Anda di halaman 1dari 39

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN


TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

Sekolah : MAN 2 PADANG


Mata Pelajaran : GEOGRAFI
Kelas I Semester : X / Dua
Materi pokok : DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP
KEHIDUPAN
Alokasi Waktu : 24 Jam Pel ( 8 X Pertemuan )

A. Kompetensi Inti :
KI.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya
untuk memecahkan masalah
KI.4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1. Menghayati keberadaan dirinya sebagai 1.1.1. Menghayati keberadaan dirinya
makhluk Tuhan yang dapat berfikir ilmiah sebagai makhluk Tuhan yang
dan mampu meneliti tentang lingkungannya. dapat berfikir ilmiah dan
mampu meneliti tentang
lingkungannya.
1.2. Mensyukuri penciptaan bumi tempat 1.1.2. Mensyukuri penciptaan bumi
kehidupan sebagai karunia Tuhan Yang tempat kehidupan sebagai
Maha Pengasih dengan cara turut karunia Tuhan Yang Maha
memeliharanya. Pengasih dengan cara turut
memeliharanya.
1.3. Menghayati jati diri manusia sebagai agent of 1.1.3. Menghayati jati diri manusia
changes di bumi dengan cara menata sebagai agent of changes di bumi
lingkungan yang baik guna memenuhi dengan cara menata lingkungan
kesejahteraan lahir bathin. yang baik guna memenuhi
kesejahteraan lahir bathin.
1.4. Menghayati jati diri manusia sebagai agent of 1.1.4. Menghayati keberadaan diri di
changes di bumi dengan cara menata tempat tinggalnya dengan tetap
lingkungan yang baik guna memenuhi waspada, berusaha mencegah
kesejahteraan lahir bathin. timbulnya bencana alam, dan
memohon perlindungan kepada
Tuhan yang Maha Kuasa.
2.3. Menunjukkan perilaku responsif dan 2.3.1. Menunjukkan perilaku
bertanggung jawab terhadap masalah yang responsif dan bertanggung
ditimbulkan oleh dinamika geosfera. jawab terhadap masalah yang
ditimbulkan oleh dinamika
geosfera.
3.3. Menganalisis dinamika litosfer dan 3.4.1. Karakteristik lapisan-lapisan
dampaknya terhadap kehidupan. Bumi
3.4.2. Proses tektonisme dan
pengaruhnya terhadap
kehidupan
3.4.3. Proses vulkanisme dan
pengaruhnya terhadap
kehidupan
3.4.4. Proses seisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
3.4.5. Proses tenaga eksogen dan
pengaruhnya terhadap
kehidupan
3.4.6. Pembentukan tanah dan
persebaran jenis tanah
3.4.7. Pemanfaatan dan konservasi
tanah
4.3. Menyajikan proses dinamika litosfer dengan 4.4.1. Lembaga-lembaga yang
menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, menyediakan dan
grafik, video, dan/atau animasi memanfaatkan data geologi di
Indonesia

C. Materi Pembelajaran

Fakta
1. Bentuk muka bumi
2. Jenis batuan
3. Peristiwa gunung api
4. Peristiwa gempa bumi
5. Peristiwa tsunami

Konsep
1. Batuan
2. Litosfer
3. Tektonosme
4. Vulkanisme
5. Seisme
6. pedosfer

Prinsip/prosedur
1. pemanfaatan batuan
2. Gerak arus konveksi
3. Konservasi tanah

Prosedur
1. Siklus batuan
2. Pergerakan
3. Tektonik lempeng
4. proses terjadinya, gempa, erupsi, & tsunami

D. Langkah-Langkah Pembelajaran

PERTEMUAN : 1
Materi : Karakteristik lapisan-lapisan Bumi
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan karakteristik
menggunakan berbagai lapisan-lapisan Bumi
tayangan dan pertanyaan yang  Menyimak penyampaian
berhubungan dengan tujuan pembelajaran
karakteristik lapisan-lapisan  Menjawab soal pretes
Bumi
 Menyampaikan tujuan
pembelajaran
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
 Menanya tentang :
karakteristik lapisan-lapisan
Bumi
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi masalah pertanyaan-pertanyaan dari
yang berkaitan dengan : peserta didik seperti:
1. Cara menganalisis lapisan-  Bagaimana menganalisis
lapisan litosfera lapisan-lapisan litosfera
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta  Melakukan diskusi kelompok
didikberdiskusi dengan  Berperan aktif dalam diskusi
bantuan buku dan sumber- kelas
sumber dari internet
 Melakukan penilaian otentik
sikap (observasi)
menggunakan format
penilaian yang ada pada
instrumen penilaian sikap
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. menganalisis lapisan-lapisan
litosfera
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh satu kelompok yang bersedia atau dipilh
yang bersedia atau dipilh secara acak, sementara
secara acak peserta didik lain
menanggapi dengan
 Guru mengarahkan peserta memberikan pertanyaan atau
didik untuk melakukan pendapat.
diskusi kelas dan tanya jawab  berperan aktif dalam diskusi
mengenai pembahasan kelas
jawaban pertanyaan.
 Guru memberikan penguatan
tentang  Menyimak penguatan
1. menganalisis lapisan- tentang
lapisan litosfera 1. Bagaimana cara
 Guru merefleksi proses menganalisis lapisan-
pembelajaran dengan lapisan litosfera?
meninjau permasalahan awal  Menjawab pertanyaan-
melalui pertanyaan pertanyaan yang diajukan
 Melaksanakan penilaian guru
menggunakan format
penilaian yang ada pada
instrumen penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan cara cara menganalisis lapisan-
menganalisis lapisan-lapisan lapisan litosfera.
litosfera.
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
Proses tektonisme dan
pengaruhnya terhadap
kehidupan

PERTEMUAN : 2
Materi : Menganalisis proses tektonisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan Menganalisis
menggunakan berbagai proses tektonisme dan
tayangan dan pertanyaan yang pengaruhnya terhadap
berhubungan dengan aktivitas kehidupan
manusia dalam Menganalisis  Menyimak penyampaian
proses tektonisme dan tujuan pembelajaran
pengaruhnya terhadap  Menjawab soal pretes
kehidupan
 Menyampaikan tujuan
pembelajaran
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
 Menanya tentang :
Menganalisis proses
tektonisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dari
masalah yang berkaitan peserta didik seperti:
dengan :  Bagaimana cara Menganalisis
1. Menganalisis proses proses tektonisme dan
tektonisme dan pengaruhnya pengaruhnya terhadap
terhadap kehidupan kehidupan
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi dua
buku dan sumber-sumber dari kelompok besar membagi
internet pembahasan yakni tenaga
 Melakukan penilaian otentik endogen dan eksogen
sikap (observasi)  Berperan aktif dalam diskusi
menggunakan format kelas
penilaian yang ada pada
instrumen penilaian sikap
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1.Menganalisis proses
tektonisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
 Guru mengarahkan peserta secara acak, sementara
didik untuk melakukan peserta didik lain
diskusi kelas dan tanya jawab menanggapi dengan
mengenai pembahasan memberikan pertanyaan atau
jawaban pertanyaan. pendapat.
 Guru memberikan penguatan  berperan aktif dalam diskusi
tentang kelas
1. Menganalisis proses
tektonisme dan
pengaruhnya terhadap  Menyimak penguatan
kehidupan tentang
 Guru merefleksi proses 1. Bagaimana cara
pembelajaran dengan Menganalisis proses
meninjau permasalahan awal tektonisme dan
melalui pertanyaan pengaruhnya terhadap
 Melaksanakan penilaian kehidupan
menggunakan format  Menjawab pertanyaan-
penilaian yang ada pada pertanyaan yang diajukan
instrumen penilaian otentik guru
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan cara cara Menganalisis proses
Menganalisis proses tektonisme dan pengaruhnya
tektonisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
terhadap kehidupan
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
Menganalisis Proses
vulkanisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan

