Anda di halaman 1dari 1

Menurut PP Nomor 37 Tahun 2010, bendungan adalah bangunan yang berupa urugan

tanah, urugan batu, beton, dan/atau pasangan batu yang dibangun selain untuk
menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung
limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk. Waduk adalah
wadah buatan atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk.
Sedangkan embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan
menampung suplai aliran air hujan serta meningkatkan kualitas air di badan air yang
terkait.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 07/SE/M/2018 tentang Pedoman


Pembangunan Embung Kecil dan Bangunan Penampung Air Lainnya di Desa, kriteria
dan komponen embung kecil meliputi volume tampungan antara 500m 3 – 3000 m3,
tinggi embung maksimal 3 m, mempunyai panjang 20 m – 50 m dan lebar 10 m – 30
m. Sedangkan tampungan bendungan adalah untuk volume lebih dari 3000 m3.
Pada perencanaan ini, terdapat beberapa daerah yang memiliki tipe topografi yang
tidak merata dan area pertanian yang tersebar di beberapa wilayah dengan jarak
yang relatif jauh, maka untuk efisiensi dilakukan perencanaan pembangunan
bendungan dirubah menjadi perencanaan beberapa embung yang tersebar mengikuti
kebutuhan airnya.

*) melebihi standar, perencanaan disesuaikan dengan tipe topografi dan lokasi


kebutuhan air