Anda di halaman 1dari 7

Farmaka 367

Suplemen Volume 16 Nomor 1

REVIEW : AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ALGA MERAH (Rhodophyta)


SEBAGAI ANTIMIKROBA

Dina Sofa Istifada, Nyi Mekar Saptarini


Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor 45363
dinasofaistifada.ds@gmail.com

ABSTRAK
Rumput laut merupakan kelompok tumbuhan berklorofil yang memproduksi metabolit.
Senyawa metabolit yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antimikroba, yaitu antijamur dan
antibakteri. Isolasi alga merah menunjukkan adanya senyawa bioaktif yang terkandung
(polisakarida, pigmen, alkaloid, terpen) yang memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur.
Pada review ini akan membahas tentang pemanfaatan senyawa bioaktif yang dimiliki oleh
alga merah dari berbagai wilayah, meliputi aktivitas biologinya sebagai antibakteri dan
antijamur. Perbedaan hasil aktivitas antimikroba (antijamur dan antibakteri) disebabkan oleh
beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor lingkungan.

Kata kunci: alga merah, antimikroba, senyawa bioaktif

ABSTRACT

Seaweed is a group of chlorophyll plants that produce metabolites. These metabolites show
the antimicrobial activity, such as antifungals and antibacterial. The bioactive compounds
contained (polysaccharides, pigment, alkaloids, terpenoids) are isolated from red algae that
indicate antibacterial and antifungal activity. In this review, discussed about the utilization of
bioactive compounds owned by red algae from various regions, including biological activities
as antibacterial and antifungal. Differences in the results of antimicrobial activity (antifungal
and antibacterial) can be triggered by several factors, such as environmental factors.
Keywords: Seaweed, antimicrobial, bioactive compounds
Diserahkan: 4 Juli 2018, Diterima 4 Agustus 2018

PENDAHULUAN Metabolit sekunder adalah senyawa


Rumput laut merupakan kelompok metabolit non-esensial bagi pertumbuhan
tumbuhan yang berklorofil yang terdiri atas organisme. Fungsinya yaitu untuk
satu atau banyak sel dan berbentuk koloni mempertahankan diri dari kondisi
apabila ditinjau secara biologi. Rumput lingkungan yang kurang menguntungkan
laut mengandung bahan-bahan organik (Khotimah et al., 2013). Beberapa
seperti polisakarida, hormon, vitamin, metabolit sekunder yang diisolasi dari
mineral, dan juga senyawa bioaktif. rumput laut memiliki aktivitas bioaktif
Beberapa rumput laut juga menghasilkan (Venkateswarlu et al., 2007).
metabolit yang mempunyai aktivitas Makroalga menghasilkan beberapa
antioksidan (Pakidi, 2016). komponen bioaktif yang masuk ke dalam
kelompok lemak, asam lemak,
Farmaka 368
Suplemen Volume 16 Nomor 1

polisakarida, dan pigmen serta metabolit sulfat polisakarida yang terkandung.


