Anda di halaman 1dari 9

ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.

3 Desember 2017 | Page 4533

PERANCANGAN MODEL BISNIS RVN PLANNER DENGAN MENGGUNAKAN METODE


PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

DESIGN OF RVN PLANNER BUSINESS MODEL USING BUSINESS MODEL CANVAS APPROACH
METHOD
1
Rendi Satrio Ekoputro, 2Budi Praptono, 3Wawan Tripiawan
1,2,3
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom
1
rendi.satrio10@gmail.com, 2bpt@ittelkom.ac.id, 3wawantripiawan@gmail.com,

Abstrak
RVN Planner merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyedia jasa party planner. party planner
merupakan jasa yang membantu klien untuk mempersiapkan acara yang di inginkan. RVN Planner berdiri pada
bulan oktober 2016 dan masih terus berjalan hingga saat ini. Untuk dapat meningkatkan usahanya perusahaan
membutuhkan sebuah model bisnis agar dapat mendeskripsikan variabel-variabel yang penting dan saling
berhubungan. Oleh sebab itu perancangan model bisnis dilakukan dengan pendekatan Business Model Canvas
agar dapat mendeskripsikan variabel-variabel apa saja yang penting secara baik dan lengkap.
Model bisnis yang akan dirancang yaitu dengan pendekatan Business Model Canvas, karena BMC dapat
mendeskripsikan variabel-variabel apa saja yang saling berhubungan secara lengkap serta memberikan
kesederhanaan konsep penyampaiannya melalui sembilan variabel yaitu customer segments, channels, customer
relationship, value propositions, key activities, key resources, partnership networks, cost structure, dan revenue
streams.
Hasil dari penelitian ini adalah perbaikan kesembilan elemen Business Model Canvas RVN planner setelah
dilakukannya analisis SWOT terhadap kesembilan elemen BMC tersebut, sehingga didapatkan usulan atau
strategi yang akan dilakukan kedepannya agar perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain dan
meningkatkan penjualan jasanya.
Kata Kunci: Party Planner, Business Model Canvas, BMC, SWOT

1. Pendahuluan
RVN Planner merupakan perusahaan yang bergerak merupakan gambar yang menggambarkan tingkat
dalam menyediakan jasa party planner, party pertumbuhan followers RVN Planner pada media
planner merupakan jasa yang membantu klien untuk sosial Instagram.
mempersiapkan pesta atau acara yang di inginkan.
Party planner ini mulai berkembang dan menjadi Followers instagram
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat didukung
oleh beberapa hal diantaranya aktifitas masyarakat
@rvnplanner
yang tinggi, maka keberadaan party planner sangat 250
membantu dimana sangat sulit bagi mereka untuk
200
menyisakan waktu yang cukup untuk menyiapkan
sendiri perlengkapan acara. Kemudian dengan 150
menggunakan jasa party planner, konsumen dapat
100
memilih beragam pilihan tema yang ingin
diwujudkan sehingga waktu dan tenaga dapat lebih 50
efisien. Selain itu dengan kerjasama yang terpadu 0
antara konsumen dan tim party planner yang 29/12/2016 29/01/2017 28/02/2017
profesional akan membantu mewujudkan tema yang
diinginkan dengan hasil yang lebih sempurna. Gambar I.1 Jumlah Followers Instagram RVN
Sehingga sangat banyak manfaatnya dengan Planner
menggunakan jasa party planner dan semua manfaat (Data Inernal RVN Planner)
di atas bisa didapatkan tentunya sebanding dengan
biaya yang dikeluarkan oleh konsumen. Pada gambar I.1 menunjukan pertumbuhan
Akan tetapi didalam menjalankan proses bisnisnya followers RVN Planner pada media sosial
RVN Planner mengalami beberapa kendala seperti Instagram, dari gambar I.1 dapat disumpulkan
tingkat pertumbuhan followers (orang yang tertarik bahwa pertumbuhan followers RVN Planner pada
dengan jasa yang diberikan RVN Planner) yang media sosial Instagram sangat lambat, sehingga
lambat pada media sosial Instagram yang menjadi RVN Planner masih kurang diketahui oleh para
sarana dalam menjual jasanya, sehingga para calon calon pelanggan, hal tersebut berpengaruh terhadap
pelanggan kesulitan dalam menjangkau RVN penjualan jasa yang didapatkan kurang maksimal
Planner dan begitu juga sebaliknya. Berikut ini dan belum stabil. Seperti pada gambar I.2
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4534

