Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Identitas Program Pendidikan


Sekolah : SMK Negeri 3 Baleendah
Mata Pelajaran : OTK Sarana dan Prasarana
KompetensiKeahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Kelas / Semester : XI/1
TahunPelajaran : 2019/2020
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (180 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Otomatisasi
dan Tata Kelola Perkantoran. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Memahami administrasi sarana 3.1.1 Menjelaskan pengertian administrasi


dan sarana sarana dan prasarana
3.1.2 Menguraikan ruang lingkup sarana dan
prasarana
3.1.3 Mengemukakan tujuan administrasi sarana
dan prasarana
3.1.4 Mengemukakan fungsi administrasi sarana
dan prasarana
4.1 Melakukan pengelompokkan 4.4.1. Melakukan identifikasi ruang lingkup
ruang lingkup administrasi sarana sarana dan prasarana
dan prasarana 4.4.2. Mengelompokan ruang lingkup sarana dan
prasarana

C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah menggali informasi dari dari berbagai sumber peserta didik dapat menjelaskan
pengertian administrasi sarana dan prasarana dengan sikap ingin tahu dan mandiri
2. Setelah melakukan tanya jawab dan dan menggali informasi dari berbagai sumber peserta
didik dapat:
a. mengemukakan tujuan administrasi sarana dan prasarana
b. menguraikan ruang lingkup administrasi sarana dan prasarana
c. mengemukakan fungsi administrasi sarana dan prasarana
3. Setelah melakukan pengamatan dan diskusi peserta didik dapat melakukan identifikasi ruang
lingkup administrasi sarana dan prasarana sesuai bidang usaha dengan cermat dan tepat
4. Setelah melakukan analisis peserta didik dapat mengelompokkan ruang lingkup administrasi
sarana dan prasarana sesuai bidang usaha, pembangunan atau proyekdengan bersikap jujur
dan percaya diri

D. Materi Pembelajaran
Administrasi Sarana dan Prasarana
1. Pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana
Dapat dinyatakan secara aksiomatik bahwa setiap organisasi selalu menghadapi
keterbatasan dan kemampuan dalam menyediakan sarana dan prsasaraana yang
diperlukan. Keterbatasan kemampuan tersebut menuntut pengamanan dan pemanfaatan
berbagai sarana dan prasarana sedemikian rupa sehingga diperoleh manfaat yang optimal.
Kemudian apa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana tersebut?
a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), administrasi sarana adalah
segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan.
Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama
terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek).
b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, No. 24 tahun 2007. Sarana adalah
perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana adalah
fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Sarana pendidikan
antara lain meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Sedangkan yang termasuk
prasarana antara lain seperti gedung, ruang kelas, halaman, taman, lapangan, jalan
menuju sekolah dan lain-lain.
c. Secara Umum, sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dan
bahan untuk mencapai maksud dan tujuan dari suatu proses produksi. (contohnya:
sabit, cangkul, dll.) Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang
utama terselenggaranya produksi. (contohnya: lahan, jalan, parit, pabrik, tempat
kerja, dll.) Misalnya, dalam bidang transportasi darat kita dapat menyebut mobil,
motor, bis, taksi sebagai sarana transportasi karena digunakan secara langsung oleh
orang. Sedangkan fasilitas pendukung seperti jalan, rambu-rambu, lampu lalu lintas
dapat kita sebut sebagai prasarana.
Kesimpulan :

Sarana adalah segala sesuatu yang bias digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan
dari suatu proses tertentu, sarana lebih mencakup benda-benda bergerak.
Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan fasilitas dasar untuk menyelanggarakan
suatu produksi.

