Anda di halaman 1dari 9

PANGKALAN UTAMA TNI AL XIII

RUMKITAL ILYAS TARAKAN

BUKTI PENGKAJIAN FORMULARIUM TAHUNAN


RUMKITAL ILYAS TARAKAN
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perawatan penderita di rumah sakit dan dalam memfasilitasi perawatan
kesehatan lain sering sekali tergantung pada keefektifan penggunaan obat (Siregar
dan Amalia, 2003). Saat ini, biaya pengobatan di sarana pelayanan kesehatan
khususnya rumah sakit semakin mahal. Salah satu penyebab mahalnya biaya
pengobatan adalah penggunaan obat yang tidak rasional. Ketidakrasionalan dalam
pengobatan dapat disebabkan karena kesalahan pemilihan obat. Hal tersebut
dapat dilihat dari penggunaan obat yang kurang sesuai dengan keadaan pasien
sehingga pengobatan menjadi tidak efektif dan membutuhkan waktu yang lebih
lama untuk penyembuhan pasien. Semakin lama pasien dirawat di rumah sakit
maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, banyak pula
pasien yang mendapat pengobatan yang tidak perlu atau penderita mendapat obat
nama dagang yang sangat mahal padahal ada obat generik yang mempunyai
komposisi dan khasiat yang sama dengan nama obat dagang tersebut (Depkes RI,
2010).
Keragaman obat yang tersedia mengharuskan dikembangkannya suatu
program penggunaan obat baik di rumah sakit, guna memastikan bahwa pendertita
menerima perawatan yang terbaik. Ketepatan pemilihan obat dalam kelas terapi
memerlukan penguasaan farmakologi, farmakodinamik, farmakoekonomi,
sedangkan mengobati secara rasional memerlukan standar profesi yang tinggi
dalam bidang terapetik maupun diagnostik (Depkes RI, 2010). Untuk kepentingan
perawatan penderita yang lebih baik, rumah sakit harus mempunyai suatu program
evaluasi pemilihan dan penggunaan obat yang objektif di rumah sakit. Program ini
adalah dasar dari terapi obat yang tepat dan ekonomis (Siregar dan Amalia, 2003).
Salah satu implementasi program tersebut adalah adanya sistem formularium yang
dibentuk oleh suatu komite khsusus dalam pada rumah sakit yang dinamakan
Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) (Depkes, 2010).
Sistem formularium adalah suatu metode yang digunakan staf medik dari
suatu rumah sakit yang bekerja melalui PFT, mengevaluasi, menilai, dan memilih
dari berbagai zat aktif obat dan bentuk sediaan yang dianggap terbaik dalam
0
perawatan pasien. Sementara itu, formularium merupakan suatu dokumen yang
secara terus menerus direvisi, memuat sediaan obat dan informasi penting lainnya
yang merefleksikan keputusan klinik mutakhir dari staf medik rumah sakit.
Formularium memuat ringkasan informasi obat yang mudah dipahami oleh
profesional kesehatan di rumah sakit. Pada umumnya, iniformasi itu mencakup
nama generik, indikasi, penggunaan, kekuatan, bentuk sediaan, posologi,
toksikologi, jadwal pemberian, kontraindikasi, efek samping, dosis regimen yang
direkomendasikan di dispensing dan informasi penting yang harus diberikan pada
pasien. Keberadaan formularium yang baik sangat bermanfaat bagi rumah sakit
karena rumah sakit hanya akan menyediakan jenis dan jumlah obat sesuai
kebutuhan pasien (Depkes RI, 2010). Kegunaan pengelolaan sistem formularium
secara terus menerus adalah mengoptimalkan pelayanan penderita melalui seleksi
dan penggunaan yang rasional zat aktif dan sediaan obat dalam rumah sakit.
Apoteker memiliki peran utama dalam keamanan dan kemanfaatan relatif sediaan
farmasi yang diusulkan untuk penambahan atau penghapusan dari formularium.
Selain itu apoteker juga menjadi kunci dalam penerimaan resep dengan
menjelaskan dan mendukung sasaran serta proses dari pengelolaan sistem
formularium.