menggambarkan penjualan jasa pada bulan Agustus karena dapat memfasilitasi deskripsi dan diskusi
2016 sampai dengan Maret 2016. serta kesederhanaan konsep penyampaiannya
melalui sembilan komponen yaitu customer
segments, channels, customer relationship, value
Customer propositions, key activities, key resources,
partnership networks, cost structure, dan revenue
8 streams (Pigneur, 2014). Sehingga nantinya melalui
6
4 pemetaan ini dapat membantu RVN Planner
2 mengembangkan usaha untuk kedepannya.
0 2. Landasan Teori
2.1 Model Bisnis
Model Bisnis Wheelen dan Hunger (Tim PPM
Manajemen, 2012), model bisnis adalah “metode
Gambar I.2 Penjualan jasa pada bulan Agustus yang digunakan oleh perusahaan untuk
2016 hingga Maret 2017 menghasilkan uang di lingkungan bisnis dimana
(Data Inernal RVN Planner) perusahaan beroperasi”.
Menurut (Pigneur, 2014) sebuah model bisnis
Pada gambar I.2 menunjukan penjualan jasa RVN menggambarkan dasar pemikiran tentang
Planner kurang maksimal dan belum stabil. Hal ini bagaimana organisasi menciptakan, memberikan,
terjadi karena RVN Planner masih kurang diketahui dan menangkap nilai. Sedangkan menurut (Pastore,
oleh para calon pelanngannya, sehingga 2012) The business model describes how a company
berpengaruh terhadap daya beli para calon functions, how it provides a product, or services and
pelanggan. revenue and indicates how the business will create
Dari data-data tersebut menunjukan penjualan jasa and adapt to market and technologies (Model bisnis
RVN Planner belum membuahkan hasil yang menggambarkan bagaimana fungs perusahaan,
maksimal oleh karena itu RVN Planner bagaimana 2 memberikan produk, atau jasa dan
membutuhkan sebuah gambaran model bisnis baru pendapatan dan menunjukkan bagaimana bisnis
dan diharapkan dapat membantu RVN Planner akan membuat dan beradaptasi dengan pasar dan
didalam menjalakan proses bisnisnya dan penjualan teknologi).
jasa yang didapatkan lebih optimal. Pengertian model bisnis menurut (Nielsen dan Lund,
Model bisnis merupakan penggambaran dasar 2013), a business model is a sustainable way of
pemikiran tentang bagaimana organisasi atau pelaku doing business. Here sustainability stresses the
bisnis menciptakan, memberikan, dan menangkap ambition to survive over time and create a
nilai (Pigneur, 2014). Maka dari itu, sebuah model successful, perhaps even profitability, entity in the
bisnis sangat penting untuk mendapatkan long run (model bisnis adalah cara yang
perencanaan kedepannya dengan memperlihatkan berkelanjutan dalam melakukan bisnis. Berikut
hubungan antar variabel dalam bisnis, membantu keberlanjutan menekankan ambisi untuk terus
dalam uji coba pasar atau segmen dan beberapa bertahan dan menciptakan sukses, bahkan mungkin
asumsi yang digunakan saat mengembangkan bisnis profitabilitas, entitas dalam jangka panjang).
nantinya, dan menguji konsistensi dari beberapa Boulton, Libert, dan Samek dalam (Nielsen dan
komponen bisnis yang saling berkaitan atau Lund, 2013) mengungkapkan, “a business model as
berhubungan. the unique combination of tangible and intangible
Saat ini terdapat berbagai model bisnis yang assets that drives the ability of an organization to
berkembang pada saat ini seperti Model Bisnis create or destroy value”. (model bisnis sebagai
Value Networks from Verna Allee, Model Bisnis kombinasi unik dari aset berwujud dan tidak
Henry Chesbrough, Model Bisnis Strategi Diamond, berwujud yang mendorong kemampuan organisasi
Model Bisnis Patrick Staehler dan Model Bisnis untuk menciptakan atau menghancurkan nilai).
Seizing The White Space (Kastelle, 2012). Model Terdapat enam kerangka model bisnis yang salah
bisnis yang diperlukan harus dapat dipahami oleh satunya dapat diterapkan menurut (Nielsen dan
semua orang, yang dapat memfasilitasi deskripsi dan Lund, 2013) yaitu:
diskusi. Tantangannya konsep ini harus sederhana, a. Service-Profit Chain (1994)
relevan, dan secara intuitif dapat dipahami, tetapi Service-Profit Chain direpresentasikan sebagai
tidak terlalu menyederhanakan kerumitan tentang visualisasi horizontal, dengan kepuasan karyawan
bagaimana suatu usaha berfungsi. diidentifikasi dengan menggunakan berbagai atribut
Permasalahanya ialah tidak semua model bisnis 3 termasuk: desain tempat kerja, desain pekerjaan,
dapat mewakili hal tersebut, Berdasarkan kajian dari seleksi karyawan dan pengembangan, penghargaan
permasalahan dan perkembangan model bisnis yang dan pengakuan karyawan, dan penyediaan yang
ada, maka penelitian ini akan difokuskan untuk diperlukan “alat untuk melayani pelanggan”.
merancang model bisnis RVN Planner dengan b. Strategic System Auditing (1997)
menggunakan pendekatan Business Model Canvas,
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4535

