Anda di halaman 1dari 52

15.

1 MENJELASKAN NUTRISI SEIMBANG

1. Pengertian Nutrisi
 Nutrisi adalah proses tubuh menyerap zat gizi dan makanan untuk pertumbuhan dan
perbaikan serta mempertahankan kesehatan tubuh.
 Nutrisi adalah jumlah semua interaksi antara suatu organisme dan makananyang
dikonsumsinya. Dengan kata lain, nutrisi adalah sesuatu yang dimakan seseorang
dan bagaimana tubuh menggunakannya. Zat gizi adalah zat organik dananorganik
yang dijumpai dalam makanan dan dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Manusia
memerlukan zat gizi esensial dalam makanan untuk pertumbuhan danuntuk
memelihara semua jaringan tubuh dan fungsi normal semua proses tubuh.(Kozier,
2010)
 Gizi Seimbang ialah makanan yg dikonsumsi karena individu sehari-hari yg
beraneka ragam & mencukupi 5 kelompok zat gizi dlm jumlah yg cukup, tak
berlebihan & tak kekurangan (Dirjen BKM, 2002).
 Menu seimbang : menu yg tersusun dari beranekaragam makanan dgn jumlah &
proporsi yg sesuai, sehingga mencukupi kebutuhan gizi seseorang guna
pemeliharaan & perbaikan sel-sel tubuh & proses kehidupan serta pertumbuhan &
pertumbuhan (Almatsier, 2001)

2. Faktor yg Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang


a. Ekonomi (terjangkau dgn keuangan keluarga)
b. Sosial budaya (tak bertentangan)
c. Keadann kesehatan
d. Umur
e. Berat badan
f. Aktivitas
g. Kebiasaan makan (like or dislike).
h. Ketersediaan pangan setempat.

1
Pesan Umum Gizi Seimbang
a. Makanlah aneka ragam makanan
Makan makanan yg beranekaragam sangat bermanfaat buat kesehatan.
Makanan wajib mengandung unsur zat gizi yg dibutuhkan tubuh baik kuantitas
maupun kualitas, Idealnya, ada zat tenaga, zat pembangun & zat pengatur.
Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian & umbi-umbian serta tepung-
tepungan yg digambarkan di dasar kerucut.
Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran & buah-buah digambarkan bagian
tengah kerucut.
Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani &
hasil olahan, digambarkan bagian atas kerucut.

Piramida makanan

b. Makanlah makanan buat mencukupi kecukupan energi


Kebutuhan energi bisa tercukupi dgn mengkonsumsi makanan sumber
karbohidrat, protein & lemak. Gejala kecukupan energi bisa dipantau dgn keadann
berat badan yg normal. Pemantauan berat badan dikerjakan pada bayi, balita

2
&usiasekolah dgn memanfaatkan KMS; pada manusia dewasa dgn penghitungan
IMT (Indeks Massa Tubuh); & pada lansia dgn KMS Usila.
Kelebihan energi disimpan dlm wujud lemak/ jaringan lain. Kalau/jika
kelebihan tersebut berlanjut kian mau muncul penyakit (tekanan darah cukup tinggi,
jantung, DM, dll). Sedangkan buat menutupi kekurangan energi, diambilkan
cadangan energi dari jaringan otak/ lemak. Kalau/jika keadann ini berlanjut
sebabkan menurunnya daya kerja/ produktivitas kerja, prestasi belajar & kreativitas,
menurunnya BB & kekurangan gizi lain.

c. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energy


Dua kelompok karbohidrat ialah karbohidrat kompleks & karbohidrat
sederhana. Golongan karbohidrat kompleks: padi-padian (beras, jagung, gandum);
umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) serta tepung, sagu & pisang.
Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih lama sehingga tak membuat gampang
lapar.
Golongan karbohidrat sederhana : gula (menyebabkan gampang lapar).
Pembatasaan konsumsi gula dianjurkan hingga 5% dari jumlah kecukupan energi / ±
3 – 4 sendok makan setiap hari.
Apabila energi yg didapat dari makanan sumber karbohidrat kompleks (selain
gula) melampaui 60% / 2/3 bagian dari energi yg dibutuhkan, kian kebutuhan
protein, vitamin & mineral sulit dipenuhi.

d. Batasi konsumsi lemak & minyak hingga seperempat dari kecukupan energy
Adapun guna lemak & minyak ialah buat menaikkan jumlah energi, membantu
penyerapan vitamin A, D, E, K & menambah lezat hidangan.
Tiga golongan lemak: lemak yg mengandung asam lemak tak jenuh ganda (amat
gampang dicerna), lemak yg mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (gampang
dicerna), & lemak yg mengandung asam lemak jenuh (sulit dicerna).
Makanan yg mengandung asam lemak tak jenuh ganda & tak jenuh tunggal: berasal
dari nabati, kecuali minyak kelapa. Sedangkan makanan sumber asam lemak jenuh:
berasal dari hewani.
Konsumsi lemak & minyak minus sama dgn 10% & tak lebih dari 25 % dari
kebutuhan energi. Komposisi konsumsi lemak nabati: hewani= 2 : 1

3
Kebiasaan mengkonsumsi lemak hewani berlebihan menyebabkan
penyempitan pembuluh darah arteri & penyakit jantung koroner. Sedang makan ikan
mengurangi risiko penyakit jantung koroner, karena karena lemak ikan mengandung
asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 berperan mencegah terjadinya
penyumbatan lemak pada dinding pembuluh darah.

e. Gunakan garam beryodium


Garam beryodium yg dianjurkan ialah garam dg KIO3 (Kalium iodat)
sebanyak 30-80 ppm. Sesuai Keppres No. 69 tahun 1994 menyatakan bahwa
kekurangan yodium bisa membuat dampak GAKY (Gangguan Dampak Kekurangan
Yodium); gondok; kretin & menurunnya IQ.
Indonesia kehilangan 140 juta IQ point dampak GAKY .
Dasar penghitungan klasifikasi pengurangan point IQ ialah :
Kretin (GAKY berat) 50 poin
Gondok 5 poin
Bayi di daerah GAKY 10 poin
GAKY wujud lain 10 poin
Catatan :
Rata-rata IQ manusia normal = 110
IQ dibawah 80 point tergolong bodoh
IQ point mewujudkan/adalah ukuran kemampuan seseorang dlm hal berpikir,
memecahkan kasus & menyesuaikan diri dgn keadann yg baru.
Anjuran pemberian yodium :
Anak SD (daerah endemik berat) 1 kapsul / tahun
Wanita usia subur (WUS) 2 kapsul / tahun @ 200 mg
Ibu hamil 1 kapsul / tahun
Ibu menyusui 1 kapsul / tahun selama menyusui
Konsumsi garam beryodium ± 6 gram per hari/ 1 sendok teh.
Mutu garam baik dgn Tes Kit Yodina. Hasil warna garam yg bermutu baik ialah biru
keunguan.

f. Makanlah makanan sumber zat besi


Fe mewujudkan/adalah unsur penting buat pembentukan sel darah merah.
Kekurangan Fe bisa berakibat Anemia Gizi Besi (AGB). Adapun Gejala-gejala AGB

4
: pucat, lemah lesu, pusing & penglihatan berkunang-kunang; kadar Hb minus dari
normal.
Resiko AGB bagi ibu hamil ialah BBLR, perdarahan & kematian. Bagi anak-
anak ialah kemampuan belajar turun. Sedangkan bagi manusia dewasa ialah
menurunnya produktivitas kerja.
Sumber utama zat besi ialah bahan pangan hewani & kacang-kacangan serta
sayuran berwarna hijau tua. Zat besi Fe pangan asal hewani/haeme lebih gampang
diserap (10-20%) daripada zat besi pangan asal nabati/non haeme (1-2%).
Insidensi / angka kejadian AGB di Indonesia : tak lebih sama dgn 63% bumil & 55%
balita.
Zat gizi yg membantu penyerapan Fe diantaranya protein hewani seperti
daging, ikan & telur, vitamin C, vitamin A, Zink (Zn) & asam folat.
Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil ialah 1 TTD selama
90 hari. Buat balita bisa diberikan preparat besi dlm wujud sirup. Kandungan 1 TTD
= 200 mg ferrosulfat = 60 mg besi elemental + 0,25 mg asam folat
g. Berikan ASI saja pada bayi hingga umur 6 bulan & tambahkan MP-ASI sesudahnya
ASI mewujudkan / adalah makanan terbaik bayi. Pemberian : 0-6 bulan (ASI
Eksklusif = pemberian ASI saja tiada makanan lain). Kegagalan ASI Eksklusif
sebabkan jumlah sel otak berkurang 15-20%.
MP-ASI: makanan/ minuman pendamping ASI buat mencukupi kebutuhan gizinya.

h. Biasakan makan pagi


Manfaat makan pagi ialah buat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan
daya tahan tubuh, menaikkan produktifitas kerja &menaikkan konsentrasi belajar.
Kebiasaan makan pagi, membantu mencukupi kecukupan gizi sehari-hari.
Sedangkan resiko tak membiasakan makan pagi ialah gangguan kesehatan yg berupa
menurunnya kadar gula darah.

i. Minumlah air bersih, aman yg cukup jumlahnya


Air yg kita minum wajib bersih & aman (bebas dri kuman). Fungsi air dlm
tubuh ialah buat melancarkan transportasi zat gizi dlm tubuh; menata keseimbangan
cairan & garam mineral dlm tubuh; menata suhu tubuh; melancarkan dlm buang air
besar & buang air kecil.

