Anda di halaman 1dari 11

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Terhadap Konsep

Diri Pada Pasien Post Mastektomi di RSUD Salatiga

ARTIKEL

OLEH:
Nunik Agustiani
010115A084

PROGAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2019

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 1
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
HALAMAN PERSETUJUAN

Artikel berjudul :
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN PENERIMAAN DIRI
TERHADAP KONSEP DIRI PADA PASIEN POST MASTEKTOMI
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALATIGA

Disusunoleh :
NUNIK AGUSTIANI
010115A084

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Telahdiperiksa dan disetujui oleh pembimbing


dan telahdiperkenankanuntuk dipublikasikan

Ungaran, Juni 2019

Pembimbing I

Ns. Priyanto, S.Kp.M.Kep.,Sp.KMB


NIDN. 0625047601

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 2
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Terhadap Konsep
Diri Pada Pasien Post Mastektomi di RSUD Salatiga

Nunik Agustiani*)
Priyanto**), Gipta Galih Widodo**)
*) Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo
**) Dosen Program Studi Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

ABSTRAK

Dampak psikologis yang dialami pasien post mastektomi adalah buruknya konsep diri
pasien untuk itu pasien post mastektomiperlu mendapatkan perhatian khusus seperti dukungan
suami untuk mendukung pasien dalam memperbaiki konsep dirinya selain itu, penerimaan diri
juga dapat mempengaruhi konsep diri pasien post mastektomi dalam menyikapi perubahan
fisik yang dialami pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami
dan penerimaan diri terhadap konsep diri pasien post mastektomi di RSUD Salatiga.
Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasi dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ibu post mastektomi di
RSUD Salatiga dengan sampel penelitian sebanyak 32 responden yang diambil dengan teknik
total sampling. Instrumen untuk variabel dukungan suami, penerimaan diri dan konsep diri
menggunakan kuesioner. Analisis univariat dalam bentukdistribusi frekuensi dan presentase
dan uji bivariat menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami
terhadap konsepdiri (p=0,002) dan ada hubungan yang bermakna antara penerimaan diri
terhadap konsepdiri (p=0,000). Oleh karena itu diharapkan suami selalu memperhatikan dan
memberikan dukungan berupa dukungan instrumental, informasional, emosional dan harga
diri untuk istrinya.

Kata kunci :Dukungan Suami, Penerimaan Diri, Konsep Diri, Post Mastektomi
Kepustakaan :31 pustaka (2007 – 2018)

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 3
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
ABSTRACT

“The Correlationbetween Husband’s Support and Self-Acceptance toward Self-Concept


of Post Mastectomy Patients at RSUD Salatiga"
(xii + 94 pages + 15 tables + 2 charts + 14 appendices

The psychological impact on post-mastectomy patient’s is the poor self concept of


patient so that husband’s support is needed to support patients in improving their self-concept.
Besides that, sel-acceptance can also influence mastectomy patient’s self-concept in
addressing the physical changes experienced by patients. The purpose this result is to
determine The Correlationbetween Husband’s Support and Self-Acceptance toward Self-
Concept of Post Mastectomy Patients at RSUD Salatiga.
The design in this research was a descriptive correlation research witha cross sectional
approach. The population on this research were mastectomy patient’sat RSUD Salatiga as
many as 32 patients that taken by total sampling technique. Instruments for husband’s
support, self-acceptance and self concept used questionnaire. Univariate analysis test used of
frequency distribution percentage and chi square bivariate test.
The result show there is a meaningfulcorrelation between husband’s support for self-
concept (p=0,002) and there is a meaningfulcorrelation between self-acceptance of self-
concept(p = 0,000).Therefore, the husband is expected to always pay attention and provide
support in the form of instrumental, informational, emotional and self-esteem for his wife.