sekunder seperti alkaloid, fenol, lektin dan Pembentukan oligosakarida meliputi
terpen (Perez et al, 2016). Oleh karena itu, beberapa tahapan, diantaranya yaitu
makroalga memiliki manfaat sebagai depolimerisasi dari struktur polisakarida
tanaman pengobatan. Banyak penelitian dan adanya proses penginduksian protein
yang sudah dilakukan untuk menganalisis antimikroba. Penginduksian protein ini
aktivitas senyawa bioaktif makroalga, terdiri atas antibakteri, antivirus, serta
diantaranya alga merah sebagai antikanker antijamur (Vera et al, 2011).
(Duraikannu et al. 2014) dan antibakteri 1. Polisakarida
(Omar et al, 2012), alga hijau sebagai Polisakarida merupakan senyawa utama
antibakteri (Mishra et al, 2016) dan dari rumput laut terutama alga merah,
antioksidan (Basir et al, 2017), serta alga hijau dan coklat yang memiliki struktur
coklat sebagai antidiabetes dan fungsional. Dinding sel alga terdiri atas
antiinflamasi (Ji-Hyun et al. 2016). beberapa senyawa polisakarida (Balboa
Perairan laut Indonesia memiliki et al, 2013; Usov et al, 2013).
beberapa jenis tumbuhan laut, salah Polisakarida rumput laut memiliki
satunya didominasi oleh tumbuhan alga aktivitas antijamur dan antibakteri.
merah (Rhodophyceae) sebanyak 452 jenis. Aktivitasnya dipengaruhi oleh berat
Selain itu, terdapat sekitar 196 jenis alga molekul, kandungan sulfat serta struktur
hijau (Chlorophyceae) dan sekitar 134 dan konformasinya (Vera et al, 2011).
jenis alga coklat (Phaeophyceae) yang 2. Pigmen
tumbuh serta menempati perairan laut di Pigmen yang terkandung dalam rumput
Indonesia (Pakidi, 2016). laut termasuk hasil fotosintesis. Pigmen
Pada review ini akan dibahas yang ditemukan pada tumbuhan alga
mengenai pemanfaatan senyawa bioaktif meliputi karotenoid, fikobilprotein, dan
yang dimiliki oleh alga merah dari pigmen klorofil (Kraan, 2013). Pigmen
berbagai wilayah, meliputi aktivitas memiliki potensi untuk dikembangkan
biologinya sebagai antibakteri dan sebagai antibakteri, salah satu jenisnya
antijamur. yaitu karotenoid. Peningkatan
konsentrasi ekstrak pigmen karotenoid
POKOK BAHASAN
yang semakin tinggi berbanding lurus
Senyawa Bioaktif
dengan peningkatan aktivitas antibakteri
Beberapa faktor dapat mempengaruhi
(Wiguna et al, 2016). Pigmen
aktivitas antimikroba, seperti berat
karotenoid diketahui dapat
molekul, distribusi kerapatan, struktur dan
menstimulasi akumulasi lisozim. Hal ini
konformasi senyawa serta banyaknya
Farmaka 369
Suplemen Volume 16 Nomor 1

merupakan proses pencernaan dinding cara merusak membran sel serta


sel bakteri yang dilakukan oleh enzim denaturasi protein sel bakteri
imunitas (Herrero et al, 2006). (Madduluri, 2013).

3. Senyawa lain Aktivitas Antimikroba dari Spesies Alga


a. Alkaloid
1. Eucheuma cottonii: BBPBL (Balai
Alkaloid merupakan senyawa
Besar Perikanan Budidaya Laut)
nitrogen heterosiklik, yang terjadi
Lampung
secara alami pada organisme laut,
Aktivitas antibakteri ekstrak alga merah
tumbuhan, mikroba, dan hewan
(Eucheuma cottonii) apabila dilihat dari
(Barbosa et al, 2014). Sebagian besar
zona hambat konsentrasi maksimum
struktur alkaloid yang diisolasi dari
pada pertumbuhan bakteri
rumput laut termasuk ke dalam
Staphylococcus aureus yaitu sebesar
kelompok feniletilamin dan indol.
17,33 mm, pada bakteri Escherichia
Senyawa ini memiliki atom nitrogen
coli sekitar 16,33 mm, bakteri Vibrio
yang terdapat pada cincin siklik
cholera 13, 67 mm serta bakteri
(Guven et al, 2010). Mekanisme
Salmonella typhosa sebesar 11,67 mm.
kerja alkaloid yaitu menghambat
Hal ini dapat dikatakan bahwa zona
komponen penyusun peptidoglikan
hambat ekstrak alga merah (Eucheuma
yang terdapat pada sel bakteri
cottonii) termasuk ke dalam kelompok
(Juliantina, 2008)
atau kategori yang kuat (Sartika et al,
b. Terpen
2013).
Struktur terpen merupakan turunan
2. Gelidium amansii: perairan Cikoang,
dari prekursor lima karbon
Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
isopentenil firofosfat (Bedoux et al,
(kedalaman 1 – 2 meter)
2014). Mekanisme kerja terpenoid
Aktivitas antibakteri ekstrak alga merah
sebagai antibakteri yaitu membentuk
(Gelidium amansii) apabila dilihat dari
ikatan polimer kuat pada porin
zona hambat konsentrasi maksimum
(protein transmembran) yang
pada pertumbuhan bakteri
terdapat di membran luar dinding sel
Staphylococcus aureus yaitu sebesar
bakteri sehingga menyebabkan
14,43 mm dengan masa inkubasi selama
kerusakan porin (Cowan, 1999).
48 jam. Zona hambat maksimum ini
c. Flavonoid
terdapat pada fraksi protein 0-20%.
Mekanisme kerja senyawa flavonoid
Zona hambat yang dihasilkan oleh
yaitu membentuk senyawa kompleks
bioaktivitas antibakteri terbesar ekstrak
terhadap protein extraseluler dengan
Farmaka 370
Suplemen Volume 16 Nomor 1

