Anda di halaman 1dari 21

CARA KERJA AHU ( AIR HANDLING UNIT )

FCU ( FAN COIL UNIT )

AHU, FCU dan Ducting

AHU merupakan singkatan dari Air Handling Unit. Di AHU ini terjadi proses pengkodisian udara seperti
suhu, kelembaban dan kebersihan udara. Di AHU terdapat Cooling Coil, Filter dan Blower (fan).
Sedangkan Ducting adalah saluran yang berfungsi menyalurkan udara. Dalam gambar 1 menunjukkan
bagaiamana aliran udara dalam ducting dan AHU.

Gambar 1. Skema Ducting dan AHU


Aliran Udara.
Return Air (RA) adalah udara yang disirkulasikan untuk didinginkan kembali dari ruangan yang
didalamnya terdapat beban panas.

Outdoor air (OA) adalah udara segar dari luar gedung. Di dalam gedung terdapat banyak manusia yang
membutuhkan udara segar. Sedangkan di dalam gedung, terutama di gedung-gedung besar hanya
memiliki sedikit jendela. Oleh karena itu udara segar ini disisipkan ke dalam sistem ducting untuk
keperluan manusia di dalam gedung. Banyaknya udara luar yang dialirkan dalam sistem ini harus
disesuaikan dengan keperluan.

Mixing Air adalah udara campuran dari Return Air dan Outdoor Air. Udara campuran inilah yang akan
disupply ke dalam gedung atau ruangan dengan terlebih dahulu dibersihkan dan didinginkan.

RA dan OA bercampur menjadi Mixing air atau udara campuran. Kemudian udara campuran ini melewati
filter untuk dibersihkan. Debu-debu akan disaring disini sehingga menjadi lebih bersih. Setelah melewati
filter udara campuran ini akan mengalami pendinginan oleh Cooling Coil. Seteleh itu udara yang bersih
dan dingin dialirkan ke ruangan-ruangan dan gedung.

Di dalam ruangan terdapat beban panas. Udara dingin yang dialirkan ke ruangan sehingga udara
menjadi lebih sejuk.

Karena udara dingin tadi menarik kalor dari beban panas ruangan maka udara tersebut menjadi lebih
panas dibandingkan sebelum memasuki ruangan. Udara yang lebih panas inilah yang disebut dengan
Return Air (RA). Setelah itu RA akan kembali ke Ducting dan mengalami proses yang sama.

Cooling coil, Blower, dan Filter

Cooling coil merupakan sebuah penukar kalor (Heat Exchanger). Pertukaran kalor terjadi dengan udara
yang lewat penukar kalor tersebut. Cooling coil yang lebih dingin akan menarik kalor dari udara yang
lewat (Mixing Air) sehingga udara menjadi lebih dingin.

Cooling coil ini dingin karena adanya sistem refrigerasi (bagian evaporator) atau sistem chiller.

Blower dapat berupa kipas (fan) yang berfungsi untuk mengalirkan udara.

Filter mempunyai fungsi untuk membersihkan udara. Filter dapat berupa saringan yang menahan debu-
debu sehingga tidak masuk ke ruangan.
komponen tentang AHU, FCU
 Komponen AC Sentral Ruangan
 CHILLER (unit pendingin).
 Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk
mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang
dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor (
FCU / Fan Coil Unit ).
 Jenis chiller didasarkan pada jenis kompressornya :
a) Reciprocating
b) Screw
c) Centrifugal
 Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya :
a) Air Cooler
b) Water Cooler
 AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara
 AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan
dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara
dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
 COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
 Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai
pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen
didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang
suhunya lebih rendah.
 POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a) Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air
dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.
b) Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk
mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan
CARA KERJA WCPU
WCPU ( Water Cooled Packaged Unit )
Untuk system kerja WCPU hampir sama dengan AHU dan FCU. Perbedaan dari unit WCPU sendiri adalah
dari susunan system wcpu itu sendiri dan berikut ini adalah penjabarannya:

System WCPU sirkulasi pendinginannya langsung menggunakan freon atau refrigerant.

Pendinginan untuk kondensor unit khusus WCPU adalah menggunakan air yang disirkulasi pada cooling
tower. Water cooled packaged Air Conditioner with Water Cooled Condenser
CARA KERJA AC VRV (Variable Refrigerant Volume)
AC VRV atau VRF merupakan jenis AC dengan teknologi terbaru yang saat ini sudah banyak
diaplikasikan. AC VRV merupakan akronim dari ‘Variable Refrigerant Volume’. Pendingin ruangan jenis
ini mampu mengakomodir bangunan-bangunan bertingkat dan kapasitas pendinginan yang besar.

