Anda di halaman 1dari 108

DOKTER KELUARGA

dr. Henry M.F. Palandeng, M.Sc, FISPH, FISCM


Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi
Visi Program Studi Pendidikan
Dokter (PSPD) FK – UNSRAT
“Membangun Program Studi Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran Unsrat menuju Program Studi
unggulan (Excellent Study Program) ditahun 2020
pada level internasional yang memiliki keunggulan
dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan
Tinggi”.
Misi Program Studi Pendidikan
Dokter (PSPD) FK – UNSRAT
1. Meningkatkan kualitas manajemen Program Studi Pendidikan
Dokter agar mempunyai tata kelola optimal untuk menunjang
kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian
masyarakat yang berkelanjutan.
2. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan penelitian yang
mendukung daya saing bangsa.
3. Menghasilkan Sumberdaya Manusia (SDM) yang professional,
unggul, menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kedokteran (IPTEKDOK) yang bertaraf internasional, mampu
berperan dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup
bangsa, dapat bersaing secara internasional, serta memiliki
keunggulan spesifik.
4. Membangun kerjasama kemitraan dengan institusi kedokteran
dan kesehatan baik nasional maupun internasional yang efektif
serta efisien.
Curriculum Vitae

MD: FOM, Sam Ratulangi Univ. – Manado

M.Sc: UNESCO-IHE,
Institute for Water Education – Delft, The Netherlands

Istri: Inge Ribka Mirah, SPdK


Anak: Chyra – Clarice - Clayra
Content
• Pendahuluan
• Dokter Keluarga
• Kesimpulan
• Take home message
Pendahuluan
• Peran dan kedudukan hukum Dokter Keluarga:
• UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
• UU No. 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran
• PP No. 32 Tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
• Permenkes Nomor 2052 Tahun 2011 tentang Izin Praktik dan
Praktik Kedokteran
• Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2012 tentang Sistem
Kesehatan Nasional
• 6 subsistem
• Subsistem Upaya Kesehatan:
• Upaya Kesehatan Perorangan
• Upaya Kesehatan Masyarakat
Pendahuluan
• Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2012 tentang
Sistem Kesehatan Nasional
• 6 subsistem
• Subsistem Upaya Kesehatan:
• Upaya Kesehatan Perorangan
• Upaya Kesehatan Masyarakat
Pertanyaan
• Why me
• Why MD
Dinamika Masalah Kesehatan Indonesia:
Sangat Beragam, Unik, Berubah
Masalah Kesehatan
• Jumlah dokter belum memadai
• Rasio dokter dengan jumlah penduduk
• Produksi Dokter tiap tahun 4000 dokter baru
• Mutu dokter masih membutuhkan pembenahan
• Distribusi dokter tidak merata
• Pendidikan spesialisasi dan subspesialisasi
Masalah Kesehatan
• Kelompok risiko tinggi yang rentan:
• ibu hamil
• Bayi
• Balita
• Miskin
• wanita
• Angka Kematian Bayi,
• Angka Kematian Anak Bawah Lima tahun
• Angka Kematian Ibu
Masalah Kesehatan
• Masalah lama belum teratasi
• Diare
• ISPA
• Gizi
• Masalah lama cenderung meningkat
• TBC
• Malaria
• Demam Berdarah Dengue
Masalah Kesehatan
• Masalah baru terus meningkat:
• HIV/AIDS, SARS, Zika
• Cedera; kecelakaan lalu lintas,
• Penyakit kronik degeneratif :
jantung, stroke, diabetes melitus
• meningkatnya usia harapan hidup
• Sedentary lifestyle - perilaku hidup kurang
sehat.
• Komorbiditas; DM – TB, HIV – TB
“The Triple Health Burdens”
1. Masalah kesehatan yang sangat berat:
• Agenda yang belum terselesaikan (infeksi, MMR, IMR,
malnutrisi, dsb)
• Muncul dan mewabahnya penyaikit baru (DHF, AIDS, Flu
Burung, penyakit degeneratif, dsb)
• Muncul dan mewabahnya penyakit lama (TBC, Malaria,
dsb)
“The Triple Health Burdens”
2. Kelemahan SKN
• Sistem referal yang tidak jelas
• Pelayanan kesehatan: ketersediaan, keterjangkauan, dan
kualitas
• Keterbatasan dana kesehatan
• SDM kesehatan yang kurang mamadai dalam hal
pemanfaatan, pendayagunaan, dan sistem remunerasi
yang perlu diperbaiki
“The Triple Health Burdens”
3. Komitmen politik yang tidak mendukung
• Prioritas pembangunan di bidang kesehatan
mengutamakan ”kuratif”?
• Dukungan dana APBN untuk kesehatan yang kurang
memadai
Masalah Pelayanan Kesehatan
• Perkembangan spesialisasi dan subspesialisasi
• 1988 (33 jenis) ---> 57 Jenis
• Dampak positif
• Dampak negatif
• Pasien bukan manusia utuh tetapi dianggap
kumpulan organ
Masalah Pelayanan Kesehatan
• Pasien di kapling banyak dokter (1->10)
• Mutu Pelayanan Kedokteran Primer
• Masyarakat spesialis minded
• Jenis obat begitu banyak (pabrik obat)
• Rujukan belum jalan baik
• Pelayanan hanya untuk orang sakit yang mampu
bayar
Isu strategis prioritas pembangunan
kesehatan (2020-2024)
• Kelima isu utama
1. angka kematian ibu (AKI)/ angka kematian
neonatal (AKN) yang masih tinggi,
2. stunting,
3. tuberculosis (TBC),
4. Penyakit tidak menular (PTM) dan
5. cakupan imunisasi dasar lengkap.
http://www.depkes.go.id/article/view/19031100002/lima-isu-prioritas-tantangan-
balitbangkes-5-tahun-ke-depan.html
SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN
• Upaya kesehatan perorangan
• Kegiatan meningkatkan dan memulihkan kesehatan
perorangan.
• Promosi kesehatan,
• pengobatan rawat jalan,
• pengobatan rawat inap,
• pemulihan kecacatan perorangan.
Subsistem Upaya Kesehatan
• Upaya kesehatan masyarakat
• Kegiatan meningkatkan kesehatan di masyarakat.
• Promosi kesehatan,
• pemberantasan penyakit menular,
• kesehatan jiwa,
• penyehatan lingkungan, dll.
Upaya Kesehatan Perorangan

