Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan percobaan atau


penelitian ilmiah yang memiliki resiko tinggi karena di dalam laboratorium terdapat
bahan kimia yang memiliki berbagai macam sifat yang dapat memabahayakan
manusia. Bahan kimia dapat dikatakan berbahaya apabila memiliki sifat beracun
(toxic), mudah meledak, mudah terbakar, dan korosif (Munandar 2012). Bekerja di
laboratorium harus memerlukan ketelitian dan kewaspadaan, karena kecelakaan di
laboratorium tidak dapat diduga. Oleh karena itu, orang yang bekerja di
laboratorium harus memiliki pengetahuan tentang Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan (P3K) di laboratorium agar segera mendapatkan pertolongan pertama
yang tepat.
Simbol-simbol yang terdapat di kemasan bahan kimia merupakan salah satu
petunjuk agar orang yang bekerja di laboratorium mengetahui bahaya atau resiko
dan cara penanganannya saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Jenis
penyimpanan bahan kimia dibagi menjadi 3, yaitu penyimpanan bahan kimia yang
tidak boleh diletakkan di tempat yang sama dengan bahan kimia berbahaya lainnya,
penyimpanan bahan kimia dengan syarat untuk dapat diletakkan di tempat yang
sama, dan penyimpanan bahan kimia yang dapat diletakkan di tempat yang sama
tanpa syarat dengan bahan kimia lainnya. Pembagian jenis penyimpanan tersebut
harus diterapkan supaya dapat meminimalisir adanya kecelakaan di laboratorium,
selain itu dapat digunakan untuk mengetahui cara bekerja dengan bahan kimia yang
digunakan dalam percobaan atau penelitian ilmiah (Riza 2013).

Tujuan

Praktikum ini bertujuan mengetahui sifat-sifat bahan kimia. Praktikum ini


juga bertujuan mengetahui arti dari simbol-simbol pada bahan kimia.

MATERI DAN METODE

Materi

Alat yang digunakan pada praktikum ini, yaitu jas laboratorium dan alat
tulis. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah bahan kimia organik dan
bahan kimia anorganik yang terdapat di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium
Biokimia, Fisiologi, dan Mikrobiologi.
Metode

Simbol-simbol bahan kimia yang terdapat di kemasan diamati oleh


mahasiswa dan dicatat. Lalu, sifat-sifat bahan kimia tersebut diidentifikasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Bahan kimia dibagi menjadi dua, yaitu bahan kimia organik dan anorganik.
Bahan kimia organik merupakan senyawa kimia yang berasal dari makhluk hidup,
memiliki struktur lebih rumit, dan mudah terbakar. Berikut ini contoh dari bahan
kimia anorganik.
Tabel 1 Jenis-jenis bahan kimia organik
No. Nama Bahan Rumus Kimia Simbol Keterangan Keamanan
1. Formaldehyde CH2O Toxic Menggunakan
kacamata
goggles,
sarung tangan,
dan masker
2. Trichloroacetic CCl3COOH Korosif Tidak
acid membuang
Dangerous of limbah bahan
the kimia yang
environmental beracun dan
berbahaya
sembarangan.
3. Lactic acid C3H6O3 Dangerous of Tidak
the membuang
environmental limbah bahan
kimia yang
beracun dan
berbahaya
sembarangan.
4. Phenol C6H5OH Toxic Bekerja di
ruang asam,
menggunakan
goggles dan
sarung tangan.
5. n-Hexan CH3(CH2)4CH3 Highly Jauhkan dari
flammable panas dan api.
Tidak
Dangerous of membuang
the limbah bahan
environmental kimia yang
beracun dan
Harmful berbahaya
sembarangan.
6. Ethanol C2H5OH Highly Jauhkan dari
flammable panas dan api

