Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

Gangguan Skizofrenia Paranoid

Pembimbing:
dr. Evalina Asnawi, Sp.KJ

Disusun Oleh:
Yulita Hera
11-2018-058

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Panti Sosial Bina Laras Sentosa 3 Jakarta Barat
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Periode 4 Maret – 06 April 2019

1
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
Hari/Tanggal Ujian/Presentasi Kasus:
SMF ILMU KESEHATAN JIWA
PANTI SOSIAL BINA LARAS SENTOSA 3 JAKARTA BARAT

Tanda Tangan
Nama : Yulita Hera
NIM : 112018058
………………………

Dr. Pembimbing / Penguji: dr. Evalina asnawi, Sp. KJ


………………………

Nama Pasien : Tn. ABY


Masuk RS pada tanggal : 10 september 2018
Rujukan/datang sendiri/keluarga : Dibawa polisi
Ruang perawatan : Ruang Anggrek 2

I IDENTITAS PASIEN:
Nama (inisial) : Tn. ABY
Tempat & tanggal lahir : Kebumen, 07 Juni 1979 (41 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Status Perkawinan : Menikah
Alamat : Pasar Rumput RT/RW 03/02, Jakarta
Pusat

II. RIWAYAT PSIKIATRIK


Autoanamnesis: Sabtu, 23 Maret 2019, jam 11:00 WIB

2
A. KELUHAN UTAMA
Pasien mengamuk (agresivitas motorik) dan marah-marah (agresivitas
verbal)

B. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG


Sejak tahun 2001, pasien pertama kali diantar oleh keluarga pasien ke
RSJ kuningan karena suka mengamuk (agresivitas motorik). Pasien
mengatakan pasien sering menyendiri di kamarnya (anhedonia) dan mudah
tersinggung serta turut marah-marah bila keinginannya tidak dipenuhi
(irritable). Pasien juga sering mendengar suara-suara yang mengajaknya untuk
mengobrol dan membunuh orang (halusinasi suara). Pasien mulai seperti ini
setelah pasien kehilangan kedua orangtuanya. Setelah 15 hari dirawat di RSJ
Kuningan pasien dibolehkan untuk pulang dan disarankan untuk kontrol
kembali apabila obat telah habis. Namun pasien tidak ingat obat apa yang
diberikan kepada pasien. Lima bulan yang lalu pasien dibawa lagi ke RSJ
Kuningan karena pasien sering ngobrol sendiri (Autistik). Faktor presipitasi
adalah keluarga malas mengantar pasien untuk kontrol ke RS untuk
mendapatkan obat rutin. Pasien mengatakan bahwa pasien mondar-mandir
(gelisah), tertawa dan berbicara sendiri (autistik). Pasien kembali dirawat di
RSJ Kuningan selama 15 hari kemudian dibolehkan pulang kembali karena
kondisi sudah lebih tenang dan disarankan untuk kontrol rutin.
Satu bulan SMRS pasien kembali dibawa ke RSJ Kuningan dengan
keluhan pusing setelah minum obat dan merasa tidak cocok dengan obat yang
di konsumsi.
Dua hari SMRS pasien marah-marah, sulit untuk tidur (insomnia),
mondar-mandir (gelisah), dan keluyuran dan ingin membunuh orang yang di
temui di jalan (agresivitas motorik).
Pasien diantar oleh polisi ke Panti Sosial Bina Laras karena
mengkhawatirkan keadaan pasien dan merasa resah terhadap perilaku pasien
yang ingin melukai orang yang di temuinya di jalan.