2. Ruang Lingkup Administrasi Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana organisasi merupakan milik/kekayaan organisasi maka perlu
adanya kegiatan pengamanan yang kuat, mencakup pengamanan sejak perencanaan
kebutuhan, penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan dan pergudangan,
pemeliharaan, penghapusan, inventarisasi, dan penghapusaan.
Batasan pengertian dan ruang lingkup kegiatan manajemen logistik/administrasi sarana
dan prasarana tersebut dapat dirinci pada tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1. . Ruang Lingkup Administrasi sarana dan Prasarana

1 KEGIATAN PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN,DAN


MANAJERIAL PENGAWASAN
2 Kegiatan pengadaan,pencatatan (inventarisasi),penggudangan,
operasional pendistribusian, pemeliharaan, dan penghapusan Sarana
dan prasarana, perbekalan, logistik, barang, material,
peralatan, perlengkapan,
3 Objek sarana prasarana (segala sesuatu/benda yang berwujud dan
dapat diperlakukan secara fisik/tangible, baik yang
dipergunakan untuk kegiatan pokok maupun kegiatan
penunjang/administrasi.
4 Tujuan mendukung efektivitas dan efisiensi dalam setiap upaya
pencapaian tujuan organisasi.

3. Tujuan Administrasi Sarana dan Prasarana


Tujuan administrasi sarana dan prasarana adalah:
a. Mampu menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan
dengan jenis dan spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat dibutuhkan, dalam
keadaan dapat dipakai, dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan
harga yang layak, serta dengan memberikan pelayanan yang baik.
b. Mampu menyediakan informasi berkaitan dengan keberadaan sarana dan prasarana
/ perbekalan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan pengawasan
dan pengendalian perbekalan serta dapat digunakan sebagai instrumen pengambilan
keputusan berkaitan dengan tindakan-tindakan manajemen perbekalan, seperti
pengadaan perbekalan, dislribusi, dan penghapusan perbekalan.
c. Mampu menyediakan sarana dan prasarana/perbekalan yang siap pakai (ready for
use) ke unit-unit kerja maupun personel sehingga menjamin kelangsungan aktivitas
maupun tugas setiap unit kerja maupun personel dalam suatu organisasi melalui
penyelenggaraan pengelolaan gudang dan distribusi secara optimal.
d. Mampu menjaga dan mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil,
baik secara preventif maupun represif secara optimal guna mendukung optimalisasi
fungsional maupun umur barang.
e. Mampu melakukan pengakhiran fungsi sarana dan prasarana / perbekalan dengan
pertimbangan-pertimbangan dan argumentasi-argumentasi yang dapat
dipertanggungjawabkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas maupun
tugas, serta mencegah tindakan pemborosan.
f. Mampu mencegah dan mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai
penyimpangan dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun Mampu mencegah dan
mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai penyimpangan dalam setiap
kegiatan pengelolaan maupun penggunaan sarana dan prasarana /perbekalan
sehingga selain dapat menekan pengeluaran biaya, baik berkaitan finansial, tenaga,
waktu, material, maupun pikiran, juga mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas
dan tugas dalam organisasi.
g. Mampu menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit kerja maupun personel
sehingga setiap unit kerja maupun personel dapat menjalankan aktivitas maupun
tugasnya secara optimal.

4. Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana


Fungsi manajemen dalam penyelenggaraan sarana dan prasarana yang perlu
memperoleh perhatian ialah: Fungsi Perencanaan, Fungsi Kebutuhan, dan Fungsi
Penganggaran. Fungsi Pengadaan, Fungsi Penyaluran, Fungsi Penggudangan, Fungsi
Penyaluran, Fungsi Inventarisasi, Fungsi Penghapusan.
a. Fungsi Perencanaan. Perencanaan merupakan kegiatan pemikiran, penelitian,
penghitungan dan perumusan tindakan-tindakan yang akan dilakukan, baik
berkaitan dengan kegiatan-kegiatan operasional dalam pengelolaan sarana dan
prasarana atau perbekalan, penggunaan, peng-organisasian, maupun pengendalian
perbekalan.
b. Fungsi Faktor Penentu Kebutuhan. Berbagai Faktor yang mempengaruhi
penentuan kebutuhan perlu mendapatkan perhatian antara lain:
1) Faktor Yuridis, Pada dasarnya faktor ini meliputi tentang
a) Peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan serta batasan-batasan terhadap
keamanan, desain, penyediaan barang, pengadaan dan sebagainya.
b) Prosedur dan persyaratan dana-dana yang digunakan
2) Persyaratan-persyaratan Proyek. Faktor ini mencakup tujuan proyek dalam
waktu tertentu, kondisi lokasi manfaat jangka panjangnya.
3) Evaluasi Sosio Ekonomi. Proses penentuan kebutuhan menurut pemikiran yang
luas dan mendalam, terutama dalam hal evaluasi untuk menentukan jenis-jenis
teknologi yang akan digunakan, serta manfaat jangka panjangnya apakah dapat
memperkuat pertumbuhan ekonomi setempat atau justru sebaliknya justru
menimbulkan permasalahan baru.
4) Evaluasi Tekno-Ekonomi. Dengan mempertimbangkan faktor tekno ekonomi
ini dimaksudkan agar dalam pemilihan teknologi diperhitungkan pula mengenai
hal-hal sebagai berikut:
a) Untung rugi penggunaan sesuatu barang atau alat yang di butuhkan.
b) Pemilihan komposisi barabg atau alat yang dibutuhkan.
c) Penggantian barang atau alat atau evaluasi tentang jangka waktu
penggunaan sesuatu barang.
d) Perkembangan teknologi.
5) Perkembangan Swadaya dan Swasembada. Faktor ini mengadung pengertian,
bahwa kebutuhan sesuatu proyek hendaknya sejauh mungkin dapat dipenuhi
sendiri tanpa tergantung pada bantuan pihak asing.
c. Fungsi Penganggaran. Fungsi penganggaran terdiri dari kegiatan-kegiatan dan
usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala
standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan
pengarahan dan pembatasan yang berlaku terhadapnya.
d. Fungsi pemindahan/penyaluran secara fisik, yaitu pemindahan hak dan tanggung
jawab fisik barang secara penuh kepada pihak user dalam internal organisasi. User
atau pengguna barang, selanjutnya disebut consignee pemakai, sedangkan pihak
yang memindahkan hak dan kewajiban disebut consigne bukan pemakai.
e. Fungsi penggudangan merupakan serangkaian kegiatan pengurusan dalam
penyimpanan perbekalan mulai dari kegiatan penerimaan, pencatatan, pemasukan,
penyimpanan, pengaturan, pembukuan, pemeliharaan, pengeluaran dan
pendistribusian sampai dengan kegiatan pertanggungjawaban pengelolaan gudang
(pembuatan laporan-laporan) dengan tujuan mendukung kontinuitas kerja unit kerja,
sekaligus mendukung efektivitas dan efisiensi organisasi secara keseluruhan
f. Fungsi perawatan sarana dan prasarana upaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan peralatan yang ada kepada organisasi perusahaan melalui proses
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating),
pemberdayaan, dan pengawasan (controlling), seluruh komponen dan sumber daya
yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien
(optimal)”.
g. Fungsi inventarisasi adalah kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang
diperlukan mengenai barang-barang perlengkapan yang dimiliki/dikuasai dan diurus
departemen, baik yang diadakan melalui anggaran belanja pembangunan dan dana
sumbangan pembinaan pendidikan maupun sebagai hasil usaha pembuatan sendiri,
hadiah ataupun hibah untuk ditatausahakan sebagaimana mestinya menurut
ketentuan dan cara yang telah ditetapkan oleh pimpinan departemen.
h. Penghapusan barang inventaris adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk
mengeluarkan/menghilangkan barang-barang dari daftar inventaris karena barang
itu sudah dianggap tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi
sebagaimana yang diharapkan terutama untuk kepentingan dinas, misalnya rusak,
susut, mati, atau biayanya terlalu mahal kalau dipelihara atau diperbaiki.

E. Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran


1. Pendekatan : Sainstifik (scientific)
2. Metode : Paparan, Diskusi, Tanya Jawab, Praktik
3. Model Pembelajaran : Discovery Learning

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Pendahuluan Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi 15 Menit
 Mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman peserta didik
atau dengan materi sebelumnya
 Mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan yang berlangsung
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan
dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang indikator dan
KKM pada pertemuan yang berlangsung

Inti Fase 1 Pemberian stimulus


(Mengamati)

 Peserta didik diminta untuk mengemati


berbagai sarana dan prasarana serta administrasi
sarana dan prasarana dalam lingkungan kerja
 Peserta didik menyebutkan berbagai sarana dan
prasarana serta administrasi sarana dan
prasarana yang mereka ketahui
 Peserta didik diminta untuk menjelaskan
pengertian administrasi sarana dan prasarana

Fase 2 Pernyataan atau Identifikasi masalah


(Menanya dan Menalar)
240 Menit
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pertanyaan yang berkaitan dengan administrasi
sarana dan prasarana yang diberikan dan akan
dijawab melalui kegiatan belajar (Critical
Thingking)

Fase 3 Pengumpulan data individual maupun


kelompok (Mengeksplorasi)
Peserta didik mengumpulkan informasi tentang
ruang lingkup, tujuan dan fungsi dari administrasi
sarana dan prasarana(Creative)
Fase 4 Pembuktian atau Verifikasi
(Mengasosiasi)
Peserta didik mempresentasikan hasil informasi
mengenai ruang lingkup, tujuan dan fungsi
administrasi sarana dan prasarana(Collaboration)

Fase 5 Menarik kesimpulan atau generalisasi


(Mengkomunikasikan)
Peserta didik memberikan kesimpulan tentang
pengertian, ruang lingkup, tujuan dan fungsi dari
administrasi sarana dan prasarana(Communication)

Penutup 1. Evaluasisecara umum seputar materi yang telah 15 menit


disampaikan
2. Penyampaian materi praktek untuk pertemuan
berikutnya
3. Penutupan dengan doa dan salam

Pertemuan ke-2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Pendahuluan Orientasi
 Melakukan pembukaan
dengan salam dan
berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran
peserta didik
 Menyiapkan fisik dan 15 Menit
psikis peserta didik
dalam mengawali
kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi
pembelajaran yang akan
dilakukan dengan
pengalaman peserta didik
atau dengan materi
sebelumnya
 Mengajukan pertanyaan
yang ada keterkaitannya
dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran
tentang manfaat
mempelajari pelajaran
yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-
hari.
 Menyampaikan tujuan
pembelajaran pada
pertemuan yang
berlangsung
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi
pelajaran yang akan
dibahas pada pertemuan
saat itu.
 Memberitahukan tentang
indikator dan KKM pada
pertemuan yang
berlangsung

Kegiatan Inti Fase 1 Pemberian stimulus


(Mengamati)
Peserta didik diminta untuk
mengemati berbagai gambar
mengenai tempat-tempat yang
berada di sekolah 240 Menit

Fase 2 Pernyataan atau


Identifikasi masalah
(Menanya dan Menalar)
Guru memberikan
kesempatan pada peserta
didik untuk mengidentifikasi
gambar mengenai tempat-
tempat yang ada di
sekolah(Critical Thingking)

Fase 3 Pengumpulan data


individual maupun
kelompok
(Mengeksplorasi)
Peserta didik di bagi menjadi
7 kelompok dimana masing-
masing kelompok berjumlah
sebanyak 5 peserta didik
untuk melakukan identifikasi
dan pengelompokan sarana
dan prasarana yang ada di
sekolah (Creative)

Fase 4 Pembuktian atau


Verifikasi (Mengasosiasi)
Peserta didik
mempresentasikan hasil
informasi mengenai
identifikasi dan
pengelompokan sarana dan
prasarana yang ada di
sekolah (Collaboration)

Fase 5Menarik kesimpulan


atau generalisasi
(Mengkomunikasikan)
Peserta didik memberikan
kesimpulan tentang
identifikasi dan
pengelompokan sarana dan
prasarana yang ada di
sekolah (Communication)