5
Kebutuhan air minum ± 2 liter sehari/ 8 gelas sehari, dgn kecukupan air
minum bisa mencegah dehidrasi & menurunkan resiko batu ginjal.

j. Lakukan aktivitas fisik secara teratur


Manfaat dari melakukan aktifitas fisik ialah menaikkan kebugaran; mencegah
kelebihan berat badan; menaikkan fungsi jantung, paru & otot; memperlambat
proses penuaan. Olahraga teratur disesuaikan dgn usia, jenis kelamin, pekerjaan &
keadann kesehatan. Salah satunya dgn membiasakan jalan kaki dgn jarak tempuh ±
50-100 m.

k. Hindari minuman yg beralkohol


Alkohol mengandung energi, tapi tak terdapat unsur gizi lain. Dampak
kebiasaan minum minuman beralkohol ialah terhambatnya proses penyerapan gizi;
hilangnya zat-zat gizi yg penting, meski mengkonsumsi makanan bergizi dlm jumlah
yg cukup; minus gizi; penyakit gangguan hati; kerusakan saraf otak & jaringan.
Sedangkan efek samping minuman alkohol: kerap kali buang air kecil, ketagihan &
hilang kendali diri.

l. Makanlah makanan yg aman bagi kesehatan


Selain bergizi lengkap & seimbang, makanan jg wajib layak konsumsi (aman
buat kesehatan). Syarat makanan aman ialah “wholesome” (zat-zat gizi tak
berlimpah yg hilang & wujud fisiknya masih utuh. Kecuali, kalau/jika makanan
sengaja mau diolah & diubah wujud fisiknya).
Ciri makanan yg tak sehat ialah berlendir, berjamur, aroma & rasa berubah;
lewat tanggal kadaluwarsa & rusak pada kemasan; terdapat zat/ bahan pengawet;
cara pengolahan yg tak benar.

m. Bacalah label pada makanan yg dikemas


Label ialah keterangan tentang isi, jenis, ukuran bahan-bahan yg diberdayakan,
susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa & keterangan penting lain.
Beberapa singkatan yg lazim diberdayakan dlm label diantaranya:
MD Makanan yg dibuat di dlm negeri
ML Makanan luar negeri (import)

6
Tanggal kadaluarsa, yaitu batas waktu makanan tersebut masih layak
Exp
dikonsumsi. Sesudah tanggal tersebut, makanan tak layak dikonsumsi
Standart Nasional Indonesia (keterangan mutu makanan sudah sesuai dgn
SNI
persyaratan)
SP Sertifikat penyuluhan

3. Tanda asupan nutrisi yang adekuat :


 Rambut bercahaya
 Kulit bersih dan mata jernih
 Tubuh berkembang dengan baik
 Ekspresi siap
 Ceria
 Pola tidur sehat
 Selera makan baik
 Kebiasaan buang air besar teratur
 Berat badan seimbang dengan tinggi badan

4. MacamPemberian Nutrisi
a) Nutrisi Normal
Biasanya, makanan dimasukkan ke dalam tubuh melalui mulut. Mulut adalah
awal dari saluran cerna. Pencernaanialah proses pemecahan makanan menjadi zat
sederhana yang dapat digunakan oleh sel tubuh untuk dijadikan makanan. Zat ini
disebut nutrisi esensial.
b) Nutrisi Alternatif
Jika saluran cerna terkena penyakit atau karena hal lain sehingga makanan tidak
dapat dikonsumsi dengan cara biasa, makanan perlu diberikan langsung ke saluran
cerna. Nutrisi diberikan langsung ke tubuh pasien melalui vena. Hal ini disebut infus
intravena. Perawat memulai dan memantau infus intravena (gambar 1.1 – 1.5).
Mereka mengganti botol atau kantung infus yang hampir kosong. Beritahukan hal
tersebut pada perawat sebelum cairan dalam botol atau kantung infus habis.

7
GAMBAR 1.1 Setelah ada instruksi perawat, kumpulkan peralatan yang diperlukan
dan cairan nutrisi infus.

GAMBAR 1.2 Perawat melakukan pemeriksaan ulang terhadap cairan yang akan
diberikan

8
GAMBAR 1.3 Buka kantong set infus secara hati-hati dengan cara yang tepat.

GAMBAR 1.4 Perawat memulai infus intravena dan menambahkan obat-obatan.

9
GAMBAR 1.5 Memantau jumlah cairan, ruang tetes, slang infus, dan daerah tusukan
infus.
Kecepatan cairan infus memasuki tubuh pasien disebut kecepatan aliran.
Kecepatan aliran (diukur dalam tetes per menit) ditentukan oleh instruksi dokter.
Penentuan aktual kecepatan aliran infus adalah tanggung jawab perawat. Untuk
membantu perawat, anda harus :
 Mengetahui dan memeriksa kecepatan aliran cairan infus. Jika pasien menerima
cairan melalui pompa infus. Beri tahu perawat jika alarm pompa infus berbunyi.
 Laporkan pada perawat jika ruang tetes penuh
 Laporkan pada perawar jika tetesan infus lebih cepat atau lebih lambat dari yang
diinstruksikan, atau jika terdapat darah dalam slang infus.
 Laporkan pada perawat jika cairan berhenti menetes atau mengalir terus menerus.
 Periksa daerah tusukan infus berulang kali dan laporkan jika terdapat tanda
kemerahan, bengkak, nyeri, atau bocor.

c) Hiperalimentasi intravenaatau nutrisi parenteral total


adalah diberikan jika saluran gastrointestinal tidak berfungsi karena terdapat
gangguan dalam kontinuitas fungsinya atau karena kemampuan penyerapannya
terganggu. teknik ini memasukkan makanan pekat (konsentrasi tinggi) kedalam vena
besar, seperti vena subklavia atau vena kava superior.
Nutrisi juga dapat diberikan melalui :

10
 Slang nasogastrik (pemberian makan secara enteral)
Diberikan apabila klien tidak mampu menelan makanan atau mengalami gangguan
pada saluran pencernaan atas dan transport makanan ke usus halus terganggu.
Pemberian makanan lewat enteral diberikan melalui slang nasogastrik dan slang
pemberian makan berukuran kecil atau slang dimasukkan melalui hidung kedalam
lambung.

GAMBAR 1.6 Slang nasogastrik.


 Slang gastrostomi
Slang yang dimasukkan melalui dinding perut ke dalam lambung.
 Lavase
Pemberian makan melalui slang membutuhkan keterampilan khusus untuk
menentukan lokasi slang yang tepat. Prosedur ini dilakukan oleh perawat. Formula
yang dijual atau makanan yang dihaluskan dalam bentuk cair dimasukkan kedalam
tubuh melalui selang.

GAMBAR 1.7 Pilih peralatan yang digunakan di instansi anda untuk


mengontrol makanan secara otomatis

11
GAMBAR 1.8 Makanan cair untuk lavase.
Asisten perawat keperawatan mempunyai tanggung jawab khusus jika pasien
terpasang slang makanan. Selain menambah karyawan dan dukungan, asisten
keperawatan juga:
 Meninggikan bagian kepala tempat tidur 30° - 40° pada saat memberi makan dan ½
jam sesudah memberi makan
 Memeriksa fiksasi slang dan memberi tahu perawat jika selang longgar
 Melaporkan adanya mual dan muntah dengan segera
 Memeriksa posisi selang, pastikan bahwa pasien tidak menekan slang
 Pastikan bahwa ujung slang tertutup selama tidak diberi makan
 Lakukan perawatan higiene mulut dengan sering.

GAMBAR 1.9 Anda dapat memberikan kenyamanan dan dukungan selama proses
lavase

12
d) Nutrisi Esensial
Makanan yang kita konsumsi harus memenuhi syarat berikut ini agar memeroleh
gizi yang baik.
 Menyuplai panas dan energi
 Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh
 Mengatur fungsi tubuh
Makanan tersebut disebut zat gizi. Zat gizi esensial untuk mempertahankan
kesehatan, antara lain :
1) Karbohidrat
2) Lemak
3) Protein
4) Vitamin
5) Mineral
6) Air
Ket :
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdapat di dalam makanan berbentuk
amilum. Pembentukan amilum ini terjadi dalam mulut melalui enzim ptialin yang
ada dalam air ludah. Amilum diubah menjadi maltosa, kemudian diteruskan
kedalam lambung. Dari lambung, hidrat arang dikirim terus ke usus dua belas jari,
dan sisa amilum yang belum diubah menjadi maltosa oleh amilase pankreas ini
diubah seluruhnya menjadi maltosa.
Penyerapan karbohidrat yang dikonsumsi/dimakan ditemukan dalam tiga
bentuk, yaitu polisakarida, disakarida, dan monosakarida. Disakarida dan
monosakarida mempunyai sifat mudah larut di dalam air, sehingga dapat diserap
melewati dinding usus/mukosa mengikuti hukum difusi osmosis dan tidak
memerlukan tenaga serta lansung memasuki pembuluh darah. Sumber karbohidrat
yang cukup didapatkan dari padi-padian, buah-buahan, sukrosa, sirup, tepung.
2. Lemak
Lemak sebagai pelindung organ tubuh seperti pembuluh darah, saraf, organ
dan lain-lain terhadap suhu tubuh, dapat membantu rasa kenyang (penundaan
waktu pengosongan lambung), komponen lemak dalam tubuh harus tersedia dalam
jumlah yang cukup sebab kekurangan lemak akan menyebabkan terjadinya