3
C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA
1. Gangguan psikiatrik
Gejala muncul pertama kali pada tahun 2001 saat pasien kehilangan kedua orang
tuanya karena kecelakaan, pasien menjadi lebih suka diam dan terkadang menangis
sendiri, pasien lebih sering dirumah dan jarang berbicara dengan orang yang baru
dikenalnya, pasien di obati kondisi pasien dengan di bawa ke RSJ Kuningan.
Kemudian pada tahun 2018 gejala yang sama kembali muncul sampai pasien
kurang akur dengan istrinya sehingga sering bertengkar dan pasien tidak dibawa
untuk berobat, pasien mengatakan setelah beberapa bulan kemudian pasien
menjadi sering duduk dikamar sendiri dan berbicara sendiri, dan dilingkungan
sekitar pasien sempat marah dan mengejar warga di tempat tinggalnya karena
sering di ejek, kemudian pasien diantar ke Panti Sosial Bina Laras oleh polisi
karena mengkhawatirkan keadaan pasien dan merasa resah terhadap
perilaku pasien yang ingin melukai orang yang di temuinya di jalan.
2. Riwayat Gangguan Medik
Pasien tidak pernah mengalami gangguan medik yang serius. Pasien tidak
pernah kejang sebelumnya. Pasien tidak pernah mengalami kecelakaan atau
trauma pada kepala yang menyebabkan pasien pingsan atau mengalami
penurunan kesadaran. Riwayat hipertensi disangkal.
3. Riwayat gangguan medik
Pasien sebelumnya dan saat ini tidak ada kelainan medis. Tidak ada riwayat trauma
kepala, kejang, dan operasi.
4. Riwayat penggunaan zat psikoaktif
Pasien merokok 1- 2 bungkus sehari, tapi tidak mengkonsumsi alkohol.
Pasien juga menggunaka narkotika dari tahun 1997 sampai 2001.
5. Riwayat gangguan sebelumnya

Garis normal

2001 November 2018 Saat ini


4
D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
1. Riwayat perkembangan fisik:
Pasien dilahirkan dengan persalinan normal. Pasien merupakan anak pertama dari
dua bersaudara. Tidak ada kelainan pada proses tumbuh kembang dari bayi sampai
dewasa.
2. Riwayat perkembangan kepribadian
a. Masa kanak-kanak:
Perkembangan sesuai usia. Pasien merupakan anak yang cenderung
ceria dan ramah, memiliki banyak teman.
b. Masa Remaja:
Perkembangan sesuai usia. Pasien memiliki banyak teman dan bisa
menjalin hubungan yang baik dengan teman, tetangga dan keluarga.
Namun pasien mengaku sejak kelas 2 smp pasien sering mengikuti
tawuran antar sekolah dan pasien merokok 1-2 bungkus sehari tetapi
pasien tidak minum alkohol.
Pasien juga merasa sedih karena harus menerima kedua orang tua nya
harus meninggal kecelakaan pada saat pasien kelas 3 smp. Pasien
mengatakan sangat merindukan sosok ayah dan ibunya yang saat ini
sudah tidak bersamanya lagi.
c. Masa Dewasa:
Pasien mulai mencoba menggunakan narkotika selama 3 tahun, dan
jenis narkotika yang di gunakan pasien adalah putau, ganja, dan sabu.

3. Riwayat pendidikan
Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Pasien tidak melanjutkan sekolah
ke jenjang SMA dikarenakan keterbatasan biaya. Saat ditanya pasien
mengatakan sangat ingin melanjutkan sekolahnya bila ada kesempatan.

4. Riwayat pekerjaan
Pasien sehari-hari bekerja sebagai penjual bensin.

5. Kehidupan beragama
Pasien beragama Islam dan rajin beribadah.

5
6. Kehidupan sosial dan perkawinan
Pasien menikah saat berusia 22 tahun. Pernikahan yang dilalui pasien karena
suka sama suka, bukan karena suatu perjodohan/paksaan dari keluarga.
Hubungan pasien dan istri pasien baik dan harmonis, tidak ada tindak
kekerasan dalam rumah tangga atau permasalahan lainnya. Namun itu tidak
berlangsung lama beberapa lama kemudian pasien berpisah dengan istri
karna pasien menyukai wanita lain. Pasien sudah enam kali menikah karna
pasien cepat bosan dengan istri-istri sebelumnya.
E. RIWAYAT KELUARGA
Saat ini, pasien tinggal bersama istri ke enamnya. Istri dan adik pasien
pernah menjenguk pasien namun tidak rutin.

