Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PERCOBAAN SIFAT KOLIGATIF

LARUTAN

Disusun oleh : Afwan Hilmi Muttaqin (01)

Kelompok : 1. Afwan Hilmi Muttaqin (01)

2. Agung Dwi Laksana (02)

3. Al Isti Hasrifani (03)

4. M. Rizki Adi P. (20)

SMA NEGERI 1 KEBUMEN


TAHUN PELAJARAN 2016/2017
I. Judul Laporan :
a. Penurunan Tekanan Uap
b. Kenaikan Titik Didih
c. Penurunan Titik Beku
d. Tekanan Omosis
II. Tujuan :
a. Untuk mengetahui tinggi/rendahnya tekanan uap pada pelarut murni dan
larutan
b. Untuk mengetahui pengaruh jenis larutan dengan suhu didihnya
c. Untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk mencairkan es secara
sempurna
d. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tekanan osmosis
III. Dasar Teori :

Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang dipengaruhi oleh jumlah
partikel zat terlarut dan tidak tergantung dari sifat zat terlarut. Istilah koligatif
berasal dari kata latin colligarae yang berarti bergabung bersama. Terdapat empat
macam sifat koligatif larutan, yaitu penurunan tekanan uap larutan jenuh,
penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik. Sebelum sobat
mempelajari sifat koligatif larutan, terlebih dahulu sobat harus memahami
pengertian larutan dan partikel. Selain itu, juga harus memahami pengertian
senyawa elektrolit, senyawa nonelektrolit, ion dan molekul.

KENAIKAN TITIK DIDIH

Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan atau energi kinetik,


dari molekul yang menyebabkan cairan berada pada titik di mana cairan itu
menguap, tidak peduli berada di permukaan teratas atau di bagian terdalam
cairan tersebut

Titik didih cairan berhubungan dengan tekanan uap. Bagaimana


hubungannya? Coba perhatikan penjelasan berikut ini. Apabila sebuah larutan
mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-molekul
yang berada dalamlarutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan
larutan. Atau dapat dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai
tekanan uap yang rendah, maka molekulmolekul dalam larutan tersebut tidak
dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan dengan tekanan
uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih
yang lebih rendah. Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama
dengan tekanan udara luar. Titik didih cairan pada tekanan udara760 mmHg
disebut titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang dimaksud dengan
titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan
tekanan udara luar (tekanan pada permukaan cairan). Telah dijelaskan di
depan bahwa tekanan uap larutan lebihrendah dari tekanan uap pelarutnya. Hal ini
disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari
pelarutsehingga kecepatan penguapan berkurang

Garis mendidih air digambarkan oleh garis CD, sedangkan garis mendidih
larutan digambarkan oleh garis BG. Titik didih larutan dinyatakan dengan Tb1,
dan titik didih pelarut dinyatakan dengan Tb0. Larutan mendidih pada tekanan 1
atm. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa titik didih larutan (titik G) lebih
tinggi dari pada titik didih air (titik D).

PERNURUNAN TITIK BEKU(ΛTf)

Penurunan titik beku pada konsepnya sama dengan kenaikan titik didih.
Larutan mempunyai titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut
murni.

Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan dinamakan
penurunan titik beku larutan ( ΔTf = freezing point)

ΔTf = Titik beku pelarut – titik beku larutan

Menurut hukum Raoult penurunan titik beku larutan dirumuskan seperti


berikut.
ΔTf = m ⋅ Kf

Keterangan:
f ΔT = penurunan titik beku, m = molalitas larutan, Kf = tetapan penurunan titik
beku molal

TEKANAN OSMOSIS

Proses merembesnya pelarut dari larutan yang lebih encer kelarutan yang lebih
pekat atau dari pelarut murni ke suatu larutan disebut peristiwa osmosis.
Akibat peristiwa osmosis, tekanan hidrostatis pada wadah yang berisi larutan
pekat menjadi sedemikan besar sehingga molekul-molekul larutan encer tidak
dapat merembes lagi ke larutan pekat. Tekanan hidrostatis yang dihasilkan dari
proses osmosis yang menahan merembesnya molekul-molekul pelarut disebut
tekanan osmotik.