13
perubahan kulit khususnya asam linoleat yang rendah, berat badan kurang. Lemak
merupakan zat gizi yang berperan dalam pengangkut vitamin A, D, E dan K yang
larut dalam lemak.
Penyerapan lemak dalam bentuk gliserol dan asam lemak, gliserol diserap
dengan cara pasif dan asam lemak yang teremulsi ini mampu diserap melewati
dinding usus halus dan tidak semua lemak dapat diserap oleh karena itu
penyerapan lemak dikatakan dengan cara aktif selektif. Sumber lemak yang cukup
dapat diperoleh dari susu, mentega, kuning telur, daging, ikan, keju, kacang-
kacangan, dan minyak sayur,
3. Protein
Protein merupakan merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam
pembentukan protoplasma sel, selain itu tersedianya protein dalam jumlah cukup
penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan untuk
keseimbangan osmotik. Jumlah protein dalam tubuh harus dalam jumlah yang
cukup, karena apabila jumlahnya kurang dapat menyebabkan kelemahan, edema,
kwarshiorkor (apabila kekurangan protein saja), atau marasmus (jika kekurangan
protein kalori). Komponen za gizi protein banyak diperoleh dari susu, telur, daging,
ikan, unggas, keju, kedele, kacang, buncis.
Protein terbuat dari senyawa kecil (asam amino). Tubuh dapat menghasilkan
asam amino, tetapi tidak semua
a. Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino yang tidak
dapat diproduksi tubuh. Contoh dari protein lengkap ini adalah daging, ikan,
telur, dan unggas
b. Protein tak lengkap – meskipun sama pentingnya, tetapi tidak mengandung
asam amino esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang harus
diperoleh melalui makanan. Contoh makanan yang mengandung protein tak
lengkap adalah jagung, kedelai, kapri, dan kacang-kacangan
4. Vitamin
Vitamin adalah zat yang mengatur proses tubuh. Vitamin berfungsi untuk :
 Menguatkan tulng dan gigi
 Mempercepat pertumbuhan
 Membantu fungsi normal tubuh
 Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit

14
Vitamin yang larut dalam lemak tidak mudah dilarutkan dalam air. Mereka
dapat disimpan dalam tubuh. Vitamin A, D, E dan K adalah vitamin yang larut
dalam lemak. Vitamin B dan C adalah vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini
dapat hilang saat pemasakan. Sacara umum, vitamin ini tidak disimpan dalam
jumlah besar.
Jenis Vitamin, Sumber, dan Fungsi
Jenis Vitamin Sumber Fungsi
Vitamin A Lemak hewani, mentega, Membantu dalam pertumbuhan
keju, kuning, susu lengkap, sel tubuh, penglihatan, rambut
mineral hati ikan, dedaunan kulit yang sehat, integritas
hijau, buah yang kuning membran epitel, mencegah
dan sayuran xerophtalmia
Vitamin B1 Ikan, daging ayam tak Metabolisme karbohidrat,
(thiamin) berlemak, kacang-kacangan membantu kelancaran sistem
dan susu persarafan, mencegah beri-beri
atau penyakit yang ditandai
neuritis
Vitamin B2 Telur, sayuran daun hijau, Membantu dalam pembentukan
(riboflavin) daging tak berlemak, susu, enzim, pertumbuhan, membantu
bijian lengkap adaptasi cahaya dalam mata
Vitamin B3 Daging tak berlemak, hati, Metabolisme karbohidrat, lemak
(niasin) ikan, kacang-kacangan, dan protein, komponen enzim,
bijian lengkap, telur, hati mencegah menurunnnya nafsu
makan.
Vitamin B6 Biji-bijian, sayuran, daging, Membantu kesehatan gusi dan
(piridoksin) pisang gigi, pembentukan sel darah
merah, metabolisme karbohidrat,
lemak dan protein.
Vitamin B12 Hati dan ginjal, susu, Metabolisme protein,
(sianokobalamin) daging tak berlemak, ikan pembentukan sel darah merah,
dan kerang laut kesehatan jaringan, mencegah
anemia
Vitamin C (asam Buah, jus jeruk, tomat, Kesehatan tulang, gigi dan gusi,

15
askorbat) buah beri, kubis, sayuran pembentukan dinding pembuluh
hijau dan kentang darah dan kapiler, kesembuhan
jaringan dan tulang,
memudahkan penyerapan zat
besi dan asam folat.
Vitamin D Minyak hati ikan, susu, Penyerapan kalsium dan fosfor,
(kalsiferol) kuning telur, mentega, hati, mencegah rakhitis
kerang, atau terbentuk di
kulit akibat pemanasan
sinar matahari
Vitamin E (alfa Sayuran daun hijau Pembentukan sel darah merah,
tokoferol) melindungi asam amino utama
Vitamin (biotin) Kuning telur, sayuran hijau, Kegiatan enzim, metabolisme
susu, hati dan ginjal karbohidrat, lemak dan protein
Vitamin K Hati, telur, sayuran daun Produksi protombin, apabila
(koinon) hijau terjadi kekurangan dapat
menyebabkan perdarahan dan
metabolisme tulang tidak stabil

5. Mineral
Mineral merupakan komponen zat gizi yang tersedia dalam kelompok mikro,
yang terdiri dari kalsium, klorida, khromium, kobalt, tembaga, fluorin, yodium,
besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, sulfur, dan seng. Mineral hadir
dalam bentuk tertentu sehingga tubuh mudah untuk memprosesnya. Umumnya,
mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi pasif
maupun transfor aktif. Mekanisme transpor aktif terjadi jika kebutuhan tubuh
meningkat atau diet yang rendah kadar mineralnya. Mekanisme transpor aktif ini
diatur oleh hormon.
a. Kalsium
Kalsium merupakan mineral yang berguna untuk pengaturan struktur tulang dan
gigi, kontraksi otot, iritabilitas syaraf, koagulasi darah, kerja jantungdan
produksi susu. Apabila kekurangan kalsium dapat menyebabkan mineralsasi
tulang dan gigi yang jelek, osteomalasia, osteoporosis, rakhitis dan gangguan

16
pertumbuhan. Tersedianya kalsium ini dapat diperoleh dari susu, keju, sayur-
sayuran berdaun hijau, kerang.
b. Klorida
Klorida sangat berguna dalam pengaturan osmotik, keseimbangan asam basa,
yang tersedia dalam garam, daging, susu, dan telur.
c. Khormium
Khormium berguna untuk glikemia dan metabolisme insulin yang tersedia
dalam ragi, tembaga
d. Fluor
Fluor merupakan mineral yang berguna untuk pengaturan struktur gigi dan
tulang yang apabila tersedia dalam jumlah yang kurang menyebabkan karies
gigi. Sumber terdapat pada air, makanan laut, tumbuh-tumbuhan.
e. Yodium
Berguna untuk pengaturan metabolisme tubuh, memperlancar pertumbuhan.
Apabila kekurangan dapat menyebabkan gondok, mineral tersebut terdapat
dalam garam beryodium dan makanan laut.
f. Besi
Merupakan struktur dari hemoglobin untuk pengankutan CO2 dan O2,
kekurangan besi dapat menyebabkan anemia, membantu oksidasi dalam sel. Zat
tersebut terdapat dalam hati, daging, kuning telur, sayuran hijau, padi, dan
tumbuhan.
g. Magnesium
Magnesium berguna dalam aktifitas enzim pada metabolisme karbohidrat,
apabila kekurangan menyebabkan malabsorbsi yang menyebabkan hipokalemia
dan hipokalsemia. Terdapat pada biji-bijian dan kacang-kacangan.
h. Mangan
Berfungsi dalam aktifitas enzim yang terdapat dalam kacang-kacangan, padi,
biji-bijian, dan sayuran hijau.
i. Fosfor
Merupakan unsur pokok dalam pertumbuhan tulang dan gigi, kekurangan dapat
menyebabkan kelemahan otot, fosfor dapat diperoleh dari susu, kuning telur,
padi-padian.

17
j. Kalium
Berfungsi dalam kontraksi otot dan hantaran impuls syaraf, keseimbangan
cairan, pengaturan irama jantung, kalium dapat diperoleh dari semua makanan
k. Natrium
Berguna dalam pengaturan tekanan osmotik, pengaturan keseimbangan asam
basa, keseimbangan cairan. Kekurangan ini dapat menyebabkan kram otot,
nausea, dehidrasi, hipotensi, natrium ini dapat diperoleh dari garam, susu,
tepung.
l. Sulfur
Merupakan unsur pokok dalam protein seluler yang membantu proses
metabolisme jaringan syaraf, sulfur ini dapat diperoleh makanan unsur pokok
dari beberapa enzim karbonik anhidrasi yang penting dalam pertukaran CO2
yang tersedia dalam daging, padi-padian, kacang-kacangan dan keju.
m. Zinc
Sebagai bahan pembentuk enzim dan insulin, terdapat makanan laut dan hati.

