Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Judul
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pelestarian lingkungan hidup adalah
upaya pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya dengan tujuan mempertahankan
sifat dan bentuknya, perubahan yang terjadi dikendalikan oleh alam;
Dalam hal ini kata pelestarian berasal dari kata “lestari” yang berarti tetap seperti keadaan
semula, tidak berubah, bertahan kekal. Kemudian mendapat tambahan pe dan akhiran an,
menjadi pelestarian yang berarti proses, cara, perbuatan melestarikan, perlindungan dari
kemusnahan dan kerusakan, pengawetan, konservasi, pengelolaan sumber daya alam yang
menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaannya
dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.
Sedangkan lingkungan hidup berarti; kesatuan ruang dengan semua benda, daya
keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi peri
kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnnya, lingkungan di luar suatu
organisme yang terdiri atas organisme hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia.
Lingkungan hidup tidak saja bersifat fisik seperti tanah, udara, air, cuaca dan
sebagainya, namun dapat juga berupa sebagai lingkungan kemis maupun lingkungan sosial.
lingkungan sosial meliputi antara lain semua faktor atau kondisi di dalam masyarakat yang
dapat menimbulkan pengaruh atau perubahan sosiologis, misalnya; ekonomi, politik dan sosial
budaya.

B. Latar Belakang
pelestarian/pe·les·ta·ri·an/ n proses, cara, perbuatan melestarikan; perlindungan dari
kemusnahan atau kerusakan; pengawetan; konservasi: sumber-sumber alam; pengelolaan
sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin
kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan
keanekaragamannya; alam upaya pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya dengan
tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya, perubahan yang terjadi dikendalikan oleh alam;
energi upaya mempertahankan keberadaan energi, baik sifat maupun bentuknya; luar kawasan
pelestarian terhadap satwa atau tumbuhan di luar habitat alaminya, pemanfaatan upaya
mempertahankan sifat bermanfaat yang berkesinambungan, spesies upaya mempertahankan
keberadaan suatu spesies tumbuhan atau satwa dengan menyerahkan perkembangannya pada
alam, sumber daya alam upaya pengelolaan sumber daya alam dengan tujuan mempertahankan
sifat dan bentuknya, perubahan yang terjadi diserahkan atau dikembalikan pada
alamkelestarian/ke·les·ta·ri·an/ n keadaan yang tetap seperti semula; keadaan yang tidak
berubah-ubah: kita harus selalu menjaga alam.

C. Metode Pengumpulan Data


Metode yang kami ambil adalah metode library research (study liberatur) yaitu
membaca buku – buku yang relevan dan mencari sumber – sumber dari situs – situs internet.

D. Hypotesa
Hypotesa atau pendapat kami tentang pelestarian lingkungan hidup untuk kehidupan
manusia adalah upaya untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia dan berbagai sistem
alam di mana manusia bergantung sedemikian rupa sehingga semua komponen mendapat
perlakuan yang sesuai untuk kelestariannya. Lingkungan hidup dan masalah lingkungan sering
diwakili oleh warna hijau. Pada prakteknya, environmentalism berkaitan erat dengan ekologi
sebab ekologi menyediakan informasi tentang bagaimana kerusakan lingkungan
mempengaruhi mahluk hidup dan bagaimana cara memperbaikinya.
BAB II
PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA

A. Pengertian Pelestarian Lingkungan Hidup


Dalam hal ini kata pelestarian berasal dari kata “lestari” yang berarti tetap seperti
keadaan semula, tidak berubah, bertahan kekal. Kemudian mendapat tambahan pe dan akhiran
an, menjadi pelestarian yang berarti proses, cara, perbuatan melestarikan, perlindungan dari
kemusnahan dan kerusakan, pengawetan, konservasi, pengelolaan sumber daya alam yang
menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaannya
dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.
Sedangkan lingkungan hidup berarti; kesatuan ruang dengan semua benda, daya
keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi peri
kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnnya, lingkungan di luar suatu
organisme yang terdiri atas organisme hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia.
Lingkungan hidup tidak saja bersifat fisik seperti tanah, udara, air, cuaca dan
sebagainya, namun dapat juga berupa sebagai lingkungan kemis maupun lingkungan sosial.
lingkungan sosial meliputi antara lain semua faktor atau kondisi di dalam masyarakat yang
dapat menimbulkan pengaruh atau perubahan sosiologis, misalnya; ekonomi, politik dan sosial
budaya.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup


Tujuan pembangunan di samping membentuk manusia Indonesia seutuhnya juga mengatasi
dan menjaga agar sumber daya alam dan lingkungan tetap lestari. Untuk itu masyarakat harus:
 Menjaga agar tidak merusak lingkungan.
 Memelihara dan mengembangkan agar sebagai sumber daya alam tetap tersedia.
 Daya guna dan hasil guna harus dilihat dalam batas-batas yang optimal.
 Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber alam lain.
 Dan pilihan penggunaan sumber daya alam guna persiapan di masa depan.
B. Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan
Biolog lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian dari ilmu
pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan. Ekologi berasal dari kata
oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jadi,
ekologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis. Hubungan antara
makhluk hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap lingkungan yang bersangkutan,
hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi. Dalam keterbatasan ekologi terjadi
degradasi ekosistem yang disebabkan oleh dua hal yaitu peristiwa alami dan kegiatan manusia.
Secara alami merupakan peristiwa yang terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku
manusia. Sedangkan yang disebabkan oleh kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang
dapat terjadi diberbagai bidang meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan,
konstruksi jalan raya, pengembangan sumber daya air dan adanya urbanisasi.

C. Analisa Lingkungan Hidup


Berdasarkan pada data yang diperoleh, Indonesia mempunyai hutan tropis dunia
sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang merupakan bagian dari
jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16% persen merupakan bagian dari spesies
amphibi dan binatang sejenis reptil dan 25% dari bagian spesies sejenis burung dan sekitar
1.519 merupakan bagian dari spesies burung. Sisanya merupakan endemik yang hanya dapat
ditemui didaerah tersebut. Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli Indonesia
mengalami kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World Resource
Institute (1997), hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-1997 kerusakan
hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-2000 bertambah menjadi 3,8 juta
hektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun 2000 terdapat
101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang cukup serius. Diantaranya,
hutan seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. Menurut data yang diperoleh dari
Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998
hingga pertengahan 2003 data yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan
2022 korban jiwa dan mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana
banjir dan longsor.
D. Masalah-Masalah pada Lingkungan Hidup

Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut, tanah dan
hutan yaitu sebagai berikut:
1. Pencemaran Sungai dan laut
Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan logam berat,
pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik dan kimia
senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor industri dan rumah tangga
seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.

2. Pencemaran Tanah
Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan bahan
pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanah menjadi kering dan
keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di
dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat disebabkan oleh sampah plastik karena
pada umumnya sampah plastik tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna.

3. Pencemaran Hutan
Hutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak terkendali dengan
baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Salah satu
contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya penebangan secara liar. Jika kegiatan
tersebut dilakukan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan penggundulan hutan.

E. Penyebab dan Dampak Masalah Lingkungan Hidup


Perubahan ekosistem lingkungan yang paling utama disebabkan oleh perilaku
masyarakat yang kurang baik dalam pemanfaatan sumber-sumber daya dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan ekosistem.
Perubahan ekosistem suatu lingkungan terjadi dengan adanya kegiatan masyarakat seperti
pemanfaatan lahan yang dijadikan sebagai daerah pertanian sehingga dapat mengurangi luas
lahan lainnya. Adanya pertambahan jumlah penduduk dalam memanfaatkan lingkungan akan
membawa dampak bagi mata rantai yang ada dalam suatu ekosistem. Selain itu kerusakan
hutan yang terjadi karena adanya penebangan dan kebakaran hutan dapat mengakibatkan
banyak hewan dan tumbuhan yang punah. Padahal hutan merupakan sumber kehidupan bagi
sebagian masyarakat yang berfungsi sebagai penghasil oksigen, tempat penyedia makanan dan
obat-obatan.
Jumlah kerusakan flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung lama jika
dalam penggunaannya masyarakat tidak memperhatikan keseimbangan terhadap ekosistem
lingkungan. Dampak dari perubahan ekosistem akan berkurang jika masyarakat mengetahui
dan memahami fungsi dari suatu ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistem membawa dampak
bukan hanya pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna juga dapat mmbawa pengaruh
lain terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir dan erosi. Selain itu kerusakan
lingkungan bisa di sebabkan oleh sampah. Sampah yang semakin banyak dapat menimbulkan
penguapan sungai dan kehabisan zat asam yang sangat dibutuhkan bagi mikroorganisme yang
hidup di sungai. Serta dapat pula disebabkan dari pembuangan limbah cair dari kapal dan
pemanfaatan terhadap penggunaan air panas yang dapat menimbulkan laut menjadi tercemar.