1.2 Tujuan
Pengkajian Formularium dilakukan agar dapat mengevaluasi terhadap
Formularium rumah sakit.

2. Pembahasan
Berdasarkan Panduan Penyusunan Formularium Rumah Sakit yang dikeluarkan
oleh Ditjen Binfar Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010, formularium memuat
ringkasan informasi obat yang mudah dipahami oleh profesional kesehatan di rumah
sakit. Pada umumnya, informasi itu mencakup nama generik, indikasi penggunaan,
kekuatan, bentuk sediaan, posologi, toksikologi, jadwal pemberian, kontraindikasi, efek
samping, dosis regimen yang direkomendasikan di dispensing dan informasi penting
yang harus diberikan pada pasien. Selain informasi obat, format formularium sangat
penting karena menentukan kepraktisan penggunaan sehar-hari dan efisiensi biaya
penerbitan. Formularium dengan ukuran buku saku, mudah dibawa oleh profesional
kesehatan dan dapat meningkatkan penggunaan obat formularium.

1
Secara umum, formularium berisi tiga bagian utama yaitu: (1) Informasi kebijakan
dan prosedur rumah sakit tentang obat, (2) Daftar Obat, dan (3) Informasi Khusus.
Formularium rumah sakit mempunyai komposisi sebagai berikut:
1. Sampul luar dengan judul formularium obat, nama rumah sakit, tahun berlaku, dan
nomor edisi
2. Daftar isi
3. Sambutan
4. Kata pengantar
5. SK PFT, SK pemberlakuan Formularium
6. Petunjuk penggunaan formularium
7. Informasi tentang kebijakan dan prosedur rumah sakit tentang obat
8. Monografi obat
9. Informasi khusus
10. Lampiran (formulir, indkes kelas terapi obat, indeks nama obat)
Kajian Formularium dilakukan terhadap Formularium Rumkital Ilyas Tarakan tahun
2019.
Berdasarkan kajian kelengkapan formularium rumah sakit dengan mengacu pada
Panduan Penyusunan Formularium Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Ditjen Binfar
Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010 dapat dilihat kelengkapan komposisi
formularium Rumkital Ilyas Tarakan yang ditunjukkan pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil Kajian Kelengkapan Formularium Rumkital Ilyas Tarakan


No. Kelengkapan Ada/Tidak Keterangan
1. Sampul Luar Ada Terdapat judul formularium, nama
rumah sakit, dan tahun
2. Daftar Isi Ada -
3. Sambutan Ada Sambutan Karumkital Ilyas Tarakan
4. Kata Pengantar Ada -
5. SK PFT, SK Ada -
Pemberlakuan
Formularium
6. Petunjuk Penggunaan Ada -
Formularium

7. Informasi kebijakan dan Ada Informasi ini terdapat pada lampiran


prosedur rumah sakit formularium
tentang obat
8. Monografi obat Ada Daftar obat didasarkan pada kelas
terapi
9. Informasi khusus Ada Terdapat informasi khusus mengenai

2
prinsip penggunaan obat yang
rasional
10. Lampiran Ada -

Penjelasan lebih lanjut tabel 1 mengenai kelengkapan Formularium Rumkital Ilyas


Tarakan adalah sebagai berikut.
1. Sampul Luar
Pada sampul luar terdapat judul formularium dan nama rumah sakit dilengkapi
dengan logo Rumkital Ilyas Tarakan dan tahun/edisi formularium yaitu edisi tahun
2019. Penampilan dan bentuk fisik suatu formularium yang dicetak mempunyai
pengaruh penting dalam pengunaanya. Formularium secara visual harus menarik
dan mudah dibaca.