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Laki – laki meninggal

: Perempuan meninggal

: Pasien

6
F. SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG
Menurut keterangan pasien, hubungan pasien dengan keluarga serumah dan
tetangga baik. Tidak ada perselisihan atau kekerasan dalam keluarga. Sebelum
sakit pasien makan, mandi dan tidur dengan baik.

III.STATUS MENTAL
A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan Umum
Pasien seorang laki-laki berusia 41 tahun, berpenampilan fisik sesuai usia,
postur tubuh normal, warna kulit sawo matang, rambut rapi, gigi putih
kekuningan, pasien mengenakan pakaian seragam Panti Sosial Bina Laras
rapi tidak terbalik. Kontak verbal dan visual baik, pasien mau diajak
berkomunikasi dan kontak mata saat berkomunikasi baik.
2. Kesadaran
a. Kesadaran sensorium/neurologik : Compos mentis
b. Kesadaran psikiatrik : Tampak terganggu
3. Perilaku dan Aktivitas Motorik
 Sebelum wawancara : Pasien tersenyum memandang pemeriksa dan
memberikan respon saat dipanggil.
 Selama wawancara : Pasien duduk tenang selama wawancara. Pasien
menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang nyambung, tidak
terdapat kekacauan kalimat dan kata-kata yang tidak dimengerti. Selama
wawancara, kontak mata adekuat.
 Setelah wawancara : Pasien bersalaman dengan pemeriksa dalam keadaan
tenang, setelah itu pasien kembali ke ruangannya.

4. Sikap terhadap Pemeriksa


Kooperatif, sopan dan ramah. Sebelum dan sesudah wawancara pasien
bersalaman tangan dengan pemeriksa.

5. Pembicaraan
a. Cara berbicara : Normal, artikulasi jelas dan volume stabil
b. Gangguan berbicara : Tidak ada

7
B. ALAM PERASAAN (EMOSI)
1. Suasana perasaan (mood) : Eutym
2. Afek :
a. Arus : Cepat
b. Stabilisasi : Stabil
c. Kedalaman : Dalam
d. Skala diferensiasi : Luas
e. Keserasian : Serasi
f. Pengendalian Impuls : Kuat
g. Ekspresi : Wajar
h. Dramatisasi : Tidak ada
i. Empati : Dapat
C. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi : Halusinasi visual (melihat orang mengajak
nggobrol) halusinasi auditorik (mendengar bisikan)
b. Ilusi : Tidak ada
c. Depersonalisasi : Tidak ada
d. Derealisasi : Tidak ada

D. SENSORIUM DAN KOGNITIF (FUNGSI INTELEKTUAL)


1. Taraf pendidikan : Pasien tamat SMP
2. Pengetahuan umum : Baik (Pasien mengetahui presiden saat ini)
3. Kecerdasan : Cukup (Pasien dapat menjawab soal hitungan)
4. Konsentrasi : Baik (Perhatian pasien terhadap pemeriksa baik)
5. Orientasi
a. Waktu : Baik, pasien mengatakan waktu saat wawancara adalah siang
hari.
b. Tempat : Baik, pasien mengatakan bahwa saat ini sedang berada di Panti
Sosial Bina Laras
c. Orang : Baik, pasien mengetahui bahwa pemeriksa adalah dokter
d. Situasi : Baik

8
6. Daya ingat
a. Tingkat
 Jangka panjang : Baik (Pasien dapat mengingat kapan tanggal
lahir pasien, nama lengkap keluarganya)
 Jangka pendek : Baik (Pasien mengingat kegiatan yang terakhir
dikerjakan)
 Segera : Baik (Pasien dapat mengingat percakapan
terakhir antara pasien dan pemeriksa)
b. Gangguan : Tidak ada
7. Pikiran abstraktif : Baik (Pasien mengetahui persamaan bola &
jeruk)
8. Visuospatial : Baik (Pasien dapat membaca waktu dan
menggambarkan jam saat wawancara)
9. Bakat kreatif : Baik
10. Kemampuan menolong diri sendiri: Baik (pasien dapat makan, mandi,
berpakaian sendiri, BAB, BAK dan dapat merapikan tempat tidurnya
sendiri)