PERTEMUAN : 3
Materi : Menganalisis proses vulkanisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan menganalisis
menggunakan berbagai proses vulkanisme dan
tayangan dan pertanyaan yang pengaruhnya terhadap
berhubungan dengan kehidupan
menganalisis proses  Menyampaikan tujuan
vulkanisme dan pengaruhnya pembelajaran
terhadap kehidupan  Menyimak penyampaian
 Menyampaikan tujuan tujuan pembelajaran
pembelajaran  Menjawab soal pretes
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
Menanya tentang :
menganalisis proses
vulkanisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi masalah pertanyaan-pertanyaan dari
yang berkaitan dengan : peserta didik seperti:
1. menganalisis proses  Bagaimana cara menganalisis
vulkanisme dan proses vulkanisme dan
pengaruhnya terhadap pengaruhnya terhadap
kehidupan kehidupan
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi tiga
buku dan sumber-sumber dari kelompok besar membagi
internet pembahasan yakni Gunung
 Melakukan penilaian otentik Api type strato, type maar
sikap (observasi) dan type tameng
menggunakan format  Berperan aktif dalam diskusi
penilaian yang ada pada kelas
instrumen penilaian sikap
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. Menganalisis menganalisis
proses vulkanisme dan
pengaruhnya terhadap
kehidupan
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan menanggapi dengan
diskusi kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
1. Menganalisis menganalisis
proses vulkanisme dan  Menyimak penguatan
pengaruhnya terhadap tentang
kehidupan 1. Bagaimana cara
 Guru merefleksi proses menganalisis proses
pembelajaran dengan vulkanisme dan
meninjau permasalahan awal pengaruhnya terhadap
melalui pertanyaan kehidupan?
 Melaksanakan penilaian
menggunakan format  Menjawab pertanyaan-
penilaian yang ada pada pertanyaan yang diajukan
instrumen penilaian otentik guru

Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit


menyimpulkan terbentuknya terbentuknya gunung api,
gunung api, material yang material yang dikeluarkan,
dikeluarkan, type-type type-type letusan,
letusan, menggambarkan menggambarkan intrusi
intrusi magma, menjelaskan magma, menjelaskan
pengaruh letusan terhadap pengaruh letusan terhadap
lingkungan sekitar dan lingkungan sekitar dan
menganalisis proses menganalisis proses
vulkanisme dan pengaruhnya vulkanisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan terhadap kehidupan.
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes
 Memberikan umpan balik  Menyimak PR yang diberikan
terhadap proses dan hasil  Mengikuti Postest
belajar
 Merencanakan kegiatan tindak  Menerima informasi tentang:
lanjut (remedi, pengayaan, - rencana kegiatan tindak
konseling, dan/atau tugas) lanjut (remedi, pengayaan,
 menyampaikan rencana konseling, dan/atau tugas)
pembelajaran pada pertemuan - rencana pembelajaran pada
berikutnya dan memberikan pertemuan berikutnya.
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
1. Menganalisis proses seisme
dan pengaruhnya terhadap
kehidupan

PERTEMUAN : 4
Materi : Menganalisis proses seisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam,  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
mengajak peserta didik berdoa menjawab absen
dan mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan Menganalisis
menggunakan berbagai proses seisme dan
tayangan dan pertanyaan yang pengaruhnya terhadap
berhubungan dengan kehidupan
Menganalisis proses seisme  Menyampaikan tujuan
dan pengaruhnya terhadap pembelajaran
kehidupan  Menyimak penyampaian
 Menyampaikan tujuan tujuan pembelajaran
pembelajaran  Menjawab soal pretes
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara Menanya tentang : diberikan oleh guru
Menganalisis proses seisme
dan pengaruhnya terhadap
kehidupan
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dari
masalah yang berkaitan peserta didik seperti:
dengan :  Menganalisis proses seisme
1. Menganalisis proses seisme dan pengaruhnya terhadap
dan pengaruhnya terhadap kehidupan
kehidupan
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi tiga
buku dan sumber-sumber dari kelompok besar membagi
internet pembahasan yakni seisme
 Melakukan penilaian otentik tergadap pelapukan, erosi
sikap (observasi) dan sedimentasi
menggunakan format  Berperan aktif dalam diskusi
penilaian yang ada pada kelas
instrumen penilaian sikap
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. Menganalisis proses
seisme dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan diskusi menanggapi dengan
kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
1. Menganalisis proses seisme
dan pengaruhnya terhadap  Menyimak penguatan
kehidupan tentang
1. Menganalisis proses
 Guru merefleksi proses seisme dan pengaruhnya
pembelajaran dengan meninjau terhadap kehidupan
permasalahan awal melalui
pertanyaan  Menjawab pertanyaan-
 Melaksanakan penilaian pertanyaan yang diajukan
menggunakan format penilaian guru
yang ada pada instrumen
penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan bagaimana bagaimana cara menganalisis
cara menganalisis proses proses seisme dan
seisme dan pengaruhnya pengaruhnya terhadap
terhadap kehidupan kehidupan.
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes
 Memberikan umpan balik  Menyimak PR yang diberikan
terhadap proses dan hasil  Mengikuti Postest
belajar
 Merencanakan kegiatan tindak  Menerima informasi tentang:
lanjut (remedi, pengayaan, - rencana kegiatan tindak
konseling, dan/atau tugas) lanjut (remedi, pengayaan,
 menyampaikan rencana konseling, dan/atau tugas)
pembelajaran pada pertemuan - rencana pembelajaran pada
berikutnya dan memberikan pertemuan berikutnya.
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
1. Menganalisis proses tenaga
eksogen dan pengaruhnya
terhadap kehidupan

PERTEMUAN : 5
Materi : Menganalisis proses tenaga eksogen dan pengaruhnya terhadap kehidupan
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam,  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
mengajak peserta didik berdoa menjawab absen
dan mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan Menganalisis
menggunakan berbagai proses tenaga eksogen dan
tayangan dan pertanyaan yang pengaruhnya terhadap
berhubungan dengan kehidupan
Menganalisis proses tenaga  Menyampaikan tujuan
eksogen dan pengaruhnya pembelajaran
terhadap kehidupan  Menyimak penyampaian
 Menyampaikan tujuan tujuan pembelajaran
pembelajaran  Menjawab soal pretes
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
Menanya tentang :
Menganalisis proses tenaga
eksogen dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dari
masalah yang berkaitan peserta didik seperti:
dengan :  Bagaimana Menganalisis
1. Menganalisis proses tenaga proses tenaga eksogen dan
eksogen dan pengaruhnya pengaruhnya terhadap
terhadap kehidupan kehidupan
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi tiga
buku dan sumber-sumber dari kelompok besar membagi
internet pembahasan yakni dampak
 Melakukan penilaian otentik yang ditimbulkan pelapukan,
sikap (observasi) erosi dan sedimentasi
menggunakan format  Berperan aktif dalam diskusi
penilaian yang ada pada kelas
instrumen penilaian sikap
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. Menganalisis proses tenaga
eksogen dan pengaruhnya
terhadap kehidupan
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan diskusi menanggapi dengan
kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
1. Menganalisis proses tenaga
eksogen dan pengaruhnya  Menyimak penguatan
terhadap kehidupan tentang
1.Menganalisis proses tenaga
 Guru merefleksi proses eksogen dan pengaruhnya
pembelajaran dengan meninjau terhadap kehidupan
permasalahan awal melalui  Menjawab pertanyaan-
pertanyaan pertanyaan yang diajukan
 Melaksanakan penilaian guru
menggunakan format penilaian
yang ada pada instrumen
penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan Menganalisis Menganalisis proses tenaga
proses tenaga eksogen dan eksogen dan pengaruhnya
pengaruhnya terhadap terhadap kehidupan.
kehidupan
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
1. Menganalisis Pembentukan
tanah dan persebaran jenis
tanah