Bagaimana sistem kerja AC VRV

Prinsip kerja pendingin udara yang sangat popular, mengedepankan kenyamanan dan kemudahan. Saat
ini sudah banyak yang mengaplikasikan AC VRV atau VRF.

Daikin VRV Piping Diagram

Sistem AC VRV atau VRF menggunakan sistem ‘Variable Refrigerant Volume (Flow)’ untuk mengatur
jumlah refrigerant dalam sistem jalur pipa AC, sehingga memberikan tingkat efisien dan fleksibilitas
dalam pengaplikasian pendinginan tata udara. Secara garis besar, AC VRV atau VRF merupakan sistem
AC berteknologi inverter dengan sistem kombinasi outdoor yang mencangkup beberapa indoor. Cocok
untuk bangunan-bangunan bertingkat dan berkapasitas besar, menggantikan sistem AC konvensional
seperti chiller dan split.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah keunggulan dalam sistem AC VRV atau VRF :

1.Sistem Pipa Refrigerant

Pendingin udara ini mempunyai komponen utama yakni sistem pipa refrigerant yang mampu untuk
menangani kasus-kasus jalur pipa yang panjang baik secara horizontal maupun secara vertical, dan
berkapasitas besar. Kinerja refrigerant merupakan komponen utama sebagai bahan pokok dalam sistem
kerja AC.

2. Kompresor Inverter (Hemat Listrik)

Komponen yang tidak kalah penting berperan dalam sistem kerja AC VRV atau VRF adalah kompresor
berteknologi inverter. Komponen ini mampu meminimalisir konsumsi daya tanpa mengurangi kualitas
pendinginan serta pemanasan parsial. AC VRV atau VRF merupakan sistem terbaik dan tercanggih dalam
aspek tingkat efisien pengunaan daya listrik dalam pengaplikasian pendinginan tata udara.

3. Sistem Kombinasi Outdoor dengan Multi Indoor

AC sistem VRV atau VRF merupakan sistem AC yang menggunakan sistem kombinasi outdoor AC yang
compact untuk beberapa jumlah indoor yang digunakan. Dan sistem AC VRV atau VRF memberikan
berbagai macam pemilihan jenis indoor AC dan kapasitas dalam satu sistem outdoor, sesuai
dengankebutuhan dan desain sistem AC di berbagai macam kasus.

4. Space saving dalam penempatan Outdoor AC

Outdoor AC sistem VRV atau VRF memberikan keleluasaan dalam penempatan atau pemosisian outdoor
AC. Jalur pipa refrigerant yang berkemampuan besar dalam kapasitas panjang pipa, dan kombinasi
outdoor yang mampu mencangkup banyak indoor, maka AC VRV atau VRF dapat memberikan flexibilitas
pada pemakai atau pemilik untuk menempatkan outdoor AC dengan keleluasaan sesuai dengan kondisi
dan keterbatasan.

5. Kompetensi ekspansi modular

Sistem kerja yang tak kalah canggih dan menarik dari jenis pendingin ini adalah kompetensi ekspansi
modular yang dimiliki. Kemampuan ini sangat penting diterapkan terutama bagi proyek-proyek besar
yang berkembang dengan beberapa tahapan penyelesaian.

6. Perawatan atau Maintenance yang Lebih Mudah

Sistem AC VRV atau VRF yang menggunakan teknologi tingkat tinggi juga sudah dilengkapi dengan fitur-
fitur otomotas yang memberikan kemudahan pada teknisi AC khusus VRV atau VRF untuk membaca
kode error jika terjadi kerusakan, dengan demikian teknisi dapat mengetahui dan menyelesaikan
masalah dengan tepat dan cepat.

Perawatan cuci AC dipermudah dengan sistem AC VRV atau VRF yang menggunakan outdoor yang
compact sehingga tidak perlu mencuci outdoor sebanyak outdoor seperti menggunakan sistem
konvensional atau split biasa.
7. Back-up Kompresor

Setiap outdoor AC VRV atau VRF dilengkapi dengan back-up kompresor di setiap module outdoor,
sehingga jika terjadi kerusakan atau failure tidak menyebabkan sistem AC mati total. Dengan demikian
teknisi dapat diberikan waktu dalam merespon panggilan untuk memperbaiki kerusakan sistem AC.