Keywords :husband’s support, self-acceptance, self-concept, post mastectomy


Libraries :31 (2007 – 2018)

PENDAHULUAN

Menurut data GLOBOCAN (I daerah bahu, lengan setelah operasi dan


ARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker daerah limpedema. Adanya perasaan
payudara merupakan penyakit kanker sengsara akibat mengalami nyeri pasca
dengan persentase kasus baru (setelah operasi mastektomi, perawatan yang
dikontrol oleh umur) tertinggi, yaitu lama, biaya pengobatan yang mahal
sebesar 43,3%, dan persentase kematian hingga kematian akan menimbulkan
(setelah dikontrol oleh umur) akibat masalah yang baru bagi pasien (Tetti
kanker payudara sebesar 12,9%. Solihati,2015).
Berdasarkan data rekam medis Adapun dampak psikologis yang
RSUD Panembahan Bantul Yogyakarta, terjadi pada pasien kanker payudara
jumlah pasien ca mammae selama bulan adalah berupa ancaman body image,
Juni 2011 hingga November 2012 seksualitas, intimasi dari hubungan, serta
terdapat 784 kasus yang ditangani oleh konflik dalam pengambilan keputusan
RSUD Panembahan Bantul Yogyakarta. terkait pilihan pengobatan yang dipilih.
Pada tanggal 22 November 2012 tercatat Setelah menjalankan operasi mastektomi,
terdapat 240 pasien kanker, 150 pasien pasien sering mengalami depresi dan
menjalani kemoterapi setiap bulannya penurunan harga diri. Dengan demikian,
dan 48 pasien ca mammae yang pasien harus diberi dukungan moral dan
menjalani kemoterapi. nasehat. Komunikasi terbuka dan
Dampak fisik bagi pasien kanker berbagai perasaan diantara pasien, dokter,
payudara pasca operasi mastektomi perawat dan keuarga merupakan faktor
diantaranya adalah rasa nyeri. Lokasi penting dalam rehabilitasi psikologis
nyeri yang dirasakan biasanya pada wanita. Dukungan keluarga sangat
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 4
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
diperlukan pasien kanker payudara, baik METODE PENELITIAN
sebelum dan sesudah dilakukan tindakan Jenis penelitian ini termasuk
mastektomi. Dengan demikian, beban deskriptif korelasi dengan pendekatan
yang pasien rasakan akan berkurang yang digunakan adalah pendekatan cross
(Tetti Solihati,2015).
sectional. Dengan populasi sebanyak 32
Menurut Harmer, V dikutip oleh
Tetti Solehati (2015), respon psikologis responden dan sampel yang digunakan
klien paska mastektomi adalah adalah 32 responden dengan
terganggunya gambaran diri, menggunakan teknik sampling yaitu
terganggunya sexualitas (kemampuan total sampling. Waktu penelitian pada
sensasi seksual), terjadinya kecemasan, tanggal 19 Januari 2019 di RSUD
dan penolakan. Salatiga. Data penelitian didapat dengan
Dalam menangani penderita
menggunakan kuesioner. Analisi
kanker payudara hendaknya dilakukan
pendekatan yang sifatnya holistik; yaitu univariat menggunakan deskriptif
melihat penderita dari sudut pandang frekuensi dan analisis bivariat
biologik, psikologik, sosial dan spiritual. menggunakan uji chi square.
Dengan pendekatan holistik ini penderita HASIL DAN PEMBAHASAN
memperoleh pelayanan yang paripurna. A. Analisis Univariat
1. Gambaran Dukungan Suami
Dukungan Terhadap Konsep Diri Pada Ibu Post
suami (N) (%) Mastektomi Di RSUD Salatiga.
Baik 20 62.5 Tabel 4.1 Gambaran Dukungan
Suami Terhadap Konsep Diri Pada
Buruk 12 37.5
Ibu Post Mastektomi Di RSUD
Total 32 100.0 Salatiga
Dalam hal menghadapi
permasalahan kanker, maka Berdasarkan tabel diatas dapat
problematikanya tidak hanya dilihat bahwa dukungan suami lebih
menyangkut persoalan patologik organ banyak pada kategori baik sebesar 20
yang bersangkutan, melainkan faktor- (62,5%) responden dibandingkan
faktor psikologik tidak kalah pentingnya dengan kategori buruk sebesar 12
dalam memotivasi penderita agar datang (37,5%) responden.
pada stadium dini; dan dengan demikian Hasil penelitian ini
kemungkinan terjadinya komplikasi menunjukkan bahwa mayoritas
psikiatrik (kejiwaan) dapat dihindarkan, dukungan suami baik untuk pasien
misalnya gangguan penyesuaian kanker payudara pasca mastektomi.
(adjusment disorder), stres, cemas dan Suami memberikan dukungan
depresi. emosional berupa empati, cinta dan
Menurut Kuang (2010) self kejujuran, serta mendengarkan semua
acceptance atau penerimaan diri berarti keluhan dan tempat untuk
seseorang yang mau menerima mencurahkan semua perasaan yang
keseluruhan dirinya secara utuh dan dirasakan oleh pasien tentang
tulus, termasuk kelebihan dan pengobatan yang dijalani mampu
kekurangannya. Dapat disimpulkan mengurangi beban yang pasien
bahwa penerimaan diri merupakan rasakan (Grant, et al., 2013).Hasil
kemauan individu untuk hidup dengan penelitian ini didukung oleh Admin
keadaan karakteristik pribadinya, mampu (2011) dalam Siburian (2012)
menghadapi kenyataan dan menerima berpendapat bahwa suami sangat
dirinya secara utuh, baik kelebihan dan penting dalam perawatan pasien
kekurangannya. dimana keluarga berusaha untuk

