Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS REJOMULYO
Ds. Rejomulyo Kec.Barat Kab. Magetan Kode Pos 63393
Telepon (0351) 868153
E-mail : rejomulyo.pusk@gmail.com

KERANGKA ACUAN
PENGUSULAN TENAGA KONTRAK PROMOSI KESEHATAN 2020

I. PENDAHULUAN
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat merupakan
sarana kesehatan yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Untuk itu peranan Puskesmas hendaknya tidak lagi menjadi sarana pelayanan pengobatan dan
rehabilitatif saja tetapi juga lebih ditingkatkan pada upaya promotif dan preventif. Oleh karena
itu promosi kesehatan menjadi salah satu upaya wajib di Puskesmas. Promosi kesehatan di
puskesmas merupakan upaya Puskesmas dalam memberdayakan pengunjung dan masyarakat
baik di dalam maupun di luar Puskesmas agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
untuk mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulanginya. Dengan promosi
kesehatan juga menjadikan lingkungan Puskesmas menjadi aman, nyaman, bersih dan sehat
dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
Keberadaan Puskesmas dapat diumpamakan sebagai "agen perubahan" di masyarakat
sehingga masyarakat lebih berdaya dan timbul gerakan-gerakan upaya kesehatan yang
bersumber pada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor 128/Menkes/SKlIII2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat yang
menjelaskan bahwa Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu 1) sebagai Pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan; 2) Pusat pemberdayaan kel uarga dan masyarakat; 3)
Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Berkenaan dengan pentingnya peran promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan,
telah ditetapkan Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan sesuai dengan Surat Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004. Kebijakan dimaksud juga didukung
dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114/Menkes/SK/V11i2005 tentang
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Untuk melaksanakan upaya kesehatan
wajib tersebut di Puskesmas diperlukan tenaga fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat
(PKM) untuk mengelola promosi kesehatan di Puskesmas secara profesional dan mampu
untuk mengelola serta menyelenggarakan pelayanan yang bersifat promotif dan preventif.
Sumber daya utama yang diperlukan untuk penyelengaraan promosi kesehatan di
puskesmas adalah tenaga, sarana-prasarana dan dana atau anggaran. Standar tenaga khusus
promosi kesehatan di puskesmas menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1114/Menkes/SK/II/2005 tentang Pedoman Promosi Kesehatan di Daerah adalah sebagai
berikut: kualifikasi jumlah kopetensi umum SDM kesehatan minimal D3 kesehatan minat &
bakat dibidang promosi.
II. LATAR BELAKANG
Puskesmas Rejomulyo terletak di Ds Rejomulyo Kecamatan Barat Kabupaten
Magetan dengan luas wilayah kerja 9,58. Puskesmas Rejomulyo menaungi 6 desa meliputi Desa
Ngumpul, Blaran, Banguasri, Purwodadi, Rejomulyo, Jonggrang dengan jumlah penduduk
12055 jiwa. UPTD Puskesmas Rejomulyo Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mempunyai
visi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. Untuk itu Puskesmas
Rejomulyo melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara upaya kesehatan masyarakat tingkat
pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif sesuai dengan tugas Puskesmas Rejomulyo yakni melaksanakan
kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan dalam rangka mendukung
terwujudnya Kecamatan Barat Sehat.
Dalam rangka mendukung terwujudnya Kecamatan Barat Sehat Puskesmas
Rejomulyo melaksanakan berbagai macam Upaya Kesehatan meliputi program: Upaya
Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Dan Keluarga Berencana (KB), Peningkatan Gizi, Kesehatan
Lingkungan, Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menular, Pengobatan, Penyuluhan,
Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perawatan Kesehatan Masyarakat, Peningkatan
Kesehatan Kerja, Kesehatan Gigi Dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, Laboratorium
Kesehatan, Pencatatan Dan Pelaporan, Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dan Pembinaan
Pengobatan Tradisional. Promosi kesehatan merupakan penunjang dari program-program
kesehatan lainnya. Artinya setiap program kesehatan, misalnya pemberantasan penyakit,
perbaikan gizi masyarakat, sanitasi lingkungan, kesehatan ibu dan anak, program pelayanan
kesehatan, dan sebagainya perlu ditunjang atau dibantu oleh promosi kesehatan (penyuluhan
kesehatan).
Hasil analisis beban kerja tenaga promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Rejomulyo
menunjukan besaran angka 1,9 hal ini menunjukan bahwa berdasarkan beban kerja yang ada
Puskesmas Rejomulyo membutuhkan 2 orang tenaga Promosi Kesehatan untuk melaksanakan
program kegiatan. Selain itu ditinjau dari luas wilayah UPTD Puskesmas Rejomulyo dan
banyaknya program lain yang perlu ditunjang atau oleh penyuluh kesehatan masyarakat maka
Puskesmas Rejomulyo perlu mengajukan 1 tenaga bantu BOK promosi kesehatan sebagai
tenaga pembantu.