Penutup 1. Evaluasisecara umum 15 menit


seputar materi yang telah
disampaikan
2. Penyampaian materi
untuk pertemuan
berikutnya
3. Penutupan dengan doa
dan salam
4. Peserta didik mencatat
tugas (Tugas Keterampilan)

G. Media Pembelajaran dan Alat/Bahan Pembelajaran


Media Pembelajaran : PC/Laptop, LCD Proyektor dan Papan Tulis
Alat dan Bahan : Spidop, kertas HVS atau folio bergaris, penggaris dan bolpoint

H. Sumber Belajar :
1. Tati, Sutarni, Dra., dkk, 2017, Administrasi Sarana dan Prasaarana, Jakarta: HUP
2. Suranto, Dr, St, M.M., dkk, 2017, Administrasi Sarana dan Prasarana, Jogjakarta
3. Kurniawan, Dwi, 2017, Otomatisasi Tata Kelola Sarana Prasarana; Yudistira

I. PENILAIAN PEMBELAJARAN
JENIS/TEKNIK PENILAIAN : PENGAMATAN, TERTULIS
BENTUK INSTRUMEN
1. Jelaskanlah pengertian administrasi sarana dan prasarana
2. Uraikanlah ruang lingkup administrasi sarana dan prasarana
3. Kemukakanlah tujuan administrasi sarana dan prasarana
4. Kemukakanlah fungsi administrasi sarana dan prasarana

KUNCI JAWABAN
1. Menurur Pemerdikbud No 24 Tahun 2007 mengartikan administrasi sarana dan prasarana
adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana
adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Sarana pendidikan
antara lain meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Sedangkan yang termasuk
prasarana antara lain seperti gedung, ruang kelas, halaman, taman, lapangan, jalan
menuju sekolah dan lain-lain.
2. Ruang lingkup kegiatan administrasi sarana dan prasarana
1 KEGIATAN PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN,DAN
MANAJERIAL PENGAWASAN
2 Kegiatan pengadaan,pencatatan (inventarisasi),penggudangan, pendistribusian,
operasional pemeliharaan, dan penghapusan Sarana dan prasarana, perbekalan,
logistik, barang, material, peralatan, perlengkapan,
3 Objek sarana prasarana (segala sesuatu/benda yang berwujud dan dapat
diperlakukan secara fisik/tangible, baik yang dipergunakan untuk
kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang/administrasi.
4 Tujuan mendukung efektivitas dan efisiensi dalam setiap upaya pencapaian
tujuan organisasi.

1. Tujuan administrasi sarana dan prasarana adalah:


a. Mampu menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan
dengan jenis dan spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat dibutuhkan, dalam keadaan
dapat dipakai, dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan harga yang layak,
serta dengan memberikan pelayanan yang baik.
b. Mampu menyediakan informasi berkaitan dengan keberadaan sarana dan prasarana /
perbekalan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan pengawasan dan
pengendalian perbekalan serta dapat digunakan sebagai instrumen pengambilan keputusan
berkaitan dengan tindakan-tindakan manajemen perbekalan, seperti pengadaan perbekalan,
dislribusi, dan penghapusan perbekalan.
c. Mampu menyediakan sarana dan prasarana/perbekalan yang siap pakai (ready for use) ke
unit-unit kerja maupun personel sehingga menjamin kelangsungan aktivitas maupun tugas
setiap unit kerja maupun personel dalam suatu organisasi melalui penyelenggaraan
pengelolaan gudang dan distribusi secara optimal.
d. Mampu menjaga dan mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil, baik
secara preventif maupun represif secara optimal guna mendukung optimalisasi fungsional
maupun umur barang.
e. Mampu melakukan pengakhiran fungsi sarana dan prasarana / perbekalan dengan
pertimbangan-pertimbangan dan argumentasi-argumentasi yang dapat
dipertanggungjawabkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas maupun tugas,
serta mencegah tindakan pemborosan.
f. Mampu mencegah dan mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai penyimpangan
dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun Mampu mencegah dan mengambil tindakan
antisipatif terhadap berbagai penyimpangan dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun
penggunaan sarana dan prasarana /perbekalan sehingga selain dapat menekan pengeluaran
biaya, baik berkaitan finansial, tenaga, waktu, material, maupun pikiran, juga mendukung
kelancaran pelaksanaan aktivitas dan tugas dalam organisasi.
g. Mampu menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit kerja maupun personel sehingga
setiap unit kerja maupun personel dapat menjalankan aktivitas maupun tugasnya secara
optimal.
h. Mampu membangun budaya penggunaan sarana dan prasarana / perbekalan secara
bertanggung jawab oleh para pegawai di lingkungan organisasi sehingga dapat dicegah dan
dihindarkan tindakan penyimpangan maupun pemborosan.