7. Methanol CH3OH Highly Jauhkan dari


flammable panas dan api
serta
Toxic menggunakan
goggles,
sarung tangan,
dan masker.
8. Acetone C3H6O Flammable Jauhkan dari
panas dan api
serta
Irritant menggunakan
goggles,
sarung tangan,
dan masker.
9. Acetic acid CH3COOH Dangerous of Tidak
glacial the membuang
environmental limbah bahan
kimia yang
beracun dan
berbahaya
sembarangan.
10. Hydrochloric HCl Irritant Tempat
acid bekerja harus
tersedia air dan
Korosif menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggles.
11. Crotonic acid C4H6O2 Korosif Tempat
bekerja harus
tersedia air dan
menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggles.
Bahan kimia anorganik merupakan senyawa kimia yang berasal dari sumber
daya mineral, memiliki struktur yang sederhana, dan tidak mudah terbakar. Bahan
kimia anorganik dapat di lihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Jenis-jenis bahan kimia anorganik
No Nama Bahan Rumus Kimia Simbol Keterangan Keamanan
.
1. Copper (II) sulfate CuSO4S+5H2O Dangerous of Tidak
pentohydrate the membuang
environmental limbah bahan
kimia yang
beracun dan
berbahaya
sembarangan.
2. Bariumchlorid BaCl2.2H2O Harmful Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
Irritant masker, dan jas
laboratorium.
3. Natrium disulfit Na2O5S2 Harmful Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
4. Iron (II) chloride FeCl2.4H2O Harmful Menggunakan
tetrahydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
5. Calcium chloride CaCl2.2H2O Irritant Menggunakan
dihydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
6. Ammonium NH4H2PO4 Irritant Menggunakan
phosphate, sarung tangan,
Monobasic, goggles,
Crystal masker, dan jas
laboratorium.
7. Copper (II) CuSO4.5H2O Harmful Menggunakan
Sulphate sarung tangan,
goggles,
Irritant masker, dan jas
laboratorium.
8. di- (NH4)2C2O4.H2O Harmful Menggunakan
Ammoniumoxalat sarung tangan,
monohydrate goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
9. Alumunium sulfat- Al2(SO4)3.18H2O Irritant Menggunakan
18-hydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
10. Kristallviolet C25H30ClN3 Harmful Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
11. Methylene Blue C16H18ClN3S Harmful Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
12. Silver Nitrate AgNO3 Korosif Tidak
membuang
Dangerous of limbah bahan
the kimia yang
environmental beracun dan
berbahaya
Oxidising sembarangan.

13. Molibdato H3[P(Mo3O19)4] Irritant Menggunakan


phosphoric acid sarung tangan,
hydrate goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
14. Crotonic acid C4H6O2 Korosif Tempat bekerja
harus tersedia
air dan
menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggles.
15. Stannous (II) SnCl2.2H2O Harmful Menggunakan
chloride sarung tangan,
dihydrate goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
16. Trypan Blue C34H28N6O14S4 Toxic Bekerja di
ruang asam,
menggunakan
goggles dan
sarung tangan
17. Kalium cyanid KCN Toxic Bekerja di
ruang asam,
menggunakan
goggles dan
sarung tangan
18. Kalium KMnO4 Oxidising Menggunakan
permanganate sarung tangan,
goggles,
Harmful masker, dan jas
laboratorium.
19. Iodine resublimed I Harmful Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
20. Lactophenol blue Harmful Bekerja di
solution ruang asam,
menggunakan
Korosif goggles dan
sarung tangan.

Toxic

21. Perchloric acid HClO4 Korosif Tempat bekerja


harus tersedia
air dan
Oxidisng menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggle.
22. 2-Mercaptoetanol C6H6OS Toxic Bekerja di
ruang asam,
Dangerous of menggunakan
the goggles dan
environmental sarung tangan.
23. Manganese (II) MnCl2.4H2O Harmful Menggunakan
chloride sarung tangan,
tetrahydrate goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
24. Iron (III) chloride FeCl3.6H2O Harmful Menggunakan
hexahydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
25. Calcium chlorid CaCl2.H2O Irritant Menggunakan
dihydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
26. Sodium hydroxide NaOH Korosif Tempat bekerja
harus tersedia
air dan
menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggle.
27. Iron (II) sulfate FeSO4.7H2O Harmful Menggunakan
heptahydrate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
28. Potassium Iodide KI Irritant Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
29. Sodium dodecyl NaC12H25SO4 Harmful Menggunakan
suphate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
30. Sulfuric acid H2SO4 Korosif Tempat bekerja
harus tersedia
air dan
menggunakan
masker, sarung
tangan dan
goggle.
31. Sodium hydrogen NaHCO3 Harmful Menggunakan
carbonate sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
32. Natrium Karbonat Na2CO3 Irritant Menggunakan
sarung tangan,
goggles,
masker, dan jas
laboratorium.
Pembahasan