Primer

Sekunder

Tertier
Sistem Kesehatan di
Indonesia
Memahami Sistem Kesehatan
KOMPETENSI DOKTER
Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia
MAHAL

Peny Tersier Sub


berat/sulit spesialis
Pengobatan
penyakit sedang/ Sekunder Spesialistis
khusus

Promotif-preventif;
Dokter Pelayanan Primer
Pengendalian penyakit (mampu memenuhi
kronis; Penyakit akut dan
Primer
sebagian besar kebutuhan
masalah kesehatan sehari-hari kesehatan individu &
keluarga)
BIAYA KEBUTUHAN MASYARAKAT KOMPETENSI DOKTER

Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan menjadi acuan


dalam menyusun kurikulum pendidikan kedokteran
Pola Pencarian Layanan Kesehatan Strata Fasilitas Kesehatan Peran dan Fungsi

0,1% ke TERSIER • PUSAT RUJUKAN untuk mengatasi masalah


strata khusus, juga sebagai pusat penelitian &
tersier Sub Sp
pengembangan ilmu kedokteran

Kendali 50% Kendali


• BACK-UP untuk mengatasi masalah kesehatan
Biaya Mutu
3-5% ke yang tidak dapat diselesaikan Dokter
strata
sekunder SEKUNDER Pelayanan Primer (DPP)
RS, Klinik Sp

PRIMER • GATEKEEPER untuk memenuhi sebagian besar


kebutuhan kesehatan warga (promotif,
preventif, kuratif, rehabilitatif)
25-33% ke 50% • 1 DPP mengayomi + 2500 warga
strata primer • Rerata kontak per orang per tahun + 4 kali
Klinik/Praktik Mandiri • Sekitar 10-12% dirujuk ke strata sekunder
Dokter Pelayanan Primer
di tengah masyarakat

SETIAP WARGA diajak berpola hidup sehat,


75-80% punya gejala Fasilitas pendukung Self-Care mampu mengobati diri sendiri (SELF-CARE) &
dan faktor risiko tahu saat yang tepat berkunjung ke dokter

Integrasi dan rayonisasi fasilitas kesehatan untuk SETIAP WARGA wajib mendaftarkan diri ke 1
Gambaran peristiwa kesakitan menjamin ketersediaan, keadilan, mutu, klinik/praktik mandiri strata primer yang
per 1000 orang dalam sebulan keterjangkauan, kesinambungan & keamanan berada di wilayahnya