E. PROSES PIKIR
1. Arus pikir
 Produktivitas : Autistik
 Kontinuitas : Koheren
 Hendaya bahasa : Tidak ada
2. Isi pikir
 Preokupasi dalam pikiran : Pasien ingin pulang
 Waham : Waham kebesaran (pasien yakin bisa
membaca pikiran orang lain), waham curiga (pasien mencurigai
orang ingin melukainya).
 Obsesi : Tidak ada
 Fobia : Tidak ada
 Gagasan rujukan : Tidak ada
 Gagasan pengaruh : Tidak ada
 Idea of suicide : Tidak ada

9
F. PENGENDALIAN IMPULS : Baik
G. DAYA NILAI
 Daya nilai sosial : Baik (pasien tau bahwa tindakan marah-marah
dan mengamuk yang dilakukan kemaren adalah salah)
 Uji daya nilai : Baik (pasien tidak akan mengambil barang yang
bukan kepunyaannya jika menemukan barang di jalan)
 Daya nilai realitas : Terganggu, pasien memiliki halusinasi visual,
halusinasi auditorik, waham kebesaran

H. TILIKAN : 1 (pasien menyangkal total terhadap sakitnya).

I. RELIABILITAS: Terganggu

IV. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Tekanan Darah : 110/70 mmHg
4. Nadi : 82 x/menit
5. Suhu badan : 36.70 C
6. Frekuensi pernapasan : 18x/menit
7. Bentuk tubuh : Normal
8. Sistem kardiovaskular : BJ I-II murni regular
9. Sistem respiratorius : Suara nafas vesikuler
10. Sistem gastro-intestinal : Abdomen supel, BU (+)
11. Sistem musculo-skeletal : Dalam batas normal
Kesimpulan: Dalam batas normal.

B. STATUS NEUROLOGIK
1. Saraf kranial (I-XII) : N.II reflex cahaya +/+
2. Tanda rangsang meningeal : Tidak dilakukan
3. Mata : Dalam batas normal
4. Pupil : Dalam batas normal

10
5. Oftalmoscopy : Tidak dilakukan
6. Motorik : Tidak dilakukan
7. Sensibilitas : Tidak dilakukan
8. Sistim saraf vegetatif : Tidak dilakukan
9. Fungsi luhur : Baik
10. Gangguan khusus : Tidak ada
Kesimpulan : Hasil pemeriksaan pada status neurologik tidak ditemukan
kelainan.

V. ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


 Darah rutin : Haemoglobin, hematokrit, trombosit, leukosit
 SGOT, SGPT, Ureum, Kreatinin
VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien laki-laki berusia 41 tahun dengan keluhan menjadi sering marah-
marah tanpa sebab yang jelas (agresivitas verbal) dan mengamuk- mengamuk
(agresivitas motorik). Kemudian pasien merasa curiga terhadap semua orang,
menurut pasien setiap orang yang ditemuinya ingin melukainya (waham curiga).
Selain itu pasien sering berbicara sendiri (autistik). Pasien menjadi sering
keluyuran karena tidak betah di rumah (hiperkinetik). Pasien mengatakan ada yang
berbisik padanya menyuruh untuk membunuh (halusinasi auditorik).
Dari pemeriksaan status mental didapatkan status psikiatrik pasien tampak
terganggu, mood pasien saat dilakukan pemeriksaan sudah cukup stabil. Terdapat
gangguan persepsi pada pasien berupa halusinasi auditorik, halusinasi visual serta
terdapat waham kebesaran, waham curiga. Tilikan pasien derajat I. Tidak
ditemukan kelainan pada status interna dan status neurologis.