IV. Alat dan Bahan :


A. Penurunan Tekanan Uap
N a m a A l a t U k u r a n J u m l a h
1. G e l a s - 3
2. T u t u p G e l a s - 3
3. N e r a c a - 1
4. P e n g a d u k - 1

N a m a B a h a n U k u r a n J u m l a h
1. A i r m e n d i d i h1 0 0 m l 1 0 0 m l
2. G u l a p a s i 5r g r a m 5 g r a m
3. G a r a m d a p u 5r g r a m 5 g r a m

B. Kenaikan Titik Didih


N a m a A l a t U k u r a n J u m l a h
1. G e l a s K i m i 1a 0 0 m l 3
2. S p a t u l a - 1
3. P e m b a k a r S p r i t u s - 1
4. K a k i 3 - 1
5. S t o p w a t c h - 1
6. P e n j e p i t - 1
7. N e r a c a - 1

N a m a B a h a n U k u r a n J u m l a h
1. A i r - 6 0 m l
2. G u l 5a g r a m 5 g r a m
3. G a r a m5 g r a m 5 g r a m

C. Penurunan Titik Beku


N a m a A l a t U k u r a n J u m l a h
5. G e l a s - 3
6. S t o p w a t c h - 1
N a m a B a h a n U k u r a n J u m l a h
4. E s B a t u - 3
5. G u l 5a g r a m 5 g r a m
6. G a r a m5 g r a m 5 g r a m

D. Percobaan Tekanan Omosis


N a m a A l a t U k u r a n J u m l a h
1. G e l a s K i m i a - 3 b u a h
2. P e n g g a r i s - 1 b u a h
3. N e r a c a - 1 b u a h

N a m a B a h a n U k u r a n J u m l a h
1. T e l u r - 3 b u a h
2. C u k a - S e c u k u p n y a
3. A i r - 1 0 0 m l
4. G u l a P a s i r - 1 0 g r a m
5. G a r a m - 10 r a m

V. Cara Kerja :
A. Penurunan Tekanan Uap
1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukan air kedalam 3 gelas dengan ukuran yang sama

3. Masukan gula pasir 5 gram kedalam gelas kedua


Masukan garam dapur 5 gram kedalam gelas ketiga
4. Aduk gelas kedua dan ketiga hingga larut

5. Tutup gelas pertama,,kedua,dan ketiga

6. Buka tutup gelas secara bersamaan dan bandingkan titik embun yang ada di
tutup gelas.

B. Kenaikan Titik Didih


1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukan air ke dalam gelas I, masukan air+gula ke dalam gelas II,
masukan air+garam ke dalam gelas III.
3. Aduk campuran zat terlarut dan pelarut pada gelas II dan III
4. Didihkan dan amati pada suhu berapa larutan tersebut mendidih

C. Penurunan Titik Beku


1. Siapkan alat dan bahan
2. Siapkan 3 es batu, ke dalam cawan I,pada cawan II di taburi gula di atasnya,
dan es pada cawan III dengan ditaburi garam di atasnya

3. Amati waktunya hingga es mencair sempurna


D. Tekanan Osmosis
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 3 telur dengan ukuran yang relatif sama kemudian rendam dalam
cuka dan ditutup rapat
3. Kuliti telur sampai bersih,dan masukkan ke wadah I dengan 100 ml
air,wadah II air 100 ml ditambah 10 gr gula pasir, dan wadah III dengan air
100 ml ditambah 10 gr garam.

4. Amati volume awal dan akhir,serta kondisi telur ebelum dan sesudah. Ukur
diameter telur.

E. Pembuatan Es Goyang

1. Siapkan alat dan bahan.

2. Masukkan sirup/oreo/biskuit dan susu kental manis ke dalam wadah


alumunium yang berukuran kecil. Kemudian tutup wadahnya rapat-rapat.
3. Masukkan es batu dan garam krokos ke dalam wadah alumunium
yangberukuran besar.

