Anda di halaman 1dari 13

CONTOH APLIKASI PENGELOLAAN PELAYANAN KEBIDANAN DI MASYARAKAT

PERENCANAAN

1. IDENTIFIKASI MASALAH
Dari hasil laporan bulanan oleh bidan pada salah satu desa yang memiliki 3 orang kader, cakupan
penimbangan di posyandu kurang memenuhi target. Data tersebut dapat diuraikan melalui
penjabaran berikut:
a. Jumlah bayi dan balita (S) = 100 orang
b. Jumlah bayi dan balita yang ditimbang di posyandu (K) = 60 orang
c. Jumlah bayi dan balita yang datang dan ditimbang (D) = 50 orang
d. Jumlah bayi dan balita yang datang, ditimbang, dan naik berat badannya (N) = 40 orang

Dari data diatas dapat diambil kesimpulan seperti berikut ini:


Keberhasilan program: N/D =40/50x100%= 80%
Peran serta masyarakat: D/S = 50/100x100% = 50 %
2. Prioritas masalah
a. Kurangnya motivasi masyarakat untuk datang ke posyandu, sehingga banyak bayi yang belum
mempunyai KMS akan tetapi aktif datang ke posyandu.
b. Tidak terpenuhinya target imunisasi karena tidak8 semua bayi datang ke posyandu
c. Sedikitnya jumlah kader
d. Tenaga kesehatan kurang proaktif dalam kegiatan posyandu
3. Tujuan umum
Meningkatkan kesehatan ibu dan anak sebagai inti dari kesehatan keluarga, sehingga tercapai
norma keluarga kecil bahagia sejahtera
4. Tujuan khusus
a. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam kegiatan posyandu
b. Posyandu memiliki kader minimal 5 orang
c. Terpenuhinya target imunisasi
d. Meningkatnya kinerja tenaga kesehatan dalam kegiatan posyandu
5. Rencana kegiatan
N Sasaran Rencana Kegiatan Media/Sarana Waktu Tempat Penan
o ggung
jawab
1 Masyarakat, Menjalin kerjasama Register/data Minggu Bidan
Tomas, Perangkat dengan lintas sektoral bayi dan balita pertama Kader
desa dan Kader (Tomas, perangkat desa) sebelum
Kesehatan melakukan
penyuluhan
2 Keluarga yang Melakukan kunjungan Tiga bulan Bidan
mempunyai bayi, rumah terutama sekali, Kader
balita, ibu hamil, keluarga yang kurang setiap
dan wanita usia aktif pada kegiatan minggu
subur (WUS) posyandu pertama
3 Keluarga yang Melakukan pendataan Register/data Minggu Bidan
mempunyai bayi, ulang pada bayi dan bayi dan balita pertama Kader
balita, ibu hamil balita yang belum dan KMS sebelum
dan WUS sudah memiliki KMS melakukan
penyuluhan
4 Keluarga yang Mendata ulang bayi dan Register/data Minggu Bidan
mempunyai bayi, balita yang belum bayi dan balita pertama Kader
balita, ibu hamil mendapatkan imunisasi KMS sebelum
dan WUS melakukan
penyuluhan
5 Kader kesehatan, Melakukan pembinaan Buku Setiap Balai desa, Bidan
tomas dan dan penambahan kader administrasi bulan pada dasawisma,
perangkat desa pegangan minggu posyandu
kader pertama
6 Keluarga yang Memberikan Lembar balik Setiap Balai desa,
mempunyai bayi, penyuluhan pada tentang bulan satu dasawisma,
balita, ibu hamil, masyarakat tentang posyandu kali posyandu,
dan WUS pentingnya posyandu PKK,
ataupun
forum
komunikasi
desa

6. Sumber Dana
 Kas posyandu
 Puskesmas (dana untuk pengembangan posyandu)
7. Rencana Penggunaan Dana
No Rencana Penggunaan Satuan Jumlah
1 Pembelian buku administrasi Rp. 3000 x 10 Buku Rp 30.000
2 Pemberlian alat tulis Rp. 1.500 x 10 Rp. 15.000
3 Pembelian air mineral Rp. 15.000 x 1 dus Rp. 15.000
4 Pembelian snack Rp. 3.000 x 25 dus Rp. 75.000
5 Fotocopy Rp. 2.500 x 6 Rp. 15.000
Total Rp. 150.000

