Anda di halaman 1dari 12

2.

2 Energi Panas Bumi


Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air,
dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat
dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk pemanfataannya diperlukan proses
penambangan . Panas bumi adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, berpotensi besar
serta sebagai salah satu sumber energi pilihan dalam keanekaragaman energi. Panas Bumi
merupakan sumber energi panas yang terbentuk secara alami di bawah permukaan bumi.
Sumber energi tersebut berasal dari pemanasan batuan dan air bersama unsur-unsur lain yang
dikandung Panas Bumi yang tersimpan di dalam kerak bumi.

Gb 1. Proses Pembentukan Energi Panas Bumi Air Panas

Energi primer ini di Indonesia tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) dibandingkan
dengan cadangan energi primer dunia. Semakin ke bawah, temperatur bawah permukaan
bumi semakin meningkat atau semakin panas. Panas yang berasal dari dalam bumi dihasilkan
dari reaksi peluruhan unsur-unsur radioaktif seperti uranium dan potassium. Reaksi nuklir
yang sama saat ini masih terjadi di matahari dan bintang-bintang yang tersebar di jagad raya.
Reaksi ini menghasilkan panas hingga jutaan derajat celcius. Permukaan bumi pada awal
terbentuknya juga memiliki panas yang dahsyat. Namun setelah melewati masa milyaran
tahun, temperatur bumi terus menurun dan saat ini sisa-sisa reaksi nuklir tersebut hanya
terdapat dibagian inti bumi saja. Pada kedalaman 10.000 meter atau 33.000 feet, energi panas
yang dihasilkan bisa mencapai 50.000 kali dari jumlah energi seluruh cadangan minyak bumi
dan gas alam.
Terbentuknya panas bumi, sama halnya dengan prinsip memanaskan air (erat
hubungan dengan arus konveksi). Air yang terdapat pada teko yang dimasak di atas kompor,
setelah panas, air akan berubah menjadi uap air . Hal serupa juga terjadi pada pembentukan
energi panas bumi. Air tanah yang terjebak di dalam batuan yang kedap dan terletak di atas
dapur magma atau batuan yang panas karena kontak langsung dengan magma, otomatis akan
memanaskan air tanah yang terletak diatasnya sampai suhu yang cukup tinggi ( 100 – 250 C).
Sehingga air tanah yang terpanaskan akan mengalami proses penguapan.Apabila terdapat
rekahan atau sesar yang menghubungkan tempat terjebaknya air tanah yang dipanaskan tadi
dengan permukaan maka pada permukaan kita akan melihat manifestasi thermal. Salah satu
contoh yang sering kita jumpai adalah mata air panas, selain solfatara, fumarola, geyser yang
merupakan contoh manifestasi thermal yang lain. Uap hasil penguapan air tanah yang
terdapat di dalam tanah akan tetap tanah jika tidak ada saluran yang menghubungkan daerah
tempat keberadaan uap dengan permukaan. Uap yang terkurung akan memiliki nilai tekanan
yang tinggi dan apabila pada daerah tersebut kita bor sehingga ada saluran penghubung ke
permukaan, maka uap tersebut akan mengalir keluar. Uap yang mengalir dengan cepat dan
mempunyai entalpi inilah yang kita mamfaatkan dan kita salurkan untuk memutar turbin
sehingga dihasilkanlah energi listrik (tentunya ada proses-proses lain sebelum uap memutar
turbin).
Dipermukaan bumi sering terdapat sumber-sumber air panas, bahkan sumber uap
panas. Panas itu datangnya dari batu-batu yang meleleh atau magma yang menerima panas
dari inti bumi. Magma yang terletak di dalam lapisan mantel memanasi suatu lapisan batu
padat. Di atas lapisan batu padat terletak suatu lapisan batu berpori yaitu batu yang
mempunyai lubang-lubang kecil. Bila lapisan batu berpori ini berisi air yang berasal dari air
tanah atau air resapan hujan atau resapan air danau maka air itu turut dipanaskan oleh lapisan
batu padat yang panas. Bila panasnya besar maka terbentuk air panas bahkan dapat terbentuk
uap dalam lapisan batu berpori. Bila di atas lapisan batu berpori terdapat satu lapisan batu
padat maka lapisan batu berpori berfungsi sebagai boiler. Uap dan juga air panas bertekanan
akan berusaha keluar. Dalam hal ini ke atas yaitu permukaan bumi. Gejala panas bumi pada
umumnya tampak pada permukaan bumi berupa mata air panas, geyser, fumarola dan
sulfatora.

