Anda di halaman 1dari 5

NELSON MANDELA

Nelson Mandela meninggal dunia dalam usia 95 tahun, ia meninggal


karena penyakit infeksi paru di kediamannya, Johannesburg, Afrika
Selatan, pada 5 Desember 2013.

Ucapan duka datang dari penjuru dunia atas kepergian pahlawan


penentang apartheid dan mantan Presiden Afrika Selatan ini.

Mandela menjadi tokoh inpirasi dunia bagi gerakan menentang


diskriminasi. Dengan tegas, ia menolak dominasi kulit putih ataupun
dominasi kulit hitam. Atas perjuangannya tersebut, ia tidak hanya meraih
Nobel Perdamaian tahun 1993, namun juga penghormatan luar biasa dari
kalangan masyarakat dunia.

Hampir 100 kepala negara yang menghadiri upacara penghormatan resmi


yang berlangsung di Stadion FNB, Soweto, Afrika Selatan, pada 10
Desember 2013.

Para pemimpin yang selama ini berbeda pandangan selama puluhan


tahun berada di panggung yang sama untuk memberikan penghormatan
kepada Mandela. Tidak terkecuali Presiden AS saat itu Barrack Obama,
dan Presiden Kuba, Raul Castro.

Nelson Mandela dimakamkan di Desa Qunu, tempat ia menghabiskan


masa kecilnya dengan adat Xhosa, pada 15 Desember 2013. Pemakaman
ini terletak di tanah luas milik keluarga yang dibangun Mandela setelah
dibebaskan dari penjara tahun 1990.

Mandela dipenjara oleh pemerintah rezim kulit putih yang rasial selama 27
tahun dari tahun 1964 sampai 1990.

Sebelumnya, jenazah Mandela disemayamkan selama tiga hari di Union


Buildings di Pretoria, tempat ia dilantik menjadi presiden kulit hitam
pertama Afrika Selatan pada tahun 1994.
BANDUNG LAUTAN API

Pada Maret 1946, dalam waktu 7 jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir
sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan
kota menuju pegunungan di selatan.

Setelah Proklamasi Kemerdekan 17 Agustus 1945, Indonesia belum


sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan itu harus dicapai dengan sedikit
demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengobarkan segalanya.

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan


rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela bila kota
Bandung dimanfaatkan oleh musuh.

Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan


untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis
Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan
perjuangan, pada 24 Maret 1946.

Kolonel A.H. Nasution selaku Komandan Divisi memerintahkan rakyat


untuk meninggalkan Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk
Bandung mengalir meninggalkan kota.

Bandung dengan sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud
agar sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Banyak asap hitam
mengepul membubung tinggi di udara.

Semua listrik mati, Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit


terjadi. Pertempuran yang paling menengangkan, di mana terdapat pabrik
mesiu milik Sekutu. TRI bermaksud untuk menghancurkan gudang
tersebut.

Untuk itu diutuslah pemuda bernama Muhammad Toha dan Ramdan.


Kedua pemuda itu berhasil meledakan gudang tersebut dengan granat
tangan .Gudang besar itu meledak dan terbakar di dalamnya.
Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong
dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota,
dan Bandung berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan tersebut merupakan langkah yang tepat, karena


kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang
berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan
perlawanan secara gerilya dari luar Bandung.

Istilah Bandung Lautan Api muncul dari seorang wartawan bernama Atje
Bastaman, yang menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari
bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak ia
melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

https://www.materibindo.com/2018/08/kumpulan-contoh-teks-cerita-sejarah.html
Gempa Bumi Sumatera Barat 30 September 2009

Orientasi
BMKG 30/9/15, Kali ini 6 (enam) tahun yang lalu cocoknya pada tanggal 30
September 2009 pukul 17:16:09 WIB semua wilayah Sumatera Barat merasakan
guncangan gempabumi yang sangat kuat, guncangan yang dikarenakan oleh
gempabumi tersebut juga dirasakan di kota-kota Sumatera lainnya, bahkan
guncangan tersebut terasa hingga ke Singapura, Malaysia, Thailand & juga di
Jakarta dengan intensitas III MMI. Gempabumi dengan kekuatan 7.9 SR dengan
kedalaman 71 km & pusat gempa pada 0.84 LS - 99.65 BT ini kekurangan lebih
kurang lebih 57 Km Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat, gempa ini telah
memporak-porandakan hampir semua wilayah Sumatera Barat terutama wilayah
pantai Barat Sumbar.