PERTEMUAN : 6
Materi : Menganalisis Pembentukan tanah dan persebaran jenis tanah
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang litosfera.  Menyimak penjelasan kaitan
 Pemberian motivasi hubungan Menganalisis
menggunakan berbagai Pembentukan tanah dan
tayangan dan pertanyaan yang persebaran jenis tanah
berhubungan dengan  Menyampaikan tujuan
Menganalisis Pembentukan pembelajaran
tanah dan persebaran jenis  Menyimak penyampaian
tanah tujuan pembelajaran
 Menyampaikan tujuan  Menjawab soal pretes
pembelajaran
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
Menanya tentang :
Menganalisis Pembentukan
tanah dan persebaran jenis
tanah
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi masalah pertanyaan-pertanyaan dari
yang berkaitan dengan : peserta didik seperti:
1. Menganalisis Pembentukan  Bagaimana cara menganalisis
tanah dan persebaran jenis Menganalisis Pembentukan
tanah tanah dan persebaran jenis
tanah?
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi beberapa
buku dan sumber-sumber dari kelompok tentang
internet menganalisis faktor
 Melakukan penilaian otentik pembentukan tanah,
sikap (observasi) menggambarkan horison
menggunakan format tanah, mengetahui henis-jenis
penilaian yang ada pada tanah dan persebarannya
instrumen penilaian sikap serta jenis dan upaya
pengawetan tanah
 Berperan aktif dalam diskusi
kelas
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. Menganalisis Pembentukan
tanah dan persebaran jenis
tanah
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan diskusi menanggapi dengan
kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
1. Menganalisis Pembentukan
tanah dan persebaran jenis  Menyimak penguatan
tanah tentang
1. Bagaimana cara
 Guru merefleksi proses Menganalisis
pembelajaran dengan meninjau Pembentukan tanah dan
permasalahan awal melalui persebaran jenis tanah
pertanyaan  Menjawab pertanyaan-
 Melaksanakan penilaian pertanyaan yang diajukan
menggunakan format penilaian guru
yang ada pada instrumen
penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan Pembentukan Pembentukan tanah dan
tanah dan persebaran jenis persebaran jenis tanah.
tanah
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
1. Menganalisis Pemanfaatan
dan konservasi tanah

PERTEMUAN : 7
Materi : Menganalisis Pemanfaatan dan konservasi
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang Menganalisis  Menyimak penjelasan kaitan
Pemanfaatan dan konservasi hubungan Menganalisis
tanah. Pemanfaatan dan konservasi
 Pemberian motivasi tanah
menggunakan berbagai  Menyampaikan tujuan
tayangan dan pertanyaan yang pembelajaran
berhubungan dengan  Menyimak penyampaian
Menganalisis Pembentukan tujuan pembelajaran
tanah dan persebaran jenis  Menjawab soal pretes
tanah
 Menyampaikan tujuan
pembelajaran
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
Menanya tentang :
Menganalisis Pemanfaatan
dan konservasi tanah
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi masalah pertanyaan-pertanyaan dari
yang berkaitan dengan : peserta didik seperti:
1. Menganalisis Pemanfaatan  Bagaimana cara Menganalisis
dan konservasi tanah Pemanfaatan dan konservasi
tanah?
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi beberapa
buku dan sumber-sumber dari kelompok tentang
internet menganalisis faktor
 Melakukan penilaian otentik pembentukan tanah,
sikap (observasi) menggambarkan horison
menggunakan format tanah, mengetahui henis-jenis
penilaian yang ada pada tanah dan persebarannya
instrumen penilaian sikap serta jenis dan upaya
pengawetan tanah
 Berperan aktif dalam diskusi
kelas
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
1. Menganalisis Pemanfaatan
dan konservasi tanah
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan diskusi menanggapi dengan
kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
1. Menganalisis Pemanfaatan
dan konservasi tanah  Menyimak penguatan
 Guru merefleksi proses tentang
pembelajaran dengan meninjau 1. Bagaimana cara
permasalahan awal melalui Menganalisis Pemanfaatan
pertanyaan dan konservasi tanah
 Melaksanakan penilaian  Menjawab pertanyaan-
menggunakan format penilaian pertanyaan yang diajukan
yang ada pada instrumen guru
penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan Menganalisis Menganalisis Pemanfaatan
Pemanfaatan dan konservasi dan konservasi tanah.
tanah
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
1. Menyajikan Lembaga-
lembaga yang
menyediakan dan
memanfaatkan data
geologi di Indonesia

PERTEMUAN : 8
Materi : Menyajikan Lembaga-lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data geologi di
Indonesia
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Pendahuluan  Mengucapkan salam, mengajak  Menjawab salam, berdoa dan 15 Menit
peserta didik berdoa dan menjawab absen
mengabsen.  Menyimak dan menjawab
 Merefleksi pembelajaran SMP pertanyaan yang muncul
tentang Menyajikan Lembaga-  Menyimak penjelasan kaitan
lembaga yang menyediakan hubungan Menganalisis
dan memanfaatkan data Pembentukan tanah dan
geologi di Indonesia. persebaran jenis tanah
 Pemberian motivasi  Menyampaikan tujuan
menggunakan berbagai pembelajaran
tayangan dan pertanyaan yang  Menyimak penyampaian
berhubungan dengan tujuan pembelajaran
Menganalisis Pembentukan  Menjawab soal pretes
tanah dan persebaran jenis
tanah
 Menyampaikan tujuan
pembelajaran
 Memberikan soal pretest secara
lisan
Inti Fase 1. Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan) 105
 Memberikan stimulus dengan  Menyimak pertanyaan yang Menit
cara diberikan oleh guru
Menanya tentang :
Menyajikan Lembaga-
lembaga yang menyediakan
dan memanfaatkan data
geologi di Indonesia
Fase 2: Problem statement(pertanyaan/identifikasi masalah)
 Guru membimbing peserta  Diharapkan akan muncul
didik mengidentifikasi masalah pertanyaan-pertanyaan dari
yang berkaitan dengan : peserta didik seperti:
2. Menyajikan Lembaga-  Bagaimana cara menganalisis
lembaga yang menyediakan Menyajikan Lembaga-
dan memanfaatkan data lembaga yang menyediakan
geologi di Indonesia dan memanfaatkan data
geologi di Indonesia?
Fase 3 : Data collection(Pengumpulan Data)
 Membimbing dan memotivasi  mencari informasi dengan
masing-masing individu diskusi dan kajian literature
dalam kelompok untuk untuk memecahkan
mengumpulkan informasi permasalahan.
yang berhubungan dengan
permasalahan
Fase 4 : Data Processing(Pengolahan Data)
 Mempersilahkan peserta didik  Melakukan diskusi kelompok
berdiskusi dengan bantuan dengan membagi beberapa
buku dan sumber-sumber dari kelompok tentang
internet menganalisis faktor
 Melakukan penilaian otentik pembentukan tanah,
sikap (observasi) menggambarkan horison
menggunakan format tanah, mengetahui henis-jenis
penilaian yang ada pada tanah dan persebarannya
instrumen penilaian sikap serta jenis dan upaya
pengawetan tanah
 Berperan aktif dalam diskusi
kelas
Fase 5 : Verification(Pembuktian)
 Guru membimbing peserta  Melakukan pembuktian data
didik melakukan pembuktian melalui diskusi
terhadap jawaban
permasalahan
Melalui diskusi di dalam
kelompokmu,
2. Menyajikan Lembaga-
lembaga yang menyediakan
dan memanfaatkan data
geologi di Indonesia
Fase 6 : Generalization(Menarik kesimpulan/generalisasi)
 Guru membimbing peserta  Menulis laporan diskusi
didik menulis laporan diskusi
 Membimbing Peserta didik  mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas yang
diskusi di depan kelas yang diwakili oleh satu kelompok
diwakili oleh anggotanya yang bersedia atau dipilh
secara acak, sementara
 Guru mengarahkan peserta peserta didik lain
didik untuk melakukan diskusi menanggapi dengan
kelas dan tanya jawab memberikan pertanyaan atau
mengenai pembahasan pendapat.
jawaban pertanyaan.  berperan aktif dalam diskusi
 Guru memberikan penguatan kelas
tentang
2. Menyajikan Lembaga-
lembaga yang menyediakan  Menyimak penguatan
dan memanfaatkan data tentang
geologi di Indonesia 2. Menyajikan Lembaga-
 Guru merefleksi proses lembaga yang
pembelajaran dengan meninjau menyediakan dan
permasalahan awal melalui memanfaatkan data
pertanyaan geologi di Indonesia
 Melaksanakan penilaian  Menjawab pertanyaan-
menggunakan format penilaian pertanyaan yang diajukan
yang ada pada instrumen guru
penilaian otentik
Penutup  Bersama peserta didik  Bersama guru menyimpulkan 15 Menit
menyimpulkan Menyajikan Menyajikan Lembaga-
Lembaga-lembaga yang lembaga yang menyediakan
menyediakan dan dan memanfaatkan data
memanfaatkan data geologi di geologi di Indonesia.
Indonesia
 Memberikan PR
 Melaksanakan postes  Menyimak PR yang diberikan
 Memberikan umpan balik  Mengikuti Postest
terhadap proses dan hasil
belajar  Menerima informasi tentang:
 Merencanakan kegiatan tindak - rencana kegiatan tindak
lanjut (remedi, pengayaan, lanjut (remedi, pengayaan,
konseling, dan/atau tugas) konseling, dan/atau tugas)
 menyampaikan rencana - rencana pembelajaran pada
pembelajaran pada pertemuan pertemuan berikutnya.
berikutnya dan memberikan
tugas secara lisan untuk
merangkum di buku catatan
tentang :
2. Menganalisis Atmosfer

E. Penilaian
Jenis dan Teknik Penilaian

Projek:
Peserta didik diberi tugas membuat tulisan tentang contoh kehidupan manusia yang dipengaruhi
oleh dinamika litosfer.