GLP (Good Laboratory Practice) merupakan suatu cara pengelolaan


laboratorium secara keseluruhan agar laboratorium sebagai data generator dapat
menghasilkan data yang dapat dipercaya kebenerannya dengan memenuhi syarat
K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja). GLP menyangkut banyak hal, seperti
organisasi, fasilitas, tenaga, metoda Analisa, pelaksanaan Analisa, monitoring,
pencatatan, pelaporan, kondisi laboratorium, dan lain-lain (BPOM 2012). GLP
(Good Laboratory Practice) dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi,
sehingga dapat menghasilkan data yang tepat dan akurat serta dapat dipertahankan
secara ilmiah maupun hokum (Sunarto 2014). Tujuan GLP adalah melindungi
manusia dan lingkungan hidup dari pengaruh bahan kimia berbahaya dan beracun,
international comparability of analytical data serta menghindari pengulangan
penelitian yang berulang kali dengan biaya yang besar. Persyaratan utama untuk
mencapai tujuan GLP pada sebuah laboratorium, yaitu organisasi, validasi metode
analisis, validasi instrumen analisis dan modernisasi instrumen kimia analisis
(Huber 1993; Mc Dowell 2003; Miller and Crowthr, 2000).
Tata tertib dalam laboratorium harus dilakukan untuk mencapai Good
Laboratory Practice. Tata tertib yang dapat dilakukan seperti meja dan peralatan
praktikum harus selalu bersih, tidak meminjam alat tanpa ijin dari petugas
laboratorium, hindari kontak langsung dengan bahan kimia, menghindari
menghisap langsung uap bahan kimia, membaca label bahan kimia untuk
mengurangi kesalahan, jangan menggunakan bahan kimia yang berlebihan,
dilarang bekerja sendirian di dalam laboratorium, menjaga kebersihan
laboratorium, mencuci tangan setelah praktikum, limbah bahan kimia yang
digunakan harus di buang pada tempat yang disediakan (Raharjo 2017).
Kecelakaan dalam laboratorium dapat terjadi kapan pun apabila orang yang
berada di dalam laboratorium tidak mematuhi peraturan tata tertib yang sudah
dibuat. Kecelakaan kerja dalam laboratorium dipicu oleh kesalahan penanganan
bahan kimia, kesalahan penyimpanan, informasi yang kurang tentang hazard, dan
lain-lain. Hal tersebut harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan kerja di
laboratorium (Putra dan Harini 2017). Penanganan pertama pada kecelakaan
dilaboratorium sesuai dengan penyebabnya, seperti keracunan yaitu dengan
membawa korban ke tempat yang memiliki udara yang segar, apabila terjadi luka
bakar akibat benda panas, yaitu korban diolesi minyak ikan atau mencelupkan ke
dalam air es secepatnya. Iritasi karena larutan asam dapat ditangani dengan
menghapus larutan yang ada di tangan menggunakan kapas, lalu dicuci dengan air
mengalir, selanjutnya cuci dengan 1% Na2CO3, kemudian dicuci dengan air lagi,
dan dikeringkan lalu dioleskan dengan salep levertran. Cara penanganan pertama
saat terkena logam natrium atau kalium, logam yang menempel segera diambil,
kulit dicuci dengan alir mengalir selama 15-20 menit, netralkan dengan larutan 1%
asam asetat (Lisa dan Tina 2010).
Bahan kimia dibedakan menjadi dua, yaitu bahan kimia organik dan
anorganik.bahan kimia organik merupakan senyawa yang memiliki unsur karbon
dan berasal dari makhluk hidup. Bahan organik tersusun oleh unsur-unsur C,H,O.
bahan kimia organik mudah terbakar, memiliki struktur yang rumit, titik didih dan
titik lebur yang rendah, serta bersifat non elektrolit. Bahan kimia anorganik adalah
senyawa yang berasal dari sumber daya mineral (Saito 1996). Bahan kimia
anorganik tidak mudah terbakar, strukturnya sederhana, dapat larut dalam pelarut
air atau organik, bersifat elektrolit, titik didih dan titik lebur nya tinggi (Siregar
2012).
Simbol pada bahan kimia dapat membantu orang yang bekerja di
laboratorium mengetahui bahaya bahan kimia yang akan digunakan. Bahan kimia
memiliki beberapa sifat yang dapat membahayakan, seperti toxic, corrosive,
explosive, highly flammable, irritant, dan lain-lain. Bahan kimia yang ditandai
dengan simbol toxic dapat menyebabkan kerusakaan akut, kronis, bahkan kematian.
Contoh bahan yang bersifat toxic, yaitu Lactophenol blue solution, Trypan Blue, 2-
Mercaptoetanol, Formaldehyde, dan Phenol. Bahan yang ditandai dengan simbol
highly flammable yaitu menghasilkan gas yang sangat mudah terbakar dan memiliki
titik nyala rendah (> 21oC). contoh bahan yang mudah terbakar yaitu bahan kimia
organic seperti n-Hexan, Ethanol, Methanol, dan Acetone. Bahan kimia yang
bersifat irritant tidak menyebabkan korosif, tetapi dapat menyebakan inflamasi jika
kontak dengan lender dan selaput lendir, seperti Calcium chloride dihydrate,
Barium Chloride, Alumunium sulfat-18-hydrate, Natrium Karbonat, dan lain-lain.

