Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN

Penelitian ini yang berjudul peningkatan ketajaman visual


berkelanjutan berbanding oklusi terbagi pada anisometri ambliopia.
Tujuan dari penelitian yaitu untuk membandingkan peningkatan
ketajaman visual antara berkelanjutan dan membagi paruh waktu
oklusi untuk pengobatan anisometropic amblyopia sedang dan berat.
Uji klinis secara acak pada anak usia 6-13 tahun dengan anisometropic
amblyopia sedang dan berat. Setiap pasien berturut-turut dipilih
dengan terus menerus atau membagi paruh waktu oklusi. Perbaikan
terbaik dikoreksi ketajaman visual ini diikuti sampai enam minggu
dan data statistik dianalisis dengan menggunakan chi square dan t-test
berpasangan.
Terapi oklusi masih terapi pilihan untuk amblyopia anisometropic.
Beberapa penelitian dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan
pengobatan untuk terapi oklusi, dengan membagi oklusi paruh waktu
terus menerus atau dibagi. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan peningkatan ketajaman visual pada sedang dan berat
anisometropic amblyopia antara oklusi terus menerus setengah waktu
dan dibagi oklusi separuh waktu untuk menilai efektivitas sebagai
terapi alternatif.
Kriteria inklusi yang sedang dan amblyopia anisometropic
berat (dengan ketajaman visual di mata dengan amblyopia> 0,3
logMar, perbedaan ketajaman visual antara kedua mata ≥ 0,2 Unit
logMar), telah dikenakan kacamata koreksi disesuaikan untuk minimal
4 minggu, tidak menerima terapi sebelumnya untuk amblyopia.
Kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak kooperatif selama
pemeriksaan oftalmologi.
Para pasien dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan
random blok permutasi, pada kelompok pertama dilakukan terus-
menerus paruh waktu oklusi dan pada kedua dilakuka paruh waktu
oklusi terbagi. Oklusi dilakukan dengan menggunakan pengobatan
patch sebagai ditunjukkan pada Gambar. (1). Oklusi terus-menerus
dilakukan terus-menerus selama 4 jam sehari dan oklusi terbagi
dilakukan selama 2 jam dua kali sehari dengan selang waktu 2 jam.
Pengamatan dilakukan selama 6 minggu, menilai ketajaman visual
setelah pemakaian kacamata koreksi selama 4 minggu, ketajaman
visual dilakukan pada minggu ke 2, 4, dan 6, saat menjalani terapi
oklusi. Ketajaman visual dievaluasi menggunakan grafik logMar dari
4 jarak meter.
Ada 30 subyek dalam kelompok oklusi kontinyu dan 31 mata
pelajaran dalam kelompok oklusi dibagi. Oklusi dilakukan pada mata
pelajaran selama 6 minggu dengan 2 teknik oklusi yang berbeda: terus
menerus separuh waktu oklusi dan dibagi separuh waktu oklusi. Tidak
ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam meningkatkan
ketajaman visual dan perbedaan ketajaman visual antara kelompok
oklusi setengah waktu kontinu dan dibagi separuh waktu kelompok
oklusi dan Tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketajaman
visual dari amblyopia sedang dan berat pada kedua kelompok.
Pada penelitian ini telah menunjukkan bahwa peningkatan
ketajaman visual tidak berbeda secara signifikan antara kedua
perawatan, baik okluasi secara terus-menerus maupun okluasi secara
terbagi. Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh
Bhoompally et al, yang hasilnya adalah ketajaman visual dalam
kelompok yang telah menerima terapi oklusi terus-menerus lebih baik
dari kelompok yang telah menerima terapi oklusi terbagi. Hasil yang
berbeda juga diperoleh dibandingkan dengan penelitian yang sama,
pada kelompok yang menerima terapi oklusi terus-menerus
mengalami peningkatan yang lebih tinggi dari ketajaman visual
dibandingkan dengan kelompok yang menerima terapi oklusi dibagi.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan
ketajaman visual pada kelompok oklusi terus-menerus tidak berbeda
secara signifikan dibandingkan dengan kelompok oklusi dibagi.