6. Air
Air merupakan kebutuhan nutrisi yang sangat penting, mengingat kebutuhan
air pada bayi relatif tinggi 75-80% dari berat bahan dibandingkan dengan orang
dewasa yang hanya 55-60%. Air bagi tubuh dapat berfungsi sebagai pelarut untuk
perlukaan seluler, sebagai medium untuk ion, trnasport nutrien dan produk
buangan dan pengaturan suhu tubuh.
Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar dari pada orang dewasa. Semakin
tua umur seseorang, maka proporsi air tubuhnya semakin berkurang. Pada orang
dewasa asupan cairan berkisar antara 1200-1500 cc perhari, walaupun sering
dianjurkan 1900 cc sebagai batas optimum. Selain itu, air dapat masuk ke tubuh
malalui makanan lain berkisar antara 500-900 cc perhari. Disamping itu juga dapat
diperoleh dari hasil akhir proses oksidasi. Kebutuhan air akan makin meningkat
jika terjadi peningkatan kehilangan air misalnya berkeringat, muntah, diare, atau
adanya gejala dehidrasi. Sumber zat air dapat diperoleh dari air dan semua
makanan.

18
5. Empat Kelompok Makanan
Diet seimbang mengandung jumlah zat gizi esensial yang tepat. Empat kelompok
makanan dapat dijadikan panduan memilih makanan untuk diet nutrisi yang adekuat.
Gambar 1.10 menunjukkan empat kelompok makanan dan makanan bergizi yang
disiapkan berdasarkan kelompok tersebut.
Ukuran pemberian makanan rata-rata :
 1 buah-buahan ukuran sedang atau yang sebanding
 ½ cangkir buah-buahan matang atau sayuran matang
 3-4 ons daging
 2-3 ons pasta/roti
Tabel 1.1 takaran rata-rata makanan yang dipilih
Makanan Ukuran
Buah segar
Apel 1 buah ukuran sedang
Pisang 1 buah ukuran sedang
Persik 1 buah ukuran sedang
Aprikot 2-3
Kurma 2-3
Buah kalengan
Anggur ½ kaleng
Nanas 2 potong
Persik ½ cangkir
Jus 6 ons
Sayuran
Segar 3-4 ons
Masak ½ cangkir
Susu 8 ons
Telur 1-2 butir
Daging, ikan, unggas 3-4 ons dimasak
Gandum kering 1 ons (2/3 cangkir)
Roti 2 karet
Pasta 2 ons (tidak dimasak)

19
a. Kelompok buah-buahan dan sayuran
Pilih empat atau lebih buah-buahan dan sayuran untuk dihidangkan, antara lain:
 Sayuran hijau atau kuning
 Pilih satu atau lebih untuk dihidangkan setiap hari
 Gunakan sayuran segar, yang dimasak, beku, atau kalengan
 Kelompok sayuran ini mengadung vitamin A, kalsium, dan zat besi
 Sayuran berdau hijau mengadung riboflavin dan niasin, yang keduanya
merupakan vitamin B.
Satu atau lebih sayuran yang dihidangkan sehari-hari
Asparagus: hijau Labu
Bayam Lada: hijau dan merah
Biji mustrad Lobak
Brokoli Lobak cina
Buncis Peterseli
Kacang polong Selada
Kacang-kacangan Semua sayuran hijau
Kangkung Umbi-umbian
Ubi jalar Wortel
Kubis

 Buah jeruk, tomat, dan kubis segar


 Pilih satu atau lebih untuk dihidangkan setiap hari
 Kelompok ini mengandung vitamin C dosis tinggi
 Kelompok ini mengandung vitamin A dan vitamin B kompleks
 Sayuran hijau berikut ini mengandung zat besi dan kalsium

20
GAMBAR 1.10 Empat kelompok makanan dan minuman bergizi yang disiapkan
berdasarkan kelompok makanan.
Satu atau lebih dihidangkan setiap hari
Jeruk bali Nanas: segar
Brokoli Salad hijau
Jus anggur Semangka
Kubis: segar Semua jenis jeruk
Lada: hijau dan segar Stroberi: segar
Lobak cina: segar Tomat dan jus

 Kentang dan sayuran serta buah-buahan lain


 Pilih dua atau lebih untuk menu harian
 Pilih makanan dalam kelompok ini yang segar, dimasak, beku, kaleng, atau
kering
 Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan dalam kelompok ini
memberikan tiamin (vitamin B1), vitamin A dan C, kalsium serta fosfor.
Dua atau lebih menu harian : alpukat, anggur, apel, apricot, ara, bawang pre,
bawang putih, beri, bit, ceri, beri merah, jagng manis, jamur, jeruk, jus nanas
kalengan, kembang kol, kentang, ubi jalar, kesemek, kubis putih, kurma, lobak,
pir, pisang, prem, sawi asin, selada kelapa, seledri, terong, timun, wortel.

21
b. Kelompok susu
 Kelompok ini memberikan kalsium, fosfor, riboflavin, protein, vitamin A, dan
lemak
 Manusia membutuhkan zat gizi dalam menu sehari-hari dalam jumlah yang
berbeda-beda
 Anak-anak harus minum tiga atau empat gelas susu setiap hari
 Remaja memerlukan empat gelas susu atau lebih
 Orang dewasa harus meminum dua gelas atau lebih
 Wanita hamil harus minum sedikitnya ¼ liter susu atau nutrisi yang seimbang
setiap harinya
 Ibu menyusui harus meningkatkan jumlah susu dalam dietnya ½-1 liter sehari
 Kebutuhan akan kalsium per hari bagi wanita pascamenopause adalah 1500 mg
 Keju, eskrim, dan produk susu lainnya dapat dijadikan pangganti susu
Makanan harian berikut memiliki kandungan kalsium yang sama dengan satu
gelas susu dan dapat dijadikan pengganti susu.
Penggganti susu
 1 ons keju cheddar
 4 ons keju krim
 12 ons keju kecil
 1-3/4 cangkir es krim
 1 cangkir yogurt
Susu tersedia dalam bentuk
 Susu murni
 Susu skim
 Susu kental tawar
 Susu kental
 Dadih
 Susu bubuk
c. Kelompok padi-padian
 Pilih empat atau lebih untuk menu harian
 Padi-padian yang diperkaya atau padi-padian lengkap ditambah susu akan
menambah nilai gizi yang terkandung

22
 Kelompok ini mengandung karbohidrat, tiamin (vitamin B), niasin, zat besi dalam
selulosa
Empat atau lebih untuk menu harian :
Roti: terigu murni, gandum hitam, diperkaya dengan jagung
Roti atau biskuit dibuat dari gandum murni atau tepung yang telah diperkaya
Tepung: yang telah diperkaya, gandum murni, atau padi-padian lain
Bubur jagung, sereal yang tinggi nilai gizinya: terigu murni, roti jagung, beras
merah, beras, sereal
Mie, spageti, makaroni.
d. Kelompok daging
 Pilih dua atau lebih untuk menu harian
 Silih berganti dengan buncis kering atau kacang-kacangan, yang merupakan
protein tidak lengkap
 Kelompok ini mengandung protein, beberapa lemak, zat gizi, fosfor, dan vitamin B
kompleks
Satu untuk menu harian (daging, unggas, ikan)
 Sapi
 Biri-biri
 Domba
 Burung
 Anak sapi
 Babi (kecuali daging asin atau lemaknya)
 Hati, jantung, ginjal, otak, lidah, pankreas, babat
 Unggas: ayam, bebek, angsa, kalkun
 Ikan. Kerang
 Daging untuk makan siang, seperti bologna
Dua untuk menu harian
Buncis kering Kedelai
Kacang Miju
Kacang polong kering Selai kacang
Kacang tanah Tepung kedelai dan bubur jagung

23
24
15.2 MENUNJUKAN KEMAMPUAN MEMBERIKAN MAKAN PERORAL PADA
PASIEN/KLIEN.

1) Diet Dasar Fasilitas


Makanan yang akan anda sajikan untuk pasien di layanan perawatan kesehatan
disiapkan oleh bagian gizi. Yang akan memasukkan zat gizi esensial dalam makanan
tersebut. Cara penyiapan dan konsistensi makanan tersebut bergantung pada kondisi
dan kebutuhan setiap pasien. Terkadang diperlukan pengendalian diet yang ketat.

GAMBAR 1.11 Diet pasien disiapkan di bagian gizi.


Baki yang berisi makanan biasanya dikirim ke tempat pasien dalam wadah
makanan yang besar. Setiap baki di beri label nama pasien dan jenis dietnya. Anda
harus:
 Menyiapkan pasien untuk makan
 Memeriksa baki untuk ketepatan diet
 Memeriksa kesesuaian label nama baki dengan gelang identitas pasien.
 Memberikan baki kepada pasien
 Menyuapi jika perlu

Instansi layanan kesehatan biasanya mempunyai berbagai jenis diet, yaitu :


1. Diet Umum
a. Diet Reguler atau rumah, terkadang disebut diet pilihan
Diet reguler, pilihan, atau rumah adalah diet normal atau diet lengkap berdasarkan
empat kelompok makanan yang telah dibahas sebelumnya.Diet reguler:

25
 Terdiri atas berbagai macam makanan
 Pengecualian hanya pada makanan yang tinggi kalori, seperti roti kue basah,
makanan yang digoreng, dan makanan yang berkadar garam tinggi yang sulit
dicerna olh individu yang tidak aktif.
 Jumlah kalori diberikan rendah karena individu yang tidak aktif, tidak
memerlukan kalori dalam jumlah yang sama dengan orang yang aktif.
Di sebagian besar sarana layanan kesehatan, pasien dapat memilih makanan dari
daftar menu yang tersedia.