8. PENGORGANISASIAN
Bidan Mempersiapkan KMS, obat-obatan dan vaksin
Mempersiapkan poster, media untuk pembinaan dan penyuluhan
Memberikan pelayanan kesehatan (meja 5)
Memberikan penyuluhan
Kader Menyiapkan tempat
Mempersiapkan sarana yang diperlukan (dacin, timbangan injak,
dll)
Mempersiapkan penyuluhan (misalnya program makanan
tambahan, PMT)
Memberikan pelayanan pada meja 1-5

9. PELAKSANAAN/PENGGERAKKAN
Bidan Menjalin hubungan baik dengan perangkat desa dan tenaga
kesehatan
Memotivasi kader
Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masalah yang timbul dan
mampu memecahkan
Kader Mempersiapkan sarana sebelum hari pelaksanaan posyandu (H-1)
Melakukan kegiatan pada saat penimbangan berlangsung sampai
selesai posyandu
Bersama bidan melakukan swipping pada sasaran yang tidak
datang pada saat pelaksanaan posyandu

10. Monitoring dan Evaluasi


a. Monitoring dilakukan oleh bidan, ketua PKK, dan kepala puskesmas. Pelaksanaan monitoring
mengacu kepada tolok ukur atau form penilaian posyandu. Monitoring dilakukan sebanyak
dua kali, yaitu setiap bulan untuk menilai kinerja kader, jumlah kader, keaktifan kader, serta
untuk menilai tingkat kemandirian posyandu setiap enam bulan sekali.
b. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan standar keberhasilan program, yaitu dengan cara melihat
persentase cakupan penimbangan SKDN.
11. Pencatatan dan pelaporan
a. Untuk kegiatan posyandu pencatatan dilakukan oleh kader setiap kali kegiatan dan
dilaporkan ke tingkat desa dan kecamatan setiap bulan, untuk dilanjutkan ke tingkat
kabupaten oleh petugas kesehatan (bidan).
b. Jenis laporan meliputi laporan harian, mingguan, bulanan, triwulan, semester, dan tahunan
c. Data yang harus dicatat dan dilaporkan adalah hasil SKDN, cakupan imunisasi, kunjungan ibu
hamil, peserta KB, dan penanggulangan pertama pada kasus kejadian luar biasa (misalnya
diare, demam berdarah).
ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT

A. Analisis
Analisis adalah suatu pemeriksaan dan evaluasi dari suatu informasi yang sesuai dan relevan
dalam menyeleksi suatu tindakan yang terbaik dari berbagai macam alternatif variasi.
Analisis yang dapat dilakukan mulai dari yang sederhana hingga analisis lanjut sesuai dengan
tingkatan penggunaannya. Data yang dianalisis adalah data register kohort ibu, bayi dan
anak balita serta cakupan.
1. Analisis sederhana
Analisis ini membandingkan cakupan hasil kegiatan antar wilayah terhadap target
dan kecenderungan dari waktu ke waktu. Analisis sederhana ini bermanfaat untuk
mengetahui desa/kelurahan mana yang paling memerlukan perhatian dan tindak lanjut
yang harus dilakukan.
Selain di Puskesmas, analisis ini dapat juga dilakukan oleh Bidan di Desa dimana
Bidan di Desa dapat menilai cakupan indikator PWSKIA di desanya untuk menilai
kemajuan desanya. Di Poskesdes seorang Bidan di Desa dapat membuat grafik cakupan
indikator PWS KIA sehingga dia bisa mengikuti perkembangan dan menindaklanjutinya.
Contoh analisis sederhana
Matriks ini dapat dipergunakan untuk analisis indikator ibu hamil, persalinan, neonatal.
Bayi maupun imunisasi. Analisis dari grafik cakupan K1 (akses) pada pemantauan bulan
Juni 2008 dapat digambarkan dalam matriks seperti dibawah ini:
Desa/ Cakupan terhadap Cakupan terhadap bulan lalu Status
Kelurahan target Desa
diatas dibawah naik turun tetap Keluarahan
A + + Baik
B + + Baik
C + + Kurang
D + + Cukup
E + + Jelek