Observasi : mengamati kegiatan peserta didik dalam proses mengumpulkan data, analisis data
dan pembuatan laporan dan bahan untuk dikomunikasikan

Tes Tulis:
menilai pemahaman peserta didik dalam penguasaan materitentang keterkaitan antara kehidupan
manusia dan lingkungannya sebagai akibat dinamika litosfer.
Bentuk tes dapat berupa pilihan ganda atau tes uraian.

Bentuk Penilaian dan Penskoran. ( terlampir )

LAMPIRAN :
PENILAIAN KOMPETENSI KETRAMPILAN

1. Tes Praktek (Penilaian Kinerja )

Mata Pelajaran : Geografi


Nama Kinerja : jenis jenis tanah , manfaat dan daerah persebarannya
Alokasi Waktu : 2 minggu
Nama :
Kelas :

Penilaian
No. Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4
1 Pengamatan
2. Data yang diperoleh
3. Kesimpulan

Aspek yang Penilaian


dinilai 1 2 3 4
Pengamatan Pengamatan Pengamatan Pengamatan Pengamatan
sangat tidak tidak cermat cermat, tetapi cermat dan bebas
cermat mengandung interpretasi
interpretasi
Data yang Data sangat Data tidak Data lengkap, Data lengkap,
diperoleh tidak lengkap lengkap tetapi tidak terorganisir, dan
terorganisir, atau ditulis dengan
ada yang salah benar
tulis
Kesimpulan Sangat Tidak Tidak benar Sebagian Semua benar atau
benar atau atau tidak kesimpulan ada sesuai tujuan
tidak sesuai sesuai tujuan yang salah atau
tujuan tidak sesuai
tujuan

Rekapitulasi Hasil Penilaian :


No Nama Siswa Skor Aspek yang dinilai Jumlah Nilai Predikat
. 1 2 3 4 Skor Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
1. Skor Maksimal = jumlah sikap yang dinilai x jumlah criteria.
2. Nilai Sikap = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut :

Kriteria Skor Indikator Rentang Nilai


SB (Sangat Baik) 4 Selalu 91 – 100
B (Baik) 3 Sering 75 – 90
C (Cukup) 2 Kadang-Kadang 60 – 74
K (Kurang) 1 Tidak Pernah ≤ 59

2. Tes Praktek (Unjuk Kerja)

Mata Pelajaran : Geografi


Nama Unjuk Kerja : siklus batuan klasifikasi jenis jenis batuan
Alokasi Waktu : 1 minggu
Nama :
Kelas :

No. Langkah-langkah Kinerja Penilaian


1 2 3 4
1.
2.
3.
4.

Aspek yang Penilaian


dinilai 1 2 3 4

Rekapitulasi Hasil Penilaian :


Skor Aspek yang dinilai Jum Nilai
No. Nama Siswa Predikat
1 2 3 4 Skor Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1. Skor Maksimal = jumlah sikap yang dinilai x jumlah criteria.


2. Nilai Sikap = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut :

Kriteria Skor Indikator Rentang Nilai


SB (Sangat Baik) 4 Selalu 91 – 100
B (Baik) 3 Sering 75 – 90
C (Cukup) 2 Kadang-Kadang 60 – 74
K (Kurang) 1 Tidak Pernah ≤ 59

3. Tes Praktek (Presentasi)


Mata Pelajaran : Geografi
Nama Produk : Diskusi
Alokasi Waktu : 30 Menit
Nama /Anggota Kel :
Kelas :

No. Komponen Skor (1-4)


1. Penguasaan Materi
a. Kemampuan konseptualisasi
b. Kemampuan menjelaskan
c. Kemampuan berargumentasi
2. Penyajian
a. Sistematika Penyajian
b. Visualisasi
3 Komunikasi Verbal
a. Penggunaan Verbal
b. Intonasi dan Tempo
Total Skor

Aspek yang Penilaian


dinilai 1 2 3 4
Penguasaan Kemampuan Kemampuan Penguasan materi Penguasan materi
Materi konseptualisasi, konseptualisasi, tentang tentang
menjelaskan menjelaskan kemampuan kemampuan
dan dan konseptualisasi, konseptualisasi,
berargumentasi berargumentasi menjelasan dan menjelasan dan
sangat tidak tidak berargumentasi berargumentasi
menguasai menguasai bagus tapi belum bagus dan sudah
terarah terarah
Penyajian Sistematika Sistematika Penyajian materi Penyajian materi
penyajian dan penyajian dan yang tersistematis yang tersistematis
visualisasi visualisasi dan visualisasi dan visualisasi
sangat tidak sangat tersaji bagus tetapi bagus dan
tersaji belum konsepnya jelas
menemukan
konsep yang jelas
Komunikasi Penggunaan Penggunaan Penggunaan Penggunaan
Verbal bahasa verbal, bahasa verbal, bahasa verbal, bahasa verbal,
intonasi dan intonasi dan intonasi dan intonasi dan
temponya temponya tidak temponya sudah temponya sudah
sangat tidak baik baik tapi belum baik dan
baik menggunakan menggunakan
ejaan yang benar ejaan yang benar

Rekapitulasi Hasil Penilaian :


Skor Aspek yang dinilai Julh Nilai
No. Nama Siswa Predikat
1 2 3 4 Skor Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1. Skor Maksimal = jumlah sikap yang dinilai x jumlah criteria.
2. Nilai Sikap = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut :

Kriteria Skor Indikator Rentang Nilai


SB (Sangat Baik) 4 Selalu 91 – 100
B (Baik) 3 Sering 75 – 90
C (Cukup) 2 Kadang-Kadang 60 – 74
K (Kurang) 1 Tidak Pernah ≤ 59

1. Tes Tulis (Uraian/Isian/Jawaban Singkat)

N Nomor Soal Uraian ∑


Nama Siswa
o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
.

Pedoman Penskoran

Skor
No. Jawaban
2) maksimum
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Skor Maksimal 100
Penugasan

Mata Pelajaran :
Nama Tugas :
KD/Indikator :
No. Pelaksanaa Tugas Jenis Tugas Rentang
Selama Proses Pembelajaran Materi Individu Kelompok Waktu
Pembelajaran Mandiri Penugasan Penugasan

PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP

1. Observasi

Na Skor untuk Sikap


ma Tangg ∑
No. Juj Disip Ped Sant Respo Praok Nil Pred
Sis ung Sk
ur lin uli un nsif tif ai ikat
wa Jawab or
1.
2.
3.
4.
5.

Skor Maksimal = jumlah sikap yang dinilai x jumlah criteria.


Nilai Sikap = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut :

Kriteria Skor Indikator Rentang Nilai


SB (Sangat Baik) 4 Selalu 91 – 100
B (Baik) 3 Sering 75 – 90
C (Cukup) 2 Kadang-Kadang 60 – 74
K (Kurang) 1 Tidak Pernah ≤ 59
SOAL SOAL ( LAMPIRAN )

1. SOAL DISKUSI KELOMPOK

Perhatikan Gambar di atas !


Diskusikan dengan kelompokmu dampak yang ditimbulkan dari Gempa tersebut :
1………………………….................................................................................
2………………………….................................................................................
3…………………………..................................................................................
4………………………….................................................................................

Upaya mengatasinya :
1………………………….................................................................................
2………………………….................................................................................
3.........................................................................................................................
4..........................................................................................................................