Source: Lord Dawson's Report on Future Provision of Medical and Allied Services 1920. Green, The Ecology of medical care revisited 2001. Starfield, Primary Care, Balancing Health
Needs, Service, and Technology 1998. Modified by Gatot Soetono
Sistem Layanan Kesehatan di Indonesia
Health Care Services Flow

Members Captiation

Primary Care Referral


BPJS Center
Provider

Hospital Drug Prescription


Emergency

Apotek
Claim Ina
CBG

BPJS
Branch Office

Primary Care Provider as a Gate Keeper


PELAYANAN KEDOKTERAN STRATA PERTAMA/PELAYANAN DOKTER KELUARGA
MODEL KOMPREHENSIF PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT

Stage of
disease BERESIKO
continuum SEHAT PENYAKIT AKUT PENYAKIT KRONIS
Health
Promotion, Risk factor Optimal use medicine,
Tahap PENCEGAHAN PRIMER PENCEGAHAN
Pencegahan Smoking control, SEKUNDER & MANAJEMEN
PENCEGAHAN non pharmacology
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN PRIMER
PENYAKIT TERSIERTERSIER
Cessation behavior treatment, care and
Bentuk •Promosi perilaku modification referral pathway,
Intervensi dan lingkungan •Skrining
•Pelayanan dan and family self
patient
sehat •Penemuan kasus •Continuity care
Pengobatan
•Pemeliharaan
•Penanganan management
•Proteksi khusus •Pemeriksaan kesehatan
berkala Kesehatan
(imunisasi, APD) Komplikasi education,
•Rehabilitasi
•Self Improvement •Intervensi Dini
•Penanggulangan
psychosocial•Self
support
•Kontrol faktor risiko,
Gawat darurat
gaya hidup dan management
-BLS
pengobatan •Paliatif Care
-ALS
•Perubahan Perilaku •Home Care
•Rujukan

Sektor yang
bertanggung •UKM UKP Strata I UKP Strata II/III UKP Strata I
jawab •UKP Strata I UKM UKP Str. I UKBM/UKM
•Sektor2 terkait

TUJUAN Cegah pergeseran ke Cegah berkembangnya Cegah komplikasi, gangguan


kelompok beresiko penyakit dan cegah hospitalisasi fungsi, dan cegah readmisi RS
30