Dari matriks diatas dapat disimpulkan adanya 4 macam status cakupan desa/kelurahan,
yaitu:
a. Status baik
Adalah desa/kelurahan dengan cakupan diatas target yang ditetapkan untuk bulan
Juni 2008, dan mempunyai kecenderungan cakupan bulanan yang meningkat atau
tetap jika dibandingkan dengan cakupan bulan lalu.
Desa/kelurahan-desa/kelurahan ini adalah desa kelurahan A dan desa/kelurahan B.
Jika keadaan tersebut berlanjut, maka desa/kelurahan-desa/kelurahan tersebut
akan mencapai atau melebihi target tahunan yang ditentukan.
b. Status kurang
Adalah desa/kelurahan dengan cakupan diatas target bulan Juni 2008, namun
mempunyai kecenderungan cakupan bulanan yang menurun jika dibandingkan
dnegan cakupan bulan lalu. Desa/kelurahan dalam kategori ini adalah
desa/kelurahan C, yang perlu mendapatkan perhatian karena cakupan bulan lalu ini
hanya 5% (lebih kecil dari cakupan bulan minimal 7,5%). Jika cakupan terus
menurun, maka desa/kelurahan tersebut tidak akan mencapai target tahunan yang
ditentukan.
c. Status cukup
Adalah desa/kelurahan dengan cakupan dibawah target bulan Juni 2008, namun
mempunyai kecenderungan cakupan bulanan yang meningkat jika dibandingkan
dnegan cakupan bulan lalu. Desa/kelurahan dalam kategori ini adalah
desa/kelurahan D, yang perlu didorong agar cakupan bulanan selanjutnya tidak lebih
daripada cakupan bulanan minimal 7,5%. Jika keadaan tersebut dapat terlaksana,
maka desa/kelurahan tersebut tidak akan mencapai target tahunan yang ditentukan.
d. Status jelek
Adalah desa/kelurahan dengan cakupan dibawah target bulan Juni 2008, dan
mempunyai kecenderungan cakupan bulanan yang menurun dibandingkan dengan
bulan lalu. Desa/kelurahan dalam kategori ini adalah desa/kelurahan E, yang perlu
diprioritaskan untuk pembinaan agar cakupan bulanan selanjutnya daoat
ditingkatkan diatas cakupan bulanan minimal agar dapat mengejar kekurangan
target sampai bulan Juni, sehingga dapat pula mencapai target tahunan yang
ditentukan.
2. Analisis lanjut (Tabulasi silang/Cross Tabulation)
Analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan variabel tertentu dengan variabel
terkait lainnya untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar variabel yang dimaksud.
Contoh analisis indikator kesehatan ibu:
a. K1 dibandingkan dengan K4
b. K1 dibandingkan dengan Pn
c. Pn dibandingkan dengan KF dan KN
d. Jumlah ibu hamil anemia dibandingkan dengan K1 dan K4

Contoh analisis indikator ibu hamil:


Desa/Kelurahan Cakupan K1 Cakupan K4 Cakupan Pn Keterangan
A 70% 60% 50% DO K4
B 80% 70% 55% DO Pn

Apabila drop out (DO) K1-K4 lebih dari 10% berarti wilayah tersebut bermasalah dan perlu
penelusuran dan intervensi lebih lanjut, Drop Out tersebut dapat disebabkan karena ibu
yang kontak pertama kali (K1) dengan tenaga kesehatan, kehamilannya sudah berumur lebih
dari 3 bulan. Sehingga diperlukan intervensi peningkatan pendataan ibu hamil yang lebih
sensitif.
Contoh analisis indikator bayi:
a. Pn dibandingkan dnegan Kn
b. Kn 1 dibandingkan dengan imunisasi HB 0
c. Kn lengkap dibandingkan dengan imunisasi campak dan Vit A 6-11 bulan
d. Dll
Contoh pencapaian pelayanan kesehatan desa A tahun 2009

Desa/ Pn Kn 1 Kn Neonatus KBy Vit A Imunisasi Imunisasi Ket


Kelurahan Lengkap Komplikasi 6-11 Hb 0 Lengkap
bulan
A 75 80% 60% 25% 60% 80% 55% 65% DO Kn lengkap
% Inefektifitas Kn
1, Kn lengkap
Kby tidak
mencapai target

Pencapaian Kn 1 melebihi Pn mengindikasikan kinerja yang baik karena semua bayi


yang lahir ditolong tenaga kesehatan telah dicakup ditambah bayi yang lahir tidak ditolong
tenaga kesehatan, dalam hal ini bidan telah melaksanakan penelusuran sasaran. Tetapi
pelaksanaan Kn 1 masih belum memenuhi standar karena cakupan imunisasi HB 0 lebih
rendah sehingga perlu ditelusuri kendalanya apakah karena kealpaan bidan atau karena
manajemen logistik.