2. Tugas Proyek (Kelompok )


Lakukan Eksperimen untuk menentukan tekstur tanah
1. Galilah tanah di sekitar lingkungan sekolah kira2 20 cm kedalamannya
2. Masukkan tanah hasil galian tadi secukupnya ke dalam tabung rekasi
3. Berikan air secukupnya kedalam tabung reaksi dan kocok beberapa menit agar tanahnya larut
secara keseluruhan
4. Tunggu beberapa menit sehingga terbentuk lapisan- lapisan
5. Lakukan pengukuran dan perbandingan dengan tabel tekstur tanah disamping dan tentukan
jenis tanahnya
6. Tentukan Erodibilitas tanahnya !

I. Lengkapilah Tabel berikut !

N Macam Lapisan Bumi Ketebalan BJ Manfaat


o (Km)
1 Barisfer/inti ……… ……… ………
2 Litosfer Sial ……… ……… ………
3 Litosfer Sima ……… ……… ………
4 Astenosfer/Lapisan ……… ……… ………
pengantara/selubung
5 Nife/ Nikel Ferum ……… ……… ………

II. Lengkapilah Tabel berikut :


Contoh Batuan Beku Batuan Sedimen Batuan Metamorf
N
batuan di BBD BBG BBL BSK BSC BSO BMK BMD BMP
o
Litosfer
1 Kalsit
2 Andesit
3 Gabro
4 Obsidian
5 Konglomera
t
6 Batu pasir
7 Breksi
8 Filit
9 Batu sabak
10 Marmer
11 Belerang
12 Tembaga
13 Intan
14 Kuarsa
15 Pirit
Ket :
BBD : Batuan Beku Dalam BSO : Batuan Sedimen Organis
BBG : Batuan Beku Gang BMK : Batuan Metamorf Kontak
BBL : Batuan Beku Luar BMD : Batuan Metamorf Dynamo
BSK : Batuan Sedimen Klastik BMP : Batuan Pneumatolitis Kontak
BSC : Batuan Sedimen Chemis
III. Berikan tanda panah sesuai dengan gambar di bawah ini
PILIHN GANDA

1. Bentuk muka bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen terdapat di bawah ini, kecuali ....
a. Gempa bumi
b. Air hujan
c. Orogenetik
d. Vulkanisme
e. Tektonik

2. Lapisan tanah yang terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya akibat patahan lapisan tanah
sekitarnya adalah ....
a. Slenk
b. Horst
c. Flexur
d. Graben
e. Tanah bungkuk

3. Peristiwa menyusupnya magma diantara batuan tetapi tidak dapat mencapai permukaan bumi
yaitu :
a. Ekstrusi magma
b. Diatrema
c. Efusif
d. Erupsi magma
e. Intrusi magma

4. Pelapukan batuan yang tidak disertai dengan perubahan susunan kimia disebabkan oleh
,kecuali ....
a. Gelombang air laut
b. Perubahan suhu
c. Daya erosi
d. Air hujan didaerah kars
e.Pengikisan batuan didaerah pegunungan.

5. Erosi yang disebabkan oleh angin adalah ....


a. Abrasi
b. Deflasi
c. Deliniasi
d. Intrusi
e. Eksarasi

6. Gerakan butiran-butiran pasir yang dibawa oleh angin seakan melompat-lompat adalah ....
a. Suspensi
b. Saltasi
c. Korasi
d. Surface creep
e. Denudasi

7. Adanya bentuk pegunungan lipatan menunjukkan peristiwa ....


a. Epirogenesa
b. Orogenesa
c. Vulkanisme
d. Rayapan tanah
e. Gempa bumi tektonik

8. Pusat gempa yang terletak pada perut bumi dikenal denan sebutan ....
a. Episentrum
b. Makroseisme
c. Hiposentrum
d. Homoseista
e. Pleistoseista

9. Gempa bumi yang terjadi di daerah patahan dinamakan gempa ....


a. Runtuhan
b. Vulkanik
c. Tektonik
d. Menengah
e. Akibat orografik

10. Batuan yang berasal dari magma yang mengalir keluar kelubang diatrema dan membeku disana
menjadi batuan kristal adalah ......
a. Batuan beku korok
b. Batuanbeku luar
c. Batuan beku dalam
d. Sedimen
e. Batuan Metamorf

11. Adanya batu pualam menunjukkan bahwa jenis batuan tersebut adalah :.....
a. Metamorf
b. Sedimen
c. Batholit
d. Batuan beku dalam
e. Ontosol

12. Proses penyusupan magma pada lapisan tanah yang lebih atas disebut ....
a. Ekstrusi
b. Intrusi
c. Infiltrasi
d. Eksharasi
e. Eksplosif
13.Proses penelanjangan atau pengelupasan batuan akibat pengaruh pelapukan , erosi dan gerakan
tanah disebut ....
a. Stack
b. stump
c. Denudasi
d. Abrasi
e. Deflasi

14. Gunung Krakatau termasuk tipe letusan gunung api ....


a. Merapi
b. Vulkano
c. Pelee
d. Hawai
e. Perret

15. Salah satu Anak pegunungan Tengger adalah ....


a. G. Rakata
b.. G. Danan
c. G. Perbuwatan
d. G. Batok
e. G. Ijen

16. Bahan yang dikeluarkan gunung api yang berupa gas beracun yang terjadi di Kawah Si Nila
disebut .
a. Efflata
b. Lava
c. Ekshalasi
d. Diatrema
e. Strato

17. Peristiwa penghancuran massa batuan baik secara fisik, kimia dan organik disebut .....
a. Weathering
b. Denudasi
c. Abrasi
d. Erosian
e. Deflasi

18. Jika dari suatu stasiun gempa, tercatat gelombang P yang pertama terjadi pukul 05.36.12 WIB
dan gelombang S pertama yang tercatat pukul 05.42.42 WIB, jarak episentral pada kejadian
gempa tersebut adalah .....
a. 3.500 km
b. 4.000 km
c. 4.500 km
d. 5.000 km
e. 5.500 km

19. Jika 2 buah lempeng litosfera saling bergesekan karena ada gerak horisontal maka pada bidang
batasnya akan ditemui ....
a. Patahan
b. Sesar
c. Gunung api
d. Horst
e. Graben

20.Gambar disamping merupakan kenampakan permukaan bumi berupa ....


a. Gunung api
b. Dome
c. Leher vulkanik
d. Kaldera
e. Erupsi areal
21. Peristiwa menyusupnya magma diantara lapisan batuan tetapi tidak dapat mencapai
permukaan bumi yaitu ....
a. Siil
b. Dike
c. Batolit
d. Lakolit
e. Diatrema

22. Gempa bumi yang terjadi di daerah patahan dinamakan gempa ....
a. Runtuhan
b. Vulkanik
c. Tektonik
d. Menengah
e. Akibat orografik

23. Proses pengikisan air laut oleh gelombang pada daerah tepi pantai disebut....
a. Erosi
b. Tsunami
c. Abrasi
d. Deflasi
e. Korosi

24.Proses penelanjangan atau pengelupasan batuan akibat pengaruh pelapukan , erosi dan gerakan
tanah disebut ....
a. Stack
b. stump
c. Denudasi
d. Abrasi
e. Deflasi

25.Gunung Krakatau termasuk tipe letusan gunung api ....


a. Merapi
b. Vulkano
c. Pelee
d. Hawai
e. Perret

SOAL URAIAN
ISILAH TITIK – TITIK DI BAWAH INI DENGAN JAWABAN YANG SINGKAT !
1. Dinamika litosfer dalam perubahan muka bumi dapat berujud seperti :
a.…...................,
b………………….,
c……………………,
d………………………………
2. Hasil erupsi gunung api dapat menghasilkan keuntungan kesuburan tanah bagi manusia selain
itu juga : …………………………………………………………………(berkaitan dengan batuan)
3. Upaya manusia untuk mengendalikan dan mengurangi korban bencana gununga berapi di
lakukan ……………………………………………………………
4. Proses terbentuknya Batuan Metamorf mempunyai bermacam perubahan yakni :
a……………………….
b…………………………..
c,……………………………….
d,………………………………
5.Gerakan yang berupa pergeseran kulit bumi yang relative lambat dan berlangsung lama : ...........
6. Batuan sedimen yang terdiri dari batu- batu yang sudah direkat satu sama lain : ….........
7. Struktur batuan yang relatif sangat lentur dan berlangsung cukup lama di muka bumi dapat
berupa ………
8. Manfaat dari kita mempelajari dari tipe letusan gunung api adalah ………...
9. Gempa Kobe di Jepang membawa dampak terhadap perubahan kehidupan manusia dalam
mengantisipasi adanya korban dengan cara ...........
10. Hitunglah Jarak Episentrum jika di ketahui gelombang primer terjadi pukul 12.45’.30” dan
gelombang sekunder 12. ........