Model Strategic System auditing (SSA) didasarkan besar kemampuan perusahaan menggunakan
pada analisis prosedur yang berangkat dalam komponen dari model bisnis (sumber daya kunci,
analisis strategis dari kekuatan eksternal yang proses kunci, proposisi nilai konsumen dan formula
mempengaruhi perusahaan dan pasar dimana ia laba) secara konsisten.
beroperasi, bersama dengan analisis aliansi, produk, c. BMC dapat digunakan untuk membantu menguji
dan pelanggan. Selanjutnya, analiss proses bisnis pasar dan asumsi yang digunakan ketika
terkait proses strategis manajemen, proses bisnis mengembangkan bisnis. BMC dapat merubah model
inti, dan proses pengelolaan sumber daya mengarah bisnis yang awalnya rumit menjadi lebih sederhana.
kepada entitas yang disebut entitiy level business Bahkan karena kesederhanaan tersebut, BMC dapat
dan identifikasi ukuran kinerja bisnis utama. mendorong seluruh jajaran struktural organisasi
c. Strategy Maps (2001) untuk terlibat dalam pengebangan model bisnis
Strategy Map adalah pengembangan dari balaced organisasi. Dengan keunggulan tersebut, BMC
scorecard yang pada awalnya muncul dari praktek dapat diterapkan pada penentuan konsep model
akuntansi manajemen pada pertengahan 1980. bisnis khususnya pada bisnis ritel.
Balanced scorecard digunakan untuk 2.2 Kanvas Model Bisnis (Business model canvas)
mengembangkan peta strategi yang mereka Menurut (Pigneur, 2014), business model canvas
gambarkan sebagai rencana permainan perusahaan adalah bahasa yang sama untuk menggambarkan,
dan alat untuk membantu manajemen untuk menvisualisasikan, menilai, dan mengubah model
mencapai tujuan jangka panjang dan objectives bisnis.
perusahaan.
d. Intelectual Capital Statements (2003)
Intelectual Capital Statement dikembangkan untuk
menanggapi kritik dari ketidaksesuaian antara
market value 4 perusahaan dengan laporan
keuangannya.
e. Chesebrough’s Framework for Open Business
Model (2006)
Model bisnis yang dipahami sebagai alat fokus yang
menjadi penengah antara pengembangan teknologi Gambar 2.3 Bussiness Model Canvas
dan penciptaan nilai ekonomi. (Pigneur, 2014)
f. Business model canvas (2008)
Business model canvas adalah template yang Kemudian sembilan blok bangunan tersebut
membahas “bagaimana” dan “mengapa” kegiatan dijelaskan lebih rinci menyerupai sebuah kanvas.
dan pilihan yang dibuat oleh perusahaan dalam Sehingga dengan menggunakan kanvas ini, model
rangka mencapai posisi yang berkelanjutan dalam bisnis sebuah perusahaan dapat digambarkan dalam
industri mereka. satu dokumen tunggal yang dapat dipahami oleh
Pada penelitian kali ini, penulis memilih semua pihak.
menggunakan pendekatan business model canvas
(BMC). Alasan penggunaan BMC adalah untuk
memudahkan atau membantu para pemilik
perusahaan serta profesionalnya dalam menggagas
bisnis di tingkat abstrak & kemudian mengujinya
ditingkat nyata. Setelah itu, strategi bisnis disusun
untuk membuat perusahaan berbeda secara strategis
terhadap pesaing pesaingnya. tiga manfaat yang
dimiliki BMC, yaitu :
a. Terkait dengan komponen-komponennya, BMC
memudahkan para perencana dan pengambil
keputusan di perusahaan melihat hubungan logis
antara komponen-komponen dalam bisnisnya,
Gambar 2.4 Business model canvas
sehingga dapat dihasilkan nilai bagi konsumen dan
(Pigneur, 2014)
nilai bagi perusahaan. Bila ternyata konsumen lebih
(Pigneur, 2014) mengungkapkan terdapat sembilan
memilih 5 pesaing dibandingkan produk yang
blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara
ditawarkan, perusahaan perlu melihat kembali target
berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan
pasar, kebutuhan dan proposisi nilai saat ini
menghasilkan uang yang dapat dilihat pada Gambar
dibandingkan dengan pesaing. Hal ini juga terkait
2.2. Kesembilan blok tersebut mencakup empat
dengan sumber daya - sumber daya yang dimiliki
bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu pelanggan,
serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
penawaran, infrastruktur, dan kelangsungan
b. BMC dapat dipakai untuk membantu menguji
finansial. Kesembilan blok bangunan tersebut
konsistensi hubungan antar komponennya. Seberapa
diantaranya:
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4536

1. Customer Segments oleh perusahaan agar bisnis yang dilakukan dapat


Merupakan pihak yang menggunakan produk/jasa bekerja dengan baik.
dari suatu organisasi, kemudian dikontribusikan 8. Key Partnerships
untuk dapat memberikan penghasilan bagi Merupakan mitra kerja sama untuk dapat
organisasi. (Pigneur, 2014), pelanggan merupakan mengoperasikan organisasi. Menurut (Pigneur,
kunci utama dalam mendapatkan keuntungan, tanpa 2014), perusahaan membentuk aliansi atau kerja
pelanggan maka sebuah perusahaaan tidak dapat sama karena berbagai alasan. Biasanya perusahaan
bertahan lama dalam bisnis yang mereka bangun. menciptakan untuk mengoptimalkan bisnis,
2. Value Propositions mengurangi terjadinya resiko, dan untuk memiliki
Merupakan satu keunikan yang dimiliki suatu daya saing yang tinggi dengan para kompetitornya.
produk/jasa yang menentukan mengapa produk/jasa 9. Cost Structure
tersebut pantas untuk dipilih oleh customer. Merupakan biaya yang muncul akibat dioperasikan
Menurut (Pigneur, 2014) proporsi nilai model bisnis tersebut dalam upaya mewujudkan
menggambarkan bagaimana pelanggan dapat value proposition melalui channel yang tepat, key
beralaih dari satu perusahaan ke perusahaan lain resources, dan key activities yang handal, dimana
melalui produk atau layanan yang ditawarkan oleh semua ini membutuhkan biaya. Menurut (Pigneur,
perusahaan berbeda dengan para kompetitornya. 2014), struktur biaya menggambarkan semua biaya
3. Channels yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu model
Merupakan cara bagaimana organisasi dapat bisnis. Biaya dapat diperhitungkan dengan baik jika
melakukan komunikasi dengan customer untuk aktifitas utama, sumber daya utama, dan kemitraan
dapat menyampaikan value proposition yang ada telah ditentukan.
pada produk/jasa tersebut. Menurut (Pigneur, 2014), 3. Metodologi Penilitian
Channel menggambarkan bagaimana sebuah 3.1 Model Konseptual
perusahaan dapat menjalin komunikasi dengan
Kondisi Eksisting Perusahaan
pelanggannya dalam menyampaikan nilai Input dengan Analisis SWOT Kompetitor