VII. FORMULASI DIAGNOSTIK


 Aksis I:
Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini dapat digolongkan
kedalam:

11
 Gangguan kejiwaan karena adanya gangguan pada pikiran dan perilaku
yang menimbulkan kegelisahan dan menyebabkan gangguan dalam
kehidupan sehari-hari (hendaya).
 Gangguan merupakan gangguan fungsional karena:
- Tidak ada gangguan kesadaran neurologis.
- Tidak disebabkan oleh gangguan medik umum (penyakit metabolik,
infeksi, penyakit vaskuler, neoplasma).
- Tidak disebabkan oleh penyalahgunaan zat psikoaktif.
 Gangguan psikotik karena:
- Adanya halusinasi visual, halusinasi auditorik, halusinasi olfaktori serta
waham kebesaran, waham curiga.
Working Diagnosis : F20.0 Skizofrenia Paranoid
Pedoman diagnostiknya ialah sebagai berikut:
 Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia
 Sebagai tambahan :
- Halusinasi dan / waham harus menonjol:
a. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi
perintah, atau hanya halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa
bunyi pluit, mendengung atau bunyi tawa
b. Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual
atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin ada tetapi
jarang menonjol
c. Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
dikendalikan, dipengaruhi, passivity dan keyakinan dikejar-kejar
yang beraneka ragam, adalah yang paling khas
- Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala
katatonik, secara relatif tidak nyata / tidak menonjol
Gejala pada pasien : pasien sering marah-marah tanpa sebab yang jelas
(agresivitas verbal), mengamuk (agresivitas motorik), berbicara sendiri
(autistik), suka keluyuran (hiperkinetik), kurang tidur, mendengar adanya
bisikan (halusinasi auditorik), melihat adanya orang menggobrol (halusinasi
visual), yakin memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain (waham
kebesaran) dan menganggap orang ingin melukainya (waham curiga).

12
Differential Diagnosis : F32.3 Depresi Berat dengan Gejala Psikotik

 Aksis II : Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental


 Aksis III : Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medik
 Aksis IV : Kehilangan kedua orang tua
 Aksis V : 50-41 gejala berat, disabilitas berat

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL


Aksis I Diagnosis kerja : F20.0 Skizofrenia Paranoid
Diagnosis banding : F32.3 Depresi Berat dengan Gejala Psikotik
Aksis II :Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi
mental
Aksis III :Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medik
Aksis IV : Kehilangan kedua orang tuanya
Aksis V : 50-41 gejala berat, disabilitas berat

PROGNOSIS
Indikator prognosis baik :
- Teratur minum obat
- Sudah menikah
- Adanya dukungan keluarga untuk sembuh
Indikator prognosis buruk :
- Pasien mempertahankan kecurigaannya
- Tilikan pasien buruk

Quo ad vitam : dubia ad bonam


Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad malam

IX. DAFTAR MASALAH


1.Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan fisik
2.Psikologi/psikiatrik :Agresivitas motorik, agresivitas verbal, autistic, euforia,
halusinasi visual, halusinasi auditori, waham curiga,
waham kebesaran, waham somatik.

13
3.Sosial/keluarga : Kehilangan kedua orang tuanya.

X. PENATALAKSANAAN
1. Rawat Inap
Indikasi:
- Untuk stabilisasi keadaan pasien
- Untuk stabilisasi pengobatan

2. Psikofarmaka
R/ Risperidone tab 2mg
S 1-0-1 tab pc
------------------------------------------------- paraf

R/ Haloperidol 5 mg tab No.XX


S 2 dd 1 (1-0-1)
------------------------------------------------- paraf

Pro : Tn. ABY


Umur : 41 tahun

3. Suportif
 Memberikan dukungan kepada pasien untuk dapat membantu pasien
dalam memahami dan menghadapi penyakitnya. Memberi penjelasan dan
pengertian mengenai penyakitnya, manfaat pengobatan, cara pengobatan,
efek samping yang mungkin timbul selama pengobatan, serta motivasi
pasien supaya minum obat secara teratur.
 Memberikan kepercayaan bahwa gejala-gejala akan berkurang dengan
minum obat yang teratur.
 Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya jika ada masalah.

Keluarga
 Dukung keluarga untuk membawa pasien kontrol teratur dan minum obat
sesuai anjuran dokter.

14
 Diharapkan keluarga dapat membantu dan mendukung kesembuhan
pasien.
 Sarankan keluarga untuk selalu mendampingi pasien.