VI. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !


1. Bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi erosi tanah khususnya Departemen
Pertanian,
Departemen Kehutanan dan Dinas pengairan
 Daerah Tumpang Malang setiap 1 hektar mempunyai kondisi lahan dan system
pertanian sebagai berikut : Nilai factor curah hujan = 185
 Nilai factor panjang lereng = 1,41
 Nilai factor erodibilitas = 0,38
 Nilai tindakan konservasi tanah : a
 Nilai factor pengelolaan tanaman = 0,119
 Nilai factor Crop rotation = 1.b
 Nilai factor Countor farming = 0,75
Tentukan berapa ton besarnya erosi dalam satu hektar setiap tahun dengan konservasi ?
Tentukan berapa ton besarnya erosi dalam satu hektar setiap tahun dengan konservasi ?

2. Jelaskan usaha mengurangi erosi tanah dengan cara mekanik, chemis dan vegetasi ?

3. Jelaskan mengapa di Indonesia masih ada jenis tanah yang berwarna merah ?

4. Jelaskan mengapa erosi tanah meningkatkan biaya produksi pertanian ?

G. Alat (Bahan) / Sumber Belajar:


a. Alat / Bahan : Peta Konsep
Power point, Video, LCD, Laptop
b. Sumber Belajar : - Buku paket geografi kelas X
- Jurnal ilmiah
- Berita dan kasus yang dimuat oleh media masa (koran dan
majalah)
- Laporan perjalanan
- Peta daerah daerah rawan tsunami
- Sumber informasi lain yang dimuat dalam situs terkait di
internet dan lain-lain

H. Pendekatan/Strategi/Model Pembelajaran :
1. Saintifik
2. Inquir
Langkah-langkah pembelajaran
a. Penyajian fenomena
b. Melakukan observasi
c. Merumuskan masalah
d. Mengajuka n hipotesis
e. Mengumpulkan data
f. Menganlisis data
g. Menyimpulkan

I. Metode Pembelajaran
1. Kontekstual
2. Konstruktivisme
3. Diskusi

Mengetahui, Padang, Juli 2015


Kepala MAN 2 PADANG Guru Mata Pelajaran

Drs,SYUKRIZAL,MM Novita Anwar, S.Pd


NIP.196410091994031004

LAMPIRAN
Dinamika Perubahan Litosfer
Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar yang terdiri dari batuan. Kevariasian
bentuk muka bumi disebabkan oleh proses endogen yang berasal dari dalam bumi dan bersifat
membangun, serta proses eksogenik yang berasal dari luar dan memiliki sifat merombak.
Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer yaitu oksida silikon (SiO2)
Penapang bumi, lapisan-lapisannya :
1. Lapisan atmosfer (lapisan udara) : Tebalnya 1000 km
2. Lapisan litosfer (kulit bumi) : Tebalnya 60 km yang terdiri dari :
Lapisan sial (silisium-alumunium)
Lapisan sima (silikon-magnesium
Lapisan peridotite
Lapisan ferrosporadis
lapisan litosporadis
Lapisan nife
Kesimpulan :
Lapisan litosfer terluar terdiri dari SiO2 dan Al2O3 atau sial
Lapisan litosfer terdalam terdiri dari senyawa kimia SiO2 dan MgO atau sima
Batas antara lapisan sial dan sima di dalam permukaan bumi tidak teratur
Di antara inti bumi dengan kulit bumi terdapat lapisan batuan
Inti bumi dinamakan barisfer/nife. Terdiri dari susunan logam nikel dan logam ferum
Lapisan yang menyelubungi barisfer disebut mantel (bersifat padat). Batas antara mantel dengan
kerak bumi dinamakan lapisan moho

Proses terjadinya batuan dan klasifikasinya :


Batuan beku : Dari magma yang mengalami proses pendinginan, kemudian membeku.
Berdasarkan tempat pembekuannya :
 Batuan beku dalam : Pembekuan terjadi di dalam, jauh di bawah permukaan bumi. Proses
pendinginanya sangat lambat, mengakibatkan terbentuknya hablur-hablur mineral besar-
besar dan sempurna serta kompak (struktur plutonik). Batuan beku dalam disebut
juga batuan abisis. Contohnya : Granit, diorit, sienit, dan gabro
 Batuan beku korok/gang/hipabisis : Sisa magma yang masih cair meresap ke lapisan yang
lebih atas dan menyusup ke sela-sela pipa-pipa gunung api, kemudian menjadi dingin dan
membeku. Proses pembekuan relatif lebih cepat, sehingga hablur-hablur yang terjadi tidak
sekompak batuan beku dalam (struktur porfiri). Contohnya : Granit, porfiri, porfiri sienit,
dan porfiri diorite
 Batuan beku luar/effusive : Magma yang mencapai permukaan bumi, kemudian
membeku. Proses pembekuan cepat sekali. Sehingga dapat terbentuk hablur. Contohnya :
Riolit, trahit, andesit. basalt

Batuan sedimen : Batuan beku yang tersingkap di permukaan bumi akan mengalami
penghancuran (pelapukan) oleh cuaca, kemudian diangkut oleh tenaga alam seperti air, angin,
atau gletser dan diendapkan di tempat lain
Menurut proses terjadinya :
 Batuan klastik/mekanik : Gumpalan batu besar yang diangkut dari lereng gunung,
melalui air hujan lalu diangkut oleh arus sungai dan kemudian diendapkan di daerah hilir
dalam bentuk pasir yang susunan kimiawinya masih sama dengan batuan asal. Hanya
proses mekanik. Co : batu breksi, batu konglomerat, pasir, tanah liat
 Batuan kimiawi : Terbentuk melalui proses kimiawi. Co : Batu kapur, stalaktit, dan
stalakmit
 Batuan organis : Penumpukan (akumulasi) sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Co :
Batu karang

Berdasarkan tenaga yang mengangkutnya (medianya) :


 Sedimen akuatis : Diendapkan oleh air. Co : Batu pasir, tanah liat
 Sedimen aeolis (aeris) : Diendapkan oleh angin (udara). Co : Tanah loss, tanah pasir
 Sedimen glasial : Diendapkan oleh gletser. Co : Batu-batu morena

Berdasarkan tempat diendapkan :


 Sedimen teritis : Darat. Co : Batu tuf, batu pasir, tanah loss
 Sedimen marine : Laut. Co : Batu karang, batu garam
 Sedimen fluvial : Sungai. Co : Pasir, tanah liat
 Sedimen limnis : Danau/rawa. Co : Tanah rawa, tanag gambut
 Sedimen glasial : Es. Co : Batu morena

Batuan metamorf : Batuan hasil ubahan dari batuan asal akibat proses metamorfosis, yaitu suatu
proses yang dialami batuan asal akibat tekanan dan suhu yang sama-sama meningkat. Dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
 Batuan metamorf termik (kontak) : Akibat kenaikan suhu. Co : Batu pualam (marmer)
 Batuan metamorf dinamik (kinetis): Akibat adanya tekanan dari lapisan di atasnya dalam
waktu yang lama. Co : Batu tulis (sabak)
 Batuan metamorf kontak pneimotolotik : Akibat adanya penambahan suhu disertai
menyusupnya unsur-unsur batuan lain (zat lain). Co : Turmalin, topas

1. Tenaga endogen bermacam-macam :


a. Tektonisme
b. Vulkanisme
c. Seisme (gempa bumi)

A. Tektonisme :
Perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen dengan arah
horizontal dan vertikal
Menurut kecepatan geraknya :
 Epirogenesa : Perubahan letak lapisan bumi yang gerakannya lambat pada wilayah yang
luas
 Positif : Gejala turunnya daratan sehingga seolah-olah air laut naik
 Negatif : Gejala naiknya daratan sehingga seolah-olah air laut turun
 Orogenesa : Gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang relatif
sempit. Terjadinya pegunungan dan lipatan