2. Sambutan
Sambutan Karumkital Ilyas Tarakan menjelaskan bahwa Rumkital Ilyas Tarakan
menuju akreditasi 2019 sehingga semakin giat dilakukan perbaikan dan peningkatan
mutu di segala bidang. Salah satu standar penting yang akan dinilai adalah aspek
pengelolaan dan penggunaan obat adalah adanya formularium yang diseleksi
secara kolaboratif oleh para ahli yang tergabung dalam Panitia Farmasi dan Terapi.
Seleksi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan khasiat, keamanan,
mutu, ketersediaannya di pasaran dan biaya pengobatan yang paling murah.
Pembatasan jenis produk harus dilakukan untuk mengefisienkan pengelolaan obat
dan menjaga kualitas pelayanan kepada pasien.
Karumkital Ilyas Tarakan juga menjelaskan bahwa pemilihan obat secara
rasional dengan mempertimbangkan faktor individu menjadi kompetensi dasar yang
menentukan keberhasilan tata laksana. Rasionalitas terapi akan membawa dampak
positif berupa efisiensi biaya dan pengutamaan keselamatan pasien sehingga
terwujud peningkatan kualitas layanan kesehatan. Sistem formularium yang terdapat
dalam buku ini diharapkan dapat mendukung peresepan obat secara rasional yang
mengutamakan kepentingan pasien sebagai pelanggan utama. Buku formularium ini
nantinya akan memandu setiap dokter yang berpraktik di Rumkital Ilyas Tarakan
dalam meresepkan obat dengan dosis rasional sesuai indikasi, memperhitungkan
risiko efek samping, memperhatikan interaksi obat dan menimbang efektivitas biaya.

3. Kata Pengantar oleh Ketua Panitia Farmasi dan Terapi Rumkital Ilyas Tarakan
Dari kata pengantar diketahui bahwa proses seleksi obat di Rumkital Ilyas
Tarakan dari tahun ke tahun semakin diperbaiki. Hal ini sejalan dengan standar JCI
(Joint Commission International) dalam Manajemen Pengelolaan dan Penggunaan
3
Obat (Medication Management and Use). Dalam rangka penyusunan Formularium
Rumkital Ilyas Tarakan 2018, telah diterima 228 usulan yang terbagi atas :
a. 188 copy drugs, dan yang diterima masuk ke dalam formularium adalah 113 copy
drugs yang diseleksi berdasarkan dokumen mutu yang lebih lengkap dan harga
yang lebih murah.
b. 12 me-too drug, dan yang diterima masuk ke dalam formularium adalah 2 me-too
drugs yang diseleksi berdasarkan keunggulan relatif dalam hal efek terapi, efek
samping, kenyamanan, serta harga yang pantas.
c. 18 new chemical entities (NCEs), yang diterima masuk ke dalam formularium
adalah 8 new chemical entities (NCEs) yang mana telah memperlihatkan level of
evidence peringkat 1.
d. 10 sediaan herbal komersial, usulan ini diseleksi namun diperoleh bukti klinis
yang menyertai klaim indikasinya berperingkat rendah, atau pembuktian masih
dalam tahap eksprimentasi pada hewan sehingga tidak ada satupun usulan yang
masuk ke dalam formularium.
4. Surat Keterangan Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) dan Pemberlakuan Formularium
Berdasarkan Keputusan Karumkital Ilyas Tarakan No……………………. Panitia
Farmasi dan Terapi terdiri dari :
Ketua :
Sekretaris :
Anggota : terdiri atas.......orang dokter dari berbagai spesialis dan......orang
apoteker.
Selain itu, terdapat pula Surat Keputusan Karumkital Ilyas Tarakan Tentang
Pemberlakuan Penggunaan Buku Formularium Rumkital Ilyas Tarakan.