proporsinya.
4. Customer Relationships
Merupakan pembinaan hubungan dengan customer
Process A
yang tujuannya untuk mendapatkan customer baru, Customer Segments

mempertahankan customer lama, dan menawarkan


produk/jasa baik baru ataupun lama kepada
customer lama. Menurut (Pigneur, 2014), hubungan Value Proposition
dengan pelanggan dibangun sesuai dengan customer
segment, dikarenakan setiap segmentasi memiliki
kebutuhan yang berbeda. Channels Customer Relationship
5. Revenue Streams
Merupakan gambaran bagaimana organisasi
memperoleh uang dari setiap customer segment.
Revenue Streams
Revenue streams juga merupakan hal yang sangat
penting, karena memungkinkan organisasi untuk Process
tetap hidup. Menurut (Pigneur, 2014), arus
pendapatan menampilkan keadaan dari keuangan
perusahaan yang diperoleh dari uang tunai dari
setiap segmen konsumen.
6. Key Resources Key Resources Key Activity Key Partnership

Merupakan gambaran aset-aset penting yang


menentukan keberhasilan pengoperasian model
bisnis berdasarkan key resources, perusahaan dapat
Cost Structure
mewujudkan value proposition yang dijanjikan
kepada customer. Menurut (Pigneur, 2014), key
resources merupakam asset yang sangat penting
Process B
yang diperlukan untuk membuat bisnis dapat
berjalan.
7. Key Activities
Model Bisnis RVN
Merupakan kegiatan yang menentukan keberhasilan Output Planner

dari suatu model bisnis, dimana key activities juga


berperan penting untuk mewujudkan value
proposition. Menurut (Pigneur, 2014), key activities Gambar 3.5 Model Konseptual Model Bisnis RVN Planner
menggambarkan aktifitas penting yang dilakukan
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4537

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sebuah pelanggannya agar mendapatkan