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 5
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
meningkatkan semangat hidup dan dengan lapang dada apa yang terjadi
komitmen pasien untuk tetap hidup pada dirinya, namun masih memiliki
dengan penuh percaya diri pasca kemauan untuk mengubahnya, dalam
dilakukannya mastektomi. Hal ini kasus ini pasien yang memiliki
juga dinyatakan oleh Rachmawati penerimaan diri yang baik pasti
(2009) bahwa dukungan suami bisa memiliki kemauan untuk hidup
memberikan hasil yang positif dengan percaya diri, sedangkan
terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang yang memiliki penerimaan
pada pasien kanker payudara pasca diri buruk akibat dari penyakit kanker
mastektomi. Hal yang sama payudara dan mastektomi
dinyatakan oleh Admin (2011) bahwa memunculkan sikap khawatir,
dukungan positif yang diberikan tertekan, dan harga diri rendah.
suami bisa membuat pasien kanker Wanita yang menjalani operasi
payudara pasca mastektomi lebih mastektomi menunjukkan ekspresi
kuat. yang mencerminkan kecemasan dan
depresi serta penolakan, untuk
2. Gambaran Penerimaan Diri Dari Ibu mengatasinya dibutuhkan sikap
Post Mastektomi Di RSUD Salatiga. penerimaan diri pada pasien. ciri-ciri
Tabel 4.2 Gambaran orang yang menerima dirinya adalah
Penerimaan Diri Dari Ibu Post menerima diri sendiri apa adanya,
Mastektomi Di RSUD Salatiga tidak menolak diri sendiri, seseorang
Penerimaan merasa berharga. Pada penelitian ini
(N) (%)
Diri responden sudah bisa menjadi orang
Baik 20 62.5 yang benar- benar mampu menerima
Buruk 12 37.5 keadaannya, sehingga pasien yang
telah melakukan
Total 32 100.0
mastektomi(pengangkatan kanker
payudara) bisa menjalankan
Berdasarkan tabel diatas dapat kehidupannya seperti biasa dan bisa
dilihat bahwa penerimaan diri lebih lebih menerima dengan keadaannya
banyak pada kategori baik sebesar 20 sekarang.
(62,5%) responden dibandingkan
dengan kategori buruk sebesar 12 3. Gambaran Konsep Diri Pada Ibu Post
(37,5%) responden. Mastektomi Di RSUD Salatiga.
Dari aspek aspek penerimaan Tabel 4.3 Gambaran Konsep Diri
diri yang telah diterangkan, mayoritas Pada Ibu Post Mastektomi Di
responden memiliki penerimaan diri RSUD Salatiga
yang baik karena mayoritas
Konsep Diri
responden telah memiliki aspek aspek
(N) (%)
dari penerimaan diri yang baik.
Sementara itu minoritas responden Baik 18 56.2
memiliki penerimaan diri yang buruk Buruk 14 43.8
karena aspek aspek dari penerimaan Total 32 100.0
diri minoritas responden belum Berdasarkan tabel diatas dapat
terpenuhi. dilihat bahwa konsep diri lebih
Feist& Feist (2006) banyak pada kategori baik sebesar
menjelaskan kekurangan yang ada 18 (56,2%) responden dibandingkan
pada salah satu bagian pada tubuh dengan kategori buruk sebesar 14
individu akan berpengaruh pada (43,8%) responden.
individu tersebut secara keseluruhan. Kanker payudara merupakan
Penerimaan diri merupakan suatu penyakit yang dapat mempengaruhi
sikap seseorang mampu menerima setiap aspek kehidupan manusia.
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 6
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
Payudara tidak hanya organ 1. Hubungan Dukungan Suami Terhadap
penyusuan bagi bayinya, tetapi juga Konsep Diri Ibu Post Mastektomi Di