Drop out Kn lengkap menunjukkan penurunan kinerja bidan, ditambah lagi cakupan
neonatus komplikasi lebih rendah dari Kn lengkap yang mengindikasikan kualitas pelayanan
Kn belum memenuhi standar manajemen terpadu bayi muda yang dapat mendeteksi tanda
bahaya.

Pencapaian kunjungan bayi disamping belum mencapai target, juga menunjukkan


pelayanan kesehatan di desa ini belum berkesinambungan antara KIA, Gizi dan imunisasi
sehingga perlu juga ditelusuri kendalanya kenapa kunjungan bayi rendah padahal cakupan
imunisasi lengkap dan vitamin A sudah baik dimana sasaran program adalah sama.

B. Penelusuran data kohort


Penelusuran adalah proses pengamatan seseorang atau obyek yang bergerak dalam
kurun waktu dari lokasi tertentu. Penelusuran dilakukan dalam rangka:
1. Mengidentifikasi kasus/masalah secara individu selama masa hamil, bersalin, masa nifas,
neonatus, bayi dan balita. Masalah yang ditelusuri:
 Perkembangan kesehatan setiap ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus bayi dan anak
balita
 Kesiapan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi setiap ibu hamil
 Faktor resiko dan komplikasi ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, bayi baru lahir dan
anak balita
 Menilai kualitas pelayanan yang diberikan
 Kematian ibu dan bayi
2. Membangun perencanaan berdasarkan masalah yang spesifik
Seorang bidan harus mencatat setiap ibu hamil, bayi baru lahir (neonatus), bayi
dan anak balita, yang ada di desanya. Sehingga setiap bulan dia dapat melakukan
analisis dan penelusuran data kohort terhadap ibu hamil di desanya, neonatus, bayi dan
anak balita di desanya. Bidan harus mengaitkan data dari kohort ibu, kohort bayi dan
kohort anak balita untuk pendataan sasaran maupun cakupan pelayanan, jika jumlah
sasaran bayi di wilayahnya tidak sesuai dengan sasaran bayi, perlu ditelusuri apakah ada
kematian, ada persalinan ditolong tenaga kesehatan luar wilayah atau ada bayi baru
pindah atau sebab yang lain. Notifikasi risiko tinggi pada ibu hamil selain perlu lebih
diperhatikan ibunya juga bayinya, dalam tatalaksana dan rencana tindak lanjut juga
memperhatikan bayinya, jika dideteksi gawatjanin, prematur atau BBLR harus
disarankan persalinan di fasilitas yang memadai.
Analisis dan penelusuran data kohort yang dapat dilakukan oleh bidan untuk
meningkatkan kinerja bidan, contohnya:
1. Dari data kohort ditemukan:
a. Ibu T, 19 tahun, punya jamkesmas, hamil anak pertama, HPHT tanggal 21
Februari 2008, taksiran partus tanggal 7 September 2008, rencana persalinan
oleh Bidan, tempat persalinan di rumah, pendamping persalinan suami,
transportasi dari suami, donor darah dari suami, datang ANC pertama kali
tanggal 25 April 2008 pada usia 9 minggu, dengan hasil pemeriksaan BB 37 kg,
tekanan darah 90/60 dan LILA 22 cm dan anemia. Hasil pemeriksaan dicatat
dalam buku KIA. Tanggal 15 April 2008 keguguran ditolong oleh dukun.
b. Ibu Tar, 39 tahun, termasuk masyarakat miskin, tidak punya jamkesmas, hamil
anak ke 6, pernah melahirkan 5 anak dan semuanya hidup. Rencana persalinan
oleh bidan, tempat persalinan di rumah, pendamping persalinan suami, sudah
memiliki transportasi dan calon donor darah. Datang ANC pertama kali tanggal 4
juli 2008 pada usia 22 minggu, dengan hasil pemeriksaan BB 45 Kg, LILA 23 cm,
tekanan darah 130/80, TFU 20 cm, taksiran berat janin 1240, denyut jantung
janin 140, status imunisasi T1, anemia, dilakukan injeksi TT. Hasil pemeriksaan
dicatat dalam buku KIA.
Analisis dari 2 contoh data dari kohort diatas adalah sebagai berikut:
Contoh kasus Masalah Rencana tindak lanjut
Ibu T, umur 19 GIAI, usia terlalu muda Kunjungan rumah segera
tahun,G1, HPHT 1/2/08, Rencana persalinan di Perbaiki status gizi
mempunyai P4K, rumah (berikan PMT dan
rencana tempat Status gizi kurang konseling gizi, libatkan
pesalinan di rumah, Anemia masyarakat untuk
periksa ANC 1 pd mg ke Abortus ditolong dukun mendukung)
9 BB 37 kg, TD 90/60, Atasi anemia (berikan
Anemia, LILA 22 tablet Fe)
Konseling tunda
Tanggal 15/4/08 Kehamilan (libatkan
keguguran, ditolong suami) sampai usia >20
dukun di rumah tahun dan status gizinya
baik
Ibu Tar, masyarakat Terlalu tua, terlalu banyak Pantau kehamilan
miskin, tidak punya Tempat persalinan di dengan ANC teratur (tiap
jamkesmas, 39 tahun, rumah bulan)
G6P5H5, P4K lengkap, ANC 1 trimester 2 Perbaiki status gizi (PMT,
rencana tempat Status gizi kurang konsul gizi, libatkan
persalinan di rumah, Anemia masyarakat untuk
ANC 1 pada usia Belum punya mendukung)
kehamilan 22 minggu, KTM/Jamkesmas Berikan tablet Fe
LILA 23, Anemia Pastikan mendapatkan
jamkesmas
Rencanakan persalinan
di RS (untuk melakukan
kontap dan persiapan
komplikasi)
Konseling KB kontap
(libatkan suami)