model bisnis Perusahaan RVN Planner dengan kepercayaan pelanggan dalam menggunakan
menggunakan pendekatan business model canvas. jasa yang diberikan oleh perusahaan
Hubungan keterkaitan dalam perancangan model sehingga dapat memungkinkan pelanggan
bisnis RVN Planner dapat dilihat pada gambar 3.1. terus menggunakan jasa yang di berikan oleh
Terdapat tiga bagian utama dari bentuk metodologi, RVN Planner serta dapat mengurangi resiko
yaitu input, process, dan output. pelanggan beralih menggunakan jasa yang
3.2 Sistematika Penelitian ditawarkan oleh perusahaan kompetitor.
Dalam penyelesaian permasalahan yang merupakan 5. Revenue Streams
tujuan dari tugas akhir ini terdapat tahap-tahap dari RVN Planner untuk saat ini hanya menjual
pemecahan masalah dalam penelitian ini, yaitu: jasa untuk mempersiapkan acara yang
1. Tahap Pendahuluan diinginkan oleh pelanggan, maka dari itu
2. Tahap Pengumpulan Data dan Pengolahan Data pendapatan utama yang didapatkan oleh
3. Tahap Analisis dan Perancangan Model Bisnis RVN Planner saat ini diperoleh melalui hasil
4. Tahap Akhir (Kesimpulan dan Saran) penjualan jasa kepada pelanggannya. Untuk
4. Pengumpulan dan Pengolahan Data dapat memaksimalkan pendapatannya
4.1 Model Bisnis Eksisting perusahaan selalu mencari supplier yang
1. Customer Segments termurah untuk mendapatkan perlengkapan
RVN Planner membagi targetnya menjadi tiga, pendukung dalam mempersiapkan acara
yaitu orang-orang yang ada pada kelompok usia sehingga dapat mengurangi cost yang
18-34, tidak berbatas jenis kelamin, dan orang- dikeluarkan dan dapat menambah revenue
orang yang ingin mengadakan pesta ulang tahun yang didapatkan.
dan acara lainnya. 6. Key Resources
2. Value Propositions Key resources adalah aset-aset terpenting
Pada elemen value propositions ini, dijelaskan yang diperlukan agar model bisnis yang
jasa yang menciptakan nilai untuk segmen dimiliki dapat berjalan dengan baik. Key
pelanggan yang spesifik. Value propositions resources yang dimiliki oleh RVN Planner
adalah alasan mengapa pelanggan beralih dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
kesuatu perusahaan daripada ke perusahaan lain. Sumber daya manusia dan sumber daya fisik.
Berikut merupakan value proposition yang 7. Key Activities
dimiliki oleh RVN Planner: Dapat membantu Terdapat enam key activities yang dilakukan
pelanggan untuk mengkonsep acara yang RVN Planner dalam menjalankan usahanya,
diinginkan, Selalu berusaha memberikan yaitu: Pemasaran jasa, mendiskusikan waktu,
pelayanan yang terbaik, Harga yang ditawarkan tempat dan tema yang diinginkan oleh
relatif lebih rendah. pelanggan, membeli perlengkapan acara,
3. Channels mendekorasi tempat sesuai tema yang sesuai
RVN Planner mempunyai value proposition dengan pelanggan dan mendokumentasi
dalam memberikan kemudahan untuk dekorasi yang sudah dilakukan.
pelanggan menjangkau perusahaan. Dalam 8. Key Partnerships
mewujudkan value proposition tersebut Dalam elemen Key partnerships dijelaskan
perusahaan memilih media sosial Instagram bahwa kemitraan utama menggambarkan
sebagai channels untuk memasarkan dan jaringan pemasok dan mitra yang membuat
menjual jasanya. Media sosial menjadi model bisnis dapat bekerja. Key partnerships
sarana yang paling tepat untuk perusahaan yang dimiliki oleh RVN Planner dibagi
dalam menjangkau pelanggan begitu juga menjadi dua, yaitu: Toko perlengkapan acara
pelanggan dalam menjangkau perusahaan. dan cafe atau restoran.
4. Customer Relationships 9. Cost Structure
RVN Planner menjalin hubungan dengan Terdapat beberapa kelompok biaya yang
pelanggannya melalui layanan customer harus dikeluarkan oleh RVN planner, yaitu:
service dan juga selalu berusaha memberikan Biaya operasional, biaya pengadaan, Biaya
pelayanan yang terbaik untuk pelanggannya. overhead, dan biaya pemasaran.
Menjalin hubungan melalui customer service 5. Analisis
merupakan layanan bantuan personal untuk 5.1 Analisis SWOT
pelanggan yang diberikan oleh RVN Planner, 1. Customer segments
pelanggan dapat berkomunikasi langsung RVN Planner memfokuskan jasa yang di
dengan petugas pelayanan untuk pasarkan ke orang-orang pada kelompok usia
mendapatkan bantuan selama proses 18-34, tidak berbatas jenis kelamin, dan
pembelian dan setelah pembelian. RVN orang-orang yang ingin mengadakan pesta
Planner juga selalu berusaha dalam ulang tahun dan acara lainnya.
memberikan pelayan yang terbaik untuk • Strength
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4538

Terdapat berbagai macam jenis acara yang Indonesia saat ini lebih memilih berbelanja
dapat dilayani oleh RVN Planner pada secara online karena lebih mudah dan praktis
kelompok usia tersebut sehingga dapat sehingga RVN Planner menggunakan medial
menarik minat dari segmen pelanggan yang sosial Instagram dalam memasarkan jasanya
sudah di targetkan oleh RVN Planner. selain karena biaya yang dikeluarkan lebih
• Weakness sedikit daripada mempunyai kantor,
Penjualan jasa hanya dilakukan pada Kota menggunakan medial sosial seperti
Tangerang dan sekitarnya. Instagram juga dirasa sangat efektif dalam
• Opportunities memasarkan jasanya saat ini. RVN Planner
Terdapat peluang pasar yang besar pada juga dapat membantu para calon pelanggan
wilayah Jabodetabek. nya dalam memecahkan masalahnya lebih
• Threats cepat karena bantuan aplikasi pesan seperti
Saat ini belum banyak kompetitor yang Line@ dan Whatsapp, karena RVN Planner
mengusung bisnis yang sama, tetapi tidak dapat memberikan respon yang cepat
menutup kemungkinan akan bermunculan terhadap pertanyaan atau masalah yang
kompetitor baru yang dapat menjadi dimiliki oleh pelanggan melalui layanan
ancaman bagi perusahaan. personal chat seperti Line dan Whatsapp.
2. Value Propositions • Weakness
Value propositions yang ingin diberikan oleh Penggunaan media sosial belum optimal
RVN Planner adalah dapat membantu sehingga mengakibatkan pertumbuhan
pelanggan untuk mengkonsep acara yang followers yang didapatkan pada media sosial
diinginkan, selalu berusaha memberikan instagram belum maksimal. Hal tersebut
hasil dekorasi yang terbaik, harga yang dapat mempengaruhi faktor kepercayaan
ditawarkan relatif lebih rendah. yang merupakan faktor kunci didalam
• Strength terjadinya transaksi jual beli pada toko
Mampu memberikan kemudahan kepada online.
calon pelanggan yang mempunyai keinginan • Opportunities
untuk membuat sebuah acara, mampu Penjualan jasa atau produk menggunakan
mengatasi masalah yang sedang dihadapi media sosial (online) sedang berkembang
oleh para pelanggan dengan membantu dan masyarakat Indonesia aktif dalam
memberikan konsep acara dan mampu menggunakan media sosial. Terdapat banyak
membuat sebuah acara yang diinginkan oleh cafe dan restoran yang dapat dijadikan mitra
pelanggan. sehingga membuka saluran yang lebih luas
• Weakness untuk mendapatkan pelanggan.
Properti yang digunakan untuk membuat • Threats
sebuah acara masih kurang lengkap dan Kompetitor yang memiliki channels yang
pemesanan jasa yang kurang fleksibel. lebik baik seperti jumlah followers instagram
• Opportunities yang lebih besar akan berpengaruh terhadap
Mendapatkan ide-ide baru mengenai kepercayaan pelanggan untuk menggunakan
dekorasi di internet yang dapat dijadikan atau membeli jasa/produk secara online.
referensi dan dikembangkan menjadi konsep 4. Customer Relationships
baru dalam melakukan aktifitas dekorasi RVN Planner menjalin hubungan dengan
RVN party planner. pelanggannya melalui layanan customer
• Threats service dan juga selalu berusaha memberikan
Pelanggan lebih selektif dalam memilih jasa pelayanan yang terbaik untuk pelanggannya.
yang akan digunakan • Strength
3. Channels Hubungan antara RVN party planner dengan
RVN Planner menjadikan media sosial pelanggannya selalu berjalan dengan baik.
sebagai channel-nya, media sosial yang • Weakness
digunakan oleh RVN Planner untuk Belum memiliki sarana untuk mendukung
melakukan pemasaran produknya adalah jalannya pola hubungan self service.
media sosial Instagram. Sedangkan media • Opportunities
sosial yang digunakan oleh RVN Planner Pelanggan dapat merekomendasikan RVN
untuk berhubungan langsung dengan party planner kepada relasi yang dimiliki
pelanggannya adalah media sosial Line dan oleh pelanggan tersebut. Selain itu
Whatsapp. munculnya ide-ide baru dari pelanggan yang
• Strength bisa dikembangkan menjadi konsep baru.
Tidak perlu mengeluarkan biaya sewa • Threats
bangunan yang akan menambah cost untuk
RVN Planner. Kebanyakan masyarakat
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4539