merupakan organ daya tarik) sehingga RSUD Salatiga.
setiap organ mempunyai arti Tabel 4.4Hubungan Dukungan
psikologik bagi masing-masing Suami Terhadap Konsep Diri Ibu
wanita (Hawari, 2004). Perubahan Post Mastektomi Di RSUD Salatiga
fisik yang menyertai penyakit dan Duku Konsep Diri
ngan Baik Buruk Total p OR
proses dan pengobatan merupakan suami N % N % N %
salah satu masalah psikologis pada Baik 16 80 4 0,00 20 62,5
penderita kanker payudara. Kondisi 2
0,
ini dapat mempengaruhi konsep diri Buru 2 16 10 83,3 12 37,5 20.0
00
k ,7 00
penderita kanker payudara (Kamelia, Total 18 56 14 43,8 31 100
2
2012). Pada penelitian ini mayoritas ,2
responden sudah mempunyai konsep Berdasarkan tabel diatas
diri yang baik dimana konsep diri dapat dilihat bahwa dukungan suami
yang positif menunjang terbentuknya dalam kategori baik mempunyai
individu dengan kepribadian yang konsep diri yang konsep dirinya baik
sehat. Penderita dengan konsep diri yaitu sebesar 16 (80%) responden
yang negatif penderita akan dibandingkan dengan dukungan
mengalami depresi yang parah dan suami dalam kategori buruk yang
akan dapat mempercepat konsep dirinya baik sebesar 2
perkembangan kanker payudara (16,7%) responden.
bahkan sampai pada kematian. Hasil uji statistik
Penelitian ini tidak sejalan menggunakan analisis chi square
dengan penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil p value 0,002
oleh Hartati (2008) tentang konsep (<0,05) yang berarti bahwa ada
diri dan kecemasan wanita penderita hubungan yang bermakna antara
kanker payudara, didapatkan sebagian dukungan suami terhadap konsep
besar wanita penderita kanker diri ibu post mastektomi di RSUD
payudara memiliki konsep diri negatif Salatiga. Selain itu didapatkan Odds
(87,9%). Wanita yang mengalami Ratio sebesar 20.000 artinya;
kanker payudara akan mengalami responden yang memiliki dukungan
konsep diri yang negatif dan juga suami yang buruk 20 kali lipat lebih
dapat mempengaruhi tingkah laku beresiko memiliki konsep diri yang
dalam berhubungan dengan orang buruk dibanding dengan responden
lain. yang memiliki dukungan suami yang
baik dan didapatkan CI sebesar
B. Analisis Bivariat 130.059 – 3.076 menunjukkan batas
Bagian ini disajikan hasil analisis atas dan bawah OR, yang artinya;
tentang Hubungan Dukungan Suami setidaknya responden yang memiliki
dan Penerimaan Diri dengan Konsep dukungan suami yang buruk
Diri pada Pasien Post Mastektomi di sekurang kurangnya lebih beresiko
RSUD Salatiga.Untuk menganalisis sebesar 3.076 kali lipat dapat
hubungan ini digunakan uji Chi memiliki konsep diri yang buruk dan
Square, dan hasilnya disajikan sebagai paling besar lebih berisiko sebesar
berikut : 130.059 kali lipat memiliki konsep
diri yang buruk.
Seseorang yang mempunyai
konsep diri yang negatif merasa
tidak yakin dengan kondisinya.
Menganggap bahwa dirinya lemah,
tidak menarik dan kehilangan daya
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 7
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
tarik pada hidup. Hal berbeda memberikan dukungan suami cukup
ditunjukkan oleh seseorang yang (87,1%), padahal dukungan suami
memiliki konsep diri positif, yaitu amat penting dan bisa berupa
dapat menerima segala kekurangan empati, cinta dan kejujuran, serta