F. Penyebab dan Dampak Masalah Lingkungan Hidup


Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai
berikut :
1. Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya
alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui dengan memperhatikan daya
dukung dan daya tampungnya.
2. Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber daya alam
maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan konsisten.
3. Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap pengelolaan
sumber daya alam dan lingkungan hidup.
4. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukan
dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.
5. Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup
dengan penggunaan indicator harus diterapkan secara efektif.
6. Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi yang sudah
ada sebelumnya.
7. Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan
global

G. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup dan Berkelanjutan


Untuk menanggulangi masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan perlu diadakan
konservasi. Konservasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memelihara lingkungan mulai dari
lingkungan keluarga, masyarakat sampai bangsa. Pengelolaan sumber daya alam merupakan
usaha secara sadar dengan cara menggali sumber daya alam, tetapi tidak merusak sumber daya
alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus memperhatikan pemeliharaan dan
perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut. Adanya peningkatan perkembangan
kemajuan di bidang produksi tidak perlu mengorbankan lingkungan yang dapat menimbulkan
kerusakan lingkungan. Apabila lingkungan tercemar maka akan berdampak buruk bagi
kelanjutan dari keberadaan sumber daya alam yang akhirnya dapat menurunkan kehidupan
masyarakat. Dalam pengelolaan sumber daya alam perlu diperhatikan keserasiannya dengan
lingkungan. Keserasian lingkungan merupakan proses pembentukan lingkungan yang sifatnya
relatif sama dengan pembentukan lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam agar
berkelanjutan perlu diadakannya pelestarian terhadap lingkungan tanpa menghambat
kemajuan.
Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan uasaha
atau upaya sebagai berikut:
1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau
karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.
2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia air
tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.
3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air,
tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.
4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan air
limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai.
6. Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman penduduk, perkantoran,
dan pusat-pusat kegiatan lain.
7. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat pencemaran
tinggi sehingga menimbulkan polusi.
8. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan dengan
penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.
9. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha pengendalian
agar memiliki nilai yang ekonomis.
10. Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk mengurangi laju erosi.
11. Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara berlebihan.
12. Untuk menambah nilai ekonomis maka penggunaan bahan mentah perlu dikurangi karena
dianggap kurang efisien.
13. Reklamasi lahan pada daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai daerah penggalian.

H. Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya alam


Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan cara
melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan yang sebagian besar
orang menganggap sampah, sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat dan
tentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat efisien dalam upaya untuk
mengatasi masalah lingkungan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan
limbah dengan menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
2. Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki nilai ekonomis.
3. Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan teknologi.

I. Pelestarian Flora dan Fauna


Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, upaya yang dapat dilakukan adalah
mendirikan tempat atau daerah dengan memberikan perlindungan khusus yaitu sebagai
berikut:
1. Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk melindungi alam
hayati.
2. Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka alam yang tujuannya
sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka agar tidak punah.
3. Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai tempat
perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat rekreasi.
4. Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan sebagai tempat
perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri khusus termasuk di dalamnya
meliputi flora dan fauna serta lingkungan abiotiknya yang berfungsi untuk kepentingn
kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup adalah adanya kegiatan masyarakat
seperti pembuangan limbah pabrik, sampah dari rumah tangga, penebangan dan kebakaran
hutan yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap sungai dan laut, tanah, hutan sehingga
banyak flora dan fauna yang punah.

B. Saran
Masyarakat harus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam pemanfaatan sumber
daya harus memperhatikan dampak yang timbul dari penggunaan sumber daya tersebut
terhadap lingkungan sekitar agar tidak terjadi pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.
DAFTAR PUSTAKA

Dr.H. Totok Gunawan, M.S.,dkk. 2004. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta: Ganeca Exact.
Sugandi, Dede. 2005. Geografi. Bandung: Regina.
http://forum.cekinfo.com/showthread.php?t=1680
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup Untuk
Kehidupan Manusia” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami
berterima kasih kepada Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.
Kami sangat berharap Makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan
dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Perhutaan Silau, 21 Februari 2019


Penyusun,
DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................................ i
Daftar isi ........................................................................................................................ ii

BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................................... 1


A Pengertian Judul ......................................................................................... 1
B. Latar Belakang ......................................................................................... 1
C. Metode Pengumpulan Data ....................................................................... 2
D. Hypotesa .................................................................................................... 2

BAB II. PEMBAHASAN ........................................................................................... 3


A. Identifikasi kualitas lingkungan hidup ...................................................... 3
B. Keterbatasan Ekologi Dalam Pembangunan ............................................. 4
C. Analisa Lingkungan Hidup ....................................................................... 4
D. Masalah-Masalah Pada Lingkungan Hidup .............................................. 5
E. Penyebab dan Dampak Masalah Lingkungan Hidup ................................ 5
F. Penyebab dan Dampak Masalah Lingkungan Hidup................................. 6
G. Upaya-Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan Hidup ............................. 7
H. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup .......... 8
I. Pelestarian Flora Dan Fauna ...................................................................... 8

BAB IV. PENUTUP ....................................................................................................... 10


A. Kesimpulan ............................................................................................... 10
B. Saran ......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA
LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia makalah dengan judul :

“Pelestarian Lingkungan Hidup untuk Kehidupan Manusia”

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran


Ka. SMK Tamansiswa Sukadamai Bahasa Indonesia

Masy Aril Syah Hasibuan, S.Pd Sri Endang Hastini Hasibuan, S.Pd