2.2.1 Macam-macam teknologi pada PLTPB

1. Dry Steam Power Plants


Pembangkit tipe ini adalah yang pertama kali ada. Pada tipe ini uap panas (steam) langsung
diarahkan ke turbin dan mengaktifkan generator untuk bekerja menghasilkan listrik. Sisa
panas yang datang dari production well dialirkan kembali ke dalam reservoir melalui
injection well. Pembangkit tipe tertua ini pertama kali digunakan di Lardarello, Italia, pada
1904 dimana saat ini masih berfungsi dengan baik. Di Amerika Serikat pun dry steam power
masih digunakan seperti yang ada di Geysers, California Utara.

2. Flash Steam Power Plants


Panas bumi yang berupa fluida misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 1750 C
dapat digunakan sebagai sumber pembangkit Flash Steam Power Plants. Fluida panas
tersebut dialirkan kedalam tangki flash yang tekanannya lebih rendah sehingga terjadi uap
panas secara cepat. Uap panas yang disebut dengan flash inilah yang menggerakkan turbin
untuk mengaktifkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. Sisa panas yang tidak
terpakai masuk kembali ke reservoir melalui injection well. Contoh dari Flash Steam Power
Plants adalah CalEnergy Navy I flash geothermal power plants di Coso Geothermal field,
California, USA.
3. Binary Cycle Power Plants (BCPP)
BCPP menggunakan teknologi yang berbeda dengan kedua teknologi sebelumnya yaitu dry
steam dan flash steam. Pada BCPP air panas atau uap panas yang berasal dari sumur produksi
(production well) tidak pernah menyentuh turbin. Air panas bumi digunakan untuk
memanaskan apa yang disebut dengan working fluid pada heat exchanger. Working fluid
kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat
exchanger tadi lalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator
untuk menghasilkan sumber daya listrik. Uap panas yang dihasilkan di heat exchanger inilah
yang disebut sebagai secondary (binary) fluid. Binary Cycle Power Plants ini sebetulnya
merupakan sistem tertutup. Jadi tidak ada yang dilepas ke atmosfer.
Keunggulan dari BCPP ialah dapat dioperasikan pada suhu rendah yaitu antara 90 -
1750C. Contoh penerapan teknologi tipe BCPP ini ada di Mammoth Pacific Binary
Geothermal Power Plants di Casa Diablo geothermal field, USA. Diperkirakan pembangkit
listrik panas bumi BCPP akan semakin banyak digunakan dimasa yang akan datang.
2.3.2 Komponen Utama PLTPB dan fungsinya

Peralatan utama PLTP


Peralatan utama PLTP terdiri dari kepala sumur dan valve, separator, silincer, kondensor,
gas extraction dijelaskan pada penjelasan dibawah ini.