Menghilangnya konsumen yang Sumber daya fisik seperti properti acara yang
sudah/belum menggunakan jasa RVN party mudah didapatkan.
planner. • Threats
5. Revenue Streams Perusahaan kompetitor memiliki key
Sumber pendapatan utama RVN party resources yang lebih baik seperti sumber
planner hanya berasal dari penjualan jasa daya fisik dan sumber daya manusianya,
party planner yang dilakukan. Harga paket sehingga calon pelanggan beralih
dekorasi yang ditawarkan dimulai dari Rp. menggunakan jasa yang diberikan oleh
450.000, harga paket tersebut berlaku untuk kompetitor.
dua orang saja, terdapat biaya tambahan per 7. Key Activities
orang jika acara yang didekorasi digunakan Aktivitas utama dari RVN Planner adalah
untuk lebih dari 2 orang. pemasaran jasa, Mendiskusikan waktu,
• Strength tempat dan tema yang diinginkan oleh
Harga yang ditawarkan relatif lebih rendah pelanggan, Membeli perlengkapan untuk
jika di bandingkan dengan kompetitor. mempersiapkan acara, Mendekorasi tempat
• Weakness sesuai tema yang di inginkan oleh pelanggan,
Penjualan jasa yang didapatkan belum dan mendokumentasi dekorasi yang sudah
maksimal. dilakukan.
• Opportunities • Strength
Sumber pendapatan lain yang berkaitan Aktivitas utama dari RVN Planner di lakukan
dengan jasa yang ditawarkan, seperti sebaik mungkin agar dapat tercapainya value
penjualan kue (cupcakes). yang ditawarkan oleh RVN Planner kepada
• Threats pelanggannya. Karena aktivitas kunci ini
Minat masyarakat dalam menggunakan jasa sangat mempengaruhi value maka RVN
party planner menurun. Planner selalu mengendalikan proses-proses
6. Key Resources ini dengan baik agar value yang ditawarkan
Tenaga kerja yang dimiliki oleh RVN dapat terus terkendali.
Planner adalah sumber daya manusia dan • Weakness
sumber daya fisik. kedua sumber daya Aktifitas pemasaran yang dilakukan melalui
tersebut merupakan sumber daya utama media sosial instagram belum optimal. Selain
dalam menjalankan proses bisnis RVN itu foto yang dihasilkan dari aktifitas
Planner dan kedua sumber daya tersebut dokumentasi yang akan digunakan dalam
dapat mempermudah RVN Planner dalam pemasaran belum maksimal dikarenakan
menjalankan bisnisnya. tidak memiliki sumber daya fisik (kamera)
• Strength yang memadai.
Pekerjaan dapat dilakukan dengan sangat • Opportunities
teliti, karena pekerjaan dilakukan oleh Perkembangan teknologi saat ini membantu
pemilik dari RVN Planner yang memiliki RVN party planner didalam menjalakan
harapan akan kemajuan dari RVN Planner, aktifitas utamanya.
maka pemilik RVN Planner selalu • Threats
memberikan pelayanan yang terbaik kepada Tidak dapat melayani banyak pelanggan
pelanggannya agar para pelanggan merasa dalam waktu yang berdekatan, karena tenaga
puas dengan jasa yang diberikan oleh RVN kerja yang dimiliki RVN Planner tidak
Planner. Dengan adanya sumber daya fisik banyak, sehingga calon pelanggan lebih
seperti telepon genggam juga sangat memilih untuk menggunakan jasa yang sama
membantu RVN Planner dalam variabel di perusahaan yang berbeda.
channels dan customer relathionship, 8. Key Partnerships
sehingga pada kedua variabel tersebut RVN RVN Planner memiliki beberapa partner
Planner dapat menjalankan nya dengan dalam proses bisnisnya, yaitu toko
sangat baik. perlengkapan acara dan cafe dan restoran
• Weakness yang ada di Kota Tangerang.
Jumlah sumber daya manusia yang terbatas • Strength
sehingga tidak dapat menerima pemesanan Kualitas dan kelengkapan perlengkapan
jasa pada waktu yang berdekatan di hari yang acara terjaga karena toko perlengkapan acara
sama, selain itu RVN party planner juga tidak ini sudah menjadi supplier tetap bagi RVN
dapat menerima pemesanan jasa untuk Planner untuk mendapatkan perlengkapan
mendekorasi acara yang besar dikarenakan acara, harga yang diberikan pun relatif lebih
sumber daya fisik seperti properti acara yang murah jika dibandingkan dengan toko-toko
dimiliki belum memadai. lain. Cafe dan restoran juga menjadi channels
• Opportunities tambahan bagi RVN Planner karena para
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4540