8. Ramah Lingkungan

AC VRV atau VRF telah mengaplikasikan teknologi ozone free. Artinya, tidak seperti jenis pendingin
udara konvensional yang mampu merusak lapisan ozon. Pendingin uara jenis VRV sangat ramah
lingkungan dan tidak menyebabkan kerusakan ozon yang dapat memicu pemanasan global.

CARA KERJA AC SPLIT


Bagaimana cara kerja sistem AC sehingga mampu memberikan efek pendingin dalam
ruangan Anda? AC alias Air Conditioner alias Pengkondision Udara merupakan seperangkat alat yang
mampu mengkondisikan ruangan yang kita inginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih
rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya. Seperangkat alat tersebut
diantaranya kompresor, kondensor, orifice tube, evaporator, katup ekspansi, dan
evaporatordengan penjelasan sebagai berikut :

Komponen Utama pada Unit AC


Kompresor :
Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC dijalankan, kompresor mengubah fluida
kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi kemudian
diteruskan menuju kondensor.

Kondensor :
Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan gas yang bertekanan
tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan lalu dialirkan ke orifice tube.

Orifice Tube :
di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan
rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup ekspansi :
Katup ekspansi, merupakan komponen terpenting dari sistem. Ini dirancang untuk mengontrol aliran
cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin
meninggalkan katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin

Evaporator/pendingin :
refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan
udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap
bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke
akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah
menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan
dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap
kelembapan dari refrigent.

Jadi, cara kerja sistem AC dapat diuraikan sebagai berkut :


Kompresor yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan
fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam kompresor dialirkan ke condenser yang
kemudian dimampatkan di kondenser.

Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi
refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam
refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi
kompresor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan
didinginkan.

Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator.

Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka
refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan
sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di
dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini
disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian
rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi
sangat turun.

Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih
besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser.

Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase
cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini
energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan.

Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi [*]
substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari
substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai
terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan.

Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur
suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan.

Perlu diketahui :
Kunci utama dari AC adalah refrigerant, yang umumnya adalah fluorocarbon [**], yang
mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas saat dipompa (diberi tekanan), dan
menjadi gas dan menyerap panas ketika tekanan dikurangi. Mekanisme berubahnya refrigerant menjadi
cairan lalu gas dengan memberi atau mengurangi tekanan terbagi mejadi dua area: sebuah penyaring
udara, kipas, dan cooling coil (kumparan pendingin) yang ada pada sisi ruangan dan sebuah kompresor
(pompa), condenser coil (kumparan penukar panas), dan kipas pada jendela luar.

Udara panas dari ruangan melewati filter, menuju ke cooling coil yang berisi cairan refrigerant yang
dingin, sehingga udara menjadi dingin, lalu melalui teralis/kisi-kisi kembali ke dalam ruangan. Pada
kompresor, gas refrigerant dari cooling coil lalu dipanaskan dengan cara pengompresan. Pada condenser
coil, refrigerant melepaskan panas dan menjadi cairan, yang tersirkulasi kembali ke cooling coil.
Sebuah thermostat [***] mengontrol motor kompresor untuk mengatur suhu ruangan.

[*] Entalphi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu
sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja.

[**] Fluorocarbon adalah senyawa organik yang mengandung 1 atau lebih atom Fluorine. Lebih dari
100 fluorocarbon yang telah ditemukan. Kelompok Freon dari fluorocarbon terdiri dari Freon-11 (CCl3F)
yang digunakan sebagai bahan aerosol, dan Freon-12 (CCl2F2), umumnya digunakan sebagai bahan
refrigerant. Saat ini, freon dianggap sebagai salah satu penyebab lapisan Ozon Bumi menajdi lubang
dan menyebabkan sinar UV masuk. Walaupun, hal tersebut belum terbukti sepenuhnya, produksi
fluorocarbon mulai dikurangi.
[***] Thermostat pada AC beroperasi dengan menggunakan
lempeng bimetal yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang
memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar memuai lebih dahulu,
sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC
aktif/jalan.

CARA PENGGUNAAN ALAT UKUR


1. TANG AMPERE

Cara menggunakan Tang Ampere atau Clamp Meter ini sebenarnya cukup mudah, yaitu
dengan menjepitkan rahang penjepitnya ke kabel listrik yang diinginkan. Berikut ini adalah
langkah-langkah selengkapnya untuk Mengukur Arus Listrik AC atau Ampere AC dengan
menggunakan Clamp Meter (Tang Ampere).