12-Aug-19
Sumber: Retno Asti: Dasar penatalaksanaan individu dan keluarga, program Diploma Dok Kel FKUI, 2013
Kejadian Hipertensi
Tren Depresi Berdasarkan Usia
Tren Penggunaan Napza & Usia
Tren HIV berdasarkan usia
Dokter di Indonesia
Dokter
Istilah
• DOKTER, DOKTER KELUARGA, DOKTER LAYANAN
PRIMER (DLP), DOKTER PRAKTIK UMUM
• merujuk pada kewenangan dan kompetensi yang
sama, yang terdapat di tingkat primer dalam system
pelayanan kesehatan.
• Bentuk praktiknya dilandaskan pada keilmuan
kedokteran keluarga.
Dokter Keluarga
• Dokter yang dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik
berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang
penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai
bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti
secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi
penderita atau keluarganya (IDI 1982).
definisi
• Definisi dokter keluarga atau dokter
praktik umum yang dicanangkan
oleh WONCA (1991):
• dokter yang mengutamakan penyediaan
pelayanan komprehensif bagi semua
orang yang mencari pelayanan kedokteran
dan mengatur pelayanan oleh provider
lain bila diperlukan
WONCA 2015 TURKYE
WONCA World Conference2018 Seoul
Definisi kedokteran keluarga (IKK
FK-UI 1996)
• disiplin ilmu kedokteran yang mempelajari
• dinamika kehidupan keluarga,
• pengaruh penyakit terhadap fungsi keluarga,
• pengaruh fungsi keluarga terhadap timbul dan
berkembangnya penyakit,
• cara pendekatan kesehatan untuk
mengembalikan fungsi tubuh sekaligus fungsi
keluarga agar dalam keadaan normal.
Definisi kedokteran keluarga (PB
IDI 1983)
• adalah ilmu kedokteran yang mencakup seluruh
spektrum ilmu kedokteran yang orientasinya untuk
memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama
yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada
kesatuan individu, keluarga, masyarakat dengan
memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi
dan sosial budaya.
Paradigma Pendidikan Kedokteran
• Kemajuan IPTEKDOKES
• Perkembangan ilmu kedokteran sangat cepat.
• Tuntutan kebutuhan kesehatan makin meningkat
• Penyakit baru yang muncul
• Dinamika Masalah Kesehatan di Indonesia
(updated)
• Reformasi Pelayanan Kesehatan & Penguatan
Dokter Layanan Primer di Indonesia
• Pendidikan bagi Dokter dan Dokter Layanan Primer
ILMU KEDOKTERAN KELUARGA
• Spektrum ilmu kedokteran, berorientasi pada
pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
bersinambung dan menyeluruh kepada satu
kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan
memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi
dan sosial-budaya. Termasuk diantaranya terkait
pada masalah-masalah keluarga yang ada
hubungannya dengan masalah kesehatan yaitu
masalah sehat-sakit yang dihadapi oleh perorangan
sebagai bagian dari anggota keluarga. (PB IDI, 1983)
Peran Dokter Keluarga
• Sebagai gatekeeper (penapis) yang membantu
pasien dalam membuat keputusan untuk tindakan
penyelesaian masalah kesehatannya serta
keluarganya.
• Dokter keluarga bersama pasien memutuskan bila
pasien perlu dirujuk/berkonsultasi pada ahli yang
tepat.
Peranan Dokter Keluarga sebagai
gatekeeper
• Merupakan kontak pertama
• Bentuk pelayanan adalah holistic, comprehensive,
berkesinambungan (care provider)
• Sasaran pelayanan adalah pasien sebagai bagian
dari keluarga
• Lingkup pelayanan adalah layanan primer meliputi
semua keluhan, semua penyakit semua umur, dan
tidak membedakan laki-laki atau perempuan
Pelayanan di FKTP
FAMILY MEDICINE
CONCEPT IN
PRIMARY CARE
Mengutamakan upaya
promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit
(paradigma sehat)
FAMILY MEDICINE CONCEPT IN PRIMARY CARE
FAMILY MEDICINE CONCEPT IN
PRIMARY CARE
• Holistic (Bio-Psycho-Social-Kultural, Patient
centered)
• memandang seseorang sebagai individu seutuhnya dan
merupakan bagian dari keluarga dan lingkungan
komunitasnya
• Comprehensive (Prevention based management:
Primary, Secondary, Tertiary)
• mempetimbangkan keadaan dan upaya kesehatan
secara terpadu dan paripurna (comprehensive)
FAMILY MEDICINE CONCEPT IN