Religius
 Mendukung pasien dalam aktivitas keagamaannya

LAMPIRAN
Wawancara Sabtu, 23 Maret 2019 11.00 di Ruang Anggrek 2.

D : Selamat siang. Perkenalkan saya Yulita, dokter muda.


Boleh kita nggobrol-nggobrol pak?

P : Selamat siang, boleh dok.

D : Bapak apa kabarnya hari ini ?

P : Alhamdullilah baik.

D : Kalo boleh tau, nama bapak siapa ?

P : Adi dok, kalo nama lengkapnya Adi Bin Yakub

D : Usianya bapak sekarang berapa pak ?

P : 41 tahun dokter

D : Tempat tanggal lahirnya di mana pak ?

P : Kebumen, 07 Juni 1979 Daya ingat

D : Bapak alamatnya di mana ? jangka panjang

P : Pasar Rumput RT/RW 03/02, Jakarta Pusat

D : Bapak Adi agamanya apa ?

P : Islam dok

D : Bagaimana sholatnya pak, apa di jalankan 5 waktu.

P : Alhamdullilah dok.

D : Bapak sudah menikah ?

15
P : Sudah dok, saya

D : Bagaimana hubungan sama istrinya pak, baik-baik saja ?

P : Baik dok, cuman saya sudah berapa kali menikah, dan yang
ini pernikahan saya yang ke enam kali nya.

D : Maaf pak Adi, kalo boleh tau bapak menikah sampe enam
kali kenapa pak ?

P : Tidak kenapa-kenapa dok, saya orangnya cepat bosanan aja.

D : Kenapa cepat bosan pak ? apa sering berkelahi sama


istrinya?

P : Tidak dok, kita berkelahi hanya sekali-kali, sayanya aja


yang cepat bosan dok. Jadi kalo ada yang lebih cantik akan saya
dekatin dan ajak jadikan istri dok, hehehhehee

D : Oiya bapak Adi tau sekarang ada di mana ?

P : Tau dok, di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 3.

D : Bapak tau ini tempat apa ? Orientasi tempat


baik
P : Panti untuk mereka yang tidak punya tinggal dok.

D : Bukan tempat untuk mereka yang lagi sakit perasaan atau


pikiran pak ?

P : Bukan dok, ini panti untuk mereka yang suka tidur di jalanan
yang tidak punya tempat tinggal dan KTP, jadi di bawa k sini.

D :owhh gitu pak, bapak sendiri kenapa di bawa ke sini ? Boleh


cerita.

P : Gara- gara saya menggamuk (agresivitas motorik), marah-


marah dan ingin melukai orang di jalanan (agresivitas
motorik), habis ada bisikan yang suruh saya untuk membunuh
dok. Soalnya bisikan itu bilang orang-orang yang saya temui di
jalan bilang saya “Tuhan’ padahal saya bukan Tuhan, kan itu
Halusinasi
tindakan tidak baik dok mereka bilang saya seperti itu, jadi saya
kesal, makanya setiap di jalan saya bawa pisau, jdi kalo ada auditorik
yang bilang seperti itu saya ingin membunuhnya, supaya tidak
ada orang seperti itu lagi. Nah kemarin sebelum di bawa ke sini
itu saya lagi mau membunuh orang, ehh malah di bawa ke
kantor polisi, nah habis dari kantor polisi saya di bawa k sini
dok. Padahal tindakan saya bukan tindakan Kriminal tapi

16
membela Tuhan saya dok. Dan saya juga curiga orang di
jalanan yang lewat itu ingin melukai saya

D : Maaf pak, bukannya tindakan membunuh itu tindakan ingin Waham curiga
mecelakai dan menghilangkan nyawa manusia ya pak, dan itu
di larang sama agama dan sama Tuhan.

P : Tapi saya kan membela Tuhan saya dok, Tuhan itu satu, jadi
orang-orang itu tidak boleh bilang orang lain Tuhan lagi selain
yang di atas.

D : Bapak itu bisikan yang bapak dengar ada wujudnya ?