1. Putar atau setting Saklar Clamp Meter ke posisi Ampere Meter (biasanya tertulis huruf A
dengan gelombang sinus diatasnya).
2. Tekan Trigger untuk membuka rahang Penjepit Clamp Meter atau Tang Ampere.
3. Jepitkan Rahang penjepit ke kabel Konduktor yang dialiri arus listrik AC (Kabel Listrik
berada di tengah-tengah rahang penjepit) kemudian lepaskan Trigger Clamp Meter.
Catatan : Jika kabel listrik tersebut belum dialiri listrik, hubungkan kabel tersebut atau ON-kan
perangkat yang ingin diukur arus listriknya.
4. Baca Nilai Ampere yang tertera di layar Clamp Meter (Tang Ampere).

Untuk mengukur Tegangan dan Resistansi, cara pengukurannya hampir sama dengan
Multimeter yaitu dengan menggunakan Probe yang dicolokan di Terminal COM yang berwarna
Hitam dan Terminal Positif yang berwarna Merah.

Dibawah ini adalah perbedaan Multimeter dan Clamp Meter dalam mengukur Arus listrik :
Prinsip Kerja Tang Ampere (Clamp Meter)

Pada dasarnya, Tang Ampere (Clamp Meter) menggunakan prinsip induksi Magnetik
untuk menghasilkan pengukuran non-kontak terhadap arus listrik AC. Arus Listrik yang mengalir
di kabel konduktor akan menghasilkan Medan Magnet. Seperti yang diketahui bahwa, arus AC
adalah arus dengan polaritas yang bolak-balik, hal ini akan menyebabkan fluktuasi dinamis
dalam medan magnet yang sebanding dengan aliran arus listriknya. Sebuah Transformator
yang terdapat di dalam Clamp Meter/Tang Ampere akan merasakan fluktuasi magnet tersebut
dan kemudian mengkonversikannya menjadi nilai Ampere (arus listrik) sehingga kita dapat
membacanya di layar Clamp Meter. Cara Pengukuran dengan teknologi ini sangat
mempermudahkan kita dalam mengukur arus listrik AC terutama pada arus listrik AC yang
tinggi.

2. THERMOGUN
Prinsip dasar termometer inframerah adalah bahwa semua obyek memancarkan energi infra
merah. Semakin panas suatu benda, maka molekulnya semakin aktif dan semakin banyak energi
infra merah yang dipancarkan.

Infrared Thermometer mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya inframerah)
yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk
membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan
kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi inframerah
yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan.

Desain utama dari Infrared Thermometer yakni lensa pemfokus energi inframerah pada detektor,
yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur
setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan.

Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan
demikian, Infrared Thermometer berguna mengukur suhu pada keadaan dimana thermocouple
atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk
beberapa keperluan.

Infrared Thermometer ini cara penggunaannya hanya diarahkan ke media atau benda yang akan
diukur suhunya, maka alat ini akan membaca suhu media tersebut. Alat ini biasanya dan sangat
berguna dalam pengukuran dapur tinggi/furnace dalam industri peleburan atau suhu permukaan
yang tidak memungkinkan untuk di sentuh, dan juga dalam pemakaian umum lainnya, seperti :

 Mengukur suhu benda yang bergerak, contoh : Conveyor, Mesin, dll).

 Mengukur suhu benda berbahaya, seperti : tegangan tinggi, jarak yang tinggi dan sulit dijangkau,
dll.

 Suhu yang terlalu tinggi dan sulit untuk didekati ataupun disentuh, misalnya : Furnace,
thermocouple, dll.

 Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.

 Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran hotspot.

 Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi.

 Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian listrik.

 Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran.

 Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll.

Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk penelitian dan pengembangan
atau quality control pada manufaktur.
Selain itu,Infrared Thermometer juga banyak memiliki keunggulan. Dan keunggulan –
keunggulan thermometer ini dijelaskan melalui beberapa point utama, yakni :

 Mudah dibawa

Karena Infrared Thermometer padat, ringan dan mudah untuk dimasukkan ke dalam sarung
ketika tidak digunakan, inspeksi harian inspeksi pabrik dan pekerjaan dapat dilaksanakan.

 Real-waktu Pengukuran

Infrared Thermometer dapat dengan cepat memberikan pengukuran suhu dengan membaca
thermocouple pada titik sambungan dari kebocoran dalam waktu, dengan Infrared Thermometer
dapat membaca hampir semua titik sambungan suhu tersebut.