 Kepala Sumur dan Valve


Seperti halnya sumur-sumur minyak dan gas, di sumur panas bumi juga dipasang beberapa
Valve (katup) untuk mengatur aliran fluida. Valve-valve tsb ada yang dipasang di atas atau di
dalam sebuah lubang yang dibeton (Concrete cellar).
Disamping itu biasanya dilengkapi juga oleh Bleed Valve, yaitu valve untuk
menyemburkan ke udara dengan laju aliran sangat kecil (bleeding), saat sumur tidak
diproduktifkan. Fluida perlu dikeluarkan dengan laju alir sangat kecil agar sumur tetap panas
dan gas tidak terjebak di dalam sumur, dan juga untuk menghindari terjadinya thermal
shock atau perubahan panas secara tiba-tiba yang disebabkan karena pemanasan atau
pendinginan mendadak dapat dihindarkan.
Disamping itu ada juga yang dilengkapi dengan Ball Floatt Valve yang merupakan Valve
pengaman dari kemungkinan terbawanya air ke dalam aliran pipa uap. Bila ada air yang
terbawa, bola akan naik dan menghentikanaliran. Kenaikkan tekanan akan menyebabkan
Bursting Disc pecah dan mengalihkan aliran ke Silincer.
 Separator
Separator berfungsi untuk memisahkan uap dari air yang bercampur dalam aliran dua fasa.
Separator yang mempunyai effisiensi yang tinggi adalah jenis Cyclone, dimana aliran uap
yang masuk dari arah samping dan berputar menimbulkan gaya sentrifugal. Air akan
terlempar ke dinding, sedangkan uap akan mengisi bagian tengah pipa, dan mengalir
keatas. Uap yang keluar dari separator jenis ini mempuyai tingkat kekeringan (dryness) yang
sangat tinggi, lebih dari 99%. Effisiensi dari jenis ini akan berkurang bila kecepatan masuk
lebih dari 50 m/detik.
 Silincer
Silincer merupakan silinder yang didalamnya diberi suatu pelapis untuk mengendapkan
suara dan bagian atasnya terbuka. Fluida dari sumur yang akan disemburkan untuk dibuang,
akan menimbulkan kebisingan yang luar biasa hingga dapat memekakkan telinga dan bahkan
bila tanpa perlindungan telinga, dapat menyebabkan rusaknya pendengaran. Maka diperlukan
Silencer untuk mengurangi kebisingan dan biasanya juga mengontrol aliran fluida yang akan
dibuang.

Apabila fluida dari sumur berupa uap kering, silincer yang digunakan biasanya berupa lubang
yang diisi dengan batuan yang mempunyai ukuran dan bentuk beragam.

 Turbin Uap
Turbin uap adalah suatu mesin penggerak, yang menggunakan energi dari fluida kerja
(uap) untuk menggerakkan / memutar sudu-sudu turbin. Sudu – sudu turbin ini memutar
poros, poros karena dikopling dengan generator, maka akan menggerakkan generator yang
akan menghasilkan listrik.
Pada dasarnya dikenal 2 jenis turbin :

  Turbin dengan tekanan keluaran sama dengan tekanan udara luar (Atmospheric Exhaust /
Back Pressure Turbine) atau disebut juga turbin tanpa condenser. Pada jenis ini uap keluar
dari turbin langsung dibuang ke udara.
  Turbin dengan condenser (Condensing unit Turbine). Pada jenis ini uap keluar dari turbin
dikondensasikan lagi menjadi air di condenser.
 Kondensor
Fungsi kondensor adalah untuk mengkondensasikan uap menjadi air dengan cara membuat
kondisi vakum di dalam bejana (kondensor). Proses terjadinya vakum dengan cara
thermodinamika bukan cara mekanik.

Fluida yang keluar dari turbin masuk ke condenser sebagian besar adalah uap bercampur
dengan air dingin, di kondensor akan mencapai kesetimbangan massa dan energi.

Pada volume yang sama, air akan mempunyai massa ratusan kali lipat dibandingkan dengan
uap. Sehingga jika uap dalam massa tertentu mengisi seluruh ruangan dalam kondensor,
kemudian disemprotkan air maka uap akan menyusut volumenya, karena sebagian atau
seluruhnya berubah menjadi air (tergantung jumlah air yang disemprotkan) yang memiliki
volume jauh lebih kecil. Akibat penyusutan volume uap dalam kondensor inilah akan
mengakibatkan kondisi ruangan dalam kondensro menjadi vakum.

 Gas Extraction
Untuk menjaga agar kondisi di dalam kondensor tetap vacuum, maka Non Condensable
Gas (NCG) harus dikeluarkan dari kondensor, dengan cara dihisap oleh Ejector .

2.3.3 Dampak Negatif Terhadap Lingkungan


 Potensi panas bumi terdapat di kawasan pegunungan yang biasanya dijadikan
kawasan konservasi sebagai hutan lindung.
 Dengan adanya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber panas bumi di
kawasan tersebut dapat mengganggu daerah konservasi tersebut.

