Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Senam Aerobik
Intensitas tinggi dan lama melatih

B. Kesuburan

Yang dimaksud dengan masa subur adalah masa dimana terjadinya ovulasi pada
pertengahan siklus haid. Ovulasi mengeluarkan sel telur yang sudah matang dan siap
dibuahi oleh sperma. Jadi, bila pada saat masa subur, seorang wanita melakukan
hubungan seks dengan suaminya, dan bila sperma bagus, maka bisa terjadi pertemuan
antara sel telur dengan sel sperma sehingga terjadi konsepsi. Hasil konsepsi inilah yang
kemudian akan tumbuh menjadi janin (Iskandar, 2007).

Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang
ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa
dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang
terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda
kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya
kehamilan.

Cara - cara menentukan masa subur yang umum digunakan yakni sistem kalender,
metoda lendir serviks, dan metoda suhu tubuh. Cara yang paling sederhana adalah system
kalender. System kalender dibagi menjadi 2 cara berdasarkan siklus haidnya, Jika siklus
haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa
subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan
datang. Sedangkan apabila siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat
panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus
terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid
tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari
subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan
siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi
masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Dalam metoda lender serviks, yang dinilai adalah sifat dari lendir atau cairan yang
dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan
bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan
merasakan basah saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa
dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks,
lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari,
cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari
10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si
wanita sedang dalam masa subur.
Sedangkan pada metoda suhu tubuh agak sedikit lebih rumit, tapi masih bisa dikerjakan
oleh pasangan usia subur. Pertama-tama, kita harus mengukur suhu tubuhi wanita
tersebut sejak siklus pertama haid sampai haid berikutnya pada pagi hari (baru bangun
tidur). Suhu harian itu kemudian dicatat dan dihubungan dengan garis (seperti membuat
grafik). Saat ovulasi/masa subur, suhu tubuh akan meningkat 0.05 sampai 0.2 derajat
Celcius.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan seorang wanita antara lain:

1. Faktor fisik

Jika fisik wanita optimal, tentu kesuburan dan siklus hormonal akan juga optimal,
sehingga memengaruhi kesuburan. Jika fisik lemah, misalnya menderita penyakit kronis
atau kondisi tubuh sedang sangat kurang, sulit untuk ovulasi, untuk memenuhi kebutuhan
sel-sel tubuh sehari-hari saja tidak cukup. Akibatnya, tentu juga akan memengaruhi
kesuburan. Terlalu gemuk atau terlalu kurus juga bisa memengaruhi kesuburan(Iskandar,
2007). Adanya penyakit tertentu, misalnya policystic ovarii (PCO) yang mempersulit
terjadinya sel matang, juga akan memengaruhi masa subur seseorang. Selain itu, usia
juga mempengaruhi kesuburan. Pada wanita puncaknya adalah umur 21-24 tahun,
sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan setelahnya berangsur menurun.

2. Faktor psikis

Wanita yang mengalami gangguan psikis berat, seperti stres hebat atau depresi, biasanya
juga akan mengalami gangguan hormonal. “Siklus haid jadi kacau, tidak ada ovulasi dan
sebagainya.

Selain faktor fisik dan psikis, yang juga memengaruhi kesuburan seorang wanita adalah
gangguan siklus haid itu sendiri. Siklus haid yang terlalu pendek (polimenorhae, di
bawah 21 hari) atau siklus haid yang terlalu panjang (oligomenorhae, lebih dari 35 hari)
biasanya tidak menghasilkan ovulasi (unovulasi).

Antioksidan diketahui memperbaiki kinerja sel, bukan cuma sel yang menunjang
kesuburan (sel-sel kelamin) , tapi juga seluruh sel-sel di seluruh tubuh. Oleh karena itu,
konsumsi antioksidan (makanan yang mengandung vitamin E dan vitamin C tinggi) bisa
membantu memacu atau mengoptimalkan kesuburan. “Kekurangan zat-zat tadi bisa
menurunkan kesuburan. Tapi, kalau asupan makanan baik, tidak ada penyakit, aliran
darah lancar, dan lain-lain, maka kesuburan pun akan optimal.”