2. Fungsi manajemen dalam penyelenggaraan sarana dan prasarana yang perlu memperoleh
perhatian ialah: Fungsi Perencanaan, Fungsi Kebutuhan, dan Fungsi Penganggaran. Fungsi
Pengadaan, Fungsi Penyaluran, Fungsi Penggudangan, Fungsi Penyaluran, Fungsi Inventarisasi,
Fungsi Penghapusan

PENSKORAN
Untuk setiap soal akan dilakukan penskoran sebagai berikut:
1. Nilai 90 -100 : jikasesuaikuncijawabandanadapengembanganjawaban
2. Nilai 76 - 89 : jikajawabansesuaikuncijawaban
3. Nilai 60 - 75 : jikajawabankurangsesuaidengankuncijawaban
4. Nilai< 59 : jikajawabantidaksesuaidengankuncijawaban

No
IPK SkorPenilaian
Soal
1
2
3
4 Nilai perolehan KD pegetahuan
Jumlah :reratadarinilai IPK
(…../……) * 100 = …………….
KETERAMPILAN
1. Teknik penilaian : Tes Praktik
2. Instrumen Penilaian :

Nama Kriteria Penilaian


No Nilai
Siswa Ketepatan Kerapihan Ketelitian Kejelasan

3. Remedial :
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD-nya belum
tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching, atau tutor
sebaya, atau tugas dan diakhiri tes
c. Tes remedial dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis
kembali
4. Pengayaan :
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
sebagai berikut :
a. Siswa yang mencapai nilai n (ketuntasan) < n < n (maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
b. Siswa yang mencapai nilai n > n (maksimal) diberikan materi melebihi cakupan
KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
PENSKORAN DAN PENGOLAHAN NILAI
1. Nilai 90 - 100 : jikahasilpekerjaansesuaidengankriteriapenilaian
2. Nilai 76 - 89 : jikaadasebagaiankecilkriteriapenilaiantidakdipenuhi
3. Nilai 60 - 75 : jikasebagianbesarkriteriapenilaiantidakdipenuhi
4. Nilai< 59 : jikahampirsemuakriteriapenilaiantidakdipenuhi

ANALISIS HASIL PENILAIAN


Analisishasil penilaian dilakukan setiat selesai penilaiana yang dilakukan terhadap masing-masing
KD baik untuk penilaian pengetahuan amaupun untuk penilaian keterampilan, hal ini dilakukan
untuk melihat bobot dan tingkat kesulitan soal (pengetahuan), untuk melihat ketepatan dalam
mengukur keterampilan yang diminta untuk setiap KD.

PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


Program remedial akan dilakukan dengan dua cara yaitu remedial test (apabila ada sebagian kecil
peserta didik yang tidak lulus dalam KD tersebut), dan remedial teaching (apabila ada sebagian besar
peserta didik yang tidak lulus dalam KD tersebut)
Program pengayaan dilakukan dengan pembelajaran kelompok atau juga pembelajaran mandiri
dengan diberi tugas yang dapat menambah wawasan peserta didik yang bersangkutan, program ini
diberikan bagi peserta didik-peserta didik yang memiliki penilaian tinggi terhadap pengetahuan dan
keterampilannya.

Mengetahui, Bandung, Juli 2019

Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Dra. Etti Mulyati, M.M.Pd Shinta Pujiheryati, S.Pd.


NIP. 196208231988032003