berintegritras dalam
melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

6.2 Saran

Dari hasil kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan, ada beberapa


saran yang diharapkan dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :

1. Untuk BKD sebagai pihak pemberi dan pelaksana pelatihan-pelatihan yang


menunjang sumber daya manusia pada pegawai pemerintahan di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, disini penulis berharap dan
memberikan saran agar kedepannya dapat terus meningkatkan dan
memberikan pelatihan bagi pegawai-pegawai pemerintahan sebagai abdi

45
Negara agar terus menciptakan abdi-abdi Negara atau individu-individu
profesional yang mampu dan mau menerapkan nilai-nilai ANEKA

2. SDN 4 Samuda Kota sebagai tempat penulis bekerja yang dimana harapan
kedepannya dari penulis adalah terus mendukung inovasi-inovasi yang
membangun dan positif dari berbagai sumber agar tercipta peningkatan
kualitas pendidikan dan penelitian di bidang pendidikan sehingga
terciptanya suatu kondisi dimana organisasi ini memiliki standar yang sesuai
dalam melakukan pembelajaran.

3. Untuk pribadi penulis sendiri sebagai seorang guru agar terus meningkatkan
kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran yang optimal supaya nantinya
proses pembelajaran akan semakin lebih baik lagi serta penulis dapat
menerapkan nilai-nilai ANEKA dalam kehidupannya sehari-hari. Guru
diharapkan untuk lebih banyak melakukan inovasi dalam mengajar agar
siswa semakin termotivasi dan semangat dalam belajar.

46
DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, Ellydan Erna Irawati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Kumorotomo, Wahyudi, Nana Rukmana dan Amir Imaruddin. 2015. Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III: Etika Publik.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Kusumasari, Bevaola, Septiana Dwi putrianti dan Enda Layak Allo. 2015.
Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III:
Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

Latief, Yudi, Adi Suryanto dan Abdul Aziz Muslim. 2015. Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan III: Nasionalisme. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Purwanto, Erwan Agus dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:
Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

47
Suwarno, Yogi dan Tri Atmojo Sejati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.

Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III: Anti Korupsi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Yuniarsih, Tjutju dan Muhammad Taufiq. 2015. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan III: Komitmen Mutu. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

48
49
50