GAMBAR 1.12 Pasien yangs sedang menjalani “diet rumah” dapat memilih
makanan dari daftar menu yang tersedia.

b. Full liquid
Diet cairan jenis ini menyuplai makanan makanan dan digunakan untuk periode
yang lebih lama dari pada diet cair jernih. Berat diet ini sekitar 600-800 gr dan
diberikan setiap dua atau tiga jam.
Diet full liquid diberikan pada:
 Pasien yang mengidap infeksi akut
 Pasien yang mengalami kesulitan mengunyah
 Pasien yang mengalami kondisi berkaitan dengan saluran cerna.
Berikut ini adalah makanan yang diberikan dalam diet clear liquid
 Sereal saring
 Sup saring
 Serbat
 Agar-agar (gelatin)
 Eggnog

26
 Malted milk
 Susu dan krim
 Susu dan krim
 Es krim
 Sayuran saring dan jus buah
 Susu asam
 Makanan padat yang mencair pada suhu ruang
 Yogurt

c. Clear liquid
Clear liquid diet ( diet cair jernih). Diet ini merupakan diet sementara karena tidak
adekuat. Diet ini terutama terdiri atas air dan karbohidrat untuk energi. Makanan ini
diberikan setiap, dua, tiga, atau empat jam sesuai rekomendasi dokter. Diet cair ini
mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah atau diare. Selain itu, diet ini
juga akan tampak jernih jika dilihat melalui cahaya. Cairan jernih ini terdiri dari
cairan yang tidak bersifat iritatif dan menyebabkan pembentukan gas atau
mendorong gerakan peristaltik (defekasi).
Makanan yang diperbolehkan dalam clear liquid diet meliputi:
 Teh atau kopi dengan gula tanda skim
 Buah-buahan yang disaring atau jus sayuran dengan gelatin (diberikan sesekali)
 Kaldu daging tanpa lemak
 Air jahe, anggur saring, atau jus apel
 Gelatin (diberikan sesekali)

d. Lunak
Diet lunak biasanya mengikuti diet full liquid. Meskipun diet ini dapat memenuhi
kebutuhan nutrisi tubuh, terkadang diberikan di sela waktu makan untuk
meningkatkan jumlah kalori. Karakteristik makanan diet lunak:
 Sisa makanan sedikit dan hampir seluruh makanan diserap oleh tubuh.
 Bumbu diberikan dalam jumlah sedang, sedikit, atau tanpa bumbu sama sekali.
 Makanan disediakan dalam bentuk yang mudah dicerna.
Diet ini termasuk makanan cair ini dan setengah padat yang lembut dan mudah
dicerna. Diet ini diberikan pada pasien yang:

27
 Mengidap infeksi dan mengalami demam.
 Mengalami kesulitan mengunyah.
 kondisi yang berkaitan dengan saluran cerna
 Sedang menjalani diet rutin pascabedah.

GAMBAR 1.13 Diet lunak mencakup makanan yang mudah dikunyah.


Berikut ini makanan yang biasanya diberikan dalam diet lunak.
 Sup.  Susu, krim, mentega.
 Keju krim dan keju lembut.  Sereal yang dimasak.
 Kraker, roti panggang.  Telur (yang tidak digoreng).
 Ikan.  Daging sapi dan domba.
 Daging ayam, atau kalkun  Sayuran yang dimasak (disaring).
(direbus atau dikukus).  Kue atau bolu.
 Jus buah.  Gula dalam jumlah sedikit.
 Buah-buahan matang  Agar-agar.
(disaring).  Puding.
 Teh, kopi.  Es krim.

Makanan yang harus dihindari :


 Gandum kasar.
 Rempah-rempah.
 Makanan pembentukan gas (bawang putih, kubis, buncis).
 Kue kering dan pencuci mulut.
 Makanan tinggi serat.
 Makanan yang digoreng.

28
 Buah-buahan dan sayuran mentah.
 Jagung.
 Babi (kecuali lemak babi/bacon).

e. Ringan
Diet ringan atau diet pemulihan adalah diet pertengahan antara diet lunak dan
reguler. Perbedaan diet ringan dengan diet reguler hanya terletak pada metode
persiapan makanan. Makanan tidak boleh digoreng untuk memudahkan
pencernaannya. Oleh sebab itu, makanan sebaiknya di:
 Bakar.
 Rebus.
 Panggang.
Makanan berlemak, pedas, dan kasar harus dihindari. Diet ringan ini diberikan
untuk:
 Pasien dalam kondisi pemulihan.
 Pasien prabedah atau pascabedah.
 Pasien dengan penyakit minor.
Makanan yang diberikan dalam diet ringan:
 Makanan diet lunak.
 Daging panggan atau bakar.
 Buah-buahan, kecuali yang tinggi selulosa.
 Sayuran, kecuali yang tinggi selulosa.
 Gandum halus.
 Semua roti, kecuali yang terbuat dari dedak.
 Makanan pencuci mulut, kecuali kue kering yang berlemak.
 Mentega, krim, babi.
 Sedikit gula-gula.
 Teh, kopi.
Makanan yang harus dihindari:
 Kue kering berlemak.
 Bumbu salad yang berlemak.
 Makanan yang digoreng.
 Gandum kasar.

29
 Babi (kecuali lemak babi).
 Sayuran dan buah-buahan tinggi selulosa.

2. Diet Khusus
Diet khusus dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasien. Pasien mungkin diet khusus
karena alasan agama atau karena kebutuhan kesehatan.
a. Batasan Religius
Praktik religius terkadang membutuhkan perubahan dalam diet untuk beberapa
pasien. Misalnya, seseorang yang beragama Yahudi konservatif mempunyai
aturan makan yang ketat yang harus dipatuhi.
 Ada larangan ketat untuk memakan kerang-kerangan dan daging nonkhoser,
seperti daging babi.
 Ikan tertentu, seperti tuna dan salmon diperbolehkan.
 Makanan tidak boleh disiapkan dengan peralatan yang telah digunakan untuk
menyiapkan makanan nonkhoser.
 Berapa peraturan ketat berhubungan dengan konsumsi produk susu dan
daging.
Beberapa batasan religi yang lain dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
TABEL 1.2praktek diet berdasarkan agama.
Agama Kristen Katolik Muslim Advent Baptis Yunani
Ortodok
(di bulan
puasa)
Makanan
yang
dibatasi
Kopi   
Teh   
Alkohol    
Daging  
babi/produk
babi
Makanan 

30
yang
mengandun
g kafein
Produk susu 
Semua 1 jam Beberapa 
daging sebelum kelompok
komuni, ash
wed, Jumat
Agung
Sebagai tambahan, agama Yahudi Ortodok:
 Melarang menyajikan susu dan produk susu  Melarang memakan roti ragi
dengan daging selama Passover.
 Melarang memasak makanan dihari sabbath  Menggamati hari-hari khusus
untuk berpuasa.

b. Diet Terapeutik
Diet standar dapat diubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan diet khusus.
Misalnya, permintaan diet lunak rendah garam untuk pasien yang mempunyai
gigi sedikit atau yang berpenyakit jantung. Diet terapeutik uni disiapkan untuk
pasien sesuai dengan masalah kesehatannya masing-masing.
Umumnya diet terapeutik yang diserapkan mencakup diet diabetes, diet pantang
garam, dan diet rendah lemak.
1. Diet Diabetes
Diet ini adalah bagian integral dari terapi untuk pasien diabetes melitus. Diet
ini mengandung nutrisi yang adekuat. Diet ini memberi energi yang cukup
dalam bentuk kalori untuk 24 jam. Terkadang diet yang tepat adalah diet yang
dibutuhkan untuk mengendalikan penyakit. Akan tetapi, biasanya asupan
cairan diimbangi dengan pemberian insulin atau hipoglikemi.
Penting bagi anda untuk mengevaluasi secara akurat dan melaporkan asupan
makanan pasien. Makanan dan minuman mempunyai dampak yang besar
dalam penatalaksanaan diabetes. Penyakit ini meningkatkan kebutuhan insulin
karena hati melepaskan lebih banyak glukosa sebagai respons terhadap stres.
Dehidrasi adalah masalah utama yang serius bagi penderita diabetes. Hal ini

31
dapat terjadi jika asupan makanan dan minumannya tidak mencukupi.
Pemberian insulin dapat bergantung pada observasi anda. Tidak semua dokter
menginstruksikan asupan diet dengan cara yang sama.
 Beberapa dokter meresepkan dengan sangat cermat keseimbangan diet dan
insulin untuk mempertahankan kadar gula (glukosa) dalam batas normal.
Semua makanan harus ditimbang dan dibutuhkan injeksi insulin secara
berulang.
 Dokter lainnya bersikap lebih liberal dalam pendekatannya. Mereka
mengizinkan diet yang tidak diukur, pembatasan hanya dilakukan pada gula
dan makanan yang berkadar gula tinggi. Diet ini dikenal dengan diet rendah
gula. Diet ini harus diimbangi dengan insulin atau obat hipoglikemi.
 Banyak dokter merawat pasien diabetes dengan pendekatan pertengahan
antara dua metode terdahulu. Mereka menganjurkan untuk menjalankan diet
dengan kadar kalori spesifik, misalnya diet 1200 kalori atau 1500 kalori.
Ahli diet mengajari pasien tentang diet dan tindakannya sebagai sumber
utama pemberi pelayanan kesehatan. Diet ini diimbangi dengan insulin dan
obat hipoglikemi.
Daftar Pertukaran Makanan adalah metode penyeimbangan diet diabetes:
 Berdasar pada standar ukuran rumah tangga untuk mempermudah
pengukuran.
 Menghindari gula atau makanan dengan kadar gula tinggi untuk mencegah
terjadi lonjakan kenaikan kadar gula darah.
 Membagi makanan menjadi enam kelompok.
 Memperbolehkan pertukaran yang seimbang dalam satu kelompok tetapi
tidak dari kelompok ke kelompok.