Gerak horizontal : Bergerak 1 arah dan tertahan oleh lapisan lain akan membentuk lipatan di
permukaan bumi. Puncak lipatan disebut antiklinal, sedangkan lembah dari lipatan
disebut sinklinal
 Gerak vertikal : Menghasilkan bentuk muka bumi yang berupa patahan

B. Vulkanisme :
Peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan gunung berapi & pergerakan magma
dari dalam perut bumi ke permukaan
Terdiri dari 2 macam :
1. Intrusi magma : Aktivitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi. Akibatnya :

Batolit, dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km2

Lakolit, magma yang menyusup diantara 2 lapisan batuan yang menyebabkan lapisan
batuan di atasnya terangkay sehingga cembung, sedangkan alasnya rata

Sill, lapisan magma tipis yang menyusup di antara batuan lapisan, bentuknya pipih

Intrusi korok (gang), magma yang menyusup menerobos lapisan batuan

Apofisis, semacam intrusi korok, namun lebih kecil, merupakan cabang dari gang

Diatrema, magma (batuan) yang mengisi pipa letusan (pipa kawah)

2. Ekstrusi magma :
Aktivitas magma yang sampai ke permukaan bumi, menghasilkan gunung api.
Hasilnya yaitu erupsi

Dilihat dari bentuknya :


 Erupsi sentral : Gerakan magma yang keluar dari sebuah saluran magma. Menghasilkan
bermacam-macam bentuk gunung api yaitu :
 Gunung api perisai : Erupsi bersifat efusif, bahan yang dikeluarkan hanya
berwujud cair. Hanya cembung sedikit halnya perisai. Co : G. Kilauea, G. Maunaloa
 Gunung api maar : Erupsinya bersifat eksplosif, bahan yang dikeluarkan relatif
sedikit, karena sumber magma dangkal & sempit. Berbentuk seperti cekungan
dengan tanggul di sekitarnya. Co : Danau kelakah di lereng gunung lamongan
 Gunung api strato : Akibat erupsi yang bersifat campuran antara eksplosif dan
efusif yang bergantian secara terus-menerus
 Erupsi linier : Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang. Co :
Erupsi gunung api laki di pulau Eslandia
 Erupsi areal : Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya
dekat sekali ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatannya :
b. Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api yang berupa ledakan lemah
c. Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api yang berupa ledakan kuat

Faktor yang dapat mempengaruhi tipe letusan gunung api :


 Derajat kekentalan magma
 Tekanan gas magnetic
 Kedalaman dapur magma

Jenis tipe letusan gunung api :


 Tipe hawaii : Lavanya cairan encer, tekanan gas dan dapur magmanya sangat dangkal.
Berbentuk perisai
 Tipe stromboli : Lavanya cairan encer, tekanan gasnya sedang. Letusan terjadi berupa
semburan gas yang membawa magma dengan disertai bom dan lapili. Co : G. Stromboli
 Tipe merapi : Lavanya kental, sumber magma sangat dangkal, tekanannya gasnya rendah

Penyebab gunung api meletus : Tekanan di bawah tanah bertambah hingga memaksa magma
naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Magma yang memancar melalui
permukaan bersama batu, debu, dan gas disebut lava

Tanda gunung api akan meletus :


 Suhu sekitar kawah naik
 Sumber air banyak yang mongering
 Sering terjadi gempa vulkanik
 Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung

Menurut wujudnya, material yang dikeluarkan oleh letusan gunung api :


 Padat (eflata) :
 Bom : Eflata yang berukuran besar
 Lapili : Eflata dengan ukuran kecil seperti kerikil
 Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan pasir
 Abu vulkanik : Eflata halus berupa debu yang dapat terbang sampai ratusan km
 Batu apung : Batuan porous (berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar
dan cepat membeku

 Cair :
 Lava : Aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi
 Lahar : Lumpur panas yang merupakan campuran lava dnegan air dan bercampur
dengan materi-materi dipermukaan bumi

 Gas :
 Gas nitrogen
 Gas karbondioksida
 Gas karbonmonoksida

Pengaruh menguntungkan dari erupsi gunung api :


 Menyuburkan tanah
 Daerah penangkapan hujan
 Objek wisata
 Bahan galian

Pengaruh merugikan dari erupsi gunung api :


 Berbagai material, berbahaya dapat mengancam jiwa dan harta
 Bom, lapili, dan pasir vulkanik, merusak bangunan rumah, jembatan, lading
 Abu vulkanik, mengganggu penerbangan, pemandangan menjadi gelap
 Aliran lava dan lahar, merusak apa saja
 Awan panas, membunuh penduduk, hewan, dan tumbuhan

Daerah gunung api :


 Sirkum pasifik : Kep. Aleut - semenanjung kamsyatka - Kep. Jepang - Taiwan - Filipina -
Sangir Talaud - Sulawesi Utara - Halmahera - Papua - Selandia baru - Peg. Andes
 Sirkum mediterania : Laut mediterania - Peg. Atlas - Kaukasus - Himalaya - Arakan Yoma
- Busur dalam dan busur luar di Indonesia

C. Gempa bumi :
Gerakan/getaran di permukaan bumi yang berasal dari lapisan-lapisan bumi.
Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan :
1. Gempa tektonik : Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa
retakan/patahan. Terkuat, areal luas
2. Gempa vulkanik : Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Kurang
kuat, hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
3. Gempa runtuhan (terban) : Runtuhnya atap gua yang terdapat dalam
litosfer seperti gua kapur, dan terowongan tambang

Berdasarkan bentuk episentrumnya :


1. Gempa linier : Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab
"patahan" sudah tentu merupakan suatu garis
2. Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan

Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :


i. Gempa dalam : 300-700 km
ii. Gempa menengah : 100-300 km
iii. Gempa dangkal : Kurang dari 100 km

Berdasarkan jarak episentrumnya :


b. Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000 km
c. Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km

Istilah yang berkaitan dengan gempa :


 Seismologi : Ilmu tentang gempa
 Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
 Episentrum : Tempat di permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum.
"Pusat gempa dipermukaan bumi"
 Gelombang gempa :
 Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari
hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14
km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf
 Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari
hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik
 Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang
dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak
 Seismograf : Alat pencatat gempa
 Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
 Pleistoseista : Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di
sekitar episentrum
 Isoseista : garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas
gempanya sama
 Homoseista : Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang
mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
 Makroseista : daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa,
dibatasi oleh pleistoseista

Alat pencatat gempa (seismograf) :


 Seismograf horizontal
 Seismograf vertical

Menentukan skala gempa :


 Skala Omori : Dengan 7 tingkatan kekuatan
 Skala Richter : Charles Francis Richter
Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
 Mengetahui jenis mineral yang ada di dalam bumi
 Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
 Menentukan jenis konstruksi bangunan

Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :


 Bangunan roboh/ambruk
 Terjadinya kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
 Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul yang bobol
 Saluran pipa air dan gas putus
 Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut)
 Sarana & prasarana transportasi rusak
 Distribusi barang & jasa terhambat

2. Tenaga eksogen bermacam-macam :


a. Erosi
b. Sedimentasi

Erosi :
Proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alamiah dari suatu tempat ke
tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di permukaan bumi

Menurut kecepatannya :
 Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana proses pengahancuran tanah relatif seimbang
dengan proses pembentukannya. Tidak menimbulkan kerusakan alam
 Erosi yang dipercepat : Erosi dimana proses penghancuran tanah lebih cepat dibandingkan
proses pembentukannya. Mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, sehingga lahan kritis
makin meluas

Menurut zat pelarutnya :


 Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di dalam tanah, permukaan maupun sungai. Dibedakan
menjadi :
 Erosi percikan : Disebabkan percikan air hujan
 Erosi lembar : Terjadi pada lapisan tanah bagian atas, menyebabkan tanah menjadi tidak
subur
 Erosi alur : Terjadi pada saat air mengalir
 Erosi parit : Lereng yang terkena erosi membentuk parit yang cukup dalam
 Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga angin, biasa terjadi di gurun
 Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa es yang bergerak
 Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh gelombang laut (erosi morena)

Bentuk tanah sebagai akibat erosi :


 Cliff : Pantai terjal & berdinding curam sebagai akibat abrasi
 Relung : Cekung yang memiliki dinding cliff
 Dataran abrasi : Hamparan wilayah daratan akibat abrasi
 Ngarai : Lembah yang dalam
 Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi angina