PRIMARY CARE
• Integrative (Inter-Discipline, Inter-professional)
• keterpaduan dan kemitraan antara dokter dengan
pasien dan keluarganya, serta dengan berbagai profesi
kesehatan.
• Continuum (Follow up plan, well managed medical
records)
• Berkesinambungan
• Memiliki medical record dengan pencatatan yang baik
HOLISTIK
• Mencakup seluruh tubuh jasmani dan rohani
pasien (whole body system),
• Tidak hanya organ oriented
• Patient, Family, Environmental oriented
• Memandang manusia sebagai mahluk
biopsikososiokultural; memiliki nilai, kebutuhan,
harapan, perhatian, kekhawatiran, ide, persepsi
• Identifikasi faktor risiko internal dan eksternal yang
berhubungan dengan kondisi pasien
Dokter Layanan Primer berkompeten
menangani orang dengan HIV
Promosi Kesehatan: Kurangi Risiko
Pencegahan, pencegahan, pencegahan!
Berorientasi pada pasien
Promosi, Pencegahan Tugas Dokter Layanan Primer
Five star doctor
• Dokter bintang lima
• Profil dokter ideal yang memiliki kemampuan untuk
melakukan serangkaian pelayanan kesehatan untuk
memenuhi kualitas, kebutuhan, efektivitas biaya
dan persamaan dalam dunia kesehatan. WHO
menerapkan batas bahwa dokter masa depan wajib
memenuhi kriteria 5 kualitas seorang dokter
Five star doctor
Care provider (pemberi pelayanan)
• Dalam memberikan pelayanan medis, seorang dokter
hendaknya :
• Memperlakukan pasien secara holistik atau total,
meliputi aspek jasmani rohani dan kehidupan sosial
yang menjadi kebutuhan pasien
• Memandang individu sebagai bagian integral dari
keluarga dan komunitas.
• Memberikan pelayanan yang bermutu, menyeluruh,
berkelanjutan dan manusiawi, meliputi perawatan
kuratif preventif dan rehabilitasi.
• Dilandasi hubungan jangka panjang dan saling percaya.
Five star doctor
Decision maker (pengambil keputusan)
• Seorang dokter diharapkan memiliki :
• Kemampuan untuk mengambil keputusan yang
terbaik dalam memilih jenis pelayanan dan
perawatan dengan mempertimbangkan asas
manfaat dan efektivitas biaya.
• Memilih jenis perawatan yang tepat.
• Penerapan teknologi penunjang secara etik.
Five star doctor
Communicator (komunikator)
• Seorang dokter , dimanapun dia berada dan
bertugas hendaknya :
• Mampu mempromosikan gaya hidup sehat.
• Mampu memberikan pelayanan dan edukasi yang
efektif.
• Mampu memberdayakan individu dan kelompok
untuk dapat tetap sehat
Five star doctor
Community Leader (pemimpin masyarakat)
• Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
seorang dokter hendaknya :
• Mampu menempatkan dirinya sehingga
mendapatkan kepercayaan masyarakat.
• Mampu menemukan kebutuhan kesehatan
bersama individu serta masyarakat.
• Mampu melaksanakan program sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
Five star doctor
Manager (manajer)
• Dalam hal manajerial, seorang dokter hendaknya :
• Mampu bekerja sama secara harmonis dengan
individu dan organisasi di luar dan di dalam lingkup
pelayanan kesehatan, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan pasien dan komunitas.
• Mampu memanfaatkan data - data kesehatan
secara tepat dan berhasil guna.
Dokter Layanan Primer
• Aplikasi prinsip dokter keluarga (70-80%) dan
20-30% kemampuan khusus sesuai wilayah
kerja
• Dokter Layanan Primer berkompeten melayani
secara kontinyu, komprehensif pada individu,
keluarga dan komunitas
Dokter Layanan Primer
• Dokter Layanan Primer dapat bekerja mandiri
atau dalam Tim & dapat berkoordinasi, bekerja
sama dalam sistem layanan kesehatan
sekunder.
• Dokter Primer bertanggung jawab terhadap
kualitas layanan dan keselamatan pasien.
Perkuat Layanan Primer
• Terbukti mengurangi biaya kesehatan yang
semakin mahal:
• Mengurangi Kunjungan Gawat Darurat
• Hospitalisasi dan Rehospitalisasi
• Lama Rawatan dll
Perkuat Layanan Primer
• Dokter Layanan Primer dapat sebagai
“gatekeeper” agar orang tidak ke ruang
gawat-darurat dan mampu menekan biaya
layanan kesehatan
• Negara, Masyarakat dan Jaminan Asuransi
Kesehatan sangat penting dalam menekan
biaya dan meningkatkan mutu layanan
kesehatan
S3 S3T SPESIALIS