5. Informasi Khusus Tentang Prinsip Penggunaan Obat Secara Rasional


Dalam formularium ini dikutip dari buku Guide to Good Prescribing yang
diterbitkan oleh WHO tahun 1994 dibuat pedoman penggunaan obat secara rasional.
Langkah-langkah pengobatan rasional disusun sebagai berikut :
a. Langkah 1 : Tetapkan masalah pasien
Diupayakan menegakkan diagnosis secara akurat berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisis yang seksama, serta pemeriksaan penunjang yang tepat.
Diagnosis yang akurat serta identifikasi masalah yang jelas akan mempermudah
rencana penanganan.
b. Langkah 2 : Tentukan tujuan terapi
Tujuan terapi disesuaikan untuk setiap masalah atau diagnosis yang telah
dibangun berdasarkan patofisologi penyakit yang mendasarinya.
c. Langkah 3 : Strategi pemilihan obat
Setiap pemilihan jenis penanganan ataupun pemilihan obat harus sepengetahuan
dan kesepakatan dengan pasien. Pertimbangan biaya pengobatan pun harus
4
dibicarakan bersamasama dengan pasien atau keluarga pasien.Pilihan
penanganan dapat berupa penanganan non farmakologik maupun farmakologik.
 Penanganan non farmakologik
Tidak semua pasien membutuhkan penanganan berupa obat. Sering pasien
hanya membutuhkan nasihat berupa perubahan gaya hidup, diet tertentu,
sekedar fisioterapi atau psikoterapi. Semua instruksi tersebut perlu dijelaskan
secara rinci dan dengan dokumen tertulis.
 Penanganan farmakologik
Berdasarkan pemahaman patofisiologi penyakit serta farmakodinamik obat
dilakukan pemilihan jenis obat dengan mempertimbangkan efektifitas,
keamanan, kenyamanan dan harga obat.
d. Langkah 4 : Penulisan resep obat
Resep obat berisi perintah dari penulisnya kepada apoteker sebagai pihak yang
menyerahkan obat kepada pasien. Resep harus ditulis dengan jelas, mudah
dibaca dan memuat informasi nama dan alamat penulis resep, tanggal
peresepan, nama dan kekuatan obat, dengan singkatan dan satuan yang baku,
bentuk sediaan dan jumlahnya, cara pemakaian dan peringatan, nama, umur
pasien serta alamat juga dicantumkan, kemudian dibubuhi paraf atau tanda
tangan dokter.
e. Langkah 5: Penjelasan tentang aturan pakai dan kewaspadaan
Pasien memerlukan informasi, instruksi dan peringatan yang akan memberinya
pemahaman sehingga ia mau menerima dan mematuhi pengobatan dan
mempelajari cara minum obat yang benar. Informasi yang jelas akan
meningkatkan kepatuhan pasien.
f. Langkah 6 : Pemantauan pengobatan
Pemantauan bertujuan untuk menilai hasil pengobatan dan sekaligus menilai
apakah diperlukan tambahan upaya lain. Pemantauan dapat dilakukan secara
pasif maupun aktif. Pemantauan pasif artinya dokter menjelaskan kepada pasien
tentang apa yang harus dilakukan bila pengobatan tidak manjur. Pemantauan aktif
berarti pasien diminta datang kembali pada waktu yang ditentukan untuk dinilai
hasil pengobatan terhadap penyakitnya (de Vries, et al., 1994).

6. Petunjuk Penggunaan Buku Formularium


Buku Formularium Rumkital Ilyas Tarakan edisi tahun 2019 dibagi menjadi 4 bagian :
a. Warna biru : Berisi informasi umum.
b. Warna putih : Berisi daftar obat formularium yang disusun berdasarkan
kelas terapi mengikuti ketentuan pada Buku Daftar Obat
Esensial Nasional (DOEN) dengan modifikasi.
c. Warna merah jambu : Berisi lampiran-lampiran

5
d. Warna kuning : Berisi indeks kelas terapi, indeks obat berdasarkan nama
generik, indeks obat berdasarkan nama dagang.

7. Daftar Obat Formularium Rumkital Ilyas Tarakan Berdasarkan Kelas Terapi


Beberapa hal serta keterangan yang perlu diketahui untuk mempermudah
penggunaan buku formularium ini adalah sebabgai berikut :
a. Kode kelas terapi dalam formularium ini mengacu pada kode DOEN (Daftar Obat
Esensial Nasional) dengan modifikasi.
b. Kolom No Urut Obat, dimaksudkan adalah nomor urut obat dari subkelas terapi.
c. Nama dagang produk obat yang disetujui masuk dalam formularium adalah
maksimal: 1 (satu) original product (nama dagang yang memegang hak paten
obat), 2 (dua) copy drugs dan 1 (satu) sediaan generik.
d. Obat yang tersedia produk generiknya, maka pada kolom nama dagang, sediaan
generik ditandai dengan cetak tebal.
e. Pada kolom keterangan dicantumkan, khusus pada kelas terapi 6.2 yaitu
antibiotika digolongkan berdasarkan pembatasan peresepannya, yaitu:
- Lini Pertama : Antibiotika yang boleh diresepkan oleh semua dokter yang
bertugas di Rumkital Ilyas Tarakan.
- Lini Kedua : antibiotika yang boleh diresepkan bila pemeriksaan mikrobiologik
memperlihatkan adanya resistensi dengan antibiotika lini pertama, pasien alergi
dengan antibiotika lini pertama, penggunaannya merupakan prosedur standar
di departemen/ divisi, atau penggunaannya telah disetujui oleh Panitia
Antibiotika Rumkital Ilyas Tarakan.
- Lini ketiga : Antibiotika yang boleh diresepkan setelah mendapat persetujuan
oleh konsultan spesialis penyakit infeksi di masing-masing departemen atau
Panitia Antibiotika Rumkital Ilyas Tarakan.