4. Goyang-goyangkan wadah alumunium yang berukuran besar tersebut sampai


menjadi es goyang.

VI. Hasil Praktikum :


A. Penurunan Tekanan Uap
N a m a G e l a s P e r l a k u a n Ban yak/sedikit embu n
G e l a s I Tidak di tambah + + +
G e l a s I I Di tambah gula pasir + +
G e l a s I I I Di t am bah garam d a pu r +

B. Kenaikan Titik Didih


S u h u D i d i h
No. G e l a s I I G e l a s I I I
G e l a s I
( d i t a m b a h g u l a ) (ditambah garam)
o o o
7 4 C 7 8 C 7 6 C

C. Penurunan Titik Beku


O b j e k Waktu hingga es mencair sempurn a
E s 2 5 . 2 5
E s + G u l a 2 6 . 1 0
E s + G a r a m 2 3 . 3 0
D. Tekanan Osmosis
Perlakuan V a w a l V a k h i r D a w a l D a k h i r
Wadah I 2 0 0 m l 2 0 3 m l 3 , 5 c m 3 , 2 c m
Wadah II 2 0 0 m l 1 9 7 m l 3 , 7 c m 3 , 9 c m
Wadah III 2 0 0 m l 1 9 8 m l 3 , 4 c m 3 , 5 c m
E. Pembuatan Es Goyang

Jadi Tidak Jadi


 -

VII. Pembahasan :
A. Penurunan Tekanan Uap
Pada percobaan penurunan tekanan uap dilakukan dengan memasukan
gula pada gelas kedua dan garam pada gelas tiga, dan gelas satu air panas
biasa, dan dapat diketahui bahwa pada Gelas satu yang tidak mendapatkan
perlakuan apapun,pada tutup gelas terbentuk banyak embun (+++), pada Gelas
dua yang dengan ditambahkan 5 gram gula pasir embun yang terbentuk lebih
sedikit dari pada Gelas I (++), sedangkan pada Gelas tiga yang ditambahkan 5
gram garam dapur embun yang terbentuk lebih sedikit dari Gelas I dan Gelas
II (+). Hal ini dapat membuktikan bahwa jumlah butiran air pada zat terlarut
lebih sedikit dibandingkan dengan yang diisi air panas biasa.
B. Kenaikan Titik Didih
Pada percobaan kenaikan titik didih yang telah dilakukan pengamatan
dan dapat diketahui bahwa pada Gelas I yang tidak ditambahkan apapun (air
biasa ) suhu yang dicapai untuk air murni mendidih adalah 74oC, pada Gelas II
yang ditambahkan 5 gram gula suhu yang dicapai hingga larutan tersebut
mendidih adalah 78oC, sedangkan pada Gelas III yang ditambahkan 5 gram
garam dapurlarutan mendidih pada suhu76oC. Penurunan Titik Beku
Berdasarkan data hasil percobaan yang telah kami lakukan dapat diketahui jika
waktu yang di perlukan untuk mencairnya es hingga sempurna jika tidak
ditaburi atau ditambahkan apapun adalah 25.25 menit, pada es yang ditaburi
gula waktunya adalah 26.10 menit, sedangkan pada es yang ditaburi garam
adalah 23.30menit. Hal ini terjadi karena garam dapat berfungsi sebagai zat
yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku
pada saat suhu 0oC.
C.Penurunan titik beku
Pada percobaan penuruna titik beku yang dilakukan dengan mengamati
es yang mencair, pada es pertama diamati bahwa es tersebut mencair dalam
waktu 5 menit 25 detik, dan es dua yang ditambahkan gula mencair dengan
waktu 26 menit 20 detik, dan pada es ketiga yang ditambahi dengan garam
mencair dalam waktu 23 menit 10 detik, hal ini membuktikan bahwa
Masuknya suatu zat terlarut lain mengakibatkan titik beku menjadi berubah
(nilai titik beku berkurang).