9
S2 S2T AHLI

PROFESI
8
7
S1 DIV/ S1T
DIII 6 TEKNISI/
ANALIS
5
DII
4
DI
3
OPERATOR
SMU SMK
2
SMP & SD
1
UKMPPD

PELANTIKAN
DOKTER
Sertifikasi Profesi

EXIT
EXAMINATION

SERTIFIKAT SURAT TANDA


DINAS KOMPETENSI Lulusan (29,3d)
IDI CABANG REGISTRASI
KESEHATAN Dengan kewenangan terbatas

REKOMENDASI 1 IZIN
PRAKTIK
Dokter
INTERNSHIP Primer
KIDI

POST
INTERNSHIP Structured Resertifikasi
SERTIFIKATKOMPETENSIi CPD Profesi
SURAT IZIN PRAKTIK
(SELAMA INTERNSHIP)
Road Map Dokter “Spesialis”
Layanan Primer ROAD%
MAP%
PENGEMBANGAN%
SPESIALIS%DOKTER%
%
PRIMER%
DI%INDONESIA%

Road%
Map%Pengembangan%
Disiplin%Ilmu%
Layanan%Primer%(Kompetensi%Generalist/%Family%Medicine%–%
usulan%Kolegium%
Dokter%Primer%
Indonesia%
–%MKKI%
@%IDI%
CPD terstruktur & Sertifikasi
Dokter Layanan Primer
• Pendidikan Profesi Berkelanjutan yang Terstruktur
• Seminar Pendidikan Khusus Dokter Layanan Primer
• Pedoman Layanan Primer
• Kursus & Mentoring
• Dukungan & Kerjasama dengan semua kolegium yang
ada
• Pendidikan Pascasarjana (Magister Dokter Layanan
Primer) bagi staf akademik
• Program Pendidikan Dokter “Spesialis” Layanan
Primer
Menjamin Mutu Dokter Layanan
Primer
• Perlu kurikulum Pendidikan Kedokteran yang
berorientasi pada layanan kesehatan primer di
Indonesia
• Ujian Kompetensi & Internship bagi dokter baru
sebelum bisa bekerja
• Pendidikan Tambahan bagi yang ingin karier
sebagai dokter Layanan Primer
• Resertifikasi secara periodik dan Pendidikan
Magister dan “spesialisasi” layanan primer
Konsep Dokter
Keluarga/Dokter Layanan
Primer
Pemahaman dasar
• Prinsip dasar pelayanan DK/DLP
• Primer
• Personal
• Komprehensif
• Kontinu
• Dijabarkan menjadi banyak versi termasuk di
Indonesia (9 butir)
• Jika dicermati sebenarnya sudah tercakup dalam
yang 4 prinsip dasar.
Prinsip pelayanan DK/DLP di
Indonesia
• Komprehensif dan holistik
• Berkesinambungan
• Mengutamakan pencegahan
• Koordinatif dan kolaboratif
• Personal sebagai bagian integral dari keluarganya
• Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan
lingkungan
• Menjunjung tinggi etika, moral dan hukum
• Sadar biaya dan sadar mutu
• Dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
Prinsip DK/DLP
• Continuity of care (pelayanan yang
berkesinambungan)
• Comprehensive of care (pelayanan yang
menyeluruh)
• Coordination of care (pelayanan yang terkoordinasi)
• Community (masyarakat)
• Prevention (pencegahan)
• Family (keluarga)
Pelayanan Dokter Keluarga
(DK/DLP)
• Menyeluruh, memusatkan perhatian pada
“keluarga” sebagai suatu unit
• Tanggung jawab tidak dibatasi oleh golongan umur
atau jenis kelamin pasien
• Tidak boleh dibatasi oleh jenis organ atau penyakit
tertentu
Pelayanan DK/DLP
• Pelayanan personal:
• Pelayanan individual sebagai bagian integral dari
keluarga, komunitas, dan lingkungannya.
• Pelayanan komprehensif
• Pelayanan yang mempertimbangkan segi promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif dan menggunakan
semua upaya medis yang tersedia dengan
mengutamakan kepentingan pasien.
Pelayanan DK/DLP
• Pelayanan bersinambung
• Pelayanan yang memantau kesehatan pasien dari mulai
konsepsi sampai mati. Semua masalah yang berkaitan
dengan kesehatan pasien tercatat dalam rekam medis
agar pemantauan dapat berlanjut dari waktu ke waktu
dan atau satu dokter ke dokter lainnya.
• Pendekatan holistik:
• Pendekatan atau ancangan yang memandang pasien
sebagai manusisia seutuhnya; sebagai makhluk bio-
psiko-sosial.
Pelayanan DK/DLP
• Pelayanan koordinatif:
• Pelayanan yang berkoordinasi dengan sejawat sesama
dokter pelayanan primer dan sekunder, dengan pasien,
keluarga dan komunitasnya.
• Pelayanan kolaboratif:
• Pelayanan yang bekerjasama dengan institusi dan sarana
kesehatan lainnya, dengan mengutamakan kepentingan
pasien
Pelayanan DK/DLP
• Dokter Praktik Umum:
• Dokter penyelenggara pelayanan primer yang cakupan
layanannya tidak dibatasi oleh golongan usia, jenis
kelamin, jenis penyakit, sistem organ, dan status sosial.
• Dokter Keluarga:
• Dokter Praktik Umum Penyelenggara Pelayanan Primer
yang memberikan layanan personal, komprehensif,
bersinambung dengan pendekatan holistik, koordinatif,
dan kolaboratif dengan tetap mempertimbangkan
keluarga, komunitas, dan lingkungan pasien.
Dokter
• Dokter baru lulus (KBK)
• Basic Primary Care Doctor
• Basic Primary Care Knowledge and Skills
• Family medicine approach
• Dokter Keluarga/DokterLayanan Primer
• Advanced Primary Care Doctor
• Advanced Primary Care Knowledge and Skills
• Family Medicine Approach
Siapa saja Dokter Keluarga/Dokter
Layanan Primer?
• Definisi
• Apakah tergolong DLP?
• Tempat praktik
Istilah dan Definisi
• DPU
• Deskripsi cakupan layanan, tidak dibatasi golongan usia, jenis
kelamin, organologi, jenis penyakit, dan kelompok sosial
• DK
• Deskripsi pendekatan dalam menangani masalah medis
(menggunakan 9 prinsip pelayanan DK)
• Dokter Layanan Primer
• Deskripsi peringkat kewenangan (sebatas pelayanan primer)
• Dasar ilmu:
• Ilmu Kedokteran Layanan Primer
Tujuan pelayanan DK/DLP
• Tujuan Umum
• Terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota
keluarga.
• Tujuan Khusus
a) Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan
pelayanan kedokteran yang lebih efektif.
b) Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan
pelayanan kedokteran yang lebih efisien.
Manfaat pelayanan DK/DLP
• Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus
penyakit sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya
terhadap keluhan yang disampaikan.
• Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan
penyakit dan dijamin kesinambungan pelayanan
kesehatan.
• Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis, pengaturannya
akan lebih baik dan terarah, terutama ditengah-tengah
kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini.
• Akan dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang
terpadu sehingga penanganan suatu masalah
kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah
lainnya.
• Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam
pelayanan, maka segala keterangan tentang
keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan
ataupun keterangan keadaan sosial dapat
dimanfaatkan dalam menangani masalah
kesehatan yang sedang dihadapi.
• Akan dapat diperhitungkan berbagai faktor yang
mempengaruhi timbulnya penyakit, termasuk
faktor sosial dan psikologis.
• Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus
penyakit dengan tata cara yang lebih sederhana
dan tidak begitu mahal dan karena itu akan
meringankan biaya kesehatan.
• Akan dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan
kedokteran canggih yang memberatkan biaya
kesehatan.
Fungsi & tugas DK/DLP
a. Care Provider (Penyelenggara Pelayanan
Kesehatan)
b. Communicator (Penghubung atau Penyampai
Pesan)
c. Decision Maker (Pembuat Keputusan)
d. Manager
e. Community Leader (Pemimpin Masyarakat)
Fungsi dan tugas DK/DLP
• Mensinergikan layanan kesehatan masyarakat dan
layanan kedokteran primer,
• Mensinergikan seluruh peringkat layanankesehtan,
• Memelihara kolaborasi dan koordinasi dengan
semua pengandil,
• Memberikan pelayanan personal yang berbasis
keluarga dan berorientasi masyarakat.
• Memberdayakan pasien dan keluaganya

