Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN RESIKO KRISIS KESEHATAN

PADA SAAT
PENYELENGGARAAN HAJI
DI ARAB SAUDI

Achmad Yurianto
Pembina Utama Muda - IV/c
Kepala Pusat Krisis Kesehatan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
MANAJEMEN RESIKO

FOKUS PADA KRISIS KESEHATAN


PENGURANGAN
RESIKO
FAKTOR RESIKO TINGGI
JAMAH (INTERNAL) PENYELENGGARAAN HAJI DI ARAB SAUDI
MENGEDAPANKAN
PREVENTIF DAN FAKTOR CUACA,
MENYIAPKAN LINGKUNGAN ARMINA DI LUAR ARMINA
RESPON DARURAT (EKSTERNAL)
BENCANA

PASKA VULNERABILITY
PRA BENCANA
BENCANA HAZARD
INDEKS RESIKO
CAPACITY
Untuk menurunkan H (hazard) tidak mudah Untuk menurunkan V (vulnerability)
karena ancaman udara panas, jumlah jamah menjadi komponen yang sangat
yang sangat banyak dihadapkan pada ruang penting meskipun tidak mudah
yang tersedia dilakukan seperti: resiko tinggi kondisi
kesehatan jama’ah, pendidikan,
keyakinan ritual yg berpotensi rawan

VULNERABILITY

INDEKS RESIKO HAZARD Maka peningkatan kapasitas menjadi satu


CAPACITY
hal yang penting dilakukan. Terutama
kapasitas TPP, TKR dan TGC disamping
peningkatan kapasitas kepemimpinan
jama’ah dari tingkat Kloter, Rombongan,
Regu dan komponen lain
SIAPA
APA
KAPAN
DIMANA
BAGAIMANA
Untuk menurunkan V (vulnerability)
menjadi komponen yang sangat
penting meskipun tidak mudah
PERAN JAMA’AH, KARU, KAROM, dilakukan seperti: resiko tinggi kondisi
KAKLOTER, TKHI, TPP, STAKEHOLDER kesehatan jama’ah, pendidikan,
LAIN keyakinan ritual yg berpotensi rawan

VULNERABILITY

INDEKS RESIKO HAZARD


CAPACITY
- Data pemeriksaan kesehatan awal di tanah air
digunakan untuk Identifikasi kelompok RISTI
serta “tracking” oleh Karu, Karom, TKHI, Ka Kloter
- Sosialisasi potensi ancaman kesehatan sampai
dengan jama’ah memahami apa yg harus
dilakukan dan apa yg tidak boleh dilakukan untuk
mengendalikan ancaman tersebut
SIAPA SIAPA
APA
KAPAN
Setiap jama’ah haji, Karu, Karom, Kakloter, TKHI, Stakeholder
DIMANA lain
BAGAIMANA
APA
Memahami dan mampu melaksanakan upaya-upaya pengurangan resiko krisis kesehatan

KAPAN
Sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan ibadah haji

DIMANA
Di Tanah Air, di Pondokan Pra ARMINA, di ARMINA, di Pondokan setelah ARMINA dan di
Tanah Air setelah kembali

BAGAIMANA
Memahami dan mampu mengendalikannya, faktor RISTI bawaan, pengaruh udara panas,
faktor penyakit menular potensial, prosedur meminta bantuan saat sakit, terpisah dari
rombongan, kedaruratan lain
- Memahami potensi resiko krisis kesehatan menjadi hal yang mutlak bagi petugas haji,
khususnya peta VULNERABILITY dan kondisi HAZARD yang masih mungkin
dikendalikan
- Membentuk titik kumpul jama’ah terpisah di tempat-tempat strategis dan mudah
dikenali
- Mengintegrasikan dan membentuk jaring komunikasi pada seluruh jama’ah
- Meningkatkan kapasitas spesifik TPP, TKR dan TGC serta membangun sistem integrasi,
kolaborasi dan koordinasi yang solid

VULNERABILITY

INDEKS RESIKO HAZARD Maka peningkatan kapasitas menjadi satu


CAPACITY
hal yang penting dilakukan. Terutama
kapasitas TPP, TKR dan TGC disamping
peningkatan kapasitas kepemimpinan
jama’ah dari tingkat Kloter, Rombongan,
Regu dan komponen lain
SIAPA SIAPA
APA
Setiap TKHI, Karu, Karom, Kakloter, Stakeholder lain KAPAN
DIMANA
APA BAGAIMANA
Memahami dan mampu melaksanakan upaya-upaya pengurangan resiko krisis kesehatan,
KHUSUS TKHI mampu merespon dan menangani kedaruratan serta merujuk cepat.

KAPAN
Sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan ibadah haji

DIMANA
Di Tanah Air (embarkasi dan debarkasi), di Pondokan Pra ARMINA, di ARMINA, di Pondokan
setelah ARMINA

BAGAIMANA
Memantau jama’ah RISTI, deteksi dini dan cegah dini cedera akibat udara panas, penyakit
menular potensial, prosedur evakuasi/rujukan, respon cepat kedaruratan di lapangan
BEBERAPA PEMBELAJARAN LAPANGAN TERKAIT CEDERA
AKIBAT UDARA PANAS

KEJANG PANAS (HEAT CRAMP) ISTIRAHAT


kegiatan fisik kejang otot ekstremitas
CUKUP MINUM

KELELAHAN PANAS (HEAT EXHAUSTION) BED REST


dehidrasi kesadaran menurun
REHIDRASI CEPAT

SENGATAN PANAS (HEAT STROKE)


EMERGENCY
syok, kejang, panas tinggi kesadaran berubah - hilang
BEBERAPA PEMBELAJARAN LAPANGAN TERKAIT RESPON CEPAT

TEMPATKAN RESPONDER PADA


TITIK KUMPUL JAMA’AH TERPI-
DEKATKAN SAH, BERI TANDA YG MUDAH
RESPONDER
DILIHAT DAN DIDEKATI JAMA’AH
TITIK KUMPUL JEMAAH TERPISAH
- MISI HAJI INDONESIA
- TGC
- BEKAL AIR
- RADIO KOMUNIKASI
- AMBULAN, SEPEDA MOTOR
UNSUR UTAMA SPGDT
FIRST RESPONDER
KODAL BPHI TKHI KLOTER – TGC

TITIK KUMPUL JAMAAH TERPISAH


PRE HOSPITAL

AMBULANCE TIM KURATIF –


B P H ISERVICE HOSPITAL
REHABILITATIF
TKR ?
JARING KOMUNIKASI SPGDT
BPHI

TGC TPP
TKR

AMBULAN SERVICE

TKHI KLOTER
SELESAI