 Pengukuran Akurasi

Akurasi Infrared Thermometer biasanya kurang dari 1 derajat. Kinerja ini terutama penting untuk
melakukan pemeliharaan preventif, seperti kondisi produksi yang buruk serta merusak peralatan
atau downtime pemantauan akan menghasilkan acara khusus. Dengan Infrared Thermometer,
Anda dapat dengan cepat mendeteksi perubahan kecil pada suhu operasi, waktu perkecambahan
mereka dapat untuk memecahkan masalah, mengurangi biaya yang disebabkan oleh kegagalan
peralatan dan jangkauan pemeliharaan.

 Penggunaan Keselamatan

Keamanan adalah dengan menggunakan termometer infra merah adalah salah satu manfaat
yang paling penting. Infrared Thermometer dengan penampakan laser, mudah untuk
mengidentifikasi daerah sasaran, dapat dengan aman membaca atau tidak bisa mencapai sulit
untuk mengakses objek target dan memungkinkan instrumen untuk membaca suhu suhu target
dalam jangkauan, sehingga secara efektif menghindari pengukuran staf pekerjaan risiko.
3. ANEMOMETER

Cara Menggunakan Anemometer (Alat Pengukur Kecepatan


Angin) Digital

Alat ukur digital - Anemometer digital adalah sebuah alat yang difungsikan untuk
mengukur kecepatan angin dan sering digunakan oleh badan stasiun prakiraan
cuaca, meteorologi dan geofisika, kapal maupun pesawat terbang. Selain
mengukur, alat ini juga bisa mengukur kecepatan angin, mengukur tekanan
angin, memprediksi cuaca, dan tinggi gelombang laut.

Alat ukur ini memiliki tingkat keakuratan hingga 0.5 m/s. Menggunakan
Anemometer Digital sangatlah mudah, anda hanya perlu memegang
Anemometer secara vertikal atau meletakan di atas penyangga. Angka secara
otomatis akan tampil pada speedometer. Adapun cara membaca skala dan hasil
pengukurannya adalah sebagai berikut:

 Tekan tombol ON/OFF


 Akan menampilkan semua kategori pengukuran pada layar
 Untuk mode pengukuran yang diperlukan
 Teka tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran
 Mencatat hasil pengukuran
Anemometer sendiri menjadi salah satu alat yang memiliki peran penting
terutama untuk sektor yang berpengaruh terakit temperatur cuaca dan
kecepatan angin seperti stasiun prakiraan cuaca, meteorologi dan geofisika,
kapal dan pesawat tebang.

4. THERMOMETER

BagaimanaCara Kerja Thermometer Digital?


Cara kerja thermometer digital yang memanfaatkan hubungan antara tegangan dengan
temperatur. Pada setiap jenis logam yang akan diukur dengan thermometer digital,
masing-masing memiliki temperatur tertentu dengan tegangan yang tertentu pula.

Pada temperatur atau suhu yang sama, logam X mempunyai tegangan yang berbeda
dengan logam Y. Maka terjadilah perbedaan tegangan yang kecil sekali (miliVolt) yang
bisa terdeteksi.
Perbedaan tegangan itu kemudian diubah kembali nilai arusnya melalui pembandingan
dengan nilai acuan serta nilai offset pada bagian komparator. Fungsinya adalah untuk
menerjemahkan setiap satuan ampere ke dalam satuan volt. Lalu dijadikan besaran
temperatur suhu yang akan ditampilkan pada display monitor berupa digit angka.
Sementara penggunaan Thermometer Digital Kyoto pada AC mobil, pertama-tama
hubungkan kabel thermometer ke kisi-kisi AC. Setelah itu, coba lihat indikator pada
thermometer. Indikator pada thermometer akan memperlihatkan pada kita apakah AC
berfungsi dengan baik atau tidak. Jika indikator pada thermometer menunjukkan angka
di antara 3-8 dalam satuan derajat celcius. Itu tandanya perangkat AC mobil berfungsi
dengan baik. Sebaliknya, jika pada indikator thermometer menunjukkan angka di atas 9
derajat celcius besar kemungkinan AC mobil tidak bekerja atau berfungsi dengan baik.
Yang biasanya ditandai dengan AC kurang dingin.