SIMPULAN

Bahan kimia yang terdapat dilaboratorium memiliki sifat yang beracun dan
berbahaya untuk manusia dan makhluk hidup lainnya. Symbol pada kemasan bahan
kimia dapat membantu untuk mengetahui bahaya atau resiko pada bahan kimia
yang digunakan, seperti toxic, irritant, highly flammable, explosive, dangerous of
the environmental, harmful, dan lain-lain. Pengetahuan tentang penanganan
pertama pada kecelakaan harus diperhatikan agar mendapatkan pertolongan yang
cepat dan tepat saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Lisa M, Tina M. 2010. Keamanan Dan Keselamatan Laboratorium Kimia:


Panduan Pengelolaan Bahan Kimia Dengan Bijak. Washington (US): The
National Academic Press.
Miller JM, Crowther JB. 2000. Analytical Chemistry in a GMP Environment. John
Willey and Sons. New York.
Munandar K. 2012. Pengetahuan Laboratorium Biologi. Jember (ID): Universitas
Muhammadiyah.
Putra RI, Harini S. 2017. Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap
jumlah penyakit kerja dan jumlah kecelakaan kerja karyawan pada PT. Hanei
Indonesia. Jurnal Visionida. 3(1): 42-53.
Raharjo. 2017. Pengelolaan alat bahan dan laboratorium kimia. Jurnal Kimia Sains
dan Aplikasi. 20(2): 99-104.
Riza F. 2013. Bekerja dengan bahan kimia melalui manajemen bahan kimia dan
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium kimia.
Jurnal Info Kesehatan. 11(2): 442-445.
Saito T. 1996. Buku Teks Kimia Anorganik. Muki Kagaku. Tokyo.
Sunarto. 2014. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium Kimia.
Yogyakarta (ID): Universitas Yogyakarta.
LAMPIRAN

Gambar 1 Penggabungan dalam penyimpanan bahan kimia

Gambar 2 Tata tertib penggunaan laboratorium


Gambar 3 Penanganan kecelakaan di laboratorium