alga merah (Gelidium amansii) Rumput laut (alga merah dan alga
menunjukkan sifat bakteriostatik. Sifat coklat) dari pantai Selatan Tamilnadu,
bakteriostatik ditandai dengan adanya India memiliki sumber potensial
senyawa antibakteri yang mampu senyawa bioaktif.
menghambat pertumbuhan bakteri uji Tabel 1. Zona inhibisi alga merah pantai
Selatan Rameshwaram
serta tidak mengakibatkan kematian
No Zona inhibisi
Sampel
dalam waktu 48 jam, sehingga . (mm) + s.e
pertumbuhan dan perkembangan bakteri Bacillus 4.0 + 0.063
1.
megaterium (64.5)
bersifat tetap atau statis (Dali et al, Staphylococcu 6.2 + 0.128
2.
2011). s aureus (100)
Citroacitro 2.0 + 0.032
3. Eucheuma spinosum: perairan 3.
species (32.5)
Wongsorejo Banyuwangi Enterobacter 3.0 + 0.086
4.
species (48.4)
Aktivitas antioksidan yang terdapat Klebsiella 3.8 + 0.032
5.
dalam ekstrak metanol alga merah pneumoniae (61.3)
2.2 + 0.063
(Eucheuma spinosum) ditunjukkan 6. E. coli
(35.5)
dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2- Salmonellatyp 3.6 + 0.10
7.
hi (58.1)
picrylhydrazyl) dengan nilai EC50 3.8 + 0.063
8. Shigellafexneri
sebesar 22,13 ppm. Selain itu, aktivitas (61.3)
Keterangan
antibakterinya apabila dilihat dari zona s.e. = kesalahan standar dari perkiraan
hambat pada konsentrasi 80 mg/mL rata-rata
(Rajasulochana et al, 2009)
terhadap pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia 5. Alga merah (Gelidium latifolium,
coli yaitu sebesar 4 mm dan 3 mm. Hypnea musci-formis, Jania rubens,
Selain ditunjukkan dari nilai EC50 untuk Jania spp. and Laurencia obtuse):
aktivitas antioksidan dan nilai zona pantai Barat Libya
hambat untuk aktivitas antibakteri, Alga merah dari pantai Libya
terdapat kandungan senyawa menunjukkan banyaknya kandungan
triterpenoid, flavonoid, serta asam senyawa obat dimana ekstraknya
askorbat pada ekstrak metanol alga menunjukkan adanya aktivitas
merah (Eucheuma spinosum) yang antibakteri yang signifikan (Alghazeer
didapatkan melalui uji fitokimia et al, 2013).
(Hanapi et al, 2013).
4. Alga Merah: Pantai Selatan
Rameshwaram, Tamilnadu, India
Farmaka 371
Suplemen Volume 16 Nomor 1