P : Tidak ada dok, dan itu cuman saya yang bisa mendengarkan.
Orang lain tidak biasa dok, mungkin saya dapat anugerah dari
yang maha Kuasa dok yang tidak di miliki orang lain. Dan saya
juga bisa membaca pikiran orang lain dok.
Waham
D : Dari mana bapak yakin itu adalah anugerah ? Bapak Adi
juga memangnya sering liat sesesuatu yang gak di lihat orang kebesaran
lain

P : Kok dokter tau, iya dok. Saya sering melihat ada serorang
laki-laki mengajak saya menggobrol.

D : Itu bisanya kapan pak dengar bisikan atau melihat sosok Halusinasi visual
seorang laki-laki mengajak bapak menggobrol.

P : Tidak tentu sich dok, kadang tenggah malam, kadang siang


sama pagi juga bisa, mereka suka muncul tiba-tiba.

D : Sekarang apakah suara-suaranya masih di dengar


bisikannya pak, dan apa masih ada wujudnya orang yang tak
terlihat orang lain masih bapak lihat ?

P : Masih dok, biasanya kalo saya lupa minum obat mereka


sering muncul

D : Bapak memang nya minum obat apa ?

P : Risperidone 2 mg dok, saya minum dua kali sehari pagi dan


malam. Dan biasanya kalo suaranya muncul saya tutup telinga
dok sekarang, terus bilang “jangan ganggu saya, saya tidak mau
mendengarkan kamu, kamu suara palsu”

D : keluhan bapak ini sudah berapa lama pak ? boleh ceritakan

P : Sejak tahun 2001, saya pertama kali diantar oleh keluarga


pasien ke RSJ kuningan karena suka mengamuk (agresivitas

17
motorik). sering menyendiri di kamarnya (anhedonia) dan Ingatan jangka
mudah tersinggung serta marah-marah bila keinginannya tidak panjang
dipenuhi (irritable). Saya juga sering mendengar suara-suara
yang mengajaknya untuk membunuh orang.

D : Bapak ingat kenapa awal mula keluhan itu muncul ?

P : Saya mulai seperti ini setelah saya kehilangan kedua Halusinasi visual
orangtuanya saya dok, mungkin karna saya terpukul sekali
harus kehilangan mereka dua-duanya sekaligus, mereka
meninggal karna kecelakaan dok. Jadi semenjak kejadian itu
saya suka menggurung diri di kamar.

D : Bapak tadi katanya di bawa RSJ kuningan ya pak, itu di


rawatnya berapa lama pak, boleh di ceritakan.

P : Saya dirawatnya 15 hari dok di RSJ Kuningan, kemudian


saya dibolehkan untuk pulang dan disarankan untuk kontrol
kembali kalo obat habis. Tapi lima bulan yang lalu saya dibawa
lagi ke RSJ Kuningan karena sering ngobrol sendiri (Autistik).
Saya soalnya suka mondar-mandir (gelisah), suka tertawa dan
suka berbicara sendiri (autistik). Jadinya saya kembali dirawat
di RSJ Kuningan selama 15 hari kemudian dibolehkan pulang
kembali kalo kondisi sudah lebih tenang. Dan disarankan untuk
kontrol rutin. Tapi saya kontrolnya tidak rutin dok karna
keluaraga saya juga sibuk.

D : Bapak ingat obat apa aja yang di berikan setelah bapak dari
RSJ kuningan ?

P : Saya tidak ingat dok nama obat nya. Satu bulan sebelum ke
sini saya jugs sempat juga dibawa ke RSJ Kuningan karna saya
pusing setelah minum obat dan merasa tidak cocok dengan
obatnya dok.

D : Warna obatnya bapak ingat yang bapak minum ?

P : Lupa dok

D : Bapak ingat sudah berapa lama di sini ?

P : Sudah 6 bulan dok saya di sini, saya masuknya September.

D : Keluarganya apa sering menjengkuk pak ?