5. RH meter/Hygrometer
Pengertian Higrometer
Hygrometer berasal dari bahasa Yunani yaitu hugros yang berarti lembab dan metreoo
berarti mengukur. Hygrometer merupakan alat untuk mengukur kelembaban udara. Ada
beberapa jenis hygrometer, misalnya hygrometer titik jenuh.
Cara kerjanya berdasarkan suhu titik jenuh udara pada saat kondensasi contohya
hygrometer listrik, bekerja berdasarkan pertambahan panjang rambut jika udara makin
lembab. Bertambah panjangnya rambut ini digunakan untuk menggeserkan jarum
penunjuk skala, sehingga kelembaban udara dapat diketahui. Satuan pengukuran untuk
Hygrometer adalah Persentase (%).
PROSEDUR KERJA CLEANING UNIT AHU, FCU,
WCPU, VRV DAN AC SPLIT.
A) Prosedur kerja cleaning AHU, FCU, WCPU
- Siapkan alat dan bahan kerja cleaning unit, antara lain:
> Jet pump cleaner
> Selang air, kanebo, ember/ bak air
> Tespen, obeng + - , kunci inggris, kunci L satu set, tespen
> Kunci ring pas satu set, kunci pipa,
> Vakum cleaner khusus untuk air,
> Thermogun, Thermo stick, anemometer, tang amper,
- Matikan power selektor panel kontrol on/off AHU.
- Pastikan semua power listrik yang menuju AHU dalam keadaan mati atau
Off.
-Lepas prefilter unit, dan cuci prefilter unit, gunakan air bertekananan
dengan minimal tekanan 5 bar.
- Cleaning coil unit, body unit, blade blower, body motor blower unit,
flexible join rumah blower dan ducting unit, lantai body bagian dalam unit,
bak darin, drain pan unit.
- Cleaning return grill unit,
- Cleaning asesoris unit seperti strener, motorice valve, pressure gauge,
thermogauge, butterfly valve,
- Blowdown dan flushing air evaporator coil unit, ( untuk tahap ini dilakukan
secara periodik dengan minimal waktu 3 bulan sekali).
- Khusus untuk unit wcpu blowdown dan flushing air dilakukan pada jalur
sirkulasi air kondensor dan cooling tower air kondensor wcpu, karena untuk
pendinginan kondensor wcpu sendiri adalah menggunakan media air dan
cooling tower.
B) Prosedur kerja cleaning VRV dan AC Split
- Siapkan alat dan bahan kerja cleaning unit, antara lain:
> Jet pump cleaner, selang air, ember atau bak air
> Kanebo, plastik ac (khusus untuk cuci AC split) obeng + -, tespen,
> Manifold, tang amper, vakum cleaner
- Pakailah tekanan air minimal 4 bar jika unruk mencuci coil evaporator unit
vrv dan AC split karena dimensi ukuran dan ketebalan evaporator AC split
berbeda dengan dimensi tebal ukuran evaporator unit AHU, FCU, WCPU.
- Matikan power selektor panel kontrol on/off AC/VRV.
- Pastikan semua power listrik yang menuju AC/VRV dalam keadaan mati
atau Off.
- Lepas cover dan cuci prefilter (khusus unit AC split) Lepas prefilter dan
cuci coil untuk unit evaporator AC VRV.
- Cleaning blower AC split dan VRV, jika pada saat cleaning VRV pastikan
motor blower indoor atau evaporator aman dari percikan air saat cleaning
blower menggunakan jet pump cleaner.
- Setelah cleaning harus cek tekanan refrigerant dan beban arus listrik
(amper) pada unit vrv dan ac split, tekanan refrigerant dan amper pada unit
vrv dan ac split harus sesuai dengan satndart kapasitas tekanan refrigerant
pada unit yang mengacu pada type refrigerant yang dipakai atau ada pada
nameplate unit tersebut.
- Khusus untuk AC VRV yang memakai indoor dengan model FCU, split duct,
setelah cleaning harus diukur flow udara suplay returnnya menggunakan
anemometer dan temperature evaporator indoornya harus diukur
memakai thermostick.
- Untuk pemakaian alat safety saat kerja cleaning servis ditempat indoor
area yang tinggi harus menggunakan alat sebagai berikut:
> Helmet
> Safety googles
> body hardness
> Sarung tangan karet
- Untuk manpower minimal jika melakukan maintenance AC split atau VRV
harus minimal 2 orang jika plafon atau tinggi area indoor yang nempel
diatas plafon ruangan minimal 2 meter sampai 4 meter, dan jika plafon
ruangan melebihi 4 meter keatas manpower harus lebih dari 2 orang,
minimal 3 orang atau lebih.
CARA KERJA PENGGUNAAN DAN PERAWATAN ALAT KERJA
MAINTENANCE