Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di beberapa sanggar senam aerobik di wilayah Daerah

Istimewa Yogyakarta dalam kurun waktu Juli - September 2007 dan November 2008 –

Juni 2009 .

Subyek penelitian terdiri dari 40 pelatih senam aerobik wanita yang terdiri dari dua

kelompok. Kelompok yang pertama adalah pelatih senam aerobik yang mempunyai

frekuensi melatih tinggi yakni yang mempunyai jadwal melatih lebih dari tujuh kali

dalam satu minggu. Sedangkan kelompok kedua adalah pelatih senam aerobik yang

mempunyai frekuensi melatih rendah yakni yang mempunyai jadwal melatih kurang dari

sama dengan tujuh kali dalam satu minggu.

Frekuensi melatih/Minggu Jumlah sampel


Tinggi (>7 kali/minggu) 20
Rendah (7 kali/minggu) 20
Tabel 1. Pengelompokan sampel

Tolak ukur kesuburan pada penelitian ini terdiri dari beberapa hal, yakni ovulasi,

siklus menstruasi, perdarahan saat hamil atau aborsi. Pengambilan data dari responden

yang diperoleh dengan dua cara, yakni mengisi kuisioner mengenai frekuensi melatih

senam aerobik, gizi & nutrisi, riwayat menstruasi, riwayat kehamilan dan riwayat

penggunaan alat kontrasepsi serta mengisi tabel suhu badan basal responden setiap hari

selama satu siklus menstruasi.

a. Hubungan antara frekuensi melatih dengan ovulasi.


Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi melatih dengan ovulasi, dapat

dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini:

Ovulasi X2
Frekuensi Ada Tidak ada Total Hitung
No
Melatih n % n % n %
1 Tinggi 8 53.3 7 46.7 15 100
2 Rendah 2 100 0 0 2 100 1,587
Total 10 7 17
Tabel 2.1 Distribusi Ovulasi dengan Frekuensi Melatih Senam Aerobik

Berdasarkan perhitungan chi-square test (x²) di atas diperoleh nilai x²

hitung adalah 1,587. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesa dimana x² tabel

dengan p = 0,05 dan df = 1 adalah 3,84. Perbandingan antara kedua nilai x²

tersebut, diperoleh hasil x² hitung (1,587) < x² tabel (3,84). Sehingga dapat

diketahui bahwa hipotesa kerja (Ha) ditolak yang berarti tidak ada hubungan

bermakna antara frekuensi melatih terhadap ovulasi.

b. Hubungan antara frekuensi melatih dengan siklus menstruasi.

Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi melatih dengan siklus menstruasi,

dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini:

Siklus Menstruasi X2
Frekuensi Teratur Tidak Teratur Total Hitung
No
Melatih n % n % n %
1 Tinggi 14 70 6 30 20 100
2 Rendah 7 35 13 65 20 100 4,912
Total 21 19 40
Tabel 2.2 Distribusi Siklus Menstruasi dengan Frekuensi Melatih Senam Aerobik

Berdasarkan perhitungan chi-square test (x²) di atas diperoleh nilai x²

hitung adalah 4,912. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesa dimana x² tabel

dengan p = 0,05 dan df = 1 adalah 3,84. Perbandingan antara kedua nilai x²

tersebut, diperoleh hasil x² hitung (4,912) > x² tabel (3,84). Sehingga dapat
diketahui bahwa hipotesa kerja (Ha) diterima yang berarti ada hubungan

bermakna antara frekuensi melatih terhadap siklus menstruasi.

Setelah diketahui bahwa ada hubungan antara frekuensi melatih dengan

siklus menstruasi, maka dilakukan analisis dengan menggunakan Contingency

Coefficient untuk mengetahui kekuatan dari hubungan tersebut.

Symmetric Measures

Value Approx. Sig.


Nominal by Nominal Contingency Coefficient .331 .027
N of Valid Cases 40
a. Not assuming the null hypothesis.
b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

Tabel 3. Hasil Uji Statistik Contingency Coefficient, Hubungan Frekuensi Melatih


dengan Siklus Menstruasi

Dari tabel di atas ini dapat dilihat bahwa nilainya adalah 0.331 (value 

0.5), yang bermakna bahwa hubungan antara frekuensi melatih dengan siklus

menstruasi ialah lemah atau tidak kuat.

c. Hubungan antara frekuensi melatih dengan perdarahan saat hamil.

Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi melatih dengan Perdarahan Saat

Hamil, dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut ini:

Perdarahan Saat Hamil X2


Frekuensi Pernah Belum Total Hitung
No
Melatih n % n % n %
1 Tinggi 6 85.7 1 14.3 7 100
2 Rendah 9 81.8 2 18.2 11 100 0,047
Total 15 3 18
Tabel 2.3 Distribusi Ovulasi dengan Frekuensi Melatih Senam Aerobik

Berdasarkan perhitungan chi-square test (x²) di atas diperoleh nilai x²

hitung adalah 0,047. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesa dimana x² tabel


dengan p = 0,05 dan df = 1 adalah 3,84. Perbandingan antara kedua nilai x²

tersebut, diperoleh hasil x² hitung (0,047) < x² tabel (3,84). Sehingga dapat

diketahui bahwa hipotesa kerja (Ha) ditolak yang berarti tidak ada hubungan

bermakna antara frekuensi melatih terhadap kejadian perdarahan saat hamil.

B. PEMBAHASAN

Hasil uji statistic dengan analisis Chi square test diperoleh hasil bahwa tidak adanya

hubungan (p<0.05) antara ovulasi dengan frekuensi melatih pada wanita pelatih senam

aerobik. Hal ini menunjukkan bahwa frekuensi melatih bukan merupakan faktor yang

berpengaruh terhadap ovulasi, meskipun dalam teorinya (), mengatakan bahwa

Hasil uji statistic dengan analisis Chi square test diperoleh hasil bahwa tidak adanya

hubungan (hasil x² hitung(0,047) < x² tabel(3,84)) antara perdarahan saat hamil dengan

frekuensi melatih pada wanita pelatih senam aerobik. Hal ini menunjukkan bahwa

frekuensi melatih bukan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian

perdarahan saat hamil, meskipun dalam teorinya Benjamin (2005), mengatakan bahwa

salah satu alasan penyebab perdarahan saat hamil adalah latihan yang berlebih.