P : Sudah tidak pernah dok

18
D : Istrinya dan anaknya juga belum ada sama sekali
menjengguk pak ?

P : Istri saya belum ke sini dok, mungkin dia masih marah


dengan saya karna sebelumnya kita sempat bertengkar gara-
gara saya sering keluyuran dan marah-marah gak jelas. Dan
saya belum punya anak dok, dari enam kali saya menikah saya
belum punya anak.

D : Keluarga yang lain juga belum menjenguk pak ?

P : Belum ada dok, saya cuman punya adik saya dok. Dan kami
hanya berdua saudara, saya anak yang pertama.

D : Sabar ya pak, mungkin mereka masih sibuk jadi belum


sempat jenguk, ooiya bapak pendidikan terakhirnya apa ?

P : Smp kelas 3 dok, dan saya kehilangan orang tua saya waktu
saya kelas 2 smp dok. Saya juga dari kelas dua smp suka
merokok dan tapi saya sama sekali tidak minum alkohol dok.
Saya juga suka tawuran antar sekolah.

D : Terus kenapa bapak tidak melanjutkan sampai SMA ?

P : Sudah tidak ada biaya pak

D : Setelah itu apa yang bapak lakukan ?

P : Saya mulai mencoba bekerja jadi penjual bensin eceran dok,


tapi hasilnya malah tidak terlihat, uangnya soalnya saya pakai
untuk membeli naroktika. Dan saya menggunakan narkotika
dari tahun 1997 sampai 2001, habis itu saya berhenti dok..

D : Kalo boleh tau jenis narkotika apa yang bapak konsumsi ?

P : Yang saya gunakan 3 jenis dok, putau, ganja, dan sabu.

D : Ooiya pak gimana perasaan bapak hari ini ?

P : Senang dok, baru habis upacara nyanyi-nyanyi

D : Tadi udah sarapan pagi belum pak ?

P : Udah dok, pake tempe sama tahu.

D : Terus tadi malam bobo nya nyenyak ga pak?

P : Nyenyak, tapi aku mimpi buruk (nada suara menurun) Daya ingat
jangka pendek

19
D : Mimpi buruk apa emangnya?

P : Mimpi dicekik

D : Emang siapa yang cekik? Bisa liat ga?

P : Makhluk yang kayak gitu intinya

D : Yang kayak gimana makhluknya pak?

P : Gak tau

D : Ooiya pak, sekarang siang apa malam?

P : Sekarang siang dok

D : Coba kalau kita lihat jam, jam berapa sekarang? Orientasi waktu

P : Jam dua belas baik

D : Bapak kalau belajar sukanya belajar apa? Matematika suka


gak?
Orientasi waktu
P : Matematika itu berhitung ya? gak suka dok, pusing kalau
bagi kurung gitu

D : Tapi tambah-tambahan bisa dong?

P : Bisa hehe

D : Coba kalau bapak pergi ke warung bawa uang 80.000, ada


kue harganya 2000, bapak beli 2. Total kembaliannya berapa?

P : Hmmm 4000 jadi 76.000

D : Benar. Oiya bapak tau persamaan bola & jeruk ?


P : Tau dok sama2 bulat, tapi kalo jeruk buat di makan, kalo Konsentrasi dan
bola untuk di tendang (sambil tertawa) kalkulasi

D : Oh gitu artinya ya hhehe Kalau misalnya bapak di jalan


ketemu dompet isinya ada 400.000 , apa yang bapak lakukan? Pikiran abstraktif

P : Kita lihat aja didalamnya pasti ada KTP, kita balikin ke


alamatnya

D : Sip bener, oiya pak bapak sekarang di sini apalagi sakit


pikiran atau sakit perasaan ?
Uji daya nilai
P : Saya tidak sakit dok, saya sehat-sehat aja

20
D : Oiya bapak tau president kita sekarang siapa ?

P : Bapak jokowi dok.


Tilikan 1
D : Benar pak, Ya udah nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya pak,
sudah jam istirahat, jadi bapak istirahat ya.
Pengetahuan
P : Baik dok
umum
D : Terima kasih atas waktu nya pak,

P : Sama-sama, dok (sambil bersalaman dengan tangan


pemeriksa)

21