Setelah sukses menghitung masa subur, maka kini saatnya menanti kehamilan yang Anda
tunggu-tunggu. Apa, sih, tanda-tanda kehamilan? “Yang jelas jika sudah terlambat haid.
Terlambat bulan pada wanita usia subur harus dipikirkan kemungkinan kehamilan.”
Tanda-tanda kehamilan ada dua, yakni tanda subyektif dan tanda obyektif. Tanda
subyektif biasanya menyangkut perasaan atau apa yang dialami oleh si wanita sendiri,
misalnya payudara jadi lebih kencang, puting susu menjadi lebuh hitam, dan terkadang
disertai rasa mual dan muntah. Sementara tanda-tanda obyektif diketahu lewat
pemeriksaan, di antaranya mulut rahim menjadi lebih ungu (livide), rahim sedikit
membesar, hasil tes urine menunjukkan positif, yang diperkuat dengan pemeriksaan
USG.

3. Faktor Lingkungan

Baik fisik, kimia maupun biologis (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol) dapat mempengaruhi
kesuburan pada wanita.

4. Gizi dan nutrisi

Terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu.

tanda-tanda wanita subur? Berikut ini ada tips sederhana yang bisa membantu Anda.

1. Siklus haid
Wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap bulan biasanya subur. Satu putaran
haid dimulai dari hari pertama keluar haid hingga sehari sebelum haid datang kembali,
yang biasanya berlangsung selama 28 hingga 30 hari. Oleh karena itu siklus haid dapat
dijadikan indikasi pertama untuk menandai seorang wanita subur atau tidak.

2. Alat pencatat kesuburan


Kemajuan teknologi seperti ovulation thermometer juga dapat dijadikan sebagai alat
untuk mendeteksi kesuburan seorang wanita. Thermometer ini akan mencatat perubahan
suhu badan saat wanita mengeluarkan benih atau sel telur. Bila benih keluar, biasanya
thermometer akan mencatat kenaikan suhu sebanyak 0,2 derajat celsius selama 10 hari.
Namun jika wanita tersebut tidak mengalami perubahan suhu badan pada masa subur,
berarti wanita tersebut tidak subur.

3. Tes darah
Wanita yang siklus haidnya tidak teratur, seperti datangnya haid tiga bulan sekali atau
enam bulan sekali biasanya tidak subur. Jika dalam kondisi seperti ini, beberapa tes darah
perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dari tidak lancarnya siklus haid. Tes darah
dilakukan untuk mengetahui kandungan hormon yang berperan pada kesuburan seorang
wanita.

4. Pemeriksaan fisik
Untuk mengetahui seorang wanita subur juga dapat diketahui dari organ tubuh seorang
wanita. Beberapa organ tubuh, seperti buah dada, kelenjar tiroid pada leher, dan organ
reproduksi. Kelenjar tiroid yang mengeluarkan hormon tiroksin berlebihan akan
mengganggu proses pelepasan sel telur. Sedangkan pemeriksaan buah dada ditujukan
untuk mengetahui hormon prolaktin di mana kandungan hormon prolaktin yang tinggi
akan mengganggu proses pengeluaran sel telur. Selain itu, pemeriksaan sistem reproduksi
juga perlu dilakukan untuk mengetahui sistem reproduksinya normal atau tidak.

5. Track record
Wanita yang pernah mengalami keguguran, baik disengaja ataupun tidak, peluang
terjangkit kuman pada saluran reproduksi akan tinggi. Kuman ini akan menyebabkan
kerusakan dan penyumbatan saluran reproduksi. Oleh karena itu, track record wanita
yang pernah mengalami keguguran juga harus diperhatikan.
Nah, dengan beberapa tips sederhana ini tentu tidak salah jika seorang pria memutuskan
untuk menikah lebih selektif. Kesuburan calon istri juga harus diperhatikan demi
kebahagian yang sempurna dengan hadirnya sang buah hati

C. Gangguan Reproduksi pada Olah Raga


Uptodate.com

KERANGKA KONSEP

HIPOTESIS