Urutan Peristiwa
Melihat hasil peta guncangan (shakemap) yang didampakkan oleh gempabumi
tanggal 30 September 2009, maka intensitas guncangan gempa yang sangat kuat
terjadi di Pariaman, Agam, Padang dengan intensitas VIII MMI, berdasarkan skala
Modified Mercalli Intensity merupakan skala ukuran kerusakan dampak gempabumi
berdasarkan pengawasan efek gempabumi terhadap manusia, struktur bangunan,
lingkungan pada sebuah tempat tertentu maka intensitas pada skala VIII MMI ini bisa
menyebabkan kerusakan pada bangunan yang tidak kuat , kerusakan ringan pada
bangunan-bangunan dengan konstruksi yang kuat, retak-retak pada bangunan yang
kuat, dinding bisa terlepas dari kerangka rumah, sedangkan kota-kota di Sumatera
Barat lainnya dengan intensitas VI-VII MMI antara lain di Bukit Tinggi, Padang
Panjang,Pasaman, Pasaman Barat, Batu Sangkar, Solok, Solok selatan, & Pesisir
Selatan.

Gempa bumi tersebut telah menyebabkan sedikitnya 1100 orang meninggal, 2180
orang luka-luka & 2650 bangunan rumah rusak berat/ringan tergolong gedung-
gedung kantor, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, pasar, jalan, jembatan dengan
kerusakan paling parah sepanjang pantai Barat Sumatera Barat juga telah
menyebabkan jaringan listips & komunikasi terputus, sebagian besar korban
dikarenakan sebab tertimpa reruntuhan bangunan dikarenakan kontruksi bangunan
yang tidak aman,dampak gempa juga terjadi eksodus besar-besaran warga yang
tinggal dikurang lebih pantai ke tempat lain sebab adanya isu bakal datangnya
gelombang tsunami.

Wilayah barat pulau Sumatera merupakan salah satu kawasan yang terletak pada
pinggiran lempeng aktif dunia hal ini bisa dilihat pada tingginya kejadian gempabumi
diwilayah ini sebab wilayah ini ialah daerah pertemuan lempeng tektonik Indo-
Australia dengan lempeng tektonik Eurasia. Sumber gempa di wilayah ini tidak hanya
bersumber dari pertemuan lempeng tektonik tersebut tetapi juga dikarenakan adanya
sesar Mentawai (Mentawai Fault System) & sesar Sumatera (Sumatera Fault
System). Dengan adanya 3 (tiga) sumber gempabumi tersebut meningkatkan
kompleknya tektonik wilayah Sumatera & menyebabkan wilayah Sumatera
merupakan daerah yang rawan terhadap Gempabumi.

Berdasarkan katalog gempabumi merusak BMKG, ke-tiga sumber gempabumi di


Sumatera tersebut, bagus gempabumi yang terjadi di Subduksi, sesar Mentawai &
sesar Sumatera telah menyebabkan kerusakan bangunan & juga korban jiwa, yaitu
dimulai pada tahun 1926 gempabumi terjadi dikurang lebih danau Singkarak yang
menyebabkan 354 orang meninggal dunia, kejadian gempabumi selanjutnya
berturut-turut terjadi pada tahun 1977, 1979, 1993, 1994, 1995, 1998, 2004, 2005,
2007, 2008, 2009 & 2010. Beberapa gempabumi tersebut disamping menyebabkan
kerusakan bangunan juga memunculkan tsunami.

Reorientasi
Kini sesudah 6 tahun berlalu kejadian tersebut tetap teringat pada sebagian besar
masyarakat Sumatera Barat sebab disamping diantaranya menjadi korban
reruntuhan bangunan yang dikarenakan oleh gempabumi juga sebagian dari mereka
kehilangan keluarga & harta bendanya & mereka juga tetap trauma dengan kejadian
gempabumi 30 September 2009.

Mengingat wilayah Sumatera merupakan wilayah yang rawan terjadinya gempabumi


dimana gempabumi juga mempunyai return periode kejadiannya maka dengan
melihat kembali sejarah kejadian gempabumi dimasa lalu bisa meningkatkan
kesadaran anda bakal pentingnya pemahaman mengenai gempa bumi.

Mengenal daerah-daerah rawan gempabumi, respon atau perbuatan


sebelum,seketika & sesudah terjadinya gempabumi harus dipahami & yang penting
ialah sosialisasi yang menerus terhadap masyarakat mengenai ancaman bahaya
gempabumi serta sosialisasi dari pemerintah pusat daerah & juga lembaga swadaya
masyarakat mengenai pentingnya kontruksi rumah aman gempa pada daerah rawan
gempa, sedangkan masyarakat yang tinggal didaerah pantai disamping memahami
hal tersebut diatas juga mengenal jalur-jalur pengungsian yang sudah ada disetiap
wilayah perkampungan, juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya
meperbuat pengungsian sesegera mungkin seketika sesudah merasakan guncangan
gempabumi yang kuat untuk menjauh dari pantai mencari tempat-tempat yang tinggi.

https://www.faktakah.com/2018/05/contoh-teks-cerita-sejarah.html