Obat yang tertera dalam formularium harus sesuai dengan pola penyakit yang
ada di rumah sakit, karena itu pembuatan formularium harus didasarkan pada
pengajian pola penyakit, populasi pasien, gejala dan penyebabnya untuk
menentukan kelas terapi dengan tahapan pengkajian sebagai berikut:
1. Tahap pertama, pengkajian pola penyakit dann populasi pasien dalam empat
tahun terakhir berturut-turut dari data morbiditas yang berasal dari rekam medik
rumah sakit, lalu dibuat tabel berisi kelompok penyakit, sub kelompok penyakit,
jumlah dan persentase pasien tiap tahun. Pengelompokkan penyakit berdasarkan

6
“Interantional Statistical Classification of Disease and Related Health Problem
(ICD-10)”.
2. Tahap kedua, penetapan peringkat penyakit terbanyak tiap kelompok penyakiit
dan jumlah rata-rata serta persentase pasien.
3. Tahap ketiga, penetapan penyakit, gejala, penyebab dan golongan farmakologi
obat serta bahan pendukung yang diperlukan. Dibuat tabel berisi sub kelompok
penyakit dan jumlah serta persentase pasien dalam tiap sub kelompok penyakit.
4. Tahap keempat, dibuat tabel berisi sub kelompok penyaki dan golongan
farmakologi obat dan bahan pendukung yang diperlukan untuk tiap penyakit.
5. Tahap kelima, penetapan nama obat yang diperlukan dalam tiap golongan
farmakologi. Dibuat tabel memmgandung golongan farmakologi, sub golongan
farmakologi, nama obat, dan bahan pendukung yang diperlukan untuk tiap
penyakit.

8. Lampiran
Lampiran pada formularium Rumkital Ilyas Tarakan teridir dari:
a. Kebijakan dan Peraturan Tentang Pengelolaan dan Penggunaan Perbekalan
Farmasi di Rumkital Ilyas Tarakan
b. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah
c. Kebijakan Obat Generik di Rumkital Ilyas Tarakan
d. Contoh Formulir Pengusulan Obat Baru
e. Contoh Formulir Permintaan Obat Non Formularium
f. Contoh Formulir Laporan Efek Samping Obat
g. Tabel Interaksi Obat
h. Nama Dagang Yang Dihapuskan dari Formularium Rumkital Ilyas Tarakan
i. Daftar Sediaan Generik
j. Indeks Kelas Terapi
k. Indeks Obat berdasarkan Nama Generik
l. Indeks Obat berdasarkan Nama Dagang

3. Penutup
Berdasarkan hasil kajian terhadap formularium rumah sakit, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut.
1. Contoh formularium rumah sakit yang ditemukan adalah Formularium Rumkital Ilyas
Tarakan edisi tahun 2019.
2. Secara garis besar, isi dari Formularium Rumkital Ilyas Tarakan edisi tahun 2019
yaitu: sampul luar, sambutan Karumkital Ilyas Tarakan, kata pengantar oleh ketua
PFT Rumkital Ilyas Tarakan, SK PFT dan pemberlakuan penggunaan buku
Formularium Rumkital Ilyas Tarakan edisi tahun 2019, prinsip penggunaan obat
secara rasional, petunjuk penggunaan buku formularium, daftar obat formularium

7
Rumkital Ilyas Tarakan berdasarkan kelas terapi, dan lampiran-lampiran.
Berdasarkan hal tersebut, maka Formularium Rumkital Ilyas Tarakan edisi tahun
2019 telah memenuhi kelengkapan isi formularium yang mengacu pada Panduan
Penyusunan Formularium Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Ditjen Binfar
Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010.

Anda mungkin juga menyukai