dan kelebihannya. Merasa yakin dan mendengarkan semua keluhan klien
percaya pada dirinya, tidak cemas, tentang pengobatan yang dijalani
aman dan nyaman saat mampu mengurangi beban yang
berkomunikasi dengan orang lain pasien rasakan (Grant, Sun,
sehingga lebih mampu dalam Fujinami, Sidhu, Otis, Juarez, et al,
menyesuaikan diri. Jika 2013).
mendapatkan dukungan dan
motivasi, banyak wanita dengan 2. Hubungan Penerimaan Diri Terhadap
kanker payudara yang akan Konsep Diri Ibu Post Mastektomi Di
mempunyai konsep diri postif. Oleh RSUD Salatiga.
karena itu, dibutuhkan dukungan Tabel 4.5 Hubungan
dari keluarga (suami, orang tua, Penerimaan Diri Terhadap Konsep
saudara) untuk keberlangsungan Diri Ibu Post Mastektomi Di RSUD
hidup wanita dengan kanker Salatiga
payudara. Dukungan pasangan Pene Konsep diri
rima
(suami) yaitu elemen terpenting Baik Buruk Total p OR
an
pada diri seseorang (istri), karena diri N % N % N %
interaksi pertama dan paling sering Baik 1 85 3 15 20 62
7 ,5
dilakukan seseorang adalah dengan Buru 1 8,3 1 91, 12 37 0,0 62,3
orang terdekat (pasangan) (Pratita, k 1 7 ,5 00 33
2012 dalam Permatasari, 2016). Total 1 56, 1 43, 32 10
8 2 4 8 0
Hal ini sejalan dengan
Berdasarkan tabel diatas
pendapat Sarafino (2004) yang
dapat dilihat bahwa penerimaan diri
menyatakan bahwa dukungan emosi
dalam kategori baik mempunyai
melibatkan ekspresi, rasa empati,
konsep diri yang konsep dirinya baik
dan perhatian terhadap seseorang
yaitu sebesar 16 (80%) responden
sehingga membuat penderita kanker
dibandingkan dengan konsep diri
payudara pasca mastektomi merasa
dalam kategori buruk yang konsep
lebih baik, memperoleh
dirinya baik sebesar 1 (8,3%)
keyakinannya, merasa dimiliki dan
responden.
dicintai. Hal ini dikuatkan pendapat
`Hasil uji statistik
Cohen dan Sync (1985) bahwa
menggunakan analisis uji chi square
dukungan suamil dapat diperoleh
mendapatkan hasil p value 0,000
dari orang yang dipercaya. Hal ini
(<0,05) yang berarti bahwa ada
juga sejalan dengan penelitian
hubungan yang bermakna antara
Permatasari (2016) yang
penerimaan diri terhadap konsep diri
menemukan dukungan suami
ibu post mastektomi di RSUD
diwujudkan dalam perilaku merasa
Salatiga. . Selain itu didapatkan
dimiliki, dicintai, membangun
Odds Ratio sebesar 62.333 artinya;
keyakinan untuk sembuh,
responden yang memiliki
peningkatan komunikasi dengan
penerimaan diri yang buruk lebih
pasangan, penerimaan oleh
beresiko 62 kali lipat memiliki
pasangan, sikap empati dan peduli,
konsep diri yang buruk dibanding
kepercayaan pada pasangan, rasa
dengan responden yang memiliki
pengertian pada pasangan dan
penerimaan diri yang baik dan
menunjukkan kasih sayang.
didapatkan CI sebesar 678.147 –
Penelitian ini tidak sejalan dengan
5.730 menunjukkan batas atas dan
penelitian Pitasari (2014)
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 8
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
batas bawah OR, yang artinya; menjalankan kehidupan, hal ini akan
setidaknya responden yang memiliki menjadikan indivdu akan semakin
penerimaan diri yang buruk menerima keadaan di dalam dirinya.
sekurang kurangnya lebih beresiko Sebagai penderita kanker
sebesar 5.730 kali lipat dapat payudara post mastektomi responden
memiliki konsep diri yang buruk memiliki penerimaan diri yang baik,