12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 89


Tugas DK/DLP yaitu :
a. Mendiagnosis dan memberikan pelayanan aktif
saat sehat dan sakit
b. Melayani individu dan keluarganya
c. Membina dan mengikut sertakan keluarga dalam
upaya penanganan penyakit
d. Menangani penyakit akut dan kronik
e. Merujuk ke dokter spesialis
Kewajiban DK/DLP
a. Menjunjung tinggi profesionalisme
b. Menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam
praktek
c. Bekerja dalam tim kesehatan
d. Menjadi sumber daya kesehatan
e. Melakukan riset untuk pengembangan layanan
primer
Karakteristik DK/DLP
• Lynn P. Carmichael (1973)
• Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan
• Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat
• Pelayanan menyeluruh, mempertimbangkan pasien dan
keluarganya
• Andal mendiagnosis, tanggap epidemiologi dan terampil
menangani penyakit
• Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial, dan
mewaspadai kemiripan penyakit
Karakteristik DK/DLP
• Debra P. Hymovic & Martha Underwood Barnards
(1973)
• Pelayanan responsif dan bertanggung jawab
• Pelayanan primer dan lanjut
• Diagnosis dini, capai taraf kesehatan tinggi
• Memandang pasien dan keluarga
• Melayani secara maksimal
Karakteristik DK/DLP
• IDI (1982)
• Memandang pasien sebagai individu, bagian dari
keluarga dan masyarakat
• Pelayanan menyeluruh dan maksimal
• Mengutamakan pencegahan, tingkatan taraf kesehatan
• Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan
memenuhinya
• Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung
jawab atas kelanjutannya
Karakteristik pelayanan kesehatan
• Tidak hanya orang perorang tetapi sebagai bagian dari
keluarga dan masyarakat
• Menyeluruh, lengkap, sempurna, melebihi keluhan
yang disampaikan
• Meningkatkan derajat kesehatan, mencegah timbulnya
penyakit, mengobati penyakit sedini mungkin
• Sesuai kebutuhan, berusaha memenuhi dengan sebaik-
baiknya
• Menyiapkan diri sebagai tempat pelayanan tingkat
pertama, bertanggung jawab terhadap pelayanan
lanjutan
Ruang lingkup pelayanan
kesehatan
1. Kegiatannya “comprehensive medical
service”
a. Mencakup semua jenis pelayanan
b. Integrated and continue
c. Perhatian pada penderita sebagai manusia
seutuhnya
d. Comprehensive and holistic approach
2. Sasaran pelayanan: keluarga sebagai suatu
unit yang utuh
Karakteristik pelayanan
kedokteran menyeluruh
1. Ditinjau dari segi kedudukan dalam sistem kesehatan
1. Primary medical care
2. Secondary medical care
3. Tertiary medical care
2. Ditinjau dari peranannya dalam mencegah penyakit
1. Health promotion
2. Specific protection
3. Early diagnosis and prompt treatment
4. Disability limitation
5. Rehabilitation
Bentuk praktik keluarga
1. Bagian dari pelayanan rumah sakit (Hospital
Based)
2. Klinik dokter keluarga (Family clinic)
1. Free standing family clinic
2. Satellite family clinic, Bisa “solo practice” atau “group
practice”
3. Praktik dokter keluarga (Family Practice),
Bisa “solo practice” atau “group practice”
Ubah paradigma
Pilar profesionalisme DPU/DPP/DK DSp
Perilaku Medical Ethics Medical Ethics
Ilmu The sky the limit The sky the limit
Keterampilan medis Primer Spesialistik
Kinerja 5 tahap pencegahan Mengatasi penyakit