2. Contoh analisis dan penelusuran data kohort bayi dan anak balita yang dapat
dilakukan oleh bidan untuk meningkatkan kinerja berdasarkan data dari register
kohort:
a. Bayi D umur 6 bulan, kelahiran di Bidan swasta, kunjungan neonatal 1 oleh bidan
wilayah dibeikan vit K1 tetapi belum HB 0, bayi belum mempunyai buku KIA.
b. Bayi Y umur 6 bulan, kelahiran di bidan wilayah, asuhan BBL lengkap, kunjungan
neonatal lengkap, sudah kunjungan bayi I, sudah imunisasi BCG, Polio 1, DPT-HB
1, Polio 2, DPT-HB 3 dan polio 4.
Analisis dari 2 contoh data dari Kohort diatas adalah sebagai berikut:
Contoh kasus Masalah Rencana tindak lanjut
Bayi D umur 6 hari, Asuhan bayi baru lahir Kunjungan neonatal ke-2
kelahiran di bidan swasta tidak sesuai standar segera, dengan persiapan
asuhan bayi baru lahir tidak Buku KIA tidak sampai vaksin HB0
lengkap, kunjungan pelayanan swasta Laporkan kepala puskesmas
neonatal 1 oleh bidan tentang belum terpenuhinya
wilayah diberikan vit K1 standar pelayanan asuhan
tetapi belum mempunyai BBL di Bidan swasta
buku KIA Usul kepala puskesmas
untuk:
Sosialisasi standar asuhan
BBL
Memenuhi ketersediaan
buku KIA di fasilitas swasta
dan koordinasi laporan
Bayi Y umur 6 bulan, Missed opportunity Kunjungan bayi ke-2 segera
kelahiran di bidan wilayah, imunisasi DPT-HB3 dan dengan koordinasi bagian
asuhan BBL lengkap, Polio 4 karena bayi sakit imunisasi untuk
kunjungan neonatal batuk pilek pelaksanaan imunisasi DPT-
lengkap, sudah kunjungan HB3 dan polio 4.
bayi I, sudah imunisasi Lapor kepala Puskesmas dan
BCG, polio 1, DPT-HB 1, usul:
polio 2, GPT-HB 2 dan polio - Untuk orientasi MTBS
3. Umur 4 bulan berobat ke bagi Bidan di desa yang
bidan luar wilayah, belum dilatih
- Memperkuat
pelaksanaan PWS
imunisasi
Contoh analisis cakupan pelayanan dari data kohort:

Jumlah bumil K1 K4 Taksiran pn


sampai bulan persalinan
juni
Bentuk Siapa ibu yang Dari ibu yang K1 Siapa ibu yang Dari ibu yang K4
pertanyaan tidak K1 siapa ibu yang akan siapa ibu yang
sederhana tidak K4? melahirkan tidak Pn
untuk bidan bulan ini
menganalisa
Jumlah bayi Kn 1 Kn lengkap Neonatus K By
sampai dengan dengan
bulan juni komplikasi yang
ditangani
Bentuk siapa neonatus Dari neonatus Siapa neonatus Dari bayi yang
pertanyaan yang belum Kn yang sudah Kn 1 risiko tinggi belum Kby 1
sederhana 1? Apa jenis siapa yang yang belum atau Kby 2 atau
untuk bidan pelayanan yang belum Kn terlayani Kn? Kby 3 atau Kby
menganalisa belum lengkap? Apa 4 bagaimana
didapatkan, vit jenis pelayanan status gizi
K1 atau HB 0 yang belum masing-masing
atau konseling didapatkan? bayi?
menyusui Bagaimana
status imunisasi
masing-masing
bayi? Apa jenis
pelayanan yang
belum
didapatkan

Analisis seperti ini dinamakan analisis penelusuran per individu yang dapat
membantu bidan meningkatkan kinerja dan apa yang harus dilakukan untuk bulan depan
terutama untuk meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn), kunjungan,
neonatal, kunjungan bayi atau indikator lainnya.
Pada sasaran bayi terdapat sedikit perbedaan penulusuran, karena tiap indikator
program bayi menetapkan interval waktu untuk dipatuhi misalnya seorang neonatus
dimasukkan cakupan Kn1 jika diberikan layanan Kn1 pada umur 6-48 jam setelah lahir, jika
umur 3 hari belum mendapatkan Kn 1 maka pelayanan yang disusulkan akan dimasukkan
cakupan Kn 2 atau jika sudah umur 8 hari maka dimasukkan cakupan Kn 3. Maka
penelusuran yang dilakukan tidak bisa untuk mengejar cakupan per indikator jika melebihi
interval waktu yang ditetapkan, melainkan untuk mengejar jenis pelayanan yang harus
didapatkan bayi misalnya neonatus umur 4 hari belum Kn1 dan pada kelahirannya belum
dapat vitamin K1 dan Hepatitis B1, maka neonatus tersebut dimasukkan cakupan Kn2
sekaligus diberikan pelayanan vitamin K1 dan imunisasi HB0.

C. Rencana Tindak Lanjut


Bagi kepentingan program, analisis PWS KIA ditujukan untuk menghasilkan suatu
keputusan tindak lanjut teknis dan non teknis bagi puskesmas. Keputusan tersebut harus
dijabarkan dalam bentuk rencana operasional jangka pendek untuk dapat menyelesaikan
masalah yang dihadapi sesuai dengan spesifikasi daerah.
1. Rencana tindak lanjut Bidan di desa
Setelah menganalisa data yang didapatkan di wilayah kerjanya, setiap bulan bidan di desa
membuat perencanaan berdasarkan hasil analisanya masing-masing yang akan
didiskusikan pada acara minilokakarya tiap bulan. Rencana tersebut termasuk juga
rencana logistik.