III. DASAR HUKUM


a. Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 tentang Hari Kerja di Lingkungan Lembaga
Pemerintah
b. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KEP / 75/ M.PAN/7 / 2004
tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam rangka
Penyusunan Formasi.
c. Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
d. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.741 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota
e. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tentang Puskesmas
f. Keputusan Menteri Kesehatan No 66 Tahun 2001 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Jabfung Penyuluh Kesehatan Masyarakat dan Angka Kreditnya

IV. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Terlaksananya Seluruh Program Promosi Kesehatan di UPTD Puskesmas Rejomulyo
b. Tujuan Khusus
Tenaga BOK dapat membantu kinerja tenaga Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas
Rejomulyo

V. TATA NILAI DAN BUDAYA


“ JELITA “ :
Jujur : Memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat sesuai
dengan fakta dan peraturan yang ada.
Empati : Mampu memahami kondisi dan kebutuhan sasaran dalam
pelaksanaan penyuluhan kesehatan.
Loyal : Bersedia memberikan penyuluhan kesehatan kepada
masyarakat di luar jam kerja.
Ikhlas : Melaksanakan penyuluhan kesehatan di masyarakat meskipun
tidak ada transport.
Transparan : Memberikan transport kader sesuai haknya.
Akuntabel : Memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada
masyarakat sesuai dengan kebutuhan sasaran.
“ CAKEP “ :
Cepat : Cepat dan tanggap dalam memberikan informasi kepada
masyarakat sesuai dengan sasaran.
Akurat : Bekerja dengan teliti dan melaporkan kegiatan sesuai dengan
fakta yang ada.
Komunikatif : Menjalin komunikasi yang efektif kepada sasaran, pelanggan
dan sesama penyedia layanan.
Edukatif : Memberikan informasi, pengetahuan dan pemahaman terhadap
masyarakat sesuai dengan sasaran.
Profesional : Bekerja sesuai dengan kopetensi yang dimiliki.

VI. SASARAN KINERJA


Masyarakat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rejomulyo yang terdiri dari
Individu, keluarga, kelompok atau golongan, serta masyarakat umum lainnya
VII. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
a. Promosi kesehatan dalam gedung
1) Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)
2) Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
3) Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)
b. Promosi kesehatan luar gedung
1) Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga
2) Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat
3) Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)
4) Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga
5) Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah

VIII. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Promosi kesehatan dalam gedung
1) Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)
Kegiatan pemberdayaan kepada individu oleh petugas puskesmas melalui
proses pembelajaran pemecahan masalah (Konseling) sebagai tentang Gizi, P2M,
sanitasi, PHBS dan lain-lain sesuai kondisi/masalah pengunjung Puskesmas.
2) Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
Penyampaian informasi kesehatan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat
pengunjung Puskesmas (5-30 orang) di tempat khusus/ ruang tunggu/ tempat tidur (bed
seat teaching), dengan waktu ± 10-15 menit dengan materi sesuai issu aktual / masalah
kesehatan setempat dengan didukung alat bantu / media penyuluhan
3) Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)
Pengkajian dan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan
institusi kesehatan (Puskesmas dan jaringannya) dengan melihat 6 indikator PHBS (
menggunakan air bersih, menggunakan jamban, membuang sampah pada tempatnya,
tidak merokok di institusi pelayanan kesehatan, tidak meludah sembarangan,
memberantas jentik nyamuk) yang telah dilakukan
b. Promosi kesehatan luar gedung
1) Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga
Pengkajian dan pembinaan PHBS di tatanan Rumah tangga dengan melihat 10
indikator perilaku di rumah tangga, yaitu :
1) Persalinan dengan Tenaga Kesehatan
2) Memberi ASI Eksklusif
3) Menimbang bayi dan Balita setiap bulan
4) Menggunakan air bersih
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6) Menggunakan jamban sehat
7) Memberantas jentik di rumah
8) Makan sayur dan buah setiap hari
9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10) Tidak merokok di dalam rumah
2) Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat
Penyampaian informasi kesehatan oleh petugas kesehatan kepada masyarakat
(5-30 orang) di tempat khusus/tempat pertemuan masyarakat, dengan waktu ± 10-15
menit dengan materi sesuai issu aktual/ masalah kesehatan setempat dengan didukung
alat bantu/ media penyuluhan.
3) Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)
Pembinaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang dilaksanakan secara
terpadu melalui Pokja UKBM yang ada di desa/kelurahan dengan tujuan agar posyandu
dan UKBM lainnya dapat menyelenggarakan kegiatannya dan mencapai tujuan yang
diharapkan
4) Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga
Pembinaan yang dilakukan oleh petugas terhadap desa di wilayah kerja
Puskesmas Palabuhanratu agar penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan Desa (Poskesdes) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut, seperti
Puskesmas Pembantu, Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya (UKBM). Selain itu
penduduknya mampu mengembangkan UKBM dan melaksanakan survailans berbasis
masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan
sehingga masyarakatnya menerapkan PHBS.
5) Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah
Kegiatan yang di lakukan oleh petugas kesehatan sebagai tindak lanjut upaya
promosi kesehatan di dalam gedung puskesmas yang telah di lakukan kepada
pasien/keluarga atau dilakukan terhadap keluarga yang karena masalahnya memerlukan
pembinaan.

IX. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Promosi kesehatan dalam gedung
a. Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K)
- Setiap hari jam kerja
- Target : 5% dari pengunjung Puskesmas
b. Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
- Setiap hari senin dan kamis
- Target : 96 kali/Tahun
c. Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas)
- Setahun 2 kali
2. Promosi kesehatan luar gedung
a. Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga
- Pendataan PHBS Rumah Tangga di Bulan Mei 2020
- Target : 62% Rumah Tangga berPHBS
b. Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat
- Setiap Bulan
- Target : 35 Posyandu / bulan
c. Pembinaan UKBM (Posyandu, Posbindu, UKS, dan kelompok UKBM lainnya)
- Setiap bulan
- Proyek : 74% UKBM Purnama dan Mandiri
d. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui Desa Siaga Aktif
- Bulan Maret, April, Mei, Agustus dan September 2020
e. Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah
- Setiap bulan
- Target : 50% dari pengunjung klinik khusus/sasaran Puskesmas.

X. KELUARAN (OUTPUT) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN


Dengan mengacu kepada Kerangka Acuan diharapkan Tenaga BOK Promosi Kesehatan
dapat membantu seluruh kegiatan PROMKES UPTD Puskesmas Rejomulyo.

XI. HASIL (OUT-COME) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN


Dengan adanya tenaga BOK Promosi Kesehatan diharapakan dapat menunjang kegiatan
PROMKES secara efektif dan efisien serrta dapat meningkatkan kinerja yang tinggi, dan dapat
bersinergi dengan program program lain di Puskesmas Rejomulyo yang pada akhirnya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal, serta PROMKES dapat berjalan
dengan maksimal dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

XII. WAKTU
a. Tenaga BOK Promosi Kesehatan melaksanakan kegiatan Januari sampai Desember 2020
b. Jadwal : diselenggarakan setiap bulan sesuai jenis kegiatan

XIII. DOKUMEN PENDUKUNG


Dokumen pendukung penyelenggaraan PROMKES di UPTD Puskesmas Rejomulyo adalah :
a. SK Kepala UPTD Puskesmas Rejomulyo Tahun 2020 tentang pelaksanaan Promkes di
UPTD Puskesmas Rejomulyo
b. Catatan dan pelaporan
c. SOP Kegiatan

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Rejomulyo

dr. MULYOSO
NIP.19600805 198612 1 002