Enam kelompok tersebut adalah:


 Penukar susu
 Penukar sayuran: kelompok A
 Penukar sayuran: kelompok B
 Penukar buah
 Penukar roti
 Penukar daging

32
 Penukar lemak
2. Diet Pembatasan Natrium
Diet ini diberikan kepada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis dan
kardiovaskuler. Diet ketat natrium ringan, sedang, dan berat ini dapat
diresepkan. Diet yang terakhir ini adalah salah satu diet yang paling sulit
diikuti oleh pasien. Makanan yang diproses juga merupakan faktor penting
bagi peningkatan natrium. Faktor ini yang harus dipertimbangkan dalam
merencanakan dan memilih makanan untuk diet ketat natrium. Untuk itu
sangat penting bagi kita untuk membaca dengan cermat daftar kandungan
makanan yang tertera pada makanan siap saji.
Beberapa makanan biasanya mengandung jumlah natrium yang relatif besar.
Makanan berikut ini termasuk dalam makanan yang dibatasi konsumsinya:
 Daging
 Ikan
 Unggas
 Susu dan produk susu
 Telur
Makanan yang harus dihindari:
 Daging babi
 Keripik kentang
 Soda
 Cokelat
 Daging yang diproses
 Makanan kaleng, seperti sayur dan sup
Beberapa makanan yang secara alami sudah rendah garam, yaitu:
 Sereal
 Sayuran
 Buah
3. Diet Pembatasan Kalori
Agar aktifitas tetap konstan, seseorang harus mengonsumsi sekitar 500 kalori
sehari kurang dari biasanya (defisit kalori per minggu sebesar 3500 kalori)
untuk menghilangkan 0,45 kg berat badan.

33
Diet kalori terbatas diberikan untuk pasien yang memiliki kelebihan berat
badan. Diet ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara umum.
Untuk menyusunnya perlu pertimbangan pengeluaran energi pasien, status
nutrisi umum, dan berat badan yang ingin dicapai.
Dalam merencanakan diet kalori terbatas. Ahli diet mencoba untuk merancang
keseimbangan nyata antara lemak, protein, dan karbohidrat. Diet semacam ini
diberikan untuk memotivasi pasien membentuk kebiasaan makan pasien yang
lebih baik dan konsisten.
Jumlah pasti ketiga zat gizi tersebut tidak ditulis secara sama, antara lain
sebagai berikut.
 Protein 20%
 Lemak 25-35%
 Karbohidrat 45-65%
Beberapa dokter menggunakan faktor 10 kalori yang dikalikan dengan berat
badan yang diinginkan yang digunakan untuk menghitung kebutuhan kalori
harian, contoh:
 Berat yang diinginkan 54,4 kg x 10 = 544 kalori per hari
 Berat yang diinginkan 72,6 kg x 10 = 726 kalori per hari
4. Diet Rendah lemak/Rendah Kolesterol
Diet ini diberikan untuk pasien yang menderita penyakit vaskuler, jantung,
hati, atau penyakit kandung empedu dan untuk pasien yang mengalami
kesulitan metabolisme lemak. Lemak dibatasi dan kalori diseimbangkan
dengan meingkatkan protein dan karbohidrat. Makanan dibakar atau
dipanggang dan pada ayam kulitnya harus dibuang.
Berikut ini adalah makanan yang termasuk dalam diet rendah lemak/rendah
kolesterol.
 Keju rendah lemak (selain itu tidak boleh).
 Susu skim, buttermilk, yogurt, dan margarin.
 Daging tanpa lemak, ikan, ayam.
 Sayur dan buah-buahan.
 Selai, jeli, dan es.
 Sereal, pasta, roti, kentang, nasi.
 Minuman berkarbonat, teh, kopi.

34
a. Makanan Pelengkap
Pemberian makanan kecil di antara waktu makan merupakan fungsi
penting dari seorang asisten keperawatan. Biasanya makanan kecil ini
diberikan pada:
 Pagi hari – antara 9.30-10.00
 Siang hari – antara 14.30-15.00
 Malam hari – antara 20.00-22.00
Makanan kecil yang diberikan, antara lain : susu, jus, agar-agar,
pudding, es krim, serbat, minuman tinggi protein, dan buah-buahan
Untuk memberikan makanan tersebut:
 Cuci tangan anda
 Periksa batasan atau instruksi diet khusus masing-masing pasien di
setiap daftar makanan pasien.
 Jika mungkin biarkan pasien untuk memilih makanan yang tersedia.
 Bantu pasien yang tidak mampu makan sendiri.
 Jangan lupa mengangkat gelas dan piringyang telah digunakan setelah
pasien selesai makan dan kembalikan pada tempatnya.
 Perhatikan apakah pasien mampu atau tidak mampu untuk makan.
 Catat asupan dan haluaran pasien jika dibutuhkan.

Gambar 1.14 makanan pelengkap yang diberikan diantara waktu makan.

35
b. Mengganti Air
Memberikan air minum yang segar untuk pasien adalah hal yang penting
karena air merupakan zat penting untuk kehidupan. Di semua kasus, anda
mengetahui apakah pasien diperbolehkan untuk minum air es atau pasien
harus banyak minum. Bahkan tanpa ada perintah untuk memberi banyak
minum pada pasien, anda harus tetap menganjurkan pasien untuk meminum
6-8 gelas air per hari. Berikan perhatian khusus pada pasien yang
mengalami kebingungan, pasien yang jauh dari tempat air minum, dan
pasien usia lanjut.
Kebutuhan asupan cairan yang adekuat tidak dapat terlalu dipaksakan.
Terkadang jika pasien tidak cukup minum air, dokter akan memberi
instruksi agar melakukan forcing fluid pada pasien agar pasien banyak
minum dalam jumlah yang sudah ditentukan setiap harinya. Forcing fluids
berarti pasien harus didorong untuk minum sebanyak mungkin.
Memberi air minum adalah satu cara untuk mendorong pasien untuk
meningkatkan asupan cairannya. Prosedur pemberian air minum sangat
bervariasi. Di beberapa rumah sakit, teko dan gelas diganti dengan yang
baru disterilkan setiap kali pemberian minum. Ditempat lain, teko dan
gelas dicuci, diisi kembali, dan diletakkan di atas meja pasien.Di semua
kasus, pastikan bahwa anda mengetahui apakah diperbolehkan minum air es
atau air biasa.

2) Memberi Makan Pasien


Makan seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Siapkan pasien
sebelum makan dengan:
a. Menawarkan bedpan.
b. Membantunya mencuci tangan dan wajah.
c. Membantu melakukan hiegene oral.
d. Menaikkan kepala tempat tidur, jika diizinkan.
e. Membantu pasien turun dari tempat tidur dan duduk di kursi, jika boleh.
f. Atur posisi paisen di tempat tidur dengan bantal.
g. Singkirkan segala sesuatu yang tidak menyenangkan, baskom muntah dan
bedpan.
h. Menyingkirkan meja over-bed.

36
i. Biarkan pasien untuk melakukan sebanyak mungkin yang ia bisa.
Setelah anda menyajikan makanan pasien dan telah mencuci tangan Anda, bantu pasien
seperlunya dengan:
a. Tidak tergesa-gesa dan menyenangkan.
b. Membuka setiap kemasan.
c. Memotong daging.
d. Menuangkan minum.
e. Mengolesi roti dengan mentega.
f. Menjelaskan susunan makanan dalam baki searah jarum jam jika pasien tidak dapat
melihat.
Akan ada waktunya ketika anda harus bertanggung jawab untuk keseluruhan prosedur
pemberian makan.
CATATAN: bahwa beberapa buah sedotan selama waktu makan. Hal ini dapat
menghemat tenaga Anda.

Berikut ini tindakan awal dan akhir prosedur yang harus dilakukan di setiap prosedur
perawatan pasien.
Tindakan awal dan akhir prosedur
TINDAKAN AWAL
 Cuci tangan Anda
 Siapkan peralatan yang diperlukan
 Pergi keruangan pasien, ketuk, dan berhenti sebentar sebelum masuk.
 Perkenalkan diri dan identifikasi pasien dengan memeriksa gelang identitas.
 Beri privasi.
 Jelaskan makanan apa saja yang ada di baki.
 Biarkan pasien untuk membantu sebanyak mungkin selama prosedur.
 Tinggikan tempat tidur hingga berada pada posisi yang nyaman untuk bekerja.
 Beri posisi yang nyaman pada pasien.
TINDAKAN AKHIR
 Posisikan pasien dengan nyaman.
 Letakkan bel panggil, telepon, dan air minum dalam jangkauan.
 Kembalikan tempat tidur ke posisi terendah.
 Lakukan pemeriksaan keselamatan umum pasien dan lingkungan.

37
 Lakukan perawatan peralatan sesuai dengan kebijakan instansi.
 Cuci tangan Anda.
 Laporkan penyelesaian tugas.
 Beri tahu pengunjung bahwa mereka boleh masuk kembali.
 Dokumentasikan tindakan dan hasil observasi Anda.
CATATAN: jika ada luka terbuka, linen basah, atau mungkin kontak dengan cairan
tubuh pasien atau darah, pakai sarung tangan sekali pakai selama prosedur. Pakai
sarung tangan sebelum berhubungan dengan pasien atau linen. Buang sarung tangan
dengan tepat setelah dilepaskan.