Contoh Rencana Tindak Lanjut Bagi Bidan Desa untuk Ibu Hamil
Jumlah K1 K4 Taksiran Pn
Bumil Persalinan
sampai
Bulan Juni
24 23 6 2 5
Rencana Bekerjasama Memastikan Mempersiapkan Mengkaji dan
Bulan Juli dengan kader ibu K1 yang diri untuk menindaklanjuti
dan dukun bayi seharusnya menolong keadaan dari
untuk mencari sudah persalinan yang satu ibu yang K4
ibu hamil baru memasuki K4 akan terjadi pada tetapi tidak Pn,
dan sisa ibu agar bulan Juli dan memastikan agar
hamil bulan melakukan sekaligus tidak terjadi lagi
lalu yang pemeriksaan mempersiapkan pertolongan
belum di K4 dan untuk obat-obatan yang tidak
periksa secara persiapan lebih untuk persiapan ditolong oleh
lengkap lanjut ke persalinan dan tenaga
persalinan kegawatdaruratan kesehatan
yang aman

Contoh Rencana Tindak Lanjut Bagi Bidan Desa untuk Neonatus


Jumlah K1 Kn Lengkap Neonatus dengan K By
Bumil Komplikasi yang
sampai ditangani
Bulan Juni
24 10 7 2 8
Rencana Mencari - Memastikan - Membuat atau - Kunjungan bayi
Bulan Juli kelahiran Kn1 memperbarui segera untuk
baru: mendapatkan peta neonatus status gizi tidak
- Koordinasi Kn2 dan Kn3 risiko tinggi naik, imunisasi
dengan - Kunjungan - Pemeriksaan belum lengkap,
bidan luar neonatus yang manajemen belum vitamin A
wilayah tidak tercakup terpadu bayi - Kemitraan
- Kemitraan Kn1 atau Kn2 muda untuk dengan kader
dengan atau Kn3 untuk neonatus risiko untuk mengajak
kader,duku memberikan tinggi yang tidak bayi yang belum
n jenis pelayanan tercakup Kn1 Kby 1,2,3,4
yang belum atau Kn2 atau datang ke
didapatkan (Vit Kn3 Posyandu
K1, HB 0, dll)
2. Kepala puskesmas dan bidan koordinator harus mampu melihat masalah dan membuat
perencanaan tindak lanjut berdasarkan masalah yang ada. Label dibawah ini adalah
contoh intervensi yang dilakukan puskesmas yang didiskusikan pada saat pertemuan
bulanan dengan bidan di desa dengan melihat jumlah cakupan di desa.
Tabel Rencana Tindak Lanjut Tingkat Puskesmas
N Nama Angka Absolut PKM Cakupan Puskesmas Rencana Intervensi
p b B N
o Desa d u u e K1 K4 Pn KN1
d m l o
k i i n
l n a
t
u
s

1 A 441 12 11 11 108 83 - 36 - Perbaiki sistem pencatatan dan pelaporan PWS-KIA (Validasi data)
- Mengusahakan agar setiap persalinan dibawa ke Puskesmas/Poskesdes
- Kunjungan oleh Bidan/Dokter pada setiap bufas dan neonatus
- Memberikan hadiah pada bumil yang bersalin di tenaga kesehatan
- Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat agar tiap persalinan ditolong
nakes
2 B 357 10 9 9 80 60 11 11 - Mengusahakan bumil sedini mungkin datang ke tenaga kesehatan
- Mengusahakan agar setiap persalinan dibawa ke Puskesmas/Poskesdes
- Kunjungan rumah oleh bidan/dokter pada setiap bumil, bufas dan
neonatus
- Memberikan hadiah pada bumil yang bersalin di tenaga kesehatan
- Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat agar tiap persalinan di tolong
nakes
- Perbaiki sistem pencatatan dan pelaporan PWS-KIA (validasi data)
- Bumil dan bulin di luar wilayah yang mendapatkan pelayanan di fasilitas
kesehatan tersebut tetap dilaporkan ke dinas kesehatan Kabupaten/Kota
3 C 427 12 11 11 117 67 182 136 - Kunjungan oleh tenaga kesehatan pada bumil
- Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan Kader agar bumil periksa ke
Nakes Secara teratur
- Perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan PWS-KIA (validasi data)
- Bumil dan bulin di luar wilayah yang mendapatkan pelayanan di fasilitas
kesehatan tersebut tetap dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota
4 D 443 12 12 11 133 33 - 27 - Mengusahakan agar setiap persalinan dibawa ke Puskesmas/Poskesdes
- Kunjungan oleh Bidan/Dokter pada setiap bufas dan neonatus
- Memberikan hadiah pada bumil yang bersalin di tenaga kesehatan
- Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan kader agar setiap bumil
periksa teratur dan bersalin oleh nakes

Anda mungkin juga menyukai