Tabel. 2 Kandungan senyawa alga merah pantai Barat Libya

6. Alga merah (Gracillaria multipartite J. 2013. In Vitro Antioxidant


Properties of Crude Extracts and
Agardh, summeria): Laut merah, Jeddah
Compounds from Brown Algae.
– Saudi Arabia Food Chemistry. 138(2): 1764-
1785
Pengujian ekstrak alga merah
Barbosa, M., Valentao, P., dan Andrade,
menunjukkan adanya aktivitas P.B. 2014. Bioactive Compounds
from Macroalgae in the New
antibakteri dengan zona hambat sebesar
Millennium: Implications for
20 mm (Omar et al, 2012). Neurodegenerative Diseases.
Marine Drugs. 12(9): 4934-4972.
SIMPULAN Basir A, Tarman K, Desniar. 2017.
Aktivitas Antibakteri dan
Besarnya diameter zona hambat Antioksidan Alga Hijau Halimeda
merepresentatifkan tingginya sensitivitas gracilis dari Kabupaten Kepulauan
Seribu. Jurnal Pengolahan Hasil
mikroorganisme terhadap esktrak rumput Perikanan Indonesia (JPHPI). 20
laut. Beberapa faktor yang dapat (2).
Bedoux, G., Hardouin, K., Burlot, A.S. dan
mempengaruhi besarnya zona hambat yaitu Bourgougnon, N. 2014. Bioactive
sensitivitas bakteri uji, kecepatan difusi Components from Seaweeds:
Cosmetic Applications and Future
agar, media kultur yang digunakan serta Development. Adv Bot Res. 71:
pengaruh kondisi inkubasi yang dilakukan 345-378.
Cowan, M.M. 1999. Plant Products as
saat pengujian aktivitas antimikroba. Antimicrobial Agents. Clinical
Respon bakteri terhadap pemberian ekstrak Microbiology Reviews. 12(4): 564–
82.
rumput laut memberikan aktivitas Dali, S., Hasnah N., Hanapi, U., Ahyar, A.
antibakteri yang berbeda-beda. 2011. Bioaktivitas Antibakteri
Fraksi Protein Alga Merah
Gelidium amansii dari Perairan
DAFTAR PUSTAKA
Cikoang Kabupaten Takalar,
Sulawesi Selatan. Majalah Farmasi
Alghazeer, R., Fauzi, W., Entesar, A.,
dan Farmakologi. 15(1): 47-52
Fatiem, G., Salah, A. 2013.
Duraikannu, K., Shameem, R.K.,
Screening of Antibacterial Activity
Anithajothi, R., Umagowsalya, G.,
in Marine Green, Red and Brown
Ramakritinan, C.M. 2014. In-vivo
Macroalgae from the Western
Anticancer Activity of Red Algae
Coast of Libya. Natural Science.
(Gelidiela acerosa and
5(1): 7-14
Acanthophora spicifera).
Balboa, E.M., Conde, E., Moure, A.,
International Journal of
Falqué, E., dan Domínguez, H.
Farmaka 372
Suplemen Volume 16 Nomor 1