PROSEDUR 1.1
MEMBANTU PASIEN YANG MAMPU MAKAN SENDIRI
1. Lakukan semua tindakan awal prosedur.
2. Cuci tangan Anda, identifikasi pasien, dan berikan privasi.
3. Siapkan peralatan yang dibutuhkan:
 Bedpan/urinal
 Air untuk cuci tangan.
 Peralatan higiene oral.
 Baki berisi makanan.
4. Tawarkan bedpan/urinal.
5. Jika diizinkan, tinggikan kepala tempat tidur atau bantu pasien untuk turun dari
tempat tidur.
6. Berikan air, sabun, dan handuk untuk mencuci tangan dan wajah (gambar 1.15
dan 1.16)

GAMBAR 1.15 memberi pasien air untuk mencuci tangan.

38
GAMBAR 1.16 bantu pasien jika perlu.
7. Bantu melakukan hiegene oral.
8. Bersihkan meja over-bed dan posisikan di depan pasien. Singkirkan alat-alat
yang tidak menyenangkan dari pandangan.

GAMBAR 1.17 pasien akan makan lebih baik jika dipersiapkan dengan benar.
Siapkan meja over-bed untuk tempat baki.
9. Cuci tangan anda, ambil baki makanan dari lemari makanan.

GAMBAR 1.18 mengambil baki yang tepat dari lemari makanan.

39
10. Sesuaikan nama yang tertera di lemari makan dengan identitas pasien.

GAMBAR 1.19 memeriksa kesesuaian gelang identitas pasien dengan kartu yang ada
di baki.
11. Letakkan baki diatas meja dan atur makanan dengan sikap dan cara yang baik.
12. Bantu menyiapkan makanan jika perlu. Anjurkan pasien untuk melakukan sendiri
sebanyak mungkin jika diizinkan.

GAMBAR 1.120 bantu pasien untuk menyiapkan makanan jika perlu


13. Ambil baki dengan segera setelah pasien selesai makan. Pastikan untuk mencatat
apa saja yang dimakan dan yang tidak dimakan oleh pasien.
14. Catat asupan cairan, jika perlu.
15. Tarik kembali meja over-bed.
16. Lakukan semua tindakan akhir prosedur. Jangan lupa mencuci tangan Anda,
melaporkan penyelesaian tugas, mendokumentasikan waktu, jumlah dan jenis

40
makanan yang dikonsumsi serta reaksi pasien.

PROSEDUR 1.2
MEMBERI MAKAN PASIEN YANG TIDAK BERDAYA
1. Lakukan semua tindakan awal prosedur.
2. Cuci tangan Anda, identifikasi pasien, dan berikan privasi.
3. Siapkan peralatan yang dibutuhkan:
 Bedpan/urinal
 Air untuk cuci tangan.
 Peralatan higiene oral.
 Baki berisi makanan.
4. Tawarkan bedpan/urinal.
5. Lakukan higiene oral.
6. Singkirkan alat yang tidak diperlakukan dari meja over-bad
7. Tinggikan kepala tempat tidur. Bantu pasien ke posisi fowler tinggi dengan
kepala sedikit condong ke depan.
8. Letakkan serbet di bawah dagu pasien.

GAMBAR 1.21 letakkan handuk atau pelindung tempat tidur.


9. Ambil baki makanan dan periksa kesesuaian identitas pasien
10. Letakkan baki di atas meja over-bad

41
GAMBAR 1.22 Makanan dibuka dan diatur di atas meja over-bad.
11. Olesi roti dengan mentega dan potong daging. Jangan menuangkan minuman
panas hingga pasien siap meminumnya.
12. Gunakan sedotan yang berbeda untuk minuman yang berbeda atau dengan
cangkir. Cairan yang kental dapat lebih mudah dikontrol menggunakan sedotan.
13. Pegang sendok dengan sudut yang tepat:
 Berikan makanan padat dari ujung sendok (Gambar 1. 23)

GAMBAR 1.23 Berikan makanan padat dengan ujung sendok.


 Makanan dan minuman diberikan secara bergantian.
 Rotasikan makanan yang ditawarkan.
 Jelaskan atau tunjukkan pada pasien jenis makanan apa yang anda berikan.

GAMBAR 1.24 Jelaskan makanan yang diberikan pada pasien.


 Jika pasien menderita stroke, arahkan makanan ke sisi tubuh yang tidak
terserang stroke dan periksa makanan yang terselip di bagian yang terkena
stroke.
 Tes makanan yang pedas dengan meletakkan sejumlah jenis makanan
ditangan Anda sebelum diberikan pada pasien.
 Jangan pernah meniup makanan untuk mendinginkannya.

42
 Jangan mencicipi makanan pasien.
14. Biarkan pasien memegang roti atau membantunya jika pasien mampu
melakukannya.
15. Gunakan serbet untuk membersihkan mulut pasien seperlunya.
16. Ambil baki segera setelah pasien selesai makan. Pastikan anda mencatat apa saja
yang sudah dan tidak di makan oelh pasien.
17. Lakukan semua tindakan akhir prosedur. Jangan lupa mencuci tangan anda,
melaporkan penyelesaian tugas, mendokumentasikan waktu, jumlah dan jenis
makanan yang dikonsumsi serta reaksi pasien.

3) Nutrisi Enteral dan Parenteral


1. Tujuan Dan Manfaat Formula EN Dan PN
 Untuk memberikan zat-zat gizi yang dibutuhkan agar kebutuhan terpenuhi.
 Untuk memenuhi kebutuhan gizi secara keseluruhan maupun sebagai suplemen
pada penderita yang mengalami malnutrisi.
a. Tujuan Pemberian secara Umum
 Menyediakan sokongan nutrisi yang konsisten dengan kondisi medis pasien
dan ketersediaan rute pemberian nutrisi.
 Mencegah dan mengatasi defisiensi makronutrian dan mikronutrien.
 Menyediakan dosis nutrien yang sesuai dengan metabolisme yang telah ada.
 Menghindari komplikasi yang berhubungan dengan teknik pemberian nutrisi.
 Meningkatkan outcome pasien; mengurangi morbiditas, mortalitas dan waktu
penyembuhan.
b. Manfaat Pemberian secara Umum
 Mengurangi/memperpendek masa rawat
 Mempercepat proses penyembuhan
 Memperbaiki status gizi pasien
 meningkatkan nutrition status, immune response, organ and muscle function
c. Tujuan Pemberian Formula EN
Untuk meningkatkan keefektifan penyerapan zat gizi melalui suatu metode
pemberian makanan dalam bentuk cair melalui saluran cerna.
 Mencegah atrofi mukosa usus
 Mempertahankan fungsi barrier usus

43
 Menghambat absorpsi toksin
 Mencegah translokasi bakteri
 Mempertahankan/memperbaiki imunitas usus
 Mengurangi infeksi
 Menurunkan permeabilitas mukosa usus
 Meningkatkan aliran darah splangikus
 meningkatkan fungsi organ pencernaan
 Meringankan kerja saluran cerna (Penuntun Diet),
 Mencegah terjadinya katabolisme yang dapat memperparah keadaan (ESPEN
Guidelines on Enteral Nutrition: Intensive care, Kreyman, 2006),
 memperbaiki nitrogen balance negative dan mempertahankan fungsi GIT
(Bethea, 2003)
d. Tujuan Pemberian Formula PN
Untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien bila pemberian makanan secara oral atau
enteral tidak bisa diberikan atau tidak mencukupi.
 Memberikan nutrient yang lebih bervariasi dan aman serta menghindari
kemungkinan komplikasi karena jalur lain
 Pemberian bersamaan dengan enteral, parenteral berfungsi sebagai suplemen.
Sedangkan pemberian secara tunggal, parenteral berfungsi sebagai sumber
nutrisi yang utuh.
 Memberikan nutrien yang lebih bervariasi dan aman serta menghindari
kemungkinan komplikasi karena jalur lain

2. Prinsip Pemberian Formula EN


 pemberian / pemenuhan gizi pasien dalam bentuk makanan cair / formula khusus
melalui tube
 fungsi GIT pasien baik, sebagian/keseluruhan
 pasien tidak mampu mengkonsumsi makanan secara oral

3. Syarat Pemberian Formula EN


Syarat umum formula enteral dan formula parenteral adalah Mengandung zat gizi
dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan keadaan
penyakitnya. Syarat pemberian formula enteral :
a. Bergantung pada kondisi pasien di ICU, misalnya:

44
 Pada pasien yang menderita cedera multiple dapat menerima NE < 6 jam
setelah masuk ICU
 Pada pasien yang menderita luka bakar dapat menerima NE < 8 jam pasca
trauma. Tapi pada umumnya NE diberikan antara 24-48 jam setelah trauma
atau operasi (Konsensus Nutrisi Enteral),
b. Diusahakan pemenuhan asupan > 50%-65% dari target energi total dalam minggu
pertama perawatan untuk memperoleh manfaat klinis dari NE (Review Pedoman
Nutrisi Enteral, Steven Tiro, Departemen Medical PT. Kalbe Farma
Jakarta.2011),
c. Enteral nutrition
 Pemilihan formula berdasarkan kebutuhan gizi dan penyakit pasien, resiko
komplikasi kecil, kebutuhan gizi didasarkan assessment umur, status gizi,
kemampuan mencerna, dll.
 Perhatikan kebutuhan Energi, Protein, Lemak, dan zat gizi lain. Sesuaikan
dengan volume formula
 Kebutuhan untuk modifikasi à perhatikan toleransi individu (lactose
intolerance)
 Peningkatan volume secara bertahap
 Intermitten à100-150 mL/pemberian, naik 50-100 mL/hari sampai tujuan
regimen tercapai
 Continuous à Mulai 25-50 cc/jam, naikkan 25 cc/ tiap 4-12 jam tergantung
tolerasi penderita dan distribusikan pelan dan konstan selama 8-24 jam.
metode ini cocok untuk pasien hipermetabolik.
 Formula harus diberi label: untuk siapa dan ruang berapa
 Karakteristik formula :
a. Densitas zat gizi : 1 kkal/mL. untuk formula standar : 1,2-2,0 kkal/mL
b. Formula tinggi serat biasanya hanya diberikan untuk pasien konstipasi dan
short bowel syndrome.
c. Osmolaritas 300 mOsmol/kg (isotonik)
d. untuk hipertonik à diberikan secara bertahap supaya tidak diare.