dan paling besar lebih berisiko hal ini ditunjukan dengan penilaian
sebesar 678.147 kali lipat memiliki responden terhadap dirinya tergambar
konsep diri yang buruk. dengan baik oleh responden.
Pada tabel 4.5 penerimaan diri Responden juga mengenali apa saja
dalam kategori baik mempunyai yang menjadi kelebihan dan
konsep diri yang konsep dirinya kekurangan dalam dirinya dan dapat
menerima kekurangan yang
baik sebesar 17 (85%) dan yang
dimilikinya terutama dengan
penerimaan dirinya dalam kategori keadannya pasca mastektomi, serta
baik yang konsep dirinya buruk mencoba menjadikan kekurangannya
sebesar 3 (15%). Hal ini disebabkan tersebut menjadi kelebihan untuk
karena pada konsep diri responden dirinya.
pada aspek ideal diri (self-ideal),
citra diri (self-image) dan jati diri KETERBATASAN PENELITIAN
1. Periode pengamatan pada penelitian
(self-esteem) tidak terpenuhi.
ini hanya sebatas satu tahun terakhir
Selanjutnya pada tabel 4.5 dari masa post operasi mastektomi.
penerimaan diri dalam kategori 2. Penelitian ini baru meneliti tentang
buruk yang konsep dirinya baik hubungan belum meneliti tentang
sebesar 1 (8,3%) dan penerimaan pengaruh dari variabel dukungan
diri dalam kategori buruk suami dan penerimaan terhadap
mempunyai konsep diri yang buruk konsep diri pasien post mastektomi.
3. Pengisian kuesioner oleh responden
sebesar 11 (91,7%). Hal ini
diluar kontrol peneliti menyebabkan
disebabkan karena tidak tercapainya kekuatan konsentrasi responden
setiap aspek penerimaan diri yang dalam mengisi tiga kuesioner
berupa adanya pemahaman tentang merupakan diluar kendali dari
diri sendiri, adanya hal yang peneliti.
realistik, tidak adanya hambatan
KESIMPULAN
dalam lingkungan, sikap masyarakat
1. Sebagian besar responden memiliki
yang menyenangkan, tidak adanya bahwa dukungan suami lebih banyak
gangguan emosional, pengaruh pada kategori baik sebesar 20
keberhasilan yang dialami, (62,5%) dan responden yang
identifikasi dari orang yang memiliki dukungan suami yang buruk
memiliki penyesuaian diri yang sebesar 12 (37,5%).
baik, perspektif diri yang luas, pola 2. Sebagian besar responden memiliki
penerimaan diri lebih banyak pada
asuh dimasa kecil dan konsep diri
kategori baik sebesar 20 (62,5%)
yang stabil. responden yang memiliki penerimaan
Tentama (2012) menyatakan diri yang buruk sebesar 12 (37,5%).
meminimalisasi perasaan inferioritas 3. Sebagian besar responden memiliki
juga bermanfaat untuk meningkatkan konsep diri lebih banyak pada
rasa optimisme, bersemangat, lebih kategori baik sebesar 18 (56,2%) dan
mampu memahami dirinya, percaya sebagian kecil responden memiliki
pada kemampuannya, dan mantap
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 9
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
konsep diri yang buruk yaitu sebesar RSUD Salatiga dengan menambah
14 (43,8). jumlah subyek danvariabel penelitian
4. Ada hubungan yang bermakna antara seperti: kestabilan emosional pasien
dukungan suami terhadap konsep diri post mastektomi.
ibu post mastektomi di RSUD
Salatiga dengan p-value sebesar DAFTAR PUSTAKA
0,002. Dyanna Lenny, dkk. 2015. Hubungan
5. Ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Keluarga Terhadap
penerimaan diri terhadap konsep diri Mekanisme Koping Pasien Post