If you cannot work with love but only with


distaste, it is better that you should leave your
work and sit at the gate of a temple and take
alms from those who work with joy
(Khalil Gibran – 1883-1931)
Menjadi DK/DPU/DLP adalah tujuan, bukan nasib
Karir profesional Dokter
di Ranah Pelayanan Primer
Dokter
Dokter Spesialisasi
Spesialis
Konversi
DPU CPD (Profesi) DK
Akademik MFM

? Spesialisasi
Akademik
Profesional
Spesialis
Famili Medisin
SpFM
12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 100
Motto PDKI

(Providing the Best Medical Care)


(Memberikan Pelayanan Medis yang Terbaik)

12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 101


Pilihan Motto

• Kesehatan berbasis ilmu pengetahuan

12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 102


Tugas “sebagai gate keeper”
• Menapis kebutuhan spesialistik,
• Mendiagnosis cepat & mengobati cepat-tepat,,
• Memberikan pelayanan aktif saat sehat & sakit,
• Melayani individu dan keluarganya,
• Membina dan mengikutsertakan keluarga dalam upaya
penanganan penyakit,
• Menangani penyakit akut dan kronik, Melakukan
kerjasama dengan seluruh pengandil (stakeholders),
• Menjalin kerjasama dengan seluruh pengandil
pelayanan kesehatan

12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 103


Tugas dalam praktik
• Melakukan tindak awal persiapan rujukan,
• Memantau pasien yang dirujuk,
• Bertanggung jawab atas pasien yang dirujuk,
• Bertindak sebagai mitra, penasihat, dan konsultan,
• Menyelengarakan upaya promotif dan preventif.

12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 104


Memerlukan “good will” semua
pengandil
DK, DSp, Drg., Asuransi Kesehatan
Perawat, Bidan, SD Pemasok sarana dan
Kesehatan. prasarana kesehatan

PKB
Masyarakat
Regulator
pasien
12/08/2019 Konsep, Karir, Tugas, Fungsi DLP 105
Take home message
• There are still problems to be solved in our
community as doctors
• Family Doctors would be one of the main stream
for promoting healthy Indonesia
• Dokter Keluarga, Tulang Punggung, Pelayanan Kesehatan
• Health promotion would be the main act in solving
health problems in the future
Simpulan
• Meningkatkan kemampuan dokter yang bergerak
layanan primer
• Melakukan Pendidikan Dokter agar siap menjadi
langkah pertama menjadi dokter layanan primer
• Pengembangan pendidikan dokter “spesialis”
layanan primer
References
1. Azwar, Azrul (1995): Pengantar Administrasi
Kesehatan, Edisi Ketiga, PT. Binarupa Aksara, Jakarta.
2. Azwar, Azrul, Justam, Judil dan Bustami, Nilda S
(1983) : Bunga rampai, dokter keluarga; Kelompok
Studi Dokter Keluarga, Jakarta.
3. Azwar, Azrul (1995): Program Menjaga Mutu
Pelayanan Kesehatan; Yayasan Penerbitan IDI;
Jakarta.
4. Departemen Kesehatan RI (2012): Sistem Kesehatan
Nasional, KEMKESRI, Jakarta.
5. Sudjoko Kuswadji (1996), Penjaminan Mutu Praktek
Dokter Keluarga, Widya Medika, Jakarta