pekerja yang ada di cafe atau restoran market) dan pasar tersegmentasi (segmented).
tersebut sering merekomendasikan RVN Pasar tersegmentasi mencakup pendekatan pada
Planner jika ada pelanngan yang sedang konteks geografik dan psikografik. Pasar ceruk :
membutuhkan jasa seperti yang ditawarkan acara ulang tahun, acara bridal shower, pesta
oleh RVN Planner. Hal tersebut dapat terjadi perayaan anniversary, dan acara-acara
jika pihak RVN Planner mempunyai perusahaan, Psikografis : Mempunyai keinginan
hubungan yang baik dengan para pekerja atau untuk membuat acara dan membutuhkan jasa
bahkan pemilik cafe atau restoran tersebut. party planner, Geografis : Wilayah Jabodetabek.
• Weakness 2. Value Propositions
Terkadang beberapa perlengkapan acara Pada elemen Value Propositions dipetakan dari
mengalami keterlambatan dalam pengiriman hasil data voice of customer dan benchmarking
sehingga RVN Planner harus mencari yaitu berupa pelayanan yang dapat membantu
perlengkapan yang sudah siap jual di toko pelanggan untuk mengkonsep acara yang
lain tentunya dengan harga yang lebih mahal. diinginkan, selalu berusaha memberikan hasil
Solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dekorasi yang terbaik, harga yang ditawarkan
dengan memesan perlengkapan acara dari h- relatif lebih rendah, memberikan kemudahan
5 acara atau maksimal h-3 acara agar masalah pelanggan untuk mengadakan acara yang
tersebut tidak terjadi. diinginkan serta mudah dihubungi dan
• Opportunities memberikan respon yang cepat, paket lengkap.
1.Terdapat banyak cafe dan restoran yang 3. Channels
dapat dijadikan mitra yang berguna untuk Pada elemen channels RVN party planner
menambah channels yang dimiliki. menggunakan media sosial instagram dan
2.Terdapat banyak supplier di Kota facebook sebagai sarana pemasaran jasa.
Tangerang maupun online yang Aplikasi Line@ dan whastapp serta e-mail
menyediakan barang pendukung dalam sebagai sarana komunikasi. Pembuatan website
melakukan aktifitas utama yaitu dekorasi sebagai sarana informasi dan pemasaran jasa.
seperti supplier perlengkapan acara, supplier 4. Customer Relationships
balon, dan supplier bunga. Pada elemen Customer Relationships RVN party
• Threats planner membangun hubungan dengan
Toko perlengkapan acara, cafe dan restoran pelanggan melalui layanan customer service, dan
yang sudah menjadi partner mengalami menerapkan program custom decoration.
kebangkrutan atau memutuskan untuk tidak 5. Revenue Streams
melanjutkan bisnisnya. Arus pendapatan yang dihasilkan oleh RVN
9. Cost Structure party planner yaitu melalui penjualan jasa dan
Cost structure merupakan komponen- pengembangan sumber pendapatan lain yaitu
komponen biaya yang digunakan agar penjualan kue (cupcakes) serta penjualan jasa
perusahaan dapat berjalan sesuai dengan editing foto dan video.
model bisnisnya. Cost yang harus 6. Key Resources
dikeluarkan oleh RVN party planner yaitu: Untuk mendukung berbagai aktifitas utama,
Biaya operasional, biaya pengadaan, biaya RVN party planner harus memiliki sumber daya
overhead, dan biaya pemasaran. utama yang memadai, sumber daya utama dapat
• Weakness dikelompokan menjadi dua yaitu:
Rincian biaya yang dikeluarkan belum 1. Sumber daya manusia
dirumuskan secara lengkap. RVN party planner membutuhkan tim kreatif
• Opportunities yang bertujuan untuk melakukan konsep acara
Mendapatkan potongan harga untuk dan melakukan dekorasi acara pada pesta atau
pembelian properti acara dan barang-barang acara yang akan dilaksanakan oleh pelanggan.
pendukung untuk mendekorasi acara dari 2. Sumber daya fisik
toko yang menjadi key partnerships RVN Yang termasuk kedalam sumber daya fisik
party planner. adalah properti untuk melakukan aktifitas
• Threats dekorasi, smartphone untuk melakukan aktifitas
Kenaikan harga properti acara dan barang- pemasaran jasa serta menjalin hubungan dengan
barang pendukung untuk mendekorasi acara pelanggan dan kamera guna mendukung aktifitas
sehingga cost yang dikeluarkan bertambah. mendokuntasi hasil dekorasi yang sudah
6. Kesimpulan dan Saran dilakukan.
6.1 Kesimpulan 7. Key Activities
1. Customer Segments Aktifitas utama yang dilakukan oleh RVN party
Pada elemen Customer Segments yang dituju planner dapat dikategorikan menjadi dua yaitu
oleh RVN party planner Segmentasi pasar dibagi operasi jasa dan aktifitas pemasaran, berikut ini
kedalam dua tipe, yaitu ceruk pasar (niche merupakan aktifitas kunci RVN party planner:
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 4541