ibu post mastektomi di RSUD Operasi Mastektomi. JOM Vol 2 No
Salatiga dengan p-value sebesar 1. Program Studi Ilmu Keperawatan
0,000. Riau: Riau
Grant, et all (2013). Social support and self-
SARAN behaviors in individuals with heart
1. Bagi suami pasien failure: An integrative review.
Diharapkan suami selalu International Journal of Nursing
memperhatikan dan memberikan Studies 51 (2013) 320-333
dukungan berupa dukungan Grant, M.Sun,V., Fujinami, R. Sidhu, R.Otis
instrumental, informasional, Green, S,et all (2013) Family Care
emosional dan harga diri untuk Burden, Skill Preparedness And
istrinya. Sehingga dalam kekurangan Quality Of Life In Nonsmall Cell
yang dimiliki oleh istrinya. Istrinya Lungs Cancer, Oncol Nurs Forum:
masih memiliki konsep diri yang baik 337-346
2. Bagi Perawat di Institusi Rumah Hawari Dadang. 2009. Kanker Payudara
Sakit Dimensi Psikoreligi. Jakarta.
Sebagai tenaga kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas
yang menangani pasien secara Indonesia.
langsung diharapkan perawat Kamelia (2012). Konsep Diri Pada Wanita
melibatkan keluarga, suami dan Penderita Kanker Payudara:
pasien dalammemberikan dukungan Carsinoma Mammae. Ungraduate
dan pemahaman penerimaan diri yang thesis, UIN Sunan Ampel: Surabaya
baik. Sehingga pasien mastektomi Kuang, M. (2010) Amazing Life: Panduan
dapat menerima kekurangan yang Menuju Kehidupan yang Luar Biasa.
dimiliki dengan pikiran yang positif Jakarta: PT Gramedia Pustaka
sehingga menimbulkan penerimaan Utama. Available at:
diri yang baik pula. http://books.google.co.id?books?isbn
Selain itu diharapkan =9792253866
penelitian ini sebagai bahan referensi Permatasari vera, Witrin. 2016. Gambaran
dalam memberikan informasi tentang Penerimaan Diri (Self-Acceptance)
dukungan suami dan penerimaan diri Pada Orang Yang Mengalami
terhadap konsep diri untuk asuhan Skizofrenia. Psympathic, Jurnal
keperawatan. Ilmiah Psikologi Juni 2016, Vol. 3,
3. Bagi peneliti selanjutnya No. 1, Hal: 139 – 152
Hasil penelitian ini Permatasari, I. (2016). Dukungan Suami
diharapkan dapat dipakai sebagai Pada Istri Dalam Menjalani
acuan dalam penelitian selanjutnya, Pengobatan Pasca Operasi Kanker
dandapat melanjutkan penelitian Payudara
dengan lokasi penelitian dan metode Sarafino, E.P. Health Psychology:
penelitian yang berbeda mengenai Biopsychosocial Interaction (ed.3).
hubungan dukungan suami dan Jakarta : MedikaS alemba
penerimaan diri terhadap konsep Sastra Lenni. 2016. Hubungan Dukungan
diripada pasien post mastektomi di Keluarga Dengan Konsep Diri
Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 10
Post Mastektomi di RSUD Salatiga
Pasien Kanker Payudara. Jurnal
Keperawatan Muhammadiyah, 1 (1):
7-12.
Solehati Tetti dan Cecep Eli Kosasih. 2015.
Konsep Dan Aplikasi Relaksasi
Dalam Keperawatan Maternitas.
Bandung: PT Reflika Aditama
Tentama, F. (2012). Berpikir Positif dan
Penerimaan diri pada remaja
penyandang cacat akibat
kecelakaan. Jurnal Online Psikologi,
Vol 07. No1
World Health Organization. Globocan 2012:
Estimated incidence mortality and
prevalence worldwide in 2012.
Breast Cancer. IARC; 2012.
Available at
http:globocan.iarc.fr/pages/fact_shee
ts_cancer.aspx

Hubungan Dukungan Suami Dan Penerimaan Diri Dengan Konsep Diri Pada Pasien 11
Post Mastektomi di RSUD Salatiga