 Serta kemungkinan terjadi pencemaran air tanah oleh kontaminan yang terbawa naik
fluida panas bumi.

2.3.4 Keunggulan Energi Panas Bumi dari Sumber energi Lain


Beberapa keunggulan sumber energi panas bumi adalah:

 Menyediakan tenaga listrik yang andal dengan pembangkit yang tidak memakan
tempat
 Terbarui dan berkesinambungan
 Memberikan tenaga beban dasar yang konstan
 Dapat meng”conserve” bahan bakar fosil
 Memberikan keuntungan ekonomi secara lokal
 Dapat dikontrol secara jarak jauh
 Dapat mengurangi polusi dari penggunaan bahan bakar fosil

Daerah sumber hidrotermal yang luas dan terbentuk secara alami disebut dengan
reservoir panas bumi. Kebanyakan reservoir panas bumi (geothermal) berada jauh di bawah
tanah tanpa petunjuk yang terlihat di permukaan. Reservoir panas bumi dapat dibagi menjadi
4 jenis, yaitu :
 Reservoir hidrothermal (hydrothermal reservoir),
 Reservoir bertekanan tinggi (geopressured reservoir)
 Reservoir batuan panas kering (hot dry rock reservoir)
 Reservoir magma (magma reservoir)

Area Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)

Reservoir hidrothermal mempunyai empat komponen utama, yaitu :


 Sumber panas (heat sources)
 Daerah resapan untuk menangkap air meteorik (recharge area)
 Batuan permeabel, yaitu tempat fluida (umumnya air) panas terakumulasi (permeable
rocks)
 Fluida/air yang membawa panas dari reservoir ke permukaan bumi (fluids)
Secara umum proses kerja pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) memiliki
kesamaan dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Uap yang dihasilkan digunakan
untuk memutar turbin yang seporos dengan rotor generator. Sehingga generator dapat
menghasilkan energi listrik. Yang membedakan adalah, PLTU mendapatkan uap air dengan
cara memanaskan air yang ada pada boiler dengan menggunakan bahan bakar batubara atau
gas. Sedangkan PLTPB, mendapatkan uap air langsung dari perut bumi melalui sumur
produksi. Uap air yang telah digunakan untuk memutar turbin akan diembunkan dengan
menggunakan kondenser. Air hasil pengembunan akan diinjeksikan ke perut bumi melalui
sumur injeksi.

Siklus Uap Air Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)

Siklus Uap Langsung (Direct Steam Cycle)

Pada siklus uap langsung (direct steam cycle), uap air yang didapatkan dari sumur
produksi langsung digunakan untuk memutar turbin. Uap air yang keluar dari turbin akan
diembunkan oleh kondenser kemudian menjadi air dan selanjutnya air tersebut diinjeksikan
kembali ke perut bumi melalui sumur injeksi.
Siklus Uap Terpisah (Separated Cycle)

Pada siklus uap terpisah (separated cycle), campuran uap air dan air yang didapatkan
dari sumur produksi akan dipisahkan terlebih dahulu antara uap air dan airnya di separator.
Air hasil pemisahan akan diinjeksikan kembali ke perut bumi melalui sumur injeksi,
sedangkan uap air hasil pemisahan akan digunakan untuk memutar turbin. Setelah keluar dari
turbin, uap air diembunkan kembali di kondenser dan air hasil pengembunan akan
diinjeksikan kembali ke perut bumi.

Siklus Biner (Binary Cycle)


Pada siklus biner (binary cycle), uap air maupun air panas yang diambil dari perut
bumi tidak secara langsung digunakan untuk memutar turbin, melainkan hanya panasnya saja
yang akan ditransfer di heat exchanger untuk memanaskan suatu fluida (ex : iso-butana)
sehingga menguap. Uap tersebut digunakan untuk memutar turbin. Uap hasil keluaran turbin
akan diembunkan kembali dengan kondenser dan kembali lagi ke heat exchanger.

Berdasarkan jumlah flasher yang digunakan, siklus uap pembangkit listrik tenaga
panas bumi (PLTPB) dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

Single Flash Steam

Double Flash Steam


Triple Flash Steam