45
4. Cara Membuat
a. Larutan Formula WHO 75
Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit, diencerkan
dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan volume
menjadi 1000 ml. Larutan ini bisa langsung diminum
Larutan modifikasi : Campurkan susu skim/full cream/susu segar, gula, tepung,
minyak. Tambahkan air sehingga mencapai 1 L (liter) dan didihkan hingga 5-7
menit.
b. Larutan Formula WHO 100 dan modifikasi Formula WHO 100
Cara seperti membuat larutan Formula WHO 75
Larutan modifikasi :Tempe dikukus hingga matang kemudian dihaluskan dengan
ulekan (blender, dengan ditambah air). Selanjutnya tempe yang sudah halus
disaring dengan air secukupnya. Tambahkan susu, gula, tepung beras, minyak, dan
larutan elektrolit. Tambahkan air sampai 1000 ml, masak hingga mendidih selama
5-7 menit.
c. Modisco dibagi menjadi 4 macam, yaitu Modisco ½ , I, II, dan III. Cara
pembustannys atau resepnya sebagai berikut :
1) MODISCO ½
Bahan :
 Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr
 Gula pasir : 5 gr
 Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 2,3 gr
Kalori : 80 kalori
Cara Membuat :Susu Skim, gula dan minyak/margarine diaduk sampai rata, lalu
ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga cairan
larut. Disaring dan dimasukkan dalam gelas kemudian diminum dalam keadaan
hangat
2) MODISCO I
Bahan :
 Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr
 Gula pasir : 5 gr
 Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 4,6 gr
Kalori : 100 kalori

46
Cara membuat : sama dengan modisco ½
3) MODISCO II
Bahan :
 Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :10 gr
 Gula pasir : 5 gr
 Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 5,6 gr
Kalori : 120 kalori
Cara membuat :Susu skim, gula, dan ½ bagian air dingin diaduk sampai rata,
lalu terus diaduk hingga cairan rata dan ditambahkan minyak/margarine dan ½
bagian air panas dan diaduk lagi sampai larut. Disaring dan dimasukkan dalam
gelas, kemudian diminum dalam keadaan hangat.
4) MODISCO III
Bahan :
 Susu Bubuk (Susu Full Cream/ Skim) :12 gr
 Gula pasir : 7 gr
 Minyak biji Kapas/kelapa/jagung/margarin : 5,5 gr
Kalori : 140 kalori
Cara membuat : sama dengan Modisco II
5) KOLAK PEPAYA MODISCO I
Bahan 1
 Tepung susu skim : 20 gr
 Gula Pasir : 10 gr
 Minyak : 9.2 gr
 Air : 200 cc
Bahan II
 Pepaya : 100 gr
 Gula pasir : 10 gr
 Vanili secukupnya
Cara membuat :Pepaya dipoyong kecil2 dimasukkan campuranbahan I dicampur
dengan air sampai dengan 200 ccTambahkan gula 10 gr didihkan dan masukkan
pisang dan vaniliAngkat setelah matang

47
Minyak , apabila di daerah tidak terdapat minyak kelapa, maka dapat diganti
yang ada di daerah tersebut (minyak jagung, biji kapas, kacang dll). Jika tidak
suka minyak dapat diganti dengan margarine.
Susu, apabila tidak suka susu full cream bias diganti susu skim, susu segar atau
susu lain
Apabila pemberian Modisco menyebabkan diare, muntah, penyakit lain yang
menyertai, maka hentikan pemberian Modisco tersebut.

48
LATIHAN SOAL II

A. Pilihlah Salah Satu Jawaban yang Paling Benar!


1. Ny. E terserang serangan stroke, serangan stroke ini menyebabkan Ny. E mengalami
penurunan kesadaran organ yang terkena sebelah kanan. Berdasarkan kasus diatas untuk
pemberian nutrisi yang tepat untuk Ny. E adalah melalui . . .
a. Oral
b. Rectal
c. NGT
d. Axila
e. Integumen
2. Pada pasien yang menderita penyakit diabetes mellitus, maka makanan yang tepat
diberikan untuk pasien tersebut adalah . . .
a. Makanan yang secara alami sudah rendah natrium
b. Menghindari makanan yang banyak mengandung gula
c. Nasi, telor, ayam dan teh manis
d. Es cream, susu
e. Kue tart
3. Pada pasien yang menjalani diet “clear liquid diets” maka makanan yang diberikan pada
pasien tersebut adalah . . .
a. Susu
b. Teh, kopi
c. Kopi susu
d. Jus buah
e. Yogurt
4. Pada pasien yang terpasang NGT maka diet yang tepat diberikan pada pasien tersebut
adalah . . .
a. Diet lunak
b. Full liquid diets
c. Diet reguler
d. Diet ringan
e. Diet rendah kolesterol

49
5. Pada tanggal 14-11-2012 Tn.A masuk Rumah Sakit dan dokter mendiagnosa bahwa Tn.A
mengalami penyakit gagal ginjal kronis. Berdasarkan kasus tersebut diet yang harus
diberikan pada Tn.A adalah . . .
a. Diet ringan
b. Diet reguler
c. Diet cair
d. Clear liquid diet
e. Diet pembatasan natrium
6. Berdasarkan kasus diatas, makanan yang diperbolehkan untuk Tn.A adalah . . .
a. Daging. Ikan telur
b. Susu, daging yang diproses
c. Cereal, sayuran, buah-buahan
d. Kue kering, susu
e. Salad buah atau sayuran
7. Diet pembatasan kalori diberikan pada pasien yang mengalami…
a. Penyakit jantung
b. Penyakit hepar
c. Kelebihan kolesterol
d. Kelebihan berat badan
e. Kelebihan lemak
8. Pengertian dari full liquid diets adalah…
a. Diet cairan yang diberikan 2,3 atau 4 jam sekali atau diet yang tidak adekuat
b. Diet cairan yang berat dietnya sekitar 6-8 ons
c. Diet normal atau diet lengkap
d. Diet terapi untuk pasien yang menderita DM
e. Diet terapi untuk pasien yang menderita kardiovaskuler
9. Makanan dalam diet lunak ...
No Keterangan
1 Rendah sisa
2 Berbumbu sedang
3 Rempah-rempah
4 Disiapkan dalam bentuk mudah dicerna
a. 1,2,3,4

50
b. 1,2,3
c. 1,2,4
d. 2,3,4
e. 1,3,4
10. Makanan yang harus dihindari dalam diet ringan ...
No Keterangan
1 Daging panggang
2 Kue kering berlemak
3 Roti goreng
4 Gandum kasar
a. 1,2,3,4
b. 1,2,3
c. 2,3,4
d. 1,3,4
e. 1,2,4

Essay
1. Sebutkan jenis-jenis diet umum?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan diet batasan religius!
3. Sebutkan langkah-langkah membantu pemberian makan pasien yang tidak berdaya!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dier reguler!
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan diet pembatasan natrium!

51
DAFTAR PUSTAKA

Adnani, Hariza. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Nuha Medika. Yogyakarta


Alimul, Aziz, (2006). Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika
Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. (2002). Buku Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.
Jakarta
Hegner, Esther Caldwell. (2008). Asistensi Keperawatan Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan. Edisi Keenam. Jakarta: EGC
Barbara R, Hegner, Esther Caldwell. (2013). Asistensi Keperawatan Suatu Pendekatan
Proses Keperawatan. Dalam Prinsip Keseimbangan Nutrisi dan Cairan: Modul SMK
Kesehatan. Jakarta: EGC
Kartasapoetra dan Marsetyo.(2008). Ilmu Gizi, Korelasi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja.
Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
Kozier et al. (2010). Fundamental of Nursing: konsep, proses, dan praktik. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, S (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Rineka Cipta
Martariwansyah, (2008). Gigiku Kuat, Mulutku Sehat. Bandung: Hayati Qualita Fast Book
Sukmaniah, Sri. Dr. M.Sc. (2011) Penatalaksanaan Nutrisi Individu. Dalam
http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/eaae4d6127faedf17511c61aafd022c114c2e0ad.
pdf. Di unduh 10 Mei 2016.
Sriyono, N.W (2005). Pengantar Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahannya. Yogyakarta:
Penerbit Medika Fakultas Kedokteran UGM
Supariasa, dkk. (2001). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC

52