Sedimentasi :
Proses pengendapan batuan/tanah yang dilakukan oleh air, angin, dan es
Digolongkan menjadi 3 jenis :
 Sedimentasi fluvial : Proses pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran
sungai
Bentuk lahan hasil sedimentasi fluvial :
 Delta : Endapan pasir, lumpur, & kerikil yang terdapat di muara sungai
 Bantaran sungai : Daratan yang terdapat di tengah-tengah badan sungai/pada
kelokan dalam sungai sebagai hasil endapan
 Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah gurun/pantai
 Sedimen marin : Proses pengendapan yang dilakukan oleh gelombang laut yang terdapat di
sepanjang pantai. Bentukan alam dari sedimen marin :
 Beach/bisik : Bentukan deposisional umumnya pada pantai yang landai, terjadi jika
swash membawa muatan sedimen
 Bar : Gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang sebagai hasil pengerjaan arus
laut
 Tombolo : Gosong pasor yang menghubungkan suatu pulau karang dengan pulau
utama

B. Dinamika Perubahan Pedosfer


Pengertian tanah : Bagian dari lahan yang tersusun dari bahan-bahan anorganik dan
organik.
Pengertian lahan : Permukaan daratan dengan kekayaan benda-benda padat, cair dan gas.

Komponen tanah :
 Udara
 Mineral
 Bahan organic
 Air

Faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah :


 Waktu
 Topografi
 Bahan induk
 Organisme
 Iklim

Profil tanah :
 Horizon O: lapisan bahan organik.
 Horizon A: tanah mengalami pencucian.
 Horizon B: tanah mengalami penimbunan.
 Horizon C: Lapisan Bahan Induk Tanah.
 Horizon R: lapisan batuan induk.

Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. pH tanah
2. Kandungan mineral
3. Bahan organic
4. Keremahan tanah

Manfaat tanah :
1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin,
dan asam asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan
kesediaan hara)
4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung
atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut,
maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.

Jenis tanah :
 Tanah aluvial = tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai.
Persebaran tanah aluvial di Indonesia terdapat di pantai Timur Sumatra, pantai Utara
Jawa, sepanjang Sungai Barito, sepanjang Sungai Mahakam, sepanjang Sungai Musi dan
sepanjang Bengawan Solo.
 Tanah andosol = tanah yang berasal dari abu gunung api. Persebarannya terdapat di:
Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera dan Minahasa.
 Tanah regosol = tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Terdapat di
Bengkulu, pantai Barat Sumatra, Jawa, Bali dan NTB.
 Tanah kapur = tanah yang terjadi karena hasil pelapukan batuan kapur dan sifatnya tidak
subur. Terdapat di Jawa Tengah, Aceh, dan Sulawesi Selatan.
 Tanah litosol = tanah yang terbentuk dari batuan keras yang belum mengalami pelapukan
secara sempurna.
 Tanah argosol (tanah gambut) = tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah
mengalami pembusukan. Jenis tanah ini berwarna hitam sampai coklat. Terdapat di
Kalimantan, Sumatra dan Papua.
 Tanah grumusol = tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Terdapat di Jawa
Tengah, Jawa Timur, Madura, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.
 Tanah latosol = tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Jens tanah ini
sering disebut tanah merah yang banyak dijumpai di daerah pegunungan. Tanahnya
berwarna merah sampai kuning. Terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung,
Kalimantan Tengah, Sumatra Barat.

Degradasi lahan sering disebut lahan kritis. Ciri-ciri lahan kritis:


1. Penutup vegetasinya kurang dari 25%.
2. Tingkat kemiringan lebih dari 15%.
3. Terjadi gejala aerasi lembar (sheet erosion).
4. Terjadi gejala erosi parit (gully erosion).

Dampak degradasi lahan terhadap kehidupan :


1. Akibat proses erosi yang merupakan penyebab lahan tanah menjadi tidak subur,
karena lapisan top soil hilang.
2. Produktivitas pertanian menurun sehingga pendapatan petani berkurang.
3. Terjadi banjir.
4. Menurunnya kemampuan lahan untuk menyerap air tanah.
5. Terganggunya ekosistem makhluk hidup.

Lahan Potensial dan Lahan Kritis


 Lahan potensial adalah lahan yang secara fisis kimiawi dan ekonomi cukup menguntungkan,
tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
 Lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan
unsur pertanian yang baik.

Faktor Penyebab Terjadinya Lahan Kritis : Penyebab meluasnya lahan kritis atau degradasi lahan
di permukaan bumi yaitu akibat proses alam dan perilaku manusia dalam memanfaatkan
lingkungan.
 Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat proses alam yaitu:
 erosi,
 tanah longsor,
 pencucian tanah.
 Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat perilaku manusia misalnya:
 perusakan hutan,
 pertanian sistem ladang berpindah,
 kegiatan pertambangan terbuka,
 sistem pertanian di pegunungan yang tidak menggunakan terassering (sengkedan).

Upaya pencegahan dan penanggulangan lahan karitis :


1. Reboisasi atau penghijauan adalah penghutanan kembali tanah-tanah hutan yang
gundul dengan ditanami tanaman keras. Tujuan reboisasi yaitu memulihkan kembali daya
serap tanah terhadap air, sehingga proses aerosi dapat diperlambat.
2. Penghijauan adalah penanaman kembali tanah yang gundul. Jenis tanaman yang
digunakan dalam progam penghijauan misalnya: turi, cengkeh, jambu monyet, petai, kayu
manis, nangka , kluwih, karet dan durian.
3. Sistem penanaman searah garis kontur (countur ploughing) adalah penanaman
tanaman yang searah atau sejajar dengan garis kontur. Menurut R.L. Cook (1962) menyatakan
bahwa penanaman secara kontur sangat sesuai bagi tanah-tanah yang memiliki kemiringan
3–8% akan tetapi kurang efektif pada tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 3% atau
lebih dari 8% sampai 25%.
4. Sistem terassering atau sengkedan. Cara ini digunakan untuk mengurangi laju air
yang mengalir di permukaan bumi.
5. Lahan yang kemiringannya lebih dari 45o harus dijadikan areal hutan lindung.
6. Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang pada akhir guludan tanah agar air
mengalir tertampung pada lubang itu dan meresap ke dalam tanah, sehingga proses erosi
dapat dihindari
7. Pergiliran tanaman (croprotation) adalah suatu sistem bercocok tanam pada
sebidang tanah yang terdiri dari beberapa macam tanaman yang ditanam secara berturut-
turut pada waktu tertentu.
8. Pemulsaan (mulching) adalah menutupi permukaan tanah dengan sisa-sisa
tanaman. Sisa-sisa tanaman yang biasa digunakan untuk pemulsaan yaitu jerami. Menurut Dj.
Greenland dan R. Lal dalam Soil Conservation and Managment in the Humid Tropic, New
York 1977. dengan dilakukan pemulsaan konservasi air dalam tanah dapat diperbaiki, jumlah
pori-pori yang dapat menginfiltrasi air meningkat dan evaporasi yang berlebihan dapat
dikurangi.

Klasifikasi Kemampuan Lahan :


Kelas I
 topografi hampir datar,
 tingkat erosi kecil,
 mempunyai kedalaman efektif (solum) yang dalam,
 drainase baik,
 mudah diolah,
 kapasitas menahan air baik,
 tidak terancam banjir.
Kelas II
 lereng landai,
 struktur tanah kurang baik,
 ancaman erosi lebih besar,
 terancam banjir.
Kelas III
 lereng miring dan bergelombang,
 drainase kurang baik,
 peka terhadap erosi,
 kapasitas menahan air rendah.
Kelas IV
 lereng miring/berbukit,
 kapasitas menahan air rendah,
 peka terhadap erosi,
 sering banjir.
 solum dangkal
Kelas V
 topografi relatif datar
 tergenang air,
 biasanya tanah berbatu,
 tidak sesuai untuk lahan pertanian.
Kelas VI
 lereng agak curam,
 ancaman erosi berat,
 tanah berbatu-batu.
Kelas VII
 terletak pada lereng curam,
 erosi sangat kuat,
 solum dangkal,
 untuk padang rumput/hutan produksi terbatas.
Kelas VIII
 lereng sangat curam,
 kepasitas menahan air rendah,
 berbatu-batu,
 harus dihutankan.