Pharmaceutical Sciences and Mishra, J.K., Srinivas, T., Madhusudan, T.,


Research. 5(8): 3347-3352. dan Sawhney, S. 2016.
Guven, K.C., Percot, A., dan Sezik, E. Antibacterial Activity of Seaweed
2010. Alkaloids in Marine Algae. Halimeda opuntia from the Coasts
Marine Drugs. 8(2): 269-284. of South Andaman. Global Journal
Hanapi, A.A., Ghanaim, F., Ulfatul, M., of Bio-science and Biotechnology.
Miftahurrahmah. 2013. Uji 5(3): 345-348.
Aktivitas Antioksidan dan Omar, H.H., Shiekh, H.M., Gumgumjee,
Antibakteri Ektrak Metanol Alga N.M., El-Kazan, M.M., El-Gendy,
Merah Eucheuma spinosum dari A.M. 2012. Antibacterial Activity
Perairan Wongsorejo Bayuwangi. of Extracts of Marine Algae from
Jurnal ALCHEMY. 2(2): 126-137 the Red Sea of Jeddah, Saudi
Herrero, M., Cifuentes, A., dan Ibanez, E. Arabia. African Journal of
2006. Sub-and Supercritical Fluid Biotechnology. 11(71): 13576-
Extraction of Functional 13585
Ingredients from Different Natural Pakidi, C.S., Hidayat, S.S. 2016. Potensi
Sources: Plants, Food-by-products, dan Pemanfaatan Bahan Aktif Alga
Algae and Microalgae: A review. Coklat Sargassum sp. Jurnal Ilmu
Food chemistry. 98(1) 136-148. Perikanan Octopus. 5(2).
Ji-Hyun O, Kim J, Lee Y. 2016. Anti- Perez, M.J., Falqué, E., Domínguez, H.
inflammatory and Anti-diabetic 2016. Antimicrobial Action of
Effects of Brown Seaweeds in Compounds from Marine Seaweed-
High-fat Diet-induced Obese Mice. a review. Marine Drugs. 14(52): 1-
Nutrition Research and Practice. 38
10(1): 42-48. Rajasulochana, P., R. Dhamotharan, P.
Juliantina, F. R. 2008. Manfaat Sirih Krishnamoorthy, S. Murungesan.
Merah (Piper crocatum) sebagai 2009. Antibacterial Activity of the
Agen Anti Bakterial terhadap Extracts of Marine Red and Brown
Bakteri Gram Positif dan Gram Algae. Journal of American
Negatif. JKKI-Jurnal Kedokteran Science. 5(3): 20-25
dan Kesehatan Indonesia. Sartika, R., Purwiyanto A.I.S., Melki.
Khotimah, K., Darius, dan Sasmito, B.B. 2013. Aktivitas Antibakteri Ekstrak
2013. Uji Aktivitas Senyawa Aktif Rumput Laut Eucheuma cottoni
Alga Coklat (Sargassum terhadap Bakteri Escherichia coli,
fillipendulla) sebagai Antioksidan Staphylococcus aureus, Vibrio
Pada Minyak Ikan Lemuru cholera dan Salmonella typhosa.
(Sardinella longiceps). THPI Maspari Journal. 5(2): 98-103
Student Journal Universitas Usov, A.I. and Zelinsky, N.D. 2013.
Brawijaya. 1(1): 10-20 Chemical Structures of Alga
Kraan, S. 2013. Pigments and Minor Polysaccharides. Functional
Compounds in Algae. Functional Ingredients from Algae for Foods
Ingredients from Algae for Foods and Nutraceuticals
and Nutraceuticals. Venkateswarlu, S., Gopala K. P., Aditya
Madduluri, S., Rao, K.B., Sitaram, B. L.G., Gottumukkala, V.S. 2007.
2013. In Vitro Evaluation of Synthesis, Structural Revision, and
Antibacterial Activity of Five Biological Activities of 4′-
Indegenous Plants Extract Against Chloroaurone, A Metabolite of
Five Bacterial Pathogens of Marine Brown Alga Spatoglossum
Human. International Journal of Variabile. Tetrahedron. 63 (29):
Pharmacy and Pharmaceutical 6909-6914
Sciences. 5(4): 679-684. Vera, J., Castro, J., Gonzalez, A. And
Moenne, A. 2011. Seaweed
Farmaka 373
Suplemen Volume 16 Nomor 1

Polysaccharides and Derived Simbion Karang Lunak


Oligosaccharides Stimulate Sarcophyton sp. terhadap
Defense Responses and Protection Pertumbuhan Bakteri
Against Pathogens in Plants. Staphylococcus aureus ATCC
Marine drugs. 9(12): 2514-2525 25923. IJPST (Indonesian Journal
Wiguna, A.S., Lia, K., Ocky, K.R. 2016. of Pharmaceutical Science and
Uji Aktivitas Antibakteri Pigmen Technology). 3(3): 92-98
Karotenoid dari Isolat Bakteri