D.Tekanan Osmosis

Pada percobaan Tekanan Osmosis yang dilakukan dengan menggunakan


telur yang sebelumnya sudah direndam dalam air cuka dan sudah dikuliti
menyisakan kulit ari (lapisan semipermeable) yang telah kami lakukan dapat
diketahui bahwa pada Wadah I yang berisi telur dimasukan ke dalam air biasa
sebanyak 200 ml telur menjadi mengecil, yang semula berdiameter 3,5
menjadi 3,2. Volume airnya bertambahyang semula 200 ml menjadi 203 ml.
Pada Wadah II telur dimasukan kedalam air 200 ml yang sebelumnya sudah
ditambahkan gula sebanyak 5 gram telur yang semula berdiameter 3,7 menjadi
3,9 dan volume air yang awalnya 200 ml menjadi 197 ml. Sedangkan pada
Wadah III telur dimasukan kedalam air 200 ml yang sebelumnya sudah
ditambahkan garam dapursebanyak 5 gram, telur yang semula 3,4 menjadi 3,5.
Serta volume larutan garam yang semula 200 ml menjadi 198 ml.
Hal ini terjadi karena adanya osmosis dimana suatu larutan yang lebih encer
atau pelarut murni kedalam larutan yang lebih pekat melalui dinding
semipermeable.
E. Percobaan Es Goyang

Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, ke dalam wadah kecil


dimasukkan remahan oreo dan susu cair, diaduk merata, serta ditutup
rapat.Lalu diletakkan di tengah wadah yang besar.Kemudian bongkahan es –
es dan garam krokos dimasukkan di wadah besar, disekitar wadah kecil.Es
batu yang ditambah garam menjadi lebih dingin dan tajam di kulit.Ketika es di
campur dengan garam, sebagian membentuk air garam dan es secara spontan
terlarut dalam air garam, akibatnya air garam semakin banyak.Di dalam
segumpal es, molekul molekul air terstruktur membentuk tatan geometrik yg
tertentu dan kaku. Tatanan kaku ini rusak ketika di serang oleh garam, maka
molekul molekul air selanjutnya bebas bergerak kemana mana dalam wujud
cair.Selama proses ini memerlukan panas. Larutan tersebut mendapat kalor
dari adonan es krim sehingga es krim memadat.Pengguncangan selama proses
pembekuan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk
sehingga es krim semakin halus. Hasilnya terbukti dengan tekstur es krim
yang beku memiliki tekstur lembut.

VIII. Kesimpulan :
Dalam percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa:
 Penurunan Tekanan Uap

Pada percobaan penurunan tekanan uap dapat disimpulkan bahwa ,semakin


banyak zat terlarut maka tekanan uap semakin kecil.

 Kenaikan Titik Didih

Pada percobaan kenaikan titik dididh dapat disimpulkan bahwa, semakin banyak
zat terlarut maka titik didih makin tinggi.

 Penurunan Titik Beku

Pada percobaan penurunan penurunan titik didih dapat disimpulkan bahwa


Masuknya suatu zat terlarut lain mengakibatkan titik beku menjadi berubah
(nilai titik beku berkurang).

 Tekanan Osmosis

Pada percobaan tekanan osmosis dapat disimpulkan bahwa. Jika ada dua larutan
dengan konsentrasi yang berbeda dan dibatasi dengan membram
semipermeablemaka larutan yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) dapat
berpindah ke larutang yang berkonsentrasi lebih tinggi (hipertonik) untuk
mencapai keeimbangan (isotonik).

 Pembuatan Es Goyang

Sifat penurunan titik beku larutan dapat diterapkan dalam pembuatan es goyang.

IX. Daftar Pustaka :


A. Buku
Sudarmo,Unggul.2015.Kimia untuk SMA/MA Kelas XII.Surakarta:ERLANGGA.

Kuswati, Tine Maria D.K.K. 2002. Sains KIMIA : Bab 1 sifat koligatif, hlm. 17.
Jakarta : bumi Aksara

B. Internet
http://kimiadasar.com/sifat-koligatif-larutan/-
https://dsupardi.wordpress.com/kimia-xii-2/sifat-koligatif-larutan/