a. Operasi jasa: mendiskusikan konsep acara Daftar Pustaka


dengan klien, Membeli perlengkapan acara dan
menentukan pihak mana saja yang dibutuhkan [1]tissorindonesia.com. (2016, September 14).
dalam acara, dan melakukan aktifitas dekorasi. Perkembangan UMKM di Indonesia.
Aktifitas pemasaran: mendokumentasikan hasil Diambil kembali dari
dekorasi dan melakukan promosi pada media http://tissorindonesia.com:
sosial instagram dan facebook serta website. http://tissorindonesia.com/perkembangan-
8. Key Partnerships umkm-di-indonesia/
Selain membutuhkan sumber daya utama RVN [2]Yuswohady. (2012, Juni 21). 8 Wajah Kelas
party planner juga membutuhkan mitra utama Menengah. Diambil kembali dari
untuk dapat membatu menjalankan aktifitas http://swa.co.id:
utama dan memenuhi kebutuhannya, mitra http://swa.co.id/swa/trends/marketing/8-
utama RVN party planner: Supplier wajah-kelas-menengah
perlengkapan acara, supplier balon, supplier [3]Pigneur, A. O. (2014). Business Model
bunga, pihak penyewaan speaker, pihak Generation. Jakarta: Elex Media
katering, pihak penyedia jasa pembawa acara, Kumpotindo.
cafe dan restoran. [4]Kastelle, T. (2012, Januari 16). Eight Models of
9. Cost Structure Business Models & Why They're Important.
Untuk dapat menjalankan aktifitas utamanya, Diambil kembali dari timkastelle.org:
terdapat beban biaya yang harus dikeluarkan. http://timkastelle.org/blog/2012/01/eight-
Biaya ini nantinya akan menghasilkan dan models-of-business-models-why-theyre-
mendukung value propositions RVN party important/
planner, berikut ini merupakan biaya yang harus [5]Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model
dikeluarkan RVN party planner didalam Canvas: Penerapan di Indonesia. Jakarta:
menjalakan proses bisnisnya: PPM.
a. Biaya pengadaan meliputi biaya pengadaan [6]Pastore, Serena. (2012). E-Business:
properti acara, smartphone dan kamera. Applications and Global Acceptance.
b. Biaya operasional meliputi biaya [Online]. Tersedia: http://www.e-
perlengkapan acara dan biaya transport. booksdirectory.com/details.php?ebook=710
c. Biaya pemasaran meliputi biaya pembuatan 3.
website dan biaya iklan instagram. [7]Nielsen, Christian & Lund, Morten. (2013). The
Basic of Business Models. Bookboon.com
6.2 Saran [Online]. Tersedia:
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka penulis http://bookboon.com/en/the-basics-of-
merekomendasikan berupa saran-saran sebagai business-models-ebook.
berikut: [8]Nielsen, Christian & Lund, Morten. (2014). The
Saran bagi RVN Planner : Basic of Business Models. Bookboon.com
1. RVN Planner dapat mengimplementasikan [Online]. Tersedia:
hasil penelitian ini sebagai model bisnis http://bookboon.com/en/business-models-
RVN Planner agar perusahaan dapat bersaing ebook.
dengan perusahaan kompetitor. [9]Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik
2. Menambah tenaga kerja yang sesuai dengan Membedah Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia
kebutuhan dan deskripsi pekerjaan yang Pustaka Utama.
dibutuhkan, sehingga dapat membantu dalam [10]Hasan, Iqbal. 2002. Pokok – Pokok Materi
menjalankan proses bisnisnya. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
3. Menambahkan dan mengoptimalkan Jakarta: Ghalia Indonesia
penggunaan media sosial agar perusahaan [11]Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian
dapat lebih diketahui oleh para calon Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
pelanggannya. Karena media sosial menjadi
salah satu sarana di dalam menjual jasanya.
Saran bagi penelitian selanjutnya :
1. Menambahkan penelitian dalam aspek
kelayakan agar dapat menyempurnakan
penelitian menjadi lebih rinci.